{"id":265,"date":"2012-08-27T00:00:00","date_gmt":"2012-08-27T00:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian1\/hirarki-kekuasaan-di-alam-semesta\/"},"modified":"2017-10-09T16:27:57","modified_gmt":"2017-10-09T16:27:57","slug":"hirarki-kekuasaan-di-alam-semesta","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers","title":{"rendered":"Hirarki kekuasaan di alam semesta"},"content":{"rendered":"<div class=\"article\">\n<h1 class=\"toptitle\">Hirarki kekuasaan di alam semesta<\/h1>\n<p align=\"justify\">Terdapat enam jenis kekuasaan di alam semesta. Kekuatan dari kuasa-kuasa tersebut meningkat seiring dengan semakin halusnya\/ non-fisiknya kuasa -kuasa tersebut. Mari kita teliti masing-masing dari jenis kekuasaan ini<\/p>\n<p align=\"justify\"><strong>1. Fisik: <\/strong>Ini merupakan yang terendah dalam hirarki kekuasaan di alam semesta, karena ini juga merupakan yang paling kasar\/ berwujud fisik. Fisik mencakup kekuasaan dalam berbagai hal seperti:<\/p>\n<ol type=\"a\">\n<li>Obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit \u2013 contohnya antibiotik untuk membunuh kuman<\/li>\n<li>Senjata fisik yang digunakan untuk membunuh<\/li>\n<li>Kekuasaan finansial\/ keuangan<\/li>\n<li>Kekuasaan politik<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kekuasaan fisik merupakan kuasa yang secara umum tersedia untuk manusia<\/p>\n<p>Keterbatasan dari kuasa\u00a0fisik adalah kuasa ini hanya dapat berperan pada tingkatan kasar\/ fisik. Misalnya, jika seseorang tidak dapat melihat orang atau targetnya, maka senjata fisik tidak dapat menemukan targetnya.<\/p>\n<p align=\"justify\"><strong>2. Fisik dan <em>Mantra<\/em>:<\/strong> Ketika kita menggabungkan kekuatan halus\/ non-fisik dengan kekuatan fisik, maka hasilnya jauh lebih efektif. Pada zaman dahulu, ketika anak panah ditembakkan dari busur, sebuah mantra juga diucapkan. Akibat dari pengucapan mantra tersebut, nama dari musuh akan terekam dan panah tersebut\u00a0akan menemukan targetnya, bahkan jika targetnya adalah <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hantu\/\">hantu<\/a> yang sedang bersembunyi di <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hantu\/rumah-penampakan-hantu\/\">wilayah non-fisik\/ halus neraka<\/a>. Hal ini disebabkan oleh energi halus\/ non-fisik yang mengiringi anak panah tersebut. Hal ini juga merupakan prinsip yang sama yang diterapkan pada pembuatan obat-obatan <em>Ayurvedic<\/em>; yaitu obat-obatan tersebut\u00a0dibuat sembari mengucapkan mantra. Begitu juga, ketika mengusir roh halus\u00a0yang bertanggung jawab atas kerasukan, barang-barang seperti miju\/ kacang hitam, jeruk nipis, jarum dll, digunakan bersama dengan iringan mantra-mantra. Namun, kadang-kadang meskipun fisik dan mantra halus digunakan keduanya, seseorang tidak dapat\u00a0meraih keberhasilan penuh. Pada saat itu, cara-cara yang lebih halus seperti di bawah ini harus digunakan.<\/p>\n<p align=\"justify\"><strong>3. <em>Mantra:<\/em> (saja):<\/strong> Dengan menggunakan <em>mantra-mantra<\/em> yang lebih kuat, musuh-musuh dapat dikalahkan hanya dengan <em>mantra<\/em> saja. <em>Mantra<\/em> juga digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan duniawi lainnya seperti perkawinan, kekayaan dll.<\/p>\n<p class=\"pagenav\"><a href=\"#top\">^ Atas <\/a><\/p>\n<p align=\"justify\"><strong>4. Kontak: <\/strong> Pada tingkat yang lebih tinggi, terdapat kontak. Ini berarti bahwa jika seorang yang sangat berkembang\/ berevolusi secara spiritual (diatas tingkat spiritual 70%) menyentuh sesuatu, barang tersebut akan dapat memiliki kuasa untuk melenyapkan<a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hantu\/\"><u> hantu-hantu (setan, iblis, energi-energi negatif dll.)<\/u><\/a>. Namun, kontak dalam konteks ini tidak terbatas hanya pada sentuhan. Seseorang akan mendapatkan manfaat ketika masuk ke dalam kontak dengan orang yang telah berkembang secara spiritual dalam salah satu dari cara berikut. :<\/p>\n<p align=\"justify\">\u00b7 Mengingat anda.<\/p>\n<p align=\"justify\">\u00b7 Memeriksa hal apapun yang telah anda lakukan.<\/p>\n<p align=\"justify\">\u00b7 Diberitahu tentang situasi atau masalah yang sedang anda jalani.<\/p>\n<p align=\"justify\">\u00b7 Berbicara di telpon dengan anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>5. KebulatanTekad: <\/strong>Setelah tahap kesucian dicapai pada <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/pertumbuhan-spiritual\/tingkat-kesadaran\/\">tingkat kesadaran spiritual<\/a> 70%, pikiran telah terdisolusi (menyatu) dan kecerdasan (intelek) juga dalam perjalanan untuk menyatu serta mendapatkan akses ke Pikiran dan Kecerdasan Alam Semesta, yaitu Tuhan. Ketika seorang Saint (Orang Suci) maju secara spiritual melebihi tingkat spiritual 80%, pikiran Nya berjalan menuju keadaan tanpa pikiran. Pada titik ini, pikiran sederhana seperti \u2018itu mungkin terjadi\u2019 di dalam pikiran \u00a0(thoughtless state) seorang yang telah berevolusi tersebut, cukup untuk membuat peristiwa tersebut terjadi. Tidak ada hal lainnya yang diperlukan. Kebulatan Tekad Suci\u00a0ini hanya digunakan sesuai dengan kehendak Tuhan. <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/alam-semesta\/kekuatan-niat-tekad\/\"><u>Lihat artikel tentang mekanisme dari aksi kebulatan tekad.<\/u><\/a><\/p>\n<p align=\"justify\"><strong>6. Kehadiran: <\/strong> Pada tingkat tertinggi, orang yang telah berevolusi (di atas tingkat spiritual 90%) bahkan tidak perlu untuk membuat sebuah tekad. Kehadirannya semata-mata, kedekatan atau perkumpulan dari orang yang telah sangat berevolusi secara spiritual itu, cukup untuk suatu peristiwa untuk terjadi, seperti kemajuan spiritual seorang murid atau pembersihan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hantu\/\">hantu-hantu (setan, iblis, energi-energi negatif, dll.)<\/a>. Hal ini dapat dipahami melalui contoh Matahari yang membangunkan semua orang dan membuat bunga-bunga bermekaran, dll. ketika Matahari terbit. Semua terjadi hanya dengan keberadaannya. Sang Matahari tidak meminta siapapun untuk terbangun atau bunga-bunga untuk bermekaran. Saints (Orang-orang Suci) dengan tingkat spiritual di atas 90%, melakukan misi mereka dengan cara ini.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hirarki kekuasaan di alam semesta Terdapat enam jenis kekuasaan di alam semesta. Kekuatan dari kuasa-kuasa tersebut meningkat seiring dengan semakin halusnya\/ non-fisiknya kuasa -kuasa tersebut. Mari kita teliti masing-masing dari jenis kekuasaan ini 1. Fisik: Ini merupakan yang terendah dalam hirarki kekuasaan di alam semesta, karena ini juga merupakan yang paling kasar\/ berwujud fisik. Fisik &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Hirarki kekuasaan di alam semesta<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1277,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hirarki kekuasaan di alam semesta - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\/\",\"name\":\"Hirarki kekuasaan di alam semesta - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"datePublished\":\"2012-08-27T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2017-10-09T16:27:57+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penelitian Spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Alam Semesta\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Hirarki kekuasaan di alam semesta\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hirarki kekuasaan di alam semesta - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\/","name":"Hirarki kekuasaan di alam semesta - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"datePublished":"2012-08-27T00:00:00+00:00","dateModified":"2017-10-09T16:27:57+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penelitian Spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Alam Semesta","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Hirarki kekuasaan di alam semesta"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Swapnil","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/swapnil\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Hirarki kekuasaan di alam semesta Terdapat enam jenis kekuasaan di alam semesta. Kekuatan dari kuasa-kuasa tersebut meningkat seiring dengan semakin halusnya\/ non-fisiknya kuasa -kuasa tersebut. Mari kita teliti masing-masing dari jenis kekuasaan ini 1. Fisik: Ini merupakan yang terendah dalam hirarki kekuasaan di alam semesta, karena ini juga merupakan yang paling kasar\/ berwujud fisik. Fisik&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/265"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=265"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/265\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6099,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/265\/revisions\/6099"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1277"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}