{"id":7312,"date":"2018-04-16T14:44:17","date_gmt":"2018-04-16T14:44:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=7312"},"modified":"2018-04-16T14:44:17","modified_gmt":"2018-04-16T14:44:17","slug":"komponen-manusia-setelah-kematian","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-manusia-setelah-kematian\/","title":{"rendered":"Komponen utama eksistensi manusia sesuai dengan wilayah Alam Semesta"},"content":{"rendered":"<p class=\"toptitle\" style=\"text-align: justify\">Catatan untuk para pembaca kami: Untuk memahami artikel ini anda perlu membaca \u2013 <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/hakikat-manusia\/\">Terbentuk dari apakah manusia itu?<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada artikel ini kami menjelaskan apa yang terjadi pada <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/alam-setelah-kematian\/kehidupan-setelah-kematian\/\">tubuh halus<\/a> kita ketika kita tumbuh secara spiritual dan perlahan maju ke wilayah halus yang lebih tinggi di Alam Semesta. Ketika kita melakukan latihan spiritual, kita mulai maju dari yang kasat mata\/fisik menuju ke yang halus, yaitu kita terus mengurangi identifikasi kita dengan berbagai tubuh. Ketika kita maju ke keadaan eksistensi yang lebih berkembang di wilayah positif yang lebih tinggi di Alam Semesta, tubuh yang paling kita identifikasikan menjadi lebih halus lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tabel berikut menunjukkan bermacam-macam tubuh sehubungan dengan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/alam-setelah-kematian\/kehidupan-setelah-kematian\/#2_Ke-14_tingkatan_alam_eksistensi_di_Alam_Semesta\">wilayah-wilayah di Alam Semesta<\/a>, bagaimana pelenyapan tubuh yang lebih kasat mata terjadi ketika kita maju ke wilayah Alam Semesta yang semakin positif.<\/p>\n<table class=\"tablestyle\">\n<thead>\n<tr>\n<th style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 10pt\">Wilayah Alam Semesta<\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 10pt\">Tubuh Fisik<\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 10pt\">Tubuh Energi Vital<\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 10pt\">Organ Indera Haus<\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 10pt\">Organ Motorik Halus<\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 10pt\">Pikiran Sadar<\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 10pt\"><em>Chitta<\/em><sup>3<\/sup><\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 10pt\">Tubuh Kausal \/Intelek<\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 10pt\">Ego Halus<\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 10pt\">Jumlah<\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 10pt\">Tubuh manakah yang dominan?<sup>4<\/sup><\/span><\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: left\">Bumi<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">5<sup>1<\/sup><\/td>\n<td style=\"text-align: center\">5<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">5<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">20<\/td>\n<td style=\"text-align: left\">Tubuh Hasrat<sup>5<\/sup><\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Nether<\/td>\n<td><\/td>\n<td style=\"text-align: center\"><\/td>\n<td style=\"text-align: center\">5<sup>2<\/sup><\/td>\n<td style=\"text-align: center\">5<sup>2<\/sup><\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">14<\/td>\n<td>Tubuh Hasrat<sup>5<\/sup><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Surga Bawah<\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td style=\"text-align: center\"><\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">4<\/td>\n<td>Tubuh Mental<sup>6<\/sup><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Surga Tinggi<\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td style=\"text-align: center\"><\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">3<\/td>\n<td>Tubuh Kausal\/Intelek<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><em>Manarlok<\/em><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td style=\"text-align: center\">\u2013<sup>8<\/sup><\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">2<\/td>\n<td>Tubuh Kausal\/Intelek<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><em>JanaIok<\/em><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td style=\"text-align: center\"><\/td>\n<td style=\"text-align: center\">\u2013<sup>8<\/sup><\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td>Ego Halus<sup>7<\/sup><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><em>Tapolok<\/em><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td>Ego Halus<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><em>Satyalok<\/em><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">1<\/td>\n<td>Ego Halus<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify\">Catatan:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">1. Angka 5 berhubungan dengan kelima aspek Tubuh Energi Vital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">2. Kelima organ indera halus dan keliima organ motorik halus berhubungan dengan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/alam-setelah-kematian\/kehidupan-setelah-kematian\/\">tubuh halus<\/a>. Pada tingkat kesadaran spiritual yang rendah, kita membutuhkan organ indera halus untuk merasakan dimensi spiritual. Tetapi kemudian kita merasakan dimensi spiritual melalui pikiran halus dan intelek halus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">3. <em>Chitta<\/em> terdiri dari pikiran bawah sadar dan pikiran tidak sadar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">4. Kolom ini menunjukkan tubuh mana yang lebih dominan dalam berbagai wilayah halus Alam Semesta. Semakin tinggi wilayah halus maka tubuh yang dominan semakin halus atau tidak berwujud.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">5. Terkadang kami juga mengacu pada sebuah aspek dari tubuh mental sebagai Tubuh Hasrat atau Vaasanaa-deha. Ini merupakan aspek dari pikiran yang memuat semua impresi hasrat\/keinginan. Di wilayah bumi jika kita memiliki hasrat setidaknya kita bisa memenuhinya di bidang fisik. Namun ketika kita mati pada tingkat kesadaran spiritual yang rendah, tubuh hasrat kita masih aktif tetapi kita tidak memiliki tubuh fisik untuk memenuhinya. Inilah mengapa hampir seluruh arwah leluhur kita terjebak di Bumi. Dalam beberapa kasus mereka terjebak di <u>Wilayah Orang Mati (<em>Martyaloka<\/em>)<\/u> dan tidak dapat bergerak ke <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/alam-setelah-kematian\/kehidupan-setelah-kematian\/#2_Ke-14_tingkatan_alam_eksistensi_di_Alam_Semesta\">wilayah halus<\/a> dimana mereka seharusnya berada <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/alam-setelah-kematian\/kehidupan-setelah-kematian\/\">setelah kematian<\/a>. Dari Wilayah Orang Mati atau bahkan Wilayah Nether, tubuh-tubuh halus merasuki keturunan mereka di Bumi atau orang lain dengan hasrat yang sama untuk memuaskan hasrat mereka melalui orang yang masih hidup di Bumi. Keturunan lebih mudah untuk dirasuki karena adanya <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/\">akun memberi dan menerima (karma)<\/a> dengan leluhur\/kerabat yang sudah meninggal. Silakan lihat artikel mengenai <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/permasalahan-leluhur\/\">arwah leluhur\/kerabat<\/a> sebagai salah satu akar penyebab spiritual dari permasalahan dalam hidup. Hanyalah melalui latihan spiritual yang sesuai dengan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/\">keenam prinsip dasar<\/a> maka kita mampu untuk mengatasi hasrat\/keinginan kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">6. Disini tubuh mental yang kami maksud berarti aspek pikiran yang berhubungan dengan pemikiran kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">7. Ini adalah sisa terakhir dari identitas kita sampai akhirnya kita bersatu dengan Prinsip Tuhan Yang Agung dan kehilangan identitas dengan diri kita yang lebih rendah, yaitu kelima indera, Pikiran dan Intelek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">8. Begitu Tubuh Mental kita lenyap, kita dapat mengakses Pikiran Alam Semesta. Begitu pula ketika Tubuh Intelek kita lenyap, kita mendapatkan akses dan mengoperasikan dari Intelek Alam Semesta.<\/p>\n<p>Artikel ini mengingatkan kita akan kebututuhan melakukan latihan spiritual dan mencapai wilayah yang lebih positif di Alam Semesta setelah kematian fisik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan tentang komponen utama dari eksistensi manusia di setiap wilayah Alam Semesta.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1277,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[276,10],"tags":[230,433,435,361,434,349,338,430,119,429,151,432,431],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Komponen utama eksistensi manusia sesuai dengan wilayah Alam Semesta - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-manusia-setelah-kematian\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-manusia-setelah-kematian\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-manusia-setelah-kematian\/\",\"name\":\"Komponen utama eksistensi manusia sesuai dengan wilayah Alam Semesta - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-04-16T14:44:17+00:00\",\"dateModified\":\"2018-04-16T14:44:17+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-manusia-setelah-kematian\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-manusia-setelah-kematian\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-manusia-setelah-kematian\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penelitian Spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Alam Semesta\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Komponen utama eksistensi manusia sesuai dengan wilayah Alam Semesta\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Komponen utama eksistensi manusia sesuai dengan wilayah Alam Semesta - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-manusia-setelah-kematian\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-manusia-setelah-kematian\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-manusia-setelah-kematian\/","name":"Komponen utama eksistensi manusia sesuai dengan wilayah Alam Semesta - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"datePublished":"2018-04-16T14:44:17+00:00","dateModified":"2018-04-16T14:44:17+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-manusia-setelah-kematian\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-manusia-setelah-kematian\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-manusia-setelah-kematian\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penelitian Spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Alam Semesta","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Komponen utama eksistensi manusia sesuai dengan wilayah Alam Semesta"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"trupti","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/trupti\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Artikel ini menjelaskan tentang komponen utama dari eksistensi manusia di setiap wilayah Alam Semesta.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/7312"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11749"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7312"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/7312\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7434,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/7312\/revisions\/7434"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1277"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7312"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}