Debat pernikahan sesama jenis – sebuah perspektif spiritual

1. Pengantar mengenai debat pernikahan sesama jenis

Pada awal abad ke-21, dunia telah melihat peningkatan minat dan tindakan legislatif untuk mendukung dan melegalkan pernikahan sesama jenis, yang juga dikenal sebagai ‘pernikahan gay’. Belanda merupakan negara pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis pada tahun 2001.

Dari Wikipedia: “Pernikahan sesama jenis (juga dikenal sebagai pernikahan gay) adalah perkawinan antara dua orang dengan jenis kelamin dan/atau identitas gender yang sama. Pengakuan hukum atas pernikahan sesama jenis atau kemungkinan untuk melakukan pernikahan sesama jenis terkadang disebut sebagai pernikahan setara atau kesetaraan pernikahan, terutama oleh para pendukungnya. Legalisasi pernikahan sesama jenis ditandai sebagai “mendefinisikan ulang pernikahan” oleh banyak penentang.

Undang-undang pertama di zaman modern yang mengizinkan pernikahan sesama jenis diberlakukan selama dekade pertama abad ke-21. Pada tanggal 9 Mei 2014, enam belas negara: Argentina, Belgia, Brasil, Kanada, Denmark, Prancis, Islandia, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, Spanyol, Afrika Selatan, Swedia, Inggris, Uruguay dan beberapa yurisdiksi sub-nasional (bagian dari Meksiko dan Amerika Serikat) mengizinkan pasangan sesama jenis untuk menikah. Jajak pendapat di berbagai negara menunjukkan bahwa ada peningkatan dukungan untuk secara hukum mengakui pernikahan sesama jenis di seluruh ras, etnisitas, usia, agama, afiliasi politik, dan status sosial ekonomi.

Debat pernikahan sesama jenis – sebuah perspektif spiritual

Pernikahan terbuka untuk pasangan sesama jenis

Diakui bila dilakukan di wilayah hukum khusus lainnya

Pemerintah/Pengadilan melegalkan pernikahan tersebut tetapi hukumnya belum berlaku

Serikat sipil/kemitraan domestik

Kohabitasi tidak terdaftar

Negara tunduk pada badan internasional yang menyarankan pengakuan pernikahan sesama jenis

Serikat sesama jenis tidak diakui secara hukum

Garis besar wilayah: Pernikahan tradisional sesama jenis yang tidak dianggap homoseksual (Warna yang lebih tinggi dalam daftar mengesampingkan yang di bawahnya.) – Sumber: Wikipedia

Pengenalan undang-undang pernikahan sesama jenis telah bervariasi menurut yurisdiksi, yang dilakukan dengan beragam melalui perubahan legislatif terhadap undang-undang pernikahan, keputusan pengadilan yang didasarkan pada jaminan konstitusional atas persamaan, atau oleh pemungutan suara secara langsung (melalui sebuah inisiatif pemungutan suara atau referendum).” – Sumber: Wikipedia

Orang-orang tidak membutuhkan sebuah demokrasi yang mendorong mereka menuju kesengsaraan; namun orang-orang membutuhkan pemerintahan yang akan memberikan kebahagiaan tertinggi: “Menjaga kesejahteraan masyarakat dalam arti yang sebenarnya dapat dilakukan dengan membuat orang tetap bahagia dan puas di kehidupan materialistiknya, menunjukkan jalan Kebahagiaan Hakiki dan membantu mereka untuk melangkah di jalan tersebut. Saat ini, orang tidak memandang melampaui kebahagiaan psikologis dan fisik yang sesaat, dan untuk kesenangan jangka pendek ini terkadang orang merasa bahwa hak dasarnya adalah untuk memaksakan sistem kepercayaan dan perilaku mereka yang salah pada orang lain. Akibatnya, orang-orang sedang didorong ke dalam kesengsaraan. “- Yang Mulia Dr. Athavale (31.3.2014)

“Pengakuan pernikahan sesama jenis adalah isu politik, sosial, hak asasi manusia dan hak-hak sipil, serta isu keagamaan di banyak negara dan di seluruh dunia, dan perdebatan terus berlanjut mengenai apakah pasangan sesama jenis harus diizinkan untuk menikah, atau malah diizinkan untuk memiliki status yang berbeda (serikat sipil), atau hak tersebut ditolak. Asosiasi Antropologi Amerika menegaskan bahwa penelitian ilmu sosial tidak mendukung pandangan bahwa peradaban ataupun tatanan sosial yang layak bergantung pada tidak mengakui pernikahan sesama jenis. Pernikahan dan hubungan sesama jenis telah menjadi tema dalam beberapa alur cerita fiktif, mitologi, kultus klasik, dan video game. ” – Sumber: Wikipedia

“Badan legislatif negara telah terlibat secara mendalam dalam debat publik tentang bagaimana mendefinisikan pernikahan dan apakah pengakuan resmi ‘pernikahan’ harus diperluas ke pasangan sesama jenis. Tujuh belas negara bagian dan Distrik Kolombia saat ini memiliki undang-undang yang mengizinkan perkawinan sesama jenis.” – Sumber: National Conference of State Legislature, USA

Berikut adalah beberapa statistik untuk Amerika Serikat:

  • 646.000 – Jumlah rumah tangga pasangan sesama jenis di Amerika Serikat pada tahun 2010, menurut Biro Sensus. – Sumber: CNN
  • 80,4% – Persentase pertumbuhan rumah tangga pasangan sesama jenis di AS antara tahun 2000 dan 2010, menurut Biro Sensus. – Sumber: CNN
  • 115.064 – Jumlah rumah tangga pasangan sesame jenis di Amerika Serikat dengan anak-anak, menurut Biro Sensus. – Sumber: CNN

Debat pernikahan sesama jenis – sebuah perspektif spiritual

2. Debat pernikahan sesama jenis – apakah pernikahan sesama jenis perbuatan benar atau salah?

Perkembangan dan statistik di atas yang berkaitan dengan pasangan sesama jenis dan perkawinan dan perdebatan pernikahan sesama jenis menunjukkan seberapa dalam kita sekarang di Kaliyuga (era yang paling buruk). Tingkat kesadaran spiritual rata-rata seorang manusia berada pada titik terendah sepanjang masa. Karena inilah pemahaman tentang apa yang benar atau salah dari sudut pandang Tuhan YME telah hilang. Itulah sebabnya sangat mudah mempengaruhi pikiran orang untuk menyetujui sesuatu yang bersifat salah.

Bila kita mengatakan 'Tuhan YME', itu sebenarnya berarti Kebahagiaan abadi karena Kebahagiaan adalah sifat jiwa manusia. Kualitas jiwa adalah Kebahagiaan Abadi, Pengetahuan Absolut dan Kebenaran Absolut. Saat kita melakukan latihan spiritual, pertumbuhan spiritual terjadi. Dengan pertumbuhan spiritual, seseorang memperoleh lebih banyak akses ke kualitas jiwa. Maka hanya latihan spiritual saja yang bisa membantu kita merealisasikan Kebenaran.

Tuhan YME telah menciptakan manusia dalam dua bentuk – perempuan dan laki-laki – untuk persahabatan, prokreasi, untuk saling melengkapi dan belajar satu sama lain, dan terutama untuk pertumbuhan spiritual. Tinggal dengan, atau menikahi seseorang yang sesama jenis tidak sesuai dengan Hukum Alam. Secara umum, di alam tidak ada hubungan seks sesama jenis. Bila sesuatu sesuai dengan Hukum Alam itu disebut ‘alami’. Bila sesuatu tidak sesuai dengan Hukum Alam, itu disebut ‘tidak wajar’. Dan bila ada sesuatu yang tidak wajar, ada alasan di balik itu.

3. Akar penyebab homoseksualitas

Alasan utama di balik orientasi gay beberapa pria adalah bahwa mereka dirasuki oleh hantu wanita. Hantu perempuan di dalamnyalah yang tertarik pada pria lain. Sebaliknya daya tarik wanita yang dialami oleh beberapa lesbian adalah karena adanya hantu laki-laki di dalamnya. Kesadaran hantu mengalahkan perilaku normal orang tersebut yang menghasilkan daya tarik homoseksual. Penelitian spiritual telah menunjukkan bahwa penyebab preferensi homoseksual terutama didominasi dalam dunia spiritual.

Debat pernikahan sesama jenis – sebuah perspektif spiritual

4. Dampak sosial

Menurut seorang Saint yang sudah maju, Adi Shankaracharya dari India (abad ke-8 – 9 M), Kebenaran (Dharma) adalah yang menyelesaikan 3 tugas:
1. Menjaga sistem sosial dalam kondisi prima
2. Membawa kemajuan duniawi setiap makhluk hidup
3. Menyebabkan kemajuan dalam dunia spiritual juga.
– Shri Adi Shankaracharya

Adalah wajar bahwa populasi LGBT memiliki kebutuhan untuk dihormati sebagai manusia, dan sebenarnya seharusnya begitu. Meskipun demikian, undang-undang tentang pernikahan sesama jenis tidak sesuai dengan Hukum Kebenaran Tuhan YME. Mengesahkan perkawinan sesama jenis atas nama hak asasi manusia dan kebebasan tidak menunjukkan kemajuan masyarakat. Sebenarnya, hal itu menunjukkan kemundurannya. Dalam umat manusia, kita perlu tahu apa yang benar dan apa yang salah. Sama seperti kita mengajari anak-anak untuk tidak bermain di air kotor atau makan lumpur, kita perlu mendidik masyarakat tentang apa yang benar atau salah.

Dengan gagal melakukannya, kita berisiko untuk terus menurun dalam Kebenaran dan akibatnya orang-orang di masyarakat akan lebih menderita.

Mungkin semakin banyak orang sekarang menyadari bahwa nukleus masyarakat – keluarga dan struktur alaminya – telah dirusak.

“Apa yang orang inginkan adalah kebahagiaan, tapi Bliss adalah kebahagiaan yang jauh lebih superlatif. Itu tergantung apa yang kita mau – kebahagiaan permanen dan Kebahagiaan hakiki atau kebahagiaan duniawi dan dukacita? Tuhan YME berarti Kebahagiaan Hakiki – sama sekali tidak ada kesedihan. “- H. H. Dr. Athavale

Baik pria maupun wanita semakin menderita dan tidak puas. Makanya jumlah perceraian terus meningkat di hampir semua negara di dunia. Anak-anak menjadi semakin dibesarkan oleh TV dan video game karena mereka ditinggalkan pada usia dini.

"Ketika perkawinan seperti ini terus meningkat, karena tidak ada anak, umat manusia akan berakhir."- H.H. Dr. Athavale.

Akar penyebab masalah ini adalah bahwa manusia telah menjadi lebih egois seiring berjalannya waktu dan mengejar kebahagiaan jangka pendek. Pemikiran utamanya adalah “Saya menginginkan kebahagiaan setiap saat dan untuk itu saya akan melakukan apapun yang ingin saya lakukan”. Bila kita melakukan apa yang orang lain inginkan, terdapat pengorbanan, dan dalam pengorbanan ada Kebahagiaan Hakiki. Kita gagal menyadari bahwa di dalam pengendalian diri terdapat lebih banyak kebahagiaan daripada hidup sesuai keinginan kita sendiri, karena hal itu menurunkan ego. Saat ego berkurang, Kebahagiaan Hakiki (Bliss) sudah dialami. Saat ego benar-benar hilang, ada Bliss yang abadi.

“Seorang individu sejahtera jika masyarakat sejahtera. Oleh karena itu, masyarakat lebih penting daripada kebebasan individu.” H. H. Dr. Athavale
"Manusia dilindungi oleh masyarakat, masyarakat oleh bangsa dan bangsa oleh Tuhan YME." - Yang Mulia Dr. Athavale
Begitu struktur keluarga lemah, masyarakat menjadi lemah. Energi negatif menggunakan kelemahan ini dan bisa menguasai masyarakat melalui berbagai orang yang berkuasa. Membiarkan perkawinan sesama jenis lebih lanjut berkontribusi pada kemunduran masyarakat.

5. Terlibat dalam aktifitas homoseksual ataupun mendukungnya dapat mengundang dosa

Tabel perbandingan dosa yang berkaitan dengan homoseksualitas
Sin Dosa %
Menggunakan kata-kata kasar 1%
Berciuman di tempat umum 2%
Pernikahan sesama jenis 2%
Berada diantara orang-orang yang telanjang 3%
Pasangan sesama jenis yang memutuskan untuk memiliki anak 5%
Orang yang mendukung pernikahan sesama jenis 4%
Otoritas yang mengesahkan perkawinan sesama jenis 5%
Terlibat dalam seks ataupun aktifitas homoseksual 5%
Hubungan seks homoseksual 5%
Membujuk orang lain ke dalam kegiatan homoseksual 8%
Berhubungan seks di tempat umum 10%
Menyerang seseorang 13%
Pembunuhan 100%

* Angka di atas hanya untuk satu kejadian. Jika kegiatan di atas diulangi, dosa menumpuk.

** Mereka yang tidak mengizinkan perkawinan sesama jenis melakukan tugas mereka sesuai dengan Hukum Kebenaran.

6. Energi negatif mempengaruhi pasangan sesama jenis

Aktifitas

Dampak per tahun

Durasi dalam pikiran sadar

Durasi dalam pikiran bawah sadar

Pasangan menikah sesama jenis

10%

Seumur hidup

Untuk banyak kelahiran

Pasangan sesama jenis dengan anak-anak – efek pada anak-anak

15%

Seumur hidup

Untuk banyak kelahiran

Oleh karena itu tidak dianjurkan untuk mempraktikkan homoseksualitas atau tinggal dengan sesama jenis.

7. Pasangan sesama jenis dengan anak-anak

Dalam beberapa kasus, pasangan perkawinan sesama jenis memiliki anak-anak baik dari hubungan heteroseksual mereka sebelumnya, atau kehamilan pengganti (pengganti adalah pengaturan di mana seorang wanita membawa dan melahirkan anak untuk pasangan atau orang lain), atau dari adopsi.

same sex couple with children same sex gay couple with baby

“Adopsi bersama sepenuhnya oleh pasangan sesama jenis saat ini legal di negara berikut: Argentina (2010), Belgia (2006), Brasil (2010), Kanada (1999 dan seterusnya, bergantung pada provinsi), Denmark (2010), Prancis (2013), Islandia (2006), Belanda (2001), Selandia Baru (2013), Norwegia (2009), Afrika Selatan (2002), Spanyol (2005), Swedia (2002), Inggris (Inggris dan Wales 2005, Skotlandia 2009, Northern Irlandia 2013, Uruguay (2009). “- Sumber: Wikipedia

Adalah satu hal untuk memilih hidup dengan sesama jenis dan yang lainnya melibatkan anak-anak dalam persatuan yang tidak wajar ini. Hal ini terjadi karena keegoisan pasangan sesama jenis. Untuk memenuhi kebutuhan mereka akan menjadi orang tua, mereka memutuskan untuk membesarkan dan mendidik anak-anak di lingkungan homoseksual. Hal ini mempengaruhi anak-anak secara negatif seperti terlihat pada tabel di atas. Dalam ilmu psikologi ini disebut ‘pemodelan’. Apa yang anak lihat akan merasa berhak atas mereka dan mereka akan memodelkan (menyalin) itu. Ini juga menimbulkan dosa.

“Orang yang egois, hanya memiliki kebutuhan atau keinginan mereka dalam pikiran dan ‘diri sendiri’ adalah pusat perhatian mereka. Bertentangan dengan ini, pencari Tuhan YME (seeker) memiliki Tuhan sebagai pusat perhatian mereka dan akibatnya mendapatkan perlindungan dari Tuhan. Itulah sebabnya kita perlu melakukan latihan spiritual secara teratur sesuai dengan 6 prinsip dasar, untuk maju secara spiritual dan secara alami menjauh dari keegoisan dan praktik lainnya yang secara rohani berbahaya bagi kita dan masyarakat. “- H.H Dr. Athavale

Oleh karena itu, tidak disarankan untuk membawa anak-anak dalam rencana   kehidupan dan lingkungan pasangan sesama jenis.

8. Pengobatan untuk mengatasi kecenderungan dan aktifitas homoseksual

8.1 Pada tingkat psikologis

Hipnoterapi dapat digunakan untuk mengatasi kecenderungan homoseksual dengan:

  1. Mengklarifikasi kesalahpahaman bahwa ada sesuatu yang salah secara biologis dengan orang homoseksual (kecuali jika terbukti bahwa homoseksualitas terjadi karena perubahan hormon).
  2. Menimbulkan daya tarik fisik kepada lawan jenis.
  3. Menghapus ingatan pengalaman homoseksual sebelumnya dan menggantinya dengan yang heteroseksual.

8.2 Pada tingkat spiritual

Homoseksualitas dapat diatasi dengan latihan spiritual teratur sesuai dengan 6 prinsip dasar. SSRF menganjurkan beberapa langkah sederhana.

Untuk mengatasi kecenderungan dan keinginan homoseksual, seseorang harus melakukan terapi penyembuhan spiritual di bawah ini:

Debat pernikahan sesama jenis – sebuah perspektif spiritual

Untuk mengatasi kecenderungan dan keinginan homoseksual, seseorang harus melakukan terapi penyembuhan spiritual berikut:

Chanting (mengucapkan Nama aspek Tuhan YME tertentu) Mudra Nyas
Om Rudraya namaha’ (posisi jari tertentu untuk menyalurkan energi Ilahi ke dalam tubuh dan tubuh halus) Seseorang dapat terus melakukan mudra seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas: Nyas adalah memfokuskan aliran energi melalui media jari yang disatukan ujungnya. Dengan melakukan nyas, kita memusatkan energi spiritual kita dengan mengarahkan jari-jari kita yang menyatu ke pusat energi tertentu. Dianjurkan untuk melakukan nyas pada Sahasrar (chakra mahkota) dan Swadhishthan (chakra sakralis) secara bersamaan.

1.Metode chanting:

  1. Ucapkan Nama ini masing-masing 108 kali di pagi hari, siang hari dan malam hari.
  2. Nyalakan sebuah dupa saat chanting.
  3. Terapkan abu suci (vibhuti) pada tubuh
Metode: Gabungkan ujung jempol dan telunjuk dengan sedikit tekanan menggunakan ibu jari. Jari lain tetap diluruskan sebisa mungkin.
Durasi: Setiap hari sampai kecenderungan homoseksual hilang. Umumnya mudra harus dilakukan terus menerus selama 45 menit. Bisa juga dilakukan dalam durasi yang lebih lama.
Nyas harus selalu diiringi dengan chanting. Dengan chanting, kita menyerap energi ilahi dari Nama aspek Tuhan YME yang kita ucapkan. Dengan nyas, kita menyalurkan energi Ilahi yang berasal dari chanting ke pusat energi spiritual tertentu. Dengan demikian, energi itu tersebar ke organ-organ di daerah itu. Jika tangan Anda mulai sakit selama melakukan nyas, Anda bisa menurunkan tangan dan beristirahat selama beberapa saat atau Anda bisa mengganti tangan Anda.
Dengan melakukan terapi di atas, seseorang dapat terbebas dari kecenderungan dan aktivitas homoseksual dan menjalani kehidupan yang lebih bahagia dan Bliss.