{"id":260,"date":"2012-09-19T00:00:00","date_gmt":"2012-09-19T00:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian1\/pengertian-tentang-eksistensi-manusia-tubuh-roh-jiwa\/"},"modified":"2016-05-30T17:26:38","modified_gmt":"2016-05-30T17:26:38","slug":"hakikat-manusia","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/hakikat-manusia\/","title":{"rendered":"Hakikat Manusia &#8211; Pengertian Tubuh Roh dan Jiwa"},"content":{"rendered":"<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Pendahuluan_perihal_pengertianhakikat_manusia\">1. Pendahuluan perihal pengertian\u00a0hakikat manusia<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Pada_hakikatnya_terdiri_dari_apakah_manusia_itu\">2. Pada hakikatnya terdiri dari apakah manusia itu?<\/a><\/li><li><a href=\"#3_HakikatFisikJasmani_Manusia\">3. Hakikat\u00a0Fisik\/Jasmani Manusia<\/a><\/li><li><a href=\"#4_HakikatEnergi_Vital_Manusia\">4. Hakikat\u00a0Energi Vital Manusia<\/a><\/li><li><a href=\"#5_HakikatMental_atau_Pikiran_Manusia\">5. Hakikat\u00a0Mental atau Pikiran Manusia<\/a><\/li><li><a href=\"#6_Hakikat_Kecerdasan_atau_Akal_Budi_Manusia\">6. Hakikat Kecerdasan atau Akal Budi Manusia<\/a><\/li><li><a href=\"#7_Ego_Halus\">7. Ego Halus<\/a><\/li><li><a href=\"#8_Hakikat_Jiwa_Manusia_Roh_SejatiAtma\">8. Hakikat Jiwa Manusia (Roh Sejati\/Atma)<\/a><\/li><li><a href=\"#9_Tubuh_Halus_Hakikat_Rohani_Manusia\">9. Tubuh Halus (Hakikat Rohani Manusia)<\/a><\/li><li><a href=\"#10_Ketidaktahuan_akan_HakikatManusia_yang_Sejati\">10. Ketidaktahuan akan Hakikat\u00a0Manusia yang Sejati<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2><span id=\"1_Pendahuluan_perihal_pengertianhakikat_manusia\">1. Pendahuluan perihal pengertian\u00a0hakikat manusia<\/span><\/h2>\n<p>Pada artikel ini kami menjelaskan tentang hakikat manusia secara spiritual dan berbagai aspek dari tubuh-tubuh halus\/rohani. Ilmu pengetahuan modern telah berjalan secara mendalam tentang pemahaman akan tubuh fisik. Namun pemahamannya tentang aspek-aspek lain dari hakikat\u00a0manusia masih sangat terbatas. Misalnya pemahaman tentang kejiwaan manusia dan intelektual masih lebih kurang terbatas pada aspek-aspek fisiknya saja. Namun ilmu pengetahuan spiritual telah mempelajari seluruh hakikat\u00a0manusia dengan sangat terperinci.<\/p>\n<h2><span id=\"2_Pada_hakikatnya_terdiri_dari_apakah_manusia_itu\">2. Pada hakikatnya terdiri dari apakah manusia itu?<\/span><\/h2>\n<p>Hakikat manusia yang hidup terdiri dari tubuh-tubuh sebagai berikut:<\/p>\n<ol start=\"1\" type=\"1\">\n<li>\n<p style=\"margin: 10px 2px !important;text-align: justify\">Tubuh Fisik<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p style=\"margin: 10px 2px !important;text-align: justify\">Tubuh Energi Vital (<span lang=\"IN\"><em>Pr\u0101\u1e47a-d\u0113ha<\/em><\/span>, <em>Praan-deha<\/em>)<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p style=\"margin: 10px 2px !important;text-align: justify\">Tubuh Mental (<em>Mano-deha<\/em>)<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p style=\"margin: 10px 2px !important;text-align: justify\">Tubuh intelektual atau tubuh kausal (<em>Kaarana-deha<\/em>)<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p style=\"margin: 10px 2px !important;text-align: justify\">Ego Halus atau tubuh suprakausal (<em>Mahaakaarana-deha<\/em>)<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p style=\"margin: 10px 2px !important;text-align: justify\">Jiwa (Roh Sejati) atau Prinsip Tuhan YME dalam setiap diri kita (<em>Atma<\/em>)<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 468px;height: 630px\" src=\"\/userfiles\/image\/009%20Indonesian\/Pengertian-jiwa-tubuh-roh.gif\" alt=\"Hakikat manusia - fisik, tubuh halus roh, dan jiwa\" width=\"468\" height=\"630\" \/><\/p>\n<p>Pada bagian berikutnya, kami akan menjelaskan hakikat tubuh-tubuh tersebut di atas\u00a0dengan lebih terperinci.<\/p>\n<h2><span id=\"3_HakikatFisikJasmani_Manusia\">3. Hakikat\u00a0Fisik\/Jasmani Manusia<\/span><\/h2>\n<p>Hakikat manusia sebagai Tubuh Fisik adalah aspek yang dipelajari paling dalam oleh ilmu pengetahuan modern. Hakikat fisik manusia terdiri dari kerangka\/tulang, otot, jaringan, organ, darah, organ panca indera, dll.<\/p>\n<h2><span id=\"4_HakikatEnergi_Vital_Manusia\">4. Hakikat\u00a0Energi Vital Manusia<\/span><\/h2>\n<p>Tubuh Energi Vital adalah bagian dari hakikat manusia yang juga dikenal sebagai <em>Praandeha<\/em>. Tubuh ini berfungsi menyediakan energi vital, yang merupakan energi kehidupan untuk menjaga semua fungsi dari tubuh fisik maupun tubuh mental. Ada lima jenis energi vital atau pr\u0101\u1e47a, <em>praana<\/em>:<\/p>\n<ul>\n<li><strong><em>Praana:<\/em><\/strong> Energi untuk aktivitas menghirup nafas<\/li>\n<li><strong><em>Udaana:<\/em><\/strong> Energi untuk aktivitas menghembuskan nafas dan pidato.<\/li>\n<li><strong><em>Samaana:<\/em><\/strong> Energi untuk aktivitas dari perut dan usus.<\/li>\n<li><strong><em>Vyaana:<\/em><\/strong> Energi untuk gerakan motorik dan non-motorik dari tubuh.<\/li>\n<li><strong><em>Apaana:<\/em><\/strong> Energi untuk buang air kecil, ekskresi, ejakulasi, melahirkan, dll<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pada saat meninggal, Energi Vital dilepaskan kembali ke Alam Semesta dan selain itu juga membantu memberi dorongan pada\u00a0tubuh halus\/rohani manusia untuk perjalanan selanjutnya di alam kematian.<\/p>\n<h2><span id=\"5_HakikatMental_atau_Pikiran_Manusia\">5. Hakikat\u00a0Mental atau Pikiran Manusia<\/span><\/h2>\n<p>Tubuh Mental (<em>Manodeha<\/em>) atau Pikiran adalah bagian dari hakikat manusia yang menjadi pusat dari semua perasaan, emosi, dan hasrat keinginan kita. Pada hakikatnya, tubuh ini membawa impresi-impresi\/kebiasaan-kebiasaan yang tak terhitung jumlahnya dari kehidupan sekarang dan yang lampau. Hakikat tubuh mental atau pikiran manusia terdiri dari tiga bagian:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pikiran sadar:<\/strong> Ini adalah bagian dari pemikiran-pemikiran dan perasaan-perasaan yang kita sadari.<\/li>\n<li><strong>Pikiran bawah sadar:<\/strong>\u00a0Hakikat pikiran manusia ini\u00a0berisi semua impresi yang diperlukan untuk menyelesaikan takdir\/karma kita (pr\u0101rabdha-karma, praarabdha) dalam kehidupan kita saat ini. Pemikiran-pemikiran dari kumpulan pikiran bawah sadar ini, kadang-kadang muncul ke dalam pikiran sadar dari waktu ke waktu baik dalam menanggapi beberapa stimulus eksternal atau bahkan tanpa adanya stimulus. Hal ini misalnya, selama sehari penuh seseorang mendapat pemikiran yang acak dan tidak terkait satu sama lain tentang beberapa kejadian di masa kecilnya.<\/li>\n<li><strong>Pikiran tidak sadar:<\/strong> Ini adalah\u00a0hakikat\u00a0dari pikiran manusia yang tidak kita sadari. Pikiran ini berisi semua impresi yang berkaitan dengan semua <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/karma-takdir\/\" target=\"_blank\">akumulasi hutang\u00a0karma<\/a>\u00a0kita.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pikiran bawah sadar dan pikiran tidak sadar\u00a0sebagai satu kesatuan\u00a0dikenal sebagai <em>Chitta<\/em>.<\/p>\n<p>Terkadang kita juga merujuk pada salah satu hakikat\u00a0dari Tubuh Mental sebagai Tubuh Hasrat\/Keinginan atau <em>Vaasanaadeha<\/em>. Ini adalah aspek pikiran yang berisi semua impresi dari hasrat-hasrat keinginan.<\/p>\n<p>Silakan lihat di artikel <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/karma-takdir\/pengetahuan-spiritual-karma\/\" target=\"_blank\">&#8216;Mengapa kita melakukan hal-hal yang kita lakukan\u2019<\/a>\u00a0serta e-tutorial dengan judul yang sama untuk memahami pengertian tentang struktur fungsional dari pikiran manusia.<\/p>\n<p>Organ fisik\/jasmani yang terkait dengan Tubuh Mental adalah otak.<\/p>\n<h2><span id=\"6_Hakikat_Kecerdasan_atau_Akal_Budi_Manusia\">6. Hakikat Kecerdasan atau Akal Budi Manusia<\/span><\/h2>\n<p>Tubuh Kausal (<em>Kaaranadeha<\/em>) atau Tubuh Intelektual (akal budi) merupakan bagian dari hakikat manusia yang berkaitan dengan proses pengambilan keputusan serta kemampuan logika dan nalar. Organ fisik yang terkait dengan Tubuh Intelektual adalah otak.<\/p>\n<h2><span id=\"7_Ego_Halus\">7. Ego Halus<\/span><\/h2>\n<p>Ego Halus atau Tubuh Suprakausal (<em>Mahaakaaranadeha<\/em>) adalah sisa-sisa\u00a0terakhir dari ketidaktahuan akan Hakikat Sejati Manusia\u00a0dan merupakan perasaan bahwa kita manusia terpisah dari Tuhan YME.<\/p>\n<h2><span id=\"8_Hakikat_Jiwa_Manusia_Roh_SejatiAtma\">8. Hakikat Jiwa Manusia (Roh Sejati\/<em>Atma<\/em>)<\/span><\/h2>\n<p>Hakikat\u00a0Jiwa (Roh Sejati) merupakan prinsip Tuhan dalam diri setiap manusia dan juga merupakan Hakikat Manusia\u00a0yang Sejati. Hakikat Jiwa\u00a0merupakan komponen utama dari tubuh halus\/rohani yang merupakan bagian kecil dari Prinsip Tuhan yang Agung dengan sifat\/kualitas Kebenaran\u00a0Sejati\u00a0(<em>Sat<\/em>), Kesadaran Sempurna\u00a0(<em>Chit<\/em>) dan Bahagia Sejati\u00a0(<em>Bliss<\/em>\/ <em>\u0100nand<\/em>). Jiwa (Roh Sejati, <em>Atma<\/em>) tidak dipengaruhi oleh pasang surut kehidupan dan berada dalam keadaan Bahagia\u00a0Sejati terus menerus. Ia melihat naik turunnya kehidupan dalam <em>Maya<\/em> (Ilusi Besar) dengan sikap sebagai pengamat. Hakikat Jiwa\u00a0manusia berada di luar <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/sattva_raja_tama\" target=\"_blank\">3 komponen dasar non-fisik<\/a>, namun hakikat kesadaran kita lainnya seperti Tubuh Fisik dan Tubuh Mental masih terdiri atas ke-3 komponen tersebut.<\/p>\n<h2><span id=\"9_Tubuh_Halus_Hakikat_Rohani_Manusia\">9. Tubuh Halus (Hakikat Rohani Manusia)<\/span><\/h2>\n<p>Tubuh halus didefinisikan sebagai bagian dari hakikat manusia\u00a0yang meninggalkan eksistensi\u00a0atau kesadaran\u00a0Tubuh Fisik\/Jasmani kita pada saat kematian fisik. Tubuh ini terdiri dari Tubuh Mental, Tubuh Kausal\/Intelektual, Tubuh Suprakausal\/Ego Halus, dan Hakikat Jiwa (Roh Sejati). Apa yang tertinggal di dunia ini pada saat kematian fisik hanyalah Tubuh Fisik kita. Energi Vital kita dilepaskan kembali ke Alam Semesta.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah beberapa aspek\u00a0lain dari Tubuh Halus manusia:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Organ indera halus\/non-fisik:<\/strong> Yang kami maksud dengan organ indera non-fisik adalah aspek non-fisik dari organ panca indra kita yang memungkinkan kita untuk merasakan alam non-fisik. Misalnya, kita dapat merasakan aroma halus\/non-fisik seperti melati tanpa adanya stimulus apapun yang menyebabkan aroma itu. Aroma tersebut juga hanya dapat dialami oleh satu orang dan bukan oleh orang-orang yang lain di ruangan yang sama. Hal ini dijelaskan dengan lebih terperinci dalam artikel kami <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indra-keenam\/\" target=\"_blank\">Apakah indera keenam itu?<\/a><\/li>\n<li><strong>Organ motorik non-fisik: <\/strong> Yang kami maksud dengan organ motorik non-fisik adalah aspek non-fisik dari organ-organ fisik motorik kita seperti tangan, lidah, dll. Semua kegiatan dimulai pertama kali di organ motorik halus dan kemudian dilaksanakan\u00a0dalam dimensi fisik melalui organ motorik fisik.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span id=\"10_Ketidaktahuan_akan_HakikatManusia_yang_Sejati\">10. Ketidaktahuan akan Hakikat\u00a0Manusia yang Sejati<\/span><\/h2>\n<p>Semua bagian hakikat\u00a0manusia selain Hakikat Jiwa (Roh Sejati, <em>Atma<\/em>) merupakan bagian dari <em>M\u0101y\u0101<\/em> (Ilusi Besar). Hal ini disebut ketidaktahuan atau <em>Avidyaa<\/em> yang bila diterjemahkan secara harfiah berarti \u2018ketiadatahuan\u2019. Kata ketidaktahuan atau <em>Avidyaa<\/em> (Kegelapan) berasal dari kenyataan bahwa kita manusia mengidentifikasi diri dengan tubuh fisik, tubuh pikiran, dan tubuh intelek kita, namun bukan dengan hakikat utama\u00a0manusia yang sejatinya merupakan Jiwa (Roh Sejati) atau prinsip Tuhan YME (<em>Atma<\/em>) di dalam diri kita.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 658px;height: 561px\" src=\"\/userfiles\/image\/009%20Indonesian\/Pengertian-jiwa-tubuh-roh-atma.gif\" alt=\"Hakikat Jiwa (roh sejati, atma) pada tubuh halus manusia\" width=\"658\" height=\"561\" \/><\/p>\n<p>Ketidaktahuan merupakan akar penyebab ketidakbahagiaan. Manusia akan melekat pada uang, rumah, keluarga, kota, negara, dll. Semakin besar kemelekatannya kepada individu atau objek, semakin besar pula kemungkinan untuk timbulnya ketidakbahagiaan dari kemelekatan tersebut. Bahkan, seorang pekerja sosial yang ideal atau Orang Suci dapat menjadi melekat pada masyarakat atau pengikutnya. Kemelekatan terbesar yang dimiliki setiap orang adalah dirinya sendiri; yaitu pikiran dan tubuhnya sendiri. Bahkan sedikit saja ketidaknyamanan atau penyakit dapat membuat seseorang tidak bahagia. Maka setiap orang harus secara bertahap melepas kemelekatannya pada diri sendiri dan menerima rasa sakit serta penyakitnya dengan tenang. Hal ini tentu saja dibarengi dengan suatu pengertian yang mendalam\u00a0bahwa pada hakikatnya kebahagiaan dan ketidakbahagiaan yang dialami dalam hidup disebabkan terutama karena takdir kita. Selain itu, hanya dengan mengidentifikasikan diri kita\u00a0pada Hakikat Sejati\u00a0Manusia (Jiwa), barulah kita dapat mengalami Bahagia\u00a0Sejati\u00a0(<em>Bliss<\/em>, <em>Anand<\/em>).<\/p>\n<p>Jiwa (Roh Sejati, <em>Atma<\/em>) dan Ketidaktahuan secara bersama-sama menjadi\u00a0\u2018perwujudan Jiwa\u2019. &#8216;Ketidaktahuan&#8217;\u00a0pada\u00a0seorang manusia yang hidup memiliki dua puluh komponen\u00a0secara keseluruhan\u00a0&#8211; Tubuh Fisik, kelima organ indera non-fisik, kelima organ motorik non-fisik, kelima energi vital, pikiran sadar, <em>Chitta<\/em>, Intelek, dan Ego. Oleh karena fungsi dari komponen-komponen tubuh halus tersebut berjalan secara terus menerus, maka perhatian dari \u2018perwujudan Jiwa\u2019 menjadi lebih tertuju kepada komponen-komponen tersebut dan bukan kepada Hakikat Jiwa (Roh Sejati, <em>Atma<\/em>).\u00a0Akibatnya\u00a0seseorang\u00a0menjauh dari pengertian akan Hakikat Jiwa\u00a0yang Sejati\u00a0dan cenderung menuju kepada ketidaktahuan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terdiri dari apakah kita? Artikel ini menjelaskan tentang pengertian komposisi tubuh manusia dan berbagai tubuh rohani\/ halus nya serta jiwa (roh)<\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1075,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hakikat Manusia - Pengertian Tubuh Roh dan Jiwa - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/hakikat-manusia\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/hakikat-manusia\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/hakikat-manusia\/\",\"name\":\"Hakikat Manusia - Pengertian Tubuh Roh dan Jiwa - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"datePublished\":\"2012-09-19T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2016-05-30T17:26:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/hakikat-manusia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/hakikat-manusia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/hakikat-manusia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penelitian Spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kundalini &#038; chakras\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Hakikat Manusia &#8211; Pengertian Tubuh Roh dan Jiwa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hakikat Manusia - Pengertian Tubuh Roh dan Jiwa - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/hakikat-manusia\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/hakikat-manusia\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/hakikat-manusia\/","name":"Hakikat Manusia - Pengertian Tubuh Roh dan Jiwa - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"datePublished":"2012-09-19T00:00:00+00:00","dateModified":"2016-05-30T17:26:38+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/hakikat-manusia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/hakikat-manusia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/hakikat-manusia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penelitian Spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kundalini &#038; chakras","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Hakikat Manusia &#8211; Pengertian Tubuh Roh dan Jiwa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Swapnil","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/swapnil\/"},"uagb_comment_info":3,"uagb_excerpt":"Terdiri dari apakah kita? Artikel ini menjelaskan tentang pengertian komposisi tubuh manusia dan berbagai tubuh rohani\/ halus nya serta jiwa (roh)","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/260"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=260"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/260\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3832,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/260\/revisions\/3832"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=260"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=260"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=260"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}