{"id":253,"date":"2012-11-03T00:00:00","date_gmt":"2012-11-03T00:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian1\/apakah-itu-emosi-perasaan-spiritual-bhav\/"},"modified":"2016-11-12T05:51:40","modified_gmt":"2016-11-12T05:51:40","slug":"emosi-perasaan-hati-spiritual","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/terbangunnya-emosi-spiritual\/emosi-perasaan-hati-spiritual\/","title":{"rendered":"Pengertian Emosi (Perasaan Hati) Spiritual &#8211; Bh\u0101v"},"content":{"rendered":"<h1><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone\" style=\"border-width: 0px; border-style: solid; margin-top: 12px; margin-bottom: 12px; width: 730px; height: 230px;\" src=\"\/userfiles\/image\/009 Indonesian\/Definition\/1_IND_What-is-spiritual-emotion.jpg\" alt=\"Pengertian Perasaan Hati\/Emosi Spiritual (Bh\u0101v)\" width=\"730\" height=\"230\" \/><\/h1>\n<p>Dalam kehidupan kita sehari-hari, saat melakukan setiap tindakan, kita selalu berada dalam kesadaran akan diri kita sendiri karena hal itu tertanam secara mendalam dalam diri kita. Kesadaran akan diri kita sendiri ini dirasakan\u00a0melalui ke-5 panca indera, pikiran dan intelek (akal budi) kita. Dengan demikian, semua peristiwa terjadi atau dialami sehubungan dengan kesadaran tersebut semata. Dalam istilah spiritual, kami menyebut kesadaran\u00a0diri\u00a0ini sebagai \u2018aku\u2019 kecil. Di sisi lain, kami menyebut Jiwa (Roh Sejati\/<em>Atma<\/em>) atau Tuhan YME di dalam setiap kita sebagai \u2018Aku\u2019 besar.<\/p>\n<div align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone\" style=\"border-width: 0px; border-style: solid; margin-top: 8px; margin-bottom: 8px; width: 658px; height: 475px;\" src=\"\/userfiles\/image\/009 Indonesian\/Definition\/2_-IND_Little-i.gif\" alt=\"Emosi (perasaan hati) spiritual tentang aku kecil dan Aku besar\" width=\"658\" height=\"475\" \/><\/div>\n<p>Ketika kita mulai menjalankan latihan\u00a0spiritual, kita mulai merasakan suatu kuasa\/kekuatan yang lebih tinggi, yakni Tuhan YME yang bekerja dalam hidup kita. Sewaktu kita maju secara spiritual, terdapat peningkatan kesadaran lebih lanjut\u00a0akan kehadiran Tuhan di dalam kehidupan kita dan juga di sekitar kita. Dengan sendirinya, akan terjadi pula pengurangan fokus pada eksistensi diri kita atau \u2018aku\u2019 kecil.<\/p>\n<p>Emosi (perasaan hati) spiritual merupakan\u00a0penggantian\u00a0\u2018aku\u2019 kecil dalam kehidupan seseorang dengan kesadaran akan kehadiran Tuhan YME atau Guru (Prinsip Pengajar dari Tuhan YME) dengan intensitas yang seimbang. Suatu kesadaran yang intensif\/kuat akan kehadiran Tuhan atau Guru dalam wujud apapun ketika melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari karena perasaan ini, serta mengalami kehidupan berdasarkan latar belakang tersebut, disebut sebagai emosi\/perasaan hati spiritual (<em>bh\u0101v<\/em>) kepada Tuhan atau Guru.<\/p>\n<p>Ketika seseorang berada dalam keadaan emosi (perasaan hati) spiritual, Pikiran bawah sadarnya menyatu dengan Tuhan untuk saat itu. Pikiran dan Intelek-nya mundur ke balik layar dan seseorang akan\u00a0mengalami persekutuan yang lebih kuat\u00a0dengan Tuhan. Oleh karena itu, dalam keadaan ini ia\u00a0tidak akan memiliki pemikiran atau keraguan tentang spiritualitas atau Tuhan YME.<\/p>\n<p>Emosi (perasaan hati) spiritual adalah suatu keadaan yang dialami dalam Jalan Pengabdian\/Devosi (<em>Bhaktiyoga<\/em>) dan Jalan Rahmat Karunia Guru (<em>Gurukrup\u0101yoga<\/em>).<\/p>\n<p>Berikut ini adalah gambar yang diperoleh melalui Pengetahuan Semesta yang menunjukkan seseorang dengan emosi\/perasaan hati spiritual (<em>bh\u0101v<\/em>). Sketsa ini digambar oleh pencari Tuhan YME (<em>seeker<\/em>) di\u00a0SSRF dengan penglihatan indera keenam yang mendalam.<\/p>\n<div align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone\" style=\"border-width: 0px; border-style: solid; margin-top: 8px; margin-bottom: 8px; width: 629px; height: 1200px;\" src=\"\/userfiles\/image\/009 Indonesian\/Definition\/3_-IND_Subtle-picture-of-spiritual-emotion.jpg\" alt=\"Emosi (perasaan hati) spiritual pada seorang pencari Tuhan YME\" width=\"629\" height=\"1200\" \/><\/div>\n<p class=\"pagenav\" align=\"right\"><a href=\"#top\">^ Atas<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam kehidupan kita sehari-hari, saat melakukan setiap tindakan, kita selalu berada dalam kesadaran akan diri kita sendiri karena hal itu tertanam secara mendalam dalam diri kita. Kesadaran akan diri kita sendiri ini dirasakan\u00a0melalui ke-5 panca indera, pikiran dan intelek (akal budi) kita. Dengan demikian, semua peristiwa terjadi atau dialami sehubungan dengan kesadaran tersebut semata. Dalam &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/terbangunnya-emosi-spiritual\/emosi-perasaan-hati-spiritual\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Pengertian Emosi (Perasaan Hati) Spiritual &#8211; Bh\u0101v<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":4014,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Emosi (Perasaan Hati) Spiritual - Bh\u0101v - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/terbangunnya-emosi-spiritual\/emosi-perasaan-hati-spiritual\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/terbangunnya-emosi-spiritual\/emosi-perasaan-hati-spiritual\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/terbangunnya-emosi-spiritual\/emosi-perasaan-hati-spiritual\/\",\"name\":\"Pengertian Emosi (Perasaan Hati) Spiritual - Bh\u0101v - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"datePublished\":\"2012-11-03T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2016-11-12T05:51:40+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/terbangunnya-emosi-spiritual\/emosi-perasaan-hati-spiritual\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/terbangunnya-emosi-spiritual\/emosi-perasaan-hati-spiritual\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/terbangunnya-emosi-spiritual\/emosi-perasaan-hati-spiritual\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Latihan spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Langkah-langkah latihan spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Terbangunnya emosi spiritual (Bhav)\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/terbangunnya-emosi-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Pengertian Emosi (Perasaan Hati) Spiritual &#8211; Bh\u0101v\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Emosi (Perasaan Hati) Spiritual - Bh\u0101v - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/terbangunnya-emosi-spiritual\/emosi-perasaan-hati-spiritual\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/terbangunnya-emosi-spiritual\/emosi-perasaan-hati-spiritual\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/terbangunnya-emosi-spiritual\/emosi-perasaan-hati-spiritual\/","name":"Pengertian Emosi (Perasaan Hati) Spiritual - Bh\u0101v - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"datePublished":"2012-11-03T00:00:00+00:00","dateModified":"2016-11-12T05:51:40+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/terbangunnya-emosi-spiritual\/emosi-perasaan-hati-spiritual\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/terbangunnya-emosi-spiritual\/emosi-perasaan-hati-spiritual\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/terbangunnya-emosi-spiritual\/emosi-perasaan-hati-spiritual\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Latihan spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Langkah-langkah latihan spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Terbangunnya emosi spiritual (Bhav)","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/terbangunnya-emosi-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Pengertian Emosi (Perasaan Hati) Spiritual &#8211; Bh\u0101v"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Swapnil","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/swapnil\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Dalam kehidupan kita sehari-hari, saat melakukan setiap tindakan, kita selalu berada dalam kesadaran akan diri kita sendiri karena hal itu tertanam secara mendalam dalam diri kita. Kesadaran akan diri kita sendiri ini dirasakan\u00a0melalui ke-5 panca indera, pikiran dan intelek (akal budi) kita. Dengan demikian, semua peristiwa terjadi atau dialami sehubungan dengan kesadaran tersebut semata. Dalam&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/253"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=253"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4405,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/253\/revisions\/4405"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4014"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}