{"id":8947,"date":"2019-04-17T18:08:00","date_gmt":"2019-04-17T18:08:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=8947"},"modified":"2019-04-17T18:08:00","modified_gmt":"2019-04-17T18:08:00","slug":"perbedaan-antara-lampu-minyak-dan-lilin","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualitas-dalam-hidup-sebuah-panduan-untuk-hidup-sattvik\/perbedaan-antara-lampu-minyak-dan-lilin\/","title":{"rendered":"Perspektif spiritual tentang minyak dan lilin yang digunakan sebagai bahan bakar"},"content":{"rendered":"<h2>1. Lampu minyak atau lilin \u2013 mana yang lebih baik?<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Tergantung pada bahan bakar yang digunakan untuk menyalakan api, getaran yang memancar dari api ke lingkungan bisa berbeda-beda dan mempengaruhi kemurnian spiritual lingkungan. Getaran yang dipancarkan dari api sangat terkait erat dengan komponen dasar halus spiritual dari bahan bakar yang digunakan untuk mempertahankan api. Silakan merujuk ke artikel tentang <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-dasar-terbentuknya-alam-semesta\/\"><em>Sattva,<\/em> <em>Raja<\/em> dan<em>Tama<\/em> &#8211; 3 komponen halus<\/a> alam semesta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam tabel di bawah ini, kami menunjukkan beberapa jenis minyak dan lilin yang popular digunakan untuk memberi penerangan di rumah dan lingkungan kita.<\/p>\n<table class=\"tablestyle\">\n<tbody>\n<tr>\n<th style=\"vertical-align: middle\"><strong>Bahan bakar<\/strong><\/th>\n<th style=\"vertical-align: middle\">\n<p style=\"text-align: left\"><span style=\"font-size: 16px;line-height: 24px\">Predominant subtle vibrations <strong>Vibrasi halus dominan yang terpancar ke lingkungan <\/strong><\/span><\/p>\n<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Lampu <em>ghee<\/em> (mentega jernih yang dibuat khusus dari susu sapi India)<\/td>\n<td><em> Sattva<\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Lampu minyak wijen<\/td>\n<td><em>Sattva-Raja<\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Lampu minyak kelapa<\/td>\n<td><em>Raja-Sattva <\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Lampu minyak bunga matahari<\/td>\n<td><em>Raja-Sattva <\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Lampu minyak kacang tanah<\/td>\n<td><em>Raja-Tama<\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Lampu minyak biji rami<\/td>\n<td><em>Raja-Tama <\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Lampu minyak Zaitun<\/td>\n<td><em>Raja-Tama <\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Lampu minyak Sawi<\/td>\n<td><em>Tama-Raja<\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Lilin lebah<\/td>\n<td><em>Tama <\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Lilin parafin<\/td>\n<td><em>Tama <\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Minyak tanah<\/td>\n<td><em>Tama <\/em><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify\">Harap diingat meskipun kami telah mengkategorikan berbagai kelompok minyak seperti Raja-Tama atau Sattva-Raja, proporsi Sattva, Raja dan Tama dari masing-masing kelompok berbeda-beda. Tabel di atas hanyalah pedoman umum untuk memahami vibrasi spiritual yang berasal dari api tergantung pada bahan bakar yang digunakan.<\/p>\n<h2>2. Mengapa lilin lebah dianggap <em>tamasik<\/em>, sedangkan madu dianggap <em>sattvik<\/em> padahal berasal dari lebah?<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Lebah bersifat dominan <em>Tama<\/em>. Lilin lebah dibentuk oleh lebah pekerja yang mengeluarkannya dari kelenjar yang terletak di daerah perut mereka. Oleh karena itu, karena lilin lebah berasal dari lebah, maka itu juga <em>tamasik.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Di sisi lain, bahan baku madu diperoleh dari nektar bunga yang <em>sattvik<\/em>. Lebah menggunakan lidah mereka yang panjang dan seperti tabung untuk menyedot nektar dari bunga dan mereka menyimpannya di \u201cperut madu\u201d mereka. Lebah sebenarnya memiliki dua perut, perut madu yang mereka gunakan seperti ransel nektar dan perut biasa mereka. Ketika lebah madu kembali ke sarangnya, ia akan memindahkan nektar ke lebah lain dengan memuntahkan cairan tersebut ke mulut lebah lainnya. Proses ini berulang hingga nektar yang dicerna sebagian itu akhirnya disimpan ke dalam sarang madu untuk penguapan lebih lanjut untuk membentuk produk akhir madu. Enzim pencernaan lebah yang mengubah komposisi kimia dari zat gula nektar menjadi madu berdampak besar pada <em>sattvikta<\/em> dari nektar\/madu tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dari sini kita juga dapat memahami bahwa karena sifat <em>sattvik<\/em> dari sapi India, mentega jernih atau <em>ghee<\/em> yang dibuat dari susu sapi India juga <em>sattvik<\/em>. Sebaliknya, lilin lebah itu <em>tamasik<\/em>; ini karena bahan baku membuat lilin lebah berasal dari serangga yang dominan <em>Tama.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bahan bakar tertentu dapat mempengaruhi sifat spiritual dari api yang dihasilkan darinya.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":156,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[608,609,606,607,610,119,133],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perspektif spiritual tentang minyak dan lilin yang digunakan sebagai bahan bakar - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualitas-dalam-hidup-sebuah-panduan-untuk-hidup-sattvik\/perbedaan-antara-lampu-minyak-dan-lilin\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualitas-dalam-hidup-sebuah-panduan-untuk-hidup-sattvik\/perbedaan-antara-lampu-minyak-dan-lilin\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualitas-dalam-hidup-sebuah-panduan-untuk-hidup-sattvik\/perbedaan-antara-lampu-minyak-dan-lilin\/\",\"name\":\"Perspektif spiritual tentang minyak dan lilin yang digunakan sebagai bahan bakar - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-04-17T18:08:00+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-17T18:08:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualitas-dalam-hidup-sebuah-panduan-untuk-hidup-sattvik\/perbedaan-antara-lampu-minyak-dan-lilin\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualitas-dalam-hidup-sebuah-panduan-untuk-hidup-sattvik\/perbedaan-antara-lampu-minyak-dan-lilin\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualitas-dalam-hidup-sebuah-panduan-untuk-hidup-sattvik\/perbedaan-antara-lampu-minyak-dan-lilin\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Spiritualitas dalam hidup | Sebuah panduan untuk hidup sattvik\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual-intro\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Perspektif spiritual tentang minyak dan lilin yang digunakan sebagai bahan bakar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perspektif spiritual tentang minyak dan lilin yang digunakan sebagai bahan bakar - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualitas-dalam-hidup-sebuah-panduan-untuk-hidup-sattvik\/perbedaan-antara-lampu-minyak-dan-lilin\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualitas-dalam-hidup-sebuah-panduan-untuk-hidup-sattvik\/perbedaan-antara-lampu-minyak-dan-lilin\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualitas-dalam-hidup-sebuah-panduan-untuk-hidup-sattvik\/perbedaan-antara-lampu-minyak-dan-lilin\/","name":"Perspektif spiritual tentang minyak dan lilin yang digunakan sebagai bahan bakar - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"datePublished":"2019-04-17T18:08:00+00:00","dateModified":"2019-04-17T18:08:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualitas-dalam-hidup-sebuah-panduan-untuk-hidup-sattvik\/perbedaan-antara-lampu-minyak-dan-lilin\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualitas-dalam-hidup-sebuah-panduan-untuk-hidup-sattvik\/perbedaan-antara-lampu-minyak-dan-lilin\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualitas-dalam-hidup-sebuah-panduan-untuk-hidup-sattvik\/perbedaan-antara-lampu-minyak-dan-lilin\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Spiritualitas dalam hidup | Sebuah panduan untuk hidup sattvik","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual-intro\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Perspektif spiritual tentang minyak dan lilin yang digunakan sebagai bahan bakar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Bahan bakar tertentu dapat mempengaruhi sifat spiritual dari api yang dihasilkan darinya.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/8947"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20646"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8947"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/8947\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8951,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/8947\/revisions\/8951"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/156"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8947"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8947"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8947"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}