{"id":10268,"date":"2020-09-11T17:59:17","date_gmt":"2020-09-11T17:59:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?page_id=10268"},"modified":"2024-06-07T07:46:23","modified_gmt":"2024-06-07T07:46:23","slug":"wanita-kerasukan","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/wanita-kerasukan\/","title":{"rendered":"Mengapa wanita lebih mudah kerasukan dibanding pria?"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: justify\">Mengapa wanita lebih mudah kerasukan dibanding pria?<\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Catatan:<\/strong> Baca juga artikel mengenai <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/definisi-kerasukan-setan-hantu\/\">Definisi dari Kerasukan Setan dan Terpengaruh oleh Hantu<\/a> sebelum membaca artikel ini, sehingga mendapat pemahaman yang lebih lengkap.<br \/>\n<div id=\"toc_container\" class=\"no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Daftar isi<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#1_Pengantar_Mengapa_hantu_lebih_mudah_merasuki_wanita_daripada_pria\">1. Pengantar \u2013 Mengapa hantu lebih mudah merasuki wanita daripada pria?<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Pengetahuan_dimensi_halus_tentang_Mengapa_hantu_lebih_mudah_merasuki_wanita_daripada_pria\">2. Pengetahuan dimensi halus tentang Mengapa hantu lebih mudah merasuki wanita daripada pria?<\/a><ul><li><a href=\"#21_Alasan_fisik\">2.1. Alasan fisik<\/a><\/li><li><a href=\"#22_Alasan_psikologis\">2.2. Alasan psikologis<\/a><\/li><li><a href=\"#23_Alasan_spiritual\">2.3. Alasan spiritual<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#3_Tanda_dari_energi_negatif_yang_termanifestasi_berdasarkan_jenis_kelamin\">3. Tanda dari energi negatif yang termanifestasi berdasarkan jenis kelamin<\/a><\/li><li><a href=\"#4_Efek_dari_kerasukan_setan_pada_perkembangan_spiritual\">4. Efek dari kerasukan setan pada perkembangan spiritual<\/a><\/li><li><a href=\"#5_Kesimpulan_latihan_spiritual_melindungi_kita_dari_kerasukan_setan\">5. Kesimpulan \u2013 latihan spiritual melindungi kita dari kerasukan setan<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<\/p>\n<h2><span id=\"1_Pengantar_Mengapa_hantu_lebih_mudah_merasuki_wanita_daripada_pria\">1. Pengantar \u2013 Mengapa hantu lebih mudah merasuki wanita daripada pria?<\/span><\/h2>\n<p>Kerasukan setan terjadi ketika hantu atau energi negatif mengontrol melalui pikiran (emosi atau pemikiran) dan intelektual (kemampuan untuk mengambil keputusan) dari seseorang dengan merasuki kesadaran dari orang tersebut, sehingga mereka mampu mengontrol tindakan dan perilaku dari orang yang dirasuki.<\/p>\n<p>Pada artikel sebelumnya, kami telah menjelaskan bahwa <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/populasi-dunia-dipengaruhi-hantu\/\">30% dari populasi dunia dirasuki oleh hantu<\/a> dan entitas energi negatif. Namun, apabila dibandingkan, jumlah wanita mengalami kerasukan lebih banyak daripada pria. Melalui penelitian spiritual kami mempelajari alasan dibalik ini.<\/p>\n<h2><span id=\"2_Pengetahuan_dimensi_halus_tentang_Mengapa_hantu_lebih_mudah_merasuki_wanita_daripada_pria\">2. Pengetahuan dimensi halus tentang Mengapa hantu lebih mudah merasuki wanita daripada pria?<\/span><\/h2>\n<p>Tabel dibawah ini menunjukkan proporsi wanita dan pria yang dirasuki oleh energi negatif.<\/p>\n<table class=\"tablestyle\">\n<tbody>\n<tr>\n<th><\/th>\n<th style=\"text-align: center\">Wanita<\/th>\n<th style=\"text-align: center\">Pria<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Energi negatif tertarik pada sesorang menurut jenis kelamin (%)<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">70%<\/td>\n<td style=\"text-align: center\">30%<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Dibawah ini kami memberikan penjelasan alasan utamanya.<\/p>\n<h3><span id=\"21_Alasan_fisik\">2.1. Alasan fisik<\/span><\/h3>\n<p>Hormon dalam tubuh wanita sering mengalami perubahan yang dapat menimbulkan kepekaan yang menarik energi yang tidak nyaman.<\/p>\n<p>Sebagai perbandingan, perubahan hormon pada tubuh pria terjadi lebih jarang sehingga mereka menjadi kurang peka dan kemungkinan energi yang tidak nyaman yang tertarik kedalam tubuh pria menjadi lebih sedikit.<\/p>\n<h3><span id=\"22_Alasan_psikologis\">2.2. Alasan psikologis<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Alasan psikologis dari kerasukan<\/strong><\/p>\n<table class=\"tablestyle\">\n<thead>\n<tr>\n<th><\/th>\n<th style=\"text-align: center\">Wanita<\/th>\n<th style=\"text-align: center\">Pria<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"vertical-align: middle\">Kekurangan kepribadian<\/td>\n<td>\n<ol>\n<li>Wanita cenderung lebih emosional sehingga energi negatif mudah tertarik. Sentimentil dan emosional adalah aspek dari ego yang merupakan tanda lemahnya pikiran.<\/li>\n<li>Kekurangan kepribadian seperti khawatir, perasaan menyesal, menyalahkan diri sendiri dan memiliki pengharapan lebih dominan pada wanita.<\/li>\n<\/ol>\n<\/td>\n<td>\n<ol>\n<li>Pria cenderung emosionalnya sedikit sehingga sedikit menarik energi negatif.<\/li>\n<li>Dibandingkaan dengan wanita pria memiliki kekurangan kepribadian lebih sedikit<\/li>\n<\/ol>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"vertical-align: middle\">Ego<\/td>\n<td>\n<ol>\n<li>Ketika seorang wanita mempunyai sikap melayani anak dan suaminya maka egonya berkurang tetapi bila sentimental, egonya meningkat.<\/li>\n<li>Wanita yang menarik, banyak melakukan perawatan pada tubuhnya sehingga kesadaran tubuhnya tinggi. Wanita ini memiliki proporsi energi negatif memikat orang lain (<em>Mohini-Shakti<\/em>) lebih tinggi sehingga energi negatif tertarik pada mereka.<\/li>\n<\/ol>\n<\/td>\n<td>\n<ol>\n<li>Pria yang berfikir dia yang melindungi dirinya sendiri dan keluarganya adalah egois, terkadang pikiran pria seperti ini menjadi lemah, tetapi kelemahan ini umumnya lebih rendah dari wanita<\/li>\n<li>Kesadaran tubuh pada pria lebih rendah, sehingga tidak ada energi negatif terkait faktor ini.<\/li>\n<\/ol>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h3><span id=\"23_Alasan_spiritual\">2.3. Alasan spiritual<\/span><\/h3>\n<p>Secara umum, wanita memiliki <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/apakah-itu-takdir-dan-kehendak-bebas\/\">takdir<\/a> yang lebih untuk dijalani. Ketika akumulasi dari <em>karma<\/em> kehendak bebas dan <em>karma<\/em> kelahiran sebelumnya (<a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/karma-takdir\/hukum-karma-sebab-akibat\/\">prinsip sebab akibat<\/a>) lebih besar sehingga seseorang terlahir sebagai wanita.<\/p>\n<p>Sebagai perbandingan, pria cenderung lebih sedikit memiliki takdir untuk dijalani. Hal ini terjadi karena akumulasi <em>karma<\/em> kehendak bebas dan <em>karma<\/em> kehidupan sebelumnya (prinsip sebab akibat) dimana pria lebih sedikit apabila dibandingkan dengan wanita.<\/p>\n<h2><span id=\"3_Tanda_dari_energi_negatif_yang_termanifestasi_berdasarkan_jenis_kelamin\">3. Tanda dari energi negatif yang termanifestasi berdasarkan jenis kelamin<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Ciri \u2013 ciri energi negatif termanifestasi menurut \u00a0jenis kelamin<\/strong><\/p>\n<table class=\"tablestyle\">\n<thead>\n<tr>\n<th style=\"text-align: center\">Wanita<\/th>\n<th style=\"text-align: center\">Pria<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>1. Terekspresikan dalam tarian, seni, gerakan fisik dll<\/td>\n<td>1. Berfikir untuk berkelahi dengan orang lain<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>2. Melalui energi negatif yang memikat orang lain (<em>Mohini-Shakti<\/em>), menimbulkan pemikiran sexual pada diri sendiri dan orang lain<\/td>\n<td>2. Mendapatkan pemikiran seksual<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>3. Memberi pemikiran bahwa dirinya terlihat menarik dan ini meningkatkan kesadaran tubuh<\/td>\n<td>3. Pemikiran menjadi paling kuat dan peningkatan kesadaran tubuh<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>4. Meningkatnya emosi dan menyerang intelek<sup>*<\/sup><\/td>\n<td>4. Meningkatnya ego merasa menjadi orang cerdas<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><sup>*<\/sup>Pertama-tama energi negatif meningkatkan emosi untuk melemahkan pikiran. Agar intelek tidak mengalahkan emosi wanita, energi negatif mengendalikan inteleknya jug<\/p>\n<h2><span id=\"4_Efek_dari_kerasukan_setan_pada_perkembangan_spiritual\">4. Efek dari kerasukan setan pada perkembangan spiritual<\/span><\/h2>\n<p>Karena wanita lebih emosional dan memiliki lebih banyak karma yang harus dijalani dibandingkan dengan pria, sehingga lebih sedikit yang mencapai Pencerahan. Mereka harus melakukan latihan spiritual yang lebih intens untuk mencapai Pencerahan. Ada juga alasan fisiologis sebagai tambahan dari alasan spiritual yang telah dijelaskan sebelumnya. mengapa lebih sedikit wanita yang mencapai pencerahan. Selama periode datang bulan komponen <em>Rajasik<\/em> dalam tubuh wanita meningkat dan komponen <em>Satwika<\/em> menjadi berkurang. Namun, waktu bagi seseorang untuk mencapai pencerahan sangat relative, faktor-faktor seperti tingkat spiritual, latihan spiritual pada kehidupan sebelumnya, rasa tidak aman, takdir dll, memiliki peran penting pada kecepatan seseorang dalam mencapai pencerahan. Seseorang wanita dapat mencapai perkembangan spiritual yang lebih cepat daripada pria dengan usaha yang lebih intens.<\/p>\n<h2><span id=\"5_Kesimpulan_latihan_spiritual_melindungi_kita_dari_kerasukan_setan\">5. Kesimpulan \u2013 latihan spiritual melindungi kita dari kerasukan setan<\/span><\/h2>\n<p>Untuk dapat melindungi dan mengusir setan dalam diri, kita dapat mempraktekan langkah-langkah berikut ini:<\/p>\n<ol>\n<li>Melakukan latihan spiritual<\/li>\n<li>Melakukan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/terapi-spiritual\/\">terapi spiritual<\/a><\/li>\n<li>Meminta nasihat dan bimbingan dari orang-orang yang memiliki tingkat spiritual yang lebih tinggi<\/li>\n<li>Melakukan usaha yang konsisten pada <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/pembersihan-kekurangan-kepribadian-danpengembangan-kepribadian\/\">pembersihan kekurangan kepribadian<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/latihan-spiritual\/langkah-langkah-latihan-spiritual\/cara-mengurangi-ego\/\">pembersihan ego<\/a><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wanita lebih mudah kerasukan karena meliliki kepekaan, ego dan  Kekurangan kepribadian seperti khawatir,  menyesal dan berharap yang lebih dominan<\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":1281,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[278,10],"tags":[214,741,207,247,742],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengapa wanita lebih mudah kerasukan dibanding pria? - SSRF Indonesian<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/wanita-kerasukan\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/wanita-kerasukan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/wanita-kerasukan\/\",\"name\":\"Mengapa wanita lebih mudah kerasukan dibanding pria? - SSRF Indonesian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\"},\"datePublished\":\"2020-09-11T17:59:17+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-07T07:46:23+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/wanita-kerasukan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/wanita-kerasukan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/wanita-kerasukan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Permasalahan Spiritual\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kerasukan setan\",\"item\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Mengapa wanita lebih mudah kerasukan dibanding pria?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/\",\"name\":\"SSRF Indonesian\",\"description\":\"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa wanita lebih mudah kerasukan dibanding pria? - SSRF Indonesian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/wanita-kerasukan\/","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/wanita-kerasukan\/","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/wanita-kerasukan\/","name":"Mengapa wanita lebih mudah kerasukan dibanding pria? - SSRF Indonesian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website"},"datePublished":"2020-09-11T17:59:17+00:00","dateModified":"2024-06-07T07:46:23+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/wanita-kerasukan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/wanita-kerasukan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/wanita-kerasukan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Permasalahan Spiritual","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kerasukan setan","item":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/kesulitan-spiritual\/kerasukan-setan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Mengapa wanita lebih mudah kerasukan dibanding pria?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/#website","url":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/","name":"SSRF Indonesian","description":"Menjembatani dunia dikenal dan tak dikenal","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"post-thumbnail":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Anil Sharma","author_link":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/author\/anilsharma-2\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Wanita lebih mudah kerasukan karena meliliki kepekaan, ego dan Kekurangan kepribadian seperti khawatir, menyesal dan berharap yang lebih dominan","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/10268"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47051"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10268"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/10268\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15975,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/10268\/revisions\/15975"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1281"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10268"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10268"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spiritualresearchfoundation.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10268"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}