{"id":4253,"date":"2016-10-05T13:10:30","date_gmt":"2016-10-05T13:10:30","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=4253"},"modified":"2018-07-31T04:38:42","modified_gmt":"2018-07-31T04:38:42","slug":"cara-menulis-kesalahan","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/","title":{"rendered":"Mengumpulkan data tentang diri sendiri &#8211; Cara menulis kesalahan"},"content":{"rendered":"<h1><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4323\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/10\/18152226\/IND-Collecting-data-about-oneself-how-to-write-a-mistake.jpg\" alt=\"ind-collecting-data-about-oneself-how-to-write-a-mistake\" width=\"720\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/10\/18152226\/IND-Collecting-data-about-oneself-how-to-write-a-mistake.jpg 720w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/10\/18152226\/IND-Collecting-data-about-oneself-how-to-write-a-mistake-300x83.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/h1>\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Pengantar_untuk_pengumpulan_data_tentang_diri_sendiri\">1. Pengantar untuk pengumpulan data tentang diri sendiri<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Tulis_kesalahan_secara_spesifik\">2. Tulis kesalahan secara spesifik<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Cobalah_berfokus_pada_diri_sendiri\">3. Cobalah berfokus pada diri sendiri<\/a><\/li><li><a href=\"#4_Tuliskan_kesalahan_secara_jujur\">4. Tuliskan kesalahan secara jujur<\/a><\/li><li><a href=\"#5_Tips_lain_untuk_memudahkan_penulisan_kesalahan\">5. Tips lain untuk memudahkan penulisan kesalahan<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2><span id=\"1_Pengantar_untuk_pengumpulan_data_tentang_diri_sendiri\"><strong>1. Pengantar untuk pengumpulan data tentang diri sendiri<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam bab sebelumnya, kita telah membahas beberapa <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-dan-pengembangan-kepribadian__trashed\/contoh-tabel-pembersihan-kekurangan-kepribadian-pdr-dan-ego\/\"><u>contoh kesalahan dan bagaimana <\/u><u>mengkategorikan kesalahan<\/u><\/a>. Dalam bab ini kita akan membahas bagaimana mengumpulkan data (dalam hal ini, kesalahan) tentang diri sendiri dan bagaimana cara menulis \/ mendokumentasikannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk memulai proses pembersihan kekurangan kepribadian, coba tuliskanlah kesalahan-kesalahan yang Anda sadari atau kesalahan-kesalahan yang orang lain katakan kepada Anda dalam kisaran 7 sampai 10 hari. Ini juga dapat mencakup kesalahan Anda yang Anda sadari ketika kesalahan orang lain sedang dibahas dan Anda merasa bahwa Anda juga telah melakukan kesalahan yang sama. Dengan menuliskan kesalahan kita, sebenarnya kita sedang mengumpulkan data tentang diri kita sendiri, sehingga kita dapat menganalisis lebih lanjut kepribadian kita. Pada awalnya, kesadaran tentang di mana kita melakukan kesalahan sangatlah sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali, sehingga kita dapat meminta bantuan dari orang lain. Setelah sekitar 10 hari, seseorang akan memahami apa kesalahan yang sering terjadi dan ini membantu seseorang untuk memahami kekurangan kepribadian yang harus diatasi.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"2_Tulis_kesalahan_secara_spesifik\">2. Tulis kesalahan secara spesifik<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Saat menuliskan kesalahan-kesalahan, seseorang perlu belajar bagaimana menulis kesalahan secara spesifik namun sederhana, sehingga hal itu menjadi jelas dalam pikiran, di bagian mana seseorang telah melakukan kesalahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Adalah kecenderungan pikiran untuk melindungi dirinya sendiri. Karena alasan inilah pikiran seseorang mencoba untuk menyembunyikan kesalahan atau membuat seseorang kebingungan, sehingga kesulitan dalam mendapatkan bantuan yang diperlukan untuk mengembangkan diri. Akibatnya, pikiran membuat bingung dan mengelabui orang tersebut serta mencoba untuk memperkuat perasaan bahwa &#8216;aku benar&#8217;. Oleh karena itu, semakin singkat dan semakin jelas seseorang menuliskan kesalahan-kesalahannya, akan semakin baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mari kita lihat <strong>contoh cara yang salah <\/strong><strong>dalam <\/strong><strong>menulis<\/strong><strong>kan<\/strong><strong> kesalahan.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 30px\"><span style=\"color: #0086b3\"><em>\u201c<\/em><em>Hari ini sudah ada beberapa kejadian di mana saya harus berteriak pada anak-anak saya. Mereka tidak menjaga <\/em><em>segala sesuatunya tetap <\/em><em>bersih. Tidak peduli be<\/em><em>r<\/em><em>apa <\/em><em>banyak saya <\/em><em>\u00a0memberitahu mereka<\/em><em>,<\/em><em> mereka tidak <\/em><em>kunjung <\/em><em>belajar. <\/em><em>Saya <\/em><em>harus menjadi <\/em><em>lebih protektif terhadap Ana<\/em><em>. Perilaku Ana <\/em><em>sangat<\/em><em> mengganggu. Dia selalu ingin sesuatu yang baru. Sebagai orangtua<\/em><em>,<\/em><em> saya mencoba untuk menyeimbangkan <\/em><em>banyak <\/em><em>hal, tetapi <\/em><em>permintaannya<\/em><em> tidak <\/em><em>berk<\/em><em>urang. <\/em><em>D<\/em><em>ilema saya adalah bahwa jika saya <\/em><em>memenuhi permintaannya, <\/em><em>ia tidak akan memahami nilai apa yang dia dapatkan. Di sisi lain, jika saya tidak <\/em><em>memenuhi permintaannya, maka <\/em><em>anak-anak <\/em><em>itu akan <\/em><em>merasa bahwa orangtua mereka tidak mendukung mereka. <\/em><em>Saya<\/em><em> tahu fase<\/em><em> ini<\/em> <em>akan berlalu,<\/em><em> tapi pada saat itu<\/em><em>,<\/em><em> saya harus berteriak.<\/em><em>\u201d<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Anda mungkin melihat bahwa dalam kesalahan ini, ada terlalu banyak aspek yang disebutkan, sehingga menjadi beban yang terlalu berlebihan bagi pikiran. Akan lebih baik untuk menuliskan satu aspek kesalahan yang paling mengkhawatirkan atau menjengkelkan kita pada satu waktu. Terdapat 2 kesalahan dalam kasus ini.<\/p>\n<p>Dari contoh di atas, berikut ini adalah <strong>cara yang lebih efektif untuk menulis kesalahan yang sama<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\"><span style=\"color: #0086b3\"><em>1. Ketika Ana (putri saya) tidak membersihkan lemarinya meskipun saya <\/em><em>sudah <\/em><em>mengingatkan<\/em><em>nya<\/em><em>, saya<\/em> <em>menjadi marah padanya<\/em><em>.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\"><span style=\"color: #0086b3\"><em>2. Ketika Ana (putri saya) meminta saya untuk membelikannya sepasang <\/em><em>sandal yang <\/em><em>mahal, saya memiliki reaksi<\/em><em>,<\/em><em> bahwa jika saya memberi<\/em><em>kan kepadanya apa yang menjadi <\/em><em>keinginannya setiap waktu, dia akan <\/em><em>selalu mengandalkan saya <\/em><em>dan berpikir bahwa segala sesuatu<\/em><em>nya<\/em><em> da<\/em><em>pat diperoleh dengan <\/em><em>mudah.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam kasus sebelumnya, seseorang akan merasa kesulitan untuk menentukan masalah yang tepat. Jika seseorang tidak bisa menentukan masalah yang tepat bagi inteleknya, maka kecil kemungkinannya ia dapat menganalisa kesalahannya atau mendapatkan bantuan. Agar pikiran dapat mengarah kepada \u00a0akar penyebab dari masalah\/reaksi tertentu, maka penting untuk menjadi lebih spesifik. Dengan memecah keseluruhan kejadian menjadi kesalahan-kesalahan yang kecil dan menuliskannya, maka pikiran dan intelek menjadi sadar di mana persisnya seseorang telah melakukan kesalahan, ini membantu untuk mengidentifikasi dengan lebih baik kekurangan kepribadian mana yang bertanggung jawab atas kesalahan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"3_Cobalah_berfokus_pada_diri_sendiri\">3. Cobalah berfokus pada diri sendiri<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Terkadang seseorang mengenali bahwa dirinya telah membuat kesalahan dari reaksinya terhadap orang lain. Namun pikiran seringkali mengelabui mereka dengan meyakinkan bahwa mereka tidak salah bereaksi seperti itu. Sehingga ketika orang tersebut menulis kesalahan, ia menuliskannya dengan sedemikian rupa, bahwa kesalahan sepenuhnya disebabkan oleh orang lain. Hal ini membuat orang tersebut akan lebih terfokus pada kesalahan orang lain daripada bersikap introspektif tentang perannya sendiri dalam insiden tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Contoh &#8211; kesalahan yang ditulis dengan cara ekstrover<\/strong><strong>t<\/strong><strong> yang lebih fokus pada kesalahan <\/strong><strong>orang <\/strong><strong>lain<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 30px\"><span style=\"color: #0086b3\"><em>Suami saya Jimmy selalu <\/em><em>sibuk dengan ponselnya<\/em><em> dan tidak pernah memberi saya waktu. Hari ini terjadi lagi. Saya ingin membahas beberapa masalah dengan<\/em><em>nya<\/em><em> dan ia bilang dia akan men<\/em><em>yediakan <\/em><em>waktu dan kemudian <\/em><em>masih <\/em><em>terus asyik <\/em><em>dengan ponselnya<\/em><em> dan hanya membuat saya menunggu. <\/em><em>Menurut s<\/em><em>aya<\/em><em>,<\/em><em> itu <\/em><em>sikap yang <\/em><em>kasar dan <\/em><em>sangat buruk dari dirinya, sehingga saya menjadi <\/em><em>marah.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>\u00a0<\/em><strong>Contoh &#8211; kesalahan yang ditulis dengan cara yang lebih introspektif<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 30px\"><span style=\"color: #0086b3\"><em>Saya<\/em><em> marah <\/em><em>pada <\/em><em>suami saya Jimmy ketika saya <\/em><em>ber<\/em><em>ekspektasi ia akan memberikan waktunya<\/em><em>,<\/em><em> namun ia <\/em><em>malah sibuk <\/em><em>dengan <\/em><em>ponselnya<\/em><em>.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Seperti yang Anda lihat, kesalahan yang ditulis dengan cara kedua akan mengarahkan seseorang ke arah yang lebih introspektif. Ini menjadi katalis bagi seseorang untuk bertanya pada diri sendiri. Orang tersebut kemudian lebih cenderung untuk berpikir dengan cara sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Ok Jimmy sibuk dengan teleponnya, tetapi mengapa hal itu sangat mempengaruhi saya? Bagaimanapun saya tidak memberinya pemberitahuan terlebih dahulu. Kurangnya komunikasi mungkin adalah \u00a0masalahnya, tapi kemarahan yang menyita pikiran saya hanya memberi saya kesedihan. Juga saya menganggap bahwa apa yang saya harus bicarakan adalah lebih penting dari apa yang ia lakukan. Bagaimana saya bisa mengurangi kemarahan saya?&#8221;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"4_Tuliskan_kesalahan_secara_jujur\">4. Tuliskan kesalahan secara jujur<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Menggunakan kata-kata yang salah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kadang-kadang kami mengamati bahwa ketika para pencari Tuhan (<em>seekers<\/em>) menulis kesalahan mereka, mereka akan menambahkan beberapa kata-kata yang mengurangi keparahan dari kesalahan tersebut. Misalnya, ada yang menulis kesalahannya dengan cara berikut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 30px\"><span style=\"color: #0086b3\"><em>\u201c<\/em><em>Ketika Joanne menghina saya di depan rekan-rekan saya<\/em><em>,<\/em><em> saya merasa <strong>sedikit<\/strong> kesal dan <\/em><em>saya<\/em><em> merasa <\/em><em>ingin membalas <\/em><em>mengata<\/em><em>i dia<\/em><em>.<\/em><em>\u201d<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebenarnya ia sangat marah, tetapi tidak mau mengakui bahwa hal itu sangat mempengaruhinya. Selain itu apa yang sangat ingin ia lakukan adalah balik menghina Joanne di depan teman-temannya untuk memberinya (Joanne) pelajaran. Jadi akan lebih baik jika ia menulis kesalahan dengan cara berikut.\\<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 30px\"><span style=\"color: #0086b3\"><em>\u201c<\/em><em>Ketika Joanne menghina saya di depan rekan-rekan saya, saya sangat marah dan saya memiliki keinginan yang kuat untuk menghina<\/em><em>nya<\/em><em> di depan teman-temannya.<\/em><em>\u201d<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Adalah lebih baik untuk menghindari penggunaan kata-kata seperti &#8216;sedikit&#8217; atau &#8216;agak&#8217; dalam kaitannya dengan kekurangan kepribadian. Hal ini dikarenakan kata-kata itu mengirimkan pesan yang salah ke pikiran dan intelek seseorang, bahwa kesalahan itu tidak begitu buruk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong><strong>Mengakui <\/strong><strong>kekurangan diri<\/strong><strong> sendiri<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Seringkali bahkan para pencari Tuhan (<em>seekers<\/em>, dapat menemui kesulitan untuk mengakui bahwa mereka memiliki kekurangan kepribadian tertentu. Sebagai contoh, tidak sulit untuk mengakui bahwa seseorang marah kepada pasangannya, karena ini hal yang normal. Namun, jauh lebih sulit untuk mengakui bahwa ia memiliki rasa iri atau cemburu terhadap pencari Tuhan lain yang telah dipuji dalam <em>satsang<\/em> untuk usahanya. Kekurangan kepribadian seperti iri, cemburu, serakah dan nafsu lebih sulit untuk diakui dibanding kemalasan, kurangnya perencanaan, tidak bertanggung jawab, dsb.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Terkadang kebutuhan untuk melindungi citra diri seseorang begitu besar sehingga ia sulit mencatat beberapa kesalahan meskipun sebenarnya ia menyadarinya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"5_Tips_lain_untuk_memudahkan_penulisan_kesalahan\">5. Tips lain untuk memudahkan penulisan kesalahan<\/span><\/h2>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Singkat, jelas, sederhana dan jujur adalah atribut kunci yang perlu diingat saat menulis kesalahan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Jika kesalahan yang sama terjadi beberapa kali sehari &#8211; seseorang cukup mencatatnya sekali saja, tetapi tetap menghitung berapa jumlah kejadian untuk memahami tingkat keparahannya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Cobalah untuk secara teratur menulis kesalahan. Anda dapat menggunakan <u>lembar kerja yang sudah disediakan<\/u> untuk menulis kesalahan Anda. Kolom B di <em>tab<\/em> &#8216;Kesalahan saya&#8217; dalam file lembar kerja adalah bagian di mana Anda perlu mencatat kesalahan yang Anda amati sepanjang tanggal di kolom A. Secara keseluruhan bab ini adalah tentang bagaimana mengisi kolom B dari lembar kerja PDR.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Terkadang seseorang bisa mendapatkan pikiran sesaat terkait kecemburuan atau kebanggaan diri. Ia harus segera mencatatnya karena ia mungkin lupa tentang hal itu pada akhir hari saat ia duduk untuk menulis kesalahan-kesalahannya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Selalu bawa peralatan untuk menulis kesalahan Anda, entah itu pena dan kertas atau aplikasi catatan di<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Menghadiri <em>satsang<\/em> bersama SSRF, karena itu akan membantu Anda menjadi lebih sadar apa saja yang dapat dianggap sebagai kesalahan, bagaimana menjadi lebih waspada untuk mengidentifikasi kesalahan, dan bagaimana cara menulis<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daftar isi1. Pengantar untuk pengumpulan data tentang diri sendiri2. Tulis kesalahan secara spesifik3. Cobalah berfokus pada diri sendiri4. Tuliskan kesalahan secara jujur5. Tips lain untuk memudahkan penulisan kesalahan 1. Pengantar untuk pengumpulan data tentang diri sendiri Dalam bab sebelumnya, kita telah membahas beberapa contoh kesalahan dan bagaimana mengkategorikan kesalahan. Dalam bab ini kita akan membahas &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Mengumpulkan data tentang diri sendiri &#8211; Cara menulis kesalahan<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":4958,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengumpulkan data tentang diri sendiri - Cara menulis kesalahan - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/\",\"name\":\"Mengumpulkan data tentang diri sendiri - Cara menulis kesalahan - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/10\/IND-Collecting-data-about-oneself-how-to-write-a-mistake.jpg\",\"datePublished\":\"2016-10-05T13:10:30+00:00\",\"dateModified\":\"2018-07-31T04:38:42+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/10\/18152226\/IND-Collecting-data-about-oneself-how-to-write-a-mistake.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/10\/18152226\/IND-Collecting-data-about-oneself-how-to-write-a-mistake.jpg\",\"width\":720,\"height\":200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Latihan spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Langkah-langkah latihan spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Pembersihan Kekurangan Kepribadian dan Pengembangan Kepribadian\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Mengumpulkan data tentang diri sendiri &#8211; Cara menulis kesalahan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengumpulkan data tentang diri sendiri - Cara menulis kesalahan - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/","name":"Mengumpulkan data tentang diri sendiri - Cara menulis kesalahan - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/10\/IND-Collecting-data-about-oneself-how-to-write-a-mistake.jpg","datePublished":"2016-10-05T13:10:30+00:00","dateModified":"2018-07-31T04:38:42+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/10\/18152226\/IND-Collecting-data-about-oneself-how-to-write-a-mistake.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/10\/18152226\/IND-Collecting-data-about-oneself-how-to-write-a-mistake.jpg","width":720,"height":200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menulis-kesalahan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Latihan spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Langkah-langkah latihan spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Pembersihan Kekurangan Kepribadian dan Pengembangan Kepribadian","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Mengumpulkan data tentang diri sendiri &#8211; Cara menulis kesalahan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Daftar isi1. Pengantar untuk pengumpulan data tentang diri sendiri2. Tulis kesalahan secara spesifik3. Cobalah berfokus pada diri sendiri4. Tuliskan kesalahan secara jujur5. Tips lain untuk memudahkan penulisan kesalahan 1. Pengantar untuk pengumpulan data tentang diri sendiri Dalam bab sebelumnya, kita telah membahas beberapa contoh kesalahan dan bagaimana mengkategorikan kesalahan. Dalam bab ini kita akan membahas&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4253"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20646"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4253"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8234,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4253\/revisions\/8234"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4958"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}