Efek spiritual dari Gudi Padwa versus perayaan Tahun Baru

1. Efek spiritual  merayakan Gudi Padwa di pusat Penelitian Spiritual Pusat dan Ashram di Goa, India

Ada perasaan damai dan tenang pada suasana di Pusat Penelitian Spiritual dan Ashram ketika cahaya pertama mulai menyingkirkan kegelapan, mempersiapkan kami untuk matahari terbit berikutnya. Suara khas koel (burung kukuk) dapat terdengar memantul melalui ladang dan hutan sekitarnya saat matahari muncul dari balik bukit seperti biasa setiap hari.

Namun, matahari terbit ini istimewa.

Ini menandakan dimulainya tahun baru Hindu yang populer dikenal sebagai Gudi Padwa. Gudi Padwa adalah festival yang dirayakan di berbagai wilayah India dan juga berkaitan dengan kedatangan musim semi. Ketika sinar matahari pertama menembus pohon-pohon dan kabut, dan menyentuh Pusat Penelitian Spiritual dan Ashram, perayaan Gudi Padwa dimulai.

Lingkungan tampak sangat meriah dengan para seeker yang mengenakan pakaian tradisional berwarna-warni dan rangkaian untaian bunga yang menghiasi pintu. Seiring dengan perayaan, para seeker yang menghadiri perayaan mengatakan bahwa mereka dapat dengan mudah merasakan tingkat kesadaran Ilahi (Chaitanya) yang meningkat dan getaran penyembuhan spiritual di sekitar mereka. Suara mantra Sanskerta memenuhi udara dan aroma dari dupa yang menyala menyebar di sekitar; sulit untuk tidak merasakan kesucian upacara. Melihat sekeliling, seseorang dapat melihat beberapa seeker dalam keadaan meditasi dan yang lain dalam keadaan di mana emosi spiritual mereka mulai bangkit.

1.1. Eksperimen penyelenggaraan Tahun Baru – latar belakang dan tujuan

Efek spiritual dari Gudi Padwa versus perayaan Tahun Baru
Di antara para pencari Tuhan YME (seeker) yang hadir pada perayaan Gudi Padwa adalah kelompok seeker yang sama yang telah menghadiri Perayaan Tahun Baru pada tanggal 31 Desember 2018 – 1 Januari 2019. Mereka melakukannya sebagai bagian dari studi tim peneliti untuk memahami efek halus dari perayaan Tahun Baru yang biasa dilakukan. SSRF sebelumnya telah mempublikasikan temuan sehubungan dengan efek spiritual Tahun Baru.

Karena cara perayaan Gudi Padwa secara tradisional sangat kontras dengan cara merayakan Tahun Baru tim peneliti spiritual ingin tahu perbedaan dampak spiritual pada masing-masing perayaan itu. Dengan demikian, SSRF dan Maharshi Adhyatma Vishwavidyalay (MAV) melakukan penelitian lanjutan tentang efek halus merayakan Gudi Padwa secara tradisional dan hasilnya diberikan di bawah ini.

2. Latar belakang tentang Maharshi Adhyatma Vishwavidyalay

Maharshi Adhyatma Vishwavidyalay (juga dikenal sebagai Universitas Spiritual Maharshi atau MAV) terletak di Goa, India. Maharshi Adhyatma Vishwavidyalaya dan Yayasan Penelitian Ilmu Pengetahuan Spiritual adalah organisasi nirlaba yang dijalankan oleh sukarelawan dari seluruh dunia yang didedikasikan untuk tujuan bersama, yaitu kemajuan spiritual dan pencarian kebenaran. Salah satu tujuan utama kedua organisasi adalah untuk menilai dan mengevaluasi bagaimana keputusan dan rutinitas sehari-hari kita mempengaruhi kita di tingkat spiritual. Untuk tujuan ini, tim peneliti mereka bersama-sama melakukan berbagai percobaan dan proyek penelitian di Pusat Penelitian Spiritual dan Ashram di Goa, India. Pada tahun 2019, tim penelitian spiritual di Universitas Spiritualitas Maharshi memiliki 38 tahun pengalaman penelitian spiritual.

3. Eksperimen untuk mempelajari efek merayakan Tahun Baru saat Gudi Padwa

3.1 Metodologi

A. Tentang sampel dari para seeker yang turut serta dalam eksperimen Efek spiritual dari Gudi Padwa versus perayaan Tahun Baru

  • 10 seeker dari Pusat Penelitian Spiritual dan Ashram mengambil bagian dalam percobaan ini. (Mereka berasal dari kelompok yang sama yang terdiri dari 12 orang yang telah menghadiri eksperimen perayaan Tahun Baru. Dua seeker dari kelompok sebelumnya tidak dapat hadir.)
  • 10 seeker ini diminta untuk menghadiri upacara Gudi Padwa saat matahari terbit pada 6 April 2019.
  • Semua seeker yang menjadi peserta telah berlatih Spiritualitas secara teratur dan karenanya mereka memiliki tingkat spiritual yang lebih tinggi dari rata-rata. Juga karena latihan spiritual mereka, indra keenam mereka dibangunkan, dan mereka dapat merasakan getaran halus.
  • Beberapa seeker dalam kelompok itu ada yang menderita tekanan spiritual, dan ada beberapa tidak, yang berarti mereka positif secara spiritual. Merujuk ke artikel – Apakah gangguan spiritual itu?

Alasan mengapa kedua segmen dipilih untuk diwakili dalam sampel adalah bahwa sebagian besar populasi dunia menderita tekanan spiritual dan penting untuk memahami perbedaan efek merayakan Gudi Padwa pada kedua segmen.

Keterangan gambar: Para seeker memberi hormat saat ritual Gudi yang telah diangkat. Gudi adalah simbol ritualstik untuk Kebenaran.

B. Mengenai peralatan yang digunakan untuk eksperimen

Tim peneliti spiritual menggunakan indra keenam tingkat lanjut dari para seeker bersama dengan pemindai aura dan energi yang dikenal sebagai Universal Thermo Scanner (UTS) untuk menganalisis efek dari merayakan Gudi Padwa. Universal Thermo Scanner (UTS) (juga dikenal sebagai Universal Aura Scanner) digunakan untuk membaca para seeker yang menjdi peserta sebelum dan sesudah perayaan.

Efek spiritual dari Gudi Padwa versus perayaan Tahun Baru

UTS adalah sebuah alat yang dikembangkan oleh Dr Mannem Murthy (mantan ilmuwan nuklir) dan digunakan untuk mengukur energi halus (positif dan negatif) dan aura di sekitar objek apa pun (hidup atau tidak hidup). Pembacaan UTS memberikan data tentang aura negatif, aura positif dan pengukuran aura di sekitar objek yang diukur. Silakan merujuk ke artikel  – Metodologi bacaan UTS (segera hadir) untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana pembacaan UTS dilakukan dan apa artinya.

C. Tentang pembacaan dan urutan acara

Waktu Apa yang terjadi
Jam 5:15 sampai 6:30 pagi Bacaan dasar: Bacaan UTS bersama dengan foto diambil dari para seeker sebelum dimulainya upacara ritual.
Jam 6:30 sampai 7:30 pagi Perayaan Gudi Padwa: Para seeker menghadiri upacara ritual. Para seeker diminta untuk menahan diri dari chanting Nama Tuhan selama upacara dan hanya berdoa untuk menyerap kesadaran Ilahi (Chaitanya) dari pemujaan. Alasan mengapa mereka diminta untuk tidak chanting adalah karena dengan sendirinya chanting Nama Tuhan memiliki efek yang sangat positif.
Jam 7:40 sampai 8:55 pagi Bacaan setelah perayaan: Bacaan UTS & foto diambil dari para seeker setelah perayaan Gudi Padwa.

3.2 Pembacaan UTS 

Ada 4 jenis pembacaan UTS yang dijelaskan dalam tabel di bawah ini:

Jenis bacaan UTS Diskripsi
IR dan UV Pembacaan energi negatif terdiri dari 2 jenis dan dilambangkan dengan IR (inframerah) dan UV (ultraviolet). IR menunjukkan bentuk getaran negatif yang lebih rendah, sedangkan UV menunjukkan bentuk getaran negatif yang lebih kuat.
PA Ini menunjukkan aura positif.
MA Ini menunjukkan total aura yang diukur khusus untuk subjek yang sedang diukur.

Tim peneliti telah menggunakan instrumen ini secara ekstensif, yaitu sekitar 10.000 pembacaan objek selama periode 5 tahun telah diambil, dan telah diamati bahwa UTS cukup akurat dan diperkuat dengan bacaan yang diperoleh melalui indra keenam.

Semua pembacaan UTS dari para peserta menjadi secara signifikan lebih positif setelah perayaan Gudi Padwa.

Berikut ini adalah sorotan utama dari pembacaan sebelum dan sesudah perayaan Hari Tahun Baru (31 Des 2018 – 01 Jan 2019) dan Gudi Padwa (06 Apr 2019).

Efek spiritual dari Gudi Padwa versus perayaan Tahun Baru

Harap perhatikan tentang Tahun Baru (31 Des – 1 Jan) – Per 1 Mei 2019, bacaan setelah perayaan adalah level tertinggi dari aura IR dan UV negatif yang telah terdeteksi oleh UTS pada seseorang oleh tim peneliti spiritual . Ini menunjukkan tingkat keparahan dampak spiritual dari percobaan terhadap para seeker yang berpartisipasi, dan karenanya mengindikasikan keparahan efek dari perayaan Tahun Baru pada masyarakat.

Dari tabel di atas, orang dapat melihat efek yang sangat berbeda dari kedua perayaan itu pada peserta. Dalam kasus para seeker yang menjadi peserta karena latihan spiritual mereka, mereka dapat pulih dari kenegatifan spiritual dari pembacaan perayaan Hari Tahun Baru dalam beberapa hari. Namun, bagi kebanyakan orang, efeknya mungkin bertahan selama berhari-hari, jika tidak berminggu-minggu. Jika orang-orang yang secara spiritual rata-rata terpapar dengan rangsangan negatif seperti itu, negativitas dalam aura mereka mungkin tidak pulih sama sekali.

Pengamatan lain yang dilakukan adalah tentang pakaian para pencari wanita. Diamati bahwa di antara para seeker wanita yang menderita kesusahan, mereka yang mengenakan sari 9 meter lebih terpengaruh secara positif oleh upacara Gudi Padwa dibandingkan dengan mereka yang mengenakan sari 6 meter. Ini menunjukkan bahwa ketika para seeker perempuan yang mengenakan kain sari 9 meter pada hari yang baik, mereka amat mungkin untuk mendapatkan manfaat dari kepositifan di lingkungan karena kepositifan spiritual dari pakaian mereka. Dalam percobaan terpisah ditemukan bahwa kain sari 9-meter, ketika dikenakan dengan cara yang benar, adalah pakaian yang paling positif untuk wanita.

4. Komentar dari para seeker yang ikut serta dalam percobaan

Para seeker yang menjadi peserta dalam percobaan ditanya melalui survei tentang bagaimana perasaan mereka sebelum, selama dan setelah upacara Gudi Padwa. Mereka telah ditanya sebelumnya tentang pengalaman mereka selama pesta Malam Tahun Baru yang mereka hadiri dalam survei terpisah. Karena latar belakang latihan spiritual yang teratur, kemampuan indra keenam mereka terbangun, dan oleh karena itu mereka dapat merasakan getaran halus yang hadir saat menghadiri acara-acara tersebut.

Ketika ditanya pertanyaan tentang bagaimana mereka akan membandingkan setiap perayaan di tingkat getaran spiritual pada skala 1 hingga 10, berikut ini adalah skor rata-rata yang diberikan. (Harap dicatat bahwa 1 menunjukkan getaran negatif yang tinggi dan 10 menunjukkan getaran positif yang tinggi).

Efek spiritual dari Gudi Padwa versus perayaan Tahun Baru

Ringkasan perbandingan pengalaman mereka saat menghadiri pesta Malam Tahun Baru dan upacara Gudi Padwa diberikan di bawah ini.

Aspek Malam Tahun Baru Gudi Padwa
Sebelum Pera seeker  mengalami peningkatan dalam pikiran duniawi, memiliki lebih banyak pikiran yang terkait dengan kesadaran tubuh dan ego. Pikiran tentang latihan spiritual dan Tuhan berkurang. Para seeker  merasakan introversi spiritual, tenang dan bersyukur atas kesempatan untuk menghadiri upacara.
Selama Acara Pikiran tentang Tuhan tidak ada, dan fokusnya adalah pada kenikmatan. Pikiran seksual meningkat dan ada peningkatan keinginan secara keseluruhan. Para seeker juga merasakan getaran menyusahkan di tempat itu. Para seeker mengalami kesadaran Ilahi (Chaitanya) yang hadir pada upacara tersebut dan merasakan penyembuhan spiritual terjadi pada mereka. Beberapa seeker mengalami emosi spiritual (bhāv).
Setelah Para seeker merasa kehabisan energi dan terdapat peningkatan dalam pikiran negatif. Ada sikap apatis dan kurangnya keinginan untuk melakukan latihan spiritual. Efek ini berlangsung selama 2 hari bagi banyak seeker. Para seeker merasa segar dan antusias meskipun bangun lebih awal untuk menghadiri upacara. Beberapa mengalami pengurangan dalam pikiran dan merasakan pengurangan dalam tekanan spiritual. Ada perasaan bahwa pengalaman itu jauh lebih memuaskan dan positif daripada pesta Malam Tahun Baru..

Dari penjelasan di atas, muncul gambaran yang jelas tentang perbedaan antara dua cara perayaan Tahun Baru di tingkat spiritual. Beberapa komentar dari para seeker terkait dengan bagaimana perasaan mereka ketika membandingkan dua perayaan ini diberikan di bawah ini.

  • Pikiran jauh lebih murni di alam, lebih sederhana dan lebih positif ketika merayakan Gudi Padwa. Sebaliknya, sangat jelas untuk melihat daya tarik Māyā (Ilusi besar) selama pesta Malam Tahun Baru biasa, tetapi juga bagaimana hal itu berlangsung singkat dan sementara, pengalaman merayakan Gudi Padwa jauh lebih murni dan lebih memuaskan. Tidak ada perbandingan antara kedua peristiwa itu sebenarnya, tetapi sangat jelas untuk melihat dan menyaksikan kontras antara Tama dan Sattva, keras dan damai, palsu dan alami, singkat dan awet, dan ekstrovert dan introvert. Berpikir tentang pesta Malam Tahun Baru memberikan gambaran yang sangat menyedihkan.
  • Dalam pesta Malam Tahun Baru, saya merasa bahwa meskipun sepertinya kami menikmati diri kami sendiri, saya dapat dengan jelas merasakan selubung hitam menghampiri saya dan bahwa saya kehabisan energi positif. Juga, seluruh lingkungan diarahkan untuk meningkatkan ekstroversi dan ego seseorang. Ada banyak getaran seksual yang berasal dari orang-orang di sana. Namun dalam perayaan Gudi Padwa, kepositifan di lingkungan terus tumbuh. Kami bisa merasakan penyembuhan spiritual dan juga introversi.
  • Malam sebelum tanggal 31 Desember, saya gelisah dan berpikir bahwa saya ingin ‘pesta rock’ mengalir di pikiran saya. Sebaliknya, pada malam sebelum Gudi Padwa saya merasa tenang. Saya merasa pikiran saya damai dan bahagia dari dalam. Sehari setelah pesta Malam Tahun Baru sangat buruk bagi saya karena saya tidak ingin melakukan apa pun. Saya merasa seperti telah kehilangan seluruh energi saya. Sehari setelah Gudi Padwa, saya merasa segar dan energik. Saya merasa lebih tenang, pikiran saya lebih stabil dan saya bisa menyelesaikan banyak tugas dengan antusias.

5. Beberapa perbedaan antara Tahun Baru dan Gudi Padwa

Bagi kita yang menghadiri perayaan Tahun Baru, kita jarang memikirkan dampak spiritualnya. Kami menghadiri acara seperti itu karena itu adalah norma dan kami tidak pernah benar-benar mempertanyakan status quo.

Untuk memberi Anda beberapa masukan, tim riset spiritual menyiapkan tabel perbandingan antara dua jenis perayaan tersebut. Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara kedua jenis perayaan itu, dan efek yang dihasilkannya pada orang-orang yang berpartisipasi dalam perayaan karena perbedaan-perbedaan ini.

Aspek Tahun Baru Gudi Padwa (dirayakan secara tradisional)
Waktu saat perayaan Tengah Malam (sepanjang malam) Matahari Terbit
Lingkungan saat ini sepanjang  tahun Gersang dan dingin (di belahan bumi utara) Musim semi dan awal musim panen
Merasa senang merokok, narkoba, dan alkohol Tinggi Nihil
Pakaian memfasilitasi Peningkatan ego, perilaku seksual, kerentanan spiritual Introversi dan kemurnian spiritual (sattvikata), perlindungan spiritual

Contoh: Mengenakan sari 6 yard atau 9 yard.

Perayaan menanamkan Ekstrovert, pikiran tentang seks Introversi spiritual, emosi spiritual, keadaan meditasi
Perasaan setelah perayaan Jika dirayakan dengan antusias, sebagian besar orang merasa terkuras tenaganya pada hari berikutnya dan membutuhkan waktu untuk pulih. Para peserta merasa lebih positif secara fisik, psikologis dan spiritual. Pada tingkat yang halus, peserta diberi energi spiritual.
Pikiran tentang Spiritualitas dan Pertumbuhan Spiritual Tidak hadir Hadir
Komponen halus yang paling aktif sewaktu perayaan Komponen Tama: Tengah malam adalah waktu yang paling tamasik (merugikan secara spiritual) dalam sehari Komponen Sattva: Matahari terbit adalah salah satu waktu yang paling sattvik (murni secara spiritual) dalam sehari
Efek dari energi negatif Aktifitas Maksimal Sedikit aktifitas
Efek turut berpartisipasi Peningkatan risiko dikendalikan oleh energi negatif1 Pengurangan risiko dikendalikan oleh energi negatif1

Catatan :

  1. Selain itu, jika seseorang terus-menerus berpartisipasi dalam pesta-pesta semacam itu sepanjang tahun, risiko terkena dampaknya akan meningkat secara signifikan. Sebaliknya, terlibat dalam kegiatan spiritual seperti Gudi Padwa secara teratur meningkatkan kepositifan dan mengurangi risiko diserang oleh energi negatif.

Sama seperti orang yang merencanakan pesta dan acara pada Malam Tahun Baru, melalui penelitian spiritual telah ditemukan bahwa energi negatif juga merencanakan Malam Tahun Baru sehingga mereka dapat mengambil keuntungan maksimal dari orang-orang untuk melanjutkan kontrol mereka pada masyarakat.

Menurut Biro Kejahatan Asuransi Nasional, AS, liburan ini menampilkan beberapa pencurian mobil dengan jumlah terbanyak sepanjang tahun. Pelanggar paling banyak adalah di Hari Tahun Baru, tetapi Malam Tahun Baru juga mendapat peringkat untuk peningkatan pencurian mobil (nicb.org, 2018). Ada lonjakan kejahatan lain seperti kekerasan dalam rumah tangga, kepemilikan narkoba, keracunan publik, minum dan mengemudi, kekerasan, dll. Misalnya, New South Wales (NSW), Biro Statistik dan Penelitian Kejahatan Australia menyatakan bahwa jumlah kekerasan di rumah tangga yang dicatat oleh Polisi NSW pada Hari Tahun Baru adalah yang tertinggi sepanjang tahun (bocsar.nsw.gov.au, 2018).

Dalam poin-poin di atas terdapat perspektif dua jenis perayaan pada Hari Tahun Baru. Sebenarnya, jika seseorang berpikir sedikit lebih dalam tentang poin-poin di atas, orang mungkin mempertanyakan keabsahan dair pemilihan tanggal dan waktu yang tidak berdasarkan akal sehat ini untuk merayakan Malam dan Hari Tahun Baru. Mengadakan perayaan atau acara yang baik di tengah malam selalu dirusak oleh getaran negatif di lingkungan. Tren lain yang mengkhawatirkan adalah bahwa saat ini adalah norma bagi generasi muda untuk berpesta sepanjang malam di klub dansa setiap akhir pekan. Apa yang tidak mereka sadari adalah bahwa mereka akan terkena dampak yang lebih besar pada tingkat yang lebih tinggi daripada seeker(pencari Tuhan YME) dalam percobaan Tahun Baru. Ketika itu terjadi berulang-ulang, kemungkinan untuk pulih dari negativitas tidak mungkin. Ini akan menyebabkan efek jangka panjang yang merusak pada tingkat fisik, psikologis dan spiritual.

6. Kata penutup

Tujuan hidup adalah untuk tumbuh secara spiritual atau setidaknya seseorang harus berusaha untuk tidak meningkatkan negativitas spiritual di lingkungan, yang secara langsung menghambat pertumbuhan spiritual masyarakat. Idealnya, Hari Tahun Baru harus menjadi hari di mana seseorang menegaskan kembali tekad seseorang untuk pertumbuhan spiritual sambil mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan YME atas berkah-Nya di tahun yang berlalu.

Perayaan Tahun Baru seperti berpesta sepanjang malam (diperingati di seluruh dunia sebagai bentuk perayaan) secara drastis meningkatkan negatifitas dalam lingkungan dengan berbagai cara dan karenanya sangat berdampak pada masyarakat pada tingkat spiritual. Sayangnya, karena ketidakmampuan untuk merasakan getaran menyusahkan yang halus, masyarakat terus merayakan Tahun Baru sedemikian rupa tanpa menyadari sisi gelapnya.

Bergantung pada budaya, tanggal di mana Hari Tahun Baru ditetapkan dapat bervariasi. Dari sudut pandang spiritual, perayaan semacam itu tidak boleh sekitar tengah malam atau setelah matahari terbenam tetapi di pagi hari. Hanya jika perayaan diarahkan pada kemajuan spiritual (sesuai prinsip-prinsip Universal) atau kepositifan spiritual akan getaran positif dipancarkan dan masyarakat diuntungkan.