Halloween

1. Kata pengantar festival halloween

Halloween dirayakan di banyak negara, terutama di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris. Festival ini memiliki semua perangkap kejahatan. Departemen polisi dan pemadam kebakaran telah belajar untuk waspada dan mempersiapkan terlebih dahulu untuk kenaikan tajam dalam perilaku anti-sosial yang bertepatan dengan festival tahunan tersebut. Namun sementara orang tua mengingatkan anak-anak mereka tentang menghadapi orang asing yang tidak menyenangkan pada hari ini, mereka tidak menyadari bahwa di bawah lapisan yang menyenangkan dan bersenda gurau dari perayaan Halloween, terdapat suatu kekuatan tak terlihat yang bahkan lebih jahat sedang bekerja.

Seperti halnya suatu lingkungan penghormatan di tempat ibadah adalah kondusif untuk kekuatan – kekuatan Ilahi positif, sebaliknya unsur-unsur tradisi Halloween ini secara aktif memberikan kontribusi pada peningkatan aktivitas energi-energi negatif seperti hantu.

Pada malam Halloween, orang-orang dewasa dan anak-anak berpakaian seperti makhluk dari dunia hitam (hantu, setan, zombie, penyihir, goblin), menyalakan api unggun, dan menikmati kembang api yang spektakuler. Rumah-rumah dihiasi dengan mengukir labu atau lobak ke bentuk wajah yang menakutkan. Beberapa hiasan halaman yang paling populer adalah jack-o’-lantern, orang-orangan sawah, penyihir, untaian lampu berwarna oranye dan ungu, dekorasi makhluk hidup seperti tengkorak, laba-laba, labu, mumi, vampir (penghisap darah) dan makhluk-makhluk mengerikan lainnya. Hiasan-hiasan mengerikan lainnya adalah batu nisan dari gabus dan patung gargoyle (bentuk-bentuk binatang fantasi yang mengerikan).

Dalam artikel ini, dengan pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian spiritual, kami menjelaskan akibat – akibat  buruk spiritual dari festival ini dan efek jangka pendek maupun jangka panjang pada masyarakat.

2. Efek spiritual dari merayakan Halloween

Sejak awal, marilah kita membiasakan diri dengan hukum dasar ilmu pengetahuan Spiritual yang menyatakan bahwa ‘Kata, sentuhan, bentuk, rasa, bau dan energi terkait eksis secara berdampingan’. Hal Ini berarti di mana kata ‘Tuhan YME’ hadir, energi ilahi Tuhan juga hadir. Itulah sebabnya mengapa kita merasa lebih baik setelah menyebut dan mengulang Nama Tuhan atau berdoa kepada-Nya.

Demikian juga, di mana nama dan bentuk hantu-hantu (setan, iblis, energi negatif, dll) berada, seperti pada Halloween, energi yang menyusahkan dari mereka juga hadir. Karena bentuk dan warna dekorasi dan kostum yang digunakan dalam Halloween mirip dengan hantu, hal itu bertindak sebagai antena (saluran frekuensi yang sama) untuk menarik banyak energi negatif yang menyusahkan seperti hantu pada umumnya (bhūt)

Kenyataanya, penelitian spiritual telah mengungkapkan bahwa Halloween merupakan festival yang diciptakan oleh energi-energi negatif dengan tujuan menghasilkan dan menyebarkan energi hitam negatif mereka ke dalam masyarakat. Sangat sering energi-energi negatif seperti hantu, setan, dll menaruh pemikiran-pemikiran dalam pikiran manusia untuk memulai tradisi yang kental dengan Raja-Tama sehingga mereka dapat mempengaruhi orang melalui hal tersebut.

Dengan adanya daya tarik bagi hantu-hantu terhadap perayaan ini, berikut adalah efek-efek samping utama terhadap orang-orang dan lingkungan di tempat-tempat Halloween dirayakan.

2.1 Meningkatnya aktivitas oleh hantu-hantu

Di tempat-tempat di mana Halloween dirayakan, aktivitas hantu meningkat sebesar 10%. Dikarenakan peningkatan aktivitas dari para hantu dan getaran-getaran negatif yang ditimbulkan dari berbagai kostum dan dekorasi, Raja-Tama di lingkungan naik sebesar 30% pada petang/ malam 31 ​​Oktober, yaitu saat Halloween dirayakan. Hal ini merupakan peningkatan yang sangat signifikan dan memiliki efek samping yang besar pada tingkat spiritual selama seminggu tersebut. Efeknya kemudian perlahan mereda dalam periode 3 bulan.

Bahkan pada saat peristiwa-peristiwa alam seperti gerhana-gerhana, bulan purnama dan bulan mati, terdapat peningkatan aktivitas dari hantu-hantu. Namun, hal ini disebabkan karena terjadinya fenomena alam. Namun, dalam kasus Halloween, peningkatan aktivitas hantu adalah murni buatan manusia.

2.2 Meningkatnya resiko kerasukan oleh hantu-hantu yang umum

Mohon lihat ke artikel tentang, “Apa artinya sedang ‘dipengaruhi oleh hantu’ (setan, iblis, energi negatif, dll) dan sedang ‘dirasuki hantu’ (kerasukan setan)?”

Dalam tabel di bawah ini, kami memberikan efek Halloween terhadap tiga jenis manusia di tingkat individu – yaitu: peserta dewasa yang aktif dalam perayaan, peserta anak yang aktif dalam perayaan dan mereka yang tidak aktif berpartisipasi.

Di bulan February tahun 2014, kami melakukan kembali analisa/ pembacaan dimensi spiritual tentang efek Halloween dan menemukan bahwa sejak tahun 2007, dampak merugikan dari Halloween pada tingkat halus (dimensi spiritual) telah meningkat pesat. Pada tabel di bawah ini kami telah memberikan angka yang telah di revisi dari efek merugikan tersebut.

Efek Halloween di tahun 2014 sehubungan dengan Perserta dewasa yang aktif dalam perayaan Perserta anak-anak yang aktif dalam perayaan Orang-orang yang tidak berpartisipasi
Peningkatan dalam Raja-Tama 30% 30% 20%
Peningkatan dalam kemungkinan untuk dirasuki 50% 50% 30%
Waktu berlangsungnya efek buruk tersebut 10 minggu 10 minggu 4 minggu

Sumber: Penelitian Spiritual oleh SSRF.org Feb 2014

Beberapa hal berikut telah diberikan sebagai alasan bagi meningkatnya efek negatif:

  1. Terdapat peningkatan dari tingkat keseluruhan Raja-Tama atau pencemaran spiritual di lingkungan sekitar sejak tahun 2007 (Hal tersebut berarti bahwa tahun 2007 relatif lebih sāttvik dibandingkan dengan tahun 2014)
  2. Masyarakat memperlihatkan peningkatan hasrat keinginan untuk mengambil bagian dalam perayaan bersifat negatif yang menunjukkan bahwa Raja-Tama di dalam masyarakat telah meningkat. Hal ini pada gilirannya meningkatkan risiko menjadi terpengaruh oleh energy-energi negatif.

Mengacu ke artikel ‘Berapa banyak populasi dunia yang dipengaruhi dan dirasuki oleh hantu?

Ada suatu peraturan yang menyatakan bahwa ‘kemiripan menarik kemiripan’ (Hukum ketertarikan). Begitu juga, orang-orang yang memiliki ketertarikan akan kostum-kostum berwujud setan (yang dominan Tama nya), umumnya juga akan didominasi oleh komponen Tama. Orang-orang tersebut lebih cenderung untuk dipengaruhi atau dirasuki oleh energi-energi negatif. Energi negatif tersebut akan mempengaruhi pemikiran mereka agar berpartisipasi dalam kegiatan negatif seperti Halloween.

Di SSRF, kami memiliki para pencari (seekers) yang dapat melihat dimensi spiritual, sama seperti ketika melihat dimensi fisik. Yang Mulia Yoya Vallee telah menggambarkan getaran halus negatif yang dihasilkan di sekeliling orang biasa, saat orang tersebut mengenakan topeng dan kostum berwujud setan.

IND_Halloween---demon-like

Poin utamanya adalah kita menarik banyak getaran tidak nyaman dan menjadi terpengaruh oleh getaran-getaran tersebut. Namun, jika seseorang dirasuki oleh suatu entitas iblis, maka bukan saja ia menarik energi negatif tetapi juga menyebarkan energi negatif ke lingkungan sekitarnya.

IND-Halloween---costum-like

2.3 Jenis hantu yang cenderung mengambil keuntungan dari pesta-pesta Halloween

Jenis hantu yang paling mungkin untuk mengambil keuntungan dari perayaan adalah hantu yang pada umumnya

2.4 Mengenakan warna hitam dan kostum-kostum saat Halloween

Selama perayaan tersebut, warna hitam adalah warna yang dominan dipakai dan digunakan. Karena warna hitam bersifat tāmasik, hal itu memiliki kapasitas maksimum untuk menarik dan mengirimkan frekuensi negatif dan merusak suasana ke lingkungan sekitar, yaitu sejauh 70%. Ini berarti, dari semua getaran negatif yang mungkin timbul (termasuk hantu-hantu) yang mungkin berada di lingkungan sekitarnya, maka warna hitam dapat menarik hingga 70% dari mereka.

Juga lihat ke artikel, “Apa warna terbaik dari pakaian untuk dipakai ke pemakaman?’ dan ‘Bagaimana warna mempengaruhi kita secara spiritual ‘.

Anak-anak juga berpakaian seperti pesulap, vampir, penyihir, hantu, tengkorak yang mana Tama-nya dominan dan menarik energi-energi negatif sesungguhnya yang mereka miliki.

2.5 Dekorasi-dekorasi untuk Halloween

Dekorasi/ Hiasan Keterangan
Pintu masuk Pintu masuk dihiasi dengan rangkaian-rangkaian bunga yang seringkali berwarna hitam atau dihiasi dengan tanda-tanda dari dunia hitam.
Rumah Rumah-rumah dihiasi dengan hiasan jaring laba-laba, laba-laba, hantu, batu nisan, tengkorak buatan yang Tama nya dominan
Lentera Halloween Lentera-lentera dari labu seringkali diukir menjadi wajah-wajah aneh di mana gelombang yang Tama-nya dominan beredar ke sekitarnya.
Catatan Editor: Ladang musim gugur yang dipenuhi oleh labu-labu yang matang dan bunga matahari adalah contoh yang luar biasa dari karunia Ibu Pertiwi. Namun, mengukir labu ke dalam bentuk-bentuk aneh selama Halloween untuk suatu ritual menakutkan yang bebas mengundang energi-energi negatif adalah suatu tindakan yang perlu direnungkan oleh manusia.

2.6 Spesifik untuk Halloween

Pada hari Halloween adalah umum untuk menyajikan kue-kue dan jenis – jenis bentuk makanan lainnya dalam bentuk batu nisan, rumah angker, potongan tangan, dll. Sehubungan dengan aturan spiritual yang dijelaskan di atas, bentuk dari suatu benda dan energi terkaitnya berada secara berdampingan. (Aturan ini lebih berlaku untuk benda padat.) Benda-benda makanan ini, disebabkan oleh bentuk mereka, yang mana bertindak sebagai saluran lain untuk meningkatkan serangan energi negatif antara lain seperti hantu yang umum hingga sebanyak 30%.

2.7 Maksud di balik ‘tipuan atau hadiah’ (trick or treat)

Anak-anak pergi untuk mengumpulkan ‘hadiah aau berupa tipuan’ dari pintu ke pintu dengan meminta benda-benda (‘hadiah’) dan mengancam untuk bermain ‘tipu-tipuan’ pada mereka yang menolak meberikan ‘hadiah’. Yang akibatnya:

A. Nilai-nilai yang Tama-nya dominan terkesan pada pikiran anak-anak tersebut.

B. Pikiran menjadi terbiasa untuk menjadi ekstrovert.

3. Apa yang dapat anda lakukan untuk melindungi diri dari efek-efek buruk spiritual dari Halloween

  • Dengan berpartisipasi dalam perayaan Halloween kita secara nyata meningkatkan kemungkinan untuk dipengruhi dan dirasuki oleh hantu. Oleh sebab itu yang terbaik adalah untuk menghindar dari perayaan ini dan untuk mendidik orang lain tentang efek buruk nya. (Untuk mencapai hal ini kita dapat meng email artikel ini ke semua teman dan kenalan-kenalan kita.)
  • Untuk melindungi diri dari efek buruk akan meningkatnya raja-tama dan peningkatan aktivitas hantu-hantu di tempat-tempat Halloween dirayakan, adalah penting bahwa sesorang berkonsentrasi pada latihan spiritual dengan ketat. Hal ini terutama dalam periode 1-2 hari sebelum Halloween atau setidaknya 1 minggu setelah itu. Doa-doa secara teratur (dengan rasa syukur) untuk perlindungan dari efek-efek samping dari Halloween dan agar dapat berlatih spiritual secara optimal juga merupakan suatu keharusan.

Lihat artikel tentang ‘Mulailah perjalanan spiritual anda’, dengan mempraktekkannya seseorang lebih siap untuk mengatasi efek-efek spiritual buruk dari Halloween.