{"id":12513,"date":"2021-12-03T13:46:26","date_gmt":"2021-12-03T13:46:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=12513"},"modified":"2024-12-11T15:24:46","modified_gmt":"2024-12-11T15:24:46","slug":"tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/","title":{"rendered":"Pengantar pada peneltian spiritual menggunakan teknik pemindaian (scanning) elektrosomatografik"},"content":{"rendered":"<div class=\"entry-content\">\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-69838\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/24165357\/877-A-450x272.jpg\" alt=\"Introduction to spiritual research using the electrosomatographic scanning technique\" width=\"750\" height=\"453\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Peneliti Utama: Dr. Nandini Samant, MBBS, DPM<\/p>\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Pengantar\">1. Pengantar<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Bagaimana_kami_menggunakan_peralatan_DDFAO\">2. Bagaimana kami menggunakan peralatan DDFAO<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Bagaimana_cara_kerja_DDFAO\">3. Bagaimana cara kerja DDFAO?<\/a><\/li><li><a href=\"#4_Aspek_DDFAO_yang_digunakan_SSRF\">4. Aspek DDFAO yang digunakan SSRF<\/a><ul><li><a href=\"#41_Hubungan_antara_chakra_Kundalini_dan_fungsi_berbagai_organ_tubuh\">4.1 Hubungan antara chakra Kundalini dan fungsi berbagai organ tubuh<\/a><\/li><li><a href=\"#42_Mengapa_kami_memilih_pembacaan_chakra_Kunalini\">4.2 Mengapa kami memilih pembacaan chakra Kun\u1e0dalin\u012b ?<\/a><\/li><li><a href=\"#43_Pembacaan_yang_muncul_dalam_peralatan_scanning_DDFAO_yang_berhubungan_dengan_chakra_Kunalini\">4.3 Pembacaan yang muncul dalam peralatan scanning DDFAO yang berhubungan dengan chakra Kun\u1e0dalin\u012b <\/a><\/li><li><a href=\"#44_Berbagai_cara_menerima_informasi_tentang_chakra_Kunalini_dan_artinya\">4.4 Berbagai cara menerima informasi tentang chakra Kun\u1e0dalin\u012b dan artinya<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#5_Metodologi\">5. Metodologi<\/a><ul><li><a href=\"#51_Pemilihan_subjek_untuk_eksperimen\">5.1 Pemilihan subjek untuk eksperimen<\/a><\/li><li><a href=\"#52_Jumlah_subyek_dalam_dua_kelompok\">5.2 Jumlah subyek dalam dua kelompok<\/a><\/li><li><a href=\"#53_Perawatan_yang_diterapkan_selama_seleksi\">5.3 Perawatan yang diterapkan selama seleksi<\/a><\/li><li><a href=\"#54_Perawatan_dilakukan_sebelum_pemindaian\">5.4 Perawatan dilakukan sebelum pemindaian<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#6_Penjelasan_dari_beberapa_kata_yang_digunakan_dalam_percobaan_dan_signifikansi_mereka\">6. Penjelasan dari beberapa kata yang digunakan dalam percobaan dan signifikansi mereka<\/a><ul><li><a href=\"#61_Tidak_adanya_tekanan_energi_negatif\">6.1 Tidak adanya tekanan energi negatif<\/a><\/li><li><a href=\"#62_Kehadiran_tekanan_energi_negatif\">6.2 Kehadiran tekanan energi negatif<\/a><\/li><li><a href=\"#63_Gejala-gejala_dari_tekanan_yang_disebabkan_oleh_energi_negatif\">6.3 Gejala-gejala dari tekanan yang disebabkan oleh energi negatif<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#7_Sifat_eksperimen_dan_metode_pencatatan_observasi\">7. Sifat eksperimen dan metode pencatatan observasi<\/a><ul><li><a href=\"#71_Mencatat_Data_penting\">7.1 Mencatat\u00a0 Data penting<\/a><\/li><li><a href=\"#72_Tes_menggunakan_peralatan_scanning_pemindaian\">7.2 Tes menggunakan peralatan scanning (pemindaian)<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#8_Membuat_tabel_observasi\">8. Membuat tabel observasi<\/a><ul><li><a href=\"#81_Pengaruh_stimulus_pada_aktivitas_chakra\">8.1 Pengaruh stimulus pada aktivitas chakra<\/a><\/li><li><a href=\"#82_Durasi_efek_setelah_terekspos_subjek_ke_setiap_rangkaian_stimulasi\">8.2 Durasi efek setelah terekspos subjek ke setiap rangkaian stimulasi.<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#9_Menganalisis_pengamatan_dan_mengambil_masukan_dari_bagian_pengetahuan-halus\">9. Menganalisis pengamatan dan mengambil masukan dari bagian pengetahuan-halus<\/a><ul><li><a href=\"#91_Empat_chakra_atas_dan_tiga_chakra_bawah_berfungsi_sebagai_dua_kelompok_independen\">9.1 Empat chakra atas dan tiga chakra bawah berfungsi sebagai dua kelompok independen<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/div>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"1_Pengantar\">1. Pengantar<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Memanfaatkan dari kemajuan mesin biofeedback, SSRF telah menggunakan mesin-mesin ini untuk mempelajari efek berbagai stimulus pada aura kita, sistem energi dan <em><a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/kundalini-chakras\/cakra-tubuh-kundalini\/\">chakra<\/a><\/em>. Salah satu mesin tersebut adalah DDFAO, yang pada dasarnya adalah sebuah akronim dalam bahasa Perancis yang merupakan singkatan dari Computer-Aided Screening dan Functional Diagnosis.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"2_Bagaimana_kami_menggunakan_peralatan_DDFAO\">2. Bagaimana kami menggunakan peralatan DDFAO<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Dr.Elvedina Manko, seorang ahli homeopati yang terlatih dari Bosnia, Eropa, dan seorang pencari Tuhan YME SSRF, memperkenalkan teknik elektrosomatografi kepada kami. Beliau dengan senang hati mengizinkan kami menggunakan mesin DDFAO-nya dengan percuma (bebas biaya) melalui rangkaian lengkap eksperimen ini selama kunjungannya pada tahun 2008 dan 2009 ke <em>ashram<\/em> SSRF di Goa, India. Beliau melatih kami dalam penggunaan mesin dan analisis pembacaan. Beliau juga berpartisipasi dalam penelitian ini. Kami melakukan 40 percobaan pada 200 pencari tuhan YME dari seluruh dunia selama kunjungan mereka ke <em>ashram<\/em> SSRF di Goa, India dan mencatat 4000 pembacaan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"3_Bagaimana_cara_kerja_DDFAO\">3. Bagaimana cara kerja DDFAO?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">DDFAO adalah perangkat medis pencitraan, yang memantau keadaan fungsional dari berbagai organ dan sistem tubuh manusia. Ini adalah alat medis yang dapat diandalkan untuk mengukur impuls dalam impuls bio-elektro, dengan menggunakan enam elektroda datar, dan secara akurat menentukan parameter tubuh seperti pH dan tekanan darah, dengan menggunakan sirkuit elektronik yang sangat terintegrasi. Teknologi terintegrasi DDFAO juga mampu menafsirkan data ini dengan menerapkan prinsip-prinsip neurofisiologi dan secara otomatis mengusulkan analisisnya sendiri terhadap risiko pasien dalam waktu kurang dari 3 menit (mengukur waktu termasuk).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">DDFAO mengukur aktivitas aliran listrik di tubuh, sebenarnya menggunakan prinsip yang sama yang digunakan pada mesin EEG dan ECG yang terkenal. Namun, alih-alih hanya berfokus pada otak atau aktivitas jantung, DDFAO menerapkan teknik ini ke seluruh tubuh, untuk merekam ElectroSomatoGram (atau ESG).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Peralatan yang terdiri dari kit DDFAO adalah:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Alat pengukur, ditempatkan dalam kotak plastik.<\/li>\n<li>Enam elektroda:\n<ul>\n<li>Dua elektroda perekat diri yang ditempatkan di dahi<\/li>\n<li>Dua plakat untuk telapak tangan dan<\/li>\n<li>Dua plak untuk telapak kaki<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Komputer untuk menjalankan perangkat lunak<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/(-IND-)-DDFAO-equipment-setup-.jpg\" width=\"500\" height=\"595\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Elektroda bersentuhan dengan tangan, kaki, dan dahi seseorang. Kemudian, arus listrik yang sangat rendah dilewati ke tubuh orang tersebut, dengan demikian mengukur aktivitas listrik di tubuh. Dengan menjalankan berbagai algoritma, pembacaan akhirnya ditampilkan di komputer dalam format grafik.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"4_Aspek_DDFAO_yang_digunakan_SSRF\">4. Aspek DDFAO yang digunakan SSRF<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Di antara berbagai aspek fungsi tubuh yang dianalisis DDFAO, kami fokus pada pembacaan yang sesuai dengan <em>chakra Kun\u1e0dalin\u012b<\/em> di tubuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kita semua sadar bahwa ada berbagai sistem fungsional seperti sistem peredaran darah, sistem pernapasan, sistem pencernaan, dll. di dalam tubuh seseorang. Selain itu ada sistem energi halus, sistem <em>Kun\u1e0dalin\u012b<\/em>, yang menyediakan energi untuk tubuh fisik dan tubuh halus. Semua sistem kecuali sistem energi dapat dilihat pada pembedahan tubuh manusia. Namun, orang dengan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/indra-keenam\/\">indra keenam<\/a> yang maju memvisualisasikan sistem <em>Kun\u1e0dalin\u012b<\/em>\u00a0juga. Sama seperti sistem lain yang memiliki pusatnya, misalnya, pusat sistem peredaran darah adalah jantung; sistem energi ini juga memiliki pusat-pusat halus yang disebut chakra. Ada tujuh chakra <em>Kun\u1e0dalin\u012b<\/em>\u00a0yang bertanggung jawab untuk menyediakan energi halus ke berbagai organ dan fungsi yang sesuai dari individu.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/(-IND-)-Chakras-.jpg\" width=\"627\" height=\"649\" \/><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"41_Hubungan_antara_chakra_Kundalini_dan_fungsi_berbagai_organ_tubuh\">4.1 Hubungan antara <em>chakra Kundalini<\/em> dan fungsi berbagai organ tubuh<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Tujuh <em>chakra Kun\u1e0dalin\u012b<\/em>\u00a0adalah bagian dari tubuh halus seseorang. Pengaturan dan ketepatan dari aliran energi halus dalam tubuh halus dilakukan melalui media tujuh <em>chakra<\/em> ini. Penyerapan energi halus dari luar tubuh dan transmisi keluar-masuk tubuh juga dilakukan melalui <em>chakra-chakra<\/em> ini. Karenanya fungsi <em>chakra-chakra<\/em> ini mempengaruhi fungsi organ-organ tubuh yang berkaitan dengan <em>c<\/em><em>hakra<\/em> dan fungsi pusat-pusat terkait dalam tubuh halus. Akibatnya, ini mempengaruhi perilaku manusia dan aspek kehidupan lainnya. Tabel berikut menunjukkan organ-organ tubuh yang berhubungan dengan masing-masing <em>chakra Kun\u1e0dalin\u012b <\/em>\u00a0dan juga kualitas-kualitas sikap dasar seorang terkait dengan masing-masing <em>c<\/em><em>hakra<\/em>.<\/p>\n<table class=\"tablestyle\" border=\"0\" width=\"632\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<th width=\"68\"><em>Chakra<\/em> no.<\/th>\n<th width=\"108\"><em>Kundalini chakra<\/em><\/th>\n<th width=\"204\">Organ-organ tubuh yang berhubungan dengan <em><em>Kundalini <\/em>chakra<\/em><\/th>\n<th valign=\"top\" width=\"252\">Kualitas yang terkait<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"68\">1.<\/td>\n<td width=\"108\"><em>M\u016bl\u0101dh\u0101r<\/em><\/td>\n<td width=\"204\">Organ-organ reproduksi, kantong kemih, usus besar dan prostat<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"252\">\u2013<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"68\">2.<\/td>\n<td width=\"108\"><em>Sw\u0101dhisht\u0323h\u0101n<\/em><\/td>\n<td width=\"204\">Pankreas, usus kecil, ginjal dan organ kelamin<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"252\">Hasrat napsu<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"68\">3.<\/td>\n<td width=\"108\"><em>Man\u0323ipur<\/em><\/td>\n<td width=\"204\">Hati, kantong empedu, limpa, perut<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"252\">Suka dan tidak suka<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"68\">4.<\/td>\n<td width=\"108\"><em>An\u0101hat<\/em><\/td>\n<td width=\"204\">Jantung, paru-paru, timus, sistem sirkulasi<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"252\">Kerinduan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"68\">5.<\/td>\n<td width=\"108\"><em>Vishuddha<\/em><\/td>\n<td width=\"204\">Tiroid, tenggorokan, pita suara, dan saluran pencernaan<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"252\">Duniawi dan emosi spiritual<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"68\">6.<\/td>\n<td width=\"108\"><em>\u0100dny\u0101<\/em><\/td>\n<td width=\"204\">Bagian depan otak, kelenjar pituitari, mata kiri, hidung, telinga, dan sistem saraf<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"252\">Konsentrasi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"68\">7.<\/td>\n<td width=\"108\"><em>Sahasr\u0101r<\/em><\/td>\n<td width=\"204\">Bagian belakang otak, kelenjar pineal dan mata kanan<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"252\">Mengalami prinsip Tuhan<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan demikian, empat chakra atas dikaitkan dengan pertumbuhan spiritual dan tiga chakra yang lebih rendah terkait dengan rasa suka dan tidak suka duniawi.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"42_Mengapa_kami_memilih_pembacaan_chakra_Kunalini\"><em>4.2 Mengapa kami memilih pembacaan chakra Kun\u1e0dalin\u012b ?<\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Karena <em>chakra-chakra Kun\u1e0dalin\u012b <\/em>memberikan energi halus bagi fungsi tubuh kasar dan tubuh halus, status berfungsinya <em>chakra-chakra Kun\u1e0dalin\u012b <\/em>memberi kita gambaran tentang berfungsinya\u00a0 individu. Secara sederhana, berfungsi optimalnya <em>chakra Kun\u1e0dalin\u012b <\/em>akan berarti berfungsi optimalnya juga\u00a0 individu; setiap aktivitas berlebihan atau ketidakaktifan <em>chakra-chakra Kun\u1e0dalin\u012b <\/em>akan mencerminkan suatu kerusakan yang terjadi pada individu. Dengan demikian, stimulus apa pun yang memperbaiki fungsi cakra merupakan stimulus positif dari perspektif individu itu. Sebaliknya, stimulus apa pun yang mengurangi aktivitas chakra atau membuat mereka terlalu aktif adalah negatif atau merugikan. Itulah mengapa kami memilih pembacaan DDFAO dari <em>chakra Kun\u1e0dalin\u012b <\/em>sebagai sarana untuk memeriksa efek dari berbagai stimulus.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"43_Pembacaan_yang_muncul_dalam_peralatan_scanning_DDFAO_yang_berhubungan_dengan_chakra_Kunalini\">4.3<em> Pembacaan yang muncul dalam peralatan scanning DDFAO yang berhubungan dengan chakra Kun\u1e0dalin\u012b <\/em><\/span><\/h3>\n<table class=\"tablestyle\" border=\"1\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<th valign=\"top\" width=\"166\">Muncul nama dalamPembacaan<\/th>\n<th valign=\"top\" width=\"159\">Sesuai<br \/>\n<em><em>Kundalini <\/em>chakra<\/em><\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"166\">1. Perineal<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"159\"><em>Muladhar-chakra<\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"166\">2. Sakral<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"159\"><em>Swadhishthan-chakra<\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"166\">3. Solar<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"159\"><em>Manipur-chakra<\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"166\">4. Jantung<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"159\"><em>Ana<\/em><em>hat-chakra<\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"166\">5. Faring-laring<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"159\"><em>Vishuddha-chakra<\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"166\">6. Frontal<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"159\"><em>Adnya-chakra <\/em><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"166\">7. Vertex<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"159\"><em>Sahasra<\/em><em>r-chakra<\/em><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h3><span id=\"44_Berbagai_cara_menerima_informasi_tentang_chakra_Kunalini_dan_artinya\">4.4 Berbagai cara menerima informasi tentang <em>chakra Kun\u1e0dalin\u012b <\/em>dan artinya<\/span><\/h3>\n<p>Peralatan DDFAO memberikan informasi tentang status tujuh <em>chakra Kun\u1e0dalin\u012b <\/em>dalam bentuk numerik serta dalam bentuk grafik batang berwarna.<\/p>\n<p>Hubungan antara warna didalam grafik tujuh <em>chakra Kun\u1e0dalin\u012b <\/em>dan nilai numerik pembacaan, serta informasi yang tersedia di dalamnya tentang aktivitas cakra sebagai berikut:<\/p>\n<table class=\"tablestyle\" border=\"1\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<th valign=\"top\" width=\"112\">Nomor seri<\/th>\n<th valign=\"top\" width=\"98\">warna<\/th>\n<th valign=\"top\" width=\"127\">Nilai bilangan<\/th>\n<th valign=\"top\" width=\"162\">Aktifitas<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"112\">1.<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"98\">Merah<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"127\">+61 s\/d +100<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"162\">Aktivitas berlebihan yang parah<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"112\">2.<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"98\">Kuning<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"127\">+21 s\/d +60<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"162\">Aktivitas berlebihan yang sedang<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"112\">3.<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"98\">Hijau<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"127\">-20 s\/d +20<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"162\">Aktifit as normal<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"112\">4.<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"98\">Biru muda<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"127\">-21 s\/d -40<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"162\">Ketidakaktifan ringan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"112\">5.<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"98\">Biru sedang<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"127\">-41 s\/d \u2013 60<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"162\">Tidak aktif sedang<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"112\">6.<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"98\">Biru tua<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"127\">-61 s\/d -100<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"162\">Sangat tidak aktif<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify\">Berikut ini adalah format grafis khusus\u00a0 yang ditampilkan dengan pembacaan <em>chakra.<\/em><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/(-IND-)-DDFAO-chakra-graph-example-.gif\" width=\"694\" height=\"423\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setiap kolom menampilkan pembacaan yang terkait dengan salah satu dari tujuh <em>chakra<\/em> sistem energi spiritual Kundalini. Misalnya, kolom nomor 1 pada sumbu x menunjukkan status <em>Muladhar-chakra<\/em>, sementara kolom nomor 7 di sebelah kanan menunjukkan status<em> chakra<\/em> Mahkota atau <em>Sahasrar-chakra<\/em>.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"5_Metodologi\">5. Metodologi<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"51_Pemilihan_subjek_untuk_eksperimen\">5.1 Pemilihan subjek untuk eksperimen<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Subyek yang berpartisipasi dalam eksperimen ini adalah semua pencari Tuhan YME SSRF dari seluruh dunia yang mengunjungi <em>ashram<\/em> SSRF di Goa, India. Mereka ditempatkan dalam dua kelompok &#8211; mereka yang dengan tekanan energi negatif dan mereka yang tidak. Memastikan apakah subjek memiliki atau tidak mengalami tekanan spiritual yang dilakukan oleh para pencari Tuhan YME (seeker) yang berevolusi secara spiritual yang memiliki indra keenam yang maju.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"52_Jumlah_subyek_dalam_dua_kelompok\">5.2 Jumlah subyek dalam dua kelompok<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam semua percobaan membatasi beberapa pengecualian, ukuran sampel kelompok adalah 10.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"53_Perawatan_yang_diterapkan_selama_seleksi\">5.3 Perawatan yang diterapkan selama seleksi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Tim medis di ashram memverifikasi bahwa para seeker yang berpartisipasi dalam percobaan tidak memiliki penyakit fisik atau mental yang signifikan selama keseluruhan percobaan atau di masa lalu.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"54_Perawatan_dilakukan_sebelum_pemindaian\">5.4 Perawatan dilakukan sebelum pemindaian<\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Subyek akan menghindari asupan makanan setidaknya selama tiga jam sebelum percobaan.<\/li>\n<li>Tindakan pencegahan yang umum dilakukan sebelum menerapkan elektroda, seperti membersihkan dan mengeringkan telapak tangan, telapak kaki dan dahi dari subjek.<\/li>\n<li>Perawatan dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada benda logam di dalam atau di tubuh subjek seperti alat pacu jantung, prosthesis, perangkat tembaga intra-uterine (alat kontrasepsi), cincin, gelang, jam tangan, dll.<\/li>\n<li>Perawatan dilakukan untuk memastikan bahwa benda-benda yang digunakan sehari-hari seperti liontin, benang apa pun yang digunakan sebagai obat penyembuhan spiritual dilepaskan. Namun, ornamen-ornamen atau benda-benda yang ada di tubuh pada saat pembacaan garis dasar dipertahankan sepanjang percobaan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"6_Penjelasan_dari_beberapa_kata_yang_digunakan_dalam_percobaan_dan_signifikansi_mereka\">6. Penjelasan dari beberapa kata yang digunakan dalam percobaan dan signifikansi mereka<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"61_Tidak_adanya_tekanan_energi_negatif\">6.1 Tidak adanya tekanan energi negatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Tidak adanya tekanan energi negatif berarti tidak adanya pusat di dalam tubuh dan akan mampu menahan getaran yang menyusahkan. Peluang serangan energi negatif dari lingkungan pada tubuh para seeker yang tidak memiliki gangguan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/penelitian-spiritual\/hantu\/\">energi negatif<\/a> adalah rendah.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"62_Kehadiran_tekanan_energi_negatif\">6.2 Kehadiran tekanan energi negatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Kehadiran tekanan energi negatif berarti terdapat pusat di dalam tubuh yang dapat menahan getaran yang menyedihkan. Kesempatan diserang energi yang menyusahkan dari lingkungan pada tubuh para seeker yang mengalami tekanan spiritual tinggi.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"63_Gejala-gejala_dari_tekanan_yang_disebabkan_oleh_energi_negatif\">6.3 Gejala-gejala dari tekanan yang disebabkan oleh energi negatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Gejala gangguan muncul dalam berbagai bentuk pada tingkat fisik, psikologis dan intelektual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Gangguan fisik<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ini mengacu pada berbagai gejala seperti sakit kepala, sakit badan, gangguan pencernaan, sakit perut, dll. Yang tidak teratasi oleh obat-obatan. Namun, mereka dapat diatasi dengan terapi penyembuhan spiritual. Contoh lain adalah kehilangan kesadaran, kehilangan penglihatan mendadak, gangguan pendengaran, kehilangan bicara, kekakuan tubuh, kesulitan bernafas, kelemahan tanpa kerja fisik, dll. Di sini pemeriksaan dan tes medis ditemukan normal. Sekali lagi, gejala hilang setelah melakukan terapi penyembuhan spiritual. Dalam kasus seperti itu, gejala pada orang yang terkena bukan karena penyakit fisik atau mental.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Tekanan psikologis<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Masalah seperti kurang percaya diri, mudah tersinggung, serangan kemarahan yang dipicu oleh peristiwa sepele, kurangnya antusiasme, ide-ide bunuh diri tanpa sebab apa pun, dll. Juga bisa disebabkan oleh tekanan energi negatif. Hal ini juga diatasi dengan terapi penyembuhan spiritual saja.<\/p>\n<p><strong>Tekanan intelektual<\/strong><\/p>\n<p>Masalah seperti ketidakmampuan untuk membuat keputusan, kesulitan dalam berpikir, dan peningkatan mendadak dalam jumlah kesalahan dalam kegiatan sehari-hari, dll dapat disebabkan oleh tekanan energi negatif.<\/p>\n<h2><span id=\"7_Sifat_eksperimen_dan_metode_pencatatan_observasi\">7. Sifat eksperimen dan metode pencatatan observasi<\/span><\/h2>\n<h3><span id=\"71_Mencatat_Data_penting\">7.1 Mencatat\u00a0 Data penting<\/span><\/h3>\n<p>Data penting seperti nama subjek, berat badan, tinggi badan dan tanggal lahir dicatat sebelum memulai percobaan. Kemudian pembacaan awal dari tujuh <em>chakra Kun\u1e0dalin\u012b <\/em>dari subjek dicatat oleh peralatan pemindaian. Rincian tentang pembacaan awal ada\u00a0 pada\u00a0 tabel di atas.<\/p>\n<h3><span id=\"72_Tes_menggunakan_peralatan_scanning_pemindaian\">7.2 Tes menggunakan peralatan scanning (pemindaian)<\/span><\/h3>\n<p>Selama masing-masing percobaan, catatan pembacaan disimpan dengan cermat. Kesimpulan tentang percobaan itu diambil berdasarkan hasil pembacaan ini. Untuk memahami hal ini dengan lebih baik, silakan merujuk ke tabel bacaan berikut dari subjek sebelum dan sesudah mengkonsumsi non-vegetarian.<\/p>\n<table class=\"tablestyle\" style=\"width: 100%\" border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<th style=\"width: 95.8865%;text-align: left\" colspan=\"10\" valign=\"bottom\">Efek dari mengkonsumsi makanan non-vegetarian pada <em><em>Kundalini <\/em>chakras <\/em>dari seorang seeker<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<th style=\"width: 16.6409%;text-align: left\" width=\"91\">Tahap<\/th>\n<th style=\"width: 11.3591%;text-align: left\">Dur-asi<\/th>\n<th style=\"width: 9%;text-align: left\">Pem-bacaan<\/th>\n<th style=\"width: 9%;text-align: left\"><em>Saha-srar<\/em><\/th>\n<th style=\"width: 9%;text-align: left\"><em>Adnya<\/em><\/th>\n<th style=\"width: 9%;text-align: left\"><em>Vish-uddha<\/em><\/th>\n<th style=\"width: 9%;text-align: left\"><em>Anahat<\/em><\/th>\n<th style=\"width: 9%;text-align: left\"><em>Mani-pur<\/em><\/th>\n<th style=\"width: 9%;text-align: left\"><em>Swadhi-shthan<\/em><\/th>\n<th style=\"width: 4.88652%;text-align: left\"><em>Mula-dhar<\/em><\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<th style=\"width: 16.6409%;text-align: left\">Sebelum mengkonsumsi makanan non-vegetarian<\/th>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 11.3591%\">0<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">Awal<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-35<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-37<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-32<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-30<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-15<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-17<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 4.88652%\">-13<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<th style=\"vertical-align: middle;width: 16.6409%;text-align: left\" rowspan=\"6\">Setelah mengkonsumsi makanan non-vegetarian<\/th>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 11.3591%\">1 jam 30 menit.<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">A1<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-21<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-12<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-20<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-20<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-32<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-35<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 4.88652%\">-34<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 11.3591%\">2 jam 45 menit.<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">A2<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-18<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-17<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-16<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-19<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-32<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-34<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 4.88652%\">-13<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 11.3591%\">4 jam 45 menit.<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">A3<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-16<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-33<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-26<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-2<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-11<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-28<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 4.88652%\">-14<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 11.3591%\">7 jam 32 menit.<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">A4<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">0<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-5<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-8<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-32<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-46<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 4.88652%\">-39<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 11.3591%\">18 jam 45 menit.<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">A5<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-51<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-50<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-46<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-44<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-23<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-30<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 4.88652%\">-21<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 11.3591%\">22 jam 45 menit.<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">A6<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-51<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-50<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-46<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-44<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-23<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 9%\">-30<\/td>\n<td style=\"text-align: center;vertical-align: middle;width: 4.88652%\">-21<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Pembacaan dasar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ini adalah bacaan yang diambil oleh DDFAO yang menunjukkan keadaan tujuh chakra <em>Kun\u1e0dalin\u012b <\/em>sebelum terekspos subjek pada rangkaian dua stimulus, seperti mengkonsumsi makanan non-vegetarian dan vegetarian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Pembacaan setelah mengekspos subjek pada stimulus individu<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah terkena stimulus, bacaan pertama diambil. Ini menunjukkan sejauh mana orang itu dipengaruhi oleh stimulus. Demikian juga durasi yang diambil untuk kembali normal adalah faktor lain yang membantu kita memahami tingkat dampak stimulus pada subjek. Untuk alasan ini, pembacaan pasien dilakukan setiap beberapa jam setelah percobaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tes pemindaian pertama dilakukan setelah periode minimum satu jam dan maksimal empat jam setelah mengekspos subjek ke salah satu dari dua rangsangan, seperti mengkonsumsi makanan non-vegetarian dan makanan vegetarian. Sebagai contoh, dalam pembacaan tabel yang diberikan A1, A2, A3 dll diambil secara berkala dengan peralatan pemindaian sampai pembacaan ini mendekati nilai-nilai dasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Perubahan drastis<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Keadaan tujuh <em>chakra Kun\u1e0dalin\u012b <\/em>dilambangkan dengan angka oleh peralatan DDFAO dalam bentuk 2 digit angka yang memiliki tanda \u2018+\u2019 atau \u2018-\u2019. Pengaruh mengkonsumsi makanan non-vegetarian dan makanan vegetarian pada keadaan tujuh <em>chakra Kun\u1e0dalin\u012b <\/em>tampak dari perubahan dalam angka-angka yang sesuai. Dimana pembacaan dasar chakra adalah nomor + atau &#8211; angka yang bernilai 30 atau kurang, perubahan 5 atau lebih dianggap &#8216;perubahan signifikan&#8217;. Dimana pembacaan dasar chakra adalah + atau &#8211; angka yang 31 atau lebih, perubahan 10 atau lebih dianggap sebagai \u2018perubahan mencolok\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Kriteria untuk kembali ke kondisi awal setelah terpapar pada stimulus individu<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Tidak ada perubahan mencolok dalam pembacaan garis dasar dan pembacaan setelah mengkonsumsi makanan non-vegetarian dan makanan vegetarian.<\/li>\n<li>Mencapai keadaan di mana antara pembacaan tujuh <em>chakra Kun\u1e0dalin\u012b <\/em>setidaknya pembacaan empat chakra menunjukkan tidak ada perubahan yang mencolok.<\/li>\n<li>Kondisi baseline dianggap telah tercapai ketika kedua kriteria di atas terpenuhi. Pada saat itu, cakra dianggap telah kembali ke keadaan awal dan percobaan disimpulkan, misalnya, A6 (terakhir) membaca dalam tabel di atas.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"8_Membuat_tabel_observasi\">8. Membuat tabel observasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Tabel observasi berikut dibuat di setiap percobaan<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"81_Pengaruh_stimulus_pada_aktivitas_chakra\">8.1 <em>Pengaruh stimulus pada aktivitas chakra<\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Dari tabel ini kami menyimpulkan apakah stimulus tertentu meningkatkan atau mengurangi aktivitas chakra.<\/em><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"82_Durasi_efek_setelah_terekspos_subjek_ke_setiap_rangkaian_stimulasi\">8.2 Durasi efek setelah terekspos subjek ke setiap rangkaian stimulasi.<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Dari tabel ini kami menyimpulkan durasi efek stimulus tertentu.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span id=\"9_Menganalisis_pengamatan_dan_mengambil_masukan_dari_bagian_pengetahuan-halus\">9. Menganalisis pengamatan dan mengambil masukan dari bagian pengetahuan-halus<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah menganalisa pengamatan kami menunjukkan ke bagian pengetahuan halus untuk mendalami alasan yang didasari pengamatan tertentu. Masukan mereka memberi kami wawasan tentang faktor penting berikut untuk dipertimbangkan selama analisis perubahan <em>chakra<\/em>.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span id=\"91_Empat_chakra_atas_dan_tiga_chakra_bawah_berfungsi_sebagai_dua_kelompok_independen\">9.1 Empat chakra atas dan tiga chakra bawah berfungsi sebagai dua kelompok independen<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Pertanyaan:<\/strong> Bacaan yang berkaitan dengan empat <em>chakra<\/em> atas (<em>Sahasrar, Adnya, Vishuddha <\/em>dan<em>, Anahat<\/em>) menunjukkan efek yang sama dan pembacaan yang terkait dengan tiga chakra yang lebih rendah (<em>Manipur, Swadhishthan<\/em> dan <em>Muladhar<\/em>) juga menunjukkan efek yang sama setelah terpapar pada masing-masing stimulus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berikut ini adalah representasi grafis dari bacaan DDFAO dari seorang pencari Tuhan YME, Bp. DG, setelah dia mengkonsumsi makanan non-vegetarian. Kita dapat melihat bahwa grafik pembacaan yang terkait dengan empat <em>chakra<\/em> atas (digambarkan dalam warna kuning) dan tiga <em>chakra<\/em> yang lebih rendah (digambarkan dalam warna abu-abu) telah bergerak ke arah yang sama.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/4-IND-graph.gif\" width=\"796\" height=\"501\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Apa alasan di balik pengamatan ini?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Bagian halus:<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><em>Tiga chakra yang lebih rendah dominan dalam Prinsip Api Mutlak (T\u0113jtattva) sementara empat chakra atas dominan dalam Prinsip Udara Mutlak (V\u0101yutattva).<\/em><\/li>\n<li>Dengan demikian, <em>sagun \u2013 nirgun<\/em> ( Lebih banyak <em>sagun<\/em> dari <em>nirgun<\/em>) dan <em>nirgu\u1e47 &#8211; sagun<\/em> (<em>Nirgun<\/em> lebih banyak dari <em>sagun<\/em>) secara berurutan.<\/li>\n<li>Ketika kita naik dari <em>Muladhar-chakra<\/em> ke <em>Manipur-chakra<\/em> proporsi dari Prinsip Api Absolut meningkat.<\/li>\n<li>Tiga chakra yang lebih rendah berubungan dengan badan kasar ; sedangkan empat <em>chakra<\/em> bagian atas dengan badan<\/li>\n<li>Tiga <em>chakra<\/em> yang lebih rendah secara dominan terkait dengan perubahan pada tingkat tubuh fisik.<\/li>\n<li>Ketika kita bergerak naik dari <em>Manipur-chakra<\/em>, proporsi Prinsip Api Mutlak menurun dan Prinsip Udara Mutlak meningkat. Oleh karena itu <em>chakra<\/em> atas mempengaruhi tubuh halus &#8211; pikiran dan intelek.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Karena ketiga chakra yang lebih rendah memiliki kesamaan dan empat chakra atas serupa, mereka berfungsi dan bereaksi terhadap rangsangan apa pun sebagai dua kelompok berbeda<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berikut ini adalah contoh pertanyaan yang kami tanyakan kepada para pencari Tuhan YME (seeker) bagian pengetahuan-halus kami:<\/p>\n<div class=\"bluebox\" style=\"text-align: justify\">Dalam percobaan untuk mempelajari efek dari mengkonsumsi makanan non-vegetarian dan vegetarian, seorang seeker membutuhkan waktu selama \u00a026 jam dan 56 menit untuk kembali ke tingkat dasar setelah mengkonsumsi makanan non-vegetarian. Pencari Tuhan YME yang sama membutuhkan waktu 44 jam dan 31 menit untuk kembali ke tingkat dasar setelah mengkonsumsi makanan vegetarian. Pencari Tuhan YME lainnya membutuhkan waktu 6 jam 45 menit untuk kembali ke tingkat dasar setelah mengkonsumsi makanan non-vegetarian dan 2 jam 25 menit untuk kembali ke tingkat dasar setelah mengkonsumsi makanan vegetarian. Apa alasan perbedaan ini pada kedua pencari Tuhan YME tersebut, keduanya tanpa tekanan spiritual?<\/div>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify\">Jawaban yang diperoleh melalui indra keenam yang maju menjelaskan apa yang terjadi dalam dimensi spiritual sebagai tanggapan terhadap tindakan sehari-hari seperti mengkonsumsi makanan. Itu memberi kami banyak wawasan tentang gaya hidup yang benar secara spiritual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kami akan membagikan ini dengan Anda dalam rangkaian artikel kami tentang eksperimen ini.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peneliti Utama: Dr. Nandini Samant, MBBS, DPM Daftar isi1. Pengantar2. Bagaimana kami menggunakan peralatan DDFAO3. Bagaimana cara kerja DDFAO?4. Aspek DDFAO yang digunakan SSRF4.1 Hubungan antara chakra Kundalini dan fungsi berbagai organ tubuh4.2 Mengapa kami memilih pembacaan chakra Kun\u1e0dalin\u012b ?4.3 Pembacaan yang muncul dalam peralatan scanning DDFAO yang berhubungan dengan chakra Kun\u1e0dalin\u012b 4.4 Berbagai cara &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Pengantar pada peneltian spiritual menggunakan teknik pemindaian (scanning) elektrosomatografik<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1102,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengantar pada peneltian spiritual menggunakan teknik pemindaian (scanning) elektrosomatografik - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"15 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/\",\"name\":\"Pengantar pada peneltian spiritual menggunakan teknik pemindaian (scanning) elektrosomatografik - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/24165357\/877-A-450x272.jpg\",\"datePublished\":\"2021-12-03T13:46:26+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-11T15:24:46+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/24165357\/877-A-450x272.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/24165357\/877-A-450x272.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Metodologi penelitian\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Pengantar pada peneltian spiritual menggunakan teknik pemindaian (scanning) elektrosomatografik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengantar pada peneltian spiritual menggunakan teknik pemindaian (scanning) elektrosomatografik - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"15 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/","name":"Pengantar pada peneltian spiritual menggunakan teknik pemindaian (scanning) elektrosomatografik - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/24165357\/877-A-450x272.jpg","datePublished":"2021-12-03T13:46:26+00:00","dateModified":"2024-12-11T15:24:46+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/#primaryimage","url":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/24165357\/877-A-450x272.jpg","contentUrl":"https:\/\/media.spiritualresearchfoundation.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/24165357\/877-A-450x272.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/tentang-kami-metodelogi-penelitian-esm-pengantar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Metodologi penelitian","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/metodologi-penelitian\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Pengantar pada peneltian spiritual menggunakan teknik pemindaian (scanning) elektrosomatografik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Abhijeet","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/abhik031982\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Peneliti Utama: Dr. Nandini Samant, MBBS, DPM Daftar isi1. Pengantar2. Bagaimana kami menggunakan peralatan DDFAO3. Bagaimana cara kerja DDFAO?4. Aspek DDFAO yang digunakan SSRF4.1 Hubungan antara chakra Kundalini dan fungsi berbagai organ tubuh4.2 Mengapa kami memilih pembacaan chakra Kun\u1e0dalin\u012b ?4.3 Pembacaan yang muncul dalam peralatan scanning DDFAO yang berhubungan dengan chakra Kun\u1e0dalin\u012b 4.4 Berbagai cara&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/12513"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47103"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12513"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/12513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16237,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/12513\/revisions\/16237"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}