{"id":15001,"date":"2023-10-03T17:36:50","date_gmt":"2023-10-03T17:36:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=15001"},"modified":"2023-10-03T17:36:50","modified_gmt":"2023-10-03T17:36:50","slug":"c2-teknik-autosugesti","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/","title":{"rendered":"Teknik autosugesti C2 \u2013 metoda hukuman untuk pengembangan kepribadian"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: justify\"><strong>Teknik Autosugesti C2 \u2013 Metode hukuman untuk pengembangan kepribadian<\/strong><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15109\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031457\/1-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1-1024x618.jpg\" alt=\"Teknik autosugesti C2 \u2013 metoda hukuman untuk pengembangan kepribadian\" width=\"750\" height=\"453\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031457\/1-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1-1024x618.jpg 1024w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031457\/1-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1-300x181.jpg 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031457\/1-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1-768x464.jpg 768w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031457\/1-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1.jpg 1499w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/h1>\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Pengantar_Teknik_Autosugesti_C2\">1. Pengantar Teknik Autosugesti C2\u00a0<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Gambaran_umum_untuk_teknik_Autosugesti_C2\">2. Gambaran umum untuk teknik Autosugesti C2<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Sifat_buruk_manakah_yang_bisa_diatasi_dengan_teknik_Autosugesti_C2\">3. Sifat buruk manakah yang bisa diatasi dengan teknik Autosugesti C2 ?<\/a><\/li><li><a href=\"#4_Mengapa_pada_teknik_Autosugesti_C2_diterapkan_hukuman_saat_melakukan_Autosugesti\">4. Mengapa pada teknik Autosugesti C2 diterapkan hukuman saat melakukan Autosugesti ?<\/a><\/li><li><a href=\"#5_Bagaimana_kita_tahu_saat_yang_tepat_untuk_melakukan_Autosugesti_C2\">5. Bagaimana kita tahu saat yang tepat untuk melakukan Autosugesti C2 ?<\/a><\/li><li><a href=\"#6_Bagaimana_cara_merangkai_Autosugesti_C2\">6. Bagaimana cara merangkai Autosugesti C2 ?<\/a><ul><li><a href=\"#61_Contoh_Autosugesti_C2_yang_berkaitan_dengan_OCD\">6.1 Contoh Autosugesti C2 yang berkaitan dengan OCD<\/a><\/li><li><a href=\"#62_Contoh_lainnya_dari_Autosugesti_C2\">6.2 Contoh lainnya dari Autosugesti C2<\/a><\/li><li><a href=\"#63_Contoh_Autosugesti_C2_untuk_mengatasi_kecanduan\">6.3 Contoh Autosugesti C2 untuk mengatasi kecanduan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#7_Poin-poin_yang_perlu_diperhatikan_ketika_melakukan_Autosugesti_C2\">7. Poin-poin yang perlu diperhatikan ketika melakukan Autosugesti C2<\/a><\/li><li><a href=\"#8_Apakah_melakukan_penebusan_untuk_sifat_buruk_saya_sama_dengan_menerapkan_hukuman\">8. Apakah melakukan penebusan untuk sifat buruk saya sama dengan\u00a0 menerapkan hukuman ?<\/a><\/li><li><a href=\"#9Bagaimana_Teknik_C2_membantu_mengubah_proses_berpikir_yang_salah_atau_tindakan_yang_salah_dalam_waktu_singkat\">9.Bagaimana Teknik C2 membantu mengubah proses berpikir yang salah atau tindakan yang salah dalam waktu singkat<\/a><\/li><li><a href=\"#10_Apakah_melakukan_penebusan_kesalahan_untuk_sifat_buruk_saya_sama_dengan_menerapkan_hukuman\">10. Apakah melakukan penebusan kesalahan untuk sifat buruk saya sama dengan menerapkan hukuman?<\/a><\/li><li><a href=\"#11_Kesimpulan\">11. Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"1_Pengantar_Teknik_Autosugesti_C2\"><span id=\"1_Introduction_to_the_C2_Autosuggestion_technique\">1. <strong>Pengantar Teknik Autosugesti C2\u00a0<\/strong><\/span><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-15110 size-large aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031609\/2-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1-1024x369.jpg\" alt=\"\" width=\"604\" height=\"218\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031609\/2-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1-1024x369.jpg 1024w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031609\/2-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1-300x108.jpg 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031609\/2-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1-768x277.jpg 768w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031609\/2-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1.jpg 1498w\" sizes=\"(max-width: 604px) 100vw, 604px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Anda mungkin pernah mendengar ungkapan kuno &#8220;macan tutul tidak akan bisa mengubah bintiknya&#8221;. Ini sering digunakan untuk mengungkapkan gagasan bahwa orang tidak dapat mengubah karakter, kebiasaan, sifat bawaan, dll. Namun, mengubah kekurangan \/ sifat buruk kita merupakan syarat utama yang mempermudah pertumbuhan spiritual. Tetapi sekali lagi, jika kepribadian dasar kita sangat mengakar, lalu bagaimana kita dapat mengatasi sifat buruk?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Beberapa orang menggunakan buku pengembangan diri atau mengikuti sesi terapi individu\/kelompok dengan para profesional. Terkadang metode ini berhasil dan terkadang tidak. Mengapa demikian? Salah satu aspek dasar dari kepribadian kita yang sebenarnya tidak diketahui oleh kebanyakan orang dan bahkan sebagian besar profesional di bidang psikologi atau psikiatri, adalah bahwa kepribadian itu tidak murni bersifat psikologis dan bahwa <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/pengaruh-kehidupan-lampau-terhadap-kepribadian-rasa-cendana\/\">kepribadian kita terbentuk selama kehidupan-kehidupan sebelumnya.<\/a> Melalui penelitian spiritual, kami menemukan bahwa kepribadian kita berasal dari impresi \/ kesan yang ada dalam pikiran bawah sadar kita. Untuk mengatasi impresi yang mengakar tersebut, diperlukan energi spiritual disertai dengan upaya psikologis. Dalam rangkaian artikel kami tentang <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=I_Nuh9bCBZc\">Proses Penghapusan Sifat Buruk (PDR)<\/a>, telah dijelaskan cara mengurangi, dan akhirnya menghilangkan sifat buruk dengan melakukan sesi <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/apakah-auto-sugesti\/\">Autosugesti<\/a> tipe A, B, dan C1. Teknik hipnoterapi mandiri ini adalah teknik psiko-spiritual yang memiliki target &amp; membantu perubahan dalam pikiran bawah sadar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Banyak orang mungkin mengalami bahwa beberapa sifat buruk seperti kemarahan, rasa tidak aman \/ gelisah dan kecanduan cukup sulit untuk diatasi meskipun sudah melakukan upaya terbaik. Dalam dunia medis, jika seorang dokter mengetahui bahwa obat yang diresepkan untuk pasien tidak berfungsi, dia biasanya mengganti obatnya. Dengan cara yang sama, dalam kasus-kasus tertentu dimana suatu kepribadian\u00a0 sangat sulit dirubah, walaupun telah mencoba berbagai teknik Autosugesti tetapi\u00a0 selalu menemukan kesulitan mengatasi sifat negatif tersebut, untuk itu kita dapat mempertimbangkan\u00a0 menggunakan teknik Autosugesti C2.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebelum memulai artikel ini, untuk meningkatkan pemahaman Anda, kami sarankan Anda membaca artikel berikut tentang proses Penghapusan Sifat Buruk atau disebut juga dengan Personality Defect Removal (PDR) :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=I_Nuh9bCBZc\">Pengantar Penghapusan Sifat Buruk<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/apakah-auto-sugesti\/\">Apa yang dimaksud dengan Autosugesti ?<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/jenis-jenis-teknik-autosugesti\/\">Jenis teknik Autosugesti<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menerapkan-autosugesti\/\">Cara menerapkan Autosugesti<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"2_Gambaran_umum_untuk_teknik_Autosugesti_C2\"><span id=\"2_An_overview_of_the_C2_Autosuggestion_technique\">2. <strong>Gambaran umum untuk teknik Autosugesti C2<\/strong><\/span><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Teknik Autosugesti C2 (juga dikenal sebagai teknik hukuman atau aversi) adalah metode &#8216;pilihan terakhir&#8217; yang akan digunakan ketika teknik Autosugesti lainnya (tipe A dan B) gagal memberikan hasil. Teknik ini adalah Autosugesti yang dirancang khusus, dengan hukuman pada tingkat fisik atau psikologis untuk mengkondisikan pikiran agar tidak menyukainya dan akhirnya menghindari tindakan atau perilaku yang tidak diinginkan atau tidak dapat diterima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setiap bentuk hukuman adalah sesuatu yang tidak diinginkan atau tidak menyenangkan bagi seorang individu atau kelompok, yang mana dijatuhkan oleh seseorang yang memiliki otoritas atau oleh dirinya sendiri, sebagai respons terhadap perilaku yang salah. Hukuman bertindak sebagai pencegah terhadap tindakan atau perilaku tertentu yang tidak diinginkan atau tidak dapat diterima. Ini membantu dalam:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Reformasi <\/strong>\u2013 Untuk merubah karakter \u00a0seorang individu<\/li>\n<li><strong>Pencegahan <\/strong>\u2013 untuk mencegah pengulangan terhadap perilaku yang tidak diinginkan<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Metode hukuman digunakan untuk menciptakan kesan dalam pikiran bahwa pemikiran, emosi, atau tindakan tertentu salah, dan jika diulang, akan menyebabkan rasa sakit atau penderitaan, dan bukan kebahagiaan. Ketika pikiran menerima rangsangan yang menyakitkan sebagai respons terhadap pemikiran, emosi, atau reaksi yang salah, ia memahami bahwa jika ia melakukan tindakan itu atau bereaksi lagi, ia akan menerima sebuah rasa sakit. Akibatnya, pikiran menahan diri untuk tidak mengulanginya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"3_Sifat_buruk_manakah_yang_bisa_diatasi_dengan_teknik_Autosugesti_C2\"><span id=\"3_Which_personality_defects_can_the_C2_Autosuggestion_technique_be_used_for\">3. <strong>Sifat buruk manakah yang bisa diatasi dengan teknik Autosugesti C2 ?<\/strong><\/span><\/span><\/h2>\n<div class=\"slideshow_container slideshow_container_slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_2\" style=\"max-width: 750px;text-align: justify\" data-slideshow-id=\"60405\" data-style-name=\"slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_2\" data-style-version=\"1458322130\">\n<div class=\"slideshow_loading_icon\" style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 12.8px\">\r\n\t<div class=\"slideshow_container slideshow_container_slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_1\" style=\" max-width: 750px;\" data-slideshow-id=\"15129\" data-style-name=\"slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_1\" data-style-version=\"1460816340\" >\r\n\r\n\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_loading_icon\"><\/div>\r\n\t\t\r\n\t\t<div class=\"slideshow_content\" style=\"display: none;\">\r\n\r\n\t\t\t<div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28072256\/3-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-2.jpg\" alt=\"3-IND-(XL)-C2-Autosuggestion-Technique---punishment-method-for-personality-improvement-(part-1)\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28072258\/4-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-2.jpg\" alt=\"4-IND-(XL)-C2-Autosuggestion-Technique---punishment-method-for-personality-improvement-(part-1)\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28072301\/5-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-2.jpg\" alt=\"5-IND-(XL)-C2-Autosuggestion-Technique---punishment-method-for-personality-improvement-(part-1)\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28072232\/6-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-2.jpg\" alt=\"6-IND-(XL)-C2-Autosuggestion-Technique---punishment-method-for-personality-improvement-(part-1)\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div>\r\n\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_controlPanel slideshow_transparent\" style=\"display: none;\"><ul><li class=\"slideshow_togglePlay\" data-play-text=\"Play\" data-pause-text=\"Pause\"><\/li><\/ul><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_previous slideshow_transparent\" role=\"button\" data-previous-text=\"Previous\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_next slideshow_transparent\" role=\"button\" data-next-text=\"Next\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_pagination\" style=\"display: none;\" data-go-to-text=\"Go to slide\"><div class=\"slideshow_pagination_center\"><\/div><\/div>\r\n\r\n\t\t<!-- WordPress Slideshow Version 2.3.1 -->\r\n\r\n\t\t\t<\/div>\r\n\r\n<\/span><\/div>\n<div class=\"slideshow_content\">\n<div class=\"slideshow_view\">\n<div><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"slideshow_view\" style=\"text-align: justify\">\n<div style=\"clear: both\"><span style=\"text-align: justify\">Teknik Autosugesti C2 dapat digunakan untuk menghilangkan berbagai macam sifat buruk yang membandel, seperti kecanduan merokok atau minum alkohol, kebiasaan buruk seperti menggigit kuku, gagap, gangguan obsesif-kompulsif, keragu-raguan, perasaan rendah diri, khawatir, curiga. dan depresi. Hal ini juga berguna untuk mengatasi halusinasi, delusi dan pikiran untuk bunuh diri.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify\">Teknik C2 sangat berguna untuk mengatasi kekurangan kepribadian seperti kecanduan dimana pikiran terikat pada pengalaman yang menyenangkan dan mendalam. Jadi, menghukum pikiran membantu melepaskan kecenderungan pikiran yang mencari kesenangan (yang bersifat obsesif dan menyebabkan kerugian pada seseorang). Misalnya, jika pikiran seseorang mencari kesenangan dengan cara melamun, maka berjam &#8211; jam waktunya bisa terbuang sia-sia. Dengan teknik mencubit atau AS C2 akan membantu menyadarkan seseorang dari lamunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca artikel kami \u2013 <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menerapkan-autosugesti\/\">Bagaimana cara menerapkan Autosugesti ?<\/a><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"4_Mengapa_pada_teknik_Autosugesti_C2_diterapkan_hukuman_saat_melakukan_Autosugesti\"><span id=\"4_Why_does_the_C2_Autosuggestion_technique_involve_an_Autosuggestion_along_with_a_punishment\">4. <strong>Mengapa pada teknik Autosugesti C2 diterapkan hukuman saat melakukan Autosugesti ?<\/strong><\/span><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-15115\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031915\/7-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1-300x234.jpg\" alt=\"\" width=\"353\" height=\"275\" srcset=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031915\/7-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1-300x234.jpg 300w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031915\/7-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1-768x600.jpg 768w, https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031915\/7-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1.jpg 901w\" sizes=\"(max-width: 353px) 100vw, 353px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk memahami mengapa hukuman diperlukan pada teknik Autosugesti C2, kita dapat simak contoh anak nakal. Ketika seorang anak bertindak buruk, orang tua mungkin awalnya mencoba untuk memperbaiki perilaku anak dengan memberikan penjelasan yang lembut mengapa hal itu tidak boleh dilakukan. Namun, jika perilaku negatif terus berlanjut, orang tua biasanya akan menggunakan beberapa bentuk hukuman. Ini karena hukuman memberi pesan kepada pikiran anak bahwa jika dia mengulangi perilaku yang salah, dia harus menanggung rasa sakit atau hasil yang tidak menyenangkan. Karena pikiran berfokus pada mencari kesenangan, bukan rasa sakit, hukuman akan lebih efektif untuk mencegah pikiran anak mengulangi perilaku yang salah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam kasus orang dewasa, hal yang sama berlaku, meskipun kita mungkin percaya bahwa hukuman hanya berlaku untuk anak-anak, hukuman itu juga efektif untuk orang dewasa. Ada banyak contoh hukuman orang dewasa dalam kehidupan sehari-hari, seperti denda karena mengebut dan hukuman karena datang terlambat di tempat kerja. Seringkali rasa takut akan hukuman mengendalikan pikiran dan mencegah perilaku yang salah karena tidak ada yang suka dihukum. Pikiran cenderung menolak hukuman atau takut akan hukuman. Kadang-kadang orang berpikir bahwa dengan menggunakan tekad mereka, mereka dapat menghukum diri mereka sendiri karena perilaku yang salah. Namun, ketika saatnya benar-benar tiba untuk menghukum diri sendiri, pikiran yang memiliki sifat \u201cpencari kesenangan\u201d akan selalu memberikan sejumlah alasan untuk lolos dari hukuman. Demikian juga, jika hanya menghukum pikiran seseorang kemungkinan hal itu tidak memiliki efek yang diinginkan karena pikiran tidak melihat jelas tentang mengapa tindakan itu dihukum. Inilah sebabnya mengapa teknik PDR menyarankan untuk melakukan Autosugesti bersama dengan beberapa hukuman untuk memberikan kejelasan pada pikiran tentang perilaku salah mana yang dihukum sehingga perilaku itu harus dihindari. Autosugesti C2 membantu mengkondisikan pikiran seseorang untuk menerima hukuman dan kemudian memperbaiki perilakunya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"5_Bagaimana_kita_tahu_saat_yang_tepat_untuk_melakukan_Autosugesti_C2\"><span id=\"5_How_to_know_when_to_select_the_C2_Autosuggestion_technique\">5. <strong>Bagaimana kita tahu saat yang tepat untuk melakukan Autosugesti C2 ?<\/strong><\/span><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam proses PDR, kita memberi diri kita Autosugesti positif (tipe A, B, dan C1) untuk menetralisir impuls yang salah dari pikiran bawah sadar kita. Umumnya, melakukan Autosugesti jenis A, B atau C1 sudah cukup bagi pikiran seseorang untuk menerima dan mengubah perilakunya yang salah. Namun, jika kita tidak melihat perubahan dalam pikiran, tindakan, atau reaksi yang salah bahkan setelah rajin menggunakan Autosugesti selama sekitar 3-4 minggu, maka kita dapat menggunakan teknik C2 atau metode hukuman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada kotak di bawah ini, kami telah memberikan contoh kapan harus menggunakan teknik Autosugesti C2 :<\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: justify\">\n<p>Roberto selalu mengkritik Peter rekannya. Dia menyadari sifat buruk ini dan telah mencoba untuk menguranginya tetapi tidak berhasil dan tidak ada perubahan secara signifikan walaupun sudah melakukan Autosugesti tipe A dan B selama dua bulan. Kekurangan kepribadian Roberto dalam mengkritik Peter menyebabkan dia stres dan telah menyebabkan dia bermasalah dengan rekan-rekan lain di tempat kerja karena mereka melihat dia (Roberto) kurang baik.Karena Roberto telah mencoba menggunakan Autosugesti tipe A dan B selama lebih dari 3-4 minggu, ia dapat menerapkan teknik Autosugesti C2 untuk mengatasi\u00a0 sifat buruk\/kekurangan kepribadian ini lebih cepat yaitu\u00a0 dengan menerapkan hukuman.<\/p>\n<\/div>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"6_Bagaimana_cara_merangkai_Autosugesti_C2\"><span id=\"6_How_to_frame_C2_Autosuggestions\">6. <strong>Bagaimana cara merangkai Autosugesti C2 ?<\/strong><\/span><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Format Autosugesti C2 sebagai berikut :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Format 1 : [Tindakan, pikiran, emosi, atau reaksi yang salah] <\/strong><strong>+ <\/strong><strong>[Membuat kesadaran] <\/strong><strong>+ <\/strong><strong>[Hukuman] <\/strong><strong>+<\/strong><strong> [Perspektif yang benar]<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Or<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Format 2 : [Tindakan, pikiran, emosi, atau reaksi yang salah] <\/strong><strong>+<\/strong><strong> [Perspektif yang benar] <\/strong><strong>+<\/strong><strong> [Hukuman]<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam proses PDR, seseorang dapat memilih sifat buruk yang berbeda\/berganda untuk dilakukan pada waktu tertentu dengan jenis Autosugesti A, B atau C. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa ketika memilih satu set Autosugesti,hanya satu AS C2\u00a0 yang bisa diambil pada satu waktu. Ini berarti bahwa Autosugesti C2 harus diberikan hanya untuk satu sifat buruk pada satu waktu tertentu. Untuk sifat buruk lainnya yang telah dipilih, dapat mengunakan Autosugesti A atau B. Ini karena pikiran pada dasarnya tidak menyukai hukuman dan dapat memberontak melawannya. Akibatnya, mengambil lebih dari satu Autosugesti C2 sekaligus tidak akan efektif dalam membantu kita mengatasi sifat buruk yang dipilih.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"61_Contoh_Autosugesti_C2_yang_berkaitan_dengan_OCD\"><span id=\"61_Examples_of_C2_Autosuggestions_related_to_OCD\">6.1 <strong>Contoh Autosugesti C2 yang berkaitan dengan OCD<\/strong><\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Berikut ini adalah contoh penggunaan AS C2 untuk mengatasi gangguan obsesif kompulsif (OCD).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>A. Gangguan obsesif-kompulsif (OCD) yang berkaitan dengan terlalu sering mencuci tangan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"align alignnone\" style=\"float: left;margin-right: 24px\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/18135910\/OCD-Washing-Hands-500x333.jpg\" alt=\"\" width=\"380\" height=\"253\" \/><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Kapanpun saya merasa ingin mencuci tangan saya berulang kali, saya akan menyadarinya dan mencubit diri saya dengan keras.<\/li>\n<li>Setiap kali saya merasa ingin mencuci tangan saya berulang kali, saya akan menyadarinya dan mencubit diri saya sendiri dengan keras. Saya akan menyadari bahwa saya telah mencuci tangan saya dengan teliti.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>B. Gangguan obsesif-kompulsif (OCD) karena khawatir lupa mengunci kamar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"align alignleft\" style=\"float: left;margin-right: 24px\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/18135909\/OCD-Worrying-about-locking-door-500x334.jpg\" alt=\"\" width=\"380\" height=\"254\" \/><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Kapanpun saya berulang kali memiliki pikiran bahwa saya belum mengunci pintu kamar saya, saya akan menyadarinya dan mencubit diri saya dengan keras.<\/li>\n<li>Kapanpun saya berulang kali memiliki pikiran bahwa saya belum mengunci pintu kamar saya, saya akan menyadarinya dan mencubit diri saya dengan keras. Saya akan menyadari bahwa ini adalah keraguan obsesif dalam pikiran saya.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>C. Gangguan obsesif-kompulsif (OCD) mengenai khawatir lupa menyimpan sebuah file\u00a0 di komputer<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"align alignnone\" style=\"float: left;margin-right: 24px\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/18135909\/OCD-Saving-computer-file-500x334.jpg\" alt=\"\" width=\"380\" height=\"254\" \/><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Kapanpun saya berulang kali memiliki pikiran bahwa saya belum menyimpan file saya, saya akan menyadarinya dan mencubit diri saya dengan keras.<\/li>\n<li>Kapanpun saya berulang kali memiliki pikiran bahwa saya belum menyimpan file saya, saya akan menyadarinya dan mencubit diri saya dengan keras. Saya akan menyadari bahwa saya ingat dengan jelas sudah melakukannya.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>D. Gangguan obsesif-kompulsif (OCD) perihal menginginkan rasa cinta dari orang lain<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"align alignnone\" style=\"float: left;margin-right: 24px\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/18135909\/OCD-Wanting-someones-affection-500x333.jpg\" alt=\"\" width=\"380\" height=\"253\" \/><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Setiap kali saya berpikir bahwa Sebastian mencintai saya, meskipun berulang kali diberitahu olehnya bahwa ini tidak benar, saya akan menyadarinya dan mencubit diri saya dengan keras.<\/li>\n<li>Setiap kali saya berpikir bahwa Sebastian mencintai saya, meskipun berulang kali diberitahu olehnya bahwa ini tidak benar, saya akan menyadarinya dan mencubit diri saya sendiri dengan keras.Saya akan menyadari bahwa menyimpan khayalan ini akan mencegah saya melanjutkan hidup saya.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"62_Contoh_lainnya_dari_Autosugesti_C2\"><span id=\"62_Other_examples_of_C2_Autosuggestions\">6.2 <strong>Contoh lainnya dari Autosugesti C2<\/strong><\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Berikut ini merupakan beberapa contoh dari Autosugesti C2 dari sifat buruk yang berbeda<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>A.<\/strong><strong>Terlalu kritis<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-60457\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/18135909\/Overcoming-overcritical-trait-500x334.jpg\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"367\" \/><\/p>\n<table class=\"tablestyle\" style=\"width: 100%;height: 87px\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 10px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 10px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Kesalahan \/ Kekurangan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 10px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Roberto terlalu kritis terhadap rekannya Peter di rapat mingguan karyawan. Dia menyadari sifat buruk ini dan telah mencoba untuk menguranginya dengan melakukan Autosugesti tipe A selama 2 bulan. Namun, sifat buruknya tidak berkurang secara signifikan seperti yang diinginkan Roberto<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 39px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 39px;text-align: center\" width=\"46\"><strong><b>Format for Autosuggestion<\/b><\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 39px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Tindakan, pemikiran, emosi atau reaksi salah + membuat kesadaran + hukuman + perspektif yang benar<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 58px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 38px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 38px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Whenever I am about to criticise Peter at the weekly staff meeting, I will pinch myself and stop that thought at once \/ focus on the proceedings \/ focus on a pleasant experience of the day.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>B. Iri Hati<\/strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-60458\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/18135908\/Overcoming-envy-500x333.jpg\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"366\" \/><\/p>\n<table class=\"tablestyle\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 10px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 10px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Kesalahan \/ Kekurangan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 10px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Jennifer iri dengan pakaian dan perhiasan mahal Mary, temannya. Jennifer telah mencoba mengurangi rasa irinya terhadap Mary dengan melakukan autosugesti A2. Namun, dia tetap merasa iri terhadap temannya.<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 39px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 39px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Format untuk Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 39px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Tindakan, pikiran, emosi atau reaksi yang salah + membuat kesadaran + hukuman + perspektif yang benar<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 58px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 38px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>\u00a0 \u00a0 \u00a0Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 38px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Setiap kali saya merasa iri melihat Maria mengenakan gaun yang indah dengan perhiasan berlian, saya akan mengencangkan ikat pinggang saya, menghentikan pemikiran itu, lalu bersyukur kepada Tuhan atas semua karunia yang telah Dia berikan kepada saya dan mengapresiasi kecantikannya.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>C. Pemikiran negatif dan Pesimis<\/strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-60459\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/18135908\/Overcoming-pessimism-500x333.jpg\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"367\" \/><\/p>\n<table class=\"tablestyle\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 10px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 10px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Kesalahan\/<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0 \u00a0 \u00a0Kekurangan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 10px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Lukas pesimis sejak remaja dan selalu berpikir, &#8216;Ini terlalu sulit untukku&#8217;. Karena itu, ia sering merasa menderita dan tertekan. Lukas telah mencoba melakukan autosugesti A1 selama dua bulan. Namun, dia tidak melihat adanya perubahan dalam proses berpikirnya karena sifat buruk\u00a0 pesimisnya begitu mengakar dalam dirinya.<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 39px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 39px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Format untuk Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 39px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Tindakan, pikiran, emosi atau reaksi yang salah + membuat kesadaran + hukuman + perspektif yang benar<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 58px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 38px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 38px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Setiap kali saya mulai mendapatkan pemikiran pesimis bahwa ini terlalu sulit bagi saya, saya akan segera menarik karet gelang di pergelangan tangan saya, segera menghentikan pemikiran tersebut, dan menggantinya dengan pemikiran positif bahwa ini sesuatu yang baru, dan sekarang saya sedang belajar sehingga dengan berjalannya waktu saya dapat melakukannya dengan baik.<\/p>\n<p>Setiap kali saya mulai berpikir pesimis bahwa ini terlalu sulit bagi saya, saya akan segera menarik karet gelang di pergelangan tangan saya, dan selanjutnya mencari bantuan untuk sampai ke akar pesimis saya.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>D. Pelupa<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-60532\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/18135903\/Overcoming-forgetfulness-1-375x500.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"600\" \/><\/p>\n<table class=\"tablestyle\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 10px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 10px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Kesalahan\/\u00a0 \u00a0 \u00a0Kekurangan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 10px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Melissa selalu lupa membawa kunci rumahnya saat berangkat ke kantor. Akibatnya, dia membuang banyak waktu kembali ke rumah untuk mengambil kuncinya. Melissa telah mencoba menggunakan autosugesti A1 untuk sifat pelupanya selama beberapa minggu, namun kesalahan tersebut masih sangat sering terjadi.<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 39px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 39px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Format untuk Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 39px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Tindakan, pikiran, emosi, atau reaksi yang salah + membuat kesadaran + hukuman + perspektif yang benar<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 58px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 38px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 38px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Setiap kali saya menyadari bahwa saya lupa mengambil kunci rumah saya ketika meninggalkan rumah, saya tidak akan minum secangkir teh keesokan paginya sampai saya memasukkan kunci rumah\u00a0 ke dalam tas saya.<\/p>\n<p>Setiap kali saya lupa membawa kunci rumah, ketika meninggalkan rumah, saya akan menyadari bahwa saya perlu menghilangkan sesuatu yang menyenangkan untuk mengkondisikan pikiran saya, maka saya akan berhenti minum teh pagi sampai saya secara teratur ingat untuk mengambil kunci rumah saya.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>E. Malas<\/strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-60461\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/18135907\/Overcoming-laziness-500x333.jpg\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"366\" \/><\/p>\n<table class=\"tablestyle\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 10px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 10px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Kesalahan \/ Kekurangan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 10px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Georgio selalu malas memasak makan malam, dan membuang-buang uang untuk memesan makanan cepat saji yang tidak sehat. Georgio telah mengambil Autosugesti A1 untuk sifat buruk kemalasan selama beberapa minggu, namun, dia masih sering\u00a0 malas.<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 39px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 39px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Format untuk Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 39px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Tindakan, pikiran, emosi, atau reaksi yang salah + menciptakan kesadaran + hukuman + perspektif yang benar<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 58px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 38px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 38px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Setiap kali saya menyadari bahwa saya belum memasak makan malam karena malas, saya akan memasak makan malam daripada menonton acara TV favorit saya.<\/p>\n<p>Setiap kali saya berulang kali memesan makanan dari luar karena saya merasa malas untuk memasak makan malam, saya akan berhenti menonton acara TV favorit saya, sampai saya selesai memasak makan malam.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>F.<\/strong><strong>Keragu-raguan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-60462\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/18135907\/Overcoming-indecisive-500x333.jpg\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"367\" \/><\/p>\n<table class=\"tablestyle\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 10px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 10px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Kesalahan \/ Kekurangan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 10px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Edgar sering bimbang (ragu-ragu) dan butuh waktu lama untuk membuat keputusan yang sederhana sekalipun. Ketidakmampuannya untuk membuat keputusan telah menyebabkan dia dan keluarganya dalam banyak masalah. Edgar telah mencoba melakukan Autosugesti A1 untuk keragu-raguannya selama 5 minggu. Namun, kekurangan tersebut masih terus termanifestasi dengan kuat.<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 39px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 39px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Format untuk Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 39px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Tindakan, pikiran, emosi, atau reaksi yang salah + menciptakan kesadaran + hukuman + perspektif yang benar<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 58px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 38px;text-align: center\" width=\"46\"><strong><b>Autosuggestion<\/b><\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 38px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Setiap kali Anna (istri saya) memberi tahu saya bahwa saya belum mengambil keputusan, saya akan menindaklanjuti kata-kata Anna dan tidak akan makan coklat sampai saya dapat mengambil keputusan tersebut dengan segera.<\/p>\n<p>Setiap kali saya menyadari bahwa sekali lagi keluarga saya harus menanggung beban karena keragu-raguan saya, saya akan menghindari makan coklat selama seminggu dan mencari bantuan untuk mengatasi pada akar keragu-raguan saya.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"63_Contoh_Autosugesti_C2_untuk_mengatasi_kecanduan\"><span id=\"63_Examples_of_C2_Autosuggestions_for_overcoming_addictions\">6.3 Contoh Autosugesti C2 untuk mengatasi kecanduan<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Berikut ini merupakan beberapa contoh Autosugesti C2 untuk mengatasi kecanduan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>A. Ketergantungan nikotin atau kecanduan merokok<\/strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-60463\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/18135907\/Overcoming-addiction-nicotine-dependance-500x333.jpg\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"367\" \/><\/p>\n<table class=\"tablestyle\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 10px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 10px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Kesalahan \/ Kekurangan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 10px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Luisa telah merokok selama lebih dari 20 tahun. Dia telah berusaha untuk berhenti merokok dengan mengambil A1 Autosuggestions, namun sudah lebih dari sebulan dan konsumsi rokoknya hanya sedikit berkurang.<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 39px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 39px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Format untuk Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 39px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Tindakan, pikiran, emosi, atau reaksi yang salah + menciptakan kesadaran + hukuman + perspektif yang benar<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 58px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 38px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 38px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Setiap kali saya merasa ingin merokok, saya akan mengingatkan diri saya sendiri bahwa jika saya merokok, hal itu dapat menyebabkan kanker paru-paru hingga kematian, dan saya akan mencubit diri saya dengan keras.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>B. Ketergantungan dan kecanduan Alkohol<\/strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-60464\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/18135906\/Overcoming-addiction-alcohol-dependance-500x333.jpg\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"367\" \/><\/p>\n<table class=\"tablestyle\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 10px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 10px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Kesalahan \/ Kekurangan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 10px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Frank memiliki kecanduan alkohol. Setelah membaca situs web SSRF, Frank mulai melantunkan chanting pelindung Shri Gurudev Datta untuk mengatasi kecanduannya. Dia juga mengambil Autosugesti A1 selama 2 bulan. Kedua upaya ini membantu mengurangi hasratnya sampai batas tertentu. Tetapi untuk mengatasi kecanduannya sepenuhnya, Frank merasa bahwa mengambil Autosugesti C2 mungkin berguna karena kesukaan akan alkohol berakar dalam di pikiran bawah sadarnya.<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 39px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 39px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Format untuk Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 39px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Tindakan, pikiran, emosi, atau reaksi yang salah + menciptakan kesadaran + hukuman + perspektif yang benar<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 58px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 38px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 38px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Setiap kali saya mendapat dorongan untuk minum segelas alkohol, saya akan berkata pada diri saya sendiri, monum alkohol akan menghancurkan hidup dan kesehatan saya sepenuhnya. Oleh karena itu, saya akan mencubit diri saya dengan keras.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>C. Kecanduan media sosial<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-60533\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/18135902\/Overcoming-addiction-social-media-1-1-500x333.png\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"367\" \/><\/p>\n<table class=\"tablestyle\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 10px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 10px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Kesalahan \/ Kekurangan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 10px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Melody menghabiskan beberapa jam sehari melihat media sosial. Meskipun Melody tahu bahwa itu hanya membuang-buang waktu dan menyebabkan pikirannya terganggu dan gelisah, dia tidak bisa berhenti melakukannya. Melody telah mengambil Autosugesti A1 untuk kecanduan media sosial selama satu bulan. Namun, dia merasakan hanya sedikit kemajuan dalam pengurangan sifat buruknya tersebut.<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 39px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 39px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Format untuk Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 39px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Tindakan, pikiran, emosi, atau reaksi yang salah + menciptakan kesadaran + hukuman + perspektif yang benar<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 58px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 38px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 38px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Setiap kali saya akan membuang-buang waktu di media sosial, saya akan menarik karet gelang di pergelangan tangan saya dengan keras sebagai pengingat bahwa ini hanya membuang-buang waktu dan tidak boleh dilakukan.<\/p>\n<p>Setiap kali saya akan mengakses media sosial, saya akan menarik karet gelang di pergelangan tangan saya dengan keras sebagai pengingat bahwa ini membuat saya terganggu secara mental dan membuang-buang waktu.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>D.<\/strong><strong>Kecanduan Berjudi<\/strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-60466\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/18135906\/Overcoming-addiction-to-gambling-500x333.jpg\" alt=\"\" width=\"555\" height=\"369\" \/><\/p>\n<table class=\"tablestyle\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 10px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 10px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Kesalahan \/ Kekurangan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 10px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Raphael memiliki kecanduan judi yang mengakar yang membuatnya malu. Dia telah mencoba mengambil Autosugesti A1 selama beberapa minggu, namun dia masih merasa judi adalah sesuatu hal yang menyenangkan.<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 39px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 39px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Format untuk Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 39px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Tindakan, pikiran, emosi, atau reaksi yang salah + menciptakan kesadaran + hukuman + perspektif yang benar<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 58px\">\n<td style=\"width: 9.7844%;height: 38px;text-align: center\" width=\"46\"><strong>Autosugesti<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 49.2537%;height: 38px;text-align: justify\" colspan=\"2\" width=\"311\">Setiap kali saya mulai merasa ingin berjudi online, saya akan mencubit diri saya dengan keras dan mengingatkan diri sendiri bahwa berjudi adalah tindakan salah yang akan merugikan saya secara finansial.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"7_Poin-poin_yang_perlu_diperhatikan_ketika_melakukan_Autosugesti_C2\"><span id=\"7_Some_more_examples_of_the_C2_AS_Technique\">7. Poin-poin yang perlu diperhatikan ketika melakukan Autosugesti C2<\/span><\/span><\/h2>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Autosugesti C2 harus dilakukan setidaknya lima kali sehari agar efektif.<\/li>\n<li>Autosugesti C2 dapat dilakukan dengan cara masuk pada kondisi trans atau dengan menggunakan chanting dan doa untuk mencapai keadaan relaksasi. (Lihat artikel tentang <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menerapkan-autosugesti\/\">Cara menerapkan Autosugesti<\/a> dengan instruksi terperinci).<\/li>\n<li>Saat merangkai Autosugesti tipe C2, Anda dapat memilih bentuk hukuman yang menurut Anda paling efektif untuk mencegah Anda mengulangi perilaku negatif.<\/li>\n<li>Contoh hukuman yang mungkin bisa diterapkan:<\/li>\n<li>Mencubit diri sendiri selama 30 detik sampai 1 menit saat sifat buruk atau ego muncul<\/li>\n<li>Mengikatkan karet gelang di sekitar pergelangan tangan dan menariknya menyebabkan rasa sakit saat sifat buruk atau ego muncul<\/li>\n<li>Tidak makan atau tidak memakan makanan pencuci mulut atau makanan favorit<\/li>\n<li>Melakukan tugas untuk orang lain<\/li>\n<li>Melakukan push up atau latihan fisik lainnya<\/li>\n<li>Meninggalkan aktivitas yang menyenangkan (misalnya, menonton TV, atau menjelajahi media sosial)<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"8_Apakah_melakukan_penebusan_untuk_sifat_buruk_saya_sama_dengan_menerapkan_hukuman\"><span id=\"8_Points_to_remember_when_taking_C2_Autosuggestions\">8. Apakah melakukan penebusan untuk sifat buruk saya sama dengan\u00a0 menerapkan hukuman ?<\/span><\/span><\/h2>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Autosugesti C2 harus dilakukan setidaknya lima kali sehari agar efektif.<\/li>\n<li>Autosugesti C2 dapat dilakukan dengan cara masuk pada kondisi trans atau dengan menggunakan chanting dan doa untuk mencapai keadaan relaksasi. (Lihat artikel tentang <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/cara-menerapkan-autosugesti\/\">Cara menerapkan Autosugesti<\/a> dengan instruksi terperinci).<\/li>\n<li>Saat merangkai Autosugesti tipe C2, Anda dapat memilih bentuk hukuman yang menurut Anda paling efektif untuk mencegah Anda mengulangi perilaku negatif.<\/li>\n<li>Contoh hukuman yang mungkin bisa diterapkan:\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ul>\n<li>Mencubit diri sendiri selama 30 detik sampai 1 menit saat sifat buruk atau ego muncul<\/li>\n<li>Mengikatkan karet gelang di sekitar pergelangan tangan dan menariknya menyebabkan rasa sakit saat sifat buruk atau ego muncul<\/li>\n<li>Tidak makan atau tidak memakan makanan pencuci mulut atau makanan favorit<\/li>\n<li>Melakukan pekerjaan untuk orang lain<\/li>\n<li>Melakukan push up atau latihan fisik lainnya<\/li>\n<li>Meninggalkan aktivitas yang menyenangkan (misalnya, menonton TV, atau menjelajahi media sosial)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"slideshow_container slideshow_container_slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_2\" style=\"max-width: 750px;text-align: justify\" data-slideshow-id=\"60411\" data-style-name=\"slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_2\" data-style-version=\"1458322130\">\n<div class=\"slideshow_loading_icon\"><\/div>\n<div class=\"slideshow_content\">\n<div class=\"slideshow_view\">\n<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\n<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\" style=\"text-align: center\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"slideshow_view\">\n<div style=\"clear: both\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify\">\r\n\t<div class=\"slideshow_container slideshow_container_slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_1\" style=\" max-width: 750px;\" data-slideshow-id=\"15137\" data-style-name=\"slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_1\" data-style-version=\"1460816340\" >\r\n\r\n\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_loading_icon\"><\/div>\r\n\t\t\r\n\t\t<div class=\"slideshow_content\" style=\"display: none;\">\r\n\r\n\t\t\t<div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28074246\/8-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1.jpg\" alt=\"8-IND-(XL)-C2-Autosuggestion-Technique---punishment-method-for-personality-improvement-(part-1)\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28074248\/9-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1.jpg\" alt=\"9-IND-(XL)-C2-Autosuggestion-Technique---punishment-method-for-personality-improvement-(part-1)\" width=\"1440\" height=\"1126\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28074250\/10-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1.jpg\" alt=\"10-IND-(XL)-C2-Autosuggestion-Technique---punishment-method-for-personality-improvement-(part-1)\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28074253\/11-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1.jpg\" alt=\"11-IND-(XL)-C2-Autosuggestion-Technique---punishment-method-for-personality-improvement-(part-1)\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28074215\/IND-Slides-5-1-1.jpg\" alt=\"IND Slides-5-1\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28074126\/IND-Slides-6-1-1.jpg\" alt=\"IND-Slides-6--1\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div>\r\n\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_controlPanel slideshow_transparent\" style=\"display: none;\"><ul><li class=\"slideshow_togglePlay\" data-play-text=\"Play\" data-pause-text=\"Pause\"><\/li><\/ul><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_previous slideshow_transparent\" role=\"button\" data-previous-text=\"Previous\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_next slideshow_transparent\" role=\"button\" data-next-text=\"Next\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_pagination\" style=\"display: none;\" data-go-to-text=\"Go to slide\"><div class=\"slideshow_pagination_center\"><\/div><\/div>\r\n\r\n\t\t<!-- WordPress Slideshow Version 2.3.1 -->\r\n\r\n\t\t\t<\/div>\r\n\r\n<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Hukuman yang disebutkan dalam Autosugesti juga harus diambil sesegera mungkin, setiap kali setelah perilaku salah tertentu terjadi.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"9Bagaimana_Teknik_C2_membantu_mengubah_proses_berpikir_yang_salah_atau_tindakan_yang_salah_dalam_waktu_singkat\">9.<strong>Bagaimana Teknik C2 membantu mengubah proses berpikir yang salah atau tindakan yang salah dalam waktu singkat<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam metode ini, setiap kali proses berpikir yang salah atau perilaku yang salah terjadi, tubuh akan langsung merasa sakit dengan mencubit. Untuk menghindari rasa sakit itu, pikiran mulai menghindari tindakan yang tidak tepat atau proses berpikir yang salah. Ketika kesan tercipta dalam pikiran bahwa perilaku yang salah atau proses berpikir yang salah sama dengan rasa sakit, tindakan yang benar atau proses berpikir yang benar mulai terjadi. Dengan demikian, kepribadian seseorang mulai berubah. Hal ini dikenal sebagai Hukum Asosiasi dalam psikologi.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"10_Apakah_melakukan_penebusan_kesalahan_untuk_sifat_buruk_saya_sama_dengan_menerapkan_hukuman\"><span id=\"10_Is_taking_an_atonement_for_my_personality_defect_the_same_as_taking_a_punishment\">10. Apakah melakukan penebusan kesalahan untuk sifat buruk saya sama dengan menerapkan hukuman?<\/span><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Meskipun tampaknya tindakan penebusan dan menerapkan hukuman itu identik, ada beberapa perbedaan dalam proses berpikir dan tujuan di balik mengambil tindakan tersebut. Meskipun aktivitas yang diambil untuk penebusan atau hukuman mungkin bentuknya sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Hukuman<\/strong> adalah tindakan yang diambil terhadap pikiran untuk membantu memperkuat bahwa kesalahan tertentu seharusnya tidak dilakukan. Itu paling baik diambil sebagai bagian dari latihan spiritual <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/aboutspiritualresearch\/spiritualpractice\/individualcollective\"><em>vyashti<\/em><\/a> kita (praktik spiritual yang dilakukan untuk pertumbuhan spiritual pribadi seseorang) untuk kekurangan kepribadian tertentu atau manifestasi ego yang sedang kita upayakan untuk dikurangi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebagai contoh: Jika John sedang mengatasi kekurangan kepribadian kemarahan atau sangat marah tentang sesuatu, dia dapat tidak makan apapun di waktu makan selanjutnya sebagai hukuman. Jika dia hanya sedikit marah, dia bisa menghukum dirinya sendiri dengan makan lebih sedikit makanan untuk jam makan berikutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Penebusan kesalahan<\/strong> adalah tindakan yang kita ambil untuk memperbaiki kesalahan yang menyebabkan dampak negatif pada latihan spiritual kita. penebusan lebih sering dilakukan dalam kasus kesalahan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/aboutspiritualresearch\/spiritualpractice\/individualcollective\"><em>samashti<\/em><\/a> (kesalahan yang dilakukan saat pelayanan dalam menyebarkan Spiritualitas dan yang berdampak buruk pada orang lain).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hukuman bekerja pada tingkat psikologis dan mengkondisikan pikiran untuk tidak melakukan tindakan atau reaksi yang salah, sedangkan penebusan kesalahan adalah bentuk latihan spiritual yang jauh lebih dalam. Dengan mengambil penebusan sebagai penyesalan atas pikiran, tindakan atau reaksi kita yang salah, kita meniadakan sebagian karma buruk yang kita timbulkan atas perilaku kita yang salah. Kita juga menumbuhkan kualitas dalam diri kita, karena menerapkan penebusan meningkatkan kesadaran kita akan kekurangan kepribadian dan manifestasi ego kita. Rahmat Tuhan diaktifkan oleh penebusan kesalahan yang tulus dan keinginan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, yang membantu kita untuk menuju ke akar penyebab dan menghilangkan kekurangan kepribadian yang menyebabkan perilaku salah sejak awal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Berikut merupakan beberapa contoh untuk penebusan kesalahan:<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Jika Andrew berbicara dengan marah kepada seeker lainnya, dia dapat melakukan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/gaininghappiness\/happiness_servicetogod_f\"><em>satseva<\/em><\/a> (pelayanan kepada Kebenaran Hakiki) milik seeker lainnya seperti menyapu aula ashram untuk memperbaiki dampak kesalahannya pada seeker lainnya. Dia juga bisa melakukan seva lain untuk mereka atau tugas pribadi mereka jika mereka terbuka untuk hal ini.<\/li>\n<li>Jika Carol membuat kesalahan dalam publikasi spiritual yang diterbitkan sebagai buletin, dia dapat menebusnya dengan mengorbankan waktu pribadinya dan sebagai gantinya menggunakan waktu itu untuk melakukan lebih banyak <em>samashti seva<\/em> (pelayanan kepada Kebenaran Hakiki).<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Contoh penebusan dosa lainnya yang bisa dilakukan:<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Tidak makan makanan yang Anda sukai selama beberapa waktu<\/li>\n<li>Makan sesuatu yang tidak Anda sukai selama seminggu<\/li>\n<li>Melewatkan waktu makan atau makanan favorit Anda selama beberapa hari<\/li>\n<li>Makan setengah porsi (misalnya, jika biasanya Anda makan 4 potong roti, makanlah 2 saja)<\/li>\n<li>Melakukan aktivitas yang tidak Anda sukai (misalnya, menyetrika, mencuci piring, membersihkan kamar kecil, menata lemari)<\/li>\n<li>Menghindari berbicara kecuali mendesak atau perlu. (Ini dapat diambil untuk sifat buruk seperti berbicara tidak perlu, mengkritik orang lain, mengejek orang lain, ego yang meningkat, dll.)<\/li>\n<li>Bangun pagi jika Anda tidak menyukainya<\/li>\n<li>Membayar kerugian finansial yang timbul sebagai akibat dari kesalahan Anda<\/li>\n<li>Mengambil tanggung jawab baru selain tanggung jawab saat ini dan melakukannya dengan tekun<\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"slideshow_container slideshow_container_slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_2\" style=\"max-width: 750px;text-align: justify\" data-slideshow-id=\"60418\" data-style-name=\"slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_2\" data-style-version=\"1458322130\">\n<div class=\"slideshow_loading_icon\"><\/div>\n<div class=\"slideshow_content\">\n<div class=\"slideshow_view\">\n<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify\">\r\n\t<div class=\"slideshow_container slideshow_container_slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_1\" style=\" max-width: 750px;\" data-slideshow-id=\"15156\" data-style-name=\"slideshow-jquery-image-gallery-custom-styles_1\" data-style-version=\"1460816340\" >\r\n\r\n\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_loading_icon\"><\/div>\r\n\t\t\r\n\t\t<div class=\"slideshow_content\" style=\"display: none;\">\r\n\r\n\t\t\t<div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28074102\/IND-Slides-3-1-1.jpg\" alt=\"IND-Slides-3---1\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28074105\/IND-Slides-3-2-1.jpg\" alt=\"IND-Slides-3---2\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28084657\/IND-Slides-3-3-2.jpg\" alt=\"IND-Slides-3---3\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28084635\/IND-Slides-3-4-2.jpg\" alt=\"IND-Slides-3---4\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_title\">IND-Slides-3---4<\/div>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28084606\/IND-Slides-3-5-2.jpg\" alt=\"IND-Slides-3---5\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28084542\/IND-Slides-3-6-2.jpg\" alt=\"IND-Slides-3---6\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28074118\/IND-Slides-3-7-1.jpg\" alt=\"IND-Slides-3---7\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_title\">IND-Slides-3---7<\/div>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28074121\/IND-Slides-3-8-1.jpg\" alt=\"IND-Slides-3---8\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div><div class=\"slideshow_view\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"slideshow_slide slideshow_slide_image\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/28074124\/IND-Slides-3-9-1.jpg\" alt=\"IND-Slides-3---9\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"slideshow_description_box slideshow_transparent\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t<div style=\"clear: both;\"><\/div><\/div>\r\n\t\t<\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_controlPanel slideshow_transparent\" style=\"display: none;\"><ul><li class=\"slideshow_togglePlay\" data-play-text=\"Play\" data-pause-text=\"Pause\"><\/li><\/ul><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_previous slideshow_transparent\" role=\"button\" data-previous-text=\"Previous\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\t\t<div class=\"slideshow_button slideshow_next slideshow_transparent\" role=\"button\" data-next-text=\"Next\" style=\"display: none;\"><\/div>\r\n\r\n\t\t<div class=\"slideshow_pagination\" style=\"display: none;\" data-go-to-text=\"Go to slide\"><div class=\"slideshow_pagination_center\"><\/div><\/div>\r\n\r\n\t\t<!-- WordPress Slideshow Version 2.3.1 -->\r\n\r\n\t\t\t<\/div>\r\n\r\n<\/p>\n<div style=\"clear: both;text-align: justify\"><\/div>\n<p style=\"text-align: justify\">Penebusan yang diambil seseorang harus sepadan dengan kerugian\/tingkat masalah yang ditimbulkan oleh kesalahannya. Tingkat intensitas penebusan harus sesuai dengan tingkat keparahan kesalahan (yaitu, ringan, sedang atau berat). Penebusan juga membantu dari sudut pandang karma. Jika penebusan tidak diambil untuk kesalahan yang telah dilakukan, seseorang harus menjalani akibat dari kesalahannya di kelahiran ini atau yang akan datang, sesuai dengan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/hukum-karma-sebab-akibat\/\">Hukum Karma<\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong><u>Catatan<\/u><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Kita juga dapat menebus kesalahan <em>vyashti<\/em> (individu), seperti marah.<\/li>\n<li>Kita hanya boleh menggunakan penebusan atau hukuman yang sama ketika kekurangan kepribadian atau ego tertentu muncul.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Misalnya<\/strong>: Jika Rebecca melewatkan satu waktu makan sebagai hukuman atas kemarahannya, dia tidak boleh melewatkan satu waktu makan sebagai hukuman atau penebusan atas kekurangan atau ego lainnya untuk menghindari kebingungan pikiran.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"11_Kesimpulan\"><span id=\"11_Conclusion\">11. Kesimpulan<\/span><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Teknik Autosugesti C2 adalah alat yang ampuh yang dapat membantu kita menghilangkan kekurangan kepribadian yang sangat sulit diubah dan manifestasi ego jika upaya lain tidak memberikan hasil yang memadai. Untuk panduan lebih lanjut dalam menggunakan teknik ini dan teknik Autosugesti lainnya, kami mengundang Anda untuk menghadiri <a href=\"https:\/\/events.spiritualresearchfoundation.org\/\">pertemuan spiritual online<\/a> mingguan gratis SSRF. Pada pertemuan tersebut, kami akan membantu Anda lebih memahami proses PDR dan membantu Anda merumuskan Autosugesti khusus untuk Anda dengan benar untuk situasi tertentu yang Anda alami.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teknik Autosugesti C2 \u2013 Metode hukuman untuk pengembangan kepribadian Daftar isi1. Pengantar Teknik Autosugesti C2\u00a02. Gambaran umum untuk teknik Autosugesti C23. Sifat buruk manakah yang bisa diatasi dengan teknik Autosugesti C2 ?4. Mengapa pada teknik Autosugesti C2 diterapkan hukuman saat melakukan Autosugesti ?5. Bagaimana kita tahu saat yang tepat untuk melakukan Autosugesti C2 ?6. Bagaimana &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Teknik autosugesti C2 \u2013 metoda hukuman untuk pengembangan kepribadian<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":4958,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Teknik autosugesti C2 \u2013 metoda hukuman untuk pengembangan kepribadian - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"25 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/\",\"name\":\"Teknik autosugesti C2 \u2013 metoda hukuman untuk pengembangan kepribadian - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/1-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1-1024x618.jpg\",\"datePublished\":\"2023-10-03T17:36:50+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-03T17:36:50+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031457\/1-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031457\/1-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1.jpg\",\"width\":1499,\"height\":905},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Latihan spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Langkah-langkah latihan spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Pembersihan Kekurangan Kepribadian dan Pengembangan Kepribadian\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Teknik autosugesti C2 \u2013 metoda hukuman untuk pengembangan kepribadian\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teknik autosugesti C2 \u2013 metoda hukuman untuk pengembangan kepribadian - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"25 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/","name":"Teknik autosugesti C2 \u2013 metoda hukuman untuk pengembangan kepribadian - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/1-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1-1024x618.jpg","datePublished":"2023-10-03T17:36:50+00:00","dateModified":"2023-10-03T17:36:50+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031457\/1-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2023\/09\/24031457\/1-IND-XL-C2-Autosuggestion-Technique-punishment-method-for-personality-improvement-part-1-1.jpg","width":1499,"height":905},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/c2-teknik-autosugesti\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Latihan spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Langkah-langkah latihan spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Pembersihan Kekurangan Kepribadian dan Pengembangan Kepribadian","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Teknik autosugesti C2 \u2013 metoda hukuman untuk pengembangan kepribadian"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"seekermegha","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/seekermegha\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Teknik Autosugesti C2 \u2013 Metode hukuman untuk pengembangan kepribadian Daftar isi1. Pengantar Teknik Autosugesti C2\u00a02. Gambaran umum untuk teknik Autosugesti C23. Sifat buruk manakah yang bisa diatasi dengan teknik Autosugesti C2 ?4. Mengapa pada teknik Autosugesti C2 diterapkan hukuman saat melakukan Autosugesti ?5. Bagaimana kita tahu saat yang tepat untuk melakukan Autosugesti C2 ?6. Bagaimana&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/15001"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47066"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15001"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/15001\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15467,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/15001\/revisions\/15467"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4958"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15001"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15001"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15001"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}