{"id":8541,"date":"2018-10-26T15:51:38","date_gmt":"2018-10-26T15:51:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=8541"},"modified":"2018-10-26T16:00:54","modified_gmt":"2018-10-26T16:00:54","slug":"grafiti-seni-vandalisme","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/","title":{"rendered":"Apakah Grafiti suatu Seni atau Vandalisme \u2013 sebuah pandangan spiritual"},"content":{"rendered":"<h2 style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8601 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152006\/IND-grafitti-landing-picture.jpg\" alt=\"Apakah Grafiti suatu Seni atau Vandalisme \u2013 sebuah pandangan spiritual\" width=\"720\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152006\/IND-grafitti-landing-picture.jpg 720w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152006\/IND-grafitti-landing-picture-300x83.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/h2>\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Pendahuluan\">1. Pendahuluan<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Penelitian_spiritual_terhadap_efek_dari_grafiti\">2. Penelitian spiritual terhadap efek dari grafiti<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Seni_sebagai_media_merealisasikan_Tuhan\">3. Seni sebagai media merealisasikan Tuhan<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2><span id=\"1_Pendahuluan\"><span id=\"1_Introduction\"><strong>1. Pendahuluan<\/strong><\/span><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\">Bentuk-bentuk seni selalu membuat kita penasaran karena itu adalah cara mengekspresikan diri dan kreatifitas. Bagi beberapa orang, itu adalah sesuatu yang amat fundamental dan warisan yang amat berharga. Tetapi, bentuk-bentuk seni telah berevolusi, berubah dan bergeser memberi jalan pada dunia seni kontemporer. Sayangnya dibawah budaya hip hop modern, seni telah bercabang dan berbagai praktik seni telah muncul. Sering kali hanya terdapat batasan tipis antara vandalisme sebagai sebuah bentuk seni dan seni yang sejati. Salah satunya yang cukup terkenal adalah seni \u2018Grafiti\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignright wp-image-8609 size-medium\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152004\/grafitti-2-300x225.jpg\" alt=\"Apakah Grafiti suatu Seni atau Vandalisme \u2013 sebuah pandangan spiritual\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152004\/grafitti-2-300x225.jpg 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152004\/grafitti-2.jpg 350w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Dikarenakan grafiti makin menjadi bagian dari budaya populer modern, anak-anak muda sering terlihat mencorat-coret, mensketsa dan menggambar pada bangunan umum, gedung-gedung, WC, gerbong kereta api, kereta bawah tanah, jembatan dsb. Kadang-kadang desain grafiti begitu aneh, dan meninggalkan kesan menakutkan bagi yang melihatnya. Kelompok-kelompok anonim bahkan sampai memanjat ke ketinggian untuk membuat desain pada gedung-gedung tinggi atau mengerjakan sembunyi-sembunyi sepanjang malam untuk membuat grafiti di berbagai sudut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-8610 size-medium\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152004\/grafitti-3-300x225.jpg\" alt=\"Apakah Grafiti suatu Seni atau Vandalisme \u2013 sebuah pandangan spiritual\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152004\/grafitti-3-300x225.jpg 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152004\/grafitti-3.jpg 350w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Beberapa orang akan bersikeras mengatakan bahwa hal ini tidaklah berbahaya dan mengizinkannya selama hal itu tidak melanggar hukum dan \u2018tidak menyakiti siapapun\u2019. Tetapi disitu kita tidak mempertimbangkan dan sering kali tidak sadar bahwa ada aspek dimensi spiritual yang terkait dengan grafiti. Atas nama kesenangan dan kehebohan, kita tidak sadar bahwa kita telah bergeser dari menghargai karya seni menuju sesuatu yang mempengaruhi kita secara negatif.<\/p>\n<div class=\"allclear\" style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\">Karena implikasi spiritual berada pada tingkat halus, kita tidak bisa melihatnya. Tanpa kemampuan indera keenam yang aktif, sulit untuk memahami bahwa bagaimana tindakan yang kelihatan sederhana seperti membuat suatu desain grafis dapat menarik dan memancarkan getaran negatif.<\/div>\n<h2 style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\"><span id=\"2_Penelitian_spiritual_terhadap_efek_dari_grafiti\"><span id=\"2_Spiritual_research_into_the_effect_of_graffiti\"><strong>2. Penelitian spiritual terhadap efek dari grafiti<\/strong><\/span><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\">Di Yayasan Penelitian Sains Spiritual (SSRF), kami telah melakukan penelitian spiritual yang ekstensif ke dalam dimensi spiritual dan seberapa banyak hal itu mempengaruhi hidup kita. Setiap aktivitas yang kita lakukan menarik dan memancarkan getaran yang bisa jadi positif atau negatif tergantung tiga komponen dasar halus yang membentuknya. Tiga komponen dasar halus ini dikenal sebagai <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-dasar-terbentuknya-alam-semesta\/\"><em>Sattva\u00a0<\/em>(positif)<em>, Raja\u00a0<\/em>(energi) dan\u00a0<em>Tama <\/em> (negatif)<\/a><em>. <\/em>Komponen Sattva menunjukkan kemurnian; Raja menunjukkan aksi (energi untuk melakukan tindakan positif ataupun negatif); sedangkan Tama menunjukkan ketidakmurnian dan kelembaman spiritual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\">Pembaca dapat melakukan eksperimen spiritual berikut. Amatilah gambar dibawah ini dan coba rasakan apakah ada rasa nyaman atau tidak nyaman dari vibrasi gambar A dan gambar B.<\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-6936 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152005\/grafitti-4-1.jpg\" alt=\"Apakah Grafiti suatu Seni atau Vandalisme \u2013 sebuah pandangan spiritual\" width=\"350\" height=\"263\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-6937 size-full\" style=\"padding-left: 2px\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152005\/grafitti-4-2.jpg\" alt=\"Apakah Grafiti suatu Seni atau Vandalisme \u2013 sebuah pandangan spiritual\" width=\"350\" height=\"263\" \/><\/p>\n<p><strong>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Gambar A\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0G<\/strong><strong>ambar B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gambar A memancarkan getaran <em>sattvik<\/em>, positif, sementara gambar B grafiti memancarkan getaran<em> tamasik<\/em>, negatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignright wp-image-8606 size-medium\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152005\/grafitti-5-300x225.jpg\" alt=\"Apakah Grafiti suatu Seni atau Vandalisme \u2013 sebuah pandangan spiritual\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152005\/grafitti-5-300x225.jpg 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152005\/grafitti-5.jpg 350w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Penelitian spiritual juga menegaskan bahwa desain grafiti menarik dan memancarkan energi negatif. Desain yang tidak teratur menjadi antena untuk memancarkan getaran negatif ke lingkungan sekitar. Untuk memahaminya dengan lebih mudah, apapun yang dekat dengan alam atau sifatnya alami umumnya menyerap dan memancarkan vibrasi yang murni secara spiritual atau dipenuhi dengan Prinsip Ilahi. Sementara, desain-desain yang hanya dari imajinasi, yang digambar secara asimetris, dan bentuknya tidak benar tidak akan mengandung Prinsip Ilahi ataupun kemurnian spiritual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\">Tulisan atau lukisan semacam itu memancarkan vibrasi <em>Raja \u2013 Tama<\/em> dan berdampak pada yang melihatnya secara negatif. Ini bisa membuat kegelisahan, kebingungan, dan kecemasan pada seseorang. Ketika desain semacam itu tetap berada di tembok bangunan dalam jangka waktu yang lama, maka tempat itu akan secara perlahan menjadi gudang penyimpanan energi negatif yang mempengaruhi seisi rumah atau orang yang tinggal di tempat tersebut.<\/p>\n<div class=\"yellow-wrapper-right yn\" align=\"JUSTIFY\"><span class=\"clip\"><\/span>&quot;Orang yang melihat suatu pemandangan terpengaruh oleh pemandangan tersebut.&quot; - Yang Mulia Dr. Athavale<\/div>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\">Peningkatan negativitas mempengaruhi kita setiap harinya dan kita bisa menderita karena berbagai macam masalah seperti pikiran negatif tanpa henti, merasa berat, kurang tidur, kurang kejelasan, hiperaktif, peningkatan pikiran seksual, marah, kesal, cekcok dalam keluarga, dll. Lingkungan dan apa yang kita lihat mempengaruhi pikiran dan kesejahteraan kita secara keseluruhan.<\/p>\n<div class=\"allclear\" style=\"text-align: justify\">\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-8607 size-medium\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152005\/grafitti-6-300x225.jpg\" alt=\"Apakah Grafiti suatu Seni atau Vandalisme \u2013 sebuah pandangan spiritual\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152005\/grafitti-6-300x225.jpg 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152005\/grafitti-6.jpg 350w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Prinsip spiritual mendasar adalah juga bahwa apa yang kita lihat memicu pikiran dalam diri kita dan seiring berjalannya waktu, impresi yang sesuai pun terbentuk dalam pikiran bawah sadar kita. Jadi, jika kita melihat sesuatu yang murni secara spiritual, kita akan mendapatkan pikiran positif sementara citra negatif menciptakan impresi negatif di pikiran bawah sadar kita.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignright wp-image-8608 size-medium\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152005\/grafitti-7-300x225.jpg\" alt=\"Apakah Grafiti suatu Seni atau Vandalisme \u2013 sebuah pandangan spiritual\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152005\/grafitti-7-300x225.jpg 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152005\/grafitti-7.jpg 350w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Selain itu, grafiti juga bertindak sebagai alat yang digunakan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hantu\/\">energi negatif<\/a> untuk mempengaruhi masyarakat. Di SSRF kami menemukan bahwa konsep desain grafiti dirancang oleh energi negatif itu sendiri. Pada banyak kasus, para seniman yang menggambar desain seperti itu, terutama yang menggambar tengkorak dan sosok mengerikan, <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kerasukan-setan\/gejala-orang-yang-dipengaruhi-atau-kerasukan-setan\/\">dikuasai entitas negatif<\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\">Energi negatif menggunakan seseorang sebagai pion untuk menyebarkan negativitas. Itu juga alasannya mengapa seniman seperti itu umumnya terlibat dalam kegiatan terlarang sembari bekerja di waktu malam dan merasakan kesenangan seperti kesetanan ketika merusak bahkan menghancurkan properti umum. Perilaku sembrono yang sering terlihat pada beberapa seniman juga merupakan tanda kerasukan setan.<\/p>\n<table class=\"tablestyle\" border=\"1\" width=\"679\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"7\">\n<thead>\n<tr valign=\"TOP\">\n<th style=\"width: 10%;text-align: center\" scope=\"col\"><strong>Efek dari grafiti<\/strong><\/th>\n<th style=\"width: 15%;text-align: center\" scope=\"col\">Efek negatif pada orang yang membuat desain<\/th>\n<th style=\"width: 10%;text-align: center\" scope=\"col\">\n<p style=\"text-align: center\">Durasi<\/p>\n<\/th>\n<th style=\"width: 15%;text-align: center\" scope=\"col\">Efek negatif pada yang melihat<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\n<\/th>\n<th style=\"width: 10%;text-align: center\" scope=\"col\">\n<p style=\"text-align: center\">Durasi<\/p>\n<\/th>\n<th style=\"width: 15%;text-align: center\" scope=\"col\">Efek negatif pada lokasi<\/th>\n<th style=\"width: 52px;text-align: center\" scope=\"col\" width=\"52\">\n<p style=\"text-align: center\">Durasi<\/p>\n<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr valign=\"TOP\">\n<td width=\"88\"><\/td>\n<td width=\"97\">\n<p style=\"text-align: center\">5* %<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"51\">\n<p style=\"text-align: center\">5 tahun<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"118\">\n<p style=\"text-align: center\">1 %<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"51\">\n<p style=\"text-align: center\">1 minggu<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"122\">\n<p style=\"text-align: center\">2 %<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"52\">\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"CENTER\">1 tahun bahkan setelah grafiti dihapus<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\">*Data di atas hanya untuk 1 grafiti. Jika seseorang melanjutkan menggambar grafiti, dampak negatifnya terakumulasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\">Seni semacam ini merupakan cerminan dari era <em>Kaliyuga<\/em> (Era terburuk). Karena pengaruh dari <em>Kaliyuga<\/em> kegiatan negatif semacam itu menjadi lazim dan mendapatkan daya tarik massa. Ini dikarenakan kebanyakan orang tidak melakukan latihan spiritual dan hanya bersenang-senang saja dalam kegiatan terkait <em>maya<\/em> (keduniawian).<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\"><span id=\"3_Seni_sebagai_media_merealisasikan_Tuhan\"><span id=\"3_Art_as_a_medium_to_realise_God\"><strong>3. Seni sebagai media merealisasikan Tuhan<\/strong><\/span><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\">Seni adalah salah satu sarana untuk mencapai realisasi akan Tuhan. Seni dalam bentuk sejatinya memperingati ciptaan Tuhan dan seniman yang menggambar bersinkronisasi dengan ciptaan Tuhan melakukan latihan rohani pula agar lebih dekat dengan Tuhan dan mengalami Kebahagiaan Hakiki (<em>Bliss<\/em>). SSRF memiliki banyak pencari Tuhan (<em>seekers<\/em>) yang melakukan latihan spiritual melalui media seni untuk menciptakan kesadaran tentang dimensi spiritual. Seni seperti itu menuntun orang-orang menuju <u>kehidupan yang sattvik atau murni secara spiritual<\/u><em>. <\/em>Ketika kita melihat gambar yang dibuat oleh seniman-seniman seperti itu, <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/\">emosi spiritual<\/a> akan terbangkitkan dan ini merupakan bagian dari latihan spiritual mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\">Salah satu seniman pencari Tuhan itu adalah <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/pencerahan-spiritual\/siapakah-orang-suci\/\">Seorang Suci (<em>Saint<\/em>)<\/a> SSRF, <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/tentang-kami\/pengetahuan-spiritual\/seni-halus-p-yoya\/\">Yang Mulia Yoya Vallee<\/a>. Beliau diberkati dengan kemampuan indera halus untuk melihat dan memahami dimensi halus. Beliau telah membuat banyak gambar yang telah dipublikasikan di situs web kami. Gambar-gambar dimensi halus ini membantu mengungkap dimensi spiritual dan menjelaskan bahwa ketika kita terlibat dalam kegiatan yang murni secara spiritual, getaran kemurnian spiritual tertarik pada kita dan juga sebaliknya. Melalui cara inilah Yang Mulia Yoya Vallee melakukan latihan spiritual dan melalui seni spiritual, Beliau telah mencapai tahap Kesucian pada tahun 2013.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8600 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152006\/2-IND_Grafitti-PYoya.jpg\" alt=\"Apakah Grafiti suatu Seni atau Vandalisme \u2013 sebuah pandangan spiritual\" width=\"300\" height=\"347\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152006\/2-IND_Grafitti-PYoya.jpg 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152006\/2-IND_Grafitti-PYoya-259x300.jpg 259w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"JUSTIFY\">Meninjau segala penjelasan diatas, untuk melindungi diri dari dampak merugikan dari praktik negatif yang umum seperti desain grafiti, kami merekomendasikan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/\">latihan spiritual rutin sesuai dengan enam prinsip dasar spiritual<\/a>. Hanya ketika kita melakukan latihan spiritual berkelanjutan, komponen <em>Sattva<\/em> akan meningkat dalam diri kita dan selubung pelindung tercipta untuk melindungi kita dari kenegatifan yang merajarela.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seni kontemporer dalam bentuk grafiti atau coretan dinding ternyata memiliki efek spiritual negatif yang mempengaruhi masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":6805,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[209,216,541,540,539,542],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apakah Grafiti suatu Seni atau Vandalisme \u2013 sebuah pandangan spiritual - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/\",\"name\":\"Apakah Grafiti suatu Seni atau Vandalisme \u2013 sebuah pandangan spiritual - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/IND-grafitti-landing-picture.jpg\",\"datePublished\":\"2018-10-26T15:51:38+00:00\",\"dateModified\":\"2018-10-26T16:00:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152006\/IND-grafitti-landing-picture.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152006\/IND-grafitti-landing-picture.jpg\",\"width\":720,\"height\":200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Spiritualitas dalam hidup | Hidup yang sattvik\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Pengaruh Energi Negatif pada Masyarakat\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Apakah Grafiti suatu Seni atau Vandalisme \u2013 sebuah pandangan spiritual\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apakah Grafiti suatu Seni atau Vandalisme \u2013 sebuah pandangan spiritual - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/","name":"Apakah Grafiti suatu Seni atau Vandalisme \u2013 sebuah pandangan spiritual - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/IND-grafitti-landing-picture.jpg","datePublished":"2018-10-26T15:51:38+00:00","dateModified":"2018-10-26T16:00:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152006\/IND-grafitti-landing-picture.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/10\/18152006\/IND-grafitti-landing-picture.jpg","width":720,"height":200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/grafiti-seni-vandalisme\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Spiritualitas dalam hidup | Hidup yang sattvik","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Pengaruh Energi Negatif pada Masyarakat","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Apakah Grafiti suatu Seni atau Vandalisme \u2013 sebuah pandangan spiritual"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"trupti","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/trupti\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Seni kontemporer dalam bentuk grafiti atau coretan dinding ternyata memiliki efek spiritual negatif yang mempengaruhi masyarakat.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/8541"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11749"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8541"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/8541\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8626,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/8541\/revisions\/8626"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/6805"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8541"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8541"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8541"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}