{"id":9208,"date":"2019-09-14T13:23:25","date_gmt":"2019-09-14T13:23:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=9208"},"modified":"2024-04-16T20:43:15","modified_gmt":"2024-04-16T20:43:15","slug":"autosugesti-teknik-a1","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/","title":{"rendered":"Teknik  Autosugesti A1"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15865 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2024\/04\/16204256\/IND-AutosuggestionsA1Type.jpg\" alt=\"Teknik  Autosugesti A1\" width=\"750\" height=\"461\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2024\/04\/16204256\/IND-AutosuggestionsA1Type.jpg 750w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2024\/04\/16204256\/IND-AutosuggestionsA1Type-300x184.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Pengantar_Auotosugesti_A1\">1. Pengantar Auotosugesti A1<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Definisi_dari_teknik_Autosugesti_A1\">2. Definisi dari teknik Autosugesti A1<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Penerapan_struktur_dan_format_Autosugesti_A1\">3. Penerapan struktur dan format Autosugesti A1<\/a><\/li><li><a href=\"#4_Cara_menentukan_kapan_harus_memilih_teknik_Autosugesti_A1\">4. Cara menentukan kapan harus memilih teknik Autosugesti A1<\/a><\/li><li><a href=\"#5_Contoh_Autosugesti_tipe_A1\">5. Contoh Autosugesti tipe A1<\/a><\/li><li><a href=\"#6_Tahapan_kesadaran_akan_tindakan_yang_salah\">6. Tahapan kesadaran akan tindakan yang salah<\/a><\/li><li><a href=\"#7_Menerapkan_teknik_Autosugesti_A1_untuk_mengatasi_kecanduan_dan_kebiasaan_buruk\">7. Menerapkan teknik Autosugesti A1 untuk mengatasi kecanduan dan kebiasaan buruk<\/a><ul><li><a href=\"#71_Mengatasi_kecanduan_menggunakan_Autosugesti_tipe_A1\">7.1 Mengatasi kecanduan menggunakan Autosugesti tipe A1<\/a><\/li><li><a href=\"#72_Mengatasi_gagap\">7.2 Mengatasi gagap<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#8_Kesimpulan\">8. Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"1_Pengantar_Auotosugesti_A1\">1. Pengantar Auotosugesti A1<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Tindakan, perkataan, dan pikiran kita memiliki kekuatan untuk mempengaruhi tidak hanya kita tetapi juga orang-orang yang kita kenal. Di satu sisi mereka dapat membawa perubahan positif dengan menginspirasi dan memotivasi diri kita sendiri dan orang lain. Di sisi lain, ketika tindakan, kata-kata, dan pikiran kita tidak sesuai, tindakan itu dapat mematahkan semangat, menyingkirkan, dan melukai orang lain. Meskipun kita dapat mencoba yang terbaik dan terlepas dari niat dan upaya terbaik kita, tidak dapat dihindarkan bahwa pada titik tertentu dalam hidup kita, kita akan salah dan tidak berhasil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kesalahan \/ kekurangan ini bisa sepele, misalnya kita mungkin terlambat untuk bekerja dan menyadari dengan frustrasi bahwa kita lupa kunci mobil kita di apartemen setelah mengambil lift sepuluh lantai ke bawah. Terkadang, kita juga membuat kesalahan besar, seperti membuat kesalahan dalam penilaian, yang membuat kita menjadi klien utama. Pada akhirnya, setiap kesalahan menyebabkan stres dan ketidaknyamanan pada tingkat tertentu. Mereka dapat merusak hubungan, menghabiskan biaya, dan membuang waktu dan energi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kita memiliki cara kita sendiri untuk memproses ketidaknyamanan ini. Sering kali, orang ingin mengatasi kesalahan dengan cepat, sehingga mereka mungkin tidak menghabiskan banyak waktu untuk merenungkannya. Di sisi lain, beberapa dari kita mencoba untuk merefleksikan dan belajar dari kesalahan sehingga kita dapat menemukan kembali diri kita sendiri dan berkembang dalam upaya mengasah keterampilan, memperbaiki kebiasaan buruk dan meningkatkan diri kita secara keseluruhan. Kita mungkin berhasil sampai batas tertentu tetapi biasanya kita mendapati diri kita tidak dapat berubah sepenuhnya. Ini karena tindakan, pikiran, dan emosi kita yang tidak benar berasal dari kesan dalam pikiran bawah sadar kita dan untuk mengatasinya diperlukan energi spiritual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Psikiater dan pelatih pengembangan diri telah mempelajari bagaimana orang dapat mengubah diri mereka secara detail dan banyak penelitian telah dipublikasikan. Namun, hanya sedikit dari studi penelitian atau informasi yang tersedia tentang bagaimana orang dapat mengubah diri mereka mengatasi kesan dalam pikiran bawah sadar kita dan itu juga pada tingkat yang dangkal. Alasan kita terus mengalami situasi yang sama dan berulang adalah karena kesan negatif (dalam pikiran bawah sadar kita) tidak diatasi \/ dikoreksi sehingga mereka terus mempengaruhi perilaku kita. Sebagai contoh, kita marah ketika kita tahu secara intelektual bahwa itu tidak membantu, kita merasa iri pada orang lain meskipun kita tidak ingin merasa seperti itu, atau kita terus terlambat untuk bekerja meskipun kita tahu itu tidak menyenangkan bos kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Autosugesti memberikan energi spiritual yang diperlukan untuk menghapus kesan negatif. Seperti yang dijelaskan dalam artikel sebelumnya dalam seri ini, &#8216;<span style=\"text-decoration: underline\">Apa itu Autosugesti?<\/span>&#8216;, Autosugesti membahas kesan &#8211; kesan dalam pikiran bawah sadar kita, memungkinkan kita untuk membuat perubahan positif yang abadi pada kepribadian kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ada berbagai jenis Autosugesti untuk mengatasi berbagai situasi. Dalam artikel ini, dibahas teknik A1 untuk mengatasi tindakan, pikiran, dan emosi yang salah . Selain itu, teknik Autosugesti A1 dapat digunakan untuk mengatasi kecanduan seperti merokok, minum, berjudi, dll. Dan kebiasaan buruk seperti gagap, mengompol, menggigit kuku, dll. Hal ini dibahas secara lebih rinci di <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=9208&amp;preview=true#7_Menerapkan_teknik_Autosugesti_A1_untuk_mengatasi_kecanduan_dan_kebiasaan_buruk\">Bagian 7<\/a>.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"2_Definisi_dari_teknik_Autosugesti_A1\">2. Definisi dari teknik Autosugesti A1<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Teknik A1 Autosugesti<\/strong> menciptakan kesadaran akan semua pikiran, emosi, dan tindakan yang salah dan memungkinkan kita untuk mengontrolnya dengan memasukan pikiran seseorang dengan tindakan korektif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Formatnya adalah:<\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: justify\"><strong>Tindakan, pikiran atau emosi yang salah <span style=\"color: #ff0000\">+<\/span>\u00a0menciptakan kesadaran <span style=\"color: #ff0000\">+<\/span> mengontrol dengan tindakan yang benar<\/strong><\/div>\n<table class=\"tablestyle\" style=\"height: 83px\" border=\"1\" cellspacing=\"1\" cellpadding=\"1\" align=\"center\">\n<thead>\n<tr style=\"height: 52px\">\n<td style=\"width: 138px;height: 10px;text-align: justify\">Mencari perhatian<\/td>\n<td style=\"width: 140px;height: 10px;text-align: justify\">Korupsi<\/td>\n<td style=\"width: 140px;height: 10px;text-align: justify\">Impulsif<\/td>\n<td style=\"width: 141px;height: 10px;text-align: justify\">Perfeksionis<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 52px\">\n<td style=\"width: 138px;height: 10px;text-align: justify\">Menjadi konservatif<\/td>\n<td style=\"width: 140px;height: 10px;text-align: justify\">Melamun<\/td>\n<td style=\"width: 140px;height: 10px;text-align: justify\">Keragu &#8211; raguan<\/td>\n<td style=\"width: 141px;height: 10px;text-align: justify\">Kebanggaan<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 52px\">\n<td style=\"width: 138px;height: 10px;text-align: justify\">Sangat ambisius<\/td>\n<td style=\"width: 140px;height: 10px;text-align: justify\">Ketidaksetiaan<\/td>\n<td style=\"width: 140px;height: 10px;text-align: justify\">Kurang konsentrasi<\/td>\n<td style=\"width: 141px;height: 10px;text-align: justify\">Egoisme<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 52px\">\n<td style=\"width: 138px;height: 10px;text-align: justify\">Sangat analitis<\/td>\n<td style=\"width: 140px;height: 10px;text-align: justify\">Tidak bermoral<\/td>\n<td style=\"width: 140px;height: 10px;text-align: justify\">Kemalasan<\/td>\n<td style=\"width: 141px;height: 10px;text-align: justify\">Kecurigaan<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 52px\">\n<td style=\"width: 138px;height: 10px;text-align: justify\">Kesombongan<\/td>\n<td style=\"width: 140px;height: 10px;text-align: justify\">Tidak sabar<\/td>\n<td style=\"width: 140px;height: 10px;text-align: justify\">Tidak tepat waktu<\/td>\n<td style=\"width: 141px;height: 10px;text-align: justify\">Tidak rapi<\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<\/table>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"3_Penerapan_struktur_dan_format_Autosugesti_A1\">3. Penerapan struktur dan format Autosugesti A1<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Contoh yang menggambarkan bagaimana seseorang dapat menerapkan teknik Autosugesti A1 diberikan di bawah ini :<\/p>\n<h1 style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9253 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/09\/18151945\/2.jpg\" alt=\"Teknik Autosugesti A1\" width=\"724\" height=\"441\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/09\/18151945\/2.jpg 724w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/09\/18151945\/2-300x183.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 724px) 100vw, 724px\" \/><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Kesalahan \/ kekurangannya<\/strong> adalah bahwa seseorang merasa malas untuk mencuci piring dan meninggalkannya di wastafel semalaman.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"text-align: justify\">Karenanya sesuai format untuk Autosugesti A1, Autosugesti akan menjadi &#8211; Setiap kali saya merasa malas mencuci piring, saya akan menyadarinya, dan segera mencucinya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Autosugesti dimulai dengan \u2018Setiap kali\u2019 dan kemudian bagian dari insiden tersebut yang merupakan pemicu sebenarnya (yaitu &#8211; \u2018merasa malas mencuci piring\u2019).<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Kemudian, kesadaran dikembangkan dengan mengatakan &#8220;Saya akan menyadarinya&#8221; dan kemudian tindakan korektif ditulis diikuti oleh tindakan korektif (adalah &#8211; &#8220;dan saya akan mencuci piring&#8221;).<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Tergantung pada tipe kepribadian, kita dapat sedikit memvariasikan perspektif yang benar. Misalnya, untuk beberapa orang, menambahkan segera dapat membantu seseorang bertindak cepat. Di sisi lain, bagi orang lain mungkin akan menimbulkan kecemasan, jadi kita juga bisa menghindarinya.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"4_Cara_menentukan_kapan_harus_memilih_teknik_Autosugesti_A1\">4. Cara menentukan kapan harus memilih teknik Autosugesti A1<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Mari kita lihat di mana situasi atau jenis kesalahan teknik A1 dapat diterapkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Teknik A1 dapat diterapkan untuk semua tindakan, pikiran dan emosi yang menghasilkan kesalahan yang dilakukan oleh diri sendiri.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dibawah ini, makna dari tindakan, pikiran dan emosi yang salah.<\/p>\n<table class=\"tablestyle\" style=\"width: 678px\" border=\"1\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\" align=\"center\">\n<thead>\n<tr>\n<td style=\"width: 173px\"><strong>Kesalahan \/ Kekurangan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 462px\"><strong>Diskripsi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 173px\"><strong>Tindakan yang salah<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 462px\">Kesalahan ditingkat tindakan terjadi ketika kita melakukan tindakan fisik yang tidak benar seperti tidak merapikan tempat tidur di pagi hari, tidak berbagi makanan favorit kita dengan saudara kandung, dll.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 173px\"><strong>Pikiran yang salah<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 462px\">Pikiran yang salah terjadi ketika kita mendapatkan pikiran negatif atau tidak pantas yang bukan karena situasi eksternal. Misalnya, jika seseorang secara spontan merasa mereka bukan murid yang baik dan mereka tidak akan berhasil dalam hidup tanpa alasan eksternal, itu akan menjadi pemikiran yang salah.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 173px\"><strong>Emosi yang salah<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 462px\">Emosi yang salah terjadi ketika emosi tertentu begitu kuat dalam kepribadian kita, dan banyak pikiran datang karena emosi itu. Misalnya, jika khawatir adalah emosi yang kuat dalam diri seseorang, maka orang itu akan mengkhawatirkan banyak hal secara acak tanpa adanya rangsangan dari luar<\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify\">Harap perhatikan bahwa hal di atas <strong><u>tidak<\/u><\/strong> terkait dengan reaksi yang salah. Reaksi yang salah terjadi karena stimulus eksternal dan teknik A1 tidak digunakan untuk hal tersebut. Kesimpulan,<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Tindakan, pikiran, atau emosi yang salah terjadi ketika kita <strong>tidak bereaksi terhadap peristiwa eksternal<\/strong>. Jika kita telah melakukan tindakan yang salah atau pemikiran yang salah atau emosi yang salah muncul tanpa rangsangan eksternal, kita akan memilih teknik A1.<\/li>\n<li>Di sisi lain, reaksi yang salah terjadi ketika pikiran, tindakan atau emosi yang salah terjadi dalam kaitannya dengan seseorang atau situasi. Misalnya, jika seseorang mengemudi dengan lambat di depan kita dan kita merasa tidak sabar, maka itu akan menjadi reaksi yang salah. (Untuk kesalahan tingkat reaksi dan kekurangan seperti itu merujuk pada Autosugesti A2.)<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Jadi, kita memilih teknik A1 ketika kita bertanggung jawab atas kesalahan dan itu disebabkan oleh tindakan, pikiran atau emosi yang salah. Diagram berikut menunjukkan secara visual bagaimana kita akan tahu kapan harus memilih teknik Autosugesti A1 untuk mengatasi kesalahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9254 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/09\/18151945\/3.gif\" alt=\"Teknik Autosugesti A1\" width=\"750\" height=\"541\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sekarang, menggunakan diagram \u00a0di atas, contoh berikut menunjukkan kepada kita bagaimana menggunakannya untuk Autosugesti A1.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-9255 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/09\/18151945\/4.jpg\" alt=\"Teknik Autosugesti A1\" width=\"493\" height=\"330\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/09\/18151945\/4.jpg 493w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/09\/18151945\/4-300x201.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 493px) 100vw, 493px\" \/>Kesalahan \/ Kekurangan<\/strong> : Karena ceroboh, melupakan paspor saya di rumah dan hanya menyadarinya ketika saya sampai di bandara. Akibatnya, saya tidak bisa naik ke penerbangan internasional saya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pertanyaan pertama yang perlu kita tanyakan untuk menentukan jenis Autosugesti adalah &#8211; yang mana cacat kepribadiannya adalah penyebab utama stres dalam situasi tersebut atau siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Adalah diri sendiri karena saya lupa paspor saya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pertanyaan selanjutnya yang akan kita tanyakan adalah \u2018Apakah kesalahan ini tindakan , pikiran atau emosi yang salah atau apakah itu reaksi yang salah?\u2019 disini adalah sebuah tindakan yang salah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jadi, berdasarkan analisis, penyebab kesalahan ini adalah tindakan yang salah yang disebabkan oleh diri sendiri, autosugesti A1 dapat digunakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Format untuk merangkai Autosugesti A1 adalah :<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tindakan, pikiran atau emosi yang salah + Membuat kesadaran + mengontrol dengan tindakan yang benar<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Autosugesti :<\/strong> Setiap kali saat saya akan meninggalkan rumah ke bandara, saya akan menyadari untuk memeriksa apakah paspor saya sudah dibawa dan saya akan meninggalkan rumah hanya setelah membawa paspor.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"5_Contoh_Autosugesti_tipe_A1\">5. Contoh Autosugesti tipe A1<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Beberapa contoh Autosugesti A1 diberikan di bawah ini. pengelompokan sebagai Autosugesti untuk tindakan, pikiran, dan emosi yang salah.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\n<!-- iframe plugin v.5.2 wordpress.org\/plugins\/iframe\/ -->\n<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.slideshare.net\/slideshow\/embed_code\/key\/nu4Xv38BRsOtOc?hostedIn=slideshare&#038;page=upload\" width=\"710\" height=\"577\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" 0=\"scrolling=&quot;no&quot;&gt;&lt;\/iframe\" scrolling=\"yes\" class=\"iframe-class\"><\/iframe>\n<br \/>\n<strong><a href=\"https:\/\/www.slideshare.net\/SSRFINC\/a1-self-hypnosis-autosuggestions-indoneesia-20pdf\">Teknik Autosugesti A1<\/a><\/strong> from <strong><a href=\"https:\/\/www.slideshare.net\/SSRFINC\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SSRF Inc.<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Contoh di atas menunjukkan bagaimana kita dapat menerapkan Autosugesti tipe A1 dalam kehidupan kita sehari-hari.\u00a0 Dengan Autosugesti A1\u00a0 membantu kita menghindari tindakan, pikiran, dan emosi yang salah dengan meningkatkan kesadaran kita. Tahapan kesadaran terkait dengan tindakan yang salah khususnya diberikan pada bagian selanjutnya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"6_Tahapan_kesadaran_akan_tindakan_yang_salah\">6. Tahapan kesadaran akan tindakan yang salah<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketika kita mengambil Autosugesti A1 untuk tindakan yang salah, kita meningkatkan tingkat kesadaran kita secara bertahap. Tahapan kesadaran dari tindakan yang salah kita atasi dengan mengambil A1<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Autosugesti dapat dirancang dengan mempertimbangkan tingkat kesadaran dari kesalahan :<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Kesadaran setelah melakukan tindakan yang salah:<\/strong> Pada tahap ini kita menjadi sadar bahwa kita telah melakukan kesalahan setelah tindakan yang salah telah terjadi<\/li>\n<li><strong>Kesadaran saat tindakan yang salah:<\/strong> Di sini, kita memahami bahwa kita membuat kesalahan karena kita melakukan tindakan yang salah<\/li>\n<li><strong>Kesadaran sebelum kesalahan tetapi tidak dapat menghentikannya:<\/strong> Pada tahap berikutnya, kita menyadari bahwa tindakan yang salah akan terjadi sebelum kita melakukan itu, tetapi kita tidak dapat menghentikannya<\/li>\n<li><b><strong>Kesadaran sebelum kesalahan dan mampu mencegahnya<\/strong>: <\/b>Pada tahap akhir, kita menjadi sadar bahwa kita akan melakukan tindakan yang salah dan kita mampu menghentikan diri kita sendiri<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Tidak peduli pada tahap apa kita selama berhubungan dengan tindakan yang salah, dengan mengambil Autosugesti A1 , kita dapat pindah ke tahap yang semakin tinggi dan pada akhirnya menghindari membuat kesalahan. Mari kita kembali ke contoh dari bagian sebelumnya untuk melihat bagaimana ini bisa terjadi dalam latihan :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9256 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/09\/18151944\/5.jpg\" alt=\"Teknik Autosugesti A1\" width=\"749\" height=\"465\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/09\/18151944\/5.jpg 749w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/09\/18151944\/5-300x186.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 749px) 100vw, 749px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Kesalahan \/ Kekurangan: Saya makan donat cokelat yang terakhir walaupun Jake belum memakannya dan saya tahu dia suka donat.<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"text-align: justify\">Pada tahap pertama, anda akan sadari kesalahan setelah makan donat.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Pada tahap kedua, anda akan menyadari bahwa anda telah membuat kesalahan saat anda makan donat.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Pada tahap ketiga, anda akan menyadari bahwa itu adalah sebuah kesalahan untuk mengambil potongan donat terakhir saat anda mengambilnya, tetapi anda tidak dapat menghentikan diri anda sendiri.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Pada tahap akhir, Anda akan menyadari sebelum mengambil donat terakhir bahwa itu akan salah karena Jake belum memakannya, dan anda akan membiarkan dia memakan donat itu.<\/li>\n<\/ol>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"7_Menerapkan_teknik_Autosugesti_A1_untuk_mengatasi_kecanduan_dan_kebiasaan_buruk\">7. Menerapkan teknik Autosugesti A1 untuk mengatasi kecanduan dan kebiasaan buruk<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"71_Mengatasi_kecanduan_menggunakan_Autosugesti_tipe_A1\">7.1 Mengatasi kecanduan menggunakan Autosugesti tipe A1<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Tindakan yang salah termasuk kecanduan dan kebiasaan buruk. Inilah sebabnya mengapa teknik\u00a0 Autosugesti A1 dapat digunakan untuk mengatasinya, dan penjelasan tentang bagaimana melakukannya diberikan di depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebagian besar dari kita akan mengenal seseorang dengan kecanduan. Kita merasa tidak berdaya terutama ketika kita melihat anggota keluarga tidak dapat melepaskan dirinya dari kecanduan. Seringkali, orang yang memiliki kecanduan menyangkal hal itu, dan bahkan ketika mereka mengakui bahwa mereka memiliki masalah, mereka tidak dapat mengatasinya dan merasa kehilangan kendali. Sayangnya, metode pengobatan saat ini memiliki tingkat keberhasilan yang sangat buruk, dengan tingkat kekambuhan untuk beberapa penyalahgunaan obat\u00a0 menjadi lebih dari 90% <u>(<\/u><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/20669601\">Smyth, 2010<\/a>). Dengan menerapkan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/terapi-spiritual\/\">terapi penyembuhan spiritual yang tepat<\/a> dan Autosugesti A1, tingkat keberhasilan pengobatan kecanduan dapat meningkat secara signifikan dan seseorang dengan kecanduan dapat mengatasinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Karena kecanduan adalah tindakan yang salah, Autosugesti yang akan kita ambil berubah tergantung pada tingkat kesadaran kita seperti yang diberikan di <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=9208&amp;preview=true#5_Contoh_Autosugesti_tipe_A1\">bagian 5<\/a> . Contoh Autosugesti yang kita bisa ambil untuk mengatasi merokok untuk setiap tahap kesadaran diberikan di bawah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9257 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/09\/18151944\/6.jpg\" alt=\"Teknik Autosugesti A1\" width=\"748\" height=\"447\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/09\/18151944\/6.jpg 748w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/09\/18151944\/6-300x179.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 748px) 100vw, 748px\" \/><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Kesadaran setelah merokok : <\/strong>Kapanpun saya merokok, saya akan sadar efek negatif dari merokok.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Kesadaran saat merokok : <\/strong>Kapanpun saya merokok, saya akan menyadari efek negatif dari merokok dan saya akan berhenti merokok.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Kesadaran sebelum merokok tetapi tidak dapat menghentikannya : <\/strong>Setiap kali \u00a0saya akan merokok, saya akan menyadari efek negatif dari merokok dan saya akan menyingkirkannya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Kesadaran sebelum merokok dan dapat menghentikannya : <\/strong>\u00a0Setiap kali saya berkeinginan untuk merokok, saya akan menyadari efek negatif dari merokok dan saya akan dapat mengatasi keinginan saya.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Siapa pun yang mencoba berhenti merokok dapat menilai tingkat kesadaran mereka dan mengambil sugesti yang sesuai. Ketika tingkat kesadaran meningkat, Autosugesti dapat diubah. Autosugesti untuk kecanduan lainnya seperti alkohol, narkoba, perjudian, dll. Dapat dirangkai dengan cara yang sama.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"72_Mengatasi_gagap\">7.2 Mengatasi gagap<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-9258 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/09\/18151944\/7.jpg\" alt=\"Teknik Autosugesti A1\" width=\"402\" height=\"352\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/09\/18151944\/7.jpg 402w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/09\/18151944\/7-300x263.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 402px) 100vw, 402px\" \/>Bayangkan diri anda pergi untuk sebuah wawancara. Ini berjalan lebih baik dari yang anda harapkan dan anda menjawab semua pertanyaan pewawancara dengan baik. Tetapi kemudian, hati anda tenggelam ketika anda menyadari bahwa pewawancara mengajukan pertanyaan yang tidak dapat anda jawab dengan benar. Anda mencoba menjawab, dan seperti yang anda lakukan, anda berakhir terbata-bata seperti yang anda tahu akan anda lakukan. Dengan perasaan putus asa, anda menyadari bahwa anda mungkin tidak mendapatkan pekerjaan karena kesalahan yang satu ini<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kebiasaan buruk dapat menjadi sumber dari rasa malu dan menguras energi mental seseorang. Sebagai contoh di atas menggambarkan, mereka juga dapat memiliki konsekuensi yang lebih drastis seperti menghambat pertumbuhan karir. Banyak orang yang menderita kebiasaan seperti itu benar-benar ingin mengatasinya, namun, mereka bisa sulit mengatasi dengan\u00a0 kesadaran upaya saja. Ini karena orang sering bertindak berdasarkan kebiasaan buruk tanpa kesadaran diri. Misalnya, seseorang mungkin menggigit kuku mereka sebagai respons terhadap stres dan hanya menyadarinya ketika mereka melihat kuku mereka nanti. Bahkan jika orang tersebut sadar bahwa mereka menggigit kuku mereka, keinginan bawah sadar untuk melakukannya bisa sangat kuat sehingga mengalahkan niat sadar untuk menghentikan kebiasaan buruk. Teknik Autosugesti A1 dapat digunakan untuk secara efektif mengatasi kebiasaan buruk tersebut. Kebiasaan buruk juga merupakan tindakan yang salah, sehingga Autosugesti dapat dirangkai sesuai tingkat kesadaran kita sama dengan cara merangkai untuk kecanduan di bagian 7.1. Contoh Autosugesti yang dapat diambil untuk kebiasaan buruk gagap diberikan di bawah ini.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Kesadaran setelah terbata \u2013 bata : <\/strong>Setiap kali saya mengatakan t-t-t setelah berbicara dengan cepat, saya akan menyadarinya<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Kesadaran saat gagap : <\/strong>\u00a0Setiap kali saya mengatakan t-t-t saat bicara dengan cepat, saya akan menyadarinya dan saya akan dapat memperbaikinya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Kesadaran sebelum gagap tetapi tidak dapat menghentikannya : <\/strong>Setiap kali saya akan mengatakan t-t-t saat bicara dengan cepat, saya akan menyadari \u00a0kesalahan yang akan saya lakukan, dan saya akan memperbaikinya.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam kasus gagap, tidak ada kesadaran tahap\u00a0 keempat karena seseorang tidak secara sadar berpikir bahwa mereka akan gagap. Kalimat &#8220;berbicara cepat&#8221; dapat diubah tergantung pada apa yang menyebabkan gagap dalam diri seseorang. Misalnya, jika ada bunyi tertentu yang tidak dapat diucapkan seseorang tanpa terbata-bata seperti huruf &#8220;b&#8221;, maka itu dapat disebutkan dalam Autosugesti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Apakah seseorang menderita gagap atau kebiasaan buruk lainnya, itu dapat diatasi dengan merangkai Autosugesti seperti di atas. Kita dapat menilai berapa banyak tingkat kesadaran yang ada untuk kebiasaan buruk dan menggunakan Autosugesti dengan sesuai.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"8_Kesimpulan\">8. Kesimpulan<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketika kita mulai memperbaiki tindakan, pikiran, dan emosi, hubungan, interaksi, dan perilaku kita berubah menjadi lebih baik. Seperti dikatakan Laksamana Angkatan Laut AS, William H. McRaven, &#8220;Jika anda ingin mengubah dunia, mulailah dengan merapikan tempat tidur anda.&#8221; Teknik\u00a0 Autosugesti A1 membantu memberikan stimulus positif yang diperlukan bagi pikiran untuk melakukan perubahan. Dengan demikian, pikiran mulai dimurnikan dan kita mengalami kepositifan. Kami mendorong anda untuk menerapkannya, sehingga anda dapat merasakan manfaat dari kepribadian yang lebih positif secara langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teknik autosugesti A1  kita gunakan ketika kita bertanggung jawab atas kesalahan dan itu disebabkan oleh tindakan, pikiran atau emosi yang salah.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":4958,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[647,139,214,649,248,234,648],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Teknik Autosugesti A1 - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"15 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/\",\"name\":\"Teknik Autosugesti A1 - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2024\/04\/IND-AutosuggestionsA1Type.jpg\",\"datePublished\":\"2019-09-14T13:23:25+00:00\",\"dateModified\":\"2024-04-16T20:43:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2024\/04\/16204256\/IND-AutosuggestionsA1Type.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2024\/04\/16204256\/IND-AutosuggestionsA1Type.jpg\",\"width\":750,\"height\":461},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Latihan spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Langkah-langkah latihan spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Pembersihan Kekurangan Kepribadian dan Pengembangan Kepribadian\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Teknik Autosugesti A1\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teknik Autosugesti A1 - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"15 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/","name":"Teknik Autosugesti A1 - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2024\/04\/IND-AutosuggestionsA1Type.jpg","datePublished":"2019-09-14T13:23:25+00:00","dateModified":"2024-04-16T20:43:15+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2024\/04\/16204256\/IND-AutosuggestionsA1Type.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2024\/04\/16204256\/IND-AutosuggestionsA1Type.jpg","width":750,"height":461},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/autosugesti-teknik-a1\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Latihan spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Langkah-langkah latihan spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Pembersihan Kekurangan Kepribadian dan Pengembangan Kepribadian","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Teknik Autosugesti A1"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"MountainWarriror","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/aavashthapa\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Teknik autosugesti A1 kita gunakan ketika kita bertanggung jawab atas kesalahan dan itu disebabkan oleh tindakan, pikiran atau emosi yang salah.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/9208"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47078"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9208"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/9208\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15867,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/9208\/revisions\/15867"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4958"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9208"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9208"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9208"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}