{"id":2331,"date":"2014-09-04T07:48:44","date_gmt":"2014-09-04T07:48:44","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=2331"},"modified":"2017-08-17T11:11:15","modified_gmt":"2017-08-17T11:11:15","slug":"ritual-garam-biji-sawi-dan-cabai","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah","title":{"rendered":"Ritual garam, biji sawi dan cabai"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2333\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152326\/IND_evil-eye-ritual-chilli.jpg\" alt=\"IND_evil-eye-ritual-chilli\" width=\"750\" height=\"1037\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152326\/IND_evil-eye-ritual-chilli.jpg 750w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152326\/IND_evil-eye-ritual-chilli-216x300.jpg 216w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152326\/IND_evil-eye-ritual-chilli-740x1024.jpg 740w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152326\/IND_evil-eye-ritual-chilli-400x553.jpg 400w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<p>* Jumlah cabai untuk digunakan tergantung pada besarnya penderitaan\/ ketidaknyamanan (distress) yang dihadapi. Tabel di bawah ini adalah panduan perihal berapa banyaknya cabai untuk digunakan dalam ritual tersebut berdasarkan beratnya penderitaan yang sedang dihadapi.<\/p>\n<table class=\"tablestyle\" border=\"0\" cellspacing=\"1\" cellpadding=\"1\">\n<tbody>\n<tr>\n<th>Tingkat keparahan penderitaan\/ ketidaknyamanan (distress)<\/th>\n<th style=\"text-align: center\">Jumlah cabai<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p style=\"text-align: left\">Tubuh terus-menerus terasa berat, kesemutan di anggota tubuh, mual<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">3<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p style=\"text-align: left\">Gelisah, berkeringat tiba-tiba, pemikiran-pemikiran negatif<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">5<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p style=\"text-align: left\">Kehilangan kendali saat berbicara, penglihatan tiba-tiba kabur, mengeces, memberikan kata-kata buruk, pemikiran untuk bunuh diri<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">7<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p style=\"text-align: left\">Pingsan, hantu yang termanifestasikan (kesurupan), pemikiran untuk membunuh<\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center\">9<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>Metode untuk melakukan ritual garam, biji sawi dan cabai untuk mengatasi evil eye (mata jahat)<\/h2>\n<ul>\n<li>\n<h3>Langkah 1: Doa<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<p align=\"justify\">Doa yang dihaturkan oleh orang yang mana ritualnya sedang dilakukan, setelah mempersembahkan hormat kepada <span style=\"text-decoration: underline\">Dewa Maruti:<\/span> &#8220;Semoga mata jahat yang ditujukan terhadap saya (sambal menyebut nama orang tersebut) akan disingkirkan dan semoga (mengambil nama dari orang yang melakukan ritual) tidak akan terpengaruh oleh hal tersebut.\u2019<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p align=\"justify\">Orang yang melakukan ritual tersebut seharusnya berdoa kepada Dewa Maruti untuk mencegah menjadi terpengaruh oleh energy tidak nyaman.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>\n<h3>Langkah 2: Mengambil posisi anda<\/h3>\n<p>Buatlah agar orang yang terpengaruh oleh energi negatif dan yang sekaligus menjalani ritual tersebut duduk pada platform\/ bangku kayu pendek atau kursi yang menghadap ke arah timur dengan lutut ditekuk ke arah dada. Telapak tangan harus menghadap ke atas dan ditempatkan pada lutut.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2312\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152327\/2_performing-ritual.jpg\" alt=\"2_performing-ritual\" width=\"400\" height=\"267\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152327\/2_performing-ritual.jpg 400w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152327\/2_performing-ritual-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3>Langkah 3: Melakukan ritualnya<\/h3>\n<p>Orang yang melakukan ritual tersebut seharusnya berdiri di depan orang yang menjalani ritual. Ambillah jumlah biji sawi dan garam pasir secukupnya supaya dapat dipegang di antara ujung jari-jari di masing-masing kepalan tangan. Sehubungan dengan cabai, letakkan 1 buah di tangan kiri dan 2 buah di tangan kanan.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2352\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/3_red-chilli.jpg\" alt=\"3_red-chilli\" width=\"400\" height=\"430\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/3_red-chilli.jpg 400w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/09\/18152325\/3_red-chilli-279x300.jpg 279w\" sizes=\"(max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/p>\n<p style=\"margin-left: 40px\">Kemudian, silangkan tangan di depan tubuh anda. Kepalan tangan harus disilangkan seperti tanda perkalian.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2310 aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152327\/4_mustard-seeds.jpg\" alt=\"4_mustard-seeds\" width=\"400\" height=\"430\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152327\/4_mustard-seeds.jpg 400w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152327\/4_mustard-seeds-279x300.jpg 279w\" sizes=\"(max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"margin-left: 40px\">Tangan disilangkan hanya untuk memulai ritual. Ketika kita mulai melakukan ritual tersebut, kita harus memisahkan tangan dan sekaligus menggerakkan kepalan tangan bagian kanan diputar searah jarum jam dari kepala hingga kaki dan kepalan tangan bagian kiri digerakkan berputar ke arah berlawanan jarum jam, dari kepala hingga kaki.<\/p>\n<p style=\"margin-left: 40px\">Setelah menyentuh tanah, mulai kembali seperti disebutkan di atas yaitu memisahkan tangan dan sekaligus menggerakkan kepalan tangan kanan searah jarum jam dari kaki ke kepala dan kepalan tangan kiri ke arah berlawanan jarum jam, dari kaki ke kepala.<\/p>\n<p style=\"margin-left: 40px\">Hal berikut harus diucapkan saat melakukan ritual tersebut <em>&#8216;Semoga mata jahat (evil eye) yang ditujukkan kepadanya oleh pengunjung, roh, pohon, orang lewat, dan tempat, akan disingkirkan dan semoga ia akan terhindar dari penyakit dan cedera.\u2019<\/em><\/p>\n<div class=\"bluebox\">\n<p>Alasan di balik menggerakkan kepalan tangan dan menyentuhkan mereka ke tanah: Dengan menggerakkan kepalan tangan seperti yang dijelaskan di atas, getaran tidak nyaman pertama tama diserap ke dalam bahan-bahan yang digunakan dalam ritual tersebut dan dengan menyentuhkan kepalan tagan ke tanah, maka getaran tidak nyaman kemudian ditarik ke dalam tanah. Jumlah gerakan dari kepalan tangan akan ditentukan berdasarkan tingkat ketidak nyamanan (distress). Sebagian besar penyihir makhluk halus (<em>m\u0101ntriks<\/em>) \u00a0melakukan ilmu hitam\/ santet dalam jumlah ganjil, oleh sebab itu kepalan tangan juga digerakkan dalam kelipatan angka ganji<\/p>\n<\/div>\n<ul>\n<li>\n<h3>Langkah 4:<\/h3>\n<p>Di akhir ritual, semua isi\/ bahan harus dikosongkan\/ dibuang ke wajan besi panas atau bara api.<\/li>\n<\/ul>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>* Jumlah cabai untuk digunakan tergantung pada besarnya penderitaan\/ ketidaknyamanan (distress) yang dihadapi. Tabel di bawah ini adalah panduan perihal berapa banyaknya cabai untuk digunakan dalam ritual tersebut berdasarkan beratnya penderitaan yang sedang dihadapi. Tingkat keparahan penderitaan\/ ketidaknyamanan (distress) Jumlah cabai Tubuh terus-menerus terasa berat, kesemutan di anggota tubuh, mual 3 Gelisah, berkeringat tiba-tiba, pemikiran-pemikiran &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Ritual garam, biji sawi dan cabai<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1113,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ritual garam, biji sawi dan cabai - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/\",\"name\":\"Ritual garam, biji sawi dan cabai - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/IND_evil-eye-ritual-chilli.jpg\",\"datePublished\":\"2014-09-04T07:48:44+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-17T11:11:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152326\/IND_evil-eye-ritual-chilli.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152326\/IND_evil-eye-ritual-chilli.jpg\",\"width\":750,\"height\":1037},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mata Jahat (Evil Eye)\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/mata-jahat-evil-eye\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Ritual garam, biji sawi dan cabai\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ritual garam, biji sawi dan cabai - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/","name":"Ritual garam, biji sawi dan cabai - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/IND_evil-eye-ritual-chilli.jpg","datePublished":"2014-09-04T07:48:44+00:00","dateModified":"2017-08-17T11:11:15+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152326\/IND_evil-eye-ritual-chilli.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/08\/18152326\/IND_evil-eye-ritual-chilli.jpg","width":750,"height":1037},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/cabai-merah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mata Jahat (Evil Eye)","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/mata-jahat-evil-eye\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Ritual garam, biji sawi dan cabai"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"* Jumlah cabai untuk digunakan tergantung pada besarnya penderitaan\/ ketidaknyamanan (distress) yang dihadapi. Tabel di bawah ini adalah panduan perihal berapa banyaknya cabai untuk digunakan dalam ritual tersebut berdasarkan beratnya penderitaan yang sedang dihadapi. Tingkat keparahan penderitaan\/ ketidaknyamanan (distress) Jumlah cabai Tubuh terus-menerus terasa berat, kesemutan di anggota tubuh, mual 3 Gelisah, berkeringat tiba-tiba, pemikiran-pemikiran&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2331"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18454"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2331"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2331\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2354,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2331\/revisions\/2354"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}