Apakah lagu Natal membantu dalam pertumbuhan spiritual?

1. Pendahuluan – Lagu pujian Natal dan pertumbuhan spiritual

Pada saat Natal, sulit untuk melewatkan perasaan hangat yang tidak terungkapkan dalam masa festival dan lagu-lagu Natal memainkan peranan penting dalam memberikan perasaan gembira. Di rumah-rumah di seluruh dunia, lagu-lagu Natal dimainkan saat keluarga mengatur pohon Natal dan melakukan kegiatan lain untuk mempersiapkan Natal. Ini adalah waktu dimana para penyanyi lagu pujian Natal berkeliling ke setiap lingkungan untuk membawa nuansa Natal dengan musik mereka. Paduan suara dan jemaat di gereja menyanyikan lagu-lagu Natal untuk menghormati kelahiran Yesus Kristus. Tepat pada bulan Desember, mal dan pusat perbelanjaan memastikan bahwa semangat perayaan tetap hidup dan musik Natal dimainkan dengan harapan agar membujuk dengan halus para pembeli untuk berbelanja lebih banyak dalam masa perayaan.

Jelas, lagu-lagu Natal identik dengan perayaan Natal, dan waktu tersebut akan terasa kurang meriah tanpa lagu-lagu Natal. Ketika orang berpikir tentang musik, mereka jarang memikirkan tentang nilai atau makna spiritualnya kecuali lagu pujian atau lagu Natal. Namun, ada salah satu festival paling terkenal di seluruh dunia yang memperingati dan menghormati kelahiran Kristus, apakah lagu Natal menambah kesucian festival ini ? Nilai spiritual apa yang diberikan lagu Natal kepada miliaran orang yang mendengarkannya di bulan Desember?

Sebelum kami menjawab pertanyaan ini, kami akan memperkenalkan organisasi yang terlibat dalam penelitian ini.

2. Latar belakang penelitian spiritual tentang musik

Pusat Penelitian Spiritual dan Ashram di Goa, IndiaMaharshi Adhyatma Vishwavidyalaya (juga dikenal sebagai Universitas Spiritualitas Maharshi atau MAV) dan Yayasan Penelitian Sains Spiritual (SSRF) adalah organisasi nirlaba yang dijalankan oleh sukarelawan dari seluruh dunia yang didedikasikan untuk tujuan bersama, yaitu kemajuan spiritual dan pencarian kebenaran. Salah satu tujuan utama kedua organisasi ini adalah untuk menilai dan mengevaluasi bagaimana keputusan dan rutinitas sehari-hari kita mempengaruhi kita pada tingkat spiritual. Untuk tujuan ini, tim peneliti mereka bersama-sama melakukan berbagai percobaan dan proyek penelitian di Pusat Penelitian Spiritual dan Ashram di Goa, India. Tim peneliti spiritual di Universitas Spiritualitas Maharshi memiliki 37 tahun pengalaman dalam penelitian spiritual.

Penelitian spiritual musik dan tarian

Penelitian ini bertujuan untuk memahami efek halus dari musik dan tarian dan ini telah menjadi salah satu aspek utama dari penelitian kami. Kami memiliki sebuah departemen musik yang melakukan berbagai percobaan setiap hari untuk memahami dan membedakan efek halus musik, suara dari berbagai alat musik dan dampaknya terhadap lingkungan. Penelitian telah dilakukan dengan menggunakan pemindai aura dan energi halus, serta menggunakan indra keenam yang maju dari seorang seeker dalam tim penelitian spiritual untuk menilai dan mengevaluasi musik dari perspektif spiritual. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana komposisi musik dapat dibuat sedemikian rupa sehingga memancarkan getaran positif secara spiritual terlepas dari budaya dan keberagaman individu.

Contoh musik (yang memancarkan vibrasi yang murni secara spiritual) seharusnya lagu-lagu kebaktian / devosional / rohani yang mencakup lagu pujian, lagu Natal, bhajan, shloka, dll. Namun dalam prakteknya, hal ini tidak selalu benar karena terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi kemurnian spiritual dari komposisi musik. Untuk mendapat wawasan lebih lanjut tentang faktor-faktor ini, kami telah melakukan berbagai eksperimen tentang musik. Sehubungan dengan musik devosional / rohani, khususnya lagu Natal, berikut kami sajikan hasil dari dua eksperimen musik.

3.  Eksperimen 1 – Efek halus lagu Natal yang ditampilkan secara langsung

Latar belakang

  • Pada akhir tahun 2018, seorang seeker yang sebelumnya merupakan penyanyi profesional datang ke Pusat Penelitian Spiritual dan Ashram di Goa, India untuk mengikuti Lokakarya Spiritual 5-Hari. Dia mengatakan bahwa dia adalah penyanyi yang terlatih dan kami bertanya apakah dia ingin ikut serta dalam beberapa eksperimen musik. Tim peneliti terutama tertarik pada efek dari seseorang bernyanyi secara langsung. Sangat mudah untuk memainkan musik yang direkam dan mempelajari pengaruhnya terhadap pendengar, tetapi disini kami memiliki kesempatan untuk mempelajari efek dari berbagai genre yang ditampilkan secara langsung pada penyanyi dan pendengar.
  • SSRF dan MAV bersama-sama mempelajari efek halus dari 6 genre musik yang dinyanyikan olehnya dan efeknya terhadap penonton di tingkat spiritual. Genrenya adalah jazz, pop, opera pop, lagu-lagu Natal dan reggae.
  • Dalam artikel ini akan dibahas tentang eksperimen dimana dia membawakan lagu kebaktian Natal kepada penonton yang terdiri dari para seeker yang tinggal di Pusat Penelitian Spiritual dan Ashram.
  • Melalui indra keenam, kami memastikan bahwa seeker yang tampil (meskipun ia memiliki suara yang indah) menderita gangguan spiritual. Dalam percobaan ini, kami ingin melihat berbagai dinamika yang terjadi dengan penampilan, genre musik dan penonton seperti itu.

Metodologi

  • Dia menyanyikan 3 lagu Natal – ‘Silent night’, ‘Come all Ye Faithful’ and ‘Away in a manger’. Ia bernyanyi terus menerus selama 30 menit. Kami secara khusus memilih lagu-lagu Natal yang bersifat devosional saja, bukan lagu non-devosional seperti Jingle Bells. Ini karena kami berhipotesis bahwa versi devosional dari lagu Natal akan memancarkan getaran / vibrasi yang lebih murni secara spiritual.
  • Kami memintanya untuk tampil di depan dua penonton yang terpisah, yaitu para seeker yang (seperti penyanyi tersebut) menderita gangguan spiritual, dan mereka yang tidak, yang berarti positif secara spiritual. Mengacu pada artikel tentang “Apa itu gangguan spiritual?”
  • Untuk menganalisis efek pada penyanyi dan penonton, tim peneliti spiritual menggunakan indra keenam yang sangat maju bersama dengan pemindai aura dan  energi yang dikenal sebagai Universal Thermo Scanner (UTS).

Universal Thermo Scanner (UTS) (juga dikenal sebagai Universal Aura Scanner) digunakan untuk mengambil data tertentu dari penyanyi dan beberapa penonton yang terpilih. UTS merupakan instrumen yang dikembangkan oleh Dr Mannem Murthy (mantan ilmuwan nuklir) dan digunakan untuk mengukur energi halus (positif dan negatif) dan aura di sekitar objek apapun (hidup atau mati). Hasil pemindaian UTS memberikan data tentang aura negatif, aura positif dan ukuran aura di sekitar penyanyi dan penonton. Silakan merujuk ke artikel tentang – Metodologi pemindaian UTS untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana hasil pemindaian UTS diambil dan apa artinya (Segera hadir).

Penemuan penting

Hasil pemindaian UTS : Dalam keenam genre lagu yang dinyanyikan, aura penyanyi menjadi lebih positif setelah bernyanyi di depan para seeker yang positif, sementara aura para seeker yang positif menjadi lebih negatif setelah mendengarkannya.

Sebaliknya, ketika tampil di depan para seeker yang memiliki gangguan spiritual, aura negatif dari penyanyi maupun penonton meningkat di lima genre lagu yang dinyanyikan. Satu-satunya pengecualian adalah genre lagu Natal dimana aura penyanyi menjadi lebih positif, tetapi aura para seeker dengan gangguan spiritual yang mendengarkannya menjadi lebih negatif. Silakan lihat diagram di bawah ini untuk ringkasan hasil efek halus pada penyanyi dan penonton.

Differenza a livello sottile del canto dal vivo di una strenna natalizia rispetto ad un altro genere musicale

Hasil pengamatan indra keenam : Kedua kelompok audiens, karena mereka merupakan seeker (aspiran spiritual), memiliki kemampuan halus dan melalui indra keenam, mereka merasakan getaran negatif memancar dari pertunjukan tersebut. Hasil pengamatan indra keenam ini dikuatkan oleh hasil pemindaian UTS. Salah satu seeker dalam tim penelitian spiritual merasakan bahwa komposisi musik dan energi negatif dalam diri penyanyi sebenarnya memancarkan energi hitam negatif melalui pertunjukan tersebut, sehingga berdampak buruk pada penonton.

Analisis halus dan penelitian lebih lanjut

Menariknya, (tidak seperti genre lainnya), aura negatif penyanyi benar-benar berkurang setelah bernyanyi tidak hanya di depan para seeker yang positif, tetapi juga di depan para seeker dengan gangguan spiritual. Ditemukan melalui indra keenam tingkat tinggi bahwa penyebabnya adalah bahwa emosi spiritual (bhāv)   dari penyanyi terbangunkan saat menyanyikan lagu Natal karena dia merasakan kehadiran Tuhan YME melalui makna dari lirik lagu, dan ini memiliki efek positif pada auranya. Maka, emosi spiritual membantu penyanyi secara spiritual di tingkat pribadi.

Di sisi lain, komposisi musiknya memancarkan getaran negatif, dan ini memiliki efek halus yang merugikan pada penonton. Selain itu, gangguan energi negatif pada penyanyi juga berperan dalam emisi vibrasi negatif. Namun, karena emosi spiritual dari penyanyi terbangunkan, energi negatif dalam diri penyanyi tidak dapat aktif.

Penemuan penting : Hal ini menunjukkan pentingnya emosi spiritual dalam memberikan perlindungan spiritual kepada siapapun, meskipun komposisi musik devosional tersebut dapat memancarkan vibrasi negatif.

Penemuan ini cukup mengejutkan, terutama dalam kaitannya dengan kemungkinan lagu Natal yang mempengaruhi pendengar secara negatif di tingkat spiritual dan ini menimbulkan beberapa pertanyaan, yang telah dicantumkan di bawah ini.

  1. Biasanya, orang akan menganggap bahwa musik kebaktian / devosional akan memiliki efek positif pada pendengarnya. Apakah getaran negatif yang dirasakan dalam penampilan penyanyi tersebut merupakan kasus tersendiri ataukah sesuatu yang juga berlaku secara umum ketika mendengarkan musik devosional ?
  2. Apakah para penyanyi lagu Natal di masyarakat juga menderita gangguan spiritual, dan jika demikian, seberapa banyak dari mereka yang terpengaruh, dan apakah mereka mempengaruhi audiens secara luas?
  3. Apakah ada perbedaan antara lagu Natal devosional dengan lagu Natal non-devosional (Jingle Bells, dll.) dalam hal vibrasi halus?
  4. Seberapa sering penyanyi lagu Natal di lingkungan lain bernyanyi dengan emosi spiritual yang hasilnya dapat mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi?

Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut, tim peneliti spiritual melakukan percobaan lain sehubungan dengan efek halus dari lagu-lagu Natal.

4. Eksperimen 2 – Efek halus menonton video lagu natal

Latar belakang

Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk memahami efek halus dari nyanyian paduan suara gereja dan penampilan lainnya yang menyanyikan lagu-lagu Natal pada penonton yang:

  1. Tidak memiliki gangguan spiritual
  2. Penonton yang memiliki gangguan spiritual

Alasan kami memilih dua jenis audiens adalah karena telah teramati bahwa orang yang menderita gangguan spiritual dapat secara signifikan mempengaruhi penyanyi dan audiens. Penelitian spiritual telah menunjukkan bahwa hingga 80% dari populasi dunia dipengaruhi oleh gangguan spiritual.

Metodologi

  • Efek dari dua kategori lagu Natal, devosional dan non-devosional, dipelajari pada dua kelompok audiens, yaitu audiens dengan dan tanpa gangguan spiritual.
  • Setiap jenis kategori lagu Natal dimainkan selama 30 menit.
  • Biasanya, orang-orang melihat lagu Natal dinyanyikan secara langsung atau melihatnya dinyanyikan di gereja, maka SSRF dan MAV ingin mempelajari efek lagu Natal yang dinyanyikan dalam pengaturan seperti itu oleh para pemain yang berbeda. Untuk meniru skenario realistis mendengarkan lagu Natal, video lagu-lagu Natal diperlihatkan pada audiens. Lagu-lagu Natal tersebut sebagian besar ditampilkan oleh paduan suara gereja dan memiliki nuansa opera. Beberapa video adalah rekaman audio sederhana dengan visual statis.
Daftar lagu Natal devosional Daftar lagu Natal non-devosional
1. Hark! The Herald Angels Sing 1. We Wish You a Merry Christmas
2. The First Noel 2. Jingle Bells
3. Away in a Manger 3. Santa Claus is Coming to Town
4. Joy to the World 4. Feliz Navidad
5. Silent Night 5. Winter Wonderland
6. O Holy Night 6. Frosty the Snowman
7. 12 Days of Christmas
8. Deck the Halls
9. Jingle Bell Rock
10. The Little Drummer Boy (Peace on Earth)
  • Ada empat percobaan yang dilakukan dan digambarkan dalam diagram alur berikut :

eksperimen yang dilakukan untuk mempelajari efek halus dari lagu Natal

  • Seperti eksperimen sebelumnya, UTS digunakan untuk memindai aura para seeker yang terpilih sebelum dan sesudah menonton video lagu Natal .
  • Selain itu, kami meminta para seeker untuk mengamati apa yang mereka rasakan di tingkat halus berdasarkan pada kemampuan indra keenam mereka. Mereka mengisi formulir survei dimana mereka menilai pengalaman mereka pada skala positif atau negatif +/- 10.
  • Terdapat jeda waktu 1,5 jam antara bagian lagu devosional dan non-devosional dari eksperimen agar kondisi audiens kembali ke kondisi dari hasil pengamatan dasar mereka.

4.1 Pemindaian dengan UTS

  1. Secara keseluruhan, lagu Natal devosional maupun non-devosional memiliki efek negatif pada aura para seeker yang diukur menggunakan UTS.
  1. Pengaruh pada seeker yang positif
    1. Hasil pengamatan dari para seeker yang positif menunjukkan hasil yang lebih konsisten dalam hal bagaimana mereka terpengaruh secara negatif oleh lagu-lagu Natal.
    2. Hasil pengamatan aura IR negatif (yang mengindikasikan selubung energi hitam), naik lebih tinggi dengan lagu non-devosional (78%) dibandingkan dengan lagu Natal devosional (58%).
    3. Namun, lagu Natal devosional memiliki dampak negatif yang lebih signifikan pada aura positif mereka dibandingkan yang non-devosional. Lagu Natal devosional mengurangi aura positif para seeker tersebut dengan rata-rata 49%, sedangkan lagu Natal non-devosional mengurangi aura positif mereka sebesar 37%. Lagu Natal devosional menguras lebih besar aura positif mereka.
    4. Sebuah penemuan penting disini adalah timbulnya aura IR negatif pada Orang Suci (Saint) yang hadir di antara audiens seeker positif setelah menonton kedua kategori lagu Natal tersebut selama masing-masing 30 menit.
    5. Menariknya, pertunjukan langsung penyanyi dari percobaan pertama tidak menguras aura positif para seeker tersebut sebanyak video yang menampilkan paduan suara gereja dan para profesional menyanyikan lagu-lagu Natal. Ini karena emosi spiritual yang terbangkitkan pada penyanyi tersebut karena dia merupakan seorang seeker dan menjalani latihan spiritual.
  1. Efek pada para seeker dengan gangguan spiritual :
    1. Hasil pengamatan para seeker dengan gangguan spiritual menunjukkan hasil yang kurang konsisten dalam hal bagaimana mereka dipengaruhi secara negatif oleh lagu Natal. Beberapa audiens terpengaruh lebih negatif oleh lagu Natal devosional, sementara yang lain lebih banyak terpengaruh oleh yang non-devosional.
    2. Para seeker dengan gangguan spiritual lebih terpengaruh oleh lagu Natal dibanding para seeker yang positif. Selain itu, aura UV negatif mereka (mengindikasikan gangguan spiritual yang parah) meningkat secara signifikan setelah menonton video lagu devosional dan non-devosional.
    3. Secara keseluruhan, lagu Natal non-devosional tampaknya jauh lebih mempengaruhi secara negatif aura audiens dibandingkan dengan lagu Natal devosional. Rata-rata, peningkatan aura IR negatif meningkat 31% lebih tinggi dalam kasus lagu Natal devosional dan 43% lebih tinggi dalam kasus lagu Natal non-devosional. Ini menunjukkan dampak yang lebih tinggi dari lagu Natal non-devosional pada para seeker dengan gangguan spiritual.
    4. Para seeker dengan gangguan spiritual yang ikut serta bernyanyi dengan video lagu Natal terpengaruh lebih buruk .
    5. Karena para seeker dengan gangguan spiritual tidak memiliki aura positif di awal, efek pada aura positif mereka tidak dapat dipastikan

4.2  Survei masukan dari para seeker setelah menonton video lagu Natal

Ketika menonton pertunjukan lagu Natal oleh paduan suara gereja dan penyanyi profesional,.

  • 100% dari 16 seeker positif yang ambil bagian dalam eksperimen merasakan vibrasi negatif.
  • 100% dari 5 seeker dari tim peneliti spiritual merasakan getaran negatif.
  • 86% dari 38 seeker yang mengalami gangguan spiritual merasakan getaran negatif.
  • Ditemukan melalui indra keenam bahwa dalam kasus para seeker dengan gangguan spiritual yang merasa positif ketika melihat video lagu Natal, sebenarnya merupakan respon dari energi negatif dalam diri mereka yang memberikan ilusi perasaan positif.
  • Para seeker yang mengenali lagu-lagu tersebut karena mereka beragama Katolik Roma atau Kristen Ortodoks cenderung memberi skor yang kurang negatif dibanding seeker lain yang tidak mengenali lagu-lagu tersebut.
  • Fakta yang menarik adalah bahwa para seeker yang tidak memberikan skor negatif pada lagu Natal karena kedekatan budaya mereka dengan lagu tersebut, hasil pengamatan UTS mereka sama negatifnya dengan hasil pengamatan dari para seeker lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi psikologis musik tidak selalu terkait dengan dampak spiritual yang sebenarnya.

Selain hal di atas, berikut adalah beberapa komentar dari para seeker di antara audiens ketika menonton video lagu Natal .

  1. Saya merasa bosan.
  2. Saya merasa pertunjukan itu palsu secara spiritual dan tidak ada hubungannya dengan pengabdian kepada Yesus.
  3. Saya merasakan ego dari para pemain musik / penyanyi ketika mereka bergerak di sekitar panggung. Cara beberapa musisi berinteraksi dengan instrumen mereka dan penonton terasa egois.
  4. Lagu-lagu Natal non-devosional tampak seperti hiburan tanpa adanya kaitan dengan makna Natal yang sebenarnya.
  5. Lagu-lagu itu terus bermain di kepala saya, mengalihkan pikiran saya dari latihan spiritual.
  6. Terasa bahwa beberapa musisi memiliki gangguan spiritual.
  7. Saya merasakan pertunjukan tersebut lebih pada tingkat psikologis dibandingkan dengan tingkat spiritual.
  8. Saya merasakan getaran negatif dari pertunjukan musik tersebut.
  9. Energi negatif dalam diri saya menyukai musik tersebut dan mendapatkan energi negatif dari situ. (Ini disampaikan oleh para seeker yang menderita gangguan spiritual.)
  10. Mata dari para seeker yang memiliki gangguan energi negatif yang ikut serta dalam percobaan tersebut berubah ketika energi negatif mulai termanifestasi saat mendengarkan musik tersebut.

Dalam dua eksperimen di atas, kami melihat bahwa lagu Natal memiliki dampak negatif yang signifikan pada audiens. Mengapa demikian? Setelah melakukan penelitian spiritual, mengapa hasil pengamatan eksperimen sangat negatif meskipun merupakan musik devosional, kami memperoleh Pengetahuan Ilahi berikut.

5.  Penelitian spiritual permulaan tentang musik yang berhubungan dengan musik rohani

Suara (naad) dan musik berasal dari Prinsip Absolut Ether (Akashtattva), yang paling kuat dan halus dari kelima prinsip kosmik. Oleh karena itu, musik memiliki kemampuan untuk menciptakan vibrasi halus yang dapat berdampak signifikan pada musisi, penonton, alat musik serta lingkungan. SSRF dan MAV melakukan penelitian spiritual mendalam tentang musik dan beberapa penemuan awal berikut juga relevan dengan musik rohani.

1. Tingkat kesadaran spiritual : Tingkat spiritual musisi atau penyanyi memainkan peranan penting dalam jenis getaran spiritual yang dipancarkan oleh pertunjukan. Jika pemain memiliki ego yang tinggi atau tingkat spiritual yang rendah, maka penampilannya akan memancarkan getaran negatif. Atau, jika pemain memiliki tingkat spiritual yang tinggi, penampilannya akan memancarkan getaran spiritual yang positif. Tingkat spiritual seorang individu hanya dapat ditingkatkan dengan melakukan latihan spiritual yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar spiritual yang universal .

Dalam video lagu-lagu Natal yang diputar, teramati bahwa beberapa seniman sebenarnya mencari penghargaan. Ketika orang menyanyikan lagu devosional dengan niat seperti itu, maka getarannya akan selalu negatif.

Emosi spiritual kepada Tuhan merupakan unsur utama yang membantu menghasilkan getaran positif terutama dalam setiap pertunjukan lagu-lagu rohani. Namun, teramati bahwa para penyanyi dalam video yang digunakan dalam eksperimen lebih tertarik dalam menampilkan diri dan menghibur penonton dibanding merasakan emosi spiritual atau persekutuan dengan Tuhan atau Yang Ilahi. Mampu menyanyikan nada tinggi dan memamerkan keterampilan musik tidak sama dengan getaran spiritual positif. Dalam kasus eksperimen pertama, kami melihat secara langsung bagaimana seorang penyanyi, meskipun dia menderita gangguan spiritual, mendapat manfaat positif karena emosi spiritualnya. Ini meskipun musiknya sendiri memancarkan getaran negatif. Hal ini menunjukkan pentingnya bernyanyi dengan emosi spiritual kepada Tuhan YME.

2. Keadaan spiritual : Keadaan spiritual dari para musisi (yaitu apakah mereka positif secara spiritual atau menderita gangguan spiritual) akan mempengaruhi getaran halus yang dipancarkan oleh musik mereka. Ini berarti bahkan jika dua musisi menampilkan karya musik yang persis sama dengan iringan musik latar yang persis sama, vibrasi halus dari pertunjukan dapat berbeda berdasarkan keadaan spiritual mereka. Dalam kedua percobaan sebelumnya, tim peneliti spiritual merasakan getaran negatif yang terpancar tidak hanya dari musik tetapi juga dari energi negatif yang mempengaruhi pemusik. Dalam eksperimen pertama, hasil pengamatan instrumen UTS pada penyanyi menguatkan penemuan ini.

Keadaan dunia saat ini yaitu bahwa kebanyakan orang terpengaruh jika tidak dirasuki oleh energi negatif. Dalam sebuah paduan suara, jika orang dipengaruhi atau dirasuki oleh energi negatif, maka efeknya berlipat ganda dibandingkan dengan efek pertunjukan artis solo.

3. Lirik : Lirik lagu Natal devosional memiliki getaran spiritual yang lebih positif daripada lagu non-devosional.

4. Komposisi musik : Berbagai elemen musik yang menyertainya seperti irama, melodi dan harmoni berkontribusi pada keseluruhan getaran halus yang terpancar dari komposisi musik. Penemuan kami sejauh ini tentang mempelajari cara membuat musik yang lebih murni secara spiritual adalah bahwa musik klasik India lebih cenderung memancarkan getaran positif secara spiritual karena fokusnya pada melodi dibandingkan harmoni. Ini adalah salah satu penyebab yang telah teramati bahwa komposisi musik barat memiliki getaran yang kurang positif secara spiritual karena lebih fokus pada harmoni.

Jika membandingkan lirik dan komposisi musik, cara musik dikomposisikan memiliki pengaruh yang lebih besar pada getaran halus yang terpancar dari pertunjukan. Lirik atau kata-kata berada di tingkat Prinsip Api Absolut, sementara komposisi musik berada di tingkat Prinsip Ether Absolut. Prinsip Ether Absolut lebih halus dibanding Prinsip Api Absolut, dan karenanya lebih kuat. Maka, bahkan jika lirik lagu ditulis dengan cara yang murni secara spiritual, jika musik yang menyertainya tidak murni secara spiritual, sebagian besar akan memancarkan getaran negatif.

5. Alat musik : Di antara tiga jenis instrumen, yaitu wind, string, dan perkusi, penelitian menunjukkan bahwa suara dari alat musik tiup seperti Bansuri India (seruling) yang terbuat dari bambu memancarkan getaran halus paling positif. Ketika tim peneliti spiritual mendengarkan beberapa lagu Natal, rasanya seolah-olah musik yang menyertainya memiliki nuansa opera dan dramatis. Ini menghasilkan getaran negatif dari pertunjukan tersebut.

6. Penggunaan properti, pakaian, dll. : Segala sesuatu memiliki potensi untuk menambah atau mengurangi positivitas dari lagu devosional. Ini termasuk aspek-aspek seperti pakaian musisi, gaya rambut, desain panggung dan set, lokasi pertunjukan, dll. Contohnya, beberapa penyanyi lagu Natal memegang lilin. Api dari lilin yang terbuat dari lilin parafin atau bahkan lilin lebah memancarkan getaran negatif. Adanya ratusan lilin yang menyala seperti itu menginfeksi lingkungan dengan getaran negatifnya. Contoh lain adalah ketika musisi mengenakan pakaian hitam. Hitam adalah warna yang paling tidak murni secara spiritual dan meningkatkan gangguan energi negatif pada musisi dan menarik getaran yang merugikan bagi mereka. Kecuali jika perhatian diberikan pada detail seperti itu, mereka akhirnya dapat mengorbankan kepositifan spiritual dari pertunjukan.

6.  Komentar penutup tentang lagu Natal dan musik devosional / rohani

Kita hidup di dunia dimana materialisme tersebar luas, dan semuanya terarah untuk memikat indra kita. Sayangnya, etos ini telah meresap ke dalam agama dan Spiritualitas, yang dimaksudkan sebagai jalan bagi orang untuk melampaui materialisme dan mencari Yang Ilahi. Akibatnya, praktik spiritual seperti menyanyikan lagu rohani seperti lagu Natal seringkali cenderung menjadi hiburan daripada menjadi peringatan tujuan spiritual sesungguhnya dari perayaan tersebut. Para musisi itu sendiri tidak melakukan latihan spiritual dan karenanya selalu memancarkan getaran negatif dari penampilan mereka meskipun nyanyian mereka memikat penonton.

Temuan dalam artikel ini mungkin sulit untuk dipercaya bagi beberapa orang, tetapi ini adalah keadaan dunia yang sebenarnya dalam kaitannya dengan musik rohani seperti lagu-lagu Natal. Kebanyakan orang tidak dapat memahami ini karena kurangnya indra keenam yang aktif, yang diperlukan untuk merasakan getaran halus dari suatu pertunjukan. Hanya ketika indra keenam kita teraktivasi melalui latihan spiritual, kita dapat benar-benar memahami dan merasakan penelitian tentang musik rohani yang disajikan dalam artikel ini.

Berdasarkan sains Spiritualitas, musik dimaksudkan untuk digunakan oleh umat manusia sebagai media untuk tumbuh secara spiritual menuju Tuhan YME. Namun di dunia saat ini, konsep sakral dan ideal tentang musik ini hampir tidak dikenal, apalagi dipraktikkan. Tumbuh secara spiritual melalui musik hanya mungkin ketika musisi melakukan latihan spiritual secara teratur dibawah bimbingan seorang yang maju secara spiritual (Guru). Dengan begitu, ia akan dapat memahami aspek spiritual dari musik dan cara untuk benar-benar mempertunjukkannya dengan pengabdian sehingga ia dan penonton mendapatkan ma