{"id":156,"date":"2013-10-23T00:00:00","date_gmt":"2013-10-23T00:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian1\/spiritualitas-dalam-hidup-sebuah-panduan-untuk-hidup-sattvik\/"},"modified":"2024-05-21T18:48:03","modified_gmt":"2024-05-21T18:48:03","slug":"spiritualitas-dalam-hidup-sebuah-panduan-untuk-hidup-sattvik","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual-intro","title":{"rendered":"Spiritualitas dalam hidup | Sebuah panduan untuk hidup sattvik"},"content":{"rendered":"<p>Pembaca yang terhormat,<\/p>\n<p>Pada bagian ini kami menggali berbagai aspek dalam menerapkan prinsip-prinsip hidup <em>S\u0101ttvik<\/em> (Spiritualitas) dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam hal ini, diperlukan untuk mengenal artikel tentang 3 komponen dasar halus untuk memahami bagian ini.<\/p>\n<p>Pentingnya gaya hidup <em>sattvik<\/em> tidak dapat diabaikan. Sama seperti unsur-unsur fisik lainnya seperti angin, cuaca, polusi, dll yang mempengaruhi kita setiap hari, sama halnya frekuensi-frekuensi spiritual yang dipancarkan dari lingkungan sekitar dan kegiatan-kegiatan yang kita lakukan juga mempengaruhi kita. Meskipun kebanyakan orang tidak dapat melihat frekuensi-frekuensi spiritual\/ halus tersebut karena disebabkan kurangnya kemampuan indra keenam, namun frekuensi tersebut secara halus tetap mempengaruhi kita sepanjang waktu pada tingkatan fisik, psikologis dan spiritual.<\/p>\n<p>Tabel di bawah ini akan menjelaskan konsep ini sedikit lebih jelas. Tabel ini menunjukkan berbagai kegiatan dan contoh\u00a0 lingkungan sekitar yang menguntungkan atau tidak menguntungkan.<\/p>\n<table class=\"tablestyle\" border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<th style=\"vertical-align: top;width: 239px;background-color: #e0e0e0\"><strong>Kegiatan<\/strong><\/th>\n<th style=\"vertical-align: top;width: 239px;background-color: #e0e0e0\"><strong>Menguntungkan<\/strong><\/th>\n<th style=\"vertical-align: top;width: 239px;background-color: #e0e0e0\"><strong>Tidak menguntungkan<\/strong><\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"239\">Studi<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"239\">Lingkungan yang tenang<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"239\">Lingkungan yang bising<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"239\">Olah raga<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"239\">Lingkungan yang tidak berpolusi<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"239\">Lingkungan yang berpolusi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"239\">Menjalankan usaha yang sukses<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"239\">Lingkungan dengan perekonomian yang baik<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"239\">Kurangnya hukum dan tata tertib<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"239\">Latihan spiritual<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"239\">Lingkungan yang <em>Sattvik<\/em><\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"239\">Lingkungan yang <em>Rajasik<\/em> atau <em>Tamasik<\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"239\">Hidup secara menyeluruh dan seimbang<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"239\">Lingkungan yang <em>Sattvik<\/em><\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"239\">Lingkungan yang <em>Rajasik<\/em> atau <em>Tamasik<\/em><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Kenyataannya, semua lingkungan-lingkungan yang menguntungkan untuk aktivitas yang baik harus memiliki beberapa unsur <em>sattvikta<\/em>. Sedangkan lingkungan yang bising akan memiliki elemen komponen dasar halus <em>raja<\/em> dan <em>tama<\/em> yang lebih tinggi. Semakin tinggi <em>sattvikta<\/em> nya, semakin lingkungan tersebut menguntungkan untuk kesejahteraan holistik dan pengembangan yang berkesinambungan. Dengan demikian, semua lingkungan yang tidak menguntungkan untuk aktifitas yang baik memiliki elemen-elemen <em>raja <\/em>dan <em>tama<\/em>.<\/p>\n<p>Melalui berbagai artikel di bagian ini, kami akan menunjukkan bagaimana kegiatan apapun dapat meningkatkan atau mengurangi <em>s\u0101ttvikt\u0101 <\/em>dalam hidup kita dan oleh sebab itu masing-masing dari hal tersebut dapat meningkatkan atau mengurangi kualitas hidup kita. Bagian dari artikel \u2018latihan spiritual \u2018di situs SSRF ini adalah tentang menanamkan <em>sattvikta<\/em> secara internal yaitu memurnikan pikiran dan akal budi (intelek) kita dan bagian dari artikel ini adalah tentang menanamkan <em>saattvikta <\/em>dalam lingkungan eksternal kita.<\/p>\n<p>Gaya hidup <em>Rajasik<\/em> dan <em>Tamasik<\/em> selalu sarat dengan ketidakbahagiaan, pengharapan-pengharapan dan kualitas eksistensi hidup yang lebih rendah.<\/p>\n<p>Perlu untuk dicatat bahwa tidak hanya satu aktivitas saja yang membangun atau menghancurkan <em>sattvikta <\/em>tetapi setiap kegiatan juga semakin menambah atau mengurangi <em>sattvikta<\/em>.<\/p>\n<p>Dalam beberapa kasus kami telah menyajikan percobaan\/ eksperimen dimensi spiritual (halus) untuk menguji indra keenam anda bersamaan dengan pembahasannya (materi dari teori). Dalam kasus tersebut mohon dilakukan percobaan sebelum membaca teorinya.<\/p>\n<p>Salam hangat dan berharap yang terbaik bagi anda semua dalam perjalanan spiritual<\/p>\n<p>Tim SSRF<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembaca yang terhormat, Pada bagian ini kami menggali berbagai aspek dalam menerapkan prinsip-prinsip hidup S\u0101ttvik (Spiritualitas) dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam hal ini, diperlukan untuk mengenal artikel tentang 3 komponen dasar halus untuk memahami bagian ini. Pentingnya gaya hidup sattvik tidak dapat diabaikan. Sama seperti unsur-unsur fisik lainnya seperti angin, cuaca, polusi, dll yang mempengaruhi &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual-intro\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Spiritualitas dalam hidup | Sebuah panduan untuk hidup sattvik<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Spiritualitas dalam hidup | Sebuah panduan untuk hidup sattvik - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual-intro\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual-intro\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual-intro\/\",\"name\":\"Spiritualitas dalam hidup | Sebuah panduan untuk hidup sattvik - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"datePublished\":\"2013-10-23T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-21T18:48:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual-intro\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual-intro\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual-intro\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Spiritualitas dalam hidup | Sebuah panduan untuk hidup sattvik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Spiritualitas dalam hidup | Sebuah panduan untuk hidup sattvik - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual-intro\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual-intro\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual-intro\/","name":"Spiritualitas dalam hidup | Sebuah panduan untuk hidup sattvik - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"datePublished":"2013-10-23T00:00:00+00:00","dateModified":"2024-05-21T18:48:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual-intro\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual-intro\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual-intro\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Spiritualitas dalam hidup | Sebuah panduan untuk hidup sattvik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Swapnil","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/swapnil\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Pembaca yang terhormat, Pada bagian ini kami menggali berbagai aspek dalam menerapkan prinsip-prinsip hidup S\u0101ttvik (Spiritualitas) dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam hal ini, diperlukan untuk mengenal artikel tentang 3 komponen dasar halus untuk memahami bagian ini. Pentingnya gaya hidup sattvik tidak dapat diabaikan. Sama seperti unsur-unsur fisik lainnya seperti angin, cuaca, polusi, dll yang mempengaruhi&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/156"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=156"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/156\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15940,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/156\/revisions\/15940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=156"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=156"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=156"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}