{"id":5994,"date":"2017-10-05T14:35:32","date_gmt":"2017-10-05T14:35:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=5994"},"modified":"2017-12-06T16:53:19","modified_gmt":"2017-12-06T16:53:19","slug":"persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/","title":{"rendered":"Cara menyapa | Sebuah perspektif spiritual tentang salam di seluruh dunia"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Di seluruh dunia, terlepas dari latar belakang ras atau budaya, orang saling menyapa. Tujuan dari salam di seluruh dunia dapat bervariasi dan alasan dibalik itu umumnya meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Menunjukkan perhatian dan pengakuan kehadiran orang lain<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Secara sengaja membuat kehadiran seseorang dikenal secara formal atau informal<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Menyarankan kedekatan dan jenis hubungan antara orang atau kelompok<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Namun, tata cara dan adat istiadat yang mendasari salam sangat spesifik terhadap budaya dan situasi dan dapat berubah tergantung pada status sosial dan hubungan antara individu tersebut. Salam dapat diungkapkan dengan diam, terdengar atau secara fisik, dan sering melibatkan kombinasi ketiganya. Di Yayasan Penelitian Sains Spiritual (SSRF), kami melakukan penelitian spiritual tentang jenis salam yang umum di seluruh dunia untuk memahami dampaknya pada diri kita di tingkat spiritual. Pada tingkat yang lebih luas, kami juga telah melakukan penelitian spiritual menggunakan mesin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">biofeedback<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk memahami perubahan yang terjadi pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">chakra <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">orang ketika saling bertukar salam. Terutama ketika:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">berada bersama orang tertentu, atau<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">saat melakukan kontak mata saat bertemu dan menyapa mereka, atau<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">saat melakukan kontak fisik sambil bercakap-cakap, atau<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">ketika menjangkau dan menyentuh orang lain seperti saat memeluk, tergantung pada kondisi spiritual masing-masing. (&#8216;Kondisi spiritual&#8217; telah didefinisikan di bagian selanjutnya dari artikel ini)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2>2. <b>Informasi latar belakang<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum kami berbagi temuan penelitian kami, ini akan menjadi lebih relevan dengan merujuk pada beberapa konsep spiritual yang telah kami bahas secara mendetail di artikel lain. Kita semua memiliki kapasitas spiritual atau <\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/pertumbuhan-spiritual\/tingkat-kesadaran\/\"><span style=\"font-weight: 400\">tingkat kesadaran spiritual<\/span><\/a> <span style=\"font-weight: 400\">yang berbeda-beda. Karena itu, tergantung pada apakah tingkat kesadaran spiritual kita lebih tinggi atau lebih rendah, kita mungkin menjadi lebih rentan ataupun lebih tahan terhadap serangan <\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hantu\/\"><span style=\"font-weight: 400\">energi negatif<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> dari dimensi spiritual. Hasilnya, kondisi spiritual kita berbeda-beda. Maksud dari \u2018keadaan spiritual\u2019 yaitu apakah seseorang telah diambil alih oleh suatu entitas (<\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kerasukan-setan\/definisi-kerasukan-setan-hantu\/\"><span style=\"font-weight: 400\">kerasukan setan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">) atau tidak. \u00a0Seseorang yang berada di tingkat spiritual yang lebih rendah menjadi sangat rentan <\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kerasukan-setan\/gejala-orang-yang-dipengaruhi-atau-kerasukan-setan\/\"><span style=\"font-weight: 400\">terpengaruh oleh energi negatif<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> jika ia tidak <\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kerasukan-setan\/definisi-kerasukan-setan-hantu\/\"><span style=\"font-weight: 400\">dirasuki<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">, atau oleh <\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/permasalahan-leluhur\/\"><span style=\"font-weight: 400\">leluhur yang telah meninggal<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">. Penelitian spiritual kami menunjukkan bahwa di masa sekarang ini, kira-kira sepertiga populasi dunia dirasuki oleh energi negatif. Kami telah membahas secara rinci fenomena ini di bagian <\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hantu\/rumah-penampakan-hantu\/\"><span style=\"font-weight: 400\">Hantu (iblis, setan, energi negatif, dll)<\/span><\/a><\/p>\n<h3>2.1 <b>Penularan energi hitam<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Orang-orang yang kerasukan atau berada dalam pengaruh energi negatif ditutupi dengan selubung energi hitam. Energi hitam ini tidak hanya mempengaruhi mereka tapi juga orang lain di sekitarnya. Orang yang memiliki kemampuan halus <\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indra-keenam-intuisi\"><span style=\"font-weight: 400\">indera keenam<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> dapat menangkap energi hitam ini dengan merasakan getaran negatif secara spiritual. Orang yang memiliki indera keenam penglihatan dapat secara aktual melihat energi hitam yang memancar dari orang yang dirasuki atau orang yang terpengaruh oleh energi negatif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-6043 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/09\/18152110\/IND_M_crowd-with-black-energy.jpg\" alt=\"Bagaimana cara menyapa | Sebuah perspektif spiritual tentang salam di seluruh dunia\" width=\"385\" height=\"304\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/09\/18152110\/IND_M_crowd-with-black-energy.jpg 385w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/09\/18152110\/IND_M_crowd-with-black-energy-300x237.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 385px) 100vw, 385px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Energi hitam yang menyelubungi seseorang dapat meluas sampai jarak yang cukup jauh bergantung pada kekuatan entitas yang merasukinya. Tidak perlu dikatakan lagi, orang-orang yang berada di sekitar orang yang terpengaruh energi negatif mengalami peningkatan risiko dipengaruhi energi negatif ketika mereka melakukan kontak fisik dengan orang tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Energi hitam lebih mudah ditularkan melalui kontak langsung ke mata orang yang kerasukan, dengan sentuhan, mengkonsumsi makanan yang telah dimasak orang tersebut, dll. Hampir semua orang pada tahap tertentu dalam kehidupan mereka akan memiliki selubung hitam, baik dari yang terpengaruh atau dirasuki oleh energi negatif atau oleh leluhur yang meninggal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Energi hitam dominan komponen Tama-nya dan menimbulkan banyak hambatan dalam kehidupan seseorang, yang mencakup berbagai masalah dalam hidup dan hambatan dalam pertumbuhan spiritual. Silakan merujuk pada artikel tentang <\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/alam-semesta\/komponen-dasar-terbentuknya-alam-semesta\/\"><span style=\"font-weight: 400\">Sattva Raja dan Tama &#8211; Tiga Komponen Dasar Non-fisik dari Penciptaan<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Selubung energi hitam dapat diminimalkan dengan latihan spiritual atau melalui beberapa metode terapi penyembuhan spiritual. Namun melakukan latihan spiritual secara teratur merupakan cara yang paling andal untuk mengurangi selubung energi hitam.<\/span><\/p>\n<h2>3. <b>Penelitian Spiritual pada berbagai jenis salam diseluruh dunia<\/b><\/h2>\n<h3>3.1 <b>Faktor-faktor yang mempengaruhi kemanjuran spiritual dari sebuah salam<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Faktor utama yang menentukan salam yang lebih sesuai secara spiritual didasarkan pada vibrasi\/getaran spiritual yang dihasilkan, dan tingkat kontak antara dua orang.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Salam dari seluruh dunia yang cenderung menghasilkan getaran Raja-Tama dianggap berbahaya secara spiritual bagi kita. Kami telah menguraikan hal ini di <\/span><span style=\"font-weight: 400\"><a href=\"#33_Salam_di_seluruh_dunia_dibahas_melalui_penelitian_spiritual\">bagian 3.3<\/a>.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Salam yang kecil kemungkinan menghasilkan getaran Raja-Tama dan lebih cenderung menarik getaran sattvik bermanfaat secara spiritual bagi kita.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Salam yang melibatkan kontak fisik meningkatkan risiko transfer aliran energi halus antara dua orang. Karena kebanyakan orang tidak melakukan latihan spiritual secara teratur, mereka cenderung lebih rentan terhadap energi negatif dan energi hitam, dan karenanya dapat mempengaruhi orang lain juga.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Salam yang disampaikan dengan pemikiran yang sattvik seperti cinta kasih sejati, kasih sayang dan niat baik terhadap orang lain meningkatkan positifitas spiritual dari salam tersebut. Namun, hal itu terjadi di tingkat psikologis. Bila pemikiran berada pada tingkat spiritual, seperti &#8220;Semoga orang ini maju secara spiritual&#8221; atau &#8220;Saya memberi penghormatan kepada jiwa (\u0101tm\u0101) di dalam dirimu&#8221;, maka kebaikan spiritual dari sebuah salam meningkat secara berlipat.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3.2 <b>Pengaruh salam yang diberikan oleh orang-orang tertentu<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Orang-orang di masyarakat bisa terpengaruh oleh energi negatif hingga tingkat yang bervariasi. Untuk keperluan penelitian, mereka kami kategorikan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><b>Orang yang kerasukan<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> : Kesadaran orang ini dikendalikan oleh energi negatif<\/span><\/li>\n<li>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Orang yang terpengaruh energi negatif<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Orang tersebut terpengaruh oleh energi negatif sampai batas tertentu. Namun, energi negatif tidak memiliki kendali atas pikiran dan intelek orang tersebut. Mayoritas orang dalam masyarakat \u00a0sekarang ini termasuk dalam kategori ini<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Orang yang positif<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Orang ini positif secara spiritual dan tidak terpengaruh oleh energi negatif. Orang seperti ini umumnya cukup langka di dunia sekarang ini. Di hampir setiap kasus, orang ini melakukan latihan spiritual teratur dan akan berada di atas tingkat kesadaran spiritual 60%<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li><b>Saint\/Orang Suci<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> : Orang dengan tingkat kesadaran spiritual di atas 70%. Orang Suci sangat langka di dunia sekarang ini<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ketika jenis-jenis orang di atas saling menyapa atau berinteraksi satu sama lain, berbagai aliran energi halus akan dihasilkan. Bergantung pada jenis orang yang saling menyapa dan metode yang digunakan, transfer energi akan berbeda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai contoh:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Orang kerasukan dengan orang terpengaruh<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Jika orang yang kerasukan memeluk orang yang terpengaruh energi negatif, kemungkinan kuat terjadi transfer energi negatif dari orang yang kerasukan ke orang yang terpengaruh.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li><b>Orang kerasukan dengan orang positif<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Jika seseorang yang kerasukan energi negatif tingkat rendah berjabat tangan dengan orang yang positif dengan tingkat kesadaran spiritual 60%, maka bisa terjadi efek penyembuhan pada orang yang kerasukan.<\/span><\/li>\n<li><b>Saint (Orang suci) dengan orang terpengaruh<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Jika seorang Saint menginginkan orang biasa yang terpengaruh untuk sembuh, efek penyembuhan akan dialami oleh orang tersebut.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Di hampir setiap kasus, orang tidak dapat merasakan pertukaran energi ini karena mereka tidak memiliki kemampuan halus atau indera keenam untuk merasakannya. Namun, Anda mungkin pernah mengalami perasaan tenaga terkuras ketika sedang bersama dengan orang lain atau setelah menjabat tangan seseorang. Ini merupakan indikasi seseorang terkena dampak negatif orang lain.<\/span><\/p>\n<h3>3.3 <b>Salam di seluruh dunia dibahas melalui penelitian spiritual<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kapanpun kita berkomunikasi atau menyapa orang lain, kita berisiko terpengaruh oleh energi halus yang berhubungan dengan orang itu. Tabel di bawah ini memberikan gambaran mengenai \u00a0jenis-jenis salam yang telah kami teliti secara spiritual.<\/span><\/p>\n<table class=\"tablestyle\" border=\"1\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<th valign=\"top\" width=\"175\"><b>Jenis salam<\/b><sup>1<\/sup><\/th>\n<th valign=\"top\" width=\"216\"><b>Risiko spiritual<\/b><sup>2<\/sup><\/th>\n<th valign=\"top\" width=\"216\"><b>Manfaat spiritual<\/b><sup>3<\/sup><\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"175\"><span style=\"font-weight: 400\">Namaste<\/span><\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"216\"><span style=\"font-weight: 400\">Sedikit sekali<\/span><\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"216\"><span style=\"font-weight: 400\">Tinggi<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"175\"><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/salam-menunduk\/\"><span style=\"font-weight: 400\">Menunduk<\/span><\/a><\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"216\"><span style=\"font-weight: 400\">Sedikit &#8211; sedang<\/span><\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"216\"><span style=\"font-weight: 400\">Sedikit<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"175\"><span style=\"font-weight: 400\">Jabat tangan<\/span><\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"216\"><span style=\"font-weight: 400\">Sedang<\/span><\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"216\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak ada<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"175\"><span style=\"font-weight: 400\">Berpelukan<\/span><\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"216\"><span style=\"font-weight: 400\">Sedang &#8211; tinggi<\/span><\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"216\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak ada<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"175\"><span style=\"font-weight: 400\">Berciuman<\/span><\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"216\"><span style=\"font-weight: 400\">Tinggi<\/span><\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"216\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak ada<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Catatan<\/span>:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Klik link di kolom &#8216;jenis salam&#8217; untuk mengetahui info lebih lanjut.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u2018Risiko spiritual&#8217; berarti risiko menghasilkan getaran spiritual yang menyusahkan (yang bersifat merugikan) dan perpindahannya antara kedua orang yang saling menyapa, dan juga ke lingkungan sekitar.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u2018Manfaat spiritual&#8217; berarti salam tersebut menghasilkan vibrasi yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">sattvik<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelajari bagaimana jenis-jenis sapaan yang kita gunakan sehari-hari memiliki pengaruh di tingkat spiritual<\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1306,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[263,116,267,163,264,265,266,119,262,261,268],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menyapa | Sebuah perspektif spiritual tentang salam di seluruh dunia - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/\",\"name\":\"Cara menyapa | Sebuah perspektif spiritual tentang salam di seluruh dunia - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/09\/IND_M_crowd-with-black-energy.jpg\",\"datePublished\":\"2017-10-05T14:35:32+00:00\",\"dateModified\":\"2017-12-06T16:53:19+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/09\/18152110\/IND_M_crowd-with-black-energy.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/09\/18152110\/IND_M_crowd-with-black-energy.jpg\",\"width\":385,\"height\":304},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Spiritualitas dalam hidup | Hidup yang sattvik\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Bagaimana seharusnya kita memberi salam?\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Cara menyapa | Sebuah perspektif spiritual tentang salam di seluruh dunia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menyapa | Sebuah perspektif spiritual tentang salam di seluruh dunia - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/","name":"Cara menyapa | Sebuah perspektif spiritual tentang salam di seluruh dunia - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/09\/IND_M_crowd-with-black-energy.jpg","datePublished":"2017-10-05T14:35:32+00:00","dateModified":"2017-12-06T16:53:19+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/09\/18152110\/IND_M_crowd-with-black-energy.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/09\/18152110\/IND_M_crowd-with-black-energy.jpg","width":385,"height":304},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/persperktif-spritual-salam-seluruh-dunia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Spiritualitas dalam hidup | Hidup yang sattvik","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Bagaimana seharusnya kita memberi salam?","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/bagaimana-seharusnya-kita-menyapa\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Cara menyapa | Sebuah perspektif spiritual tentang salam di seluruh dunia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Ramnarayanan","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/ramnarayanan\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Pelajari bagaimana jenis-jenis sapaan yang kita gunakan sehari-hari memiliki pengaruh di tingkat spiritual","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5994"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4685"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5994"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5994\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6630,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5994\/revisions\/6630"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1306"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5994"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5994"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5994"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}