{"id":15077,"date":"2023-10-11T23:48:00","date_gmt":"2023-10-11T23:48:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=15077"},"modified":"2024-06-15T11:30:27","modified_gmt":"2024-06-15T11:30:27","slug":"peragaan-busana","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/","title":{"rendered":"Peragaan Busana \u2013 sebuah perspektif spiritual"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left\">\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Pengantar\">1. Pengantar\n<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Dampak_acara_peragaan_busana_secara_fisik\">2. Dampak acara peragaan busana secara fisik\n<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Dampak_acara_peragaan_busana_secara_psikologi\">3. Dampak acara peragaan busana secara psikologi\n<\/a><ul><li><a href=\"#31_Pada_penonton\">3.1 Pada penonton<\/a><\/li><li><a href=\"#32_Pada_model\">3.2 Pada model<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#4_Dampak_acara_peragaan_busana_secara_spiritual\">4. Dampak acara peragaan busana secara spiritual<\/a><\/li><li><a href=\"#5_Cara_mengatasi_kecenderungan_untuk_mengikuti_tren_acara_peragaan_busana\">5. Cara mengatasi kecenderungan untuk mengikuti tren acara peragaan busana<\/a><\/li><li><a href=\"#6_Kesimpulan\">6. Kesimpulan\n<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2 align=\"JUSTIFY\"><span id=\"1_Pengantar\"><strong>1. Pengantar<br \/>\n<\/strong><\/span><\/h2>\n<p align=\"JUSTIFY\">Peragaan busana adalah acara yang diselenggarakan oleh perancang busana untuk memamerkan lini pakaian atau aksesori mereka yang akan datang. Peragaan busana memulai debutnya setiap musim, terutama musim Semi\/Musim Panas dan Musim Gugur\/Musim Dingin. Disinilah tren fashion terbaru dibuat. Pekan mode paling berpengaruh adalah Paris Fashion Week dan New York Fashion Week, keduanya mengadakan acara setiap setengah tahun. Milan, London dan Berlin Fashion Week juga termasuk dalam acara peragaan busana paling bergengsi di seluruh dunia. Dalam peragaan busana biasanya, para model berjalan di atas catwalk (tempat jalannya model) dengan mengenakan pakaian hasil kreasi sang desainer. Kadang-kadang, peragaan busana didesain dengan bentuk instalasi, di mana modelnya diam, berdiri atau duduk pada setting\/dekorasi yang dibuat diatas panggung. Berbagai desainer kontemporer cenderung memproduksi pertunjukan mereka dengan gaya produksi teater dengan set yang rumit dan elemen tambahan seperti musik live atau berbagai teknologi. (Sumber: Wikipedia)<\/p>\n<p>Tercatat peragaan busana pertama dimulai sejak abad ke-19 di Paris dan kemudian menyebar ke Amerika Serikat dan negara lain. Pada tahun 1970-an dan 1980-an peragaan busana meningkat dan berlangsung di banyak kota di seluruh dunia. Dari tahun 2000 hingga saat ini, peragaan busana biasanya juga difilmkan dan ditayangkan di saluran televisi yang ditunjuk secara khusus atau bahkan di film dokumenter. Peragaan busana telah disiarkan ke seluruh rumah melalui TV dan ditayangkan di restoran, bar, kafe, hingga bandara. Orang-orang kadang-kadang menonton pertunjukan dengan sengaja atau tidak sengaja dimana peragaan busana sedang disiarkan di tempat mereka berada. Dalam beberapa tahun terakhir fashion show semakin gelap dan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-dasar-terbentuknya-alam-semesta\/\"><em>t\u0101masik<\/em><\/a>. Dengan cara ini peragaan busana memancarkan pengaruh negatifnya baik secara fisik maupun halus pada jutaan orang. Karena peragaan busana dan media cetak, beberapa model memperoleh status &#8216;super model&#8217; dan dianggap sebagai selebritis kelas dunia bersamaan dengan bintang film atau penyanyi terkenal. Namun jika dibandingkan dengan ribuan anak muda yang terjun dalam profesi modeling, predikat &#8216;supermodel&#8217; termasuk sangat langka didapatkan.<\/p>\n<p>Mempertimbangkan daya tarik peragaan busana yang luas di seluruh dunia, kami akhirnya memutuskan untuk meneliti fenomena ini dari perspektif spiritual.<\/p>\n<h2 align=\"JUSTIFY\"><span id=\"2_Dampak_acara_peragaan_busana_secara_fisik\"><strong>2. Dampak acara peragaan busana secara fisik<br \/>\n<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Sejak\u00a0 bertahun-tahun lalu, perancang busana menetapkan tren bahwa gadis-gadis yang mengenakan pakaian mereka di peragaan busana harus sangat kurus. Beberapa dari mereka bahkan terlihat menderita anoreksia serta kurang memiliki kebugaran dan kesehatan tubuh yang baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-15090\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24000815\/01-fashion.jpg\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"381\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24000815\/01-fashion.jpg 500w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24000815\/01-fashion-300x229.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/p>\n<p>Sejak peragaan busana ditonton oleh jutaan orang, gadis-gadis muda mengadopsi pemikiran bahwa menjadi sangat langsing itu indah dan mencoba meniru dan berdandan seperti model di peragaan busana. Beberapa bahkan mengalami penyakit seperti anoreksia dan bulimia dalam upaya untuk tetap langsing.<\/p>\n<p>Para model merasakan kelaparan setiap harinya, agar dapat menyesuaikan diri dengan ukuran tubuh yang ditentukan oleh desainer dan agensi modelnya. Di seluruh dunia makan dan tidurnya para model sangat sedikit, karena gaya hidup yang sibuk, terutama selama minggu peragaan busana. Setelah <u>beberapa lama<\/u>, beberapa model menjadi sakit dan harus meninggalkan profesinya. Begitu pula, setelah ukuran tubuh seorang model melebihi yang telah ditentukan, karir modelingnya pun berakhir.<\/p>\n<h2 align=\"JUSTIFY\"><span id=\"3_Dampak_acara_peragaan_busana_secara_psikologi\"><strong>3. Dampak acara peragaan busana secara psikologi<br \/>\n<\/strong><\/span><\/h2>\n<h3><span id=\"31_Pada_penonton\">3.1 Pada penonton<\/span><\/h3>\n<p>Orang-orang yang menonton peragaan busana cenderung membandingkan diri mereka dengan para model dan menginginkan kehidupan yang mirip dengan mereka. Dalam banyak kasus hal ini tidak mungkin terjadi\/dilakukan, dan kemudian mereka menjadi depresi. Orang tidak menyadari bahwa profesi modeling adalah pekerjaan yang sangat sulit dan di balik ketenaran dan kejayaannya ada gaya hidup yang tidak baik bagi setiap individunya.<\/p>\n<div class=\"bluebox\" align=\"JUSTIFY\">\u201cSemua orang menginginkan kebahagiaan, tetapi <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/menemukan-kebahagiaan\/kebahagiaan-batin-dalam\/\">Bliss<\/a> (kebahagiaan hakiki) adalah kebahagiaan yang jauh lebih tinggi. Tergantung apa yang kita inginkan \u2013 bliss dan kebahagiaan permanen atau kebahagiaan semu dan diakhiri dengan penderitaan ? Tuhan berarti Bliss &#8211; tiada kesedihan sama sekali. \u2013 Yang Mulia Dr. Athavale<\/div>\n<h3><\/h3>\n<h3><\/h3>\n<h3><span id=\"32_Pada_model\">3.2 Pada model<\/span><\/h3>\n<p>Karena model biasanya perempuan atau laki-laki muda yang berparas menawan, beberapa orang yang tidak baik dan kaya raya tertarik kepada mereka. Beberapa model menjadi terpikat dengan gaya hidup berpesta, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba dan perilaku bebas.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-15092 aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24000928\/02-fs.jpg\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"337\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24000928\/02-fs.jpg 500w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24000928\/02-fs-300x202.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/>Sebuah klub malam di Milan, Italia<\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><strong>Ibu dari seorang model\u00a0 bercerita dengan kami<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Saya bepergian dengan putri saya yang berprofesi sebagai model sebagai upaya untuk tetap berada di dekatnya dalam profesi yang berbahaya secara moral. Suatu malam dia ingin mampir ke sebuah klub di Milan, Italia, untuk melihat bagaimana isinya. Dia baru berusia 17 tahun dan pada dasarnya sangat polos. \u00a0Saya mendandani diri saya seperti anak muda, untuk menemaninya dan agar tidak terlihat terlalu mencolok sebagai seorang ibu yang menemani seorang anak perempuannya. Segera setelah kami memasuki klub malam, saya mulai merasa mual. Klub itu penuh dengan model dan laki-laki tua mengincar mereka. Itu membuatku merasa jijik. Para model minum-minum, bau mariyuana tercium di udara dan beberapa model bahkan terlibat dalam tindakan seksual di muka umum pada sudut terpencil di klub itu. Dalam waktu 5 menit putri saya meminta saya untuk mengantarnya keluar dan kami meninggalkan tempat itu, dan tidak pernah kembali lagi.<\/p>\n<p><span id=\"blockquotetext\">\u00a0<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p>Agensi model memiliki bagian pencari bakat \u2013 orang yang mencari model di mana pun di dunia. Kadang-kadang agen bakat mencari bakat di tempat-tempat terpencil di negara-negara seperti Belarusia, Rusia, Ukraina, Brasil, Argentina, dll dalam upaya menemukan &#8216;wajah baru&#8217; untuk pekan mode mendatang. Dalam beberapa kasus, gadis-gadis yang mereka cari berusia 13-14 tahun dan mereka, serta orang tua mereka, kemudian yakin bahwa gadis itu akan aman di tangan agensi model. Beberapa gadis begitu polos sehingga mereka sama sekali tidak menyadari konsekuensi menjalankan profesi seperti itu, meninggalkan rumah dan negara mereka dan menjalani kehidupan sebagai model. Setelah agensi mengambil alih, gadis-gadis itu akan semacam &#8216;diperbudak&#8217; sampai mereka membayar semua uang yang harus mereka bayar kepada agensi untuk tes foto, portofolio (buku portofolio model), apartemen tempat mereka tinggal, pakaian, dll. Terkadang butuh waktu bertahun-tahun, untuk &#8216;membayar kembali&#8217; &#8216;investasi&#8217; ini ke agensi. Jika model tidak menerima banyak\u00a0 job bagus, agensi akan kehilangan minat pada mereka dan biasanya mereka akan ditinggalkan sendirian. Banyak gadis-gadis ini sepanjang malam mereka menangis mengingat keluarganya dan merasa tersesat di lingkungan dunia model yang tidak bersahabat ini. Hal ini meninggalkan bekas luka mendalam pada jiwa mereka. Beberapa pulang ke rumah, merasa ternoda, tidak bahagia dan tanpa uang. Yang lain memutuskan untuk tetap tinggal dan menjalani kehidupan biasa-biasa saja yang tidak bahagia. Karena mereka mulai menjadi model pada usia yang sangat muda, banyak yang tidak menyelesaikan\u00a0 sekolahnya dan bermasalah dalam upaya mencari profesi baru atau menyesuaikan diri dengan masyarakat.<\/p>\n<p>Dengan berlalunya waktu dan bertambah tua, banyak model biasanya menjadi semakin tidak bahagia karena mereka tidak lagi cocok untuk profesi ini dan tidak memenuhi standar kecantikan mereka sendiri maupun standar yang ditetapkan oleh dunia modeling tempat mereka berada.<\/p>\n<h2><span id=\"4_Dampak_acara_peragaan_busana_secara_spiritual\"><strong>4. <\/strong>Dampak acara peragaan busana secara spiritual<\/span><\/h2>\n<p>Peragaan busana menetapkan tren pakaian untuk musim berikutnya. Pada masa ini, karena <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/\">energi negatif<\/a> mempengaruhi pikiran para perancang busana, pakaian serta peragaan busana menjadi sangat tamasik (negatif).<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\r\n\t<div class=\"slideshow_container slideshow_container_slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_1\" style=\" max-width: 700px;\" data-slideshow-id=\"15098\" data-style-name=\"slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_1\" data-style-version=\"1460816340\" >\r\n\r\n\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_loading_icon\"><\/div>\r\n\t\t\r\n\t\t<div class=\"slideshow_content\" style=\"display: none;\">\r\n\r\n\t\t\t<div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24002728\/013.jpg\" alt=\"013\" width=\"700\" height=\"500\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_title\">013<\/div>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24002704\/023.jpg\" alt=\"Fashion show 2\" width=\"700\" height=\"500\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_title\">023<\/div>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24002642\/033.jpg\" alt=\"Fashion show 3\" width=\"700\" height=\"500\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_title\">033<\/div>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24002616\/042.jpg\" alt=\"Fashion show 4\" width=\"700\" height=\"500\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_title\">042<\/div>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24002530\/052.jpg\" alt=\"Fashion show 5\" width=\"700\" height=\"500\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_title\">052<\/div>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24002509\/061.jpg\" alt=\"Fashion show 6\" width=\"700\" height=\"500\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_title\">061<\/div>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24002432\/071-1.jpg\" alt=\"Fashion show 7\" width=\"700\" height=\"500\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_title\">071<\/div>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24002217\/08.jpg\" alt=\"Fashion show 8\" width=\"700\" height=\"500\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_title\">08<\/div>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div>\r\n\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_controlPanel slideshow_transparent\" style=\"display: none;\"><ul><li class=\"slideshow_togglePlay\" data-play-text=\"Play\" data-pause-text=\"Pause\"><\/li><\/ul><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_previous slideshow_transparent\" role=\"button\" data-previous-text=\"Previous\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_next slideshow_transparent\" role=\"button\" data-next-text=\"Next\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_pagination\" style=\"display: none;\" data-go-to-text=\"Go to slide\"><div class=\"slideshow_pagination_center\"><\/div><\/div>\r\n\r\n\t\t<!-- WordPress Slideshow Version 2.3.1 -->\r\n\r\n\t\t\t<\/div>\r\n\r\n<\/p>\n<div class=\"yellow-wrapper-right yn\" align=\"JUSTIFY\"><span class=\"clip\">\u00a0<\/span><span class=\"clip\"><\/span>\u201cSeseorang yang melihat suatu pemandangan akan terpengaruh oleh pemandangan tersebut.\u201d \u2013 Yang Mulia Dr. Athavale<\/div>\n<p>Energi negatif menggunakan energi hitam dan energi ilusi (<em>m\u0101y\u0101vi<\/em>) mereka untuk menarik orang dan memikat mereka untuk memakai pakaian <em>tamasik<\/em> (negatif) karena dengan demikian orang yang memakainya akan lebih mudah menjadi mangsa energi negatif. Beberapa bahkan bisa <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/gejala-orang-yang-dipengaruhi-atau-kerasukan-setan\/\">kerasukan<\/a> karena hal ini. Gairah seksual juga meningkat karena peragaan busana dan pengaruhnya terhadap orang-orang.<\/p>\n<p>Dampak lain dari peragaan busana adalah meningkatkan ego para model, perancang busana serta orang-orang yang mengikuti tren mode. Itulah mengapa dunia modeling disebut sebagai &#8216;dunia kesombongan&#8217;. Dengan meningkatnya ego, ketidakbahagiaan juga meningkat dan orang tersebut semakin jauh dari mengalami Bliss \u2013 kebahagiaan permanen yang kita semua perjuangkan.<\/p>\n<table class=\"tablestyle\" style=\"width: 568px\" border=\"1\" width=\"565\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"7\">\n<thead>\n<tr>\n<th style=\"width: 208px\" scope=\"col\" width=\"208\"><strong>Orang yang terlibat<\/strong><\/th>\n<th style=\"width: 214px\" scope=\"col\" width=\"190\">\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Dampak dari energi negatif ( % )<\/strong><\/p>\n<\/th>\n<th style=\"width: 146px\" scope=\"col\" width=\"123\">\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Peningkatan ego (%)<\/strong><\/p>\n<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 208px\" width=\"208\">Perancang busana<\/td>\n<td style=\"width: 214px\" width=\"190\">\n<p style=\"text-align: center\">5<\/p>\n<\/td>\n<td style=\"width: 146px\" width=\"123\">\n<p style=\"text-align: center\">5<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 208px\" width=\"208\">Model<\/td>\n<td style=\"width: 214px\" width=\"190\">\n<p style=\"text-align: center\">2<\/p>\n<\/td>\n<td style=\"width: 146px\" width=\"123\">\n<p style=\"text-align: center\">2<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 208px\" width=\"208\">Orang lain yang terlibat dalam pembuatan ajang peragaan busana<\/td>\n<td style=\"width: 214px\" width=\"190\">\n<p style=\"text-align: center\">2<\/p>\n<\/td>\n<td style=\"width: 146px\" width=\"123\">\n<p style=\"text-align: center\">2<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 208px\" width=\"220\">Penonton<\/td>\n<td style=\"width: 214px\" width=\"190\">\n<p style=\"text-align: center\">1<\/p>\n<\/td>\n<td style=\"width: 146px\" width=\"123\">\n<p style=\"text-align: center\">0.75<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>*Angka diatas hanya untuk satu kejadian saja.<\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: center\">\n<p>\u201cAlam Nether (Bhuvarlok, salah satu alam <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-setelah-kematian\/kehidupan-setelah-kematian\/\">setelah kematian<\/a>) banyak diisi oleh para model.\u201d \u2013 Yang Mulia Dr. Athavale<\/p>\n<\/div>\n<p>Tak jarang peragaan busana dilakukan dengan menggunakan musik <em>tamasik<\/em> (negatif) seperti musik techno atau heavy metal dan ditambahkan berbagai lampu dan asap untuk membuat acara semakin seram. Ini dengan jelas menunjukkan betapa banyak energi negatif yang mempengaruhi pikiran orang-orang karena suasana peragaan busana menyerupai neraka. Perancang busana dan model sangat sering menderita masalah energi negatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-15094\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24001023\/03-1.jpg\" alt=\"\" width=\"235\" height=\"155\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-15095\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24001043\/03-2.jpg\" alt=\"\" width=\"235\" height=\"155\" \/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-15096\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24001701\/03-3.png\" alt=\"\" width=\"235\" height=\"155\" \/><\/p>\n<h2><span id=\"5_Cara_mengatasi_kecenderungan_untuk_mengikuti_tren_acara_peragaan_busana\"><strong>5. <\/strong>Cara mengatasi kecenderungan untuk mengikuti tren acara peragaan busana<\/span><\/h2>\n<p>Untuk dapat mengetahui benar dan salah serta apakah sesuatu atau seseorang memancarkan getaran yang menyenangkan atau menyusahkan, diperlukan latihan spiritual. Dengan melakukan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/\">latihan spiritual<\/a> sesuai dengan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/basicpricinples_spirituality_d\">6 prinsip dasar<\/a>, seseorang dapat memilih gaya hidup tanpa pengaruh energi negatif dan menjalani kehidupan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/\">sattvik (murni secara spiritual\/positif).<\/a><\/p>\n<p>Kami di SSRF\u00a0 memiliki dua pencari (seeker) yang telah menjadi teladan dan membuat kemajuan spiritual. Salah satu dari mereka memiliki tingkat kesadaran spiritual lebih dari 80% dia adalah seorang Sadhguru, sedangkan yang lainnya memiliki tingkat kesadaran spiritual lebih dari 60%.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Pesan untuk pembaca kami dari Sadguru Cyriaque Vallee dan Ibu Yoya Vallee.<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15239 size-full\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/11233259\/2-IND-P_ciriyaque.jpg\" alt=\"Dari seorang model hingga menjadi Orang Suci \u2013 Yang Mulia Cyriaque Vallee\" width=\"720\" height=\"304\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/11233259\/2-IND-P_ciriyaque.jpg 720w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/10\/11233259\/2-IND-P_ciriyaque-300x127.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/p>\n<div class=\"bluebox\">\n<p><strong>Sadguru Cyriaque Vallee <\/strong>: Dunia mode jauh lebih merusak daripada yang bisa kita bayangkan. Dunia itu seperti suatu ilusi mimpi, dan itu mempengaruhi kita pada tingkat pikiran dan tingkat spiritual. Butuh waktu bertahun-tahun untuk kembali ke realitas kehidupan. Sebagai mantan model saya pernah mengalaminya. Di dunia mode, orang lain melihat Anda hanya secara eksternal.<\/p>\n<p>Apa pun yang dirasakan model di dalam hatinya tidak dihargai sama sekali dan terutama agensi model sangat tidak peduli tentang apa yang dirasakan oleh seorang model di dalam hatinya.<\/p>\n<p>Bahkan orang-orang biasa mengatakan kepada saya, &#8216;Oh, kamu seorang model, pasti hidupmu sangat bagus\u2026&#8217;, sebenarnya media suka membuat cerita dongeng tentang dunia modelling, dimana cerita tersebut sebenarnya tidak benar.<\/p>\n<p>Seorang model merasa &#8216;Saya adalah orang penting, orang lain harus memperhatikan saya\u2026&#8217;, dan kemudian mulai lebih memperhatikan penampilan diri seperti, &#8216;bagaimana penampilan saya&#8217;, &#8216;apa yang orang lain pikirkan tentang saya&#8217;, dll. Alih-alih melihat ke dalam, seorang model hanya tersesat dalam melihat ke luar. Ketika saya berhenti menjadi model dan kembali ke pekerjaan dan <u>kehidupan<\/u> biasa, saya mengalami lebih banyak kebahagiaan. Saya mulai merasa seperti orang normal walaupun saya menghasilkan lebih sedikit uang, saya merasa lebih bahagia. Saya memulai latihan spiritual saya pada tahun 1999 ketika saya masih menjadi model. Kemudian, ketika latihan spiritual saya <u>meningkat<\/u>, saya mulai mengalami lebih banyak Bliss dan kebahagiaan.<\/p>\n<p>Aspek spiritual jauh lebih penting daripada modeling. Latihan spiritual membantu kita mengalami kebahagiaan dari dalam dan menjalani kehidupan yang jauh lebih baik secara keseluruhan.<\/p>\n<p><strong>Ibu Yoya Vallee<\/strong> : Suatu kali saya melakukan salah satu fashion show di Paris dan saya harus mengenakan pakaian hitam. Kelihatannya sangat negatif dan saya merasa tidak nyaman. Setelah pertunjukan, saya merasa seperti orang yang berbeda. Belakangan, saya menyadari betapa saya terpengaruh secara negatif dalam peragaan busana dan butuh beberapa jam untuk kembali ke keadaan normal.<\/p>\n<p>Sebelum memulai <u>latihan<\/u> spiritual, saya ingin menjadi terkenal dan memiliki ego tentang itu. (Saya memulai latihan spiritual pada tahun 1998 ketika saya masih menjadi model.) Setelah saya berhenti menjadi model, saya butuh beberapa waktu untuk mengurangi perasaan ini dan menyadari bahwa menjadi model tidak memberi saya kebahagiaan. Latihan spiritual memberi saya Bliss yang jauh lebih tinggi dari kebahagiaan semu itu.<\/p>\n<p>Jika kami dapat memberikan saran, meskipun dari luar modelling terlihat menarik, tetapi sebenarnya hal itu membawa lebih banyak ketidakbahagiaan daripada kebahagiaan,hal itu dapat meningkatkan ego orang tersebut dan butuh waktu bertahun-tahun untuk pulih. Hal ini jauh lebih berbahaya dari sudut pandang spiritual daripada yang dipikirkan oleh orang-orang.<\/p>\n<\/div>\n<h2><span id=\"6_Kesimpulan\"><strong>6. Kesimpulan<br \/>\n<\/strong><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Fashion show adalah kegiatan <em>tamasik<\/em> (negatif) yang berdampak buruk pada masyarakat<\/li>\n<li>Seseorang harus menghindari menonton acara peragaan busana atau mengikuti tren mode secara membabi buta<\/li>\n<li>Dengan melakukan <u>latihan<\/u> spiritual secara teratur, kita akan mencapai Bliss (kebahagiaan hakiki) dari pada kebahagiaan ilusi sementara yang didapat dari peragaan busana.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daftar isi1. Pengantar 2. Dampak acara peragaan busana secara fisik 3. Dampak acara peragaan busana secara psikologi 3.1 Pada penonton3.2 Pada model4. Dampak acara peragaan busana secara spiritual5. Cara mengatasi kecenderungan untuk mengikuti tren acara peragaan busana6. Kesimpulan 1. Pengantar Peragaan busana adalah acara yang diselenggarakan oleh perancang busana untuk memamerkan lini pakaian atau aksesori &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Peragaan Busana \u2013 sebuah perspektif spiritual<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":888,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Peragaan Busana \u2013 sebuah perspektif spiritual - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/\",\"name\":\"Peragaan Busana \u2013 sebuah perspektif spiritual - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/01-fashion.jpg\",\"datePublished\":\"2023-10-11T23:48:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-15T11:30:27+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24000815\/01-fashion.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24000815\/01-fashion.jpg\",\"width\":500,\"height\":381},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Spiritualitas dalam hidup | Hidup yang sattvik\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Berpakaian secara Spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Peragaan Busana \u2013 sebuah perspektif spiritual\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Peragaan Busana \u2013 sebuah perspektif spiritual - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/","name":"Peragaan Busana \u2013 sebuah perspektif spiritual - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/01-fashion.jpg","datePublished":"2023-10-11T23:48:00+00:00","dateModified":"2024-06-15T11:30:27+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24000815\/01-fashion.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24000815\/01-fashion.jpg","width":500,"height":381},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/peragaan-busana\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Spiritualitas dalam hidup | Hidup yang sattvik","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Berpakaian secara Spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/hidup-spiritual\/spiritual-pakaian\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Peragaan Busana \u2013 sebuah perspektif spiritual"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Anil Sharma","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/anilsharma-2\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Daftar isi1. Pengantar 2. Dampak acara peragaan busana secara fisik 3. Dampak acara peragaan busana secara psikologi 3.1 Pada penonton3.2 Pada model4. Dampak acara peragaan busana secara spiritual5. Cara mengatasi kecenderungan untuk mengikuti tren acara peragaan busana6. Kesimpulan 1. Pengantar Peragaan busana adalah acara yang diselenggarakan oleh perancang busana untuk memamerkan lini pakaian atau aksesori&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/15077"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47051"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15077"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/15077\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16010,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/15077\/revisions\/16010"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/888"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15077"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15077"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15077"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}