{"id":8440,"date":"2018-09-02T16:53:49","date_gmt":"2018-09-02T16:53:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=8440"},"modified":"2018-09-02T16:53:49","modified_gmt":"2018-09-02T16:53:49","slug":"pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/","title":{"rendered":"Pengalaman spiritual terkait Pitrupaksha \u2013 Ny. Shweta Clarke"},"content":{"rendered":"<h2 style=\"text-align: justify\">1.\u00a0<strong>Tuhan Mengabulkan Doa untuk meringankan Leluhur yang telah Meninggal<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-8459 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/09\/18152010\/IND_Mrs-Shweta-Clarke.jpg\" alt=\"Pengalaman spiritual terkait Pitrupaksha \u2013 Ny. Shweta Clarke\" width=\"400\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/09\/18152010\/IND_Mrs-Shweta-Clarke.jpg 400w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/09\/18152010\/IND_Mrs-Shweta-Clarke-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Atas anugerah Tuhan, saya memiliki sebuah pengalaman spiritual yang sangat kuat yang berkaitan dengan <em><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/permasalahan-leluhur\/dwiminggu-arwah-leluhur-ritual-Shraddha\/\">Shr\u0101ddha<\/a><\/em> (sebuah ritual kuat yang memberi manfaat kepada leluhur yang telah meninggal pada tingkat spiritual). Saya baru saja menikah dengan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/tentang-kami\/ulang-tahun-yang-mulia-dr-athavale-yang-ke-75\/pengalaman-spiritual-bapak-sean-clarke\/\">Sean Clarke<\/a>, dan itu adalah <em>Pitrupaksha<\/em> pertama kami (periode dwi-minggu ketika para leluhur berada paling dekat dengan alam Bumi) setelah menikah. Sean dan saya berada di Melbourne, Australia selama waktu itu. Pada tahun 2012 tanggal <em>Pitrupaksha<\/em> dimulai dari tanggal 30 September sampai 15 Oktober. Kami berdua melakukan latihan spiritual di bawah bimbingan SSRF dan kami mengerti betapa pentingnya Chanting Shr\u012b Gurudev Datta dan bagaimana periode <em>Pitrupaksha<\/em> ini juga sangat penting bagi leluhur yang telah meninggal. Juga, ada perasaan yang tumbuh dalam diri saya bahwa kami harus melakukan segala hal yang memungkinkan untuk leluhur kami yang telah meninggal sehingga mereka dapat memperoleh momentum dan terus maju.<\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: justify\"><strong>Catatan editor<\/strong>: Selama <em>Pitrupaksha<\/em>, tubuh halus leluhur yang telah meninggal memperoleh manfaat spiritual maksimal dari Chanting Shri Gurudev Datta dan pelaksanaan ritual <em>Shraddha<\/em> oleh kerabat yang masih hidup.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify\">Di rumah orang tua saya, <em>Shraddha<\/em> dilakukan setiap tahun oleh saudara laki-laki saya, namun di sisi keluarga Sean ritual tersebut tidak pernah dilakukan. Saat <em>Pitrupaksha<\/em> mendekat, saya mendapatkan pemikiran bahwa mungkin leluhur kami yang sudah meninggal terjebak dan kesakitan sehingga muncul keinginan kuat untuk melakukan sesuatu untuk mereka. Namun, saat itu kami berada di Melbourne dan ritual <em>Shraddha<\/em> tidak biasa dilakukan di sana, saya tidak tahu siapa yang harus dihubungi. Saya berdoa dengan intensif kepada <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/leluhur-Tuhan-Datta\">Dewa Dattatreya<\/a> (aspek Tuhan yang memberi momentum bagi Para leluhur yang telah meninggal di <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/\">akhirat<\/a>) bahwa Hanya Engkaulah yang dapat menolong kami. Saya mulai membaca teks suci tentang &#8216;<em>Shraddha<\/em>&#8216; dari SSRF dan mencoba mendapatkan informasi tentang apa yang bisa dilakukan saat seseorang tidak dapat menjalankan ritual <em>Shraddha<\/em> dengan lengkap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Melalui teks suci, kami mendapat informasi tentang banyak langkah sederhana yang bisa dilakukan yang memberi manfaat spiritual dan membantu leluhur yang telah meninggal. Sean dan saya memutuskan untuk melakukan langkah-langkah tersebut seserius mungkin. Saat <em>Pitrupaksha<\/em> dimulai Sean dan saya mengalami banyak emosi spiritual dan ketenangan di dalam hati. Kami merasakan kehadiran Dewa Dattatreya selama masa ini. Begitu besar rasa syukur kami karena meskipun kami tidak dapat berbuat banyak, Dewa Dattatreya dengan baik hati tetap datang untuk membantu kami dan merasa senang bahkan dengan usaha kami yang sederhana saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada tanggal 1 Oktober (hari pertama <em>Pitrupaksha<\/em> tahun itu) kami bangun pagi-pagi dan mandi. Lalu kami menyalakan lampu <em>ghee<\/em> (mentega yang dimurnikan) di altar rumah. Sean dan saya berdoa dengan tekun kepada Dewa Dattatreya untuk membantu leluhur kami yang telah meninggal, untuk menyingkirkan semua <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/permasalahan-leluhur\/dwiminggu-arwah-leluhur-ritual-Shraddha\/\">gangguan leluhur<\/a> dan untuk membantu kami dalam latihan spiritual kami. Sean terus melakukan chanting &#8216;Shri Gurudev Datta&#8217; sambil duduk. Kemudian ia melakukan ritual persembahan air (Dikenal sebagai Pitrutarpan). Untuk melakukan itu Sean menghadap ke arah Selatan, dan dengan satu sendok tembaga di tangan kirinya, dia perlahan menuang air ke telapak kanannya. Ini dilakukan sedemikian rupa sehingga air mengalir di antara jempol dan telunjuk tangan kanan ke sebuah piring tembaga. Selama proses ritual, kami berdua terus chanting Shri Gurudev Datta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kemudian, di ruang doa, kami berdua menghadap ke arah Selatan, mengangkat tangan ke udara (untuk menunjukkan penyerahan diri) dan berdoa kepada Dewa: Vasu, Aditya, Rudra, Vaishva Dev dan Dattatreya, &#8220;Kami tidak berdaya. Tolong berikan momentum untuk Leluhur kami yang telah meninggal.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selanjutnya, saya memasak nasi dan mencampurnya dengan ghee dan biji wijen\u00a0 hitam. Saya membuat 7-8 bola nasi dari campuran itu dan meletakkannya di atas piring. Lalu kami membawa piring ke luar rumah ke trotoar di pinggir jalan. Kami meletakkan bola nasi itu di atas segumpal rumput dan berdoa kepada Dewa Dattatreya sebagai berikut, &#8220;Melalui makanan ini kami mohon Engkau membantu Leluhur kami untuk mendapatkan kepuasan dan terus maju. Kami hanya punya ini untuk dipersembahkan. Dengan rendah hati kami mempersembahkan ini kepadaMu. Mohon Engkau terima persembahan ini dan memberkati leluhur kami.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berdasarkan sains spiritual jika gagak datang dan mematuk makanan yang dipersembahkan, itu menunjukkan bahwa para leluhur telah menerima persembahan tersebut.<\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: justify\"><strong>Catatan Editor :<\/strong>\u00a0Selama ritual, leluhur yang telah meninggal terpanggil oleh persembahan bola nasi. Hasrat keinginan leluhur yang tidak terpenuhi dipenuhi melalui bola nasi. Karena manusia rata-rata memiliki banyak keinginan, tubuh halusnya melepaskan gelombang dominan <em>Raja-Tama<\/em> (ketidakmurnian spiritual). Burung gagak secara alami memiliki gelombang <em>Raja-Tama<\/em> sehingga mereka tertarik pada gelombang dominan <em>Raja-Tama<\/em> dan mereka bisa merasakannya. Ketika tubuh halus para leluhur yang telah meninggal tertarik pada bola nasi, bola nasi terisi oleh gelombang dominan <em>Raja-Tama<\/em> dari para leluhur. Burung Gagak akan tertarik pada gelombang ini. Patukan gagak pada bola nasi merupakan indikator bahwa leluhur telah terpanggil ke tempat ritual dan mereka merasa puas dengan persembahan tersebut. Proses ini dikenal sebagai fenomena \u2018gagak mematuk\u2019. Dengan demikian, gagak adalah media antara tubuh halus dengan hasrat yang belum terpenuhi dan manusia yang masih hidup.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify\">Kami tinggal di lingkungan yang tidak ada banyak gagak. Setelah melakukan persembahan, kami menyerahkan hasilnya kepada Tuhan dan Sean berangkat bekerja. Saya terus tinggal di sana selama 5 menit dan berdoa. Yang mengejutkan saya, dalam waktu 5 menit sekitar 35 sampai 40 gagak besar datang dan makan persembahan sampai habis. Saya sangat terpukau oleh anugerah Tuhan hingga air mata dari rasa syukur menetes dan saya tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya. Saya hanya berdiri di sana dan mengucapkan <em><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapamakna-definisi-namaskar-namaste\/\">namask\u0101r<\/a><\/em> dan salam hormat kepada para leluhur yang datang dalam bentuk gagak dan telah terpuaskan oleh persembahan tersebut. Bahkan setelah nasi itu dimakan habis, burung gagak tidak pergi. Mereka bertengger di pohon terdekat untuk waktu yang lama dan beberapa dari mereka mengangguk puas. Saya merasa bahwa leluhur yang telah meninggal mengekspresikan rasa syukur melalui mereka atas bantuan yang mereka rasakan dari penderitaan mereka di akhirat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kami mengucap syukur yang sebesar-besarnya kepada Yang Mulia Dr Athavale karena telah memberi kami ilmu spiritual yang menekankan pentingnya melakukan ritual <em>Shraddha<\/em>. Juga karena memberi kemampuan, kehendak dan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/\">emosi spiritual <em>(bh\u0101v)<\/em><\/a> untuk menyelesaikan ritual itu melalui kami.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\">2.\u00a0<strong>Merasakan manfaat ritual <em>Shraddha<\/em> dalam bentuk lengkapnya di Pusat Penelitian Spiritual dan Ashram, Goa, India <\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada tahun 2014, Sean dan saya kembali ke India untuk melakukan latihan spiritual penuh waktu di Pusat Penelitian Spiritual dan Ashram, Goa, India. Pada tahun 2014, <em>Pitrupaksha<\/em> terjadi pada 8-23 September. Dengan rahmat Yang Mulia Athavale, kami mendapat kesempatan untuk melakukan ritual <em>Shraddha<\/em> dalam bentuk lengkapnya. Rasanya seperti Tuhan mendengar doa kami, karena kami berdua merasa bahwa usaha kami belum cukup untuk para leluhur kami yang telah meninggal. Kesempatan untuk melakukan ritual <em>Shraddha<\/em> di Pusat Penelitian Spiritual dan Ashram merupakan Pemberian Tuhan. Terlebih lagi seeker pendeta di Pusat Penelitian Spiritual dan Ashram melakukan ritual itu dengan penuh emosi spiritual. Ditambah lagi dengan kehadiran Y.M. Dr Athavale dan kesadaran Ilahi yang ada di Pusat Penelitian Spiritual dan Ashram menyulut lebih banyak energi spiritual dan positivitas, yang tentu sangat banyak membantu para leluhur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kami membuat semua persiapan yang dibutuhkan untuk upacara tersebut. Pada hari dilaksanakannya ritual <em>Shraddha<\/em>, saya bangun pagi-pagi sekali karena saya harus mandi dan menyiapkan makanan. Saya sedang membuat roti di dapur Pusat Penelitian Spiritual dan Ashram, yang agak menjorok ke dalam dan seharusnya tidak ada burung yang bisa masuk ke sana. Sekitar pukul 5 pagi saya membacakan doa kepada Dewa Dattatreya dan mulai mengumpulkan semua bahan yang dibutuhkan untuk persiapan memasak. Yang mengejutkan saya, seekor gagak besar datang entah dari mana. Dia masuk dan bertengger di sana dengan tenang. Saya sangat terkejut karena sebelumnya kami telah melakukan <em><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/gaininghappiness\/happiness_servicetogod_f\">satseva<\/a><\/em> memanggang roti di dapur berkali-kali namun tidak ada gagak atau burung yang pernah masuk ke dalam. Saya memberi salam hormat kepada gagak itu, karena saya merasa bahwa kakek Sean lah yang datang dalam wujud gagak. Saya merasa dia datang untuk mengakui dan mengungkapkan rasa syukurnya atas ritual yang dilakukan untuk leluhur. Ia tidak menyentuh makanan atau membuat kebisingan. Ia sangat tenang dan hanya bertengger di sana untuk waktu yang lama saat saya mempersiapkan makanan. Saya tidak memberitahu Sean tentang pengalaman ini pada saat itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah itu ritual <em>Shraddha<\/em> dimulai. Sean sedang melakukan langkah-langkah <em>Shraddha<\/em> seperti yang diperintahkan oleh para seeker pendeta. Saat Sean memulai ritualnya, dia mendengar suara gagak di belakang layar. Dia mendapat pemikiran kuat bahwa almarhum kakeknya datang untuk ritual tersebut dan juga memanggil semua leluhur yang telah meninggal. Sepanjang ritual kami sangat kuat merasakan kehadiran Dewa Dattatreya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ritual pun selesai dan kemudian Sean dan saya saling berbagi pengalaman spiritual kami. Saat kami saling berbagi itulah kami sama-sama menyadari bahwa kakek Sean telah datang dalam ritual tersebut.<\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: justify\"><strong>Catatan Editor :<\/strong>\u00a0Bila dua seeker memiliki pemikiran yang sama, maka itu benar.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify\">Pengamatan menarik lainnya yang kami dapatkan adalah sejak <em>Pitrupaksha<\/em> dimulai, jumlah gagak di sekitar ashram meningkat. Ritual <em>Shraddha<\/em> dilakukan setiap hari di ashram. Di malam hari, semua burung gagak akan bertengger di atas kawat listrik di luar ashram. Kami belum pernah melihat sebelumnya begitu banyak gagak yang bertengger di kabel pada satu waktu. Hal ini pun terjadi di tahun-tahun berikutnya juga dan hanya selama masa <em>Pitrupaksha<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengalaman dari seorang seeker yang mengalami penyelesaian permasalahan leluhur setelah melaksanakan ritual Shraddha.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1215,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengalaman spiritual terkait Pitrupaksha \u2013 Ny. Shweta Clarke - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/\",\"name\":\"Pengalaman spiritual terkait Pitrupaksha \u2013 Ny. Shweta Clarke - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/09\/IND_Mrs-Shweta-Clarke.jpg\",\"datePublished\":\"2018-09-02T16:53:49+00:00\",\"dateModified\":\"2018-09-02T16:53:49+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/09\/18152010\/IND_Mrs-Shweta-Clarke.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/09\/18152010\/IND_Mrs-Shweta-Clarke.jpg\",\"width\":400,\"height\":300},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Permasalahan Spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Permasalahan leluhur\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Pengalaman spiritual terkait Pitrupaksha \u2013 Ny. Shweta Clarke\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengalaman spiritual terkait Pitrupaksha \u2013 Ny. Shweta Clarke - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/","name":"Pengalaman spiritual terkait Pitrupaksha \u2013 Ny. Shweta Clarke - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/09\/IND_Mrs-Shweta-Clarke.jpg","datePublished":"2018-09-02T16:53:49+00:00","dateModified":"2018-09-02T16:53:49+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/09\/18152010\/IND_Mrs-Shweta-Clarke.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2018\/09\/18152010\/IND_Mrs-Shweta-Clarke.jpg","width":400,"height":300},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/pengalaman-pitrupaksha-ibu-shweta-clarke\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Permasalahan Spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Permasalahan leluhur","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/permasalahan-leluhur\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Pengalaman spiritual terkait Pitrupaksha \u2013 Ny. Shweta Clarke"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Pengalaman dari seorang seeker yang mengalami penyelesaian permasalahan leluhur setelah melaksanakan ritual Shraddha.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/8440"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13796"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8440"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/8440\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8466,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/8440\/revisions\/8466"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1215"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8440"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8440"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8440"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}