{"id":15314,"date":"2023-11-08T00:13:53","date_gmt":"2023-11-08T00:13:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=15314"},"modified":"2023-11-08T00:13:53","modified_gmt":"2023-11-08T00:13:53","slug":"studi-perbandingan-pendulum","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/","title":{"rendered":"Studi Perbandingan dowsing sebuah objek menggunakan pendulum oleh seeker dengan dan tanpa energi negatif"},"content":{"rendered":"<p>Peneliti Utama: Dr. Nandini Samant, MBBS, DPM<\/p>\n<p>Kode penelitian: PEN-01<\/p>\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Pengantar\">1. Pengantar\u00a0<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Metodologi_penelitian\">2. Metodologi penelitian\u00a0\u00a0<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Pengamatan\">3. Pengamatan\u00a0<\/a><ul><li><a href=\"#31_Ketika_Ny_Lola_melakukan_dowsing\">3.1 Ketika Ny Lola melakukan dowsing\u00a0<\/a><\/li><li><a href=\"#32_Ketika_Ny_Elisabethmelakukan_dowsing\">3.2 Ketika Ny Elisabeth\u00a0melakukan dowsing<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#4_Analisis_halus_berdasarkan_pengetahuan_halus_yang_diterima_oleh_seeker_dari_bagian_pengetahuan_halus\">4. Analisis halus berdasarkan pengetahuan halus yang diterima oleh seeker dari bagian pengetahuan halus\u00a0<\/a><ul><li><a href=\"#41_Sifat_getaran_objek\">4.1 Sifat getaran objek\u00a0<\/a><\/li><li><a href=\"#42_Arti_arah_pergerakan_pendulum\">4.2 Arti arah pergerakan pendulum\u00a0<\/a><\/li><li><a href=\"#43_Alasan_yang_mendasari_gerakan_berlawanan_arah_jarum_jam_ketika_Ny_Elisabeth_melakukan_dowsing\">4.3 Alasan yang mendasari gerakan berlawanan arah jarum jam ketika Ny. Elisabeth melakukan dowsing<\/a><\/li><li><a href=\"#44_Alasan_yang_mendasari_berbagai_pengalaman_subyektif_Ny_Elisabeth\">4.4 Alasan yang mendasari berbagai pengalaman subyektif Ny Elisabeth<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#5_Kesimpulan\">5. Kesimpulan\u00a0<\/a><\/li><li><a href=\"#6_Poin-poin_penting_yang_dipelajari_dari_eksperimen_ini\">6. Poin-poin penting yang dipelajari dari eksperimen ini\u00a0<\/a><ul><li><a href=\"#61_Pentingnya_dowser_bebas_dari_gangguan_energi_negatif\">6.1 Pentingnya dowser bebas dari gangguan energi negatif\u00a0<\/a><\/li><li><a href=\"#62_Pentingnya_kemampuan_analisis_halus\">6.2 Pentingnya kemampuan analisis halus\u00a0<\/a><\/li><li><a href=\"#63_Pentingnya_latihan_spiritual\">6.3 Pentingnya latihan spiritual\u00a0<\/a><\/li><li><a href=\"#64_Pentingnya_gambar_Srikrushna_sebagai_sarana_terapi_penyembuhan_spiritual\">6.4 Pentingnya gambar Srikrushna sebagai sarana terapi penyembuhan spiritual\u00a0<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/div>\n<h2><span id=\"1_Pengantar\">1. <strong>Pengantar\u00a0<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Sebagian besar dari kita mungkin menyadari bahwa dowsing dengan pendulum kadang-kadang digunakan untuk mendapatkan jawaban \u2018ilahi&#8217; atas pertanyaan mengenai lokasi air tanah dan mineral, hubungan, investasi, keaslian barang dan bahkan bertanya tentang masa depan. Namun, keakuratan &#8216;ramalan&#8217; tergantung pada beberapa variabel. Dalam penelitian ini kami menguji salah satu dari\u00a0 variabel tersebut \u2013 apakah ada atau tidak adanya getaran energi negatif pada dowser, mempengaruhi keakuratan jawaban.<\/p>\n<p>Untuk lebih memahami eksperimen ini, bacalah artikel kami <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/dowsing\/\">Pengantar penelitian spiritual menggunakan pendulum.\u00a0<\/a><\/p>\n<h2><span id=\"2_Metodologi_penelitian\">2. <strong>Metodologi penelitian\u00a0\u00a0<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Kami memulainya dengan meminta seorang seeker yang memiliki indra keenam tingkat lanjut dari bagian pengetahuan halus, Ny.Anjali Gadgil, untuk melakukan analisis halus berdasarkan pengetahuan halus terhadap objek yang akan diamati dalam percobaan ini, dan\u00a0 menyimpan catatan analisis tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan pengamatan spiritual dasar dari objek yang nantinya akan kita bandingkan hasilnya.<\/p>\n<p>Kami kemudian memintanya untuk menempatkan benda di dalam amplop, menutupnya, dan menyerahkannya kepada kami untuk percobaan. Tak satupun dari staf atau subjek yang terlibat dalam percobaan tahu tentang isi amplop tertutup tersebut. Kami menandai permukaan amplop dalam lingkaran konsentris dengan jarak 2 inci (5,08 cm). Ini untuk memudahkan pembacaan jarak yang ditempuh oleh\u00a0 pendulum.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15327 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/29175111\/1-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy.jpg\" alt=\"Studi Perbandingan dowsing sebuah objek menggunakan pendulum oleh seeker dengan dan tanpa energi negatif\" width=\"564\" height=\"449\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/29175111\/1-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy.jpg 564w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/29175111\/1-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy-300x239.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 564px) 100vw, 564px\" \/><\/p>\n<p>Selanjutnya kami\u00a0 meminta Ny. Gadgil untuk melakukan analisis halus berdasarkan pengetahuan halus terhadap dua subjek yang berpartisipasi dalam percobaan. Beliau mendapatkan hasil bahwa subjek pertama, Ny. Lola, tidak memiliki gangguan energi negatif, sedangkan subjek lainnya, Ny. Elisabeth, memiliki gangguan energi negatif. Ny. Gadgil dihadirkan dalam seluruh percobaan ini dan melakukan\u00a0 analisis halus.\u00a0 Kami kemudian meminta subjek pertama, Ny. Lola, untuk mulai melakukan dowsing di atas amplop tertutup menggunakan pendulum pada ketinggian 1-2 inci dari amplop. Agar posisi tangannya stabil, kami memintanya untuk meletakkan tangannya\u00a0 di kakinya yang terlipat.<\/p>\n<p>Hasil percobaan dicatat.<\/p>\n<p>Selanjutnya kami meminta subjek kedua, Ny. Elisabeth, untuk mengulangi dowsing pada amplop tertutup yang sama dan menggunakan pendulum yang sama. Jarak yang sama dari amplop tertutup tersebut dan tangannya juga distabilkan.<\/p>\n<p>Hasilnya percobaan dicatat, Ny. Elisabeth juga menyampaikan pengalamannya selama dowsing.<\/p>\n<h2><span id=\"3_Pengamatan\">3. <strong>Pengamatan\u00a0<\/strong><\/span><\/h2>\n<h3><span id=\"31_Ketika_Ny_Lola_melakukan_dowsing\">3.1 Ketika Ny Lola melakukan dowsing<strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<table class=\"tablestyle\" border=\"1\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<th style=\"width: 169px\">Arah pergerakan pendulum<\/th>\n<th style=\"width: 169px\">Diameter gerakan<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 169px\">Searah jarum jam<\/td>\n<td style=\"width: 169px\">41 cm<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h3 style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15328 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/29175131\/2-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy.jpg\" alt=\"Studi Perbandingan dowsing sebuah objek menggunakan pendulum oleh seeker dengan dan tanpa energi negatif\" width=\"740\" height=\"386\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/29175131\/2-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy.jpg 740w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/29175131\/2-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy-300x156.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 740px) 100vw, 740px\" \/><\/h3>\n<h3><span id=\"32_Ketika_Ny_Elisabethmelakukan_dowsing\">3.2 Ketika Ny Elisabeth<strong>\u00a0<\/strong>melakukan dowsing<\/span><\/h3>\n<table class=\"tablestyle\" border=\"1\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<th style=\"width: 169px\"><strong>Arah pergerakan pendulum<\/strong><\/th>\n<th style=\"width: 169px\">Diameter gerakan<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 169px\">Berlawanan arah jarum jam<\/td>\n<td style=\"width: 169px\">0.5 cm<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15329 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/29175156\/3-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy.jpg\" alt=\"Studi Perbandingan dowsing sebuah objek menggunakan pendulum oleh seeker dengan dan tanpa energi negatif\" width=\"738\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/29175156\/3-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy.jpg 738w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/29175156\/3-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy-300x155.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 738px) 100vw, 738px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Pengalaman subjektif Ny. Elisabeth:<\/strong> Ketika amplop tertutup diletakkan di depan saya, saya merasa seolah-olah energi negatif dilepaskan dari tubuh saya. Saya merasa ingin menjauh dari amplop. Saya merasa tenaga saya mulai terkuras. Sewaktu saya melanjutkan dowsing, saya mulai merasakan beberapa hal positif datang kepada saya dari amplop. Kemudian saya merasa bahwa saya menerima energi yang baik dari amplop dan merasa lebih baik.<\/p>\n<h2><span id=\"4_Analisis_halus_berdasarkan_pengetahuan_halus_yang_diterima_oleh_seeker_dari_bagian_pengetahuan_halus\">4. <strong>Analisis halus berdasarkan pengetahuan halus yang diterima oleh seeker dari bagian pengetahuan halus\u00a0<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Karena tempat, waktu, objek di mana dowsing dilakukan dan pendulum yang digunakan untuk dowsing adalah sama, maka hasil yang diharapkan adalah sama atau setidaknya serupa. Namun, kami menemukan hasil yang kontradiktif. Karena tidak didapatkan hasil yang logis, maka\u00a0 kami meminta Ny. Anjali Gadgil untuk menjelaskan kepada kami apa yang sebenarnya terjadi dalam dimensi halus berdasarkan analisis halusnya yang dilakukan selama percobaan. Dia menjelaskan kepada kami alasan yang mendasari hasil tersebut.<\/p>\n<h3><span id=\"41_Sifat_getaran_objek\">4.1 <strong>Sifat getaran objek\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Ny. Gadgil menjelaskan bahwa benda dalam amplop tertutup itu memancarkan getaran yang sangat positif. Selanjutnya ketika amplop itu dibuka terdapat gambar Sr\u012bkrushna di dalamnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-15330 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/29175225\/4-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy.jpg\" alt=\"Studi Perbandingan dowsing sebuah objek menggunakan pendulum oleh seeker dengan dan tanpa energi negatif\" width=\"425\" height=\"616\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/29175225\/4-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy.jpg 425w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/29175225\/4-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy-207x300.jpg 207w\" sizes=\"(max-width: 425px) 100vw, 425px\" \/><\/p>\n<p>Srikrushna adalah Dewa Hindu. Dewa merupakan bentuk Prinsip Tuhan dan bentuk visualnya memancarkan getaran positif yang kuat. Ini terutama terjadi jika Tuhan digambarkan dengan cara yang secara signifikan mencerminkan bentuk aslinya.<\/p>\n<p>Gambar ini adalah Gambar Srikrushna yang digunakan dalam percobaan.<\/p>\n<h3><span id=\"42_Arti_arah_pergerakan_pendulum\">4.2 <strong>Arti arah pergerakan pendulum\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Ny Gadgil mengungkapkan bahwa gerakan pendulum searah jarum jam merupakan indikasi kepositifan yang berasal dari objek yang di dowsing. Gerakan berlawanan arah jarum jam menunjukkan hal-hal negatif. Objek itu memancarkan getaran yang sangat positif. Dengan demikian, hasil yang didapatkan pada Ny Lola sesuai dengan sifat positif dari objek; sedangkan hasil dari Ny. Elisabeth justru sebaliknya.<\/p>\n<h3><span id=\"43_Alasan_yang_mendasari_gerakan_berlawanan_arah_jarum_jam_ketika_Ny_Elisabeth_melakukan_dowsing\">4.3 Alasan yang mendasari gerakan berlawanan arah jarum jam ketika Ny. Elisabeth melakukan dowsing<\/span><\/h3>\n<p>Ny Gadgil menjelaskan kepada kita bahwa energi negatif pada seorang dowser yang memiliki gangguan energi negatif, berperang dengan gambaran Dewa yang memancarkan getaran positif dengan memancarkan getaran negatif ke arah gambar. Itulah sebabnya ketika Ny. Elisabeth sedang melakukan dowsing, pendulum bergerak\u00a0 berlawanan arah jarum jam.<\/p>\n<h3><span id=\"44_Alasan_yang_mendasari_berbagai_pengalaman_subyektif_Ny_Elisabeth\">4.4 Alasan yang mendasari berbagai pengalaman subyektif Ny Elisabeth<\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><em>Ketika amplop tertutup diletakkan di depan saya, saya merasa seolah-olah energi negatif dilepaskan dari tubuh saya.<\/em> \u2013 Ketika Ny. Elisabeth mendekati gambar Srikrushna untuk melakukan eksperimen dowsing, penyihir halus (<em><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/penyihir-halus\/\">m\u0101ntrik<\/a><\/em>) dari neraka yang berada dalam dirinya mulai melawan kepositifan yang berasal dari gambar dengan memancarkan energi negatif. Pada saat itu, ketika kesadaran penyihir halus berada di depan dan kesadaran Ny. Elisabeth sendiri surut ke belakang, dia mengalami pelepasan energi negatif dari mantrik seolah-olah dilepaskan dari tubuhnya sendiri.<\/li>\n<li><em>Saya merasa ingin menjauh dari amplop<\/em>. \u2013 Yang sebenarnya adalah penyihir halus yang berada di dalam Ny. Elisabeth yang merasa ingin menjauh dari kepositifan yang berasal dari gambar. Karena penyihir halus tidak bisa mentolerir kepositifan yang berasal dari gambar dan kehilangan energi hitamnya dalam pertempuran, dia ingin menjauh untuk melindungi dirinya dari terkurasnya energi hitam yang dimilikinya.<\/li>\n<li><em>Saya mulai merasa tenaga saya terkuras<\/em>. \u2013 Saat pertempuran berlanjut, energi hitam penyihir halus itu habis dan dia merasa terkuras. Ny. Elisabeth mengalami perasaan terkuras sebagai miliknya.<\/li>\n<li><em>Sewaktu saya melanjutkan dengan dowsing, saya mulai merasakan beberapa hal positif datang kepada saya dari amplop. <\/em>\u2013 Dengan kontak berkelanjutan Ny. Elisabeth dengan gambar Srikrushna saat dowsing, energi hitam penyihir halus mulai habis dalam pertempuran. Oleh karena itu, energi hitam yang menutupi di sekelilingnya berkurang dan kemudian dia bisa merasakan kepositifan yang berasal dari amplop tertutup sampai batas tertentu.<\/li>\n<li><em>Selanjutnya saya merasa\u00a0 menerima energi yang baik dari amplop dan merasa lebih baik. <\/em>\u2013 Ketika energi hitam yang menutupi sekitar Ny. Elisabeth berkurang secara substansial, penyihir halus itu mulai terekspos. Untuk melindungi dirinya dari serangan energi positif yang berasal dari gambar, dia mundur, dan kesadarannya muncul ke permukaan. Kemudian dia bisa merasakan energi positif yang berasal dari gambar Srikrushna dengan lebih jelas. Setelah menerima energi positif dari gambar, Ny. Elisabeth merasa lebih baik.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span id=\"5_Kesimpulan\">5. <strong>Kesimpulan\u00a0<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Probabilitas akurasi lebih banyak ketika dowser tidak memiliki gangguan energi negatif. Dengan demikian, status dowser sehubungan dengan apakah mereka memiliki atau tidak memiliki gangguan energi negatif adalah salah satu faktor penentu\u00a0 dari keakuratan pembacaan yang diperoleh dengan dowsing menggunakan pendulum.<\/p>\n<h2><span id=\"6_Poin-poin_penting_yang_dipelajari_dari_eksperimen_ini\">6. <strong>Poin-poin penting yang dipelajari dari eksperimen ini\u00a0<\/strong><\/span><\/h2>\n<h3><span id=\"61_Pentingnya_dowser_bebas_dari_gangguan_energi_negatif\">6.1 Pentingnya dowser bebas dari gangguan energi negatif<strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Dalam kasus dowser dengan gangguan energi negatif, kemungkinan besar ada gangguan oleh entitas negatif dalam proses dowsing, sehingga mempengaruhi hasil. Oleh karena itu, jika kita ingin mendapatkan masukan dari dowser dalam pengambilan keputusan kita, penting agar dowser bebas dari gangguan energi negatif.<\/p>\n<h3><span id=\"62_Pentingnya_kemampuan_analisis_halus\">6.2 Pentingnya kemampuan analisis halus<strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Untuk memastikan apakah dowser bebas dari gangguan energi negatif, tidak dapat dilakukan pada tingkat panca indera, pikiran, dan kecerdasan. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan melakukan analisis halus menggunakan pengetahuan halus.<\/p>\n<h3><span id=\"63_Pentingnya_latihan_spiritual\">6.3 Pentingnya latihan spiritual<strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li>Melakukan latihan spiritual sesuai dengan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/basicpricinples_spirituality_d\">enam prinsip dasar latihan spiritual<\/a> membantu mengembangkan indra keenam kita sehingga memungkinkan kita untuk melakukan analisis halus menggunakan pengetahuan halus. Hanya dengan begitu kita dapat memutuskan sendiri apakah dowser dipengaruhi oleh energi negatif. Jika seorang seeker yang melakukan latihan spiritual mengembangkan keyakinan, bahkan jika dia mungkin tidak memiliki indra keenam yang maju, Tuhan membimbingnya untuk mendapatkan dowser yang tepat.<\/li>\n<li>Dari perspektif dowser, melakukan latihan spiritual sesuai dengan enam prinsip dasar latihan spiritual akan meningkatkan akurasi pengamatan mereka. Selain itu mereka juga akan memperoleh perlindungan dari benda\/orang\/tempat yang memancarkan energi negatif yang mungkin bersentuhan dengan mereka selama dowsing.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span id=\"64_Pentingnya_gambar_Srikrushna_sebagai_sarana_terapi_penyembuhan_spiritual\">6.4 Pentingnya gambar Srikrushna sebagai sarana terapi penyembuhan spiritual<strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Eksperimen ini mengungkapkan bahwa energi positif dalam gambar Srikrushna melawan energi negatif dari penyihir halus yang mengganggu Ny. Elisabeth, sehingga mengurangi energi hitam dari penyihir halus yang tersimpan di dalam diri Ibu Elisabeth. Sebagian besar masalah dalam hidup kita, dari berbagai penyakit fisik dan psikologis hingga masalah perkawinan dan keuangan, disebabkan oleh energi hitam dari energi negatif. Oleh karena itu, kontak dengan gambar Dewa seperti Srikrushna, mengurangi energi hitam dari penyihir halus, adalah terapi penyembuhan spiritual yang baik. Kita dapat memastikan manfaat penyembuhan spiritual yang berkelanjutan dengan membawa gambar Dewa tersebut di dompet kita, atau dengan memakainya di liontin, dll. Manfaatnya meningkat berlipat ganda, sebanding dengan keyakinan kita pada khasiatnya.<\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: justify\">\n<p>Bagian pengetahuan halus kami melakukan analisis halus terhadap semua eksperimen. Analisis halus mereka menunjukkan, bahwa kadang-kadang alasan yang mendasari dua hasil pengamatan serupa yang dilakukan dengan cara yang sama didapatkan alasan yang sangat berlawanan. Namun, dunia ilmiah modern hanya mengakui hasil pengamatan serupa sebagai peristiwa serupa. Dari perspektif ini, bagian pengetahuan halus menjelaskan keterbatasan peralatan ilmiah dalam penelitian dan perannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat diagnostik. Baca lebih lanjut tentang ini di artikel kami &#8216;<a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/komentar-keterbatasan\/\">Komentar tentang keterbatasan peralatan modern yang digunakan dalam studi penelitian&#8217;<\/a><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peneliti Utama: Dr. Nandini Samant, MBBS, DPM Kode penelitian: PEN-01 Daftar isi1. Pengantar\u00a02. Metodologi penelitian\u00a0\u00a03. Pengamatan\u00a03.1 Ketika Ny Lola melakukan dowsing\u00a03.2 Ketika Ny Elisabeth\u00a0melakukan dowsing4. Analisis halus berdasarkan pengetahuan halus yang diterima oleh seeker dari bagian pengetahuan halus\u00a04.1 Sifat getaran objek\u00a04.2 Arti arah pergerakan pendulum\u00a04.3 Alasan yang mendasari gerakan berlawanan arah jarum jam ketika Ny. &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Studi Perbandingan dowsing sebuah objek menggunakan pendulum oleh seeker dengan dan tanpa energi negatif<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1102,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Studi Perbandingan dowsing sebuah objek menggunakan pendulum oleh seeker dengan dan tanpa energi negatif - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/\",\"name\":\"Studi Perbandingan dowsing sebuah objek menggunakan pendulum oleh seeker dengan dan tanpa energi negatif - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/1-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy.jpg\",\"datePublished\":\"2023-11-08T00:13:53+00:00\",\"dateModified\":\"2023-11-08T00:13:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/29175111\/1-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/29175111\/1-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy.jpg\",\"width\":564,\"height\":449},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Metodologi penelitian\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Studi Perbandingan dowsing sebuah objek menggunakan pendulum oleh seeker dengan dan tanpa energi negatif\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Studi Perbandingan dowsing sebuah objek menggunakan pendulum oleh seeker dengan dan tanpa energi negatif - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/","name":"Studi Perbandingan dowsing sebuah objek menggunakan pendulum oleh seeker dengan dan tanpa energi negatif - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/1-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy.jpg","datePublished":"2023-11-08T00:13:53+00:00","dateModified":"2023-11-08T00:13:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/29175111\/1-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/29175111\/1-IND_XL_Comparative-study-of-dowsing-an-object-using-a-pendulum-by-seekers-with-and-without-negative-energy.jpg","width":564,"height":449},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/studi-perbandingan-pendulum\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Metodologi penelitian","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Studi Perbandingan dowsing sebuah objek menggunakan pendulum oleh seeker dengan dan tanpa energi negatif"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"trupti","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/trupti\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Peneliti Utama: Dr. Nandini Samant, MBBS, DPM Kode penelitian: PEN-01 Daftar isi1. Pengantar\u00a02. Metodologi penelitian\u00a0\u00a03. Pengamatan\u00a03.1 Ketika Ny Lola melakukan dowsing\u00a03.2 Ketika Ny Elisabeth\u00a0melakukan dowsing4. Analisis halus berdasarkan pengetahuan halus yang diterima oleh seeker dari bagian pengetahuan halus\u00a04.1 Sifat getaran objek\u00a04.2 Arti arah pergerakan pendulum\u00a04.3 Alasan yang mendasari gerakan berlawanan arah jarum jam ketika Ny.&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/15314"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11749"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15314"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/15314\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15419,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/15314\/revisions\/15419"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15314"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15314"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15314"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}