{"id":1714,"date":"2014-05-10T21:52:39","date_gmt":"2014-05-10T21:52:39","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=1714"},"modified":"2022-10-30T13:43:35","modified_gmt":"2022-10-30T13:43:35","slug":"dupa-untuk-terapi-spiritual-2","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan","title":{"rendered":"Dupa untuk terapi spiritual"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/10\/30134002\/1-IND-how-to-handle-incense-landing-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14638 aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/10\/30134002\/1-IND-how-to-handle-incense-landing-1.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/10\/30134002\/1-IND-how-to-handle-incense-landing-1.jpg 720w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/10\/30134002\/1-IND-how-to-handle-incense-landing-1-300x83.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/a><\/p>\n<h1>Bagaimana cara penggunaan dan penanganan dupa SSRF setelah membakar<\/h1>\n<div class=\"warningbox\">\n<p>SSRF menyarankan kelanjutan dari pengobatan konvensional medis bersamaan dengan terapi penyembuhan spiritual untuk pengobatan penyakit fisik dan kejiwaan.<\/p>\n<p>Pembaca disarankan untuk melakukan terapi penyembuhan spiritual apapun dengan kebijaksanaan mereka sendiri.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Keharusan_dan_larangan_dalam_penggunaan_dan_penanganan_dupa_SSRF\">1. Keharusan dan larangan dalam penggunaan dan penanganan dupa SSRF<\/a><ul><li><a href=\"#12_Larangan\">1.2 Larangan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#2_Berapa_lama_saya_bisa_menggunakan_stok_persediaan_dupa_SSRF_saya\">2. Berapa lama saya bisa menggunakan stok\/ persediaan dupa SSRF saya?<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Penggunaan_kotak_bungkus_dupa_SSRF_untuk_terapi_spiritual\">3. Penggunaan kotak\/ bungkus dupa SSRF untuk terapi spiritual<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2><span id=\"1_Keharusan_dan_larangan_dalam_penggunaan_dan_penanganan_dupa_SSRF\">1. Keharusan dan larangan dalam penggunaan dan penanganan dupa SSRF<\/span><\/h2>\n<p><strong>\u2022 Memaksimalkan tertartiknya prinsip Dewa-Dewi:<\/strong><\/p>\n<p>Manfaat dari dupa SSRF berdasarkan terutama pada <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/deities\">aspek tertentu dari Tuhan YME (dewa-dewi)<\/a> yang tertarik oleh aroma dari dupa yang menyala. Oleh sebab itu, segala upaya untuk memaksimalkan tertariknya prinsip dewa-dewi tersebut akan menambah manfaat dupa.<\/p>\n<ul>\n<li>Semakin besar penghormatan dari orang yang menyalakan dupa SSRF, semakin banyak juga manfaat yang diperoleh. Rasa hormat ini juga berlaku bagi semua orang di sekitar dupa yang akan menarik manfaat dari energi penyembuhan dupa tersebut.<\/li>\n<li>Memiliki rumah yang bersih dan rapi juga sangatlah penting. Rumah yang bersih berarti lebih sedikit <em><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/sattva_raja_tama\">Raja-Tama<\/a><\/em> nya. Hal tersebut bekerja dalam dua cara. Sebuah lingkungan rumah yang lebih rendah <em>Raja-Tama<\/em> nya menyebabkan tertariknya lebih banyak prinsip dewa-dewi. Selain itu, karena prinsip dewa-dewi yang tertarik hanya melawan lebih sedikit <em>Raja-Tama<\/em> yang sudah ada, maka manfaat yang lebih besar dari Kesadaran Ilahi (<em>Chaitanya<\/em>) dapat diperoleh oleh orang dan tempat tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>\u2022 Dudukan untuk dupa:<\/strong><\/p>\n<p>Hal yang terbaik adalah untuk memiliki dudukan dupa yang tepat atau dudukan yang <em>Sattvik<\/em>. Hal ini berasal dari sudut pandang penghormatan, sudut pandang keamanan dan dari sudut pandang mengumpulkan abu suci dari dupa SSRF.<\/p>\n<div align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1731\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/05\/18152339\/IND-Incense-stick-holder.jpg\" alt=\"IND-Incense-stick-holder\" width=\"403\" height=\"491\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/05\/18152339\/IND-Incense-stick-holder.jpg 403w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/05\/18152339\/IND-Incense-stick-holder-246x300.jpg 246w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2014\/05\/18152339\/IND-Incense-stick-holder-400x487.jpg 400w\" sizes=\"(max-width: 403px) 100vw, 403px\" \/><\/div>\n<ul>\n<li>Dari sudut pandang penghormatan\/ rasa hormat: Beberapa orang menancapkan dupa di celah dan retakan dinding, dll. Hal tesebut tidak benar secara spiritual. Selain itu, abu nya jatuh di tanah dan bisa diinjak-injak, yang merupakan rasa tidak hormat pada Abu suci. Penggunaan dari dudukan dupa bersamaan dengan piring di bawahnya adalah cara terbaik untuk mengumpulkan Abu suci setelah dupa dibakar. Jika seseorang tidak ingin mengumpulkan Abu suci, dudukan <em>Sattvik<\/em> seperti buah-buahan (misalnya apel), kentang dan semangkuk gandum, dll dapat digunakan.<\/li>\n<li>Dari sudut pandang keselamatan: Abu yang jatuh di atas karpet atau kain mungkin dapat menjadi bahaya kebakaran. Oleh karena itu dianjurkan untuk memiliki piring untuk mengumpulkan abu ketika jatuh.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>\u2022 Penyimpanan<\/strong><\/p>\n<p>Karena dupa SSRF terutama dirancang dari perspektif <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/terapi-pengobatan-spiritual\">terapi spiritual<\/a>, maka yang terbaik adalah untuk menyimpan dupa di dalam ruangan, sebaiknya di altar (di tempat yang kering) dari sudut pandang untk mempertahankan <em>s\u0101ttvikt\u0101<\/em> nya.<\/p>\n<h3 class=\"secsp\"><span id=\"12_Larangan\"><span id=\"12_Donrsquots\">1.2 Larangan<\/span><\/span><\/h3>\n<p><strong>Pada saat datang bulan<\/strong><\/p>\n<p>Komponen dasar halus <em>Raja<\/em> pada wanita meningkat selama lima hari menstruasi atau hingga pendarahan terus berlanjut. Oleh sebab itu, jika seorang wanita dalam fase menstruasi bersentuhan dengan dupa, maka kemurnian spiritual atau komponen dasar halus <em>Sattva<\/em> di dalamnya berkurang. Oleh sebab itu dianjurkan untuk tidak menyentuh tempat penyimpanan dupa selama menstruasi. Selain itu, yang terbaik adalah tidak menyalakan dupa atau membawa dupa berkeliling untuk pemurnian bangunan\/ rumah selama periode menstruasi.<\/p>\n<p>Namun, jika seorang wanita tinggal sendirian ia dapat menyimpan sejumlah kecil dupa secara terpisah sebelum menstruasi nya untuk digunakan selama periode tersebut. Hal ini dimaksudkan agar dia tidak perlu menyentuh tempat penyimpanan utama dupa karena hal tersebut akan mengakibatkan berkurangnya kemurnian spiritual hingga batas tertentu.<\/p>\n<h2 class=\"secsp\"><span id=\"2_Berapa_lama_saya_bisa_menggunakan_stok_persediaan_dupa_SSRF_saya\">2. Berapa lama saya bisa menggunakan stok\/ persediaan dupa SSRF saya?<\/span><\/h2>\n<p>Dupa SSRF memiliki umur simpan (masa kadaluarsa) dua tahun. Cara terbaik adalah untuk menggunakannya dalam jangka waktu ini karena kekuatan dari aroma berkurang seiring berlalunya waktu. Namun, yang terbaik adalah persediaan dupa digunakan dalam waktu tiga bulan setelah pembelian karena membiarkannya di dalam rumah dapat mengakibatkan timbulnya selubung energi hitam di atasnya sehingga mengurangi potensinya.<\/p>\n<p><u>Hantu-hantu<\/u> bisa menutupi dupa dengan energi hitam untuk mengurangi potensi\/ kekuatan terapi spiritualnya. Cara terbaik untuk memastikan diminimalkannya hal ini, adalah dengan menyimpannya agar tetap di altar dan berdoa untuk perlindungan dari dupa-dupa tersebut. Selain itu, sebelum setiap penggunaan kita dapat berdoa bahwa jika setiap selubung hitam yang telah berkembang dapat dihancurkan.<\/p>\n<h2 class=\"secsp\"><span id=\"3_Penggunaan_kotak_bungkus_dupa_SSRF_untuk_terapi_spiritual\">3. Penggunaan kotak\/ bungkus dupa SSRF untuk terapi spiritual<\/span><\/h2>\n<p>Karya seni dari kotak dupa SSRF tinggi dalam komponen dasar halus <em>Sattva<\/em>. Karya seni tersebut telah dikaji untuk kemurnian spiritual yang optimal oleh <u>Yang Mulia Dr Athavale<\/u>. Selain itu, kehadiran dupa SSRF di dalamnya menambah <em>sattvikta<\/em> nya. Dan yang paling penting,niatan suci tak bewrwujud (unmanifest) dari Yang Mulia Dr Athavale terkait dengan kotak tersebut. Oleh sebab itu, kotak itu sendiri sangatlah <em>s\u0101ttvik<\/em> dan kotak itu sendiri bisa digunakan sebagai alat terapi spiritual.<\/p>\n<p>Dari sudut pandang tersebut, maka kotak dupa SSRF dapat ditempatkan dalam lemari, lemari pakaian dll. Kotak tersebut dapat diratakan dan kemudian disimpan di bawah kasur, bantal dll. Semua benda-benda serta orang-orang yang datang bersentuhan dengan benda-benda ini akan memperoleh manfaat dari <em>sattvikta<\/em> kotak tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana cara penggunaan dan penanganan dupa SSRF setelah membakar SSRF menyarankan kelanjutan dari pengobatan konvensional medis bersamaan dengan terapi penyembuhan spiritual untuk pengobatan penyakit fisik dan kejiwaan. Pembaca disarankan untuk melakukan terapi penyembuhan spiritual apapun dengan kebijaksanaan mereka sendiri. Daftar isi1. Keharusan dan larangan dalam penggunaan dan penanganan dupa SSRF1.2 Larangan2. Berapa lama saya bisa &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Dupa untuk terapi spiritual<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dupa untuk terapi spiritual - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/\",\"name\":\"Dupa untuk terapi spiritual - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/10\/1-IND-how-to-handle-incense-landing-1.jpg\",\"datePublished\":\"2014-05-10T21:52:39+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-30T13:43:35+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/10\/30134002\/1-IND-how-to-handle-incense-landing-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/10\/30134002\/1-IND-how-to-handle-incense-landing-1.jpg\",\"width\":720,\"height\":200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dupa untuk terapi spiritual\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dupa untuk terapi spiritual - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/","name":"Dupa untuk terapi spiritual - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/10\/1-IND-how-to-handle-incense-landing-1.jpg","datePublished":"2014-05-10T21:52:39+00:00","dateModified":"2022-10-30T13:43:35+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/10\/30134002\/1-IND-how-to-handle-incense-landing-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/10\/30134002\/1-IND-how-to-handle-incense-landing-1.jpg","width":720,"height":200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Dupa-bakar-penanganan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dupa untuk terapi spiritual"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Gaurav Kathuria","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/gaurav-kathuria\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Bagaimana cara penggunaan dan penanganan dupa SSRF setelah membakar SSRF menyarankan kelanjutan dari pengobatan konvensional medis bersamaan dengan terapi penyembuhan spiritual untuk pengobatan penyakit fisik dan kejiwaan. Pembaca disarankan untuk melakukan terapi penyembuhan spiritual apapun dengan kebijaksanaan mereka sendiri. Daftar isi1. Keharusan dan larangan dalam penggunaan dan penanganan dupa SSRF1.2 Larangan2. Berapa lama saya bisa&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1714"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2008"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1714"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1714\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14640,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1714\/revisions\/14640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1714"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1714"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1714"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}