{"id":6222,"date":"2017-11-15T13:53:32","date_gmt":"2017-11-15T13:53:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=6222"},"modified":"2022-08-12T03:30:32","modified_gmt":"2022-08-12T03:30:32","slug":"gambar-devosional","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/","title":{"rendered":"Gambar devosional"},"content":{"rendered":"<h2><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-6413 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/11\/18152052\/IND_Uma-LP.jpg\" alt=\"Gambar devosional\" width=\"720\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/11\/18152052\/IND_Uma-LP.jpg 720w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/11\/18152052\/IND_Uma-LP-300x83.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/h2>\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1Melukis_gambar_devosional_sebagai_sebuah_ungkapan_emosi_spiritual\">1.Melukis gambar devosional sebagai sebuah ungkapan emosi spiritual<\/a><\/li><li><a href=\"#2Galeri_gambar_devosional\">2.Galeri gambar devosional<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Pesan_penting_dibalik_penampilan_gambar_devosional_tersebut\">3. Pesan penting dibalik penampilan gambar devosional tersebut<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"1Melukis_gambar_devosional_sebagai_sebuah_ungkapan_emosi_spiritual\">1.Melukis gambar devosional sebagai sebuah ungkapan emosi spiritual<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/\">Emosi spiritual (<em>bh\u0101v<\/em>)<\/a> didefinisikan sebagai memiliki kesadaran yang intens akan kehadiran Tuhan YME dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya, kita hanya menyadari keberadaan kita sendiri di setiap saat sepanjang hari. Seiring identitas kita mengakar di <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-latihan-spiritual\/sifat-dasar-pikiran\/\">alam bawah sadar<\/a> kita, kita mengalami dunia ini hanya dari sudut pandang yang individualistik. Namun dengan latihan spiritual teratur, sebuah kesadaran yang baru terbentuk di dalam pikiran kita. Secara bertahap kita menjadi sadar akan kehadiran Tuhan YME dalam setiap situasi. Saat kita melakukan setiap tindakan dalam hidup dengan kesadaran yang intens akan Tuhan, maka kesadaran ini dikenal sebagai memiliki emosi spiritual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Artikel ini menampilkan suatu bentuk emosi spiritual yang ditunjukkan oleh Ibu Uma Ravichandra, atau Umaka sebagaimana ia dikenal oleh rekan-rekan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/pertumbuhan-spiritual\/seorang-pencari\/\">pencari Tuhan YME (seeker)<\/a>. Umaka adalah seorang seeker dari India, dan karena latihan spiritualnya, dia selalu dalam keadaan emosi spiritual. Meskipun dia tidak pernah mengikuti pelatihan formal dalam bidang seni, dia mengungkapkan emosi spiritualnya dengan menggambar berbagai gambar devosional dirinya di hadirat Shr\u012bkrush\u1e47a. Selagi menggambar gambar-gambar ini, cinta kasihnya pada Shrikrushna sangat kuat sehingga gambar-gambar ini menjadi hidup dengan kesadaran Ilahi (<em>Chaitanya<\/em>) yang terkandung didalamnya. Dengan demikian, gambar-gambar ini sekarang telah menjadi tempat penyimpanan yang memberikan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/menemukan-kebahagiaan\/kebahagiaan-hakiki-bliss\/\">kebahagiaan hakiki <em>(\u0100nand)<\/em><\/a> dari pengabdian kepada Tuhan YME bagi yang melihatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Terdapat berbagai jenis emosi spiritual. Sebagai contoh:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><em>V\u0101tsalyabh\u0101v<\/em> yang berarti emosi spiritual cinta kasih seorang ibu. Inilah jenis cinta kasih yang dimiliki ibunda dari Shrikrushna terhadapNya.<\/li>\n<li><em>D\u0101syabh\u0101v<\/em> yang berarti memiliki emosi spiritual seorang pelayan bagi Tuhan.<\/li>\n<li><em>Sakhyabh\u0101v<\/em> yang berarti memiliki emosi spiritual bahwa Tuhan adalah seorang sahabat.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Umaka memiliki <em>b\u0101lakbh\u0101v<\/em>, yang berarti emosi spiritual seorang anak. Dengan jenis emosi spiritual ini, seorang seeker memiliki kepolosan, kemurnian dan cinta kasih kepada Tuhan YME seperti yang dimiliki anak kecil terhadap orang tuanya. Perasaan yang dominan adalah bahwa, &#8220;Saya adalah anak Tuhan yang kecil. Tuhan sendiri adalah ibu, ayah, saudara kandung, teman dan pelindung saya.&#8221; Ini semacam emosi spiritual anak-anak pada Shrikrushna yang membuat pikiran Umaka terlena. Dalam keadaan emosi spiritual ini, dia mulai berpikir bahwa dia adalah seorang anak berusia tiga tahun dan dia menggambar berbagai gambar dari perspektif seperti anak-anak namun kaya secara spiritual<\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: justify\">\n<p>&#8216;Sebuah gambar berbicara seribu kata&#8217;, yang berarti apa yang diungkapkan dalam seribu kata dapat diungkapkan melalui sebuah gambar. Gambar <em>balakbhav<\/em> Ibu Uma Ravichandran dengan Shrikrushna telah membuktikan peribahasa ini sampai batas tertentu. Saya katakan &#8216;sampai batas tertentu&#8217; karena meski ribuan kata digunakan, <em>balakbhav<\/em> dalam gambarnya tidak akan pernah bisa dijelaskan! Dalam Spiritualitas, kata-kata memiliki makna 2%,\u00a0 98% sisanya diperoleh dari mengalami kata-kata tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: right\"><strong>&#8211; Yang Mulia Dr Athavale (14 Sep 2012)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"2Galeri_gambar_devosional\">2.Galeri gambar devosional<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Saran mengenai cara melihat gambar berikut:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Sebelum membaca penjelasan di bawah setiap gambar, biarkan pikiran Anda untuk merenungkan gambar itu dan biarkan prinsip Ilahi dalam gambar tersebut terpancar dalam diri Anda dan memberikan pesan pribadi yang Tuhan inginkan untuk Anda terima. Setiap gambar merupakan undangan pribadi dari Tuhan untuk mengembangkan hubungan yang intim dan saling percaya denganNya, sehingga hati kita dapat berdiam dalam kuasa berserah diri kepada Tuhan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Gadis berusia tiga tahun di setiap gambar tersebut melambangkan perasaan cinta kasih ibu Umaka yang seperti anak kecil kepada Yang Ilahi dan disebut sebagai &#8216;Uma kecil&#8217;.<\/li>\n<\/ul>\n\r\n\t<div class=\"slideshow_container slideshow_container_slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_2\" style=\" max-width: 492px;\" data-slideshow-id=\"14482\" data-style-name=\"slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_2\" data-style-version=\"1414328848\" >\r\n\r\n\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_loading_icon\"><\/div>\r\n\t\t\r\n\t\t<div class=\"slideshow_content\" style=\"display: none;\">\r\n\r\n\t\t\t<div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151456\/balak_bhav_2_C13_b.jpg\" alt=\"balak_bhav_2_C13_b\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151457\/balak_bhav_1_C20_1_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Pengabdian menjadi hamba Tuhan (D\u0101syabhakti)&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\nKarena sangat sulit untuk mencapai tingkat tertinggi gop\u012b bh\u0101v, Shr\u012bkrushna menyarankan untuk melakukan D\u0101syabhakti dari gop\u012b Sanatan melalui tindakan seperti:\n\u2022 memberi mereka bunga untuk menghiasi rambut mereka\n\u2022 memberi mereka air minum ketika mereka makan Pras\u0101d (makanan Suci)\n\u2022 membersihkan dan menyiapkan alas kaki mereka ketika mereka akan berangkat untuk menyebarkan Spiritualitas\n\u2022 dan memijat lengan mereka dengan lembut saat mereka beristirahat\n\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Pengabdian menjadi hamba Tuhan (D\u0101syabhakti)<\/b> <br \/>\r\nKarena sangat sulit untuk mencapai tingkat tertinggi gop\u012b bh\u0101v, Shr\u012bkrushna menyarankan untuk melakukan D\u0101syabhakti dari gop\u012b Sanatan melalui tindakan seperti:\r\n\u2022 memberi mereka bunga untuk menghiasi rambut mereka\r\n\u2022 memberi mereka air minum ketika mereka makan Pras\u0101d (makanan Suci)\r\n\u2022 membersihkan dan menyiapkan alas kaki mereka ketika mereka akan berangkat untuk menyebarkan Spiritualitas\r\n\u2022 dan memijat lengan mereka dengan lembut saat mereka beristirahat<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151457\/balak_bhav_1_C9_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Berpura-pura marah pada Shr\u012bkrushna&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\nUma kecil yang hanya seorang seeker berusia 3 tahun berpura-pura marah pada Shr\u012bkrushna hanya agar Dia memperhatikannya. Dia berpikir: 'Dia adalah Penguasa alam semesta, saya tahu ini; namun, saya merasa bahwa Dia harus bermain dengan saya sepanjang hari. Shr\u012bkrushna membaca pikirannya dan menenangkan saya. Dia memberi saya senjata Ilahi-Nya, chakra Sudarshan dan kulit keong untuk dimainkan. Saya mengambil kedua benda itu dari tangan-Nya, dan memegangnya erat-erat di dada, saya mulai berlari dan Dia mengejar saya! Saya mengalami kebahagiaan yang besar ketika Tuhan bermain dengan saya.\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Berpura-pura marah pada Shr\u012bkrushna<\/b> <br \/>\r\nUma kecil yang hanya seorang seeker berusia 3 tahun berpura-pura marah pada Shr\u012bkrushna hanya agar Dia memperhatikannya. Dia berpikir: 'Dia adalah Penguasa alam semesta, saya tahu ini; namun, saya merasa bahwa Dia harus bermain dengan saya sepanjang hari. Shr\u012bkrushna membaca pikirannya dan menenangkan saya. Dia memberi saya senjata Ilahi-Nya, chakra Sudarshan dan kulit keong untuk dimainkan. Saya mengambil kedua benda itu dari tangan-Nya, dan memegangnya erat-erat di dada, saya mulai berlari dan Dia mengejar saya! Saya mengalami kebahagiaan yang besar ketika Tuhan bermain dengan saya.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151457\/balak_bhav_1_C24_b.jpg\" alt=\"balak_bhav_1_C24_b\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_title\">balak_bhav_1_C24_b<\/div>\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Perbedaan sebelum dan sesudah memulai latihan spiritual<\/b> <br \/>\r\nBhagawan Shr\u012bkrushna membuat saya menyadari 9 jenis bh\u0101v; beserta tahapannya; Sebelum inisiasi ke dalam latihan spiritual, kita berpikir 'Saya selalu benar' dan karenanya, terkadang kita marah dan bereaksi. Kita tidak pernah mengerti bahwa kita berpikir seperti ini karena ego yang kuat. Keilahian dirasakan dengan berdoa; seiring waktu, hal ini juga dialami di tubuh. Oleh karena itu, berdoa dengan emosi spiritual sangatlah penting. Setelah memulai latihan spiritual; Dalam gambar ini dijelaskan tentang sembilan tahap menuju emosi spiritual bh\u0101v.1. Marah karena sifat buruk dan ego 2. Tertegun setelah menyadari sifat buruk 3. Introversi 4. Sikap belajar 5. Perasaan menyesal (tobat) 6. Memohon pengampunan 7. Bh\u0101v; karena rasa syukur 8. Pengalaman keadaan bh\u0101v terus menerus 9. Terbentuknya bh\u0101v penyerahan diri yang lengkap. Saya menggambar bunga di sekeliling setiap gambar kecil dan kemudian menghubungkan setiap bunga ke bunga berikutnya. Saya menyadari bahwa ketika kita terhubung dengan Tuhan, hubungan duniawi kita terhapus secara bertahap dan Dialah yang melindungi kita dari segalanya.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151457\/balak_bhav_1_C20_2_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Shr\u012bkrushna muncul dalam bentuk anak kecil untuk Uma&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\nSaat melihat gambar Shr\u012bkrushna sebagai seorang anak kecil, rasanya seperti Shr\u012bkrushna datang mencari saya dalam bentuk seorang anak kecil. Saya menyadari bahwa saya terjebak dalam keadaan b\u0101lakbh\u0101v; Shr\u012bkrushna telah menyadari bahwa saya tidak berusaha untuk melewati tahap ini dan melanjutkan ke tahap berikutnya. Oleh karena itu, Dia datang kepada saya dalam bentuk seorang anak untuk membawa saya ke tahap berikutnya dengan memberi saya tiga karunia, yaitu Pengetahuan, Pengabdian dan Ketidakmelekatan melalui mentega yang Dia beri untuk saya makan, seruling dan bulu merak.\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Shr\u012bkrushna muncul dalam bentuk anak kecil untuk Uma<\/b> <br \/>\r\nSaat melihat gambar Shr\u012bkrushna sebagai seorang anak kecil, rasanya seperti Shr\u012bkrushna datang mencari saya dalam bentuk seorang anak kecil. Saya menyadari bahwa saya terjebak dalam keadaan b\u0101lakbh\u0101v; Shr\u012bkrushna telah menyadari bahwa saya tidak berusaha untuk melewati tahap ini dan melanjutkan ke tahap berikutnya. Oleh karena itu, Dia datang kepada saya dalam bentuk seorang anak untuk membawa saya ke tahap berikutnya dengan memberi saya tiga karunia, yaitu Pengetahuan, Pengabdian dan Ketidakmelekatan melalui mentega yang Dia beri untuk saya makan, seruling dan bulu merak.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151457\/balak_bhav_1_C14_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Memohon pengampunan dari Shr\u012bkrushna&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\nDengan segala kerendahan hati, Uma Kecil memohon pengampunan di depan Shr\u012bkrushna. Dia memohon: 'O Shr\u012bkrushna! Aku memohon ampun di kaki SuciMu. Aku tidak tahu berapa banyak kesalahan yang telah aku lakukan sejauh ini; namun, Engkau mengetahui segalanya. Bagiku, Engkaulah orang tuaku, Guru dan segalanya. Untuk semua kesalahan yang telah saya lakukan, dalam hal ini hanya Anda yang bertanggung jawab. Ketika saya melakukan begitu banyak kesalahan, Anda tidak pernah tidak senang dengan saya. Aku berserah pada kaki KudusMu. Ya Tuhan! Tolong terima saya.\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Memohon pengampunan dari Shr\u012bkrushna<\/b> <br \/>\r\nDengan segala kerendahan hati, Uma Kecil memohon pengampunan di depan Shr\u012bkrushna. Dia memohon: 'O Shr\u012bkrushna! Aku memohon ampun di kaki SuciMu. Aku tidak tahu berapa banyak kesalahan yang telah aku lakukan sejauh ini; namun, Engkau mengetahui segalanya. Bagiku, Engkaulah orang tuaku, Guru dan segalanya. Untuk semua kesalahan yang telah saya lakukan, dalam hal ini hanya Anda yang bertanggung jawab. Ketika saya melakukan begitu banyak kesalahan, Anda tidak pernah tidak senang dengan saya. Aku berserah pada kaki KudusMu. Ya Tuhan! Tolong terima saya.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151457\/balak_bhav_1_C4_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Shr\u012bkrushna menghiasi seeker seperti b\u0101lgop\u012b; berarti 'muda', Gop\u012b mengacu pada pemerah susu yang merupakan umat setia Shr\u012bkrushna.&lt;\/b&gt;&lt;br \/&gt;\nKetika Umaka mencoba membuat daftar semua kekurangan dan egonya, dia merasa prosesnya membosankan dan untuk menyegarkan dirinya dia berdoa kepada Shr\u012bkrushna untuk membawanya ke keadaan emosi spiritual seperti anak kecil. Shr\u012bkrushna langsung menanggapi dan memberinya pengalaman spiritual bahwa Dia mengubahnya menjadi b\u0101lgop\u012b. Shr\u012bkrushna memperindah Uma kecil, sang b\u0101lgopi, dengan keindahan tertinggi. Dia juga memberinya mangkuk kecil dari tanah liat yang berisi mentega. Uma kecil dipenuhi dengan manisnya cinta kasih, mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Shr\u012bkrushna. Setelah pengalaman spiritual ini, dia mampu membuat daftar berbagai aspek dari kekurangan dan egonya dengan semangat baru.\n\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Shr\u012bkrushna menghiasi seeker seperti b\u0101lgop\u012b; berarti 'muda', Gop\u012b mengacu pada pemerah susu yang merupakan umat setia Shr\u012bkrushna.<\/b><br \/>\r\nKetika Umaka mencoba membuat daftar semua kekurangan dan egonya, dia merasa prosesnya membosankan dan untuk menyegarkan dirinya dia berdoa kepada Shr\u012bkrushna untuk membawanya ke keadaan emosi spiritual seperti anak kecil. Shr\u012bkrushna langsung menanggapi dan memberinya pengalaman spiritual bahwa Dia mengubahnya menjadi b\u0101lgop\u012b. Shr\u012bkrushna memperindah Uma kecil, sang b\u0101lgopi, dengan keindahan tertinggi. Dia juga memberinya mangkuk kecil dari tanah liat yang berisi mentega. Uma kecil dipenuhi dengan manisnya cinta kasih, mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Shr\u012bkrushna. Setelah pengalaman spiritual ini, dia mampu membuat daftar berbagai aspek dari kekurangan dan egonya dengan semangat baru.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151457\/balak_bhav_1_C17_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Merasa seperti seorang ibu ketika memijat kaki Shr\u012bkrushna&lt;\/b&gt;&lt;br \/&gt;\nUma kecil merasa bahwa Shr\u012bkrushna berdiri terus sampai dia selesai menggambar dan sekarang Dia perlu istirahat. Dia merasakan cinta kasih keibuan pada-Nya dan memutuskan untuk memijat kaki-Nya sambil menyanyikan lagu pengantar tidur. Dengan melakukan itu dia benar-benar merasa seperti wanita berumur, yaitu ibunya.\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Merasa seperti seorang ibu ketika memijat kaki Shr\u012bkrushna<\/b><br \/>\r\nUma kecil merasa bahwa Shr\u012bkrushna berdiri terus sampai dia selesai menggambar dan sekarang Dia perlu istirahat. Dia merasakan cinta kasih keibuan pada-Nya dan memutuskan untuk memijat kaki-Nya sambil menyanyikan lagu pengantar tidur. Dengan melakukan itu dia benar-benar merasa seperti wanita berumur, yaitu ibunya.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151457\/balak_bhav_1_C16_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Mengekspresikan v\u0101tsalya bh\u0101v&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\nKarena saya adalah anak Shr\u012bkrushna, saya merasakan pancuran cinta kasih ibu dari Tuhan. Namun, anak-anak cenderung meniru orang tua mereka yang tersayang. Maka, saya merasa bahwa saya harus merawat anak kecil Krushna (B\u0101lkrushna). Saya memandikan, menyeka, memberi kemenyan, mendandaninya, memberinya makan, bermain, menyanyikan lagu pengantar tidur, dll. Shr\u012bkrushna melihat tindakan saya dengan kekaguman dan cinta kasih karena menunjukkan emosi spiritual seorang ibu v\u0101tsalya bh\u0101v. Hal ini sepenuhnya karena rahmat-Nya, bahwa saya dapat tetap dalam keadaan pengabdian seperti anak kecil namun mendapatkan pengalaman spiritual yang unik dari cinta kasih keibuan.\n\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Mengekspresikan v\u0101tsalya bh\u0101v<\/b> <br \/>\r\nKarena saya adalah anak Shr\u012bkrushna, saya merasakan pancuran cinta kasih ibu dari Tuhan. Namun, anak-anak cenderung meniru orang tua mereka yang tersayang. Maka, saya merasa bahwa saya harus merawat anak kecil Krushna (B\u0101lkrushna). Saya memandikan, menyeka, memberi kemenyan, mendandaninya, memberinya makan, bermain, menyanyikan lagu pengantar tidur, dll. Shr\u012bkrushna melihat tindakan saya dengan kekaguman dan cinta kasih karena menunjukkan emosi spiritual seorang ibu v\u0101tsalya bh\u0101v. Hal ini sepenuhnya karena rahmat-Nya, bahwa saya dapat tetap dalam keadaan pengabdian seperti anak kecil namun mendapatkan pengalaman spiritual yang unik dari cinta kasih keibuan.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151457\/balak_bhav_1_C15_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Uma kecil memijat Shr\u012bkrushna&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\nGambar A. Shr\u012bkrushna berpura-pura bahwa leher dan bahu-Nya sakit. Uma kecil berpikir, 'Karena Tuhan yang mahakuasa dan tak terkalahkan adalah segalanya bagiku, aku tidak bisa melihat-Nya menderita kesakitan.' Dengan tangan mungilnya dia mulai memijat leher dan bahu-Nya. Seolah-olah Shr\u012bkrushna menunggu hal itu, dan sebelum Uma kecil selesai memijat, Dia mengatakan kepadanya bahwa dengan sentuhan tangannya, rasa sakit-Nya hilang secara tiba-tiba. Melihat Dia tertawa, Uma kecil merasa sangat bahagia.\nGambar B. Uma Kecil berkata, 'Untuk sev\u0101 kecil yang saya lakukan ini, Dia menghadiahkan saya ikat pinggang yang berkilau. Saya memeluk-Nya dengan kebahagiaan yang luar biasa dan mencium pipi-Nya.'\n\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Uma kecil memijat Shr\u012bkrushna<\/b> <br \/>\r\nGambar A. Shr\u012bkrushna berpura-pura bahwa leher dan bahu-Nya sakit. Uma kecil berpikir, 'Karena Tuhan yang mahakuasa dan tak terkalahkan adalah segalanya bagiku, aku tidak bisa melihat-Nya menderita kesakitan.' Dengan tangan mungilnya dia mulai memijat leher dan bahu-Nya. Seolah-olah Shr\u012bkrushna menunggu hal itu, dan sebelum Uma kecil selesai memijat, Dia mengatakan kepadanya bahwa dengan sentuhan tangannya, rasa sakit-Nya hilang secara tiba-tiba. Melihat Dia tertawa, Uma kecil merasa sangat bahagia.\r\nGambar B. Uma Kecil berkata, 'Untuk sev\u0101 kecil yang saya lakukan ini, Dia menghadiahkan saya ikat pinggang yang berkilau. Saya memeluk-Nya dengan kebahagiaan yang luar biasa dan mencium pipi-Nya.'<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151458\/balak_bhav_1_C2_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Ketika memberi makan Uma kecil, Shr\u012bkrushna menceritakan sebuah kisah masa kecil-Nya&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\nKetika Shr\u012bkrushna masih kecil, ibu-Nya Yashoda tercengang ketika Dia mengungkapkan kepadanya penglihatan seluruh alam semesta yang terletak di mulut-Nya. Shr\u012bkrushna menceritakan permainan Ilahi-Nya ini sambil memberi makan Uma kecil dadih dan nasi. Cinta kasih-Nya seperti cinta kasih seorang ibu dan hal ini memikat Uma kecil, lengannya bersandar pada tangan-Nya dengan nyaman dan penuh kepercayaan.\n\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Ketika memberi makan Uma kecil, Shr\u012bkrushna menceritakan sebuah kisah masa kecil-Nya<\/b> <br \/>\r\nKetika Shr\u012bkrushna masih kecil, ibu-Nya Yashoda tercengang ketika Dia mengungkapkan kepadanya penglihatan seluruh alam semesta yang terletak di mulut-Nya. Shr\u012bkrushna menceritakan permainan Ilahi-Nya ini sambil memberi makan Uma kecil dadih dan nasi. Cinta kasih-Nya seperti cinta kasih seorang ibu dan hal ini memikat Uma kecil, lengannya bersandar pada tangan-Nya dengan nyaman dan penuh kepercayaan.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151458\/balak_bhav_1_C19_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Melakukan s\u0113v\u0101 Shr\u012bguru&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\nBahkan ketika Yang Mulia Dr Athavale tertidur lelap, Dia melawan kekuatan jahat. Misinya untuk kesejahteraan seluruh umat manusia berlanjut di tingkat yang halus dan tidak berwujud.\nShr\u012bkrush\u1e47a memahami keinginan Uma kecil untuk melayani Gurunya dan Dia berkata sambil tersenyum, Guru kita telah mengambil seluruh tanggung jawab misi saya; ini membuat saya bebas. Ayo, mari kita berdua melakukan sev\u0101 Guru. Maka karena bh\u0101v, Tuhan sendiri melayani orang yang melayani Tuhan.\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Melakukan s\u0113v\u0101 Shr\u012bguru<\/b> <br \/>\r\nBahkan ketika Yang Mulia Dr Athavale tertidur lelap, Dia melawan kekuatan jahat. Misinya untuk kesejahteraan seluruh umat manusia berlanjut di tingkat yang halus dan tidak berwujud.\r\nShr\u012bkrush\u1e47a memahami keinginan Uma kecil untuk melayani Gurunya dan Dia berkata sambil tersenyum, Guru kita telah mengambil seluruh tanggung jawab misi saya; ini membuat saya bebas. Ayo, mari kita berdua melakukan sev\u0101 Guru. Maka karena bh\u0101v, Tuhan sendiri melayani orang yang melayani Tuhan.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151458\/balak_bhav_1_C13_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Mengucapkan isi hati secara diam-diam di hadapan Yang Mulia Dr Athavale&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\nKetika saya mengalami tekanan fisik dan mental, saya membuat gambar ini. Saat menggambarnya, saya menjadi tenang dan damai.\nOh Gurudev! Engkau sendiri adalah ibu, ayah, dan saudara saya!\nYa Tuhan! Engkau sendiri adalah Tuan dan Tuhan saya!\nYa Tuhan! Bawa aku mendekat dengan kaki Suci-Mu secepatnya!\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Mengucapkan isi hati secara diam-diam di hadapan Yang Mulia Dr Athavale<\/b> <br \/>\r\nKetika saya mengalami tekanan fisik dan mental, saya membuat gambar ini. Saat menggambarnya, saya menjadi tenang dan damai.\r\nOh Gurudev! Engkau sendiri adalah ibu, ayah, dan saudara saya!\r\nYa Tuhan! Engkau sendiri adalah Tuan dan Tuhan saya!\r\nYa Tuhan! Bawa aku mendekat dengan kaki Suci-Mu secepatnya!<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151458\/balak_bhav_2_C5_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Perbedaan antara perayaan Navar\u0101tri dan Halloween&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\nPada bulan Oktober, festival Navar\u0101tri dirayakan di India sedangkan Halloween dirayakan di berbagai tempat di seluruh dunia. Shr\u012bkrushna menunjukkan kepada Uma kecil pengaruh dari kedua festival tersebut dan menjelaskan bagaimana Navar\u0101tri menarik kesadaran Ilahi ketika dirayakan dengan benar. Di sisi lain Halloween merupakan festival yang tidak memiliki Keilahian dan hanya dipenuhi dengan hal-hal negatif dan menarik energi negatif. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati agar tidak merayakan festival yang didominasi komponen Raja-Tama.\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Perbedaan antara perayaan Navar\u0101tri dan Halloween<\/b> <br \/>\r\nPada bulan Oktober, festival Navar\u0101tri dirayakan di India sedangkan Halloween dirayakan di berbagai tempat di seluruh dunia. Shr\u012bkrushna menunjukkan kepada Uma kecil pengaruh dari kedua festival tersebut dan menjelaskan bagaimana Navar\u0101tri menarik kesadaran Ilahi ketika dirayakan dengan benar. Di sisi lain Halloween merupakan festival yang tidak memiliki Keilahian dan hanya dipenuhi dengan hal-hal negatif dan menarik energi negatif. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati agar tidak merayakan festival yang didominasi komponen Raja-Tama.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151458\/balak_bhav_2_C4_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Perbedaan antara Bhogabhumi dan Yogabhumi&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\nGambar ini dibuat ketika Umaka mengunjungi rumah putrinya di Amerika. Merasa tidak pada tempatnya di negara yang baru dikunjungi, Tuhan memberi Umaka kesadaran yang ia gambarkan dalam lukisan ini.\nShr\u012bkrushna membawa Uma kecil di pundak-Nya dan berjalan melewati ladang. Di satu sisi ladang terdapat labu dan di sisi lain ada bunga matahari. Dari sinilah Umaka menyadari kemurahan hati Ibu Pertiwi yang menyediakan semua kehidupan dengan berlimpah. Namun di dunia sekarang ini kita seringkali menyalahgunakan karunia ini, misalnya mengambil labu dan membuatnya menjadi wajah yang seram untuk Halloween.\nKhususnya negara maju, masyarakatnya tenggelam dalam kemewahan dan materialisme yang disebut sebagai Bhogabuhmi. Orang kebanyakan hanya memikirkan kenyamanan duniawi dan ini menjadi tujuan hidup mereka secara keseluruhan. Namun sebaliknya, Yogabhumi adalah tanah tempat tinggal para aspiran spiritual (seeker). Dalam lingkungan ini meskipun semuanya disediakan, para seeker menggunakan sumber daya dengan terkendali. Di sini segala sesuatu digunakan sedemikian rupa sehingga mencapai pertumbuhan spiritual.\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Perbedaan antara Bhogabhumi dan Yogabhumi<\/b> <br \/>\r\nGambar ini dibuat ketika Umaka mengunjungi rumah putrinya di Amerika. Merasa tidak pada tempatnya di negara yang baru dikunjungi, Tuhan memberi Umaka kesadaran yang ia gambarkan dalam lukisan ini.\r\nShr\u012bkrushna membawa Uma kecil di pundak-Nya dan berjalan melewati ladang. Di satu sisi ladang terdapat labu dan di sisi lain ada bunga matahari. Dari sinilah Umaka menyadari kemurahan hati Ibu Pertiwi yang menyediakan semua kehidupan dengan berlimpah. Namun di dunia sekarang ini kita seringkali menyalahgunakan karunia ini, misalnya mengambil labu dan membuatnya menjadi wajah yang seram untuk Halloween.\r\nKhususnya negara maju, masyarakatnya tenggelam dalam kemewahan dan materialisme yang disebut sebagai Bhogabuhmi. Orang kebanyakan hanya memikirkan kenyamanan duniawi dan ini menjadi tujuan hidup mereka secara keseluruhan. Namun sebaliknya, Yogabhumi adalah tanah tempat tinggal para aspiran spiritual (seeker). Dalam lingkungan ini meskipun semuanya disediakan, para seeker menggunakan sumber daya dengan terkendali. Di sini segala sesuatu digunakan sedemikian rupa sehingga mencapai pertumbuhan spiritual.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151458\/balak_bhav_2_C1_b.jpg\" alt=\"&lt;B&gt;Seperti seorang ayah, Shr\u012bkrushna mengajarkan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\nSeperti ayah yang baik, Shr\u012bkrushna mengajari saya setiap perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari yang dimulai dengan doa Sansekerta (shlok) di pagi hari yang membuat kita mendapatkan penglihatan tentang Tuhan sambil menangkupkan tangan.\nKonsep uniknya adalah bahwa Pencipta alam semesta ada di dalam tangan kita dan Dia memberi kita penglihatan kapanpun kita mau dan membuat kita sadar akan kasih karunia-Nya yang tak terbatas. Melalui penglihatan di tangan yang ditangkupkan ini setiap pagi, Tuhan memberikan energi untuk menjalankan misi menegakkan Kebenaran (Dharma). Ketika kita menangkupkan tangan kita, tangan menjadi berbentuk bunga teratai dan jari-jari kita menjadi kelopak bunga teratai. Teratai ini dipersembahkan di kaki suci Tuhan.\n\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><B>Seperti seorang ayah, Shr\u012bkrushna mengajarkan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari<\/b> <br \/>\r\nSeperti ayah yang baik, Shr\u012bkrushna mengajari saya setiap perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari yang dimulai dengan doa Sansekerta (shlok) di pagi hari yang membuat kita mendapatkan penglihatan tentang Tuhan sambil menangkupkan tangan.\r\nKonsep uniknya adalah bahwa Pencipta alam semesta ada di dalam tangan kita dan Dia memberi kita penglihatan kapanpun kita mau dan membuat kita sadar akan kasih karunia-Nya yang tak terbatas. Melalui penglihatan di tangan yang ditangkupkan ini setiap pagi, Tuhan memberikan energi untuk menjalankan misi menegakkan Kebenaran (Dharma). Ketika kita menangkupkan tangan kita, tangan menjadi berbentuk bunga teratai dan jari-jari kita menjadi kelopak bunga teratai. Teratai ini dipersembahkan di kaki suci Tuhan.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151458\/balak_bhav_1_C21_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Shr\u012bkrushna membawa semua orang ke daratan di lautan kehidupan duniawi ini&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\nSuatu ketika seeker memiliki pengalaman spiritual dalam bentuk penglihatan. Dalam penglihatan tersebut, Shr\u012bkrushna merupakan pendayung perahu yang membawa para seeker melintasi perairan hitam yang mengerikan yang melambangkan masa-masa sulit yang akan datang. Gambar ini terinspirasi oleh pengalaman spiritual itu.\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Shr\u012bkrushna membawa semua orang ke daratan di lautan kehidupan duniawi ini<\/b> <br \/>\r\nSuatu ketika seeker memiliki pengalaman spiritual dalam bentuk penglihatan. Dalam penglihatan tersebut, Shr\u012bkrushna merupakan pendayung perahu yang membawa para seeker melintasi perairan hitam yang mengerikan yang melambangkan masa-masa sulit yang akan datang. Gambar ini terinspirasi oleh pengalaman spiritual itu.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151458\/balak_bhav_1_C11_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Doa kepada kaki suci Tuhan dalam bentuk gambar&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\n'O Shr\u012bkrushna! Ajari saya cara menanamkan kualitas-kualitas berikut:\n1. emosi spiritual (bh\u0101v) cinta kasih keibuan Yashoda (ibu dari Shr\u012bkrushna)\n2. cinta kasih spiritual (pr\u012bti) dari R\u0101dh\u0101 (umat Shr\u012bkrushna)\n3. emosi spiritual mempersembahkan diri kepada Shr\u012bkrushna dari Mira (umat Shr\u012bkrushna)\n4. emosi spiritual doa yang intens dari Drupadi (umat Shr\u012bkrushna)\n5. dan juga bimbing saya dalam pertempuran melawan kejahatan seperti ketika Engkau membimbing Arjuna '(Arjuna juga seorang umat Shr\u012bkrushna yang mengobarkan pertempuran melawan kejahatan)'\n\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Doa kepada kaki suci Tuhan dalam bentuk gambar<\/b> <br \/>\r\n'O Shr\u012bkrushna! Ajari saya cara menanamkan kualitas-kualitas berikut:\r\n1. emosi spiritual (bh\u0101v) cinta kasih keibuan Yashoda (ibu dari Shr\u012bkrushna)\r\n2. cinta kasih spiritual (pr\u012bti) dari R\u0101dh\u0101 (umat Shr\u012bkrushna)\r\n3. emosi spiritual mempersembahkan diri kepada Shr\u012bkrushna dari Mira (umat Shr\u012bkrushna)\r\n4. emosi spiritual doa yang intens dari Drupadi (umat Shr\u012bkrushna)\r\n5. dan juga bimbing saya dalam pertempuran melawan kejahatan seperti ketika Engkau membimbing Arjuna '(Arjuna juga seorang umat Shr\u012bkrushna yang mengobarkan pertempuran melawan kejahatan)'<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151459\/balak_bhav_1_C12_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Melaksanakan ibadah secara mental :&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\nUma kecil berkata: 'Karena aku terlalu muda untuk menyembah-Mu dalam ritual, aku memutuskan untuk menyembah Tuhan dalam pikiranku.\u2019\n\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Melaksanakan ibadah secara mental :<\/b> <br \/>\r\nUma kecil berkata: 'Karena aku terlalu muda untuk menyembah-Mu dalam ritual, aku memutuskan untuk menyembah Tuhan dalam pikiranku.\u2019<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151459\/balak_bhav_1_C7_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Menari dengan Shr\u012bkrushna&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\nUma kecil menari dengan Tuhannya, tidak menyadari orang-orang di dekatnya dan keadaan sekitarnya dan bahkan tubuhnya sendiri. Ketika pikiran batin hilang dalam menari dengan Tuhan maka keadaan dan situasi dunia luar akan lenyap\n\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Menari dengan Shr\u012bkrushna<\/b> <br \/>\r\nUma kecil menari dengan Tuhannya, tidak menyadari orang-orang di dekatnya dan keadaan sekitarnya dan bahkan tubuhnya sendiri. Ketika pikiran batin hilang dalam menari dengan Tuhan maka keadaan dan situasi dunia luar akan lenyap<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151459\/balak_bhav_1_C6_b.jpg\" alt=\"&lt;b&gt;Bermain dengan Shr\u012bkrushna di Sungai Yamuna&lt;\/b&gt; &lt;br \/&gt;\nPada satu tingkat, Uma kecil berada di Gokul, tempat Shr\u012bkrushna menghabiskan masa kecil-Nya, dan bermain dengan-Nya di Sungai Yamuna dekat Gunung Govardhan. Tetapi pada tingkat yang halus, Tuhan senang dengan para aspiran spiritual (seeker) yang menyelam ke lautan pengabdian dengan pikiran murni pengabdian seperti anak kecil. Shr\u012bkrushna memercikkan air yang kaya akan kesadaran Ilahi padanya dan kemudian membagikan kegembiraannya dalam menerima rahmat ini. Jika kita mandi di Sungai Pengabdian dengan cinta kasih murni kepada Tuhan, maka semua selubung halus kita dimurnikan, kesadaran tubuh kita lenyap dan kita mencapai keadaan seorang anak kecil. Untuk jiwa yang berwujud itu, Dia bermanifestasi dalam bentuk kesadaran Ilahi\" width=\"250\" height=\"178\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Bermain dengan Shr\u012bkrushna di Sungai Yamuna<\/b> <br \/>\r\nPada satu tingkat, Uma kecil berada di Gokul, tempat Shr\u012bkrushna menghabiskan masa kecil-Nya, dan bermain dengan-Nya di Sungai Yamuna dekat Gunung Govardhan. Tetapi pada tingkat yang halus, Tuhan senang dengan para aspiran spiritual (seeker) yang menyelam ke lautan pengabdian dengan pikiran murni pengabdian seperti anak kecil. Shr\u012bkrushna memercikkan air yang kaya akan kesadaran Ilahi padanya dan kemudian membagikan kegembiraannya dalam menerima rahmat ini. Jika kita mandi di Sungai Pengabdian dengan cinta kasih murni kepada Tuhan, maka semua selubung halus kita dimurnikan, kesadaran tubuh kita lenyap dan kita mencapai keadaan seorang anak kecil. Untuk jiwa yang berwujud itu, Dia bermanifestasi dalam bentuk kesadaran Ilahi<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div>\r\n\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_controlPanel slideshow_transparent\" style=\"display: none;\"><ul><li class=\"slideshow_togglePlay\" data-play-text=\"Play\" data-pause-text=\"Pause\"><\/li><\/ul><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_previous slideshow_transparent\" role=\"button\" data-previous-text=\"Previous\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_next slideshow_transparent\" role=\"button\" data-next-text=\"Next\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_pagination\" style=\"display: none;\" data-go-to-text=\"Go to slide\"><div class=\"slideshow_pagination_center\"><\/div><\/div>\r\n\r\n\t\t<!-- WordPress Slideshow Version 2.3.1 -->\r\n\r\n\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\n\r\n\t<div class=\"slideshow_container slideshow_container_slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_2\" style=\" max-width: 492px;\" data-slideshow-id=\"14470\" data-style-name=\"slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_2\" data-style-version=\"1414328848\" >\r\n\r\n\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_loading_icon\"><\/div>\r\n\t\t\r\n\t\t<div class=\"slideshow_content\" style=\"display: none;\">\r\n\r\n\t\t\t<div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151454\/balak_bhav_2_C23_b.jpg\" alt=\"balak_bhav_2_C23_b\" width=\"492\" height=\"700\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Diwawancarai oleh Yang Mulia Atul Dighe, Orang Suci SSRF<\/b> <br \/>\r\nSaya gugup memikirkan seorang Suci akan mewawancarai saya. Tetapi karena kehadiran Shrikrushna yang membimbing, pengalaman itu menyenangkan dan kaya secara spiritual.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151454\/balak_bhav_2_C12_b.jpg\" alt=\"balak_bhav_2_C12_b\" width=\"492\" height=\"700\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Berlindung pada Yang Ilahi<\/b> <br \/>\r\nUma kecil berkata: 'Karena aku terlalu muda untuk menyembah-Mu secara ritual, aku memutuskan untuk menyembah Tuhan dalam pikiranku.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151455\/balak_bhav_2_C11_b.jpg\" alt=\"balak_bhav_2_C11_b\" width=\"492\" height=\"700\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Pengalaman spiritual bahwa setiap s\u0113v\u0101 terjadi oleh rahmat Shr\u012bkrushna<\/b> <br \/>\r\nKami adalah anak-anak yang tidak berpengetahuan. Kami tidak tahu apa-apa. Namun, Shr\u012bkrushna menyelesaikan segala sesuatu melalui kita dan kemudian, seperti seorang ayah yang bangga, Dia berkata, kamu telah melakukan pekerjaan dengan baik! Anak itu berada dalam keadaan alami, duduk di depan komputer dengan kaki menggantung dengan sikap yang riang. Fokusnya adalah pada Shrikrushna dan dia hampir tidak memiliki kesadaran tubuh. Ini adalah tanda b\u0101lakbh\u0101v.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151455\/balak_bhav_1_C5_b.jpg\" alt=\"balak_bhav_1_C5_b\" width=\"492\" height=\"700\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Pangkuan dan ayunan Shr\u012bkrushna<\/b> <br \/>\r\nUmaka berkata: 'Ketika memiliki emosi spiritual (bh\u0101v) bahwa saya adalah seorang anak berusia 3 tahun dan merasa tenang karena Shr\u012bkrushna merawat saya, saya benar-benar dapat merasakannya.\u2019 Berayun menunjukkan keadaan yang benar-benar nyaman dan santai, bebas dari kekhawatiran apapun. Saat berayun dengan Shr\u012bkrushna, seeker yang menggambarkan pengabdian anak kecil (b\u0101lakbh\u0101v) mendapatkan cahaya yang sama seperti kupu-kupu.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151455\/balak_bhav_1_C22_b-1.jpg\" alt=\"balak_bhav_1_C22_b\" width=\"492\" height=\"700\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Pembersihan Sifat Buruk <\/b> <br \/>\r\nShr\u012bkrushna berkata, 'Waktu bermain sudah cukup. Mulailah belajar sesuatu yang baru'. Setelah itu, Dia membawa saya ke sekolah proses pembersihan sifat buruk dan berkata, 'Dengarkan semua yang disampaikan dan bertindaklah sesuai dengan itu, dan dapatkan penghargaan Orang Suci'.\r\nGambar di atas telah menganalisis bagaimana kita harus mencapai Shr\u012bkrushna melalui Jalan Pengabdian (Bhaktiyoga). Melalui gambar ini, Shr\u012bkrushna telah memberikan pesan bahwa rahmat Orang Suci dapat dicapai dengan menghilangkan sifat buruk dan menghancurkan ego, dan Shrkrushna dapat dicapai melalui Karmayoga.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151455\/balak_bhav_1_C22_b.jpg\" alt=\"balak_bhav_1_C22_b\" width=\"492\" height=\"700\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Tertidur di bahu Shr\u012bkrushna <\/b> <br \/>\r\nUma kecil merupakan gambaran kepercayaan, mengetahui bahwa dia sepenuhnya dilindungi ketika dia tertidur dalam pelukan Tuhan.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151455\/balak_bhav_1_C3_b.jpg\" alt=\"balak_bhav_1_C3_b\" width=\"492\" height=\"700\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Bermain petak umpet dengan Shr\u012bkrushna <\/b> <br \/>\r\nUma kecil suka bermain petak umpet dengan Shr\u012bkrushna. Dia bersembunyi di bawah meja Guru dan meminta Dia untuk tidak mengungkapkan tempat persembunyiannya kepada Shr\u012bkrushna. Tentu saja, Shr\u012bkrushna melihatnya dengan mudah. Namun, Uma menyadari, 'Karena Shr\u012bkrushna telah bersatu dengan Guru, saya tidak dapat menemukan-Nya!' Dengan kebaikan Guru, selubung s\u0101ttvik M\u0101y\u0101 disingkirkan dan seeker tersebut mendapat penglihatan tentang Tuhan. Namun, ketika Guru membuka penutup M\u0101y\u0101 jenis lain yaitu Guru M\u0101y\u0101, seeker mendapatkan pengalaman spiritual bahwa \u2018Guru itu sendiri adalah Tuhan\u2019. Ketika ia mendapatkan pengalaman spiritual ini, permainan petak umpet antara jiva dan Shiv berakhir dalam arti yang sesungguhnya, dan dia mendapatkan penglihatan Tuhan yang lengkap.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151456\/balak_bhav_1_C8_b.jpg\" alt=\"balak_bhav_1_C8_b\" width=\"492\" height=\"700\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Hari ketika Yang Mulia Yoya Vallee dinyatakan sebagai Orang Suci (Saint)<\/b> <br \/>\r\nGambar ini menunjukkan dengan indah rasa syukur yang dirasakan oleh Yang Mulia Yoya Vallee, ketika Dia mengalami cinta kasih Shr\u012bkrushna, serta bh\u0101v kerendahan hati Tuan Cyriaque Vallee. Beberapa bulan kemudian, Yang Mulia Cyriaque Vallee juga dinyatakan sebagai Orang Suci.\r\nSaya dan Anastasia Vallee, putri mereka yang berusia 7 tahun, tercengang saat menyaksikan pemandangan unik ini. Biasanya, Yang Mulia Yoya menggambar semua seeker berdasarkan pengetahuan dimensi spiritual; tetapi hari ini di acara penting ini, Shr\u012bkrushna mengilhami saya untuk menggambar Yang Mulia Yoya. Yang Mulia Dr Athavale Sendiri yang membentuk para seeker menjadi Orang Suci. Dialah yang telah mengungkapkan dengan indah bh\u0101v rasa syukur dalam diri Yang Mulia Yoya dan bh\u0101v kerendahan hati dalam diri Yang Mulia Cyriaque Vallee. - Ibu Uma Ravichandran<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151456\/balak_bhav_2_C20_b.jpg\" alt=\"balak_bhav_2_C20_b\" width=\"492\" height=\"700\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/18151456\/balak_bhav_1_C18_b.jpg\" alt=\"balak_bhav_1_C18_b\" width=\"492\" height=\"700\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Memegang kaki Suci Shr\u012bkrushna dengan erat<\/b> <br \/>\r\nYang Mulia Dr Athavale berkata, 'Sampai tingkat spiritual 70% tercapai, kita harus memegang tangan Tuhan dan jangan pernah meninggalkannya. Setelah mencapai tingkat spiritual 70%, Tuhan sendirilah yang memegang tangan kita selamanya. Uma kecil terinspirasi oleh kata-kata ini, tetapi menemukan bahwa tangan Tuhan mencapai lutut-Nya dan berdiri di samping-Nya, dia terlalu kecil untuk memegang tangan-Nya dengan benar. Maka dia memutuskan untuk memegang kaki suci-Nya erat-erat karena hanya itu yang bisa dia capai!\r\nDia telah memutuskan untuk tidak pernah meninggalkan kaki suci-Nya. Melihatnya dalam keadaan ini, Shr\u012bkrushna tampak senang dan seolah-olah Dia berpikir 'Sekarang, bagaimana saya menghadapi gadis kecil ini?'<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/07\/18151508\/balak_bhav_1_C1_b-150x150-1.jpg\" alt=\"balak_bhav_1_C1_b-150x150\" width=\"150\" height=\"150\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\"><b>Shr\u012bkrushna menyambut bayi yang baru lahir<\/b> <br \/>\r\nJiwa kecil yang menjelma telah lahir untuk membantu membangun 'Era Ilahi' dan Shr\u012bkrushna menyambut bayi mungil itu ke dunia. Bayi yang baru lahir adalah gambaran dari 100% penyerahan diri sehingga Tuhan mendekap bayi itu dekat dengan dada-Nya dan memandangnya dalam-dalam dan memberkatinya sehingga Dia dapat membimbingnya ke tujuan akhir yaitu Pembebasan Akhir (Moksha). Uma kecil juga sangat senang dan menarik Shr\u012bkrushna dan bersikeras bahwa Dia harus membiarkannya menggendong bayi tersebut.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div>\r\n\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_controlPanel slideshow_transparent\" style=\"display: none;\"><ul><li class=\"slideshow_togglePlay\" data-play-text=\"Play\" data-pause-text=\"Pause\"><\/li><\/ul><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_previous slideshow_transparent\" role=\"button\" data-previous-text=\"Previous\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_next slideshow_transparent\" role=\"button\" data-next-text=\"Next\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_pagination\" style=\"display: none;\" data-go-to-text=\"Go to slide\"><div class=\"slideshow_pagination_center\"><\/div><\/div>\r\n\r\n\t\t<!-- WordPress Slideshow Version 2.3.1 -->\r\n\r\n\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\n<h2><span id=\"3_Pesan_penting_dibalik_penampilan_gambar_devosional_tersebut\"><span lang=\"IN\">3. Pesan penting dibalik penampilan gambar devosional tersebut<\/span><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;background: white\"><span lang=\"IN\" style=\"font-family: 'Arial','sans-serif';color: black\">Pengabdian kepada Tuhan YME tidaklah lengkap hingga pikiran kita terpikat dan mabuk oleh kemanisan Ilahi-Nya. Kita merasakan bahwa setiap gambar tersebut merupakan sepucuk bunga yang lembut dari emosi spiritual yang dipersembahkan di Kaki Suci Shrikrushna. Hasilnya beberapa orang yang melihat gambar yang mengangkat secara spiritual ini dapat terbasahi dengan pengabdian kepada Shrikrushna dan terinspirasi untuk berserah di kaki SuciNya. Gambar seperti itu memiliki kekuatan untuk mempengaruhi aspek intelektual masyarakat dan mengubah cara pengambilan keputusan dan pemikirannya. Menginspirasi pembaca kami untuk memulai atau melanjutkan latihan spiritual mereka adalah tujuan di balik menampilkan gambar-gambar ini di situs web ini.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gambar yang ditampilkan dalam artikel ini dibuat dengan emosi spiritual yang besar kepada Tuhan, dan dapat membangkitkan emosi spiritual kita.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":5021,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[223,282,283,220,281,152],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gambar devosional - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/\",\"name\":\"Gambar devosional - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/11\/IND_Uma-LP.jpg\",\"datePublished\":\"2017-11-15T13:53:32+00:00\",\"dateModified\":\"2022-08-12T03:30:32+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/11\/18152052\/IND_Uma-LP.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/11\/18152052\/IND_Uma-LP.jpg\",\"width\":720,\"height\":200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Latihan spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Langkah-langkah latihan spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Membangkitkan Emosi Spiritual (bhav)\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Gambar devosional\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gambar devosional - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/","name":"Gambar devosional - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/11\/IND_Uma-LP.jpg","datePublished":"2017-11-15T13:53:32+00:00","dateModified":"2022-08-12T03:30:32+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/11\/18152052\/IND_Uma-LP.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/11\/18152052\/IND_Uma-LP.jpg","width":720,"height":200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/gambar-devosional\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Latihan spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Langkah-langkah latihan spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Membangkitkan Emosi Spiritual (bhav)","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/membangkitkan-emosi-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Gambar devosional"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Gambar yang ditampilkan dalam artikel ini dibuat dengan emosi spiritual yang besar kepada Tuhan, dan dapat membangkitkan emosi spiritual kita.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/6222"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47033"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6222"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/6222\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14576,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/6222\/revisions\/14576"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5021"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6222"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6222"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6222"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}