{"id":162,"date":"2013-10-05T00:00:00","date_gmt":"2013-10-05T00:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian1\/jenis-jenis-ego\/"},"modified":"2014-03-31T14:17:24","modified_gmt":"2014-03-31T14:17:24","slug":"jenis-jenis-ego","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/jenis-ego","title":{"rendered":"Jenis-jenis ego"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center\">\n\t<img decoding=\"async\" alt=\"Jenis-jenis ego\" src=\"\/userfiles\/image\/009%20Indonesian\/types-of-ego\/IND_types-of-ego-LP.jpg\" style=\"width: 720px;height: 200px\" \/><br \/>\n<\/h1>\n<div id=\"TableOfContentsContainer\">\n\t&nbsp;\n<\/div>\n<p>\n\tPada artikel ini kami akan membahas tentang berbagai jenis dari ego\n<\/p>\n<p>\n\tSecara umum, terdapat dua jenis ego; Ego Tuhan dan Ego manusia\n<\/p>\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Ego_Tuhan_YME\">\n\t1. Ego Tuhan YME\n<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Ego_manusia\">\n\t2. Ego manusia\n<\/a><ul><li><a href=\"#21_Ego_murni\">\n\t2.1 Ego murni\n<\/a><\/li><li><a href=\"#22_Ego_tidak_murni\">\n\t2.2 Ego tidak murni\n<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#3_Jenis-jenis_ego_sesuai_dengan_proporsinya\">\n\t3. Jenis-jenis ego sesuai dengan proporsinya\n<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2><span id=\"1_Ego_Tuhan_YME\">\n\t1. Ego Tuhan YME<br \/>\n<\/span><\/h2>\n<p>\n\tHal ini adalah keadaan tanpa ego, yaitu ego dari seseorang secara harfiah adalah 0. Keadaan ini ditemukan pada para Suci dengan tingkat pencapaian spiritual 100% ketika mereka berada dalam keadaan benar-benar tanpa pemikiran, bergabung menjadi satu dengan Tuhan YME. Ke &lsquo;aku&rsquo; an dari seseorang dalam keadaan persekutuan dengan Tuhan YME secara menyeluruh, telah benar-benar bergabung menjadi satu dengan prinsip Tuhan YME, yaitu tidak ada ke &lsquo;aku&rsquo; an. Oleh sebab itu semua tugas yang terjadi melalui orang tersebut hanyalah merupakan&nbsp; tindakan-tindakan (<em>kriy\u0101<\/em>) semata dan bukan merupakan tindakan (karma) karena mereka benar-benar terjadi sesuai dengan keinginan Tuhan. Ciri utama dari keadaan mental para Suci tersebut adalah mereka berada dalam keadaan Bliss\/ kebahagiaan Hakiki (<em>\u0100nand<\/em>) terus-menerus bahkan dalam menghadapi kesulitan ekstrim dalam kehidupan duniawi mereka.\n<\/p>\n<h2><span id=\"2_Ego_manusia\">\n\t2. Ego manusia<br \/>\n<\/span><\/h2>\n<p>\n\tEgo manusia dibagi lagi menjadi 2 sub-jenis\n<\/p>\n<h3><span id=\"21_Ego_murni\">\n\t2.1 Ego murni<br \/>\n<\/span><\/h3>\n<p>\n\tHal ini mencerminkan suatu keadaan dimana jejak-jejak ego yang terlihat pada para Suci (Saints) tingkat tertinggi ketika mereka tidak berada sepenuhnya dalam persekutuan dengan Tuhan YME. Para Suci ini hanya memiliki sekedar kesadaran akan keberadaanNya. Jejak ego ini diperlukan untuk kelangsungan dari fungsi-fungsi tubuh.\n<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p>\n\t\t\tEgo murni dapat dipahami sebagai yang memilki sikap-sikap berikut ini\n\t\t<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>\n\t\t\tMelihat diri sendiri berbeda atau terpisah dari <em>Brahman<\/em> (prinsip Tuhan), yaitu menaruh kesadaran akan diri sendiri melalui dualitas.\n\t\t<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>\n\t\t\tMemiliki kesadaran akan keberadaannya\n\t\t<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>\n\t\t\tMemiliki emosi spiritual (bhav) bahwa &lsquo;Saya adalah milik orang lain dan juga semua adalah saya&#039;\n\t\t<\/p>\n<p>\n\t\t\tBahkan ego ini berlanjut hanya selama adanya keberadaan dari tubuh fisik. Hal itu lenyap ketika seorang Suci tersebut meninggalkan tubuh-Nya (meninggal).\n\t\t<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span id=\"22_Ego_tidak_murni\">\n\t2.2 Ego tidak murni<br \/>\n<\/span><\/h3>\n<p>\n\tJenis ego ini adalah apa yang dialamai sebagian besar dari kita. Hampir kita semua mengidentifikasikan diri dengan tubuh fisik, atau perasaan dan emosi serta merasa bangga dengan akal budi kita. Hal ini disebabkan oleh berbagai impresi di pusat-pusat dalam tubuh rohani seperti karakteristik temperamental, hasrat keinginan, rasa suka dan tidak suka, dll<br \/>\n\t<u>Mengacu kepada presentasi tentang struktur fungsional dari pikiran.<\/u><br \/>\n\tTergantung pada pemikiran-pemikiran dan emosi-emosi, maka ego ini dapat berupa <em>s\u0101ttvik<\/em>&nbsp; (dominan <em>Sattva<\/em> nya), <em>r\u0101jasik<\/em> (dominan <em>Raja<\/em> nya) atau t\u0101masik (dominan <em>Tama <\/em>nya).\n<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p>\n\t\t\t<strong><em>Tamasik <\/em><\/strong><strong>ego:<\/strong> Ego yang dominan komponen dasar halus <em>Tama<\/em> nya, disebut sebagai <em>tamasik<\/em> ego, misalnya percaya hanya pada kemampuannya sendiri.\n\t\t<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>\n\t\t\t<strong><em>Rajasik <\/em><\/strong><strong>ego:<\/strong> Ego yang dominan <em>Raja<\/em> komponennya disebut sebagai <em>rajasik<\/em> ego, misalnya terus berjuang untuk meraih kebahagiaan.\n\t\t<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>\n\t\t\t<strong><em>Sattvik ego:<\/em><\/strong> Ego yang dominan <em>Sattva<\/em> komponen dasar halusnya disebut sebagai <em>sattvik <\/em>ego, misalnya ego tentang pengorbanan bersifat <em>sattvik<\/em>.\n\t\t<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span id=\"3_Jenis-jenis_ego_sesuai_dengan_proporsinya\">\n\t3. Jenis-jenis ego sesuai dengan proporsinya<br \/>\n<\/span><\/h2>\n<p>\n\tDalam skala 0-100%, ego dari Tuhan atau para Suci (Saints) pada tingkat pencapaian spiritual 100%, ketika berada dalam keadaan persekutuan dengan Tuhan YME sepenuhnya, adalah 0%. Sebaliknya, Ego dari dukun\/ penyihir dimensi spiritual (m\u0101ntrik) yang paling kuat dari wilayah-7 Neraka (<em>P\u0101t\u0101l<\/em>) adalah 100%. Pada skala ini, ego rata-rata individu adalah 30%. Ego dari Adolf Hitler adalah 60%.\n<\/p>\n<p>\n\t(Mohon dicatat bahwa maksud kami dengan &#039;rata-rata individu&rsquo; berarti seseorang yang tingkat pencapaian spiritualnya rata-rata. Dalam kehidupan duniawinya orang ini bisa menjadi orang kaya atau miskin, seorang kepala negara atau seorang pekerja kalangan buruh.)\n<\/p>\n<p>\n\tTergantung pada proporsinya, ego dapat digolongkan sebagai berikut:\n<\/p>\n<p align=\"center\">\n\t&nbsp;\n<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\n\t<img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"\/userfiles\/image\/009%20Indonesian\/types-of-ego\/IND_Proportion-of-ego.gif\" style=\"width: 652px;height: 479px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Pada artikel ini kami akan membahas tentang berbagai jenis dari ego Secara umum, terdapat dua jenis ego; Ego Tuhan dan Ego manusia Daftar isi 1. Ego Tuhan YME 2. Ego manusia 2.1 Ego murni 2.2 Ego tidak murni 3. Jenis-jenis ego sesuai dengan proporsinya 1. Ego Tuhan YME Hal ini adalah keadaan tanpa ego, &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/jenis-ego\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Jenis-jenis ego<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1095,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Jenis-jenis ego - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/jenis-ego\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/jenis-ego\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/jenis-ego\/\",\"name\":\"Jenis-jenis ego - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"datePublished\":\"2013-10-05T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2014-03-31T14:17:24+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/jenis-ego\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/jenis-ego\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/jenis-ego\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hambatan dalam latihan spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hambatan-dalam-latihan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Jenis-jenis ego\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jenis-jenis ego - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/jenis-ego\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/jenis-ego\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/jenis-ego\/","name":"Jenis-jenis ego - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"datePublished":"2013-10-05T00:00:00+00:00","dateModified":"2014-03-31T14:17:24+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/jenis-ego\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/jenis-ego\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/jenis-ego\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hambatan dalam latihan spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hambatan-dalam-latihan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Jenis-jenis ego"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Swapnil","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/swapnil\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"&nbsp; Pada artikel ini kami akan membahas tentang berbagai jenis dari ego Secara umum, terdapat dua jenis ego; Ego Tuhan dan Ego manusia Daftar isi 1. Ego Tuhan YME 2. Ego manusia 2.1 Ego murni 2.2 Ego tidak murni 3. Jenis-jenis ego sesuai dengan proporsinya 1. Ego Tuhan YME Hal ini adalah keadaan tanpa ego,&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/162"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=162"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/162\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1157,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/162\/revisions\/1157"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1095"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}