{"id":183,"date":"2013-08-20T00:00:00","date_gmt":"2013-08-20T00:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian1\/apakah-itu-hantu-iblis-setan-energy-negatif-dll-dan-bagaimana-seseorang-menjadi-salah-satu-dari-mereka\/"},"modified":"2016-07-26T22:27:50","modified_gmt":"2016-07-26T22:27:50","slug":"asal-usul-hantu","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/asal-usul-hantu\/","title":{"rendered":"Asal Usul Hantu: Bagaimana Arwah Orang Meninggal menjadi Hantu?"},"content":{"rendered":"<div id=\"TableOfContentsContainer\"><\/div>\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Darimana_asal_usulhantu\">1. Darimana asal usul\u00a0hantu?<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Kemana_arwah_orang_meninggalpergi_dan_menjadi_apaarwah_manusia_setelah_meninggal\">2. Kemana arwah orang meninggal\u00a0pergi dan menjadi apa\u00a0arwah manusia setelah meninggal?<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Arwah_yang_berkemungkinan_besar_menjadi_asal_usul_hantu_setelah_meninggal\">3. Arwah yang berkemungkinan besar menjadi asal usul hantu setelah meninggal<\/a><\/li><li><a href=\"#4_Arwah_orang_meninggalyang_tidak_menjadi_asal_usul_hantu\">4. Arwah orang meninggal\u00a0yang tidak menjadi asal usul hantu<\/a><\/li><li><a href=\"#5_Tingkat_kesadaranspiritual_dan_asal_usul_kekuatan_hantu\">5. Tingkat kesadaran\u00a0spiritual dan asal usul kekuatan hantu<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2><span id=\"1_Darimana_asal_usulhantu\">1. Darimana asal usul\u00a0hantu?<\/span><\/h2>\n<p align=\"justify\">Ketika seseorang meninggal, hanya tubuh fisiknya saja yang tidak lagi ada. Namun, tubuh halus\/arwahnya (yang terdiri dari Pikiran, Intelek dan Jiwa, tanpa tubuh fisiknya) tetap ada dan pindah ke wilayah\u00a0lain di Alam Semesta. Lihat pada gambar di bawah ini untuk mendapatkan pandangan lebih rinci tentang <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kundalini-chakras\/hakikat-manusia\/\" target=\"_blank\">terdiri dari apakah kita<\/a> dan apa yang kita tinggalkan setelah kematian.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone\" style=\"width: 578px; height: 846px;\" src=\"\/userfiles\/image\/009%20Indonesian\/what-are-ghosts-and-how-does-a-person-become-one\/1IND_comprised-of.gif\" alt=\"hakikat eksistensi manusia - arwah dan tubuh\" width=\"578\" height=\"846\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone\" style=\"width: 569px; height: 478px;\" src=\"\/userfiles\/image\/009%20Indonesian\/what-are-ghosts-and-how-does-a-person-become-one\/2IND_Subtle-body-after-death.gif\" alt=\"asal-usul arwah orang meninggal\" width=\"569\" height=\"478\" \/><\/p>\n<p class=\"pagenav\"><a href=\"#top\">^ Atas<\/a><\/p>\n<p>Asal usul hantu sebenarnya adalah\u00a0arwah orang meninggal\u00a0seperti yang disebut diatas. Hantu menurut definisinya adalah arwah orang meninggal yang memenuhi kriteria-kriteria berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Mereka adalah tubuh halus\/rohani.<\/li>\n<li>Mereka (hantu-hantu) masuk ke \u2018wilayah alam bawah\u2019 (<em>Bhuvarlok<\/em>) yang mana merupakan salah satu dari <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hantu\/rumah-penampakan-hantu\/\" target=\"_blank\">ketujuh wilayah Neraka<\/a>, tetapi mereka juga dapat ditemukan di wilayah alam Bumi (<em>Bh\u016blok<\/em>)\u00a0ini. Hal ini disebabkan karena hantu yang berasal dari wilayah lebih halus di Alam Semesta, dapat bepergian ke wilayah yang lebih kasar seperti Bumi sesuai keinginan.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"padding: 5px; width: 348px; height: 199px; float: right;\" src=\"\/userfiles\/image\/009%20Indonesian\/what-are-ghosts-and-how-does-a-person-become-one\/3IND_The-SSRF-defines-the-word-Note.gif\" alt=\"\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>Mereka tidak berada dalam wilayah alam-alam positif di alam semesta yaitu Surga (<em>Swargalok<\/em>)\u00a0dan alam-alam diatasnya.<\/li>\n<li>Dalam hal ini, mereka memiliki keinginan-keinginan yang tak terpenuhi seperti hasrat seksual, kecanduan alkohol (hal-hal yang mereka hanya dapat alami dengan tubuh fisik), keinginan balas dendam, dsb.<\/li>\n<li>Mereka memperoleh kesenangan dari mengendalikan atau menyiksa\u00a0manusia dan tubuh-tubuh halus lainnya. Tujuan mereka secara umum mengarah pada\u00a0membawa kelaliman dalam masyarakat.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Arwah orang meninggal\u00a0dapat didefinisikan sebagai hantu jika karakteristik-karakteristik dan niat mereka sesuai dengan kriteria yang disebutkan di atas. Dengan demikian, tidak ada proses khusus yang harus dijalani\u00a0arwah\u00a0manusia setelah meninggal untuk menjadi hantu.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone\" style=\"width: 654px; height: 470px;\" src=\"\/userfiles\/image\/009%20Indonesian\/what-are-ghosts-and-how-does-a-person-become-one\/4IND_Becoming-a-ghost.gif\" alt=\"arwah orang meninggal menjadi asal-usul hantu\" width=\"654\" height=\"470\" \/><\/p>\n<p class=\"pagenav\"><a href=\"#top\">^ Atas<\/a><\/p>\n<h2><span id=\"2_Kemana_arwah_orang_meninggalpergi_dan_menjadi_apaarwah_manusia_setelah_meninggal\">2. Kemana arwah orang meninggal\u00a0pergi dan menjadi apa\u00a0arwah manusia setelah meninggal?<\/span><\/h2>\n<p>Ketika kita meninggal, tujuan\u00a0kita di alam setelah kematian\u00a0ditentukan oleh sejumlah faktor. Faktor-faktor ini antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Kuantitas dan jenis impresi-impresi yang terciptakan di pikiran bawah sadar kita, yang tergantung pada bagaimana kita telah menjalani hidup kita. Lihat ke artikel tentang <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/manfaat-latihan-spiritual\/sifat-dasar-pikiran\/\" target=\"_blank\">impresi-impresi dalam pikiran kita<\/a> yang menentukan sifat alami dan kepribadian kita.<\/li>\n<li>Ego kita: Kata \u2018ego\u2019 di sini digunakan dalam konteks spiritual. Selain penggunaan sehari-harinya sebagai harga diri dan keangkuhan, ego juga diartikan sebagai sikap dualisme dengan Tuhan. Dualisme, dalam hal ini berarti menganggap diri sebagai bagian yang terpisah dari Tuhan. Ego sendiri merupakan suatu fungsi dari sejauh mana kita mengidentifikasikan diri dengan kelima panca indera, pikiran dan intelek, namun tidak mengidentifikasikan diri dengan hakikat Jiwa (Roh Sejati) atau prinsip Tuhan di dalam diri kita (<em>Atma<\/em>).<\/li>\n<li>Jenis-jenis perbuatan yang kita lakukan semasa kita hidup.<\/li>\n<li>Tingkatan dan metode latihan\u00a0spiritual yang telah kita lakukan pada selama\u00a0hidup.<\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/benefitsofspiritualpractice\/insulationfromdestiny_f\">Takdir <\/a>kita<\/li>\n<li>Jenis kematian \u2013 alami dan tenang atau dengan kekerasan\/mengalami kecelakaan.<\/li>\n<li>Cara <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Kremasi-Penguburan-Pemakaman\" target=\"_blank\">pemakaman (penguburan, kremasi, atau cara lain)<\/a>.<\/li>\n<li>Ritual-ritual yang dilakukan sesuai ilmu pengetahuan spiritual oleh keturunan-keturunan kita untuk membantu kita dalam kehidupan setelah kematian.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"secsp\"><span id=\"3_Arwah_yang_berkemungkinan_besar_menjadi_asal_usul_hantu_setelah_meninggal\">3. Arwah yang berkemungkinan besar menjadi asal usul hantu setelah meninggal<\/span><\/h2>\n<p>Arwah orang meninggal berkemungkinan\u00a0besar\u00a0menjadi asal usul hantu apabila:<\/p>\n<ul>\n<li>Mereka memiliki banyak hasrat-hasrat yang tidak terpenuhi.<\/li>\n<li>Banyaknya gangguan-gangguan kepribadian, seperti marah, takut, rakus, dll.<\/li>\n<li>Banyaknya impresi\/kesan-kesan negatif dalam pikiran.<\/li>\n<li>Memiliki ego yang\u00a0besar.<\/li>\n<li>Mereka telah merugikan orang lain dan memiliki sifat dasar alami untuk menyakiti orang lain.<\/li>\n<li>Mereka kekurangan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\">latihan spiritual<\/a> dengan tahapan-tahapan\u00a0menuju\u00a0pelepasan keterikatan pada pikiran, tubuh fisik, dan intelek, serta yang dilakukan dengan tujuan untuk mencapai kesadaran akan Tuhan YME.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Hanya orang-orang yang telah meraih tingkat kesadaran\u00a0spiritual 50% (<em>samash\u1e6di<\/em>, latihan spiritual untuk kesadaran masyarakat)\u00a0atau 60% (<em>vyash\u1e6di<\/em>,\u00a0latihan spiritual untuk kesadaran pribadi)\u00a0dan memiliki ego yang rendah, yang akan mampu untuk melanjutkan ke wilayah-wilayah yang lebih tinggi yaitu <img decoding=\"async\" style=\"width: 404px; height: 218px; float: right;\" src=\"\/userfiles\/image\/009%20Indonesian\/what-are-ghosts-and-how-does-a-person-become-one\/5IND_Samasthi-spritual-level-Note.gif\" alt=\"\" \/>Surga <em>(Swarga)<\/em> dan seterusnya, serta tidak menjadi hantu. Umat manusia lainnya, ketika mereka meninggal, menemukan diri mereka di wilayah alam bawah\/<em>Nether<\/em> <em>(Bhuvarlok)<\/em> dan Neraka <em>(P\u0101t\u0101l)<\/em>. Sebagian besar arwah orang meninggal\u00a0di wilayah bawah\/<em>Nether<\/em>\u00a0berkemungkinan besar menjadi asal usul hantu, sementara semua arwah orang meninggal\u00a0di Neraka adalah hantu.<\/p>\n<p>Kenyataannya, bahkan jika seseorang adalah orang yang sopan-santun dan berlaku baik\u00a0selama hidupnya\u00a0tetapi tidak memiliki kekuatan spiritual cukup besar yang didapat melalui latihan\u00a0spiritual, maka ia berpeluang\u00a0menjadi hantu ketika meninggal. Hal ini disebabkan karena ia akan diserang oleh <u>hantu-hantu tingkat tinggi<\/u> dan akan dikendalikan oleh mereka. Seperti berlaku di atas Bumi ini, di wilayah-wilayah alam semesta lainnya juga berlaku hukum rimba \u2018siapa yang kuat dialah yang berkuasa\u2019 dan yang paling kuatlah yang dapat bertahan hidup. Hantu-hantu tingkatan tinggi, dengan kekuatan spiritual mereka, membuat arwah \u2018orang yang sopan-santun dan berlaku baik\u2019 dengan kekuatan spiritual lebih rendah melakukan hal-hal yang bertentangan dengan keinginan mereka dan oleh karena itu, secara tidak langsung membuat mereka menjadi hantu. Setelah\u00a0jangka waktu tertentu, arwah yang asal usulnya dari \u2018orang baik\u2019 tersebut akhirnya menyerah dan menjadi hantu yang memperoleh kenikmatan dari\u00a0menyakiti manusia, atau memenuhi hasrat duniawi mereka dengan merasuki manusia.<\/p>\n<p>Pesan moralnya adalah jika kita tidak melakukan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\">latihan spiritual<\/a> sesuai dengan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/basicpricinples_spirituality_d\">keenam prinsip-prinsip dasar Spiritualitas<\/a> yang bersifat universal dan tidak mengurangi ego kita, maka kemungkinan besar arwah kita akan menjadi\u00a0asal usul\u00a0hantu setelah meninggal.<\/p>\n<p class=\"pagenav\"><a href=\"#top\">^ Atas<\/a><\/p>\n<h2><span id=\"4_Arwah_orang_meninggalyang_tidak_menjadi_asal_usul_hantu\">4. Arwah orang meninggal\u00a0yang tidak menjadi asal usul hantu<\/span><\/h2>\n<p>Mereka biasanya adalah orang-orang yang:<\/p>\n<ul>\n<li>Melakukan latihan\u00a0spiritual dengan tujuan untuk mencapai kesadaran akan Tuhan YME (yang merupakan tujuan utama dalam perkembangan spiritual).<\/li>\n<li>Memiliki lebih sedikit kesan-kesan\/ impresi di Pikiran, lebih sedikit gangguan-gangguan kepribadian, dst.<\/li>\n<li>Memiliki ego yang rendah.<\/li>\n<li>Berada di atas tingkat pencapaian spiritual 50% (<em>samasthi<\/em>) atau 60% (<em>vyasthi<\/em>).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ketika orang-orang tersebut meninggal, arwah mereka pergi ke <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/afterdeath\">wilayah-wilayah\/ alam lebih tinggi<\/a> yaitu Surga dan seterusnya. Hantu-hantu tidak dapat mempengaruhi atau menyandera mereka oleh karena tingkat spiritual mereka dan <u>perlindungan dari Tuhan<\/u>.<\/p>\n<h2 class=\"secsp\"><span id=\"5_Tingkat_kesadaranspiritual_dan_asal_usul_kekuatan_hantu\">5. Tingkat kesadaran\u00a0spiritual dan asal usul kekuatan hantu<\/span><\/h2>\n<p>Sepanjang ulasan bab ini tentang hantu, yang kami maksud dengan\u00a0&#8216;hantu-hantu tingkat tinggi&#8217; adalah hantu-hantu yang memiliki banyak energi spiritual dari hasil <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\">latihan\u00a0spiritual<\/a> intensif dan pertapaan. Sebagai hasilnya, mereka memiliki <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritual-level\">tingkat kesadaran\u00a0spiritual<\/a> yang tinggi dan kekuatan spiritual yang banyak. Hal ini mungkin tampak bertentangan dan\u00a0seseorang mungkin bertanya, \u201cBagaimana seseorang dapat menjadi hantu jika ia memiliki tingkat kesadaran\u00a0spiritual yang tinggi?\u201d Kekuatan spiritual dari Orang Suci (Saint) pada tingkat kesadaran\u00a0spiritual 70% dan hantu tingkat tinggi\u00a0seperti penyihir dari Neraka tingkat ke-5\u00a0mungkin saja sama. Namun, perbedaan-perbedaan penting di antara mereka adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Seorang Suci melakukan praktik spiritual dengan tujuan untuk menyerahkan tubuh, pikiran, harta, ego-nya, dst. kepada Tuhan supaya dapat bersatu dengan-Nya.<\/li>\n<li>Hantu tingkat tinggi atau seorang dengan kekuatan spiritual tinggi (namun arwahnya setelah meninggal menjadi asal usul hantu)\u00a0melakukan latihan\u00a0spiritual dengan tujuan untuk mendapatkan kekuatan-kekuatan supranatural supaya dapat berperan menjadi \u2018tuhan\u2019 dan oleh karenanya memiliki ego yang sangat besar.<\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/pencerahan-spiritual\/\" target=\"_blank\">Seorang Suci<\/a> akan lebih mengidentifikasikan diri\u00a0kepada\u00a0prinsip Tuhan YME atau hakikat Jiwa (Roh Sejati) di dalam dirinya. Di sisi lain, penyihir sangatlah bangga dengan kenyataan bahwa dirinya memiliki kekuatan spiritual dan mengidentifikasikan diri dengan egonya yaitu, kelima panca indera, pikiran dan inteleknya.<\/p>\n<p class=\"pagenav\"><a href=\"#top\">^ Atas <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daftar isi1. Darimana asal usul\u00a0hantu?2. Kemana arwah orang meninggal\u00a0pergi dan menjadi apa\u00a0arwah manusia setelah meninggal?3. Arwah yang berkemungkinan besar menjadi asal usul hantu setelah meninggal4. Arwah orang meninggal\u00a0yang tidak menjadi asal usul hantu5. Tingkat kesadaran\u00a0spiritual dan asal usul kekuatan hantu 1. Darimana asal usul\u00a0hantu? Ketika seseorang meninggal, hanya tubuh fisiknya saja yang tidak lagi ada. &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/asal-usul-hantu\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Asal Usul Hantu: Bagaimana Arwah Orang Meninggal menjadi Hantu?<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1185,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Asal Usul Hantu: Bagaimana Arwah Orang Meninggal menjadi Hantu? - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/asal-usul-hantu\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/asal-usul-hantu\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/asal-usul-hantu\/\",\"name\":\"Asal Usul Hantu: Bagaimana Arwah Orang Meninggal menjadi Hantu? - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"datePublished\":\"2013-08-20T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2016-07-26T22:27:50+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/asal-usul-hantu\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/asal-usul-hantu\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/asal-usul-hantu\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penelitian Spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hantu\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Asal Usul Hantu: Bagaimana Arwah Orang Meninggal menjadi Hantu?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Asal Usul Hantu: Bagaimana Arwah Orang Meninggal menjadi Hantu? - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/asal-usul-hantu\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/asal-usul-hantu\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/asal-usul-hantu\/","name":"Asal Usul Hantu: Bagaimana Arwah Orang Meninggal menjadi Hantu? - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"datePublished":"2013-08-20T00:00:00+00:00","dateModified":"2016-07-26T22:27:50+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/asal-usul-hantu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/asal-usul-hantu\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/asal-usul-hantu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penelitian Spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hantu","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Asal Usul Hantu: Bagaimana Arwah Orang Meninggal menjadi Hantu?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Swapnil","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/swapnil\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Daftar isi1. Darimana asal usul\u00a0hantu?2. Kemana arwah orang meninggal\u00a0pergi dan menjadi apa\u00a0arwah manusia setelah meninggal?3. Arwah yang berkemungkinan besar menjadi asal usul hantu setelah meninggal4. Arwah orang meninggal\u00a0yang tidak menjadi asal usul hantu5. Tingkat kesadaran\u00a0spiritual dan asal usul kekuatan hantu 1. Darimana asal usul\u00a0hantu? Ketika seseorang meninggal, hanya tubuh fisiknya saja yang tidak lagi ada.&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/183"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=183"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/183\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3991,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/183\/revisions\/3991"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1185"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}