{"id":2338,"date":"2014-09-04T08:48:23","date_gmt":"2014-09-04T08:48:23","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=2338"},"modified":"2017-08-17T11:12:37","modified_gmt":"2017-08-17T11:12:37","slug":"manfaat-manfaat-dari-ritual-menggunakan-tawas","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas","title":{"rendered":"Manfaat-manfaat dari ritual menggunakan Tawas"},"content":{"rendered":"<h1><span class=\"style4\">Metode penggunaan Tawas untuk menyingkirkan mata jahat (evil eye)<\/span><\/h1>\n<p>Manfaat tambahan dari menggunakan tawas adalah seseorang juga dapat mengetahui wujud dari energi tidak nyaman (distressing) yang mempengaruhinya. Ketika tawas yang digunakan dalam ritual tersebut dibakar, frekuensi <span style=\"text-decoration: underline\"><em>Raja-Tama<\/em><\/span> yang memancar dari tawas tersebut menjadi padat dan dari wujudnya, maka tingkat dari ketidaknyamanan (distress) dapat dipastikan.<\/p>\n<h2>Apa yang anda perlukan untuk melakukan ritual ini?<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2344\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/IND_evil-eye-ritual-alum.jpg\" alt=\"IND_evil-eye-ritual-alum\" width=\"639\" height=\"718\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/IND_evil-eye-ritual-alum.jpg 639w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/IND_evil-eye-ritual-alum-266x300.jpg 266w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/IND_evil-eye-ritual-alum-400x449.jpg 400w\" sizes=\"(max-width: 639px) 100vw, 639px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3>Langkah 1: Doa<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<p align=\"justify\">Doa yang dihaturkan oleh orang yang mana ritualnya sedang dilakukan, setelah mempersembahkan hormat kepada <span style=\"text-decoration: underline\">Dewa Maruti:<\/span> \u2018Semoga mata jahat yang ditujukan terhadap saya (sambil menyebut nama orang tersebut) akan disingkirkan dan semoga (mengambil nama dari orang yang melakukan ritual) tidak akan terpengaruh oleh hal tersebut.\u2019<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p align=\"justify\">Orang yang melakukan ritual tersebut seharusnya berdoa kepada <span style=\"text-decoration: underline\">Dewa Maruti<\/span> untuk mencegah menjadi terpengaruh oleh energy tidak nyaman tersebut.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>\n<h3>Langkah 2: Mengambil posisi anda<\/h3>\n<p align=\"justify\">Orang yang terpengaruh oleh energi negatif dan yang sekaligus menjalani ritual tersebut duduk pada platform\/ bangku kayu pendek atau kursi yang menghadap ke arah timur dengan lutut ditekuk ke arah dada (lihat gambar di bawah ini). Telapak tangan harus menghadap ke atas dan ditempatkan pada lutut.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2312\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152327\/2_performing-ritual.jpg\" alt=\"2_performing-ritual\" width=\"400\" height=\"267\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152327\/2_performing-ritual.jpg 400w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152327\/2_performing-ritual-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3>Langkah 3: Melakukan ritualnya<\/h3>\n<p align=\"justify\">Langkah-langkah yang harus diikuti oleh orang yang melakukan ritual tersebut<\/p>\n<p align=\"justify\">Berdirilah di depan orang yang menjalani ritual. Ambillah sekeping dari masing-masing tawas berukuran sebuah ceri (lihat ke gambar di bawah ini) diletakkan pada setiap telapak tangan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2345\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/3_alum.jpg\" alt=\"3_alum\" width=\"400\" height=\"430\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/3_alum.jpg 400w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/3_alum-279x300.jpg 279w\" sizes=\"(max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/p>\n<p style=\"margin-left: 40px\">Selanjutnya tutup jari-jari anda, kepalkan tangan anda dan silangkan kepalan tangan anda di depan tubuh anda. Kedua kepalan tangan harus disilangkan seperti tanda perkalian.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2346\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/4_alum.jpg\" alt=\"4_alum\" width=\"400\" height=\"430\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/4_alum.jpg 400w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/4_alum-279x300.jpg 279w\" sizes=\"(max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/p>\n<p style=\"margin-left: 40px\" align=\"justify\">Kemudian gerakkan kepalan tangan memutar dari kepala hingga kaki si individu yang terpengaruh, dengan berlawanan arah dan kemudian disentuhkan ke tanah seperti berikut.<\/p>\n<p style=\"margin-left: 40px\" align=\"justify\">Tangan disilangkan hanya untuk memulai ritual. Ketika kita mulai melakukan ritual tersebut, kita harus memisahkan tangan dan sekaligus menggerakkan kepalan tangan bagian kanan diputar searah jarum jam dari kepala hingga kaki dan kepalan tangan bagian kiri digerakkan berputar ke arah berlawanan jarum jam, dari kepala hingga kaki.<\/p>\n<p style=\"margin-left: 40px\">Setelah menyentuh tanah, mulai kembali seperti disebutkan di atas yaitu memisahkan tangan dan sekaligus menggerakkan kepalan tangan kanan searah jarum jam dari kaki ke kepala dan kepalan tangan kiri ke arah berlawanan jarum jam, dari kaki ke kepala.<\/p>\n<p style=\"margin-left: 40px\" align=\"justify\">Doa berikut harus diucapkan saat melakukan ritual tersebut &#8216;<em>Semoga mata jahat (evil eye) yang ditujukkan kepadanya oleh pengunjung, roh, pohon, orang lewat, dan tempat, akan disingkirkan dan semoga ia akan terhindar dari penyakit dan cedera.<\/em>\u2019<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2340\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152326\/5_coal-method.jpg\" alt=\"5_coal-method\" width=\"426\" height=\"294\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152326\/5_coal-method.jpg 426w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152326\/5_coal-method-300x207.jpg 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152326\/5_coal-method-400x276.jpg 400w\" sizes=\"(max-width: 426px) 100vw, 426px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Langkah 4: Efek yang diamati setelah melempar tawas ke panci besi panas atau bara api<\/strong><\/h3>\n<p align=\"justify\">Setelah ritual dilakukan, lemparkan kepingan-kepingan tawas ke wajan besi panas atau bara api. Jika tawas langsung terbakar dalam hitungan detik menjadi tumpukan amorf (abu) tanpa menjadi bentuk tertentu, maka hal tersebut menandakan tidak adanya masalah.<\/p>\n<p align=\"justify\">Jika tawas tidak menjadi bentuk apapun tetapi terus terbakar untuk jangka waktu yang lama, maka kita dapat menyimpulkan bahwa energi tidak nyaman yang mempengaruhi sangatlah kuat.<\/p>\n<p align=\"justify\">Jika tawas berubah menjadi bentuk binatang atau burung maka kita dapat menyimpulkan bahwa <span style=\"text-decoration: underline\">hantu (setan, iblis, energi negatif dll)<\/span> yang mempengaruhi, menyiksa orang tersebut melalui media perantara binatang atau burung.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2341\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152326\/IND_Alum-crane.jpg\" alt=\"IND_Alum-crane\" width=\"426\" height=\"342\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152326\/IND_Alum-crane.jpg 426w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152326\/IND_Alum-crane-300x240.jpg 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152326\/IND_Alum-crane-400x321.jpg 400w\" sizes=\"(max-width: 426px) 100vw, 426px\" \/><\/p>\n<p style=\"margin-left: 40px\">Terkadang tawas yang terbakar berubah menjadi bentuk boneka. Hal tersebut berarti dukun\/ makhluk halus penyihir telah membuat gambaran dari orang tersebut dan melakukan ilmu hitam menggunakan gambaran tersebut sebagai media perantara.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2342\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152326\/IND_Alum-doll.jpg\" alt=\"IND_Alum-doll\" width=\"426\" height=\"482\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152326\/IND_Alum-doll.jpg 426w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152326\/IND_Alum-doll-265x300.jpg 265w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152326\/IND_Alum-doll-400x452.jpg 400w\" sizes=\"(max-width: 426px) 100vw, 426px\" \/><\/p>\n<p style=\"margin-left: 40px\">Kadang-kadang tawas menjadi bentuk tengkorak. Hal ini berarti bahwa hantu tingkat rendah dengan hasrat keinginan yang parah, menyiksa orang yang terpengaruh tersebut<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2343\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/IND_-Alum-skull.jpg\" alt=\"IND_-Alum-skull\" width=\"426\" height=\"341\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/IND_-Alum-skull.jpg 426w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/IND_-Alum-skull-300x240.jpg 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/IND_-Alum-skull-400x320.jpg 400w\" sizes=\"(max-width: 426px) 100vw, 426px\" \/><\/p>\n<div class=\"bluebox\">Alasan mengapa tawas tidak banyak digunakan meskipun manfaatnya melebihi bahan-bahan lainnya: Karena jenis hantu dapat terlihat dari bentuk tawas yang dibakar, maka ada kemungkinan terjadinya serangan yang lebih besar terhadap orang yang melakukan ritual tersebut. Hanya jika orang tersebut melakukan latihan spiritual dan jika tingkat spiritualnya lebih dari 50%, barulah ia dapat melawan serangan hantu tersebut. Itulah sebabnya ritual ini jarang dilakukan.<\/div>\n<ul>\n<li>\n<h3>Langkah 5: Membuang sisa-sisa ritual<\/h3>\n<p align=\"justify\">Sisa-sisa ritual harus dikumpulkan dalam kantong plastik tertutup dan dibuang di tempat sampah setelah berdoa kepada Dewa Maruti agar energi negatif di dalamnya dihancurkan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Metode penggunaan Tawas untuk menyingkirkan mata jahat (evil eye) Manfaat tambahan dari menggunakan tawas adalah seseorang juga dapat mengetahui wujud dari energi tidak nyaman (distressing) yang mempengaruhinya. Ketika tawas yang digunakan dalam ritual tersebut dibakar, frekuensi Raja-Tama yang memancar dari tawas tersebut menjadi padat dan dari wujudnya, maka tingkat dari ketidaknyamanan (distress) dapat dipastikan. Apa &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Manfaat-manfaat dari ritual menggunakan Tawas<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1113,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Manfaat-manfaat dari ritual menggunakan Tawas - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/\",\"name\":\"Manfaat-manfaat dari ritual menggunakan Tawas - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/IND_evil-eye-ritual-alum.jpg\",\"datePublished\":\"2014-09-04T08:48:23+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-17T11:12:37+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/IND_evil-eye-ritual-alum.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/IND_evil-eye-ritual-alum.jpg\",\"width\":639,\"height\":718},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mata Jahat (Evil Eye)\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/mata-jahat-evil-eye\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Manfaat-manfaat dari ritual menggunakan Tawas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Manfaat-manfaat dari ritual menggunakan Tawas - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/","name":"Manfaat-manfaat dari ritual menggunakan Tawas - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/IND_evil-eye-ritual-alum.jpg","datePublished":"2014-09-04T08:48:23+00:00","dateModified":"2017-08-17T11:12:37+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/IND_evil-eye-ritual-alum.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/IND_evil-eye-ritual-alum.jpg","width":639,"height":718},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-tawas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mata Jahat (Evil Eye)","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/mata-jahat-evil-eye\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Manfaat-manfaat dari ritual menggunakan Tawas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Metode penggunaan Tawas untuk menyingkirkan mata jahat (evil eye) Manfaat tambahan dari menggunakan tawas adalah seseorang juga dapat mengetahui wujud dari energi tidak nyaman (distressing) yang mempengaruhinya. Ketika tawas yang digunakan dalam ritual tersebut dibakar, frekuensi Raja-Tama yang memancar dari tawas tersebut menjadi padat dan dari wujudnya, maka tingkat dari ketidaknyamanan (distress) dapat dipastikan. Apa&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2338"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11418"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2338"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2338\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2358,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2338\/revisions\/2358"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}