{"id":9322,"date":"2019-11-08T14:35:11","date_gmt":"2019-11-08T14:35:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=9322"},"modified":"2019-11-08T14:37:26","modified_gmt":"2019-11-08T14:37:26","slug":"seni-kreatif-yanglebihbaik","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/","title":{"rendered":"Teknik untuk seni kreatif yang lebih baik"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9400 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151933\/IND_1-art-technique.jpg\" alt=\"Teknik untuk seni kreatif yang lebih baik\" width=\"1500\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151933\/IND_1-art-technique.jpg 1500w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151933\/IND_1-art-technique-300x120.jpg 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151933\/IND_1-art-technique-768x307.jpg 768w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151933\/IND_1-art-technique-1024x410.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1Pendahuluan\">1.\u00a0Pendahuluan<\/a><\/li><li><a href=\"#2Efek_spiritual_dari_warna\">2.\u00a0Efek spiritual dari warna<\/a><\/li><li><a href=\"#3Penggunaan_cahaya_dan_bayangan\">3.\u00a0Penggunaan cahaya dan bayangan<\/a><\/li><li><a href=\"#4Efek_spiritual_dari_latar_belakang_sebuah_karya_seni\">4.\u00a0Efek spiritual dari latar belakang\u00a0 sebuah karya seni<\/a><\/li><li><a href=\"#5Simetri\">5.\u00a0Simetri<\/a><\/li><li><a href=\"#6Kesimpulan\">6.\u00a0Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"1Pendahuluan\">1.\u00a0<span class=\"s1\"><b>Pendahuluan<\/b><\/span><\/span><\/h2>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Untuk menciptakan karya seni yang luar biasa adalah sebuah upaya yang terkoordinasi baik dari keterampilan dan kreativitas sejak awal hingga selesai. Setiap pertunjukan artistik adalah interaksi yang rumit dari berbagai elemen yang datang bersama-sama seperti subjek, latar belakang, warna yang digunakan, penggunaan cahaya dan bayangan, simetri, dll. Seniman dengan susah payah bekerja dengan semua elemen ini untuk memoleskan karya seni mereka menjadi sebuah mahakarya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Namun, dari perspektif spiritual ada <b>satu faktor lagi<\/b> yang sangat penting dalam membuat karya agung dalam segala hal. Ini adalah kemampuan halus seniman untuk dapat merasakan getaran halus yang dipancarkan oleh berbagai elemen dalam karya seni untuk akhirnya memancarkan getaran positif secara spiritual. Ini karena tidak ada gunanya menciptakan karya seni yang rumit dan menarik secara estetis jika memancarkan getaran negatif karena memiliki efek merusak secara spiritual pada pengamat dan sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ketika seorang seniman memiliki kemampuan halus yang baik, ia kemudian dapat lebih baik membedakan seberapa terang lukisan seharusnya, apa warna latar belakang seharusnya dan bagaimana benda-benda dalam lukisan harus diatur sehingga karya seni dapat memiliki dampak positif pada tingkat getaran .<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">SSRF dan MAV telah melakukan penelitian dengan sungguh &#8211; sungguh tentang bagaimana menciptakan seni yang lebih murni secara spiritual di mana kreativitas dan keterampilan dilengkapi dengan indra keenam yang maju untuk menarik potensi spiritual penuh dari karya seni. Dalam artikel ini beberapa temuan kunci disajikan dalam kaitannya dengan kreativitas dan konseptualisasi seni. Ini memberi para seniman langkah-langkah praktis untuk mengarahkan kemampuan kreatif mereka menuju pencapaian seni yang lebih murni secara spiritual.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>Aspek &#8211; aspek kreatif dari seni yang akan dibahas dalam artikel ini adalah :<\/b><\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li class=\"li1\"><span class=\"s1\">Penggunaan warna<\/span><\/li>\n<li class=\"li1\"><span class=\"s1\">Penggunaan cahaya dan bayangan<\/span><\/li>\n<li class=\"li1\"><span class=\"s1\">Latar belakang<\/span><\/li>\n<li class=\"li1\"><span class=\"s1\">Simetri dan seimbang<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>Catatan : <\/b>Untuk mengetahui subyek apa yang harus dilukis seseorang, silahkan merujuk ke \u2013 <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/bagaimana-cara-merasakan-seni-lebih-baik\/\"><span class=\"s2\">Cara memperoleh jiwa seni yang lebih baik<\/span><\/a><\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"2Efek_spiritual_dari_warna\">2.\u00a0<span class=\"s1\"><b>Efek spiritual dari warna<\/b><\/span><\/span><\/h2>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Warna adalah aspek yang sangat penting dari setiap karya seni. Dalam artikel kami<\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Bagaimana-warna-mempengaruhi-kita-secara-spiritual\"><span class=\"s2\"> <span class=\"s3\">tentang warna<\/span><\/span><\/a><span class=\"s4\">,<\/span> <span class=\"s1\">kami telah menjelaskan secara terperinci bagaimana warna yang berbeda memiliki tingkat kemurnian spiritual yang berbeda. Lebih banyak warna<i> <\/i><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-dasar-terbentuknya-alam-semesta\/\"><span class=\"s3\"><i>s\u0101ttvik<\/i><\/span> <\/a>atau yang lebih murni secara spiritual mencakup warna yang lebih terang seperti putih, kuning, biru muda, dan ping muda. Warna-warna seperti coklat tua, abu-abu gelap dan hitam lebih <i>t\u0101masik<\/i> atau tidak murni secara spiritual. Sebuah karya seni dipengaruhi pada tingkat spiritual oleh warna yang digunakan di dalamnya. Ketika seorang seniman menggunakan warna sattvik dalam sebuah karya seni, itu menambah kepositifan spiritual dari karya tersebut. Jadi, daripada memilih warna apa yang akan digunakan dalam sebuah karya seni berdasarkan apa yang menyenangkan secara visual, disarankan secara spiritual untuk menggunakan warna yang lebih terang bila memungkinkan.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9401 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151932\/IND_2-art-technique.jpg\" alt=\"Teknik untuk seni kreatif yang lebih baik\" width=\"1500\" height=\"790\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151932\/IND_2-art-technique.jpg 1500w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151932\/IND_2-art-technique-300x158.jpg 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151932\/IND_2-art-technique-768x404.jpg 768w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151932\/IND_2-art-technique-1024x539.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Penelitian spiritual telah menunjukkan bahwa di era saat ini juga dikenal sebagai <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/penciptaan-alam-semesta\/\"><span class=\"s2\">(Kaliyug)<\/span><\/a><\/span> <span class=\"s1\">atau Era Perselisihan, <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/\"><span class=\"s2\">energi negatif<\/span><\/a> jauh lebih aktif di lingkungan. Ketika setiap karya seni memiliki proporsi warna yang tidak murni lebih tinggi secara spiritual di dalamnya, ia mulai memancarkan getaran negatif yang kemudian menarik energi negatif. Dengan demikian, karya seni yang memiliki warna-warna yang tidak murni secara spiritual lebih mudah dipengaruhi oleh energi negatif. Hal ini membuat karya-karya seperti pemancar energi negatif seumur hidup.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"3Penggunaan_cahaya_dan_bayangan\">3.\u00a0<span class=\"s1\"><b>Penggunaan cahaya dan bayangan<\/b><\/span><\/span><\/h2>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Adalah umum untuk menggunakan cahaya dan bayangan dalam lukisan untuk menggambarkan kedalaman dan memberikan perspektif. Seniman sering menganggap ini sebagai bagian dari lisensi artistik mereka. Namun, telah menjadi pengalaman tim peneliti bahwa penggunaan bayangan yang minimal meningkatkan keseluruhan <i>s\u0101ttvikt\u0101<\/i> (kemurnian spiritual) dalam sebuah gambar.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Untuk menyoroti hal ini, pada gambar di bawah , orang yang sama telah ditunjukkan dengan gradien cahaya dan warna yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9404 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151932\/3-art-technique.png\" alt=\"Teknik untuk seni kreatif yang lebih baik\" width=\"1500\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151932\/3-art-technique.png 1500w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151932\/3-art-technique-300x133.png 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151932\/3-art-technique-768x342.png 768w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151932\/3-art-technique-1024x455.png 1024w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151932\/3-art-technique-604x270.png 604w\" sizes=\"(max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Apa yang anda rasakan ketika melihat gambar A, B dan C ?<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ketika tim peneliti spiritual melakukan pembacaan halus, gambar di ujung kanan di mana seluruh wajah diterangi secara merata memberikan getaran paling positif. Penggunaan pencahayaan terarah pada subjek menciptakan bayangan, yang meningkatkan getaran negatif halus yang dipancarkan oleh gambar.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Jadi, ketika melukis potret seseorang, yang terbaik adalah melukisnya dengan menatap langsung ke penonton dengan sumber cahaya lurus di depan secara merata menerangi wajah orang tersebut. Prinsip ini dapat diterapkan untuk fotografi dan videografi juga.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span id=\"4Efek_spiritual_dari_latar_belakang_sebuah_karya_seni\">4.\u00a0<span class=\"s1\"><b>Efek spiritual dari latar belakang<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>sebuah karya seni<\/b><\/span><\/span><\/h2>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Latar belakang sebuah lukisan juga mempengaruhi <i>sattvikta<\/i> keseluruhan. Poin-poin berikut dapat diingat ketika melukis latar belakang untuk meningkatkan kemurnian spiritual dari lukisan.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li class=\"li1\" style=\"text-align: justify\"><span class=\"s1\">Latar belakang harusnya dari<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>warna terang <i>sattvik<\/i>. Ini kerena ketika tone yang gelap digunakan di bagian latar belakang akan memancarkan getaran negatif<\/span><\/li>\n<li class=\"li1\" style=\"text-align: justify\"><span class=\"s1\">Seluruh latar belakang sebaiknya memiliki warna yang sama. Ini karena gradien dapat memancarkan getaran negatif.<\/span><\/li>\n<li class=\"li1\" style=\"text-align: justify\"><span class=\"s1\">Latar belakang harus diterangi secara merata. Ini berarti bahwa yang terbaik adalah menghindari menciptakan ilusi pencahayaan terarah.<\/span><\/li>\n<li class=\"li1\" style=\"text-align: justify\"><span class=\"s1\">Cahaya latar atau pencahayaan di latar belakang harus dihindari.<\/span><\/li>\n<li class=\"li1\" style=\"text-align: justify\"><span class=\"s1\">Kadang-kadang seorang seniman dapat membuat latar belakang dengan berbagai elemen di dalamnya. Dalam beberapa kasus, ini mungkin diperlukan dan menambah nilai keseluruhan lukisan. Namun, kelemahan dari komposisi semacam itu adalah bahwa jika salah satu elemen memancarkan getaran negatif, ia dapat mengurangi kepositifan gambar tersebut.<\/span><\/li>\n<li class=\"li1\"><span class=\"s1\">Latar belakang seharusnya tidak mengganggu atau menarik perhatian subjek.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span id=\"5Simetri\">5.\u00a0<span class=\"s1\"><b>Simetri<\/b><\/span><\/span><\/h2>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Simetri selalu diadvokasi sebagai aspek penting dari seni. Ketika suatu desain atau elemen-elemen dalam lukisan diletakkan secara simetris, itu meningkatkan kepositifan karya seni. Contoh dua desain serupa, di mana satu simetris, dan yang lainnya asimetris, disediakan di bawah ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9406 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151931\/4-art-technique.png\" alt=\"Teknik untuk seni kreatif yang lebih baik\" width=\"1500\" height=\"705\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151931\/4-art-technique.png 1500w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151931\/4-art-technique-300x141.png 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151931\/4-art-technique-768x361.png 768w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151931\/4-art-technique-1024x481.png 1024w\" sizes=\"(max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Dari kedua desain, desain B memancarkan getaran yang lebih baik karena lebih simetris. Sesuai ilmu pengetahuan spiritual, ketika desainnya simetris getaran yang dibuat dan dipancarkan positif secara spiritual. Sebaliknya, ketika desainnya asimetris maka getaran yang dipancarkannya serampangan dan tidak murni secara spiritual. Karena itu, ini berdampak pada keseluruhan getaran yang dipancarkan dari karya seni.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span id=\"6Kesimpulan\">6.\u00a0<span class=\"s1\"><b>Kesimpulan<\/b><\/span><\/span><\/h2>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Seni pada dasarnya adalah sebuah pencarian yang kreatif. Setiap seniman menggunakan elemen-elemen seni yang berbeda dengan caranya masing-masing untuk menghadirkan ciri khas pada karya seni mereka. Setiap elemen kunci dari seni seperti warna, latar belakang, subjek, simetri, dll. Memiliki getaran yang terkait dengannya. Ketika kombinasi elemen-elemen ini dilakukan selaras dengan ilmu spiritual, karya seni ini memancarkan getaran spiritual murni. Ketika seniman menciptakan seni sebagai bagian dari <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\"><span class=\"s2\">latihan spiritual<\/span><\/a><\/span> <span class=\"s1\">mereka di bawah bimbingan seorang <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/pencerahan-spiritual\/\"><span class=\"s2\">pembimbing spiritual yang berevolusi,<\/span><\/a> karya seni menjadi media untuk memancarkan getaran murni spiritual dan bermanfaat bagi masyarakat pada tingkat spiritual. Seni yang diciptakan dengan cara ini memberkahi seniman dan pengamat pengalaman <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/menemukan-kebahagiaan\/kebahagiaan-hakiki-bliss\/\"><span class=\"s2\">Bliss<\/span><\/a><\/span> <span class=\"s1\">(kebahagiaan hakiki), yang jauh di atas kepuasan atau kebahagiaan yang akan dialami seseorang dari seni kreatif yang dibuat tanpa dasar spiritual seperti itu.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karya seni akan memancarkan getaran spiritual murni apabila kombinasi dari elemen-elemen kunci dari seni tersebut dilakukan selaras dengan ilmu spiritual <\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":8858,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[652,668,655],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Teknik untuk seni kreatif yang lebih baik - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/\",\"name\":\"Teknik untuk seni kreatif yang lebih baik - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/IND_1-art-technique.jpg\",\"datePublished\":\"2019-11-08T14:35:11+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-08T14:37:26+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151933\/IND_1-art-technique.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151933\/IND_1-art-technique.jpg\",\"width\":1500,\"height\":600},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penelitian Spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Penelitian Spiritual lainnya\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Penelitian Spiritual pada Seni dan Desain\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Teknik untuk seni kreatif yang lebih baik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teknik untuk seni kreatif yang lebih baik - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/","name":"Teknik untuk seni kreatif yang lebih baik - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/IND_1-art-technique.jpg","datePublished":"2019-11-08T14:35:11+00:00","dateModified":"2019-11-08T14:37:26+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151933\/IND_1-art-technique.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/11\/18151933\/IND_1-art-technique.jpg","width":1500,"height":600},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/seni-kreatif-yanglebihbaik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penelitian Spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Penelitian Spiritual lainnya","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Penelitian Spiritual pada Seni dan Desain","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/penelitian-spiritual-lainnya\/penelitian-spiritual-pada-seni-dan-desain\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Teknik untuk seni kreatif yang lebih baik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Anjana Sai","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/anjana-sai\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Karya seni akan memancarkan getaran spiritual murni apabila kombinasi dari elemen-elemen kunci dari seni tersebut dilakukan selaras dengan ilmu spiritual","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/9322"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5471"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9322"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/9322\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9403,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/9322\/revisions\/9403"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/8858"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9322"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}