{"id":8893,"date":"2019-03-22T10:39:19","date_gmt":"2019-03-22T10:39:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=8893"},"modified":"2019-03-22T10:40:12","modified_gmt":"2019-03-22T10:40:12","slug":"wilayah-orang-mati","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/","title":{"rendered":"Apakah yang dimaksud dengan Wilayah Orang Mati?"},"content":{"rendered":"<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Pengantar_mengenai_Wilayah_Orang_Mati\">1. Pengantar mengenai Wilayah Orang Mati<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Wilayah_Orang_Mati_paling_relevan_bagi_siapa\">2. Wilayah Orang Mati paling relevan bagi siapa?<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Berbagai_sub_wilayah_di_Wilayah_Orang_Mati\">3. Berbagai sub wilayah di Wilayah Orang Mati<\/a><ul><li><a href=\"#31_Wilayah_Orang_Mati_No1_Tubuh_halus_terlihat_berlari_pontang-panting\">3.1 Wilayah Orang Mati No.1: Tubuh halus terlihat berlari pontang-panting<\/a><\/li><li><a href=\"#32_Wilayah_Orang_Mati_No2_Ketidaksabaran_tubuh_halus\">3.2 Wilayah Orang Mati No.2: Ketidaksabaran tubuh halus<\/a><\/li><li><a href=\"#33_Wilayah_Orang_Mati_No_3_Tubuh_halus_tidak_terkendali\">3.3 Wilayah Orang Mati No 3: Tubuh halus tidak terkendali<\/a><\/li><li><a href=\"#34_Wilayah_Orang_Mati_No_4_Tubuh_halus_tidak_stabil\">3.4 Wilayah Orang Mati No 4 :Tubuh halus tidak stabil<\/a><\/li><li><a href=\"#35_Wilayah_Orang_Mati_No_5_Usaha_tubuh_halus_untuk_menyesuaikan_diri_dengan_lingkungan\">3.5 Wilayah Orang Mati No 5: Usaha tubuh halus untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan<\/a><\/li><li><a href=\"#36_Wilayah_Orang_Mati_No_6_Tubuh-_tubuh_halus_menyesuaikan_diri_terhadap_tekanan_lingkungan\">3.6 Wilayah Orang Mati No 6: Tubuh- tubuh halus menyesuaikan diri terhadap tekanan lingkungan<\/a><\/li><li><a href=\"#37_Wilayah_Orang_Mati_No7_Tubuh-tubuh_halus_stabil_ketika_di_zona_atas_dan_di_zona_tengah\">3.7 Wilayah Orang Mati No.7: Tubuh-tubuh halus stabil ketika di zona atas dan di zona tengah<\/a><\/li><li><a href=\"#38_Wilayah_Orang_Mati_No_8_Tubuh-tubuh_halus_stabil_di_zona_atas\">3.8 Wilayah Orang Mati No 8: Tubuh-tubuh halus stabil di zona atas<\/a><\/li><li><a href=\"#39_Wilayah_Orang_Mati_No9_Tubuh-tubuh_halus_menyadari_cara_melintasi_divisi_ini\">3.9 Wilayah Orang Mati No.9: Tubuh-tubuh halus menyadari cara melintasi divisi ini<\/a><\/li><li><a href=\"#310_Wilayah_Orang_Mati_No_10_Tubuh-tubuh_halus_menyadari_cara_melintasi_divisi_ini\">3.10 Wilayah Orang Mati No 10: Tubuh-tubuh halus menyadari cara melintasi divisi ini<\/a><\/li><li><a href=\"#311_Kendaraan_ruang_halus_Tubuh_halus_dilempar_keluar_dari_daerah_ini_ke_wilayah_Nether_seperti_komet\">3.11 Kendaraan ruang halus: Tubuh halus dilempar keluar dari daerah ini ke wilayah Nether seperti komet<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#4_Durasi_waktu_yang_dihabiskan_di_Wilayah_Orang_Mati\">4. Durasi waktu yang dihabiskan di Wilayah Orang Mati<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2><span id=\"1_Pengantar_mengenai_Wilayah_Orang_Mati\">1. Pengantar mengenai Wilayah Orang Mati<\/span><\/h2>\n<p>Dalam artikel <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/kehidupan-setelah-kematian\/\">&#8216;Kemana kita pergi setelah kematian<\/a>?, kami menggambarkan 13 wilayah halus utama di alam semesta yang akan kita masuki setelah kematian. Namun segera setelah kita mati, kita semua melewati daerah sementara di alam semesta yang dikenal sebagai Daerah Orang Mati (<em>Martyaloka<\/em>). Di wilayah ini, tubuh halus menjadi terbiasa dengan keadaan barunya tanpa tubuh fisik (<em>sth\u016blad\u0113ha<\/em>). Ada 10 sub-wilayah di bidang eksistensi yang dilalui tubuh halus ini.<\/p>\n<h2><span id=\"2_Wilayah_Orang_Mati_paling_relevan_bagi_siapa\">2. Wilayah Orang Mati paling relevan bagi siapa?<\/span><\/h2>\n<p>Wilayah ini paling relevan bagi mereka yang tujuan akhirnya di akhirat adalah Wilayah Nether (<em>Bhuvarlok<\/em>). Bagi tubuh halus ini, mereka bergerak perlahan melalui berbagai sub-wilayah dari Wilayah Orang Mati karena mereka melepaskan sisa-sisa dan keterikatan hidup mereka di Bumi.<\/p>\n<p>Bagi orang-orang yang sangat berevolusi, karena ringannya tubuh halus mereka dan tidak memiliki keterikatan pada kehidupan duniawi, mereka menembus wilayah ini menuju ke daerah halus yang lebih tinggi seperti Surga (<em>Swarga<\/em>), <em>Maharlok<\/em>, dll.<\/p>\n<p>Sebaliknya, tubuh halus yang pergi ke salah satu dari daerah Neraka (<em>P\u0101t\u0101l<\/em>) tenggelam ke daerah yang lebih rendah tanpa menghabiskan banyak waktu di Wilayah Orang Mati. Hal ini disebabkan beratnya tubuh halus mereka yang sarat dengan perbuatan negatif di masa hidup mereka serta ego dan keterikatan mereka.<\/p>\n<h2><span id=\"3_Berbagai_sub_wilayah_di_Wilayah_Orang_Mati\">3. Berbagai sub wilayah di Wilayah Orang Mati<\/span><\/h2>\n<p>Ada total sepuluh sub-divisi di Wilayah Orang Mati. Kami telah memberikan sebuah deskripsi dasar dari masing-masing divisi halus ini dan perilaku umum dari tubuh halus di masing-masing sub-divisi ini.<\/p>\n<p>Dalam kitab suci kuno terdapat berbagai deskripsi dari sungai Suci <em>Vaitarna<\/em> di wilayah halus dimana semua arwah leluhur dikatakan menyeberanginya sebelum memasuki wilayah Nether. Ini sebenarnya adalah sebuah selubung halus <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/apakah-prinsip-kosmik-absolut\/\">Prinsip Air Absolut (<em>\u0100patattva<\/em>)<\/a> di sekitar wilayah Bumi (<em>Bh\u016blok<\/em>). Selubung ini adalah sungai <em>Vaitarna<\/em>. Setelah kematian, tubuh halus berenang di <em>Vaitarna<\/em> dan masuk ke wilayah Nether. Sisa gas ekskretoris dan energi sub-vital yang terkait dengan tubuh fisik yang menyertai tubuh halus dibuang ke <em>Vaitarna<\/em>.<\/p>\n<p>Dengan demikian, <em>Vaitarna<\/em> membantu membersihkan tubuh halus dari sisa-sisa terakhir tubuh fisik sehingga membuatnya cukup halus agar memungkinkan masuk ke Wilayah Orang Mati.<\/p>\n<div align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8935 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/03\/18151951\/1-IND_Martyalok_Description.jpg\" alt=\"Apakah yang dimaksud dengan Wilayah Orang Mati?\" width=\"690\" height=\"716\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/03\/18151951\/1-IND_Martyalok_Description.jpg 690w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/03\/18151951\/1-IND_Martyalok_Description-289x300.jpg 289w\" sizes=\"(max-width: 690px) 100vw, 690px\" \/><\/div>\n<p>Catatan kaki: M1, M2, M3&#8230;. M10<\/p>\n<p>M1 mengacu pada sub divisi pertama Wilayah Orang Mati. M2 mengacu pada sub divisi kedua Wilayah Orang Mati dan seterusnya.<\/p>\n<h3><span id=\"31_Wilayah_Orang_Mati_No1_Tubuh_halus_terlihat_berlari_pontang-panting\">3.1 Wilayah Orang Mati No.1: Tubuh halus terlihat berlari pontang-panting<\/span><\/h3>\n<p>Setelah melintasi Vaitarna, tubuh halus memasuki &#8216;Wilayah Orang Mati&#8217; No 1. Lingkungan di divisi ini tampak berwarna ungu kemerahan. Tubuh halus terlihat berlari pontang-panting karena lingkungannya baru bagi mereka. Mereka paham bahwa mereka harus bergerak pergi, tapi mereka tidak tahu jalan mana yang benar. Maka dari itu semua tubuh di divisi ini gelisah.<\/p>\n<h3><span id=\"32_Wilayah_Orang_Mati_No2_Ketidaksabaran_tubuh_halus\">3.2 Wilayah Orang Mati No.2: Ketidaksabaran tubuh halus<\/span><\/h3>\n<p>Lingkungan divisi ini terdiri dari garis-garis besar berwarna ungu dan merah. Tubuh halus di divisi ini terlihat berjuang dalam sebuah gerakan menenggelamkan diri. Setelah memasuki divisi ini, tubuh halus tidak berlarian seperti di divisi sebelumnya tapi tetap saja mereka terlihat terus bergerak di satu tempat. Mereka terlihat tidak sabar. Ini karena setelah sampai ke divisi ini, mereka lebih dapat menyesuaikan diri daripada ketika di divisi sebelumnya, namun tetap saja tidak mengetahui kemana sebaiknya mereka pergi.<\/p>\n<h3><span id=\"33_Wilayah_Orang_Mati_No_3_Tubuh_halus_tidak_terkendali\">3.3 Wilayah Orang Mati No 3: Tubuh halus tidak terkendali<\/span><\/h3>\n<p>Lingkungan di divisi ini seolah terbuat dari jalinan benang merah keunguan. Banyak tubuh halus di divisi ini tampak bergerak naik turun dengan cara yang tidak terkendali namun dalam garis horizontal. Tubuh halus berkembang lebih jauh daripada divisi sebelumnya dan mencoba bergerak dalam garis horizontal.<\/p>\n<div align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8936 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/03\/18151950\/2-IND_Subtle-body-move.jpg\" alt=\"Apakah yang dimaksud dengan Wilayah Orang Mati?\" width=\"755\" height=\"717\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/03\/18151950\/2-IND_Subtle-body-move.jpg 755w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/03\/18151950\/2-IND_Subtle-body-move-300x285.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 755px) 100vw, 755px\" \/><\/div>\n<h3><span id=\"34_Wilayah_Orang_Mati_No_4_Tubuh_halus_tidak_stabil\">3.4 Wilayah Orang Mati No 4 :Tubuh halus tidak stabil<\/span><\/h3>\n<p>Disini jalinan ranting-ranting merah keunguan lebih banyak lagi. Tubuh-tubuh halus di divisi ini Nampak sangat gelisah untuk pindah ke divisi selanjutnya.Tubuh-tubuh halus bergerak secara vertikal dari bagian atas ke bagian bawah divisi ini. Karena gerakan horizontal gagal membawa mereka keluar dari Wilayah Orang Mati,mereka mencoba gerakan vertikal.<\/p>\n<h3><span id=\"35_Wilayah_Orang_Mati_No_5_Usaha_tubuh_halus_untuk_menyesuaikan_diri_dengan_lingkungan\">3.5 Wilayah Orang Mati No 5: Usaha tubuh halus untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan<\/span><\/h3>\n<p>Partikel dasar halus <em>Raja-Tama <\/em>terlihat di divisi ini. Banyak garis-garis benang merah keunguan terlihat di dalammya. Tubuh-tubuh halus di wilayah ini tampak bergerak maju, lalu diam kemudian melanjutkan bergerak maju lagi. Mereka tampak cenderung lebih stabil.<\/p>\n<h3><span id=\"36_Wilayah_Orang_Mati_No_6_Tubuh-_tubuh_halus_menyesuaikan_diri_terhadap_tekanan_lingkungan\">3.6 Wilayah Orang Mati No 6: Tubuh- tubuh halus menyesuaikan diri terhadap tekanan lingkungan<\/span><\/h3>\n<p>Tubuh-tubuh halus di divisi ini tampak menjadi stabil saat di zona tengah dan terkadang di zona bawah. Lingkungan di divisi ini dipenuhi dengan awan merah keunguan.<\/p>\n<h3><span id=\"37_Wilayah_Orang_Mati_No7_Tubuh-tubuh_halus_stabil_ketika_di_zona_atas_dan_di_zona_tengah\">3.7 Wilayah Orang Mati No.7: Tubuh-tubuh halus stabil ketika di zona atas dan di zona tengah<\/span><\/h3>\n<p>Di divisi ini, awan menjadi tipis dan partikel dasar halus Raja-Tama lebih banyak disini. Tubuh halus stabil ketika di zona atas dan di zona tengah.<\/p>\n<h3><span id=\"38_Wilayah_Orang_Mati_No_8_Tubuh-tubuh_halus_stabil_di_zona_atas\">3.8 Wilayah Orang Mati No 8: Tubuh-tubuh halus stabil di zona atas<\/span><\/h3>\n<p>Divisi ini terdiri dari warna ungu seluruhnya. Terlihat partikel dasar halus <em>Raja-Tama<\/em> tersebar dimana-mana. Tubuh halus tetap di tepi zona atas.<\/p>\n<h3><span id=\"39_Wilayah_Orang_Mati_No9_Tubuh-tubuh_halus_menyadari_cara_melintasi_divisi_ini\">3.9 Wilayah Orang Mati No.9: Tubuh-tubuh halus menyadari cara melintasi divisi ini<\/span><\/h3>\n<p>Divisi ini berwarna ungu seluruhnya. Di divisi ini, frekuensi bercahaya terlihat memancar dari selubung luar tubuh halus. Tubuh halus bergerak ke zona berikutnya dengan kekuatan frekuensi bercahaya ini.<\/p>\n<h3><span id=\"310_Wilayah_Orang_Mati_No_10_Tubuh-tubuh_halus_menyadari_cara_melintasi_divisi_ini\">3.10 Wilayah Orang Mati No 10: Tubuh-tubuh halus menyadari cara melintasi divisi ini<\/span><\/h3>\n<p>Atmosfer udara divisi ini berwarna ungu pudar. Tubuh-tubuh halus tampak terbiasa di divisi ini dalam waktu yang sangat singkat. Tubuh halus dilemparkan ke arah atas dengan bantuan selubung udara dari divisi ke-9. Tujuan mereka di wilayah Nether atau daerah lainnya diputuskan sesuai dengan perbuatan mereka.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"311_Kendaraan_ruang_halus_Tubuh_halus_dilempar_keluar_dari_daerah_ini_ke_wilayah_Nether_seperti_komet\">3.11 Kendaraan ruang halus: Tubuh halus dilempar keluar dari daerah ini ke wilayah Nether seperti komet<\/span><\/h3>\n<p>Ini juga dikenal sebagai kendaraan leluhur, yang memiliki energinya sendiri. Oleh karena momentum dari energi inilah tubuh halus dilempar keluar dari area ini ke wilayah Nether seperti komet. Suara seperti badai terdengar di wilayah ini.<\/p>\n<p>Warna dari Wilayah Orang Mati terdiri dari aliran ungu dan merah. Ini adalah pengaturan yang tepat untuk disintegrasi frekuensi hasrat. Hal ini terjadi di selubung sekitar tubuh halus atau di pusat-pusat impresi di selubung tersebut. Selain itu, ini juga terjadi karena disintegrasi gas ekskresi terus menerus yang berkaitan dengan tubuh fisik.<\/p>\n<h2><span id=\"4_Durasi_waktu_yang_dihabiskan_di_Wilayah_Orang_Mati\">4. Durasi waktu yang dihabiskan di Wilayah Orang Mati<\/span><\/h2>\n<p>Durasi waktu yang dihabiskan di Wilayah Orang Mati yaitu antara beberapa bulan hingga bertahun-tahun.<\/p>\n<p>Faktor-faktor yang menentukan durasinya adalah:<\/p>\n<ol type=\"1\">\n<li style=\"text-align: justify\">Intensitas keterikatan arwah: Semakin banyak keterikatan semakin lambat kemajuannya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Ritual yang dilakukan untuk arwah leluhur: Tubuh halus memperoleh momentum dalam perjalanan selanjutnya tergantung jika ritual-ritual tertentu telah dilakukan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Tingkat kesadaran spiritual: Tubuh halus di tingkat kesadaran spiritual 50% akan melintasi wilayah ini lebih cepat daripada tubuh halus di tingkat kesadaran spiritual 30%. Hal ini disebabkan oleh ringannya tubuh halus karena berkurangnya fungsi kelima indera, pikiran dan intelek.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Bila kita mengacu pada arwah leluhur yang berada di Bumi, ini berarti bahwa mereka terjebak di Wilayah Orang Mati (<em>Martyaloka<\/em>). Bila ini terjadi, kita dapat membantu mereka melanjutkan perjalanannya dengan ritual tertentu yang ampuh atau dengan chanting (mengucapkan) Nama perlindungan khusus \u201cShr\u012b Gurudev Datta\u201d.<\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.4em\">Seperti dalam kebanyakan kasus di masa sekarang ini, orang yang telah meninggal sebelumnya tidak melakukan latihan spiritual substansial yang sesuai dengan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/\">enam prinsip dasar latihan spiritual<\/a> dan juga tidak ada keturunannya yang melakukan ritual yang tepat atau chanting Shri Gurudev Datta. Akibatnya, sebagian besar tubuh halus merana di Wilayah Orang Mati selama bertahun-tahun.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Segera setelah kita mati, kita akan memasuki Wilayah Orang Mati. Artikel ini mendeskripsikan keadaan di wilayah ini.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1041,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[277,10],"tags":[601,602,384,603,605,604,454,431],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apakah yang dimaksud dengan Wilayah Orang Mati? - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/\",\"name\":\"Apakah yang dimaksud dengan Wilayah Orang Mati? - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/03\/1-IND_Martyalok_Description.jpg\",\"datePublished\":\"2019-03-22T10:39:19+00:00\",\"dateModified\":\"2019-03-22T10:40:12+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/03\/18151951\/1-IND_Martyalok_Description.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/03\/18151951\/1-IND_Martyalok_Description.jpg\",\"width\":690,\"height\":716},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penelitian Spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kehidupan Setelah Kematian\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Apakah yang dimaksud dengan Wilayah Orang Mati?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apakah yang dimaksud dengan Wilayah Orang Mati? - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/","name":"Apakah yang dimaksud dengan Wilayah Orang Mati? - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/03\/1-IND_Martyalok_Description.jpg","datePublished":"2019-03-22T10:39:19+00:00","dateModified":"2019-03-22T10:40:12+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/03\/18151951\/1-IND_Martyalok_Description.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2019\/03\/18151951\/1-IND_Martyalok_Description.jpg","width":690,"height":716},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/wilayah-orang-mati\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penelitian Spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kehidupan Setelah Kematian","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Apakah yang dimaksud dengan Wilayah Orang Mati?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"MountainWarriror","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/aavashthapa\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Segera setelah kita mati, kita akan memasuki Wilayah Orang Mati. Artikel ini mendeskripsikan keadaan di wilayah ini.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/8893"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47078"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8893"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/8893\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8939,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/8893\/revisions\/8939"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}