{"id":2601,"date":"2014-12-05T14:43:59","date_gmt":"2014-12-05T14:43:59","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=2601"},"modified":"2024-09-29T17:33:53","modified_gmt":"2024-09-29T17:33:53","slug":"mekanisme-di-balik-metode-terapi-spiritual-yang-menggunakan-benda-barang","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh","title":{"rendered":"Mekanisme di balik Metode Terapi Spiritual yang menggunakan benda\/ barang"},"content":{"rendered":"<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Pengantar_Penyembuh_spiritual\">1. Pengantar Penyembuh spiritual<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Pentingnya_tingkat_pencapaian_spiritual_bagi_seorang_penyembuh_spiritual\">2. Pentingnya tingkat pencapaian spiritual bagi seorang penyembuh spiritual<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Perumpamaan_tentang_bagaimana_seorang_penyembuh_spiritual_dapat_menyembuhkan_seorang_pasien\">3. Perumpamaan tentang bagaimana seorang penyembuh spiritual dapat menyembuhkan seorang pasien<\/a><\/li><li><a href=\"#4_Pentingnya_tingkat_pencapaian_spiritual_seorang_peyembuh_spiritual_kabel\">4. Pentingnya tingkat pencapaian spiritual seorang peyembuh spiritual (kabel)<\/a><\/li><li><a href=\"#5_Resiko_dalam_penyembuhan_ketika_dilakukan_pada_tingkat_spritual_rendah\">5. Resiko dalam penyembuhan ketika dilakukan pada tingkat spritual rendah<\/a><\/li><li><a href=\"#6_Hingga_berapa_persentase_kah_ketiga_cara_ini_dapat_menyembuhkan_permasalahan_seseorang_yan_berkaitan_dengan_takdir\">6. Hingga berapa persentase kah, ketiga cara ini dapat menyembuhkan permasalahan seseorang yan berkaitan dengan takdir?<\/a><\/li><li><a href=\"#7_Apakah_katalisator_yang_diperlukan_untuk_mendapatkan_akses_ke_energi-energi_spiritual\">7. Apakah katalisator yang diperlukan untuk mendapatkan akses ke energi-energi spiritual?<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2><span id=\"1_Pengantar_Penyembuh_spiritual\"><strong>1. Pengantar Penyembuh spiritual<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel tentang \u2013 <span style=\"text-decoration: underline\">Mekanisme di balik Metode Penyembuhan Spiritual yang menggunakan benda\/ barang<\/span>\u00a0&lt; Metode-Terapi-Spiritual-Benda-Barang&gt;<\/p>\n<p>Sumber pengetahuan yang terkandung di dalam artikel ini berasal dari Penelitian Spiritual.<\/p>\n<p>Syarat bagi seseorang untuk menjadi seorang penyembuh spiritual adalah ia harus berada di atas tingkat pencapaian spiritual 50%; meskipun akan lebih baik jika ia berada di atas tingkat spiritual 60%. Terdapat beberapa kasus di mana seseorang dapat menyembuhkan bahkan ketika orang tersebut berada di bawah tingkat pencapaian spiritual 50% dan kami akan membahas kriteria tentang bagaimana terjadinya hal tersebut pada artikel ini. Kami akan menjelaskan cara kerja dasar tentang bagaimana seseorang mampu memberikan energi penyembuhan kepada orang lain. Artikel ini berisi informasi penting, baik dari sudut pandang seorang penyembuh dan juga orang yang mencari kesembuhan.<\/p>\n<h2><span id=\"2_Pentingnya_tingkat_pencapaian_spiritual_bagi_seorang_penyembuh_spiritual\"><strong>2. Pentingnya tingkat pencapaian spiritual bagi seorang penyembuh spiritual<\/strong><\/span><\/h2>\n<div class=\"yellow-wrapper-right yn\"><span class=\"clip\"><\/span><b>Tingkat pencapaian spiritual:<\/b> Jika kita beranggapan bahwa tingkat spiritual seseorang yang telah mencapai kesadaran Tuhan YME sebagai 100%, maka tingkat spiritual rata-rata orang biasa di masa kini adalah 20%. 90% dari populasi dunia berada di bawah tingkat spiritual 35%. Tingkat spiritual minimum seseorang untuk diakui sebagai seorang Suci (Saint) adalah 70%.<\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritual-level\">Tingkat pencapaian spiritual<\/a>\u00a0dari seorang penyembuh spiritual merupakan aspek yang terpenting yang mendefinisikan:<\/p>\n<ul>\n<li>bagaimana ppenyembuh spiritual dapat mengobati\/ menyembuhkan orang lain,<\/li>\n<li>metode penyembuhan apa yang dapat mereka gunakan dan<\/li>\n<li>Jjnis Energi Semesta yang dapat mereka akses<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span id=\"3_Perumpamaan_tentang_bagaimana_seorang_penyembuh_spiritual_dapat_menyembuhkan_seorang_pasien\"><strong>3. Perumpamaan tentang bagaimana seorang penyembuh spiritual dapat menyembuhkan seorang pasien<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Kami akan mejelaskan bagian ini dalam bentuk analogi sederhana dari menyalakan lampu. Langkah pertama dalam membuat sebuah bohlam lampu menyala adalah dengan menekan saklar lampu tersebut. Arus listrik kemudian mengalir melalui kabel dan hasil akhirnya adalah bohlam tersebut mulai berpijar. Tergantung dari bohlam mana yang ingin kita nyalakan, dengan saklar yang sesuai bohlam tersebut yang perlu untuk ditekan\/ dihidupkan. Begitu juga dalam terapi spiritual, berbagai metode penyembuhan menghasilkan berbagai efek. Dalam semua kasus, efek\/ hasil akhir dari penyembuhan (contohnya, bohlam yang berpijar atau hasil akhirnya) diatur melalui <span style=\"text-decoration: underline\">ke 5 unsur Kosmik Absolute (<em>Panchatattva<\/em>).<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2604\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/11\/18152314\/2-IND-Mechanismof-Healing.jpg\" alt=\"2-IND-Mechanismof-Healing\" width=\"600\" height=\"395\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/11\/18152314\/2-IND-Mechanismof-Healing.jpg 600w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/11\/18152314\/2-IND-Mechanismof-Healing-300x197.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Di sini &#8216;saklar&#8217; yang digunakan oleh penyembuh mengacu pada metode seperti <a href=\"\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prayers&gt;\">chanting (menyebut dan mengulang-ulang Nama Tuhan YME), doa<\/a> , Reiki, penyembuhan Prana\/ <em>Pranic<\/em>, <span style=\"text-decoration: underline\">Niatan Suci<\/span> dan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\">Kehadiran<\/a>. Tergantung pada kemampuan spiritual nya, seorang penyembuh mampu mengakses berbagai &#8216;saklar&#8217; dan mengirimkan energi tersebut kepada pasien atau orang yang membutuhkan penyembuhan.<\/p>\n<h2><span id=\"4_Pentingnya_tingkat_pencapaian_spiritual_seorang_peyembuh_spiritual_kabel\"><strong>4. Pentingnya tingkat pencapaian spiritual seorang peyembuh spiritual (kabel)<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Kami telah mengumpamakan aspek dari tingkat spiritual ini sebagai kapasitas si penyembuh spiritual untuk mengakses atau menjadi saluran bagi berbagai tingkat energi semesta. Sebagai manusia, kita terdiri dari tubuh fisik\/ jasmani (lima indera), tubuh energi vital (<em>pr\u0101\u1e47a-d\u0113ha<\/em>), pikiran, intelek, ego halus dan Jiwa\/ Roh. Pikiran merupakan sumber dari emosi-emosi dan pemikiran-pemikiran, sedangkan intelek adalah sumber dari penalaran dan hubungan sebab-akibat di antara peristiwa-peristiwa. Setiap dari tubuh-tubuh ini secara berurutan semakin halus (tak kasat mata) dibandingkan dengan yang sebelumnya. Mengacu ke artikel, <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/pengertian-jiwa-roh-manusia\">\u2018Terdiri dari apakah kita?\u2019<\/a><\/p>\n<p>Ketika kita tumbuh secara spiritual melalui latihan spiritual, kita mulai menyatukan kelima indera, pikiran dan intelek kita tersebut. Maksud kami dengan kalimat ini adalah kita mulai untuk mengarahkan upaya-upaya dan pemikiran kita menuju ke kesadaran atau menyatu dengan Tuhan YME. Dalam proses ini, kita melampaui pikiran dan intelek individu kita, dan dengan demikian kita berada dalam posisi untuk dapat mengakses Pikiran dan Intelek (Akal Budi) Alam Semesta. Dalam \u00a0diagram di bawah ini, kami menunjukkan suatu tampilan yang mewakilkan konsep spiritual tentang bagaimana Jiwa\/ Roh<em> (\u0101tm\u0101)<\/em> atau prinsip Tuhan YME di dalam diri kita mulai bersinar melalui latihan spiritual yang tepat. Sebagai hasilnya, kita pun mulai memperoleh semakin banyak kualitas \u2013 kualitas Ilahi seperti cinta kasih tanpa pengharapan bagi orang lain (<em>pr\u012bti),<\/em> \u00a0kerendahan hati, kurangnya ego, dll<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2605\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/11\/18152314\/3-IND-Evolution.jpg\" alt=\"3-IND-Evolution\" width=\"635\" height=\"819\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/11\/18152314\/3-IND-Evolution.jpg 635w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/11\/18152314\/3-IND-Evolution-232x300.jpg 232w\" sizes=\"(max-width: 635px) 100vw, 635px\" \/><\/p>\n<p>Dari sudut pandang seorang penyembuh spiritual, sesuatu yang lebih penting mulai terjadi sejalan dengan mulai terdisolusi\/ menyatunya <span style=\"text-decoration: underline\">berbagai tubuh atau lapisan-lapisan tubuh<\/span> si penyembuh tersebut yang disebabkan oleh latihan spiritual. Si penyembuh tersebut\u00a0 mendapatkan akses ke energi semesta yang tingkatannya semakin tinggi.<\/p>\n<p>SSRF menyarankan agar seseorang seharusnya mencapai minimal tingkat spiritual 50% untuk berlatih menjadi seorang penyembuh. Hal ini karena pada tingkat spiritual 50%, seseorang mulai mendapatkan akses ke energi universal yang dapat digunakan untuk penyembuhan. Namun. tingkat spiritual 60% akan lebih baik karena tingkat ini adalah tingkat spiritual di mana pikiran seorang pencari mulai melebur\/ menyatu dan oleh sebab itu orang tersebut akan lebih mampu memahami secara halus akar penyebab dari permasalahan spiritual dan juga memiliki akses ke tingkat perlindungan spiritual yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Tabel berikut memberikan informasi tentang kemampuan seseorang untuk mengakses energi Tuhan YME yang termanifestasikan (terwujud) dan energi yang tidak termanifestasikan (tak terwujud) tergantung pada tingkat spiritual nya. Energi Tuhan YME yang tidak termanifestasikan lebih kuat dibandingkan dengan yang termanifestasikan.<\/p>\n<table class=\"tablestyle\" style=\"height: 200px\" width=\"826\">\n<tbody>\n<tr>\n<th><strong>Tingkat Pencapaian Spiritual<\/strong><\/th>\n<th><strong>Energi termanifestasikan (terwujud) (<em>Sagun<\/em>) <\/strong><\/th>\n<th><strong>Energi tak termanifestasikan (tak terwujud) (<em>Nirgun<\/em>)<\/strong><\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>60%<\/td>\n<td>100<\/td>\n<td>0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>70% (Tingkat Orang Suci dimulai)<\/td>\n<td>70<\/td>\n<td>30<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>80%<\/td>\n<td>50<\/td>\n<td>50<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>90%<\/td>\n<td>20<\/td>\n<td>80<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>100%<\/td>\n<td>0<\/td>\n<td>100<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Awalnya, setiap kemampuan penyembuhan terjadi karena mengakses Energi Tuhan YME yang ter manifestasikan (Sagun). Ketika pikiran, kecerdasan dan ego seseorang\u00a0 terus larut\/ menyatu karena tingkat latihan spiritual yang semakin tinggi, ia memperoleh akses yang lebih besar ke energi Tuhan YME, yaitu energi yang tidak termanifestasikan (nirgu\u1e47). Pada tingkat spiritual 90%, energi yang tidak termanifestasikan tersebut memberikan kemampuan untuk menyembuhkan ke tingkat yang tak terbatas.<\/p>\n<p>Penyembuhan yang dilakukan oleh para Suci \u00a0(Saints) di tingkat Niatan Suci dan Kehadiran dilakukan hanya sesuai kehendak Tuhan YME. Karena penyatuan berbagai tubuh telah terjadi secara luas pada seorang Suci, maka Beliau mampu memahami pemikiran-pemikiran Tuhan YME dan dengan demikian bertindak sesuai dengan kehendak YME.<\/p>\n<p>Mengacu kepada <span style=\"text-decoration: underline\">Cara kerja Niatan Suci<\/span> sebagai kekuatan di <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\">Alam Semesta dan Hirarki dari kekuatan di Alam Semesta<\/a>.<\/p>\n<h2><span id=\"5_Resiko_dalam_penyembuhan_ketika_dilakukan_pada_tingkat_spritual_rendah\"><strong>5. Resiko dalam penyembuhan ketika dilakukan pada tingkat spritual rendah<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Seseorang juga dapat menyembuhkan pada tingkat spiritual 40%, jika ia memiliki keinginan yang besar untuk menyembuhkan. Namun pada tingkat spiritual ini, seseorang hanya dapat menyembuhkan efek dari hantu tingkat rendah yang mempengaruhi orang lain.Bersamaan dengan kemampuan yang terbatas tersebut, terdapat bahaya serius yang dapat muncul dari mencoba untuk menyembuhkan orang lain ketika penyembuh berada pada tingkat spiritual yang rendah.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Orang tersebut mudah terpengaruh oleh ketidaknyamanan (distress) spiritual dari orang yang ia coba sembuhkan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Jika orang yang sedang disembuhkan dirasuki oleh entitas negatif tingkat tinggi, makaentitas ini dapat bereaksi keras terhadap si penyembuh. Akibatnya, si penyembuh tersebut dapat menjadi terpengaruh.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Pada tingkat spiritual rendah, si penyembuh juga memiliki energi yang terbatas dan sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengatasi serangan pada tingkat halus dan untuk menyembuhkan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Hal tersebut juga dapat menyebabkan hasil penyembuhan yang lebih rendah dari yang diharapkan dan mengakibatkan berkurangnya keyakinan masyarakat dalam penyembuhan spiritual. Akibatnya, seorang pasien dapat menderita depresi karena penyembuhan tidak terjadi seperti yang diharapkan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Di tingkat spiritual yang rendah, ego si penyembuh lebih cenderung untuk naik yang mana sangat merugikan dari sudut pandang spiritual. Tingginya tingkat ego dalam diri si penyembuh dapat digunakan oleh energi negatif untuk mempengaruhi dan merasuki nya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Jika seseorang menyembuhkan untuk mendapatkan pengakuan duniawi, maka, selama jangka waktu tertentu ia juga dapat menjadi sasaran energi negatif.<\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"bluebox\">Penyembuh yang positif secara spiritual melakukan penyembuhan tanpa pamrih dan tanpa terfokus pada keuntungan materi. Di sisi lain, penyembuh yang memiliki ego yang besar serta menyembuhkan untuk ketenaran dan uang selalu dirasuki oleh energi negatif.<br \/>\nSebagai kaidahnya, 30% dari para penyembuh positif secara spiritual, sedangkan 70% sisanya menyembuhkan di bawah pengaruh energi-energi negatif.<br \/>\n<strong>Sumber:<\/strong> Penelitian Spiritual yang dilakukan oleh SSRF<\/div>\n<h2><span id=\"6_Hingga_berapa_persentase_kah_ketiga_cara_ini_dapat_menyembuhkan_permasalahan_seseorang_yan_berkaitan_dengan_takdir\"><strong>6. Hingga berapa persentase kah, ketiga cara ini dapat menyembuhkan permasalahan seseorang yan berkaitan dengan takdir?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Ketiga cara yang kami maksud di sini adalah:<\/p>\n<ol>\n<li>Penyembuhan melalui benda mati<\/li>\n<li>Penyembuhan melalui orang (penyembuh spiritual)<\/li>\n<li>Penyembuhan melalui orang Suci (Saints)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tergantung pada <span style=\"text-decoration: underline\">takdir<\/span> seseorang, orang tersebut mengalami kebahagiaan dan kesedihan yang bervariasi jumlahnya dalam hidup. Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, satu cara pasti untuk mengatasi takdir atau setidaknya terisolasi dari rasa sakit yang ditimbulkan takdir tersebut adalah dengan melakukan latihan spiritual sesuai dengan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/basicpricinples_spirituality_d\">keenam prinsip dasar dari latihan spiritual<\/a>.<\/p>\n<p>Tabel berikut ini memberikan uraian mengenai intensitas dari permasalahan-permasalahan yaang orang-orang hadapi dalam kehidupan dan bagaiman ketiga cara penyembuhan dapat membantu mengurangi permasalahan-permasalahan tersebut yaitu, penyembuhan melalui benda, orang dan orang Suci (Saint).<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Permasalahan dalam hidup dan cara penyembuhan spiritual<\/strong><\/p>\n<table class=\"tablestyle\">\n<thead>\n<tr>\n<th><\/th>\n<th>\n<p style=\"text-align: center\">Ringan<\/p>\n<\/th>\n<th>\n<p style=\"text-align: center\">Menengah<\/p>\n<\/th>\n<th>\n<p style=\"text-align: center\">Parah<\/p>\n<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td colspan=\"4\"><strong>Permasalahan dalam hidup<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Berapakah intensitas dari ringan, sedang dan parah<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">10%<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">40%<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">70%<sup>1<\/sup><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>% dari populasi dunia yang terpengaruh dengan permasalahan-permasalahan menurut intensitasnya pada tahun 2006<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">30%<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">60%<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">10%<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"4\"><strong>Bagaimana terapi spiritual dapat membantu?\u00a0\u00a0\u00a0<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Penyembuhan melalui benda mati<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">30%<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">\u00a0\u00a0 10% <sup>2<\/sup><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">10%<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pemyembuhan melalui orang<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">50%<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">30%<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">30%<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Penyembuhan melalui orang Suci (Saints)<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">70%<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">50%<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">50%<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>Catatan kaki:<\/strong><\/p>\n<p>1. 100% berarti permasalahan yang berakibat kematian sebelum waktunya<\/p>\n<p>2. Sebagai contoh untuk membaca tabel ini, hal tersebut berarti bahwa hanya 10% dari permasalahan tingkat menengah dapat diatasi dengan penyembuhan melalui benda mati<\/p>\n<h2><span id=\"7_Apakah_katalisator_yang_diperlukan_untuk_mendapatkan_akses_ke_energi-energi_spiritual\"><strong>7. Apakah katalisator yang diperlukan untuk mendapatkan akses ke energi-energi spiritual?<\/strong><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Faktor penentu utama mengenai apakah seseorang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan tergantung pada tingkat pencapaian spiritualnya. Orang-orang dengan tingkat spiritual tinggi memiliki akses terhadap kemampuan yang lebih besar untuk menyembuhkan secara spiritual.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Latihan spiritual secara teratur meningkatkan tingkat pencapaian spiritual seseorang. Tingkat spiritual seseorang dapat dicapai oleh latihan spiritual yang dilakukan di kehidupan saat ini atau kehidupan lampau.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Hasrat keinginan si penyembuh untuk menyembuhkan merupakan faktor sekunder yang membantu mengasah kemampuan seorang penyembuh spiritual untuk menyembuhkan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bacalah artikel berikutnya dalam seri ini tentang- Siapa yang harus kita sembihkan dan kapan kita harus menyembuhkan? (Akan datang)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daftar isi1. Pengantar Penyembuh spiritual2. Pentingnya tingkat pencapaian spiritual bagi seorang penyembuh spiritual3. Perumpamaan tentang bagaimana seorang penyembuh spiritual dapat menyembuhkan seorang pasien4. Pentingnya tingkat pencapaian spiritual seorang peyembuh spiritual (kabel)5. Resiko dalam penyembuhan ketika dilakukan pada tingkat spritual rendah6. Hingga berapa persentase kah, ketiga cara ini dapat menyembuhkan permasalahan seseorang yan berkaitan dengan takdir?7. &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Mekanisme di balik Metode Terapi Spiritual yang menggunakan benda\/ barang<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mekanisme di balik Metode Terapi Spiritual yang menggunakan benda\/ barang - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/\",\"name\":\"Mekanisme di balik Metode Terapi Spiritual yang menggunakan benda\/ barang - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/11\/2-IND-Mechanismof-Healing.jpg\",\"datePublished\":\"2014-12-05T14:43:59+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-29T17:33:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/11\/18152314\/2-IND-Mechanismof-Healing.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/11\/18152314\/2-IND-Mechanismof-Healing.jpg\",\"width\":600,\"height\":395},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mekanisme di balik Metode Terapi Spiritual yang menggunakan benda\/ barang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mekanisme di balik Metode Terapi Spiritual yang menggunakan benda\/ barang - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/","name":"Mekanisme di balik Metode Terapi Spiritual yang menggunakan benda\/ barang - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/11\/2-IND-Mechanismof-Healing.jpg","datePublished":"2014-12-05T14:43:59+00:00","dateModified":"2024-09-29T17:33:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/11\/18152314\/2-IND-Mechanismof-Healing.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/11\/18152314\/2-IND-Mechanismof-Healing.jpg","width":600,"height":395},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Terapi-Spiritual-Penyembuh\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mekanisme di balik Metode Terapi Spiritual yang menggunakan benda\/ barang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Abhijeet","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/abhik031982\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Daftar isi1. Pengantar Penyembuh spiritual2. Pentingnya tingkat pencapaian spiritual bagi seorang penyembuh spiritual3. Perumpamaan tentang bagaimana seorang penyembuh spiritual dapat menyembuhkan seorang pasien4. Pentingnya tingkat pencapaian spiritual seorang peyembuh spiritual (kabel)5. Resiko dalam penyembuhan ketika dilakukan pada tingkat spritual rendah6. Hingga berapa persentase kah, ketiga cara ini dapat menyembuhkan permasalahan seseorang yan berkaitan dengan takdir?7.&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2601"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47103"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2601"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2601\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16113,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2601\/revisions\/16113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2601"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2601"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2601"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}