{"id":16288,"date":"2025-05-14T17:50:20","date_gmt":"2025-05-14T17:50:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=16288"},"modified":"2025-05-14T17:50:20","modified_gmt":"2025-05-14T17:50:20","slug":"latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/","title":{"rendered":"Perjalanan Yang Mulia Yoya Vallee menuju Kesucian"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-16382 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/02\/05103731\/1-IND-p-yoya-landing.jpg\" alt=\"Perjalanan Yang Mulia Yoya Vallee menuju Kesucian\" width=\"720\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/02\/05103731\/1-IND-p-yoya-landing.jpg 720w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/02\/05103731\/1-IND-p-yoya-landing-300x83.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/p>\n<p>Inilah kisah hidup dan perjalanan spiritual Yang Mulia Yoya, yang berhasil mengatasi semua rintangan untuk mencapai Kesucian.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/jalan-spiritual\/delapanlangkah-latihan-spiritual\/\">Latihan Spiritual<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/siapakah-guru-spiritual\/\">Pencerahan (Orang Suci dan Guru)<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Pengantar_Yang_Mulia_Yoya_Vallee\">1. Pengantar Yang Mulia Yoya Vallee<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Masa_kecil_Remaja_dan_Karir_Model_Yang_Mulia_Yoya\">2. Masa kecil, Remaja, dan Karir Model Yang Mulia Yoya<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Latihan_spiritual_secara_positif_mempengaruhi_ketidakmampuan_bicara_dan_pendengaran\">3. Latihan spiritual secara positif mempengaruhi ketidakmampuan bicara dan pendengaran <\/a><\/li><li><a href=\"#4_Satsang_dengan_para_Orang_Suci\">4. Satsang dengan para Orang Suci <\/a><\/li><li><a href=\"#5_Suami_dan_pasangan_spiritual_Yang_Mulia_Yoya\">5. Suami dan pasangan spiritual Yang Mulia Yoya<\/a><\/li><li><a href=\"#6_Pertumbuhan_spiritual_melalui_Satseva\">6. Pertumbuhan spiritual melalui Satseva <\/a><ul><li><a href=\"#61_Menggambar_sebagai_seniman\">6.1 Menggambar sebagai seniman <\/a><\/li><li><a href=\"#62_Menggambar_sebagai_medium\">6.2 Menggambar sebagai medium<\/a><\/li><li><a href=\"#63_Membuat_gambar_menggunakan_kemampuan_halus_untuk_pertumbuhan_spiritual\">6.3 Membuat gambar menggunakan kemampuan halus untuk pertumbuhan spiritual<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#7_Penderitaan_akibat_energi_negatif\">7. Penderitaan akibat energi negatif<\/a><\/li><li><a href=\"#8_Latihan_spiritual_melalui_kehidupan_sehari-hari\">8. Latihan spiritual melalui kehidupan sehari-hari<\/a><\/li><li><a href=\"#9_Melepaskan_kehidupan_duniawi_untuk_hidup_di_Ashram\">9. Melepaskan kehidupan duniawi untuk hidup di Ashram<\/a><\/li><li><a href=\"#10_Mencapai_Kesucian\">10. Mencapai Kesucian<\/a><\/li><li><a href=\"#11_Poin_ringkasan\">11. Poin ringkasan<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n\n<h2><span id=\"1_Pengantar_Yang_Mulia_Yoya_Vallee\">1. Pengantar Yang Mulia Yoya Vallee<\/span><\/h2>\n<div class=\"yellow-wrapper-right yn\" align=\"justify\"><span class=\"clip\"><\/span><strong>Tingkat Spiritual :<\/strong> Jika kita menganggap bahwa tingkat spiritual orang yang telah merealisasikan Tuhan adalah 100%, maka tingkat spiritual dari orang rata-rata pada zaman sekarang adalah 20%. Lebih dari 90% populasi dunia berada di bawah tingkat kesadaran spiritual 35%. Tingkat spiritual minimum seseorang untuk dapat diakui sebagai Orang Suci adalah 70%.<\/div>\n<p align=\"justify\">Dalam artikel ini kami berbagi kisah tentang kehidupan luar biasa dan perjalanan spiritual orang suci, Yang Mulia Nyonya Yoya Vallee. Dari gangguan pendengaran dan bicara sejak kecil, hingga mengejar karir sebagai model internasional dan seniman, sampai mengalami gangguan spiritual yang disebabkan oleh energi negatif dan akhirnya menyerahkan segalanya untuk melakukan Latihan spiritual, kehidupan Yang Mulia Yoya adalah contoh bagaimana Tuhan menganugerahi para seeker dengan pertumbuhan spiritual, jika mereka memiliki keinginan yang kuat, dan berusaha untuk melakukan latihan spiritual secara teratur meskipun terdapat berbagai rintangan. Dalam artikel lain, kami menceritakan Yang Mulia Yoya Vallee dalam perjalanan spiritualnya sebagai seniman halus dan anggota tim peneliti spiritual di SSRF. Kami bersyukur dapat menyajikan artikel ini kepada masyarakat, kisah perjalanan spiritual dari seorang seeker menjadi Orang Suci. Pada saat menyusun artikel ini (Oktober 2014), tingkat spiritual Yang Mulia Yoya adalah 72%. Pada tingkat spiritual 70% seseorang mencapai Kesucian.<\/p>\n<p align=\"justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-16383 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/02\/05104131\/2-IND-Progress-from-model-to-Saint.jpg\" alt=\"Pengantar Yang Mulia Yoya Vallee\" width=\"750\" height=\"393\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/02\/05104131\/2-IND-Progress-from-model-to-Saint.jpg 750w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/02\/05104131\/2-IND-Progress-from-model-to-Saint-300x157.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<p align=\"justify\">Kami mengelompokkan artikel ini menjadi beberapa bagian yang menurut kami akan berguna bagi seeker. Kami berharap agar kisah ini, menginspirasi seeker melakukan upaya pertumbuhan spiritual.<\/p>\n<h2><span id=\"2_Masa_kecil_Remaja_dan_Karir_Model_Yang_Mulia_Yoya\">2. Masa kecil, Remaja, dan Karir Model Yang Mulia Yoya<\/span><\/h2>\n<p align=\"justify\">Yang Mulia Yoya Vallee lahir pada tahun 1980 di Beograd, Serbia. Melalui penelitian spiritual, kami menemukan dia lahir dari wilayah Surga yang lebih tinggi yang dikenal sebagai Uccharswargalok dalam bahasa Sansekerta. Pada saat lahir, tingkat spiritualnya 50%. Namun, selama tahun-tahun awal, tingkat spiritualnya turun menjadi 40%.<\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: left\">\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"><b>Catatan dari editor:<\/b><\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> Hal ini dapat terjadi pada orang-orang yang lahir dari alam <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">eksistensi<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> yang lebih tinggi di alam semesta. Alasan penurunan tingkat spiritual adalah karena takdir yang mereka alami dan karena umumnya ada jeda waktu sebelum mereka memulai latihan spiritual dalam kehidupan mereka saat ini. Namun karena kekuatan latihan spiritual yang dilakukan di kehidupan sebelumnya, mereka mampu mencapai kemajuan spiritual yang cepat dalam kelahiran mereka saat ini.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/div>\n<p align=\"left\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Berikut adalah beberapa gambar dari tahun-tahun awal<\/span><\/span><span style=\"font-size: large\"> kehidupannya<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><a href=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141320\/Childhood-to-teens-P-Yoya.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-14671\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141320\/Childhood-to-teens-P-Yoya.jpg\" alt=\"Childhood to teens P Yoya\" width=\"750\" height=\"750\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Untuk membaca lebih lanjut tentang tahun-tahun awal dan karir model <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Yang Mulia<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">. Yoya, baca artikel tentang dia sebagai seniman <\/span><\/span><\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/tentang-kami\/pengetahuan-spiritual\/seni-halus-p-yoya\/\"><span style=\"color: #0000ff\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">gambar berdasarkan pengetahuan halus.<\/span><\/span><\/span><\/a><\/p>\n<h2 class=\"western\" align=\"left\"><span id=\"3_Latihan_spiritual_secara_positif_mempengaruhi_ketidakmampuan_bicara_dan_pendengaran\"><span style=\"color: #1f497d\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: x-large\">3. Latihan spiritual secara positif mempengaruhi ketidakmampuan bicara dan pendengaran <\/span><\/span><\/span><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Yang Mulia Yoya memiliki cacat pendengaran yang parah, tetapi dia tidak membiarkan hal ini mempengaruhi perjalanan spiritualnya. Selanjutnya, pendengaran dan bicaranya membaik sebagai hasil dari latihan spiritualnya. Ketika Yang Mulia Yoya berusia 10 bulan, dia mengalami infeksi telinga tengah di kedua telinganya. Hal ini kemudian meningkat menjadi mastoiditis bilateral sehingga dia harus menjalani mastoidektomi bilateral. Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan<\/span><\/span> <span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"><i>mastoid air cells<\/i><\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">. Namun, dia mengalami gangguan pendengaran hampir 100% karena komplikasi pasca operasi. Yang Mulia Yoya dan ibunya, Ibu Dragana Kislovski, mengambil langkah awal untuk mengatasi cacat pendengarannya. Mengenai hal ini, Yang Mulia Yoya mengenang, &#8220;Gangguan pendengaran saya <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">mengakibatkan<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> kemampuan saya untuk belajar berbicara tertunda. Ketika saya berusia sekitar 1-2 tahun, saya berusaha untuk mengucapkan beberapa kata, tetapi hal itu hanya akan menghasilkan gerakan bibir tanpa suara. Dengan susah payah, ibu saya mengajari saya untuk mengatakan &#8216;Mama&#8217;. Kemudian, meskipun saya hampir tidak dapat mendengar apa pun, saya mulai memahami ucapan seseorang yang berjarak beberapa meter, dengan belajar membaca bibir.&#8221; Kemudian pada usia 16 tahun, <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">Yang Mulia<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> Yoya merambah ke dunia mode kelas atas sebagai model, dengan tantangannya tersendiri. Peragaan busana disertai dengan musik dan model harus mengikuti irama; tantangannya adalah bahwa Yang Mulia Yoya tidak bisa mendengar apa-apa. <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">Yang Mulia<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> Yoya mengenang, &#8220;Akibatnya, persiapan dan pelatihan saya dalam dunia model adalah tugas yang menantang. Saat di Tokyo, orang Jepang bingung bahwa saya bisa menjadi model meskipun saya mengalami gangguan pendengaran, namun mereka masih memberi saya kesempatan. Pada peragaan busana pertama saya di Tokyo, penonton bertepuk tangan dengan meriah. Hal itu benar-benar menandai awal karir model saya.&#8221; <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">Yang Mulia <\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Yoya selalu mempertahankan pandangan positif. Dia tidak membiarkan gangguan pendengarannya menghalanginya dalam kehidupan sehari-hari dan, juga latihan spiritualnya. Ketika dia berusia 15 tahun, ibunya kagum ketika Yang Mulia Yoya <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">memberitahu<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> ibunya bahwa menjadi tunarungu adalah takdirnya dan dia akan menerimanya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: left\">\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"><b>Catatan dari editor:<\/b><\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> Kualitas penerimaan dan semangat pantang menyerah menghadapi rintangan menjadi salah satu keunggulan dalam perjalanan spiritual Yang Mulia Yoya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/div>\n<p align=\"justify\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Setelah memulai latihan spiritual, berkat dari Yang Mulia Dr. Athavale dan beberapa Orang Suci, membawa peningkatan yang mengagumkan dalam pendengaran dan bicaranya. Kami meminta Yang Mulia Yoya untuk menyampaikan kepada kami lebih banyak tentang hal ini. Dia berkata, &#8220;Pada bulan Agustus 1999, ketika saya berada di Atlanta, AS, Yang Mulia Dr. Athavale <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">memberitahu<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> saya bahwa kemampuan pendengaran dan bicara saya akan meningkat sebesar 30% jika saya melakukan Latihan spiritual secara teratur. Sejak Oktober 1998, sebelum pergi ke India, saya mulai melantunkan enam kali rangkaian rosario, masing-masing untuk menyebutkan &#8216;Salam Yesus&#8217; dan <\/span><\/span><\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/leluhur-Tuhan-Datta\"><span style=\"color: #0000ff\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">&#8216;Shr\u012b Gurudev Datta&#8217;<\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">. Kemampuan berbicara saya menunjukkan sedikit perbaikan. Pada saat saya mengunjungi India pada bulan Desember 1999, kemampuan berbicara saya telah meningkat secara signifikan. &#8220;Pada tanggal 2 Januari 2000, saya mengunjungi Yang Mulia Bhau Masurkar, Orang Suci India dari Sindhudurg, di Maharashtra, India yang memiliki <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">keahlian dalam<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> Ilmu Numerologi. Ketika Dia berbicara, saya dapat mendengar-Nya dengan jelas selama beberapa detik. Saya tertegun dan menangis. Ini adalah pertama kalinya saya dapat mendengar dengan begitu jelas dan hal itu berulang untuk beberapa kali setelahnya. &#8220;Pada bulan Juni 2001, saya pergi untuk memberi penghormatan kepada seorang Orang Suci dari Mumbai di India, Yang Mulia Joshibaba yang telah mencapai <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">keahlian<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> dalam membersihkan energi yang mengganggu secara spiritual. Dia memberikan terapi untuk peningkatan bicara saya. Penyembuhannya pada tingkat spiritual berada di luar pemahaman intelek. Adapun ritual tersebut dengan cara meletakkan satu sendok teh jaggery yang dibakar di atas papan kayu kecil dan menjilatnya. Yang Mulia Joshi baba melakukan ritual secara halus dan memberkati papan sebelum memberikannya kepada saya. Selama bertahun-tahun berikutnya, kemampuan berbicara saya meningkat pesat. Sekarang, pada tahun 2014, mereka dapat memahami apa yang saya katakan dengan mudah. Peningkatan ini terjadi tanpa <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">adanya<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> pengobatan dari dokter mana pun.&#8221; Pada tahun 2014, Yang Mulia Yoya mengatakan bahwa kemampuannya untuk mendengar telah meningkat dari 0% menjadi 10%, dan kemampuannya untuk berbicara dari 30% menjadi 80%. Kemajuan ini terutama dalam kemampuan bicaranya sulit dijelaskan secara rasional. Para dokter yang merawatnya merasa kagum.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: left\">\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"><b>Catatan dari editor:<\/b><\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> H.H. Yoya memiliki cacat pendengaran yang parah, tetapi dia tidak membiarkan hal ini <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">mempengaruhi<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> perjalanan spiritualnya. Akhirnya, pendengaran dan kemampuan bicaranya membaik sebagai hasil dari latihan spiritualnya. Pengalaman ini <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">menambah <\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">keyakinannya pada latihan spiritual. Alih-alih merasa puas dengan keberhasilannya, dia <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">ber<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">upaya sepenuhnya untuk mencapai pertumbuhan spiritual.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/div>\n<h2 class=\"western\" align=\"left\"><span id=\"4_Satsang_dengan_para_Orang_Suci\"><span style=\"color: #1f497d\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: x-large\">4. Satsang dengan para Orang Suci <\/span><\/span><\/span><span id=\"4_Satsang_of_many_Saints\"><\/span><\/span><\/h2>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Yang Mulia Yoya Vallee berada dalam satsang dengan Orang-Orang Suci dan belajar pengetahuan yang tak ternilai dari mereka.\u00a0<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"><b>Yang Mulia Yoya Vallee dengan Orang Suci<\/b><\/span><\/span><\/span><\/p>\n\r\n\t<div class=\"slideshow_container slideshow_container_slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_1\" style=\" max-width: 700px;\" data-slideshow-id=\"16293\" data-style-name=\"slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_1\" data-style-version=\"1460816340\" >\r\n\r\n\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_loading_icon\"><\/div>\r\n\t\t\r\n\t\t<div class=\"slideshow_content\" style=\"display: none;\">\r\n\r\n\t\t\t<div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/01\/24103238\/PPDrBhet11-2.jpg\" alt=\"PPDrBhet11-2\" width=\"600\" height=\"348\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\">Satsang pertama Yang Mulia Yoya Vallee dengan Yang Mulia Dr Athavale pada tanggal 24 Desember 1999 di Goa.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/01\/24103235\/PAnuTain_sobat1.jpg\" alt=\"PAnuTain_sobat1\" width=\"600\" height=\"348\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\">Yang Mulia Yoya Vallee dengan Yang Mulia Anuradha Wadekar.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/01\/24103233\/PGadgilKakun_sobat1.jpg\" alt=\"PGadgilKakun_sobat1\" width=\"600\" height=\"348\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\">Yang Mulia Yoya Vallee dengan Yang Mulia Anjali Gadgil pada tahun 2013.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/01\/24103230\/PLolaAajiBhet1.jpg\" alt=\"PLolaAajiBhet1\" width=\"600\" height=\"348\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\">Yang Mulia Yoya Vallee dengan Yang Mulia Lola Vezeli\u0107 pada tahun 2013.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/01\/24103228\/PSakhadevAaji1.jpg\" alt=\"PSakhadevAaji1\" width=\"600\" height=\"348\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\">Yang Mulia Yoya Vallee dengan Yang Mulia Ashalata Sakhdev.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/01\/24103225\/PPDrBhet21.jpg\" alt=\"PPDrBhet21\" width=\"600\" height=\"348\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\">Yang Mulia Yoya Vallee, Yang Mulia Cyriaque Vallee dan putri mereka Anastasia dengan Yang Mulia Dr Athavale.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/01\/24103223\/PSourbhDada_bhet1.jpg\" alt=\"PSourbhDada_bhet1\" width=\"600\" height=\"348\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\">Yang Mulia Yoya Vallee dengan Yang Mulia Saurabh Joshi pada tahun 2013.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/01\/24103220\/PPRamanandadaBhet1.jpg\" alt=\"PPRamanandadaBhet1\" width=\"600\" height=\"348\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\">Yang Mulia Yoya Vallee dengan Yang Mulia Ramanand Maharaj dan Yang Mulia Dr Athavale.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/01\/24103218\/PRajendraDada_Bhet1.jpg\" alt=\"PRajendraDada_Bhet1\" width=\"600\" height=\"348\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\">Yang Mulia Yoya Vallee menunjukkan gambar halus kepada Yang Mulia Rajendra Shinde pada tahun 2011.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/01\/24103215\/saintBhet21.jpg\" alt=\"saintBhet21\" width=\"600\" height=\"348\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\">Yang Mulia Yoya Vallee dengan Yang Mulia Das Maharaj pada tahun 2012.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/01\/24103213\/saintBhet41.jpg\" alt=\"saintBhet41\" width=\"720\" height=\"417\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description\">Yang Mulia Yoya Vallee dengan Yang Mulia Binda Singbal pada tahun 2013.<\/div>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div>\r\n\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_controlPanel slideshow_transparent\" style=\"display: none;\"><ul><li class=\"slideshow_togglePlay\" data-play-text=\"Play\" data-pause-text=\"Pause\"><\/li><\/ul><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_previous slideshow_transparent\" role=\"button\" data-previous-text=\"Previous\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_next slideshow_transparent\" role=\"button\" data-next-text=\"Next\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_pagination\" style=\"display: none;\" data-go-to-text=\"Go to slide\"><div class=\"slideshow_pagination_center\"><\/div><\/div>\r\n\r\n\t\t<!-- WordPress Slideshow Version 2.3.1 -->\r\n\r\n\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\n<div class=\"slideshow_container slideshow_container_slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_2\" style=\"max-width: 600px;text-align: left\" data-slideshow-id=\"13161\" data-style-name=\"slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_2\" data-style-version=\"1458322130\">\n<p><!-- WordPress Slideshow Version 2.3.1 --><\/p>\n<\/div>\n<h2 class=\"western\" align=\"left\"><span id=\"5_Suami_dan_pasangan_spiritual_Yang_Mulia_Yoya\"><span style=\"color: #1f497d\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: x-large\">5. Suami dan pasangan spiritual Yang Mulia Yoya<\/span><\/span><\/span><span id=\"5_HH_Yoya8217s_husband_and_spiritual_partner\"><\/span><\/span><\/h2>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Perjalanan spiritual dan hidup Yang Mulia Yoya diberkati dengan pasangan spiritual yang luar biasa dan pernikahan dengan Yang Mulia Cyriaque Vallee. Mereka saling mendukung dalam perjalanan spiritual satu sama lain dan mereka berdua mencapai Kesucian pada tahun 2013.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: left\">\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"><b>Catatan dari editor:<\/b><\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> Memang jarang di era <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">Kaliyuga<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> pasangan suami dan istri yang berkomitmen satu sama lain dan juga pada latihan spiritual. Bahkan lebih jarang bagi pasangan suami dan istri untuk mencapai Kesucian.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/div>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Yang Mulia<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> Yoya menceritakan tentang bagaimana mereka bertemu, &#8220;Pada tahun 1998, seminggu sebelum ulang tahun saya yang ke-18, saya mengunjungi sebuah <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">diskotik<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> di Tokyo, Jepang, bersama dengan beberapa teman dari industri fashion. Sambil menari, saya melirik kepada seorang pemuda. Saya merasa seolah-olah saya mengenalnya sebelumnya. Kami terlibat dalam percakapan terutama tentang seni dan sedikit tentang Tuhan. Dia merasa bahwa dia dapat dengan mudah memahami semua gambar yang saya tunjukkan kepadanya. Beginilah hubungan kami dimulai. &#8220;Suatu kali ketika kami mengunjungi sebuah taman, saya memiliki perasaan yang kuat akan kehadiran Tuhan di sana. Selama kunjungan itu Cyriaque sejenak melihat cahaya bersinar di dalam dan di sekitar saya, meskipun pada saat itu, dia tetap diam dan tidak menceritakannya kepada saya. Kemudian saya mengajaknya pulang dan memperkenalkannya kepada ibu saya. Cyriaque menghabiskan 3 jam di tempat kami dengan asyik dalam percakapan spiritual dengan ibu saya. Setelah dia pergi, saya memberi tahu ibu saya tentang keinginan saya untuk menikah dengannya. Ibu saya senang karena dia merasa bahwa saya yakin tentang Cyriaque dan menganggapnya sebagai orang yang baik. &#8220;Seringkali kami berdua harus berpisah karena urusan pekerjaan sebagai model di berbagai belahan dunia. Saya berada di Milan, Italia untuk bekerja dan Cyriaque kembali ke Prancis tetapi kami mencoba untuk tidak berpisah terlalu lama. Delapan bulan kemudian, pada bulan Februari 1999, ketika saya pergi ke Milan<\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> terkait<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> dengan pekerjaan sebagai model, Cyriaque menemani saya. Karena dia pada saat itu mengalami <\/span><\/span><\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/jelangkung-leluhur-ouija-hantu\/\"><span style=\"color: #0000ff\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">permasalahan leluhur<\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> yang telah meninggal, dia disarankan untuk <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">chanting<\/span><\/span> <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/leluhur-Tuhan-Datta\"><span style=\"color: #0000ff\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">&#8216;Shri Gurudev Datta<\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">&#8216; yang merupakan chanting untuk perlindungan. Sementara dia chanting, saya melihat melalui <\/span><\/span><\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pengalaman-spiritual\/apakah-pengalaman-spiritual-itu\/\"><span style=\"color: #0000ff\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">indra keenam<\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> energi yang mengganggu di sekitarnya; tetapi saya tidak takut akan hal itu. Bahkan, saya membuat gambar melalui penglihatan halus yang menggambarkan mekanisme kerja energi <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">positif dan energi <\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> mengganggu padanya. Kami berdua bepergian bersama secara ekstensif dan lambat laun cinta kami semakin dalam.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141315\/Modeling_21.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15355 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141315\/Modeling_21.jpg\" alt=\"Model couple\" width=\"400\" height=\"547\" \/><\/a><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #0070c0\"><span style=\"font-size: large\"><b>Yang Mulia Yoya Vallee dan suaminya Yang Mulia Cyriaque Vallee di Paris pada tahun 1999 saat mereka berdua menjadi model. Saluran TV Prancis M6 membuat film dokumenter tentang cinta dan kehidupan unik mereka, <\/b><\/span><\/span><span style=\"color: #0070c0\"><span style=\"font-size: large\"><b>ada<\/b><\/span><\/span><span style=\"color: #0070c0\"><span style=\"font-size: large\"><b> banyak wawancara untuk majalah di Prancis dan Serbia.<\/b><\/span><\/span><span style=\"color: #0070c0\"><span style=\"font-size: large\">\u00a0<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">&#8220;Pada bulan November 1999, Cyriaque melamar saya di Tokyo. Selama waktu itu, suatu kali ketika saya mengucapkan &#8216;Salam Yesus&#8217; saya melihat penglihatan pernikahan saya dengan Cyriaque. Saya juga memiliki keinginan yang kuat untuk bertemu Yang Mulia Dr. Athavale dan ingin menikah di hadapan-Nya. Baik Cyriaque dan saya sedang mempertimbangkan untuk menikah dengan upacara pernikahan Veda karena kami merasakan banyak kepositifan spiritual dari ritual tersebut. Jadi kami bertanya kepada Ibu Sharon Clarke Sequeira, seorang seeker yang membimbing kami secara spiritual pada waktu itu dan yang berhubungan dengan Yang Mulia Dr. Athavale, tentang apakah kami bisa menikah dalam upacara Veda. Respon yang kami terima membuat hidup kami bersinar<\/span><\/span> <span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">terang. Yang Mulia Dr. Athavale mengundang kami ke India dan bahkan mengatakan bahwa semua pengaturan untuk pernikahan kami akan dibuat oleh para seeker di India. &#8220;Pada tanggal 24 Desember 1999, kami tiba di India bersama ibu saya dan <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">Bapak<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> Mahesh Mehta, seorang seeker, menemani kami dengan kereta api ke Goa di mana pernikahan akan berlangsung. Saya merasa sangat senang ketika saya bertemu Yang Mulia Dr. Athavale untuk pertama kalinya. Malam itu setelah bimbingan Yang Mulia Dr. Athavale, ketika saya memberi penghormatan di kaki-Nya, saya mengalami keadaan yang Bahagia. Pernikahan Veda dijadwalkan keesokan harinya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><a href=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141315\/Vivah_1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15354 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141315\/Vivah_1.jpg\" alt=\"Vedic marriage\" width=\"600\" height=\"348\" \/><\/a><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #0070c0\"><span style=\"font-size: large\"><b>Yang Mulia Yoya Vallee dan Yang Mulia Cyriaque Vallee pada hari pernikahan Veda mereka, 25 Desember 1999, Goa, India<\/b><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">&#8220;Pada bulan Agustus 2000, Cyriaque dan saya melakukan pernikahan sipil di Nice (Prancis), di hadapan keluarga kami. Kami mulai memahami bagaimana waktu yang kami habiskan dengan Yang Mulia Dr. Athavale sangat berharga bagi kami dan berdampak positif bagi kami di berbagai tingkatan.&#8221; Sebagai hasilnya keduanya mulai mengalami pertumbuhan spiritual dan mengembangkan rasa yang lebih dalam untuk hidup secara Spiritual dan tumbuh menjadi &#8216;pasangan teladan&#8217; dalam arti spiritual.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h2 align=\"justify\"><span id=\"6_Pertumbuhan_spiritual_melalui_Satseva\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: x-large\"><span style=\"color: #1f497d\"><b>6. Pertumbuhan spiritual melalui <\/b><\/span><span style=\"color: #1f497d\"><i><b>Satseva<\/b><\/i><\/span> <\/span><\/span><span id=\"6_Spiritual_growth_through_Satseva\"><\/span><\/span><\/h2>\n<p align=\"justify\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Dalam artikel sebelumnya, kami telah menguraikan <\/span><\/span><\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/tentang-kami\/pengetahuan-spiritual\/seni-halus-p-yoya\/\"><span style=\"color: #1155cc\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">bakat menggambar Yang Mulia Yoya yang ditunjukkan di awal hidupnya dan langkah-langkah awal menggambar dimensi spiritual sebagai medi<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #1155cc\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">um<\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">. Pada bagian ini, kita <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">menelusuri perjalanan<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> Yang Mulia Yoya dari seorang seniman, <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">menjadi seorang<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> medi<\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">um<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> dan akhirnya menjadi seniman halus menggambar untuk realisasi Tuhan.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3 align=\"justify\"><span id=\"61_Menggambar_sebagai_seniman\"><span style=\"color: #1f497d\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: x-large\"><b><span style=\"font-size: 18pt\">6.1 Menggambar sebagai seniman<\/span> <\/b><\/span><\/span><\/span><span id=\"61_Drawings_as_an_artist\"><\/span><\/span><\/h3>\n<p align=\"justify\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Di masa mudanya, H.H. Yoya membuat gambar tentang berbagai topik mulai dari malaikat, hingga kehidupan keluarga dan cinta. Dia menggambar sebagian besar dari sudut pandang artistik. Dia akan membuat sketsa apa pun yang akan memberinya kegembiraan. Gambar di bawah ini adalah gambar abstrak yang dia gambar pada 8 November 1998 berjudul &#8216;Ibu dan Anak Perempuan&#8217;.<\/span>\n<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><a href=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141314\/artistic_1a.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15356 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141314\/artistic_1a.jpg\" alt=\"Mother and Daughter\" width=\"350\" height=\"525\" \/><\/a><\/p>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Pada tanggal 13 Mei 1998 di Tokyo <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">pada<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> gambar lain (ditunjukkan di bawah) dia menggambar pengalamannya merasakan kehadiran Ilahi dengan calon suaminya (sekarang Yang Mulia Cyriaque Vallee). Dia m<\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">emberi judul<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> &#8216;Di dalam kebersamaan, saya bisa me<\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">rasakan<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> Tuhan&#8217;.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><a href=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141314\/artistic_2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15357 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141314\/artistic_2.jpg\" alt=\"abstract drawing\" width=\"350\" height=\"525\" \/><\/a><\/p>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Namun gambar-gambar ini terutama terbatas pada seni duniawi. Gambar-gambar tersebut tidak banyak membantu Yang Mulia Yoya dalam pertumbuhan spiritualnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3 class=\"western\"><span id=\"62_Menggambar_sebagai_medium\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif;font-size: 18pt\"><span style=\"color: #1f497d\">6.2 Menggambar sebagai medium<\/span><\/span><span id=\"62_Drawings_as_a_medium\"><\/span><\/span><\/h3>\n<p align=\"justify\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Pada waktu yang hampir bersamaan, tanpa diketahui oleh Yang Mulia Yoya, entitas halus mulai menggunakan keahlian Yang Mulia Yoya sebagai seniman untuk memproyeksikan seni yang dibuatnya untuk keinginan mereka. Yang Mulia Yoya menjadi media bagi entitas halus ini. Pada saat itu, <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Yang Mulia<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> Yoya tidak dapat membedakan bahwa gambar yang dia buat sebenarnya memancarkan getaran negatif. Entitas halus tingkat rendah dan <\/span><\/span><\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/jenis-hantu-setan\/\"><span style=\"color: #0000ff\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">energi negatif<\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> sering menggunakan orang-orang yang memiliki kemampuan indra<\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> ke <\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">enam untuk melihat dimensi spiritual dengan tujuan menunjukkan keinginannya dan tujuan mereka sendiri. Di bawah ini kami memberikan contoh dari dua gambar yang digambar sebagai medi<\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">um<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">. Gambar di bawah ini yang dibuat pada 12 September 98 <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">berjudul<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> &#8216;Mengalami Energi Spiritual dan Kebahagiaan hakiki.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><a href=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141211\/medium_1a-protective.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-17821 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141211\/medium_1a-protective.jpg\" alt=\"Medium 1\" width=\"450\" height=\"600\" \/><\/a><\/p>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Gambar berikutnya yang ditunjukkan di bawah ini seharusnya dimaksudkan untuk <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">menyampaikan makna <\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">spiritual yang positif tetapi kenyataannya memancarkan gangguan spiritual yang tinggi.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><a href=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141211\/medium_2a-protective.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-17822 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141211\/medium_2a-protective.jpg\" alt=\"Medium 2\" width=\"450\" height=\"600\" \/><\/a><\/p>\n<p align=\"justify\"><a name=\"bookmark=id.30j0zll\"><\/a><a name=\"bookmark=id.gjdgxs\"><\/a> <span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Hampir semua gambar yang dibuatnya sebagai medi<\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">um<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> memancarkan getaran yang mengganggu. Anda dapat melihat apa yang Anda rasakan saat melihat dua gambar di atas. Dari waktu ke waktu selama periode itu, dia memiliki pikiran yang intens dan mendapat penglihatan. <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Dia Menggambar<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> gambar negatif dan positif. Namun dia ingat bahwa seringkali setelah menggambar, akan membuatnya kelelahan dan kehabisan energi. Dia tidak pernah mengerti alasannya. Baru ketika dia bertemu dengan Yang Mulia Dr. Athavale, dia mulai memahami apa yang sebenarnya terjadi. Yang Mulia Dr. Athavale juga menjelaskan bagaimana menggambar sebagai medi<\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">um<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> dapat merugikan karena seseorang dapat <\/span><\/span><\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/makhluk-halus-pikiran-negatif\/\"><span style=\"color: #0000ff\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">dipengaruhi oleh energi negatif<\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> dan energi spiritualnya dapat terkuras juga. Terkadang kita merasakan ilusi bahwa gambar itu positif, tetapi ini adalah ilusi yang diciptakan oleh energi negatif. Ketika melihat gambar melalui indra keenam, gambar seperti itu memancarkan <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">negativitas<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">. Gambar semacam itu mungkin terlihat menarik dan bahkan dikenal sebagai tren, tetapi pada kenyataannya energi negatif menggunakan gambar seperti itu untuk mempengaruhi penikmat seni yang tidak curiga dengan getaran spiritual yang <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">mengganggu<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">. Faktanya, Yang Mulia Dr. Athavale membimbing Yang Mulia Yoya agar dia berhenti menggambar selama lebih dari setahun dan menahan keinginan untuk menggambar untuk bisa keluar dari cengkeraman entitas halus yang menggunakannya sebagai medi<\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">um<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">. Meskipun kadang-kadang sulit untuk menahan keinginan itu, Yang Mulia Yoya mentaati Yang Mulia Dr. Athavale dan memulai latihan spiritual melantunkan Nama Tuhan dengan <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: left\">\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"><b>Catatan dari editor:<\/b><\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> Kemampuan untuk mematuhi dan mendengarkan otoritas spiritual dan mengesampingkan keinginannya, ketika dia baru memulai perjalanan spiritualnya adalah kesaksian tentang kualitas seeker yang dimiliki Yang Mulia Yoya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/div>\n<h3><\/h3>\n<h3 class=\"western\"><span id=\"63_Membuat_gambar_menggunakan_kemampuan_halus_untuk_pertumbuhan_spiritual\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif;font-size: 18pt\"><span style=\"color: #1f497d\">6.3 Membuat gambar menggunakan kemampuan halus untuk pertumbuhan spiritual<\/span><\/span><span id=\"63_Making_drawings_using_subtle-ability_for_spiritual_growth\"><\/span><\/span><\/h3>\n<p align=\"justify\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Setelah jangka waktu sekitar satu tahun, Yang Mulia Dr. Athavale mengizinkannya untuk mulai menggambar lagi. Perbedaannya kali ini adalah bahwa kemampuannya sebagai seniman halus didukung oleh latihan spiritual yang teratur dan bimbingan Yang Mulia Dr. Athavale yang merupakan<\/span><\/span><\/span><i> <\/i><em><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pertumbuhan-spiritual\/tahap-perkembangan-spiritual\/\"><span style=\"color: #0000ff\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Par\u0101tpar Guru<\/span><\/span><\/span><\/a><\/em><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">. Jadi, sejak tahun 2000 dan seterusnya, Yang Mulia Yoya mengalami transformasi dalam gambarnya dengan menggunakan indra keenamnya dan kemampuannya untuk melihat <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">dimensi <\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">halus ke tingkat yang semakin tinggi. Keakuratan gambarnya berdasarkan pengetahuan halus dalam merepresentasikan dimensi spiritual dan semua seluk-beluknya terus meningkat karena dia <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">melakukan<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> latihan spiritualnya di bawah bimbingan Yang Mulia Dr. Athavale. Di Pusat Penelitian Spiritual, gambar yang dikirimkan oleh seniman halus diperiksa oleh Yang Mulia Dr. Athavale. Mereka dinilai dalam persentase, yang tergantung pada seberapa akurat visi halus seniman <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">terhadap<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> apa yang sebenarnya terjadi dalam dimensi spiritual. Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah kemampuan untuk melihat getaran spiritual yang lebih halus, kemampuan untuk merasakan getaran ilusi dan tidak <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">terpengaruh olehnya<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">, kemampuan untuk menyajikan warna secara akurat, dll. Di SSRF, gambar berdasarkan penglihatan halus harus memiliki skor minimal 40% agar dapat dipertimbangkan untuk diterbitkan. Skor untuk rata-rata seniman halus di dunia berkisar antara 5 hingga 9%. Membuat gambar berdasarkan <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">indera<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> keenam telah membawa Yang Mulia Yoya maju dalam Spiritualitas melalui Jalan Pengetahuan spiritual (<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><i>Dnyanyoga<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">). Dia mempelajari semua pengetahuan Ilahi yang <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">diterima<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> saat menggambar dan mendokumentasikannya pada setiap gambar. <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Keakuratan dalam<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> merasakan dimensi spiritual melalui indera <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">k<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">eenamnya, secara bertahap meningkat dari 20% menjadi 80% dan pada beberapa kesempatan bahkan mencapai 90%. Di SSRF, seniman halus hanya menggambar topik sebagai latihan spiritual mereka di bawah bimbingan Yang Mulia Dr. Athavale, dan bukan karena kecenderungan pribadi mereka.\u00a0<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"><b>Transformasi dalam gambar halus Yang Mulia Yoya Vallee dari akurasi 20% menjadi akurasi 90%.<\/b><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> Dalam tayangan slide di bawah ini, kami menampilkan sampel gambar Yang Mulia Yoya berdasarkan pengetahuan halus yang berkisar dari akurasi 40% hingga 90%. Dalam setiap gambar halus kami membahas aspek baru dari detail atau kompleksitas yang dapat dirasakan oleh Yang Mulia Yoya tentang dimensi spiritual.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"justify\">\r\n\t<div class=\"slideshow_container slideshow_container_slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_1\" style=\" max-width: 720px;\" data-slideshow-id=\"16562\" data-style-name=\"slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_1\" data-style-version=\"1460816340\" >\r\n\r\n\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_loading_icon\"><\/div>\r\n\t\t\r\n\t\t<div class=\"slideshow_content\" style=\"display: none;\">\r\n\r\n\t\t\t<div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/05\/12185317\/3-IND-Prayer1.jpg\" alt=\"3-IND-Prayer1\" width=\"720\" height=\"480\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"slideshow_description\">Dalam gambar yang didasarkan pada pengetahuan halus tentang efek berdoa pada seorang seeker yang mengalami gangguan spiritual, Yang Mulia Yoya mampu melihat getaran yang sangat berbeda tetapi tidak warna yang berbeda \u2013 hanya positif dan negatif.<\/p>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/05\/12185227\/sukshm_21.png\" alt=\"sukshm_21\" width=\"720\" height=\"480\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"slideshow_description\">Bagaimana Tuhan mengurangi ego seseorang dalam perjalanan spiritual nya, ditampilkan dalam gambar ini berdasarkan pengetahuan halus. Sebagai catatan dari gambar halus ini adalah bahwa Yang Mulia Yoya mampu melihat perkembangan proses halus. Dia juga dapat memberikan persentase relatif dari setiap langkah dalam prosesnya. Aspek lainnya adalah dia mampu memvisualisasikan seluruh proses tanpa memerlukan referensi.<\/p>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/05\/12185139\/Maya_Gross_1.png\" alt=\"Maya_Gross_1\" width=\"720\" height=\"480\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"slideshow_description\">Percobaan halus dilakukan dengan menggunakan pendulum untuk mengukur jarak di mana getaran dipancarkan dari Yang Mulia Dr Athavale. Orang yang memegang pendulum itu adalah Yang Mulia Lola Vezilic. Meskipun Yang Mulia Lola memegang pendulum berjarak 4 lantai (sekitar 30 meter di atas Yang Mulia Dr Athavale, pendulum terus bergerak searah jarum jam. Yang Mulia Yoya mampu melihat dan mengalami berbagai wilayah positif halus yang lebih tinggi dari alam semesta dan warna-warna unik yang terkait dengannya, hingga Prinsip Tuhan yang tidak terwujud atau Nirgun. Dia juga melihat bahwa getaran yang dipancarkan dari Yang Mulia Dr Athavale melakukan perjalanan ke tak terbatas ke berbagai wilayah positif alam semesta dan kemudian dari alam semesta dia melihat getaran kembali kepada-Nya.<\/p>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/05\/12184933\/5-IND-sukshm3b1.jpg\" alt=\"5-IND-sukshm3b1\" width=\"720\" height=\"480\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/05\/12184828\/sukshm_41.png\" alt=\"sukshm_41\" width=\"720\" height=\"480\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"slideshow_description\">Om juga disebut mantra Pranava (mantra yang menganugerahkan Keabsolutan). Penelitian spiritual tentang Om mengungkapkan bahwa secara alami Om kembali dalam keseimbangan setelah memberikan Keabsolutan. Om memberikan energi untuk Penciptaan, Pemeliharaan dan Peleburan. Om tidak memiliki awal dan tidak ada akhir. Meskipun Yang Mulia Yoya tidak dapat mendengar suara karena dia mengalami gangguan pendengaran, dia masih bisa merasakan getaran spiritual yang dipancarkannya. Sebagai catatan dari gambar ini adalah bahwa selain dengan apa yang dilihat Yang Mulia Yoya dia juga dapat memperoleh pengetahuan halus tentang simbol Om.<\/p>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/05\/12184412\/7-IND-Plait.jpg\" alt=\"7-IND-Plait\" width=\"720\" height=\"480\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"slideshow_description\">Dalam gambar berdasarkan pengetahuan halus ini, Yang Mulia Yoya menunjukkan kemampuannya untuk memperbesar aspek-aspek gambar untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang aliran dan arah energi halus.<\/p>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/05\/12184251\/8-IND-HH_Nikamtatya.jpg\" alt=\"8-IND-HH_Nikamtatya\" width=\"720\" height=\"508\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"slideshow_description\">Yang Mulia Nikam Tatya adalah Orang Suci dari Maharastra yang buta. Meskipun Yang Mulia Yoya belum pernah bertemu dengan-Nya, hanya dari sebuah fotonya dia mampu memvisualisasikan berbagai getaran halus positif di sekitarnya. Gambar pertama berdasarkan pengetahuan halus digambar pada tahun 2007 di mana akurasinya 70% dan yang kedua digambar pada tahun 2010 di mana dia mampu mencapai akurasi 90%. Perbedaan antara kedua gambar adalah tingkat detail dan akurasi getaran positif yang bisa dia rasakan.<\/p>\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div>\r\n\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_controlPanel slideshow_transparent\" style=\"display: none;\"><ul><li class=\"slideshow_togglePlay\" data-play-text=\"Play\" data-pause-text=\"Pause\"><\/li><\/ul><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_previous slideshow_transparent\" role=\"button\" data-previous-text=\"Previous\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_next slideshow_transparent\" role=\"button\" data-next-text=\"Next\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_pagination\" style=\"display: none;\" data-go-to-text=\"Go to slide\"><div class=\"slideshow_pagination_center\"><\/div><\/div>\r\n\r\n\t\t<!-- WordPress Slideshow Version 2.3.1 -->\r\n\r\n\t\t\t<\/div>\r\n\r\n<\/p>\n<div class=\"slideshow_container slideshow_container_slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_2\" style=\"max-width: 720px;text-align: left\" data-slideshow-id=\"14505\" data-style-name=\"slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_2\" data-style-version=\"1458322130\">\n<div class=\"slideshow_loading_icon\">\n<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\n<p align=\"justify\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"><b>Memiliki visi masa depan<\/b><\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">, Yang Mulia Yoya terkadang dapat melihat apa yang akan terjadi di masa depan. Gambar ini didasarkan pada visi yang dia miliki tentang Yang Mulia Dr. Athavale dan Pusat Penelitian Spiritual bertahun-tahun yang lalu ketika dia berada di Prancis. Pada saat itu, Pusat Penelitian Spiritual dan Ashram di Goa bahkan belum dibangun. Balkon yang ditunjukkan dalam gambar terlihat persis seperti balkon kamar Yang Mulia Dr. Athavale seperti yang berdiri saat ini dengan pepohonan di sekitar dan dengan kuil terkenal di dekatnya.<\/span><\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><!-- WordPress Slideshow Version 2.3.1 --><\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: left\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15360 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141314\/Vision_in-future_1.jpg\" alt=\"Vision of future Ashram\" width=\"350\" height=\"456\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">&#8220;Sejak akhir <\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">1999, Yang Mulia Dr. Athavale membimbing saya tentang seni menggambar. Dia menjelaskan kepada saya bagaimana saya dapat menggunakan bakat saya menggambar untuk misi menyebarkan Spiritualitas, sehingga orang akan mengalami perasaan Ilahi ketika mereka melihat gambar-gambar itu. Dia lebih lanjut mengatakan kepada saya bahwa energi spiritual dalam diri seorang seeker harus menghancurkan impresi-impresi dalam pikiran sehingga menjadi kosong. Ketika semua kesan dalam pikiran dihancurkan, saat itulah energi Tuhan terwujud dari dalam. Hanya dengan begitu seseorang memperoleh pengetahuan, energi, bakat, dan semua kualitas dari Tuhan. &#8220;Sekarang, ketika saya membuat gambar berdasarkan pengetahuan halus, itu adalah proses konsentrasi. Hanya ketika saya berkonsentrasi, gambar itu mencapai kesempurnaan&#8221;, kata Yang Mulia Yoya. Kami telah menerima komentar dari banyak pembaca di fasilitas Login kami, tentang bagaimana gambar Yang Mulia Yoya telah memengaruhi mereka secara positif untuk memulai latihan spiritual. Bersamaan dengan itu, setiap kali kami menunjukkan gambar-gambar ini dalam seminar atau satsang SSRF, gambar-gambar tersebut membuat dampak besar pada para peserta sesuai dengan pepatah lama bahwa &#8216;sebuah gambar bernilai seribu kata.&#8217; Yang Mulia Yoya Vallee telah menginspirasi banyak pencari Tuhan YME dengan gambarnya berdasarkan pengetahuan halus.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h2 class=\"western\"><span id=\"7_Penderitaan_akibat_energi_negatif\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #1f497d\"><span style=\"font-size: xx-large\">7. Penderitaan akibat energi negatif<\/span><\/span><\/span><span id=\"7_Distress_from_negative_energies\"><\/span><\/span><\/h2>\n<p align=\"justify\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Membahas perjalanan spiritual Yang Mulia Yoya tanpa mengetahui penderitaan spiritual yang dialaminya, tidak akan lengkap. Sejak lahir, Yang Mulia Yoya dirasuki oleh energi negatif tingkat tinggi yang dikenal sebagai <\/span><\/span><\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/penyihir-halus\/\"><span style=\"color: #0000ff\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">penyihir halus (m\u0101ntrik)<\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">. Namun, gangguan spiritual<\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">nya baru<\/span><\/span> <span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">di terdiagnosa<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> ketika dia memulai latihan spiritual.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: left\">\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"><b>Catatan editor:<\/b><\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> Umumnya, orang tidak menyadari entitas apa pun yang mungkin merasukinya. Hanya ketika mereka memulai latihan spiritual, energi negatif termanifestasi. Penyebabnya karena entitas yang merasuki tidak dapat mentolerir kemurnian spiritual yang diperoleh oleh seeker melalui latihan spiritual yang dilakukannya secara teratur.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/div>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Selama bertahun-tahun, Yang Mulia Yoya sangat dipengaruhi oleh energi negatif dan kehidupan sehari-harinya sangat terganggu olehnya. Misalnya, dia tiba-tiba merasa pusing, menggeliat di lantai dan tidak sadarkan diri karena entitas yang merasuki dan bukan karena alasan fisik apa pun. Dari waktu ke waktu dia terpengaruh oleh pikiran negatif karena entitas yang merasukinya. Baik kehidupan keluarga maupun latihan spiritualnya terhalang oleh <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">entitas tersebut<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">. Ketika dia menggambar energi negatif yang mempengaruhi para seeker sebagai bagian dari latihan spiritualnya, dia benar-benar melihat bentuk menakutkan dari entitas tersebut melalui penglihatan halusnya. Di sini juga, dia akan dipengaruhi oleh energi negatif yang mencoba menghalanginya untuk menggambarnya. Yang Mulia Yoya selama periode ini mencoba untuk mempertahankan sikap positif dan dia berkata, &#8220;Saya dulu mengalami penderitaan spiritual yang berat. Itu tidak mudah bagi saya, tetapi saya merasa bahwa saya harus menerima <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">apapun<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> yang terjadi karena situasi <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">apapun<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> yang Tuhan berikan pada saya adalah baik untuk <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">pengembangan<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> diri saya.&#8221; Sebagian besar karena keinginan batinnya, kebaikan dan pengertian dari suaminya, Yang Mulia Cyriaque, dan rahmat Yang Mulia Dr. Athavale sehingga dia mampu bertahan dan mengatasi penderitaan <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">tersebut<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">. Saat ini, Yang Mulia Yoya telah terbebas dari gangguan energi negatif.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h2 class=\"western\" style=\"text-align: left\"><span id=\"8_Latihan_spiritual_melalui_kehidupan_sehari-hari\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #1f497d\"><span style=\"font-size: xx-large\">8. Latihan spiritual melalui kehidupan sehari-hari<\/span><\/span><\/span><span id=\"8_Spiritual_practice_through_daily_life\"><\/span><\/span><\/h2>\n<p align=\"justify\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Saat mereka berada di Prancis, terlepas dari hambatan energi negatif, upaya Yang Mulia Yoya dan Yang Mulia Cyriaque untuk latihan spiritual dipuji oleh Yang Mulia Dr. Athavale ketika mereka berdua mencapai tingkat spiritual 62%. Dalam satu contoh, Yang Mulia Yoya mengingat bagaimana dia berhenti menonton televisi dan memberikan televisi mereka kepada orang lain<\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">, <\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">ketika dia menyadari bahwa menonton TV dapat meningkatkan getaran <\/span><\/span><\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-dasar-terbentuknya-alam-semesta\/\"><span style=\"color: #0000ff\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Raja-Tama<\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> di lingkungan dan bahwa program TV saat ini berbahaya secara spiritual baginya. &#8220;Sebelumnya saya sering menonton TV,&#8221; ceritanya, &#8220;tetapi kemudian saya menyadari bahwa saya <\/span><\/span><\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/pengaruh-energi-negatif-pada-masyarakat\/efek-televisi-film\/\"><span style=\"color: #0000ff\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">mengalami gangguan spiritual setelah menonton TV<\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">, dan bahwa pikiran saya dibodohi <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">agar<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> berpikir bahwa hal itu menghibur. Saya kehilangan kesadaran akan waktu setelah menonton TV. Saya tidak tahu apa yang perlu saya lakukan selanjutnya. Saya menyadari bahwa ketika saya melakukan sesuatu untuk melayani Tuhan (<\/span><\/span><\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/gaininghappiness\/happiness_servicetogod_f\"><span style=\"color: #0000ff\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">sats\u0113v\u0101<\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">), saya mengalami lebih banyak sukacita.&#8221; Dengan kelahiran putri mereka, Anastasia, hidup mereka memasuki fase baru. Membesarkan anak dalam kondisi tuli dan mengalami gangguan spiritual yang parah bukanlah hal yang mudah bagi Yang Mulia Yoya. Dia merasa takut tidak bisa mendengar ketika Anastasia menangis, lalu bagaimana dia bisa merawatnya? Namun, dengan meningkatkan imannya kepada Tuhan disertai dengan autosugesti, dia mampu mengatasi sifat emosional dan ketakutannya <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">saat menjaga<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> Anastasia. Dia berhati-hati untuk menanamkan <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">pentingnya<\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\"> untuk menyebut Nama Tuhan di dalam diri Anastasia dan juga menceritakan kisah-kisah spiritualnya tentang Orang Suci.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><a href=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141314\/Photo_0131.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15362 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141314\/Photo_0131.jpg\" alt=\"H.H. Yoya, H.H. Cyriaque and Anastasia\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/a><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #0050f6\"><span style=\"font-size: large\"><b>Yang Mulia Yoya Vallee, putri mereka Anastasia Vallee dan Yang Mulia Cyriaque Vallee di Prancis pada tahun 2006<\/b><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: left\">\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Yang Mulia Dr. Athavale menulis tentang kehidupan mereka di Prancis: &#8220;Mereka berusaha untuk membuat rumah mereka seperti ashram. Mereka menjaga semuanya rapi dengan emosi spiritual dan mereka melihat setiap aspek kehidupan dari sudut pandang latihan spiritual. Karena mereka menerapkan emosi spiritual ini, rumah mereka sendiri menjadi ashram. Mereka melakukan setiap kegiatan dengan doa dan emosi spiritual dari rasa syukur dan berserah diri sepenuhnya. Bahkan untuk barang-barang pribadi mereka, mereka memiliki emosi spiritual bahwa barang-barang itu <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">milik Tuhan<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">. Mereka juga <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">memperhatikan dan berusaha<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> untuk menyelesaikan langkah-langkah penyembuhan spiritual setiap hari. Untuk menjaga kemurnian spiritual tempat mereka, mereka <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">berusaha<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> memasang strip Nama Tuhan di mana-mana. Mereka juga meletakkannya di antara pakaian mereka. Apa pun yang diberikan kepada mereka sebagai bagian dari latihan spiritual, mereka mencoba 100% untuk mempraktikkannya. Kewaspadaan seperti itu tidak terlihat bahkan pada para seeker yang tinggal di ashram! &#8220;Mereka juga berusaha untuk hidup dengan disiplin. Meskipun tidak ada orang lain selain mereka di rumah, mereka melakukan segalanya dengan pemikiran bagaimana berbagai aspek di rumah dapat diatur sehingga segala sesuatunya akan mudah bagi siapa saja, jika seseorang datang. <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">Misalnya<\/span> <span style=\"font-size: large\">mereka menjaga agar semua barang-barang mereka diberi label dan dibagi ke dalam kelompok atau kategori tertentu. Hal ini dilakukan sehingga bahkan orang asing pun dapat dengan mudah menemukan barang yang mereka butuhkan.<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> Sikap mereka menunjukkan tentang bagaimana membuat segalanya mudah bagi orang lain atau memikirkan orang lain. Sikap ini sangat tertanam sangat dalam di pikiran bawah sadar mereka. Mereka melakukan setiap satseva dengan emosi spiritual bahwa semua sev\u0101 diberikan oleh Tuhan sendiri. &#8220;Karena upaya seperti itu, pakaian yang mereka kenakan, hal-hal yang mereka gunakan, semuanya memancarkan aroma Ilahi dan memancarkannya dengan sangat banyak. Mereka juga mengesankan pentingnya Spiritualitas pada putri mereka, Anastasia, sehingga dia mulai memahami dimensi halus juga. Jika semua seeker melakukan upaya serupa, mereka juga akan dapat membuat kemajuan spiritual yang cepat.&#8221; <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"right\">\n<p style=\"text-align: right\" align=\"right\"><span style=\"color: #000000\">\u2013 <span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Yang Mulia Dr. Jayant Athavale<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2 class=\"western\"><span id=\"9_Melepaskan_kehidupan_duniawi_untuk_hidup_di_Ashram\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #1f497d\"><span style=\"font-size: xx-large\">9. Melepaskan kehidupan duniawi untuk hidup di Ashram<\/span><\/span><\/span><span id=\"9_Giving_up_worldly_life_to_live_in_an_Ashram\"><\/span><\/span><\/h2>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Keputusan Yang Mulia Yoya dan Yang Mulia Cyriaque untuk mengorbankan gaya hidup mereka pada tahun 2011 dan pindah sepenuhnya ke Ashram di India di mana Pusat Penelitian Spiritual berada adalah keputusan yang tidak mudah. Dengan tujuan kesadaran Tuhan yang tertanam dengan kuat dalam pikiran mereka, dari kehidupan yang nyaman dan kemakmuran materi, mereka merasa bahwa menjalani kehidupan sederhana di ashram akan meningkatkan latihan spiritual mereka. Sebagai persiapan, mereka awalnya membuang sebagian besar barang-barang mereka dan memindahkan apa pun yang tersisa ke Serbia dari Prancis dalam satu mobil. Beberapa bulan kemudian, bersama dengan putri mereka yang berusia 6 tahun, Anastasia, mereka <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">mengepak semua barang <\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> mereka ke dalam tiga koper dan menuju ke India.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141313\/Waranasi_1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15363 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141313\/Waranasi_1.jpg\" alt=\"Varanasi\" width=\"600\" height=\"348\" \/><\/a><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #0050f6\"><span style=\"font-size: large\"><b>Yang Mulia Yoya Vallee di Varanasi, India pada tahun 2011<\/b><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Terlepas dari pengorbanan materi yang mereka alami, Yang Mulia Yoya juga mengingat hambatan emosional dalam menerima perubahan. &#8220;Ketika saya mendengar bahwa visa kami untuk pergi ke India disetujui, saya langsung menjadi takut akan apa yang akan terjadi. Saya mengalami pikiran negatif. Setelah beberapa jam, saya mulai merasakan ketenangan di dalam diri dan menerima apa pun yang akan terjadi dan merasakan hubungan dengan Tuhan dan Yang Mulia Dr. Athavale selama berhari-hari. Kami harus menyerahkan apartemen tempat kami tinggal dan memindahkan semua barang-barang dan perabotan kami ke rumah orang tua Cyriaque, sendirian tanpa ada yang membantu. &#8220;Untuk sementara saya merasa bahagia dan tenang, tetapi kemudian setelah beberapa hari pikiran negatif muncul lagi. Saya dibombardir dengan reaksi dan emosi, dan mengatakan bahwa saya tidak ingin pergi ke India. Saat mengemasi semuanya, saya mulai merasa lemah dan memiliki lebih banyak pikiran untuk tidak pergi ke ashram. Ketakutan saya akan apa yang akan terjadi kemudian meningkat. Pikiran terus muncul di benak saya seperti apa yang akan terjadi di masa depan ketika kami kembali ke rumah, karena kami tidak akan memiliki rumah, uang yang cukup atau pekerjaan, apa yang akan terjadi pada para seeker yang ada di sini, dan keluarga kami. Saya mulai merasa emosional dan tertekan selama beberapa hari. &#8220;Saya seharusnya melakukan satseva tetapi tidak dapat melakukannya karena gangguan dalam pikiran dan gangguan dalam hubungan saya dengan Tuhan. Saya sadar bahwa semua ini disebabkan oleh gangguan energi negatif tetapi sulit untuk menanganinya pada tingkat pikiran dan bahkan untuk memahaminya. Jadi saya mencari bantuan dari para seeker untuk mengatasi gangguan dalam pikiran saya. Namun ketika saya akhirnya mencapai ashram, saya merasa tidak ada kekacauan yang terjadi dan pikiran saya menjadi sangat stabil.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: left\">\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"><b>Catatan dari editor:<\/b><\/span><\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> Melepaskan keterikatan terhadap kehidupan duniawi selalu disertai dengan sejumlah ketakutan terhadap masa depan. Dalam kasus seeker dengan gangguan spiritual, energi negatif mengambil keuntungan dari situasi dengan melipatgandakan emosi. Namun, jika keinginan seorang seeker untuk pertumbuhan spiritual itu tulus, maka Tuhan selalu datang untuk membantunya melalui suatu situasi agar tidak menghalangi latihan spiritual mereka.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/div>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Pada kenyataannya, <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">keresahan<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> awal ini seperti batu loncatan menuju periode peningkatan spiritual. Dalam waktu lebih dari setahun setelah mereka tiba di Ashram, tingkat spiritual mereka meningkat menjadi 66%. Di Ashram dan Pusat Penelitian Spiritual, banyak kebajikan spiritual mereka diperhatikan oleh orang lain.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: left\">\n<li>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Bhavini Kapadia, teman dekat Yang Mulia Yoya di India, menceritakan tentang pengamatannya pada saat dia datang ke ashram. &#8220;Dia selalu memikirkan orang lain. Jika dia akan meninggalkan mejanya untuk pergi ke suatu tempat di Ashram, dia akan menulis catatan yang menyatakan jam berapa dia akan kembali, tempat dia akan berada, dll. Dia merasa karena dia tidak dapat mendengar, waktu orang lain tidak boleh terbuang-untuk mencarinya. Tindakan kecil ini sangat disukai oleh Yang Mulia Dr. Athavale karena menunjukkan perilakunya sebagai seeker dengan memikirkan orang lain. Dia berkata, &#8220;Ada 300 seeker di ashram, apakah ada orang lain yang berpikir untuk menulis dengan cara ini?&#8221; Tindakan kecil Yoya seperti itu telah membantu para seeker memahami prinsip-prinsip latihan spiritual secara lebih dalam. Dia tidak hanya melakukan hal-hal dengan sikap latihan spiritual tetapi juga menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Itulah sebabnya dia maju secara spiritual.&#8221; <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Seeker yang lain memperhatikan: &#8220;Meskipun dia tidak mengerti bahasa Marathi (bahasa India yang paling sering digunakan di ashram), jika dia melihat para seeker tertawa, dia tertawa bersama mereka dengan cinta dan merasakan Kebahagiaan mereka.&#8221;<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Yang Mulia Yoya secara alami menyatu dengan berbagai aspek gaya hidup spiritual. Rasa <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">c<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">intanya pada orang lain meningkat pesat dan semua orang di sekitarnya akan merasakannya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: left\">\n<li>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Seorang seeker yang juga tinggal di ashram, Nyonya Shweta Clarke mengamati hal berikut tentang Yang Mulia Yoya: &#8220;Dia mampu memikirkan berbagai aspek dari seeker pada saat yang sama dan memberikan solusi yang bermanfaat. Sarannya bukan pada tingkat psikologis tetapi lebih pada tingkat spiritual, yang membantu seeker untuk melanjutkan latihan spiritual. Ketika Yoya berbicara, dia memberikan solusi yang tepat dalam menghilangkan hambatan yang mengganggu seeker. Hal ini menyelesaikan masalah terpendam yang dalam yang bahkan mungkin tidak disadari oleh seeker.&#8221;<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Suami Shweta, Mr. Sean Clarke, setuju: &#8220;Yang Mulia Yoya berusaha keras untuk membantu para seeker lainnya. Dia memiliki kemampuan untuk memberi apa yang mereka butuhkan sebelum mereka tahu bahwa mereka membutuhkannya. Dia selalu mencari untuk membantu para seeker melalui barang-barang penyembuhan spiritual.&#8221;<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Nona Silvia Vizcarra dari Bolivia memperhatikan: &#8220;Sekarang menjadi lebih jelas bagi saya bagaimana dalam situasi yang berbeda terlihat sikap tidak memikirkan diri sendiri dan rasa cintanya. Dia memikirkan detail sekecil apa pun yang secara umum tidak dipikirkan oleh seeker lain. Misalnya, ketika seseorang penyandang disabilitas naik ke lantai atas, dia langsung bangkit untuk mengulurkan tangannya. Dia menawarkan semua pakaiannya kepada seeker lain untuk pengambilan gambar tanpa kemelekatan sama sekali. Dia segera memberikan segelas air jika seseorang batuk. Dia tersenyum dari hati. Ketika saya berada di sekitar Yang Mulia Yoya, saya merasa Bahagia.&#8221;<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Banyak kualitas lain dalam diri Yang Mulia Yoya diperhatikan oleh para seeker, seperti Christie Leung dari Kanada, &#8220;Yang Mulia Yoya sangat alami dan orang merasa nyaman dengannya. Dia tidak menyembunyikan apa pun dan menyampaikan apa yang ada di pikirannya secara terbuka dan bebas. Setiap kali dia memiliki keraguan dalam pikirannya, dia segera meminta klarifikasi atau berbicara dengan seeker lain untuk perspektif yang benar. Salah satu kualitas terkuatnya adalah cinta. Dalam setiap situasi, dia terus-menerus memikirkan orang lain dan memiliki keinginan tulus agar orang lain menjadi senyaman mungkin. Yang Mulia Yoya sangat waspada dan jeli terhadap segala sesuatu di sekitarnya. Meskipun ketidakmampuannya untuk mendengar, saya merasa bahwa dia bahkan lebih waspada dan penuh perhatian daripada seeker lainnya. Dia tidak tenggelam dalam pikirannya sendiri dan selalu berada di saat ini.&#8221;<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Ketika Yang Mulia Yoya berbicara, tidak mungkin untuk tidak tersenyum dan kepolosannya yang seperti anak kecil dapat dirasakan saat mendengarkannya. Ketika para seeker lain maju atau dipuji atas upaya mereka, dia sangat bersukacita bagi mereka hingga dia tidak mampu menahannya. Apa pun yang dipelajari Yang Mulia Yoya dari seeker lain, dia mencoba untuk segera mempraktikkannya. Dia juga memiliki sikap bertanya yang sangat baik dan meminta para seeker untuk memberitahunya apakah dia melakukan sesuatu dengan benar atau tidak, dan menerima dan terbuka terhadap umpan balik mereka. Dia juga memiliki banyak rasa ingin tahu dan mengajukan pertanyaan tentang hal baru yang dia pelajari. Yang Mulia Yoya secara terbuka menerima dan berbagi dengan orang lain tentang di mana dia kurang dalam latihan spiritualnya dan melakukan upaya sadar dalam mengatasi <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">kekurangan<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> dan egonya. Terlepas dari tingkat spiritualnya yang tinggi dan banyak kualitas, Yang Mulia Yoya rendah hati dan terus-menerus memberikan semua pujian atas tindakannya kepada Yang Mulia Dr. Athavale dan Tuhan.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h2 class=\"western\"><span id=\"10_Mencapai_Kesucian\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #1f497d\"><span style=\"font-size: xx-large\">10. Mencapai Kesucian<\/span><\/span><\/span><span id=\"10_Reaching_Sainthood\"><\/span><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141313\/Sainthood_11.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15364 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141313\/Sainthood_11.jpg\" alt=\"Sainthood_1\" width=\"600\" height=\"348\" \/><\/a><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #3517ff\"><span style=\"font-size: large\"><b>Lola Vezeli\u0107 mengucapkan selamat kepada Yang Mulia Yoya Vallee ketika Dia mencapai Kesucian pada 13 Januari 2013<\/b><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Deklarasi Kesuciannya didahului oleh pengalaman spiritual yang luar biasa di Pusat Penelitian Spiritual SSRF di India. Peristiwa ini didokumentasikan oleh Yang Mulia Dr. Mukul Gadgil. &#8220;Pada tanggal 12 Januari 2013 pukul 9.30 pagi ketika Nyonya Yoya Vallee menghadiri sesi terapi spiritual oleh Yang Mulia Ashalata Sakhdev, dia menemukan 50-60 partikel Ilahi berwarna perak di kedua telapak tangan dan jari-jarinya. Ada 10-12 partikel seperti itu di lengan bawahnya juga. Ketika dia menunjukkan partikel-partikel itu kepada para seeker yang menghadiri lokakarya SSRF pada saat itu, mereka juga menemukan partikel Ilahi yang serupa di tangan mereka. Karena kualitas seeker, emosi spiritual dan kesadaran Ilahi yang hadir dalam Yang Mulia Yoya, yang berdampak pada suasana lokakarya, para seeker lainnya juga mendapatkan partikel Ilahi yang terwujud pada diri mereka. Ini adalah karakteristik khusus Yang Mulia Yoya. Ini juga merupakan contoh bagaimana kualitas dan kebajikan seorang seeker memiliki dampak positif terhadap lingkungan.&#8221;<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141320\/Sainthood4.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-14519 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141320\/Sainthood4.jpg\" alt=\"Sainthood 2\" width=\"720\" height=\"417\" \/><\/a><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #3517ff\"><span style=\"font-size: large\"><b>Lola Vezeli\u0107 menngalungkan bunga untuk Yang Mulia Yoya Vallee ketika Dia mencapai Kesucian<\/b><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Y<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">ang terbaik <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">selalu di<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> akhir, <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">itu<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> kata-kata Yang Mulia Dr. Athavale pada kesempatan Yang Mulia Yoya mencapai Kesucian. &#8220;Yoya mengalami gangguan pendengaran dan dengan demikian berbicara dengan cara tertentu. Dia juga memiliki gangguan energi negatif yang parah. Dua puluh tiga tahun hidupnya dihabiskan di bawah pengaruh budaya barat. Dia berkecimpung dalam profesi model yang dominan Raja-Tama. Terlepas dari semua aspek ini, kemajuan yang telah dia buat sangat menakjubkan. Yoya menempatkan di atas semua yang lain sebuah cita-cita, tentang bagaimana seseorang dapat mengatasi semua rintangan dan mencapai kemajuan jika seseorang memiliki kerinduan. Sangat mengejutkan bahwa setelah menyadari pentingnya latihan spiritual dan hanya menjaga satu tujuan kesadaran Tuhan dalam diri mereka, dia dan suaminya dengan cepat mengorbankan tubuh, pikiran dan kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, meskipun baru berusia 32 tahun, Yoya telah berkembang ke tingkat spiritual yang begitu tinggi<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141313\/Sainthood_21.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15372 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/18141313\/Sainthood_21.jpg\" alt=\"Sainthood 2\" width=\"600\" height=\"348\" \/><\/a><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #0050f6\"><span style=\"font-size: large\">Y<\/span><\/span><span style=\"color: #0050f6\"><span style=\"font-size: large\"><b>ang Mulia Yoya Vallee pada hari mencapai Kesucian, 13 Januari 2013, tingkat spiritual 71%<\/b><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">&#8220;Kualitasnya seperti keingintahuan dan cinta kasihnya sangat <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">menonjol<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">. Dia juga memiliki kemampuan unik untuk menganalisis dirinya sendiri pada tingkat spiritual. Saya tidak bisa menandingi kemampuannya untuk dapat memahami dimensi halus. Hari ini, partikel Ilahi ditemukan di kedua telapak tangannya. Melalui ini, Tuhan telah menunjukkan bahwa kemajuannya berjalan lancar dan juga memberkatinya. Saya yakin Yoya akan maju dengan cepat dan akan membantu semua seeker untuk melangkah lebih lanjut dalam latihan spiritual mereka.&#8221; <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right\" align=\"right\"><span style=\"color: #000000\">\u2013 <span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Yang Mulia Dr. Athavale (12 Januari 2013)<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Seperti yang telah dinyatakan oleh Yang Mulia Dr. Athavale, salah satu kualitas Yang Mulia Yoya adalah bahwa dia mampu menganalisis dirinya secara objektif melalui pengetahuan halus. Yang Mulia Dr. Athavale meminta Yang Mulia Yoya untuk membuat gambar berdasarkan pengetahuan halus tentang dirinya sendiri. Meskipun sangat sulit untuk menganalisis diri sendiri secara objektif, Yang Mulia Yoya mampu melakukannya dan kami telah menampilkan gambar halus di bawah ini.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<div class=\"slideshow_view\" style=\"text-align: justify\">\n<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\n\r\n\t<div class=\"slideshow_container slideshow_container_slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_1\" style=\" max-width: 700px;\" data-slideshow-id=\"16396\" data-style-name=\"slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_1\" data-style-version=\"1460816340\" >\r\n\r\n\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_loading_icon\"><\/div>\r\n\t\t\r\n\t\t<div class=\"slideshow_content\" style=\"display: none;\">\r\n\r\n\t\t\t<div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/02\/06091833\/10-IND-PTai2-1.jpg\" alt=\"10-IND-PTai2\" width=\"720\" height=\"417\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/02\/06091829\/p_tai62.jpg\" alt=\"p_tai62\" width=\"720\" height=\"480\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div>\r\n\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_controlPanel slideshow_transparent\" style=\"display: none;\"><ul><li class=\"slideshow_togglePlay\" data-play-text=\"Play\" data-pause-text=\"Pause\"><\/li><\/ul><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_previous slideshow_transparent\" role=\"button\" data-previous-text=\"Previous\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_next slideshow_transparent\" role=\"button\" data-next-text=\"Next\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_pagination\" style=\"display: none;\" data-go-to-text=\"Go to slide\"><div class=\"slideshow_pagination_center\"><\/div><\/div>\r\n\r\n\t\t<!-- WordPress Slideshow Version 2.3.1 -->\r\n\r\n\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify\"><!-- WordPress Slideshow Version 2.3.1 --><\/p>\n<h2 class=\"western\" style=\"text-align: justify\" align=\"justify\"><span id=\"11_Poin_ringkasan\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #004cae\"><span style=\"font-size: xx-large\">11. Poin ringkasan<\/span><\/span><\/span><span id=\"11_Summary_points\"><\/span><\/span><\/h2>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Meski mengalami berbagai hambatan, seperti sebelumnya harus mengatasi cacat pendengarannya dan kemudian, penderitaan dari energi negatif, namun kemurnian alami, perilakunya sebagai seorang seeker, dan pengabdiannya telah membawanya ke tingkat spiritual yang tinggi.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Bagi para seeker yang mengalami rintangan dalam perjalanan spiritual, mereka dapat mencontoh semangat <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">dan <\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">teladan Yang Mulia Yoya. Bagaimana dia mengatasi rintangan gangguan bicara dan pendengaran <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">serta<\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> kerasukan yang <\/span><\/span><span style=\"font-size: large\">parah dalam <\/span><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\"> bertahan dengan latihan spiritual untuk mencapai Kesucian. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: large\">Tuhan mengetahui setiap situasi kita dan kesulitan yang kita hadapi. Walaupun kita mengalami cobaan dan penderitaan, namun Ketika kita menunjukkan keinginan kita dengan mengambil satu langkah ke arah-Nya dengan melakukan Latihan spiritual, Dia membantu kita dengan mengambil 10 langkah ke arah kita. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"justify\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan hubungi kami melalui menu tanya jawab di <\/span><\/span><\/span><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"><span style=\"color: #0000ff\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">fasilitas login<\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif\"><span style=\"font-size: large\">.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inilah kisah hidup dan perjalanan spiritual Yang Mulia Yoya, yang berhasil mengatasi semua rintangan untuk mencapai Kesucian. Latihan Spiritual Pencerahan (Orang Suci dan Guru) Daftar isi1. Pengantar Yang Mulia Yoya Vallee2. Masa kecil, Remaja, dan Karir Model Yang Mulia Yoya3. Latihan spiritual secara positif mempengaruhi ketidakmampuan bicara dan pendengaran 4. Satsang dengan para Orang Suci &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Perjalanan Yang Mulia Yoya Vallee menuju Kesucian<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1208,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perjalanan Yang Mulia Yoya Vallee menuju Kesucian - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"34 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/\",\"name\":\"Perjalanan Yang Mulia Yoya Vallee menuju Kesucian - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/02\/1-IND-p-yoya-landing.jpg\",\"datePublished\":\"2025-05-14T17:50:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-14T17:50:20+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/02\/05103731\/1-IND-p-yoya-landing.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/02\/05103731\/1-IND-p-yoya-landing.jpg\",\"width\":720,\"height\":200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Latihan spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Pencerahan (Orang Suci dan Guru)\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Perjalanan Yang Mulia Yoya Vallee menuju Kesucian\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perjalanan Yang Mulia Yoya Vallee menuju Kesucian - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"34 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/","name":"Perjalanan Yang Mulia Yoya Vallee menuju Kesucian - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/02\/1-IND-p-yoya-landing.jpg","datePublished":"2025-05-14T17:50:20+00:00","dateModified":"2025-05-14T17:50:20+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/02\/05103731\/1-IND-p-yoya-landing.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2025\/02\/05103731\/1-IND-p-yoya-landing.jpg","width":720,"height":200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/indonesian-latihan-spiritual-pencerahan-orang-suci-dan-guru-jalan-menuju-kesucian\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Latihan spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Pencerahan (Orang Suci dan Guru)","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/pencerahan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Perjalanan Yang Mulia Yoya Vallee menuju Kesucian"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Rafael Krack","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/rafaelkrack\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Inilah kisah hidup dan perjalanan spiritual Yang Mulia Yoya, yang berhasil mengatasi semua rintangan untuk mencapai Kesucian. Latihan Spiritual Pencerahan (Orang Suci dan Guru) Daftar isi1. Pengantar Yang Mulia Yoya Vallee2. Masa kecil, Remaja, dan Karir Model Yang Mulia Yoya3. Latihan spiritual secara positif mempengaruhi ketidakmampuan bicara dan pendengaran 4. Satsang dengan para Orang Suci&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/16288"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47120"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16288"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/16288\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16574,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/16288\/revisions\/16574"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1208"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16288"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16288"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16288"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}