{"id":4507,"date":"2016-12-12T17:03:30","date_gmt":"2016-12-12T17:03:30","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=4507"},"modified":"2024-06-09T12:59:44","modified_gmt":"2024-06-09T12:59:44","slug":"mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/","title":{"rendered":"Mengapa sebagian orang mengalami kecanduan?"},"content":{"rendered":"<h1><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify\">Apa alasan yang membuat seseorang menjadi pecandu? Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya kemungkinan seseorang menjadi pecandu:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Takdir: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/karma-takdir\/pembebasan-karma\/\">Takdir<\/a> buruk pada diri seseorang berperan besar dalam menentukan apakah seseorang akan menjadi pecandu. Setiap orang memiliki takdir yang telah ditentukan pada saat lahir berdasarkan tindakannya di kehidupan sebelumnya. Takdir buruk dapat bermanifestasi dengan membuat kita ketergantungan dengan beberapa jenis zat adiktif. Hal ini memastikan kita mengalami penderitaan serta kualitas hidup yang rendah.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Dosa: <\/strong>Seorang pecandu cenderung memiliki <u>dosa yang lebih besar daripada pahala<\/u>, Dosa merupakan akumulasi dari berbagai perilaku buruk di kehidupan sebelumnya ataupun tindakan yang dilakukan di kehidupan saat ini.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Gangguan leluhur: <\/strong>Beberapa keluarga memiliki <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/permasalahan-leluhur\/\">leluhur<\/a> yang mengalami kecanduan pada saat masih hidup di dunia. Sebagian keturunan dalam keluarga ini memiliki keterikatan karma yang kuat dengan leluhurnya. Tubuh halus leluhur di alam setelah kematian memanfaatkan akun karma yang dimiliki dengan keturunannya untuk mengonsumsi zat adiktif yang diinginkannya (menggunakan keturunannya sebagai medium).<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Waktu: <\/strong>Tergantung pada masa tertentu, mis: terdapat periode dalam masa kehidupan seseorang dimana ia rentan secara spiritual. Seseorang dapat menjadi rentan secara spiritual jika ia jarang melakukan latihan spiritual, melakukan sejumlah besar perilaku buruk, atau memiliki ego yang tinggi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Perkembangan Spiritual:<\/strong> Seseorang yang memiliki <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/pertumbuhan-spiritual\/tingkat-kesadaran\/\">tingkat kesadaran spiritual<\/a> yang rendah lebih mudah diserang. Sangat jarang terjadi seseorang yang melakukan latihan spiritual berkualitas dan konsisten berdasarkan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/basicpricinples_spirituality_d\">enam prinsip dasar spiritualitas<\/a> dapat menjadi seorang pecandu.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Keter<\/strong><strong>tarik<\/strong><strong>an:<\/strong> Seseorang yang menyukai zat adiktif, benda, ataupun suatu kegiatan secara berlebihan menjadi lebih rentan mengalami kerasukan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Tingkat spiritual orang tua:<\/strong> Semakin tinggi tingkat spiritual orang tua, semakin sedikit dampak yang disebabkan pada saat masih berada dalam kandungan (Lihat artikel: <u>Bagaimana perilaku kecanduan terbentuk sejak saat janin berada dalam kandungan<\/u>)<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Sumber: Penelitian Spiritual yang dilakukan oleh Yayasan Penelitian Sains Spiritual (SSRF)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Penutup dari SSRF: <\/strong>Seperti kita ketahui, faktor-faktor yang telah dijelaskan diatas memiliki akar penyebab spiritual. Bahkan ketika kecanduan dimulai sebagai ketertarikan psikologis pada zat adiktif atau suatu benda, dengan sangat cepat dan mudah makhluk dari dimensi spiritual dapat memanfaatkannya. Oleh karenanya, latihan spiritual merupakan satu-satunya cara yang efektif untuk mengatasi akar permasalahan spiritual tersebut.<\/p>\n<p style=\"float: left;font-size: 9pt;text-align: center;width: 49%;margin-right: 1%;margin-bottom: 0.5em\"><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/userfiles\/newsletter\/2016\/Sri%20Datta%20Namjap.mp3\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3957\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant.jpg\" alt=\"ind-datta-chant\" width=\"315\" height=\"130\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant.jpg 315w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant-300x124.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 315px) 100vw, 315px\" \/><\/a><br \/>\n<strong>Catatan: Untuk mengunduh file audio, klik kanan pada gambar dan klik \u201cSave link as \/ Save target as\u201d<\/strong><\/p>\n<p style=\"float: left;font-size: 9pt;text-align: center;width: 49%;margin-right: 1%;margin-bottom: 0.5em\"><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/shop\/en\/22-chanting-strips\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3956\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-chanting-strips-small.jpg\" alt=\"Chant Datta kertas mantra\" width=\"315\" height=\"130\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-chanting-strips-small.jpg 315w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-chanting-strips-small-300x124.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 315px) 100vw, 315px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa alasan yang membuat seseorang menjadi pecandu? Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya kemungkinan seseorang menjadi pecandu: Takdir: Takdir buruk pada diri seseorang berperan besar dalam menentukan apakah seseorang akan menjadi pecandu. Setiap orang memiliki takdir yang telah ditentukan pada saat lahir berdasarkan tindakannya di kehidupan sebelumnya. Takdir buruk dapat bermanifestasi dengan membuat kita ketergantungan &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Mengapa sebagian orang mengalami kecanduan?<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":5098,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengapa sebagian orang mengalami kecanduan? - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/\",\"name\":\"Mengapa sebagian orang mengalami kecanduan? - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/ind-datta-chant.jpg\",\"datePublished\":\"2016-12-12T17:03:30+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-09T12:59:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant.jpg\",\"width\":315,\"height\":130},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Permasalahan Spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kecanduan dan Adiksi\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Mengapa sebagian orang mengalami kecanduan?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa sebagian orang mengalami kecanduan? - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/","name":"Mengapa sebagian orang mengalami kecanduan? - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/ind-datta-chant.jpg","datePublished":"2016-12-12T17:03:30+00:00","dateModified":"2024-06-09T12:59:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant.jpg","width":315,"height":130},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/mengapa-sebagian-orang-mengalami-kecanduan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Permasalahan Spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kecanduan dan Adiksi","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/adiksi\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Mengapa sebagian orang mengalami kecanduan?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Anil Sharma","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/anilsharma-2\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Apa alasan yang membuat seseorang menjadi pecandu? Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya kemungkinan seseorang menjadi pecandu: Takdir: Takdir buruk pada diri seseorang berperan besar dalam menentukan apakah seseorang akan menjadi pecandu. Setiap orang memiliki takdir yang telah ditentukan pada saat lahir berdasarkan tindakannya di kehidupan sebelumnya. Takdir buruk dapat bermanifestasi dengan membuat kita ketergantungan&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4507"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47051"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4507"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4507\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15994,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4507\/revisions\/15994"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5098"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}