{"id":4225,"date":"2016-10-05T13:03:41","date_gmt":"2016-10-05T13:03:41","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=4225"},"modified":"2022-05-07T17:03:10","modified_gmt":"2022-05-07T17:03:10","slug":"penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/","title":{"rendered":"Penelitian perbandingan antara tanaman Ruku-ruku (Tulsi) yang disirami Y.M. Dr. Athavale dan yang tidak disirami oleh Beliau dengan instrumen biofeedback"},"content":{"rendered":"<h1><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4317\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152226\/00-IND_Tulsi-Landing.jpg\" alt=\"00-ind_tulsi-landing\" width=\"720\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152226\/00-IND_Tulsi-Landing.jpg 720w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152226\/00-IND_Tulsi-Landing-300x83.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/h1>\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Pendahuluan_tentang_manfaat_spiritual_tanaman_Tulsi_atau_Ruku-ruku\">1. Pendahuluan tentang manfaat spiritual tanaman Tulsi atau Ruku-ruku<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Latar_belakang_informasi_tentang_tanaman_Tulsi_dan_Orang-orang_Suci\">2. Latar belakang informasi tentang tanaman Tulsi dan Orang-orang Suci<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Analisis_menggunakan_mesin_pencitraan_biofield\">3. Analisis menggunakan mesin pencitraan biofield<\/a><ul><li><a href=\"#31_Pembacaan_RFI\">3.1 Pembacaan RFI<\/a><\/li><li><a href=\"#32_Pembacaan_PIP\">3.2 Pembacaan PIP<\/a><ul><li><a href=\"#321Lingkungan_tanpa_adanya_tanaman_Tulsi\">3.2.1\u00a0Lingkungan tanpa adanya tanaman Tulsi<\/a><\/li><li><a href=\"#322_Lingkungan_dengan_tanaman_Tulsi_yang_disirami_oleh_orang_biasa_8211_tanaman_Tulsi_sampel_A\">3.2.2 Lingkungan dengan tanaman Tulsi yang disirami oleh orang biasa &#8211; tanaman Tulsi sampel A<\/a><\/li><li><a href=\"#323_Lingkungan_dengan_tanaman_Tulsi_yang_disirami_oleh_YM_Dr_Athavale_8211_tanaman_Tulsi_sampel_B\">3.2.3 Lingkungan dengan tanaman Tulsi yang disirami oleh Y.M. Dr. Athavale &#8211; tanaman Tulsi sampel B<\/a><\/li><li><a href=\"#324Ringkasan_kesimpulan_dan_kepentingannya\">3.2.4\u00a0Ringkasan kesimpulan dan kepentingannya<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/div>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"1_Pendahuluan_tentang_manfaat_spiritual_tanaman_Tulsi_atau_Ruku-ruku\">1. Pendahuluan tentang manfaat spiritual tanaman <em>Tulsi<\/em> atau Ruku-ruku<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong><em>Tulsi<\/em><\/strong>\u00a0(<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ruku-ruku\"><em>Ocimum tenuiflorum<\/em><\/a>) atau\u00a0<strong>Ruku-ruku<\/strong>\u00a0dianggap sebagai tanaman yang paling suci dibanding tanaman lainnya. Tanaman ini dibudidayakan untuk tujuan keagamaan dan pengobatan, serta untuk diekstrak minyak esensialnya. Tanaman ini dikenal luas di seluruh <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Asia_Selatan\">Asia Selatan<\/a> sebagai tanaman obat dan umumnya digunakan dalam <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ayurweda\">Ayurweda<\/a>. <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/terapi-pengobatan-alternatif\">Ayurweda<\/a> adalah sebuah sistem pengobatan tradisional yang berasal dari sub-benua India, dan merupakan bentuk terapi pengobatan alternatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebuah studi dilakukan oleh <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/tentang-kami\/\">Yayasan Penelitian Sains Spiritual (SSRF)<\/a> untuk melihat efek dari tanaman <em>Tulsi<\/em> terhadap lingkungan. SSRF juga melakukan uji lebih lanjut untuk melihat apakah dampak lingkungan tanaman <em>Tulsi<\/em> terpengaruh juga oleh si penyiram tanaman. Dua tanaman <em>Tulsi<\/em> digunakan dalam percobaan:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Tanaman <em>Tulsi<\/em> A<\/strong>: Tanaman <em>Tulsi<\/em> ini disirami oleh orang biasa.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Tanaman <em>Tulsi<\/em> B<\/strong>: Tanaman <em>Tulsi<\/em> ini disirami oleh\u00a0Yang Mulia Dr. Athavale, <u>Seorang Suci\u00a0<\/u>dengan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritual-level\">tingkat kesadaran spiritual<\/a> diatas 90%.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Tingkat kesadaran spiritual seseorang hanya dapat dipastikan melalui <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indra-keenam\/\">indera keenam<\/a> yang mendalam. Namun untuk mempelajari pengaruh dari tanaman <em>Tulsi<\/em> pada lingkungan, SSRF mengunakan dua mesin pencitraan biofield yakni\u00a0<strong>Resonant Field Imaging (RFI)<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>Polycontrast Interference Photography (PIP).<\/strong><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"2_Latar_belakang_informasi_tentang_tanaman_Tulsi_dan_Orang-orang_Suci\">2. Latar belakang informasi tentang tanaman <em>Tulsi<\/em> dan Orang-orang Suci<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Rata-rata tingkat kesadaran spiritual seseorang yang tidak melakukan latihan spiritual pada <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/spiritual-research-into-the-age-of-the-universe-and-its-cycles\">era saat ini (<em>Kaliyug<\/em>)<\/a> berada antara level 20 sampai 25%. Ketika seseorang memulai latihan spiritual dan berupaya secara konsisten setiap hari, maka tingkat kesadaran spiritualnya akan secara bertahap meningkat. Ketika tingkat kesadaran spiritual seseorang mencapai 70% orang tersebut dianggap telah mencapai Kesucian. Tingkat kesadaran spiritual 100% berarti bahwa seseorang telah melebur sepenuhnya dengan Prinsip Tuhan YME.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tingkat kesadaran spiritual seseorang juga adalah fungsi dari proporsi <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/sattva_raja_tama\">tiga komponen dasar halus<\/a> yang dikandungnya. Semakin tinggi komponen <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/sattva_raja_tama\"><em>Sattva<\/em><\/a>, yang mewakili kemurnian rohani seseorang, semakin tinggi pula tingkat kesadaran spiritual seseorang. Karena tingkat <em>sattvikta<\/em> yang tinggi pada Orang Suci, mereka secara positif mempengaruhi segala sesuatu dan semua orang cukup dengan kehadiran mereka. Karena Y.M. Dr. Athavale adalah Orang Suci dengan tingkat tertinggi, telah diamati bahwa banyak benda yang digunakan oleh Beliau menunjukkan perubahan yang kasat mata karena Kesadaran Ilahi (<em>Chaitanya<\/em>) yang berasal dari Beliau. Baca lebih lanjut tentang <u>fenomena perubahan progresif <\/u><u>pada <\/u><u>objek karena energi spiritual yang positif.<\/u><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Melalui penelitian spiritual, SSRF telah menemukan bahwa tanaman <em>Tulsi<\/em> memiliki komponen <em>Sattva<\/em> tertinggi diantara tanaman lainnya. Pada bulan Oktober 2013, Partikel Ilahi (<em>Divine Particles<\/em>) telah muncul selama beberapa hari pada setiap helai daun tanaman <em>Tulsi<\/em> yang disirami oleh H.H. Dr. Athavale setiap hari di balkon Beliau. Ini adalah karena tanaman tersebut terpapar Kesadaran Ilahi yang memancar dari Y.M. Dr. Athavale.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"3_Analisis_menggunakan_mesin_pencitraan_biofield\">3. Analisis menggunakan mesin pencitraan biofield<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Jika seseorang memiliki indera keenam diatas rata-rata, ia dapat dengan mudah merasakan sifat kemurnian spiritual dari tanaman <em>Tulsi<\/em> yang disirami oleh Y.M. Dr. Athavale dan getaran positif yang dipancarkannya. Beberapa alat biofeedback seperti\u00a0<strong>RFI (Resonant Field Imaging)<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>PIP (Polycontrast Interference Photography: sebuah tipe instrumen pencitraan biofield)<\/strong>\u00a0memiliki kemampuan menangkap getaran disekitar objek dan menampilkannya dalam format visual. Hal ini memberi orang biasa kesempatan untuk melihat aura atau medan energi dari suatu objek dan lingkungan di sekitarnya secara visual.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"31_Pembacaan_RFI\">3.1 Pembacaan RFI<\/span><\/h3>\n<table class=\"tablestyle\">\n<thead>\n<tr>\n<th>\n<p align=\"JUSTIFY\"><strong>Pengukuran terhadap:<\/strong><\/p>\n<\/th>\n<th>\n<p align=\"CENTER\"><strong>Hasil<\/strong><\/p>\n<\/th>\n<th>\n<p align=\"JUSTIFY\"><strong>Apa arti hasil tersebut<\/strong><\/p>\n<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<p align=\"JUSTIFY\">Lingkungan <strong>sebelum<\/strong> penempatan tanaman <em>Tulsi<\/em> yang disirami oleh orang biasa<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p align=\"CENTER\">121.2 MHz<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p align=\"JUSTIFY\">Warna frekuensi sesuai RFI adalah orange yang menunjukkan adanya getaran dominan Tama atau getaran spiritual yang tidak murni. Komponen halus <em>Tama<\/em> menandakan polusi spiritual dan mengarahkan pada ketidaktahuan dan kelembaman.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p align=\"JUSTIFY\">Lingkungan <strong>setelah<\/strong> penempatan tanaman <em>Tulsi<\/em> yang disirami oleh orang biasa<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p align=\"CENTER\">121.2 MHz<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p align=\"JUSTIFY\">Warna yang sesuai pada grafik RFI adalah warna orange dan ini menunjukkan adanya tekanan dan negativitas di lingkungan.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p align=\"JUSTIFY\">Lingkungan di sekitar tanaman Tulsi yang disirami air oleh <strong>Y.M. Dr. Athavale<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p align=\"CENTER\">125.0 MHz<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p align=\"JUSTIFY\">Berwarna keemasan dan ini menandakan getaran positif dengan tingkatan lebih tinggi.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"32_Pembacaan_PIP\">3.2 Pembacaan PIP<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Menggunakan pencitraan biofield PIP kami mengambil\u00a0tiga pengukuran yakni:<\/p>\n<ol>\n<li>Lingkungan tanpa adanya tanaman <em>Tulsi<\/em><\/li>\n<li>Lingkungan dengan tanaman <em>Tulsi<\/em> yang disirami oleh orang biasa<\/li>\n<li>Lingkungan dengan tanaman <em>Tulsi<\/em> yang disirami oleh Y.M. Dr. Athavale<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sekarang mari kita amati setiap aura yang ditampilkan oleh mesin pencitraan biofield PIP.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><span id=\"321Lingkungan_tanpa_adanya_tanaman_Tulsi\">3.2.1\u00a0Lingkungan tanpa adanya tanaman <em>Tulsi<\/em><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Ini adalah gambar aura lingkungan ketika masih kosong dan belum ditempatkan tanaman <em>Tulsi<\/em>. Seperti terlihat dari gambar dibawah, warna utama yang terlihat adalah warna oranye dan ungu, yang menunjukkan negativitas. Warna hijau, yang menunjukkan positivitas, tersingkir oleh warna oranye. Ini adalah pengukuran dasar pada lingkungan sebelum kami menempatkan tanaman <em>Tulsi<\/em> A.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4316\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152226\/01-IND-pip_no_tulsi.jpg\" alt=\"01-ind-pip_no_tulsi\" width=\"750\" height=\"470\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152226\/01-IND-pip_no_tulsi.jpg 750w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152226\/01-IND-pip_no_tulsi-300x188.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><span id=\"322_Lingkungan_dengan_tanaman_Tulsi_yang_disirami_oleh_orang_biasa_8211_tanaman_Tulsi_sampel_A\">3.2.2 Lingkungan dengan tanaman <em>Tulsi<\/em> yang disirami oleh orang biasa &#8211; tanaman <em>Tulsi<\/em> sampel A<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam tahap pengujian berikutnya, tanaman <em>Tulsi<\/em> yang disirami oleh orang biasa ditempatkan pada lingkungan sebelumnya. Seperti yang terlihat dari diagram di bawah ini, terdapat perubahan signifikan pada aura hanya dalam waktu lima menit. Warna yang terkait dengan negativitas telah disingkirkan oleh warna-warna yang dianggap positif seperti warna hijau dan titik-titik warna biru muda terlihat dominan. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman <em>Tulsi<\/em> memiliki dampak positif pada lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/02-ind-pip_tulsi\/\" rel=\"attachment wp-att-4315\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4315\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152227\/02-IND-pip_tulsi.jpg\" alt=\"02-ind-pip_tulsi\" width=\"750\" height=\"470\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152227\/02-IND-pip_tulsi.jpg 750w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152227\/02-IND-pip_tulsi-300x188.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Lingkungan setelah<\/strong><strong> diambilnya<\/strong><strong> tanaman <em>Tulsi<\/em> yang disirami oleh orang biasa dan sebelum digantikan dengan tanaman <em>Tulsi<\/em> yang disirami oleh <\/strong><strong>Y.M<\/strong><strong>. Dr. Athavale<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4314\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152227\/03-IND-pip_pp_no_tulsi.jpg\" alt=\"03-ind-pip_pp_no_tulsi\" width=\"750\" height=\"469\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152227\/03-IND-pip_pp_no_tulsi.jpg 750w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152227\/03-IND-pip_pp_no_tulsi-300x188.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><span id=\"323_Lingkungan_dengan_tanaman_Tulsi_yang_disirami_oleh_YM_Dr_Athavale_8211_tanaman_Tulsi_sampel_B\">3.2.3 Lingkungan dengan tanaman <em>Tulsi<\/em> yang disirami oleh Y.M. Dr. Athavale &#8211; tanaman <em>Tulsi<\/em> sampel B<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Akhirnya tanaman <em>Tulsi<\/em> normal disingkirkan dan diganti dengan tanaman <em>Tulsi<\/em> yang disirami oleh Y.M. Dr. Athavale. Seperti yang terlihat dari gambar aura bawah, ada peningkatan signifikan pada jumlah warna biru muda. Biru muda menurut mesin pencitraan biofield PIP dianggap lebih positif daripada hijau. Ini menunjukkan bahwa tanaman <em>Tulsi<\/em> yang disirami Y.M. Dr. Athavale jauh lebih positif daripada tanaman <em>Tulsi<\/em> biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4313\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152227\/04-IND-pip_pp_tulsi.jpg\" alt=\"04-ind-pip_pp_tulsi\" width=\"750\" height=\"475\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152227\/04-IND-pip_pp_tulsi.jpg 750w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152227\/04-IND-pip_pp_tulsi-300x190.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><span id=\"324Ringkasan_kesimpulan_dan_kepentingannya\">3.2.4\u00a0Ringkasan kesimpulan dan kepentingannya<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam percobaan ini hasil dari mesin pencitraan biofield jelas mendukung penemuan-penemuan yang diperoleh melalui indra keenam tentang kemurnian spiritual tanaman <em>Tulsi<\/em> dan manfaat besar dari kehadiran Seorang Suci. Berikut ini adalah poin-poin penting yang ditemukan dalam percobaan ini.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"text-align: justify\">Tanaman <em>Tulsi<\/em> bersifat sangat positif dan memiliki efek positif pada lingkungan dalam waktu singkat.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Menumbuhkan tanaman <em>Tulsi<\/em> di rumah atau taman seseorang akan memiliki efek penyembuhan spiritual pada lingkungan yang akhirnya membawa manfaat bagi penghuninya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Jika seseorang menjalankan latihan spiritual, seiring tingkat kesadaran spiritualnya tumbuh, lingkungan juga akan terpengaruh secara positif.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Ketika seseorang mencapai tingkat spiritual Orang Suci, maka cukup dengan kehadiran Beliau manusia serta benda-benda di sekitar akan ikut terasuki positivitas<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Pencitraan dan analisis di atas terlaksana dengan bantuan Bpk. Santosh Joshi (Peneliti Energi Universal, Mumbai, India).<\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: justify\">SSRF mengundang Anda, ilmuwan dan para ahli di bidang masing-masing, untuk bergabung dengan kami dalam mempelajari berbagai fenomena yang belum terjelaskan di Pusat Penelitian Sains Spiritual di Goa, India<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daftar isi1. Pendahuluan tentang manfaat spiritual tanaman Tulsi atau Ruku-ruku2. Latar belakang informasi tentang tanaman Tulsi dan Orang-orang Suci3. Analisis menggunakan mesin pencitraan biofield3.1 Pembacaan RFI3.2 Pembacaan PIP3.2.1\u00a0Lingkungan tanpa adanya tanaman Tulsi3.2.2 Lingkungan dengan tanaman Tulsi yang disirami oleh orang biasa &#8211; tanaman Tulsi sampel A3.2.3 Lingkungan dengan tanaman Tulsi yang disirami oleh Y.M. Dr. &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Penelitian perbandingan antara tanaman Ruku-ruku (Tulsi) yang disirami Y.M. Dr. Athavale dan yang tidak disirami oleh Beliau dengan instrumen biofeedback<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1208,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penelitian perbandingan antara tanaman Ruku-ruku (Tulsi) yang disirami Y.M. Dr. Athavale dan yang tidak disirami oleh Beliau dengan instrumen biofeedback - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/\",\"name\":\"Penelitian perbandingan antara tanaman Ruku-ruku (Tulsi) yang disirami Y.M. Dr. Athavale dan yang tidak disirami oleh Beliau dengan instrumen biofeedback - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/00-IND_Tulsi-Landing.jpg\",\"datePublished\":\"2016-10-05T13:03:41+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-07T17:03:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152226\/00-IND_Tulsi-Landing.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152226\/00-IND_Tulsi-Landing.jpg\",\"width\":720,\"height\":200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Latihan spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Pencerahan (Orang Suci dan Guru)\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Penelitian perbandingan antara tanaman Ruku-ruku (Tulsi) yang disirami Y.M. Dr. Athavale dan yang tidak disirami oleh Beliau dengan instrumen biofeedback\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penelitian perbandingan antara tanaman Ruku-ruku (Tulsi) yang disirami Y.M. Dr. Athavale dan yang tidak disirami oleh Beliau dengan instrumen biofeedback - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/","name":"Penelitian perbandingan antara tanaman Ruku-ruku (Tulsi) yang disirami Y.M. Dr. Athavale dan yang tidak disirami oleh Beliau dengan instrumen biofeedback - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/00-IND_Tulsi-Landing.jpg","datePublished":"2016-10-05T13:03:41+00:00","dateModified":"2022-05-07T17:03:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152226\/00-IND_Tulsi-Landing.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/09\/18152226\/00-IND_Tulsi-Landing.jpg","width":720,"height":200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/penelitian-perbandingan-antara-tanaman-ruku-ruku-tulsi-yang-disirami-y-m-dr-athavale-dan-yang-tidak-disirami-oleh-beliau-dengan-instrumen-biofeedback\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Latihan spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Pencerahan (Orang Suci dan Guru)","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Penelitian perbandingan antara tanaman Ruku-ruku (Tulsi) yang disirami Y.M. Dr. Athavale dan yang tidak disirami oleh Beliau dengan instrumen biofeedback"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Daftar isi1. Pendahuluan tentang manfaat spiritual tanaman Tulsi atau Ruku-ruku2. Latar belakang informasi tentang tanaman Tulsi dan Orang-orang Suci3. Analisis menggunakan mesin pencitraan biofield3.1 Pembacaan RFI3.2 Pembacaan PIP3.2.1\u00a0Lingkungan tanpa adanya tanaman Tulsi3.2.2 Lingkungan dengan tanaman Tulsi yang disirami oleh orang biasa &#8211; tanaman Tulsi sampel A3.2.3 Lingkungan dengan tanaman Tulsi yang disirami oleh Y.M. Dr.&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4225"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47033"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4225"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4225\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14283,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4225\/revisions\/14283"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1208"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}