{"id":2771,"date":"2015-02-21T15:12:32","date_gmt":"2015-02-21T15:12:32","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=2771"},"modified":"2019-04-23T18:58:09","modified_gmt":"2019-04-23T18:58:09","slug":"barang-foto-leluhur","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/","title":{"rendered":"Cara membuang barang-barang dari orang yang sudah meninggal"},"content":{"rendered":"<p>Setelah meninggalnya seseorang yang dicintai, banyak orang yang ragu tentang apa yang harus mereka lakukan dengan barang-barang almarhum. Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan panduan yang dapat dilakukan bagi keluarga yang ditinggalkan.<\/p>\n<p>Pada tingkatan prinsip, kita dapat mengingat beberapa hal di dalam pikiran. Tindakan-tindakan yang kita ambil berkaitan dengan barang-barang leluhur yang telah meninggal, harus membantu mengurangi kemelekatan mereka dan membantu melanjutkan perjalanan mereka di alam kematian.<\/p>\n<p>Getaran\/ vibrasi dari orang yang sudah meninggal tetap berada di dalam barang-barang \u00a0yang mereka tinggalkan. Meninggalnya manusia berarti peningkatan dalam komponen dasar halus <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/sattva_raja_tama\"><em>Tama <\/em><\/a>di lingkungan sekitar. Jika terdapat penyakit yang menyebabkan meninggalnya orang tersebut, maka komponen dasar halus<em> tama<\/em> nya lebih ditekankan. Selain itu, jika seseorang menderita ketidaknyamanan yang disebabkan oleh <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hantu\/\">hantu (setan, iblis, energi negatif, dll)<\/a> sebelum, pada saat atau setelah meninggal, maka orang yang menggunakan barang-barang dari orang yang telah meninggal tersebut kemungkinan akan menderita sejumlah ketidaknyamanan terkait.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan setelah meninggalnya seorang kerabat untuk membantu almarhum mengatasi kemelakatannya terhadap barang-barang\/ harta bendanya, serta melindungi diri sendiri dari efek tidak nyaman akibat frekuensi dasar halus<em> Tama<\/em> yang berasal dari barang-barang tersebut.<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\">Cara terbaik adalah dengan membakar baju yang dikenakan oleh seseorang pada saat kematiannya dan pada saat kremasi \/ penguburan nya, karena pada saat-saat tersebut mereka paling rawan dipengaruhi oleh frekuensi dasar halus <em>Tama <\/em>yang tidak nyaman. Abu nya dapat dibenamkan di laut.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Percikkan air suci (yaitu air yang ditambahkan abu suci) di seluruh ruangan dari orang yang meninggal. Hal ini akan membantu untuk mengurangi komponen<em> tama<\/em> yang dihasilkan di atmosfer pada saat kematian.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Seluruh anggota keluarga dapat menyebut dan mengulang-ulang (Chanting) sebutan spiritual <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/leluhur-Tuhan-Datta\">\u2018Shr\u012b\u00a0Gurudev Datta\u2019<\/a>\u00a0Chanting tersebut juga dapat diputar (dengan alat pemutar musik) terus menerus dengan volume rendah di kamar orang yang meninggal. Dengan terus-menerus memutar chanting &#8216;Shri Gurudeva Datta&#8217; selama sekitar satu tahun, ruangan akan dimurnikan dan tubuh halus\/ rohani dari relatif yang telah meninggal juga memperoleh momentum dalam perjalanan selanjutnya di alam kematian.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Untuk barang-barang yang sangat berharga (melekat) bagi orang yang sudah meninggal tersebut, cara yang terbaik adalah dengan memberikan barang-barang tersebut kepada organisasi spiritual yang layak. Karena barang-barang tersebut diberikan kepada organisasi spiritual layak, maka niatan Suci YME menjadi berfungsi. Getaran dari orang yang telah meninggal di dalam barang-barangnya akan hancur dan tubuh halus nya memperoleh momentum dalam perjalanannya setelah kematian. Hal ini disebabkan oleh pahala yang diperoleh dari memberikan sumbangan ke orgranisasi yang layak. Dengan &#8216;layak&#8217;, maksud kami adalah organisasi-organisasi yang membantu masyarakat untuk menyadari tujuan spiritual mereka yang sesungguhnya di dalam hidup.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Untuk barang-barang yang tidak banyak berharga (melekat) dengan orang yang telah meninggal tersebut, anggota keluarga dapat menggunakannya setelah periode enam bulan, di mana dalam waktu tersebut getaran dari orang yang meninggal akan hilang dikarenakan pemurnian dengan chanting spiritual.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Foto dari leluhur yang sudah meninggal sebaiknya diturunkan di rumah. Memasang foto dari kerabat yang telah meninggal di dalam rumah meningkatkan keterikatan mereka terhadap kehidupan duniawi dan keluarga mereka sebelumnya. Hal tersebut pada gilirannya menghambat kemajuan dalam perjalanan spiritual mereka selanjutnya. Dalam beberapa kasus, hal tersebut (memasang foto) membuat leluhur yang telah meninggal terikat\/ menetap di rumah anggota keluarganya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Jika surat wasiat telah ditulis oleh orang yang meninggal tersebut, maka surat tersebut harus dihormati sehingga keinginannya terpenuhi.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pentingnya mempraktikkan langkah-langkah di atas adalah langkah-langkah tersebut merupakan satu faktor yang menentukan bergerak majunya atau terjebaknya leluhur yang telah meninggal di wilayah Bumi. Untuk perlindungan lengkap bagi diri kita sendiri, disarankan untuk melakukan latihan spiritual teratur yang sesuai dengan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/basicpricinples_spirituality_d\">enam prinsip dasar dalam latihan spiritual<\/a>.<\/p>\n<p style=\"float: left;font-size: 9pt;width: 49%;margin-right: 1%;margin-bottom: 0.5em;text-align: center\"><strong><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/userfiles\/newsletter\/2016\/Sri%20Datta%20Namjap.mp3\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-3957 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant.jpg\" alt=\"Shri Gurudev Datta chant\" width=\"315\" height=\"130\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant.jpg 315w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant-300x124.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 315px) 100vw, 315px\" \/><\/a><br \/>\nCatatan: Untuk mengunduh\u00a0file audio, klik kanan pada gambar\u00a0dan\u00a0klik \u201cSave link as \/ Save target as\u201d<\/strong><\/p>\n<p style=\"float: left;font-size: 9pt;text-align: center;width: 49%;margin-right: 1%;margin-bottom: 0.5em\"><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/shop\/en\/22-chanting-strips\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-3956 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-chanting-strips-small.jpg\" alt=\"Chant Datta kertas mantra\" width=\"315\" height=\"130\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-chanting-strips-small.jpg 315w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-chanting-strips-small-300x124.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 315px) 100vw, 315px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah meninggalnya seseorang yang dicintai, banyak orang yang ragu tentang apa yang harus mereka lakukan dengan barang-barang almarhum. Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan panduan yang dapat dilakukan bagi keluarga yang ditinggalkan. Pada tingkatan prinsip, kita dapat mengingat beberapa hal di dalam pikiran. Tindakan-tindakan yang kita ambil berkaitan dengan barang-barang leluhur yang telah meninggal, harus &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Cara membuang barang-barang dari orang yang sudah meninggal<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":8931,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara membuang barang-barang dari orang yang sudah meninggal - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/\",\"name\":\"Cara membuang barang-barang dari orang yang sudah meninggal - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/ind-datta-chant.jpg\",\"datePublished\":\"2015-02-21T15:12:32+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-23T18:58:09+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant.jpg\",\"width\":315,\"height\":130},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penelitian Spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kematian\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Cara membuang barang-barang dari orang yang sudah meninggal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara membuang barang-barang dari orang yang sudah meninggal - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/","name":"Cara membuang barang-barang dari orang yang sudah meninggal - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/ind-datta-chant.jpg","datePublished":"2015-02-21T15:12:32+00:00","dateModified":"2019-04-23T18:58:09+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2016\/02\/18152230\/ind-datta-chant.jpg","width":315,"height":130},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/barang-foto-leluhur\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penelitian Spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kematian","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kematian\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Cara membuang barang-barang dari orang yang sudah meninggal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Setelah meninggalnya seseorang yang dicintai, banyak orang yang ragu tentang apa yang harus mereka lakukan dengan barang-barang almarhum. Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan panduan yang dapat dilakukan bagi keluarga yang ditinggalkan. Pada tingkatan prinsip, kita dapat mengingat beberapa hal di dalam pikiran. Tindakan-tindakan yang kita ambil berkaitan dengan barang-barang leluhur yang telah meninggal, harus&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2771"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20646"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2771"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2771\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4091,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2771\/revisions\/4091"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/8931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2771"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2771"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2771"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}