{"id":1192,"date":"2013-03-31T17:06:09","date_gmt":"2013-03-31T17:06:09","guid":{"rendered":"http:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=1192"},"modified":"2014-04-08T18:20:15","modified_gmt":"2014-04-08T18:20:15","slug":"prinsip-prinsip-spiritual","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/","title":{"rendered":"Prinsip-prinsip spiritual"},"content":{"rendered":"<h2>Penelitian<\/h2><ul class=\"research landing_group\"><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\" rel='bookmark' title=\"Spiritualitas harus dialami\">\n                Spiritualitas harus dialami            <\/a>\n            <p>Konsep \u2013 Konsep Umum dalam Spiritualitas Spiritualitas harus dialami Dalam Spiritualitas, kata-kata hanya memiliki 2%\u00a0 makna sedangkan 98% maknanya terletak pada pengalaman. Dalam diagram, kita melihat dua tebing dan di antara keduanya terdapat jurang. Bagaimanakah seseorang dapat menyeberang dari pengetahuan intelektual murni ke sisi lain, supaya dapat mengalami\/ merasakan pengetahuan tersebut? Seperti yang dapat anda &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Spiritualitas harus dialami<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/latihan-spiritual-era-zaman-kini\/\" rel='bookmark' title=\"Latihan Spiritual yang sesuai dengan zaman\">\n                Latihan Spiritual yang sesuai dengan zaman            <\/a>\n            <p>Tahukah Anda bahwa latihan spiritual berubah seiring zaman? Hasil terbaik hanya dapat diraih bila melakukan latihan spiritual tertentu pada waktu yang tepat.<\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/banyak-jalan-menuju-tuhan-sesuai-banyaknya-orang\/\" rel='bookmark' title=\"Banyaknya jalan menuju Tuhan YME sama dengan jumlah manusia\">\n                Banyaknya jalan menuju Tuhan YME sama dengan jumlah manusia            <\/a>\n            <p>Ketika menjalani\u00a0praktik spiritual, penting untuk diingat bahwa setiap individu berbeda-beda, dan oleh karena itu sesuatu yang berlaku bagi satu orang mungkin tidak berlaku bagi orang lain. Ketika mendaki gunung, setiap pendaki berpikir bahwa jalan yang ia lalui merupakan satu-satunya jalan. Tapi ketika dia mencapai puncak gunung, ia menyadari bahwa ada banyak sekali jalan yang bisa &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/banyak-jalan-menuju-tuhan-sesuai-banyaknya-orang\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Banyaknya jalan menuju Tuhan YME sama dengan jumlah manusia<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/mempersembahkan-kepada-tuhan\/\" rel='bookmark' title=\"Mempersembahkan kepada Tuhan sesuai bakat atau kapasitas anda\">\n                Mempersembahkan kepada Tuhan sesuai bakat atau kapasitas anda            <\/a>\n            <p>Mempersembahkan kepada Tuhan sesuai bakat atau kapasitas anda Kita semua mempunyai sejumlah sumber daya yang dapat kita gunakan. Hal ini telah diberikan oleh Tuhan kepada kita. Salah satu prinsip dasar spiritualitas adalah bahwa kita menggunakan sumber daya ini untuk melayani Nya sebagai bagian dari praktik spiritual kita dan untuk tumbuh secara spiritual. Sumber daya yang &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/mempersembahkan-kepada-tuhan\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Mempersembahkan kepada Tuhan sesuai bakat atau kapasitas anda<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/aboutspiritualresearch\/spiritualpracticefordevelopingsixthsense\/sakaam-nishkaam\" rel='bookmark' title=\"Praktik spiritual dengan ekspektasi (harapan) dan tanpa ekspektasi\">\n                Praktik spiritual dengan ekspektasi (harapan) dan tanpa ekspektasi            <\/a>\n            <p>Praktik spiritual dengan ekspektasi (harapan) dan tanpa ekspektasi 1. Definisi &ndash; Definisi (Arti) Praktik spiritual dengan ekspektasi (harapan) (sak\u0101m s\u0101dhan\u0101):&nbsp;Praktik spiritual ini dilakukan dengan pengharapan akan keuntungan duniawi &nbsp; Misalnya:&nbsp;Berdoa, mempersembahkan sesaji, berpuasa atau melakukan beberapa ritual-ritual untuk: Memperoleh harta kekayaan Mendapat pekerjaan Menemukan barang-barang hilang Mengandung anak Mengatasi penyakit Melindungi keamanan orang yang dicintai &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/aboutspiritualresearch\/spiritualpracticefordevelopingsixthsense\/sakaam-nishkaam\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Praktik spiritual dengan ekspektasi (harapan) dan tanpa ekspektasi<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/aboutspiritualresearch\/spiritualpractice\/definition\" rel='bookmark' title=\"Definisi Latihan Spiritual\">\n                Definisi Latihan Spiritual            <\/a>\n            <p>Definisi dari &#8216;Latihan Spiritual&#8217; Yayasan Ilmu Pengetahuan Spiritual (SSRF) mendefinisikan \u2018Latihan Spiritual\u2019 sebagai usaha yang tulus dan sungguh-sungguh , yang dilakukan setiap hari untuk mengembangkan kualitas-kualitas Ilahi dengan tujuan untuk mencapai \u2018Kebahagiaan Sejati\u2019 (Bliss). Cara lain mendefinisikan latihan spiritual ialah \u2018Latihan Spiritual adalah perjalanan pribadi kita masuk kedalam diri dan Jiwa melampaui kelima panca indera, &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/aboutspiritualresearch\/spiritualpractice\/definition\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Definisi Latihan Spiritual<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/basicpricinples_spirituality_d\" rel='bookmark' title=\"Prinsip-prinsip dasar dari latihan spiritual\">\n                Prinsip-prinsip dasar dari latihan spiritual            <\/a>\n            <p>Bagaimana kita bisa memastikan kemajuan spiritual yang pesat untuk mencapai Bliss atau kebahagiaan abadi? Kemajuan spiritual yang pesat dapat dicapai ketika kita melakukan latihan\u00a0spiritual sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Spiritualitas. Meskipun ada berbagai jenis latihan\u00a0spiritual, apakah latihan\u00a0spiritual kita mematuhi prinsip- prinsip dasar Spiritualitas adalah batu uji untuk\u00a0menentukan keefektifannya. Jika tidak, kita berada dalam risiko melakukan banyak &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/basicpricinples_spirituality_d\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Prinsip-prinsip dasar dari latihan spiritual<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/spirituality_grosstosubtle_g\" rel='bookmark' title=\"Maju dari yang fisik (kasat mata) ke yang non-fisik (halus\/ tak kasat mata)\">\n                Maju dari yang fisik (kasat mata) ke yang non-fisik (halus\/ tak kasat mata)            <\/a>\n            <p>Prinsip &#8211; prinsip dasar Spiritualitas Maju dari yang fisik (kasat mata) ke yang non-fisik (halus\/ tak kasat mata) Prinsip ini menyatakan bahwa kita perlu mengembangkan praktik spiritual kita dengan melaju dari hanya tindakan-tindakan fisik ke tingkatan yang lebih halus (non-fisik). Praktik spiritual non-fisik (halus) akan lebih berpengaruh dibandingkan dengan yang fisik (berwujud). Sebagai contohnya, hubungan &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/spirituality_grosstosubtle_g\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Maju dari yang fisik (kasat mata) ke yang non-fisik (halus\/ tak kasat mata)<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/spirituality_manytoone_f\" rel='bookmark' title=\"Maju dari banyak menuju ke satu\">\n                Maju dari banyak menuju ke satu            <\/a>\n            <p>Dampak dari usaha-usaha kita akan jauh lebih kuat ketika kita mengkonsentrasikan usaha kita pada salah satu hal daripada banyak. Mana yang lebih efektif? Menggali satu sumur untuk mengakses (mendapatkan) air 10 meter dalamnya atau menggali 10 sumur dengan kedalaman masing-masing 1 meter. Mengumpulkan poin\u00a0frequent flyer (bonus penerbangan dari maskapai sesuai jarak terbang) dari bermacam-macam maskapai &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/spirituality_manytoone_f\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Maju dari banyak menuju ke satu<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/increasing-the-level-of-spiritual-practice-regularly\" rel='bookmark' title=\"Meningkatkan tingkatan dari latihan spiritual secara teratur\">\n                Meningkatkan tingkatan dari latihan spiritual secara teratur            <\/a>\n            <p>Konsep umum dalam Spiritualitas Meningkatkan tingkatan dari latihan spiritual secara teratur Sama seperti kita meningkatkan tingkat kebugaran kita dengan terus meningkatkan pola latihan kita, hal yang sama berlaku dalam latihan spiritual. Jika kita melakuan praktik spiritual yang sama tahun demi tahun, maka hal itu akan menyebabkan stagnasi. Untuk menghindari stagnasi dalam pertumbuhan spiritual kita perlu &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/increasing-the-level-of-spiritual-practice-regularly\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Meningkatkan tingkatan dari latihan spiritual secara teratur<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/spirituality_spirituallevel_h\" rel='bookmark' title=\"Melakukan praktik spiritual sesuai dengan tingkat spiritual atau kemampuan spiritual\">\n                Melakukan praktik spiritual sesuai dengan tingkat spiritual atau kemampuan spiritual            <\/a>\n            <p>Prinsip &#8211; prinsip dasar Spiritualitas &nbsp; Melakukan praktik spiritual sesuai dengan tingkat spiritual atau kemampuan spiritual Seharusnya kita memeriksa bahwa praktik spiritual yang kita pilih telah sesuai dengan kapasitas spiritual atau tingkatan spiritual kita. Seorang pelajar yang baru saja lulus kelas 3 Sekolah Dasar, tidak akan sanggup untuk menjalani ujian kelas 4 jika dia hanya &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/spirituality_spirituallevel_h\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Melakukan praktik spiritual sesuai dengan tingkat spiritual atau kemampuan spiritual<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/swa-pare-ishwar\" rel='bookmark' title=\"Konsep dalam \u2018latihan dan pertumbuhan spiritual\u2019: Swechchaa, Parechchaa and Ishwarechchaa\">\n                Konsep dalam \u2018latihan dan pertumbuhan spiritual\u2019: Swechchaa, Parechchaa and Ishwarechchaa            <\/a>\n            <p>Konsep dalam &lsquo;latihan dan pertumbuhan spiritual&rsquo;: Swechchaa, Parechchaa and Ishwarechchaa 1. Definitions Definisi Kata &lsquo;Ichccaa, ichh\u0101&rsquo; dalam bahasa Sansekerta berarti keinginan. Sesuai dengan hal itu: Swecchaa, Sw\u0113chh\u0101: &lsquo;Swa&rsquo; berarti saya atau milik saya. Bertindak dalam pola swecchchaa berarti melakukan segala hal sesuai dengan keinginan sendiri. Parechchaa, Par\u0113chh\u0101 : &lsquo;Par&rsquo; berarti orang lain. Bertindak dalam pola &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/swa-pare-ishwar\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Konsep dalam \u2018latihan dan pertumbuhan spiritual\u2019: Swechchaa, Parechchaa and Ishwarechchaa<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/aboutspiritualresearch\/spiritualpractice\/individualcollective\" rel='bookmark' title=\"Apakah yang dimaksud dengan latihan\/praktik spiritual individu dan latihan spiritual kolektif?\">\n                Apakah yang dimaksud dengan latihan\/praktik spiritual individu dan latihan spiritual kolektif?            <\/a>\n            <p>1. Kata pengantar Terdapat 2(dua) jenis generic dari \u2018latihan spiritual\u2019: Latihan\/ praktik Spiritual Individu (vyashti saadhanaa, vyash\u1e6di s\u0101dhan\u0101): Ketika kita mengunakan ungkapan \u2018latihan spiritual Individu\u2019, kita mengacu pada latihan spiritual yang dilakukan untuk memperbesar daya dan tingkatan dari pertumbuhan spiritual seseorang secara pribadi. \u2018Latihan spiritual Individu\u2019 yang umum dan biasa dilakukan adalah dengan menyebut dan &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/aboutspiritualresearch\/spiritualpractice\/individualcollective\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Apakah yang dimaksud dengan latihan\/praktik spiritual individu dan latihan spiritual kolektif?<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/spirituality_spiritualexperiences_l\" rel='bookmark' title=\"Memperoleh pengalaman-pengalaman spiritual dari latihan spiritual\">\n                Memperoleh pengalaman-pengalaman spiritual dari latihan spiritual            <\/a>\n            <p>Konsep &#8211; konsep umum dalam Spiritualitas Memperoleh pengalaman-pengalaman spiritual dari latihan spiritual Dalam Spiritualitas, hanya 2% prioritas diberikan kepada pengetahuan intelektual dan 98% prioritas terletak pada apa yang dialami dari pengetahuan tersebut. Pengalaman-pengalaman ini dikenal sebagai pengalaman-pengalaman spiritual dan membantu kita untuk membangkitkan keyakinan\/ iman dalam pemahaman intelektual kita tentang ilmu pengetahuan Spiritualitas. Pengalaman-pengalaman spiritual &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/spiritualresearch\/happiness\/spirituality\/spirituality_spiritualexperiences_l\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Memperoleh pengalaman-pengalaman spiritual dari latihan spiritual<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/aboutspiritualresearch\/spiritualpractice\/various_paths\/karmayoga_path_of_action\" rel='bookmark' title=\"Karmayoga\">\n                Karmayoga            <\/a>\n            <p>1. Kata pengantar untuk jalan Tindakan atau Karma yoga Kata \u2018Jalan (jalur) Tindakan\u2019 atau Karma yoga memunculkan citra tentang pekerja sosial, pekerja amal dan pekerja sukarela. Namun, dalam kebanyakan kasus oleh karena kegiatan amal yang dilakukan oleh pekerja-pekerja sosial dan sukarela ini dilakukan pada tingkatan emosional atau untuk mencari publisistas atau ketenaran, maka hal itu &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/aboutspiritualresearch\/spiritualpractice\/various_paths\/karmayoga_path_of_action\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Karmayoga<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual-seharusnya-dilakukan-setiap-hari\" rel='bookmark' title=\"Latihan spiritual seharusnya dilakukan setiap hari\">\n                Latihan spiritual seharusnya dilakukan setiap hari            <\/a>\n            <p>3.2 Latihan spiritual seharusnya dilakukan setiap hari Jika kita serius tentang setiap upaya dalam hidup, kita perlu untuk menjadi gigih dan teratur. Sebagai contoh, jika seseorang ingin menjadi bugar, maka ia perlu untuk berolah raga dengan teratur. Begitu juga jika seseorang ingin kebahagiaan yang permanen, maka ia perlu untuk melakukan latihan spiritual setiap hari. &nbsp;<\/p>\n        <\/li><li>            <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/meninggalkan-latihan-spiritual-sekarang\" rel='bookmark' title=\"Apakah seseorang harus meninggalkan latihan spiritual yang sudah dilakukan untuk mulai menyebut dan mengulang Nama Tuhan\">\n                Apakah seseorang harus meninggalkan latihan spiritual yang sudah dilakukan untuk mulai menyebut dan mengulang Nama Tuhan            <\/a>\n            <p>Yayasan Penelitian Ilmu Pengetahuan Spiritual (SSRF) merekomendasikan menyebut dan mengulang Nama Tuhan YME sebagai dasar dari latihan spiritual seseorang. Namun beberapa pembaca kami mungkin menemukan hal ini sulit untuk diadopsi terutama jika mereka telah melakukan beberapa bentuk latihan spiritual. Alasan &#8211; alasannya mungkin termasuk: Kesukaan atas jenis latihan spiritual tertentu mereka seperti persembahan ritual, pembacaan &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/meninggalkan-latihan-spiritual-sekarang\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Apakah seseorang harus meninggalkan latihan spiritual yang sudah dilakukan untuk mulai menyebut dan mengulang Nama Tuhan<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n        <\/li><\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Prinsip-prinsip spiritual - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/\",\"name\":\"Prinsip-prinsip spiritual - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"datePublished\":\"2013-03-31T17:06:09+00:00\",\"dateModified\":\"2014-04-08T18:20:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Prinsip-prinsip spiritual\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Prinsip-prinsip spiritual - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/","name":"Prinsip-prinsip spiritual - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"datePublished":"2013-03-31T17:06:09+00:00","dateModified":"2014-04-08T18:20:15+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/prinsip-prinsip-spiritual\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Prinsip-prinsip spiritual"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":null,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1192"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11774"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1192"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1192\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1193,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1192\/revisions\/1193"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1192"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1192"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1192"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}