{"id":4605,"date":"2017-01-17T05:36:05","date_gmt":"2017-01-17T05:36:05","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=4605"},"modified":"2017-05-17T19:08:22","modified_gmt":"2017-05-17T19:08:22","slug":"kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/","title":{"rendered":"Bagaimana perilaku kecanduan terbentuk selama masa kehamilan?"},"content":{"rendered":"<h1><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4607 aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152217\/1-IND-addictive-behaviour-pregnancy-itself.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152217\/1-IND-addictive-behaviour-pregnancy-itself.jpg 720w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152217\/1-IND-addictive-behaviour-pregnancy-itself-300x83.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/h1>\n<div class=\"bluebox\">\n<p style=\"text-align: justify;\">70% dari masalah kesehatan mental dimulai sejak masa kanak-kanak\u00a0 atau masa remaja.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><a href=\"http:\/\/www.camh.ca\/en\/hospital\/about_camh\/newsroom\/for_reporters\/pages\/addictionmentalhealthstatistics.aspx\">\u2013 Pusat Kesehatan Mental dan Kecanduan, Kanada<\/a><\/p>\n<\/div>\n<h5><\/h5>\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Pengantar_tentang_bagaimana_kecanduan_berakar_sejak_masa_kehamilan\">1. Pengantar tentang bagaimana kecanduan berakar sejak masa kehamilan<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Tahapan_berkembangnya_kecanduan_yang_disebabkan_oleh_tubuh_halus_para_leluhur_selama_kehamilan\">2. Tahapan berkembangnya kecanduan yang disebabkan oleh tubuh halus para leluhur selama kehamilan<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Perkembangan_kecanduan_selama_masa_kehamilan_atau_setelahnya_akibat_penguasaan_hantu_setan_iblis_energi_negatif_dll\">3. Perkembangan \u00a0kecanduan selama masa kehamilan atau setelahnya akibat penguasaan hantu (setan, iblis, energi negatif, dll)<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2><span id=\"1_Pengantar_tentang_bagaimana_kecanduan_berakar_sejak_masa_kehamilan\">1. Pengantar tentang bagaimana kecanduan berakar sejak masa kehamilan<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada artikel ini, kami menjelaskan mekanisme-halus dipengaruhi atau kerasukan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hantu\/\">hantu-hantu<\/a> atau tubuh halus para <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/permasalahan-leluhur\/\">leluhur yang telah meninggal dunia<\/a> sebagai akar penyebab kecanduan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penelitian spiritual menunjukkan, bahwa hampir semua kasus penguasaan oleh hantu untuk memancing seseorang pada kecanduan, dimulai di dalam rahim. Lebih kecil kemungkinan sesosok hantu dapat mulai memancing individu pada kecanduan di masa dewasa. Alasannya karena seseorang berada dalam kondisi yang paling rentan ketika ia masih berbentuk janin. Semakin besar jumlah impresi kecacatan kepribadian yang jiwa tersebut miliki dari kehidupan sebelumnya, semakin mudah bagi hantu-hantu\/roh-roh leluhur tersebut untuk menyerang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut ini adalah penjelasan rinci mekanisme halus penguasaan hantu di dalam rahim.<\/p>\n<h2><span id=\"2_Tahapan_berkembangnya_kecanduan_yang_disebabkan_oleh_tubuh_halus_para_leluhur_selama_kehamilan\">2. Tahapan berkembangnya kecanduan yang disebabkan oleh tubuh halus para leluhur selama kehamilan<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tahap 1:<\/strong> Dalam sebagian besar kasus, tubuh halus leluhur yang telah meninggal\/hantu menyerang orang saat berada di rahim ibu dalam tahap embrio. Bahkan sebelum pembuahan, pada saat hubungan seksual itu sendiri, roh leluhur memasuki tubuh ibu melalui vagina dan memenuhi rahim dengan energi hitam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4609 aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152217\/2-IND-pregnancy.jpg\" alt=\"\" width=\"580\" height=\"417\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152217\/2-IND-pregnancy.jpg 580w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152217\/2-IND-pregnancy-300x216.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses penyatuan sperma dengan sel telur juga dilingkupi dengan energi hitam. Dampaknya terminimalkan jika tingkat kesadaran spiritual orangtua lebih tinggi. Latihan spiritual yang teratur serta doa sebelum dan, jika memungkinkan, selama hubungan seksual, juga membantu untuk meminimalkan dampak negatif. Doa dapat mengikuti kalimat sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tuhan, jika persetubuhan ini akan berujung pada pembuahan, mohon lindungi pembuahan itu dari semua jenis serangan hantu. Mohon izinkan pembuahan ini menjadi <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/alam-semesta\/komponen-dasar-terbentuknya-alam-semesta\/\">s\u0101ttvik<\/a>.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan jika kesempatan berdoa sebelum dan selama pembuahan terlewatkan dan kehamilan telah terjadi, orangtua masih bisa melakukan chanting\/dzikir dan berdoa sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tuhan, mohon rahmati bayi ini dengan impresi dari chanting\/dzikir selama ia berada dalam kandungan.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sang ibu dapat menaruh jari-jarinya dalam posisi <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metode-penyembuhan-lainnya\/penyembuhan-diri-sendiri-nyas\/\">ny\u0101s<\/a> di pusarnya atau mengembangkan telapak tangannya di perutnya dan melakukan chanting dengan doa-doa seperti dijelaskan di atas. Ini dapat dilanjutkan secara teratur selama kehamilan. Sang ibu juga bisa berdoa seperti di bawah ini:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tuhan, mohon rahmati bayi ini dengan selubung pelindung dari energi ilahi-Mu.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tuhan, mohon izinkan bayi ini bernapas dalam Kesadaran Ilahi (<em>Chaitanya<\/em>) ketika ia bernapas dengan lembut di dalam diriku.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4610 aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152217\/3-IND-pregnancy.jpg\" alt=\"\" width=\"747\" height=\"586\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152217\/3-IND-pregnancy.jpg 747w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152217\/3-IND-pregnancy-300x235.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 747px) 100vw, 747px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tahap<\/strong><strong> 2:<\/strong> Lalu tubuh halus dari leluhur\/hantu melanjutkan dengan menyebarkan jaringan benang-benang energi hitam-nya di seluruh rahim. Dengan cara ini, janin terperangkap bahkan sebelum ia tumbuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4611 aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152217\/4-IND-pregnancy.jpg\" alt=\"\" width=\"420\" height=\"586\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152217\/4-IND-pregnancy.jpg 420w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152217\/4-IND-pregnancy-215x300.jpg 215w\" sizes=\"(max-width: 420px) 100vw, 420px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tahap 3:<\/strong> Selama pertumbuhan janin, tubuh halus leluhur \/ hantu mengganggu pada saat perkembangan sel-sel halus dari selubung mental dan menabur benih-benih pemikiran kecanduan yang intens. Sehingga janin tumbuh dengan pemikiran tentang kecanduan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4612 aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152216\/5-IND-pregnancy.jpg\" alt=\"\" width=\"664\" height=\"465\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152216\/5-IND-pregnancy.jpg 664w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152216\/5-IND-pregnancy-300x210.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 664px) 100vw, 664px\" \/><\/p>\n<p>Merujuk pada artikel <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kundalini-chakras\/hakikat-manusia\/\">\u2019Terdiri dari apakah kita?\u2019<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tahap 4:<\/strong> Kemudian tubuh-halus leluhur\/hantu menyerang sel-sel otak janin dan membuat mereka kondusif untuk menyerap gagasan tentang<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4614 aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152216\/6-IND-pregnancy.jpg\" alt=\"\" width=\"734\" height=\"559\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152216\/6-IND-pregnancy.jpg 734w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152216\/6-IND-pregnancy-300x228.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 734px) 100vw, 734px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tahap 5:<\/strong> Dengan pertumbuhan lebih lanjut dari janin, tubuh-halus leluhur\/hantu menyatu dengan tubuh janin dan menguasainya sepenuhnya. Akibatnya, beberapa anak-anak mengembangkan kecanduan di masa remaja mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4615 aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152216\/7-IND-pregnancy.jpg\" alt=\"\" width=\"514\" height=\"488\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152216\/7-IND-pregnancy.jpg 514w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152216\/7-IND-pregnancy-300x285.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 514px) 100vw, 514px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hanya karena roh leluhur telah mengincar janin tertentu, tidak berarti bahwa ia harus menunggu hingga 15-20 tahun saat orang tersebut telah cukup umur sebelum ia bisa memuaskan hasratnya. Pada saat yang sama, ia bisa menguasai keturunan lainnya untuk memuaskan keinginannya akan zat tertentu atau hal lainnya. Apa yang leluhur lakukan dengan menguasai janin dan menciptakan sebuah pusat energi hitam untuk kecanduan ini mirip dengan orang kaya yang mengakuisisi beberapa apartemen, bungalow atau villa di berbagai kota di seluruh dunia. Dia bisa jadi tidak mengunjungi apartemen tertentu selama bertahun-tahun pada suatu masa. Namun ia memiliki fasilitas yang memberinya jalur masuk yang mudah dan cepat ketika ia memerlukannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alasan mengapa kecanduan pada beberapa orang mulai lebih awal dibandingkan dengan orang lainnya adalah bahwa si hantu menunggu saat yang tepat untuk secara aktif memulai kecanduan. Hal ini akan tergantung pada sejumlah faktor yang meningkatkan kerentanan orang tersebut. Faktor-faktor ini meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>Sedikitnya pahala<\/li>\n<li>Kondisi buruk pada waktu tertentu sesuai takdir<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Menurunnya kekuatan kemauan karena permasalahan psikologis seperti situasi hidup yang sulit, ketegangan, depresi, dsb.<strong>\u00a0<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span id=\"3_Perkembangan_kecanduan_selama_masa_kehamilan_atau_setelahnya_akibat_penguasaan_hantu_setan_iblis_energi_negatif_dll\">3. Perkembangan \u00a0kecanduan selama masa kehamilan atau setelahnya akibat penguasaan hantu (setan, iblis, energi negatif, dll)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kadang-kadang orang yang tidak memiliki kemauan kuat menjadi target hantu-hantu biasa (setan, iblis, energi negatif, dll) selama masa dewasa mereka. Setelah memasuki tubuh mereka, hantu-hantu tersebut membakar hasrat orang tersebut akan hal-hal tertentu sehingga membuat mereka menjadi pecandu. Namun sebagian besar pecandu (sekitar 70% dari mereka) dipengaruhi oleh pemikiran kecanduan sejak berada di dalam rahim ibu mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama hidup mereka, seseorang yang telah dikuasai dan kecanduan narkoba atau hal lainnya mulai menyukai atau setidaknya menemukan kenyamanan di dalamnya. Ketika orang tersebut meninggal, ia merasa kehilangan kebahagiaan dari kecanduan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah kematian, orang ini sendiri akhirnya menjadi hantu dan memasuki tubuh wanita dari generasi berikutnya untuk memuaskan kecanduannya. Niat untuk menjahati orang lain ini mengubah orang itu menjadi hantu dan dengan demikian orang tersebut terjebak dalam lingkaran setan kecanduannya selama masa hidup keturunan-keturunannya. Siklus ini terus berlangsung dari generasi ke generasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bacalah artikel tentang, <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hantu\/asal-usul-hantu\/\">&#8220;Apakah hantu (setan, iblis, energi negatif, dll) itu dan bagaimana seseorang berubah menjadi hantu?&#8221;<\/a><\/p>\n<p style=\"float: left; font-size: 9pt; text-align: center; width: 49%; margin-right: 1%; margin-bottom: 0.5em;\"><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/userfiles\/newsletter\/2016\/Sri%20Datta%20Namjap.mp3\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3957\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant.jpg\" alt=\"ind-datta-chant\" width=\"315\" height=\"130\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant.jpg 315w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant-300x124.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 315px) 100vw, 315px\" \/><\/a><br \/>\n<strong>Catatan: Untuk mengunduh file audio, klik kanan pada gambar dan klik \u201cSave link as \/ Save target as\u201d<\/strong><\/p>\n<p style=\"float: left; font-size: 9pt; text-align: center; width: 49%; margin-right: 1%; margin-bottom: 0.5em;\"><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/shop\/en\/23-pictures-of-deities\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3958\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-images.jpg\" alt=\"ind-datta-images\" width=\"315\" height=\"130\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-images.jpg 315w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-images-300x124.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 315px) 100vw, 315px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>70% dari masalah kesehatan mental dimulai sejak masa kanak-kanak\u00a0 atau masa remaja. \u2013 Pusat Kesehatan Mental dan Kecanduan, Kanada Daftar isi1. Pengantar tentang bagaimana kecanduan berakar sejak masa kehamilan2. Tahapan berkembangnya kecanduan yang disebabkan oleh tubuh halus para leluhur selama kehamilan3. Perkembangan \u00a0kecanduan selama masa kehamilan atau setelahnya akibat penguasaan hantu (setan, iblis, energi negatif, &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Bagaimana perilaku kecanduan terbentuk selama masa kehamilan?<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":5098,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana perilaku kecanduan terbentuk selama masa kehamilan? - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/\",\"name\":\"Bagaimana perilaku kecanduan terbentuk selama masa kehamilan? - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/1-IND-addictive-behaviour-pregnancy-itself.jpg\",\"datePublished\":\"2017-01-17T05:36:05+00:00\",\"dateModified\":\"2017-05-17T19:08:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152217\/1-IND-addictive-behaviour-pregnancy-itself.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152217\/1-IND-addictive-behaviour-pregnancy-itself.jpg\",\"width\":720,\"height\":200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Permasalahan Spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kecanduan dan Adiksi\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Bagaimana perilaku kecanduan terbentuk selama masa kehamilan?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana perilaku kecanduan terbentuk selama masa kehamilan? - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/","name":"Bagaimana perilaku kecanduan terbentuk selama masa kehamilan? - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/1-IND-addictive-behaviour-pregnancy-itself.jpg","datePublished":"2017-01-17T05:36:05+00:00","dateModified":"2017-05-17T19:08:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152217\/1-IND-addictive-behaviour-pregnancy-itself.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2017\/01\/18152217\/1-IND-addictive-behaviour-pregnancy-itself.jpg","width":720,"height":200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/kecanduan-sejak-kehamilan-kandungan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Permasalahan Spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kecanduan dan Adiksi","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Bagaimana perilaku kecanduan terbentuk selama masa kehamilan?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"70% dari masalah kesehatan mental dimulai sejak masa kanak-kanak\u00a0 atau masa remaja. \u2013 Pusat Kesehatan Mental dan Kecanduan, Kanada Daftar isi1. Pengantar tentang bagaimana kecanduan berakar sejak masa kehamilan2. Tahapan berkembangnya kecanduan yang disebabkan oleh tubuh halus para leluhur selama kehamilan3. Perkembangan \u00a0kecanduan selama masa kehamilan atau setelahnya akibat penguasaan hantu (setan, iblis, energi negatif,&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4605"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20646"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4605"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4605\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4623,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4605\/revisions\/4623"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5098"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4605"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4605"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4605"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}