{"id":1277,"date":"2012-04-02T08:13:55","date_gmt":"2012-04-02T08:13:55","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=1277"},"modified":"2018-04-16T14:47:00","modified_gmt":"2018-04-16T14:47:00","slug":"alam-semesta","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/","title":{"rendered":"Alam Semesta"},"content":{"rendered":"<h2>Penelitian<\/h2><ul class=\"research landing_group\"><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-dasar-terbentuknya-alam-semesta\/\" rel='bookmark' title=\"Komponen Dasar Terbentuknya Alam Semesta: Sattva, Raja, dan Tama\">\n                Komponen Dasar Terbentuknya Alam Semesta: Sattva, Raja, dan Tama            <\/a>\n            <p>Abstrak Komponen dasar terbentuknya Alam Semesta yang bersifat halus (non-fisik) terdiri atas 3 unsur, yakni\u00a0sattva, raja, dan tama. Ketiga\u00a0komponen dasar tersebut\u00a0ada dalam semua benda hidup dan mati, berwujud dan tak berwujud, tanpa dikenali oleh ilmu pengetahuan\u00a0modern. Vibrasi yang dipancarkan oleh\u00a0benda apa pun tergantung\u00a0pada komponen dasar non-fisik yang mendominasinya. Komponen-komponen dasar tersebut juga mempengaruhi perilaku\/sifat dari &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-dasar-terbentuknya-alam-semesta\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Komponen Dasar Terbentuknya Alam Semesta: Sattva, Raja, dan Tama<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\" rel='bookmark' title=\"Hirarki kekuasaan di alam semesta\">\n                Hirarki kekuasaan di alam semesta            <\/a>\n            <p>Hirarki kekuasaan di alam semesta Terdapat enam jenis kekuasaan di alam semesta. Kekuatan dari kuasa-kuasa tersebut meningkat seiring dengan semakin halusnya\/ non-fisiknya kuasa -kuasa tersebut. Mari kita teliti masing-masing dari jenis kekuasaan ini 1. Fisik: Ini merupakan yang terendah dalam hirarki kekuasaan di alam semesta, karena ini juga merupakan yang paling kasar\/ berwujud fisik. Fisik &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/hierarchyofpowers\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Hirarki kekuasaan di alam semesta<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/deities\" rel='bookmark' title=\"Dewa-Dewi: Aspek Individu dari Prinsip Tuhan YME\">\n                Dewa-Dewi: Aspek Individu dari Prinsip Tuhan YME            <\/a>\n            <p>Konsep dewa-dewi dalam ilmu pengetahuan Spiritualitas paling tepat dijelaskan dengan menggunakan sebuah analogi. Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa ada begitu banyak warna di dunia ketika kita hanya memiliki tiga warna dasar yaitu merah, biru dan kuning? Kita tahu bahwa berbagai permutasi\/penyusunan dan kombinasi dari tiga warna primer dapat menciptakan begitu banyak warna baru. Begitu juga &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/spiritualscience\/deities\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Dewa-Dewi: Aspek Individu dari Prinsip Tuhan YME<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/penciptaan-alam-semesta\/\" rel='bookmark' title=\"Sejarah Penciptaan Alam Semesta\">\n                Sejarah Penciptaan Alam Semesta            <\/a>\n            <p>1. Pendahuluan Dalam beberapa artikel, kami telah membuat referensi tentang usia Alam Semesta dan keempat Era-nya yaitu Satyayug, Tret\u0101yug, Dw\u0101paryug dan Kaliyug. Kami telah menerima pertanyaan-pertanyaan dari pembaca yang menanyakan apa yang kami definisikan sebagai Alam Semesta dan bagaimana kami mencocokkan umur\u00a0Alam Semesta dengan pandangan ilmu pengetahuan modern. Artikel ini merupakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/penciptaan-alam-semesta\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Sejarah Penciptaan Alam Semesta<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/kekuatan-niat-tekad\/\" rel='bookmark' title=\"Mekanisme kerja niatan \/ tekad sebagai kekuatan di alam semesta\">\n                Mekanisme kerja niatan \/ tekad sebagai kekuatan di alam semesta            <\/a>\n            <p>Mekanisme kerja niatan \/ tekad sebagai kekuatan di alam semesta Mekanisme kerja niatan \/ tekad akan diilustrasikan melalui contoh berikut. Semisal kita memperhitungkan energi pikiran kita sebesar 100 unit. Pikiran kita dibanjiri dengan pemikiran-pemikiran sepanjang hari. Pemikiran tersebut berkisar di banyak dimensi kehidupan kita. Contohnya, kita mungkin memiliki pemikiran tentang peristiwa tertentu di kantor atau &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/kekuatan-niat-tekad\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Mekanisme kerja niatan \/ tekad sebagai kekuatan di alam semesta<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/apakah-prinsip-kosmik-absolut\/\" rel='bookmark' title=\"Apakah Prinsip Kosmik Absolut?\">\n                Apakah Prinsip Kosmik Absolut?            <\/a>\n            <p>Menurut penelitian spiritual dalam penciptaan alam semesta terdapat lima Unsur Kosmik Absolut atau Prinsip Kosmik Absolut (Panchatattva) Sebagai berikut: 1. Unsur Tanah Absolut atau Prinsip Tanah Absolut (Pruthv\u012btattva). 2. Unsur Air Absolut atau Prinsip Air Absolut(\u0100patattva). 3. Unsur Api Absolut atau Prinsip Api Absolut (T\u0113jtattva). 4. Unsur Udara Absolut atau Prinsip Udara Absolut (V\u0101yutattva). 5. &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/apakah-prinsip-kosmik-absolut\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Apakah Prinsip Kosmik Absolut?<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/komponen-manusia-setelah-kematian\/\" rel='bookmark' title=\"Komponen utama eksistensi manusia sesuai dengan wilayah Alam Semesta\">\n                Komponen utama eksistensi manusia sesuai dengan wilayah Alam Semesta            <\/a>\n            <p>Artikel ini menjelaskan tentang komponen utama dari eksistensi manusia di setiap wilayah Alam Semesta.<\/p>\n        <\/li><\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"featured_media":0,"parent":6289,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Alam Semesta - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/\",\"name\":\"Alam Semesta - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"datePublished\":\"2012-04-02T08:13:55+00:00\",\"dateModified\":\"2018-04-16T14:47:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penelitian Spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Alam Semesta\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Alam Semesta - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/","name":"Alam Semesta - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"datePublished":"2012-04-02T08:13:55+00:00","dateModified":"2018-04-16T14:47:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/alam-semesta\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penelitian Spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Alam Semesta"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":null,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1277"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11774"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1277"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3412,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1277\/revisions\/3412"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/6289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}