{"id":159,"date":"2013-10-09T00:00:00","date_gmt":"2013-10-09T00:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian1\/halloween\/"},"modified":"2024-08-28T18:16:47","modified_gmt":"2024-08-28T18:16:47","slug":"halloween","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/","title":{"rendered":"Halloween"},"content":{"rendered":"<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Kata_pengantar_festival_halloween\">1. Kata pengantar festival halloween<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Efek_spiritual_dari_merayakan_Halloween\">2. Efek spiritual dari merayakan Halloween<\/a><ul><li><a href=\"#21_Meningkatnya_aktivitas_oleh_hantu-hantu\">2.1 Meningkatnya aktivitas oleh hantu-hantu<\/a><\/li><li><a href=\"#22_Meningkatnya_resiko_kerasukan_oleh_hantu-hantu_yang_umum\">2.2 Meningkatnya resiko kerasukan oleh hantu-hantu yang umum<\/a><\/li><li><a href=\"#23_Jenis_hantu_yang_cenderung_mengambil_keuntungan_dari_pesta-pesta_Halloween\">2.3 Jenis hantu yang cenderung mengambil keuntungan dari pesta-pesta Halloween<\/a><\/li><li><a href=\"#24_Mengenakan_warna_hitam_dan_kostum-kostum_saat_Halloween\">2.4 Mengenakan warna hitam dan kostum-kostum saat Halloween<\/a><\/li><li><a href=\"#25_Dekorasi-dekorasi_untuk_Halloween\">2.5 Dekorasi-dekorasi untuk Halloween<\/a><\/li><li><a href=\"#26_Spesifik_untuk_Halloween\">2.6 Spesifik untuk Halloween<\/a><\/li><li><a href=\"#27_Maksud_di_balik_tipuan_atau_hadiah_trick_or_treat\">2.7 Maksud di balik \u2018tipuan atau hadiah\u2019 (trick or treat)<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#3_Apa_yang_dapat_anda_lakukan_untuk_melindungi_diri_dari_efek-efek_buruk_spiritual_dari_Halloween\">3. Apa yang dapat anda lakukan untuk melindungi diri dari efek-efek buruk spiritual dari Halloween<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2><span id=\"1_Kata_pengantar_festival_halloween\">1. Kata pengantar festival halloween<\/span><\/h2>\n<p>Halloween dirayakan di banyak negara, terutama di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris. Festival ini memiliki semua perangkap kejahatan. Departemen polisi dan pemadam kebakaran telah belajar untuk waspada dan mempersiapkan terlebih dahulu untuk kenaikan tajam dalam perilaku anti-sosial yang bertepatan dengan festival tahunan tersebut. Namun sementara orang tua mengingatkan anak-anak mereka tentang menghadapi orang asing yang tidak menyenangkan pada hari ini, mereka tidak menyadari bahwa di bawah lapisan yang menyenangkan dan bersenda gurau dari perayaan Halloween, terdapat suatu kekuatan tak terlihat yang bahkan lebih jahat sedang bekerja.<\/p>\n<p>Seperti halnya suatu lingkungan penghormatan di tempat ibadah adalah kondusif untuk kekuatan &#8211; kekuatan Ilahi positif, sebaliknya unsur-unsur tradisi Halloween ini secara aktif memberikan kontribusi pada peningkatan aktivitas energi-energi negatif seperti hantu.<\/p>\n<p>Pada malam Halloween, orang-orang dewasa dan anak-anak berpakaian seperti makhluk dari dunia hitam (hantu, setan, zombie, penyihir, goblin), menyalakan api unggun, dan menikmati kembang api yang spektakuler. Rumah-rumah dihiasi dengan mengukir labu atau lobak ke bentuk wajah yang menakutkan. Beberapa hiasan halaman yang paling populer adalah jack-o&#8217;-lantern, orang-orangan sawah, penyihir, untaian lampu berwarna oranye dan ungu, dekorasi makhluk hidup seperti tengkorak, laba-laba, labu, mumi, vampir (penghisap darah) dan makhluk-makhluk mengerikan lainnya. Hiasan-hiasan mengerikan lainnya adalah batu nisan dari gabus dan patung gargoyle (bentuk-bentuk binatang fantasi yang mengerikan).<\/p>\n<p>Dalam artikel ini, dengan pengetahuan yang diperoleh melalui <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/\"><span style=\"text-decoration: underline\">penelitian spiritual<\/span><\/a>, kami menjelaskan akibat \u2013 akibat\u00a0 buruk spiritual dari festival ini dan efek jangka pendek maupun jangka panjang pada masyarakat.<\/p>\n<h2><span id=\"2_Efek_spiritual_dari_merayakan_Halloween\">2. Efek spiritual dari merayakan Halloween<\/span><\/h2>\n<p>Sejak awal, marilah kita membiasakan diri dengan hukum dasar ilmu pengetahuan Spiritual yang menyatakan bahwa &#8216;Kata, sentuhan, bentuk, rasa, bau dan energi terkait eksis secara berdampingan&#8217;. Hal Ini berarti di mana kata &#8216;Tuhan YME&#8217; hadir, energi ilahi Tuhan juga hadir. Itulah sebabnya mengapa kita merasa lebih baik setelah <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/menyebut-dan-mengulang-nama-tuhan-yme\/\"><span style=\"text-decoration: underline\">menyebut dan mengulang (chanting)<\/span><\/a> Nama Tuhan atau berdoa kepada-Nya.<\/p>\n<p>Demikian juga, di mana nama dan bentuk hantu-hantu (setan, iblis, energi negatif, dll) berada, seperti pada Halloween, energi yang menyusahkan dari mereka juga hadir. Karena bentuk dan warna dekorasi dan kostum yang digunakan dalam Halloween mirip dengan hantu, hal itu bertindak sebagai antena (saluran frekuensi yang sama) untuk menarik banyak energi negatif yang menyusahkan seperti <span style=\"text-decoration: underline\">hantu biasa (<em>bh\u016bt)<\/em><\/span><\/p>\n<p>Kenyataanya, penelitian spiritual telah mengungkapkan bahwa Halloween merupakan festival yang diciptakan oleh energi-energi negatif dengan tujuan menghasilkan dan menyebarkan energi hitam negatif mereka ke dalam masyarakat. Sangat sering <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/difficulties\/Ghosts_Demons\/how-negative-energies-influence-people\">energi-energi negatif seperti hantu, setan, dll menaruh pemikiran-pemikiran dalam pikiran manusia<\/a> untuk memulai tradisi yang kental dengan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/sattva_raja_tama\"><em>Raja-Tama<\/em><\/a> sehingga mereka dapat mempengaruhi orang melalui hal tersebut.<\/p>\n<p>Dengan adanya daya tarik bagi hantu-hantu terhadap perayaan ini, berikut adalah efek-efek samping utama terhadap orang-orang dan lingkungan di tempat-tempat Halloween dirayakan.<\/p>\n<h3><span id=\"21_Meningkatnya_aktivitas_oleh_hantu-hantu\">2.1 Meningkatnya aktivitas oleh hantu-hantu<\/span><\/h3>\n<p>Di tempat-tempat di mana Halloween dirayakan, aktivitas hantu meningkat sebesar 10%. Dikarenakan peningkatan aktivitas dari para hantu dan getaran-getaran negatif yang ditimbulkan dari berbagai kostum dan dekorasi, <em>Raja-Tama<\/em> di lingkungan naik sebesar 30% pada petang\/ malam 31 \u200b\u200bOktober, yaitu saat Halloween dirayakan. Hal ini merupakan peningkatan yang sangat signifikan dan memiliki efek samping yang besar pada tingkat spiritual selama seminggu tersebut. Efeknya kemudian perlahan mereda dalam periode 3 bulan.<\/p>\n<p>Bahkan pada saat peristiwa-peristiwa alam seperti <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/pengertian-pengaruh-bulan-purnama\">gerhana-gerhana, bulan purnama<\/a> dan bulan mati, terdapat peningkatan aktivitas dari hantu-hantu. Namun, hal ini disebabkan karena terjadinya fenomena alam. Namun, dalam kasus Halloween, peningkatan aktivitas hantu adalah murni buatan manusia.<\/p>\n<h3><span id=\"22_Meningkatnya_resiko_kerasukan_oleh_hantu-hantu_yang_umum\">2.2 Meningkatnya resiko kerasukan oleh hantu-hantu yang umum<\/span><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-6186 alignleft\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2013\/10\/18152059\/3.IND_Increased-risk-of-possession.jpg\" alt=\"\" width=\"170\" height=\"205\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mohon lihat ke artikel tentang, <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kerasukan-setan\/definisi-kerasukan-setan-hantu\/\">&#8220;<span style=\"text-decoration: underline\">Apa artinya sedang &#8216;dipengaruhi oleh hantu&#8217; (setan, iblis, energi negatif, dll) dan sedang &#8216;dirasuki hantu&#8217; (kerasukan setan)?&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n<p>Dalam tabel di bawah ini, kami memberikan efek Halloween terhadap tiga jenis manusia di tingkat individu \u2013 yaitu: peserta dewasa yang aktif dalam perayaan, peserta anak yang aktif dalam perayaan dan mereka yang tidak aktif berpartisipasi.<\/p>\n<p>Di bulan February tahun 2014, kami melakukan kembali analisa\/ pembacaan dimensi spiritual tentang efek Halloween dan menemukan bahwa sejak tahun 2007, dampak merugikan dari Halloween pada tingkat halus (dimensi spiritual) telah meningkat pesat. Pada tabel di bawah ini kami telah memberikan angka yang telah di revisi dari efek merugikan tersebut.<\/p>\n<table class=\"tablestyle\" border=\"0\" cellspacing=\"1\" cellpadding=\"1\">\n<thead>\n<tr>\n<th scope=\"col\">Efek Halloween di tahun 2014 sehubungan dengan<\/th>\n<th style=\"text-align: center\" scope=\"col\">Perserta dewasa yang aktif dalam perayaan<\/th>\n<th style=\"text-align: center\" scope=\"col\">Perserta anak-anak yang aktif dalam perayaan<\/th>\n<th style=\"text-align: center\" scope=\"col\">Orang-orang yang tidak berpartisipasi<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Peningkatan dalam<em> Raja-Tama<\/em><\/td>\n<td style=\"text-align: center\">30%<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">30%<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">20%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Peningkatan dalam kemungkinan untuk dirasuki<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">50%<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">50%<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">30%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Waktu berlangsungnya efek buruk tersebut<\/td>\n<td style=\"text-align: center\"><strong>10 minggu<\/strong><\/td>\n<td style=\"text-align: center\"><strong>10 minggu<\/strong><\/td>\n<td style=\"text-align: center\"><strong>4 minggu<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>Sumber: Penelitian Spiritual oleh SSRF.org Feb 2014<\/strong><\/p>\n<p>Beberapa hal berikut telah diberikan sebagai alasan bagi meningkatnya efek negatif:<\/p>\n<ol>\n<li>Terdapat peningkatan dari tingkat keseluruhan <em>Raja-Tama <\/em>atau pencemaran spiritual di lingkungan sekitar sejak tahun 2007 (Hal tersebut berarti bahwa tahun 2007 relatif lebih <em>s\u0101ttvik<\/em> dibandingkan dengan tahun 2014)<\/li>\n<li>Masyarakat memperlihatkan peningkatan hasrat keinginan untuk mengambil bagian dalam perayaan bersifat negatif yang menunjukkan bahwa <em>Raja-Tama<\/em> di dalam masyarakat telah meningkat. Hal ini pada gilirannya meningkatkan risiko menjadi terpengaruh oleh energy-energi negatif.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Mengacu ke artikel <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kerasukan-setan\/populasi-dunia-dipengaruhi-hantu\/\">\u2018<span style=\"text-decoration: underline\">Berapa banyak populasi dunia yang dipengaruhi dan dirasuki oleh hantu?<\/span>\u2019<\/a><\/p>\n<p>Ada suatu peraturan yang menyatakan bahwa \u2018kemiripan menarik kemiripan\u2019 (Hukum ketertarikan). Begitu juga, orang-orang yang memiliki ketertarikan akan kostum-kostum berwujud setan (yang dominan <em>Tama<\/em> nya), umumnya juga akan didominasi oleh komponen <em>Tama<\/em>. Orang-orang tersebut lebih cenderung untuk dipengaruhi atau dirasuki oleh energi-energi negatif. Energi negatif tersebut akan mempengaruhi pemikiran mereka agar berpartisipasi dalam kegiatan negatif seperti Halloween.<\/p>\n<p>Di SSRF, kami memiliki para pencari (seekers) yang dapat melihat dimensi spiritual, sama seperti ketika melihat dimensi fisik. Yang Mulia Yoya Vallee telah menggambarkan getaran halus negatif yang dihasilkan di sekeliling orang biasa, saat orang tersebut mengenakan topeng dan kostum berwujud setan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2521\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2013\/10\/18152318\/IND_Halloween-demon-like.jpg\" alt=\"IND_Halloween---demon-like\" width=\"750\" height=\"517\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2013\/10\/18152318\/IND_Halloween-demon-like.jpg 750w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2013\/10\/18152318\/IND_Halloween-demon-like-300x206.jpg 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2013\/10\/18152318\/IND_Halloween-demon-like-400x275.jpg 400w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<p>Poin utamanya adalah kita menarik banyak getaran tidak nyaman dan menjadi terpengaruh oleh getaran-getaran tersebut. Namun, jika seseorang dirasuki oleh suatu entitas iblis, maka bukan saja ia menarik energi negatif tetapi juga menyebarkan energi negatif ke lingkungan sekitarnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2522\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2013\/10\/18152317\/IND-Halloween-costum-like.jpg\" alt=\"IND-Halloween---costum-like\" width=\"750\" height=\"549\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2013\/10\/18152317\/IND-Halloween-costum-like.jpg 750w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2013\/10\/18152317\/IND-Halloween-costum-like-300x219.jpg 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2013\/10\/18152317\/IND-Halloween-costum-like-400x292.jpg 400w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<h3><span id=\"23_Jenis_hantu_yang_cenderung_mengambil_keuntungan_dari_pesta-pesta_Halloween\">2.3 Jenis hantu yang cenderung mengambil keuntungan dari pesta-pesta Halloween<\/span><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-6187 alignleft\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2013\/10\/18152059\/5.IND_common-ghost.jpg\" alt=\"\" width=\"170\" height=\"208\" \/><\/p>\n<p>Jenis hantu yang paling mungkin untuk mengambil keuntungan dari perayaan adalah <span style=\"text-decoration: underline\">hantu biasa<\/span><\/p>\n<h3><span id=\"24_Mengenakan_warna_hitam_dan_kostum-kostum_saat_Halloween\">2.4 Mengenakan warna hitam dan kostum-kostum saat Halloween<\/span><\/h3>\n<p>Selama perayaan tersebut, warna hitam adalah warna yang dominan dipakai dan digunakan. Karena warna hitam bersifat<em> t\u0101masik<\/em>, hal itu memiliki kapasitas maksimum untuk menarik dan mengirimkan frekuensi negatif dan merusak suasana ke lingkungan sekitar, yaitu sejauh 70%. Ini berarti, dari semua getaran negatif yang mungkin timbul (termasuk hantu-hantu) yang mungkin berada di lingkungan sekitarnya, maka warna hitam dapat menarik hingga 70% dari mereka.<\/p>\n<p>Juga lihat ke artikel, <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/pakaian-pemakaman\/\"><span style=\"text-decoration: underline\">&#8220;Apa warna terbaik dari pakaian untuk dipakai ke pemakaman?&#8217;<\/span><\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/Bagaimana-warna-mempengaruhi-kita-secara-spiritual\"><span style=\"text-decoration: underline\">&#8216;Bagaimana warna mempengaruhi kita secara spiritual &#8216;.<\/span><\/a><\/p>\n<p>Anak-anak juga berpakaian seperti pesulap, vampir, penyihir, hantu, tengkorak yang mana Tama-nya dominan dan menarik energi-energi negatif sesungguhnya yang mereka miliki.<\/p>\n<h3><span id=\"25_Dekorasi-dekorasi_untuk_Halloween\">2.5 Dekorasi-dekorasi untuk Halloween<\/span><\/h3>\n<table class=\"tablestyle\" border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<th><strong>Dekorasi\/ Hiasan<\/strong><\/th>\n<th><strong>Keterangan<\/strong><\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pintu masuk<\/td>\n<td>Pintu masuk dihiasi dengan rangkaian-rangkaian bunga yang seringkali berwarna hitam atau dihiasi dengan tanda-tanda dari dunia hitam.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Rumah<\/td>\n<td>Rumah-rumah dihiasi dengan hiasan jaring laba-laba, laba-laba, hantu, batu nisan, tengkorak buatan yang <em>Tama<\/em> nya dominan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Lentera Halloween<\/td>\n<td>Lentera-lentera dari labu seringkali diukir menjadi wajah-wajah aneh di mana gelombang yang <em>Tama<\/em>-nya dominan beredar ke sekitarnya.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div class=\"bluebox\"><strong>Catatan Editor:<\/strong> Ladang musim gugur yang dipenuhi oleh labu-labu yang matang dan bunga matahari adalah contoh yang luar biasa dari karunia Ibu Pertiwi. Namun, mengukir labu ke dalam bentuk-bentuk aneh selama Halloween untuk suatu ritual menakutkan yang bebas mengundang energi-energi negatif adalah suatu tindakan yang perlu direnungkan oleh manusia.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span id=\"26_Spesifik_untuk_Halloween\">2.6 Spesifik untuk Halloween<\/span><\/h3>\n<p>Pada hari Halloween adalah umum untuk menyajikan kue-kue dan jenis \u2013 jenis bentuk makanan lainnya dalam bentuk batu nisan, rumah angker, potongan tangan, dll. Sehubungan dengan aturan spiritual yang dijelaskan di atas, bentuk dari suatu benda dan energi terkaitnya berada secara berdampingan. (Aturan ini lebih berlaku untuk benda padat.) Benda-benda makanan ini, disebabkan oleh bentuk mereka, yang mana bertindak sebagai saluran lain untuk meningkatkan serangan energi negatif antara lain seperti hantu yang umum hingga sebanyak 30%.<\/p>\n<h3><span id=\"27_Maksud_di_balik_tipuan_atau_hadiah_trick_or_treat\">2.7 Maksud di balik \u2018tipuan atau hadiah\u2019 (trick or treat)<\/span><\/h3>\n<p>Anak-anak pergi untuk mengumpulkan \u2018hadiah aau berupa tipuan\u2019 dari pintu ke pintu dengan meminta benda-benda (\u2018hadiah\u2019) dan mengancam untuk bermain \u2018tipu-tipuan\u2019 pada mereka yang menolak meberikan \u2018hadiah\u2019. Yang akibatnya:<\/p>\n<p>A. Nilai-nilai yang <em>Tama<\/em>-nya dominan terkesan pada pikiran anak-anak tersebut.<\/p>\n<p>B. Pikiran menjadi terbiasa untuk menjadi ekstrovert.<\/p>\n<h2><span id=\"3_Apa_yang_dapat_anda_lakukan_untuk_melindungi_diri_dari_efek-efek_buruk_spiritual_dari_Halloween\">3. Apa yang dapat anda lakukan untuk melindungi diri dari efek-efek buruk spiritual dari Halloween<\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Dengan berpartisipasi dalam perayaan Halloween kita secara nyata meningkatkan kemungkinan untuk dipengruhi dan dirasuki oleh hantu. Oleh sebab itu yang terbaik adalah untuk menghindar dari perayaan ini dan untuk mendidik orang lain tentang efek buruk nya. (Untuk mencapai hal ini kita dapat meng email artikel ini ke semua teman dan kenalan-kenalan kita.)<\/li>\n<li>Untuk melindungi diri dari efek buruk akan meningkatnya raja-tama dan peningkatan aktivitas hantu-hantu di tempat-tempat Halloween dirayakan, adalah penting bahwa sesorang berkonsentrasi pada latihan spiritual dengan ketat. Hal ini terutama dalam periode 1-2 hari sebelum Halloween atau setidaknya 1 minggu setelah itu. <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prayers\">Doa-doa<\/a> secara teratur (dengan rasa syukur) untuk perlindungan dari efek-efek samping dari Halloween dan agar dapat berlatih spiritual secara optimal juga merupakan suatu keharusan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Lihat artikel tentang <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/aboutspiritualresearch\/spiritualjourney\">&#8216;Mulailah perjalanan spiritual anda\u2019<\/a>, dengan mempraktekkannya seseorang lebih siap untuk mengatasi efek-efek spiritual buruk dari Halloween.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daftar isi1. Kata pengantar festival halloween2. Efek spiritual dari merayakan Halloween2.1 Meningkatnya aktivitas oleh hantu-hantu2.2 Meningkatnya resiko kerasukan oleh hantu-hantu yang umum2.3 Jenis hantu yang cenderung mengambil keuntungan dari pesta-pesta Halloween2.4 Mengenakan warna hitam dan kostum-kostum saat Halloween2.5 Dekorasi-dekorasi untuk Halloween2.6 Spesifik untuk Halloween2.7 Maksud di balik \u2018tipuan atau hadiah\u2019 (trick or treat)3. Apa yang &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Halloween<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1153,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Halloween - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/\",\"name\":\"Halloween - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2013\/10\/3.IND_Increased-risk-of-possession.jpg\",\"datePublished\":\"2013-10-09T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-28T18:16:47+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2013\/10\/18152059\/3.IND_Increased-risk-of-possession.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2013\/10\/18152059\/3.IND_Increased-risk-of-possession.jpg\",\"width\":170,\"height\":205},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"kecenderungan bukan spiritual dan perilaku\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Halloween\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Halloween - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/","name":"Halloween - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2013\/10\/3.IND_Increased-risk-of-possession.jpg","datePublished":"2013-10-09T00:00:00+00:00","dateModified":"2024-08-28T18:16:47+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2013\/10\/18152059\/3.IND_Increased-risk-of-possession.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2013\/10\/18152059\/3.IND_Increased-risk-of-possession.jpg","width":170,"height":205},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/halloween\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"kecenderungan bukan spiritual dan perilaku","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kecenderungan-bukan-spiritual-dan-perilaku\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Halloween"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Swapnil","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/swapnil\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Daftar isi1. Kata pengantar festival halloween2. Efek spiritual dari merayakan Halloween2.1 Meningkatnya aktivitas oleh hantu-hantu2.2 Meningkatnya resiko kerasukan oleh hantu-hantu yang umum2.3 Jenis hantu yang cenderung mengambil keuntungan dari pesta-pesta Halloween2.4 Mengenakan warna hitam dan kostum-kostum saat Halloween2.5 Dekorasi-dekorasi untuk Halloween2.6 Spesifik untuk Halloween2.7 Maksud di balik \u2018tipuan atau hadiah\u2019 (trick or treat)3. Apa yang&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/159"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=159"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/159\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16149,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/159\/revisions\/16149"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1153"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}