{"id":256,"date":"2012-10-21T00:00:00","date_gmt":"2012-10-21T00:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian1\/apakah-arti-hidup-dan-tujuan-hidup-manusia\/"},"modified":"2017-10-06T06:50:07","modified_gmt":"2017-10-06T06:50:07","slug":"arti-tujuan-hidup-manusia","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/","title":{"rendered":"Apakah arti hidup dan tujuan hidup manusia?"},"content":{"rendered":"<h1><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone\" style=\"width: 750px; height: 225px;\" src=\"\/userfiles\/image\/009 Indonesian\/Purpose of life\/IND_(M)_purpose-of-life-landingpage.jpg\" alt=\"Arti dan Tujuan Hidup Manusia\" width=\"750\" height=\"254\" \/><\/h1>\n<div id=\"TableOfContentsContainer\"><\/div>\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Kata_pengantar_dari_tujuan-tujuan_hidup_atau_arti_hidup\">1. Kata pengantar dari tujuan-tujuan hidup atau arti hidup<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Menyelesaikan_akun_memberi-dan-menerima_karma_kita\">2. Menyelesaikan akun memberi-dan-menerima (karma) kita<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Membuat_kemajuan_spiritual_tujuan_hidup_atau_arti_hidup_sesungguhnya\">3. Membuat kemajuan spiritual (tujuan hidup atau arti hidup sesungguhnya)<\/a><\/li><li><a href=\"#4_Apa_yang_dimaksud_dalam_hal_ini_mengenai_artitujuanhidup_kita\">4. Apa yang dimaksud dalam hal ini mengenai arti\/tujuan\u00a0hidup kita?<\/a><\/li><li><a href=\"#5_Contoh_dari_bagaimana_kehidupan_duniawi_dapat_selaras_dengan_tujuan-tujuan_spiritual\">5. Contoh dari bagaimana kehidupan duniawi dapat selaras dengan tujuan-tujuan spiritual<\/a><\/li><li><a href=\"#6_Apa_yang_salah_dengan_dilahirkan_lagidan_lagi\">6. Apa yang salah dengan dilahirkan lagi\u00a0dan lagi?<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2><span id=\"1_Kata_pengantar_dari_tujuan-tujuan_hidup_atau_arti_hidup\">1. Kata pengantar dari tujuan-tujuan hidup atau arti hidup<\/span><\/h2>\n<p>Kerap kali kita mendengar pertanyaan klise tentang \u2018Apa arti dari hidup?\u2019 atau \u2018Apakah tujuan hidup itu?\u2019 atau \u2018Kenapa kita dilahirkan? Dalam kebanyakan kasus, kita memiliki agenda masing-masing tentang apa yang menjadi tujuan-tujuan dalam hidup kita. Namun dari sudut pandang spiritual, terdapat dua alasan dasar tentang mengapa kita dilahirkan. Alasan-alasan inilah yang mendefinisikan tujuan hidup kita yang paling mendasar. Tujuan-tujuan ini adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Untuk menyelesaikan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/karma-takdir\/\">akun memberi-dan-menerima (hutang\u00a0karma)<\/a> yang kita miliki dengan berbagai orang.<\/li>\n<li>Untuk membuat kemajuan spiritual dengan tujuan akhir bersatu dengan Tuhan dan dengan demikian keluar dari siklus kelahiran dan kematian.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span id=\"2_Menyelesaikan_akun_memberi-dan-menerima_karma_kita\">2. Menyelesaikan akun memberi-dan-menerima (karma) kita<\/span><\/h2>\n<p>Dalam kehidupan-kehidupan, kita mengakumulasi banyak akun-akun memberi-dan-menerima yang merupakan hasil langsung dari perbuatan dan tindakan kita. Akun-akun tersebut mungkin berupa positif atau negatif, tergantung sifat positif-negatif dari tindakan-tindakan kita tersebut. Pada hakekatnya, dalam era\u00a0masa\u00a0sekarang\u00a0ini sekitar 65% dari kehidupan kita telah ditakdirkan (tidak berada dalam kendali kita) dan 35% dari kehidupan kita diatur oleh kehendak bebas kita sendiri. Semua peristiwa-peristiwa besar dalam hidup kita telah ditakdirkan. Peristiwa-peristiwa ini termasuk kelahiran kita, keluarga di mana kita dilahirkan, pasangan hidup\u00a0yang kita nikahi, anak-anak yang kita miliki, penyakit serius dan waktu kematian kita. Kebahagiaan dan rasa sakit yang kita berikan dan terima dari orang-orang yang kita cintai dan kenali merupakan bentuk sederhana dari kasus akun-akun memberi-dan-menerima sebelumnya yang mengarahkan bagaimana hubungan-hubungan antar manusia\u00a0terungkap.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone\" style=\"width: 504px; height: 553px;\" src=\"\/userfiles\/image\/009 Indonesian\/Purpose of life\/IND_(M)_Accumulated-account-and-des.gif\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bagaimanapun, takdir kita dalam kehidupan saat ini hanyalah merupakan sebagian kecil dari akumulasi akun memberi-dan-menerima yang telah kita kumpulkan dalam banyak kehidupan<\/p>\n<p>Dalam kehidupan kita, sembari kita menyelesaikan akun memberi-dan-menerima serta takdir yang diperuntukkan untuk kelahiran kita kali ini, pada saat yang sama kita juga akhirnya membuat lebih banyak akun-akun dengan bertindak\/berkehendak bebas. Hal ini pada akhirnya ditambahkan ke dalam keseluruhan akun memberi-dan-menerima, yang dikenal sebagai akun akumulasi. Sebagai hasilnya, kita harus terlahir kembali untuk melunasi akun-akun memberi-dan-menerima lebih lanjut dan terjebak dalam siklus kelahiran dan kematian.<\/p>\n<p>Lihat ke artikel tentang \u2018<a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/karma-takdir\/pembebasan-karma\/\">Pembebasan dari siklus kelahiran dan kematian<\/a>\u2019 karena ini menjelaskan bagaimana kita terjebak dalam siklus kelahiran dan kematian.<\/p>\n<h2><span id=\"3_Membuat_kemajuan_spiritual_tujuan_hidup_atau_arti_hidup_sesungguhnya\">3. Membuat kemajuan spiritual (tujuan hidup atau arti hidup sesungguhnya)<\/span><\/h2>\n<div class=\"yellow-wrapper-right yn\"><span class=\"clip\"><\/span>Tingkat pencapaian spiritual samashti mengacu pada tingkat spiritual yang dicapai melalui latihan spiritual demi kepentingan masyarakat (samashti s\u0101dhan\u0101), sedangkan latihan spiritual vyashti mengacu pada tingkat spiritual yang dicapai melalui latihan spiritual individu (vyashti s\u0101dhan\u0101). Dalam waktu saat ini, kemajuan spiritual demi kepentingan masyarakat prioritasnya 70%,  sedangkan latihan spiritual individu prioritasnya 30%.<\/div>\n<p>Puncak perkembangan spiritual pada\u00a0semua Jalan Spiritual adalah menyatu dengan Tuhan. \u2018Menyatu&#8217; dengan Tuhan berarti mengalami Kesadaran Tuhan di dalam diri kita dan di sekitar kita serta tidak mengidentifikasi diri dengan panca\u00a0indera, pikiran dan intelek. Penyatuan ini terjadi pada <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritual-level\">tingkat kesadaran\u00a0spiritual<\/a> 100%. Kebanyakan orang di dunia saat ini berada pada tingkat kesadaran spiritual 20-25% dan enggan\u00a0melakukan suatu latihan\u00a0spiritual untuk mengembangkan spiritualitasnya. Mereka juga mengidentifikasikan diri mereka dengan\u00a0panca\u00a0indera, pikiran dan intelek. Hal ini tercermin dalam kehidupan kita dimana fokus utama kita terletak pada penampilan kita atau bersikap sombong tentang kepintaran atau kesuksesan kita.<\/p>\n<p>Dengan melakukan\u00a0latihan\u00a0spiritual, ketika kita tumbuh ke tingkat kesadaran\u00a0spiritual 60% (<em>samashti<\/em>) atau 70% (<em>vyashti<\/em>), kita terbebas dari siklus kehidupan dan kematian. Setelah tingkat kesadaran\u00a0spiritual tersebut, kita dapat melunasi apapun yang tersisa dari akun memberi-dan-menerima kita dari alam-alam non-fisik\/halus <em>Mah\u0101rlok<\/em> ke atas. Namun terkadang, orang-orang di atas tingkat pencapaian spiritual 60% (<em>samashti<\/em>) atau 70% (<em>vyashti<\/em>) bisa saja memilih untuk dilahirkan kembali di Bumi untuk membimbing umat manusia dalam Spiritualitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4099 alignnone\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2012\/10\/18152229\/IND-spiritual-level-and-liberation.gif\" alt=\"Tingkat kesadaran spiritual dan pembebasan dari siklus kelahiran\" width=\"636\" height=\"550\" \/><\/p>\n<p>Pertumbuhan spiritual hanya mungkin terjadi melalui latihan\u00a0spiritual yang sesuai dengan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/basicpricinples_spirituality_d\">enam prinsip dasar spiritualitas<\/a>. Jalan-jalan spiritual yang tidak sesuai dengan keenam prinsip dasar\u00a0tersebut bisa jadi\u00a0menyebabkan stagnasi dalam pertumbuhan spiritual seorang individu.<\/p>\n<p>Lihat ke artikel tentang <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/alam-setelah-kematian\/kehidupan-setelah-kematian\/\">Pentingnya alam\u00a0Bumi (fisik) dalam\u00a0latihan spiritual dibandingkan dengan alam spiritual lainnya seperti Surga dan Neraka<\/a>.<\/p>\n<h2><span id=\"4_Apa_yang_dimaksud_dalam_hal_ini_mengenai_artitujuanhidup_kita\">4. Apa yang dimaksud dalam hal ini mengenai arti\/tujuan\u00a0hidup kita?<\/span><\/h2>\n<p>Sebagian besar dari kita memiliki tujuan hidup\/arti hidup masing-masing. Tujuan-tujuan hidup ini mungkin menjadi seorang dokter, menjadi kaya dan terkenal atau mewakili negara dalam bidang tertentu. Apapun tujuannya, bagi sebagian besar dari kita, banyak tujuan tersebut lebih dominan bersifat\u00a0duniawi. Sistem-sistem pendidikan kita yang ada telah tertata untuk membantu kita mengejar tujuan-tujuan duniawi itu. Sebagai orang tua kita juga menanamkan tujuan hidup duniawi yang sama pada anak-anak kita dengan mendorong mereka untuk belajar dan masuk dalam profesi-profesi yang memberikan mereka manfaat keuangan lebih banyak dibandingkan dengan profesi kita sendiri.<\/p>\n<p>Seseorang mungkin bertanya, \u201cBagaimana tujuan-tujuan hidup duniawi ini\u00a0bisa\u00a0sejalan dengan tujuan hidup spiritual dan alasan untuk kelahiran kita di Bumi?\u201d<\/p>\n<p>Jawabannya cukup sederhana. Kita berjuang untuk tujuan-tujuan duniawi terutama karena mencari kepuasan dan kebahagiaan. Upaya untuk mencapai \u2018kebahagiaan puncak dan kekal\u2019 tersebut pada hakekatnya merupakan apa yang mendorong semua tindakan kita. Namun, setelah kita mencapai tujuan-tujuan duniawi kita, kebahagiaan dan kepuasaan yang dihasilkan hanya bertahan sebentar\u00a0saja, kemudian kita mengejar mimpi selanjutnya untuk diraih.<\/p>\n<p>\u2018Kebahagiaan yang puncak dan kekal\u2019 hanya dapat dicapai melalui latihan\u00a0spiritual yang sesuai dengan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/basicpricinples_spirituality_d\">enam prinsip dasar latihan\u00a0spiritual<\/a>. Wujud kebahagiaan tertinggi yaitu <em>Bliss<\/em> (Kebahagiaan Hakiki) merupakan aspek dari Tuhan. Ketika kita bersatu denganNya, kita pun merasakan <em>Bliss<\/em> yang terus menerus.<\/p>\n<p>Ini bukan berarti bahwa kita harus meninggalkan apa yang kita lakukan dan hanya fokus pada\u00a0latihan\u00a0spiritual. Apa yang dimaksud adalah hanya dengan melakukan latihan\u00a0spiritual bersamaan dengan kehidupan duniawi, barulah kita dapat mengalami kebahagiaan yang puncak dan kekal dalam arti sebenarnya. Manfaat-manfaat dari latihan\u00a0spiritual telah kita diskusikan secara terperinci dalam bab tentang \u2018<a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/-kebahagiaan-kekal\">Penelitian spiritual untuk kebahagiaan yang kekal<\/a>\u2019<\/p>\n<p>Singkatnya, semakin tujuan-tujuan hidup kita berselaras dengan tujuan\u00a0perkembangan spiritual, semakin hidup kita menjadi kaya dan semakin sedikit rasa sakit yang kita alami dari hidup ini. Berikut ini adalah contoh dari bagaimana pandangan dalam tujuan hidup kita berubah sejalan dengan berkembang dan matangnya kita secara spiritual.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone\" style=\"width: 595px; height: 330px;\" src=\"\/userfiles\/image\/009%20Indonesian\/Purpose%20of%20life\/IND_(M)_Arti_Tujuan_Hidup.gif\" \/><\/p>\n<h2><span id=\"5_Contoh_dari_bagaimana_kehidupan_duniawi_dapat_selaras_dengan_tujuan-tujuan_spiritual\">5. Contoh dari bagaimana kehidupan duniawi dapat selaras dengan tujuan-tujuan spiritual<\/span><\/h2>\n<p>Di SSRF, kami memiliki sejumlah relawan yang melayani Tuhan dengan mempersembahkan waktu dan pengalaman kerja mereka. Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Salah satu anggota kami adalah seorang konsultan IT dan menjalankan aspek-aspek teknikal dari situs SSRF pada saat waktu luangnya.<\/li>\n<li>Salah satu anggota dari tim redaksi adalah seorang psikiater dan membantu dalam memeriksa informasi yang dimuat dalam situs SSRF dari sudut pandang arti medis dan spiritualnya.<\/li>\n<li>Anggota SSRF lainnya bepergian ke negara-negara berbeda saat bekerja. Dia mengunakan waktu luangnya untuk memberitahu organisasi-organisasi dengan visi sama di negara itu tentang situs SSRF.<\/li>\n<li>Ibu rumah tangga membantu menyiapkan hidangan ringan untuk pertemuan-pertemuan spiritual.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pencari Tuhan\u00a0dari SSRF telah melihat suatu lompatan perubahan positif dalam kehidupan mereka ketika mereka mulai menaburkan spiritualitas dalam kehidupan mereka. Salah satu perbedaan utama tersebut adalah peningkatan dalam kebahagiaan dan berkurangnya kesedihan. Walaupun ketika anggota-anggota SSRF menghadapi sebuah situasi yang seharusnya menyakitkan atau traumatis, mereka mendapatkan pengalaman telah terlindungi dari rasa sakit tersebut.<\/p>\n<h2><span id=\"6_Apa_yang_salah_dengan_dilahirkan_lagidan_lagi\">6. Apa yang salah dengan dilahirkan lagi\u00a0dan lagi?<\/span><\/h2>\n<p>Terkadang orang berpikir, \u201cApa yang salah dengan dilahirkan lagi\u00a0dan lagi?\u201d<\/p>\n<p>Saat kita masuk lebih jauh ke <em>Kaliyug<\/em> (Era Perselisihan), yaitu era sekarang dari Alam Semesta, sebagian besar kehidupan akan semakin dipenuhi dengan permasalahan dan rasa sakit. Penelitian spiritual telah menunjukkan bahwa di seluruh dunia, rata-rata manusia hanya merasa bahagia 30% sepanjang\u00a0waktunya, sedangkan 40% dari waktunya ia merasakan ketidakbahagiaan. Sisa 30% dari waktunya, seseorang tersebut berada dalam kondisi netral di mana ia tidak mengalami kebahagiaan maupun ketidakbahagiaan. Misalnya, ketika seseorang sedang berjalan di jalan raya atau mengerjakan tugas-tugas remeh\u00a0lainnya, ia tidak memiliki pemikiran pemikiran bahagia atau tidak bahagia.<\/p>\n<p>Alasan utama untuk hal ini adalah karena kebanyakan orang berada pada tingkat kesadaran\u00a0spiritual yang lebih rendah. Maka dari itu, keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan kita sering kali memberikan rasa sakit pada orang lain atau meningkatkan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/sattva_raja_tama\"><em>raja <\/em>dan <em>tama<\/em><\/a> dalam lingkungan. Sebagai hasilnya, kita akhirnya mengumpulkan <em>karma<\/em>\u00a0atau akun memberi-dan-menerima negatif. Oleh sebab itu untuk sebagian besar umat manusia, kelahiran-kelahiran selanjutnya akan lebih menyakitkan dibandingkan kehidupan saat ini.<\/p>\n<p>Sementara dunia telah membuat langkah-langkah besar dalam kemajuan ekonomi, pengetahuan ilmiah dan teknik, kenyataannya kita lebih miskin dibandingkan generasi-generasi sebelumnya dalam hal kebahagiaan yang merupakan tujuan paling dasar dalam kehidupan kita.<\/p>\n<p>Mengingat bahwa kita semua menginginkan kebahagiaan; faktanya kelahiran kembali dan kehidupan masa depan kita tidak akan memberikan kebahagiaan puncak dan kekal yang kita inginkan. Hanya evolusi spiritual dan bersatu dengan Tuhan akan memberikan kita kebahagiaan yang berkesinambungan dan abadi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk apakah kita dilahirkan? Apa makna hidup sebenarnya? Artikel ini membahas &#8216;apa sesungguhnya tujuan hidup manusia&#8217; dari sudut pandang spiritual.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1235,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apakah arti hidup dan tujuan hidup manusia? - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/\",\"name\":\"Apakah arti hidup dan tujuan hidup manusia? - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2012\/10\/IND-spiritual-level-and-liberation.gif\",\"datePublished\":\"2012-10-21T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2017-10-06T06:50:07+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2012\/10\/18152229\/IND-spiritual-level-and-liberation.gif\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2012\/10\/18152229\/IND-spiritual-level-and-liberation.gif\",\"width\":636,\"height\":550},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Permasalahan Spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Karma (takdir)\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Apakah arti hidup dan tujuan hidup manusia?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apakah arti hidup dan tujuan hidup manusia? - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/","name":"Apakah arti hidup dan tujuan hidup manusia? - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2012\/10\/IND-spiritual-level-and-liberation.gif","datePublished":"2012-10-21T00:00:00+00:00","dateModified":"2017-10-06T06:50:07+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2012\/10\/18152229\/IND-spiritual-level-and-liberation.gif","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2012\/10\/18152229\/IND-spiritual-level-and-liberation.gif","width":636,"height":550},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/arti-tujuan-hidup-manusia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Permasalahan Spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Karma (takdir)","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Apakah arti hidup dan tujuan hidup manusia?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Swapnil","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/swapnil\/"},"uagb_comment_info":1,"uagb_excerpt":"Untuk apakah kita dilahirkan? Apa makna hidup sebenarnya? Artikel ini membahas 'apa sesungguhnya tujuan hidup manusia' dari sudut pandang spiritual.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/256"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=256"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/256\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6348,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/256\/revisions\/6348"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1235"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=256"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=256"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=256"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}