Perang Dunia Ketiga (PD3) dan Perang Akhir Zaman

Perang Akhir Zaman dan PD3 yang segera terjadi akan membuka jalan menuju zaman baru umat manusia.

Abstraksi:

Tanpa diketahui oleh sebagian besar dari kita, dunia sedang berada di tengah-tengah pertempuran halus (tak kasat mata) antara kebaikan dengan kejahatan yang juga dikenal sebagai Perang Akhir Zaman. Perang ini sedang terjadi terutama dalam dimensi halus (non-fisik) di semua wilayah Alam Semesta termasuk Bumi (Bhūlok). Sebagian kecil pertempuran ini yang akhirnya terjadi pada alam fisik (Perang Dunia/PD 3), akan memiliki konsekuensi-konsekuensi bencana besar di Bumi terhadap kita. Ada kemungkinan untuk mengurangi keparahan Perang Dunia 3 (PD3) dan Perang Akhir Zaman ini pada umat manusia jika kita melakukan latihan spiritual, yang sesuai dengan keenam prinsip dasar latihan spiritual.

Untuk memahami artikel ini anda disarankan untuk membaca artikel-artikel berikut:

1. Sattva, Raja dan Tama Ketiga komponen-komponen dasar halus (non-fisik) yang membentuk Alam Semesta.
2. Pertempuran antara ‘baik’ dan ‘jahat’

1. Pendahuluan tentang Perang Akhir Zaman dan PD3

 Catatan: Kami juga menyarankan Anda membaca Panduan keselamatan PD3.

Zaman ini terus mengalami kecenderungan yang meningkat akan terjadinya bencana alam, kegiatan terorisme, perang dan gejolak politik. Tidak ada jeda atau tanda-tanda melambat pada kecenderungan ini. Cukup banyak dari kita mungkin merasa tidak berdaya ketika melihat dunia kita terjerumus dalam bahaya yang tak terkendali dan menuju zaman yang lebih berat lagi. Sejumlah peramal seperti Nostradamus, Edgar Cayce, dll. telah memperkirakan masa-masa pergolakan dan kesulitan dengan proporsi yang dahsyat. Terdapat juga banyak pembicaraan tentang perang akhir zaman atau perang dunia ketiga (PD3) antara kekuatan-kekuatan baik dan jahat yang akan terjadi pada era kehidupan kita.

Perang dunia 3 _ subtle

Kami melakukan penelitian spiritual untuk mengeksplorasi peristiwa-peristiwa dalam dimensi halus (non-fisik) di balik kecenderungan mengkhawatirkan tersebut dan apa yang akan terjadi pada kehidupan kita.

Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan informasi yang terungkap melalui penelitian spiritual tentang:

  • Kekuatan-kekuatan spiritual yang mendalangi peristiwa di seluruh dunia selama periode perang akhir zaman (PD3) ini dan awal zaman yang akan datang.
  • Langkah-langkah yang dapat diambil oleh manusia untuk meminimalkan dampak peristiwa-peristiwa akibat perang akhir zaman (PD3) ini.

 

2. Alur Peristiwa Perang Akhir Zaman dan Perang Dunia 3 (PD3)

Dari tahun 1993, penyihir-penyihir halus telah mulai menabur benih untuk kerusakan masyarakat dan mempercepat kejahatan/ketidakbenaran. Dalam kebanyakan kasus, dunia telah menentukan proses kerusakan pada tempatnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan sifat materialistik manusia dan bekurangnya Kebajikan. Dibantu oleh energi-energi negatif tingkat tinggi, penurunan tersebut meningkat dalam intensitas dan kecepatannya. Seiring berjalannya waktu benih-benih ini akan berakar dan meningkatkan kerusakan di masyarakat. Sehubungan masyarakat menjadi semakin lalim, mereka dipermainkan/ jatuh tepat ke tangan energi-energi negatif dan meningkatkan Raja dan Tama di lingkungan. Peningkatan Raja dan Tama ini akan menyebabkan ketidakstabilan dunia yang kita kenal dan akan berujung pada bencana-bencana alam yang parah dan Perang Dunia 3.

Berikut ini adalah contoh dari beberapa mekanisme yang telah digerakkan oleh hantu-hantu (setan, setan, energi negatif, dll). Grafik juga memberikan peristiwa-peristiwa lainnya yang akan terjadi hingga menjelang pembentukan era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas pada umat manusia.

Tahun Peristiwa
2000 Benih pertengkaran-pertengkaran domestik yang kuat ditaburkan dalam masyarakat
2001 Benih peningkatan unsur-unsur anti-sosial di masyarakat
2002 Benih peningkatan penyimpangan di tempat ibadah yang mempercepat peningkatan Raja dan Tama. Tempat ibadah berkontribusi pada komponen Sattva dalam masyarakat. Ketika terjadi penyimpangan di sana akan mengurangi Sattvikta dan dengan demikian membantu meningkatkan Raja dan Tama.
2006 Benih awal dari perusakan tempat-tempat ibadah
2011 Benih terorisme di bawah pengaruh hantu-hantu untuk menghancurkan organisasi-organisasi spiritual
2014 Tingginya frekuensi kejadian bencana alam
2015 Malapetaka akibat banjir dan meletusnya gunung berapi
2016 Sebuah gempa bumi dashyat di Pakistan
2017 Negara-negara di Timur Tengah rata dengan tanah dalam ledakan-ledakan bom
2018 Amerika, Cina dan Jepang dilanda perang, korban jiwa tak terhitung yang belum pernah terjadi sebelumnya.
2019 Hilangnya supremasi para politisi dan umat manusia memohon agar Orang-orang Suci menyelamatkan mereka
2020 Penurunan dalam proses yang merusak dan dominasi partikel-partikel Kesadaran Ilahi dalam lingkungan
2021 Benih waktu yang kondusif dan saling melengkapi untuk pembentukan era penghidupan dan penyalaan kembali cahaya Spiritualitas pada umat manusia
2022 Rasa senang dan antusiasme dalam lingkungan
2023 Ketentraman dalam lingkungan
2024 Ketentraman internal (di dalam) dan eksternal (di luar) dalam hidup
2025 Benih peningkatan latihan spiritual dan perjalanan spiritual menuju kesadaran Tuhan YME yang ditabur oleh para ‘pencari’ Tuhan. Dimulainya era penghidupan dan penyalaan kembali cahaya Spiritualitas dalam umat manusia.

Catatan: Pada tingkat dunia berjalan saat ini:

  • Probabilitas bencana ini dapat dihindari adalah 1%
  • Intensitas dapat bervariasi + / – 10%
  • Waktu kejadian mungkin bervariasi + / – 10% dalam jangka waktu 25 tahun secara keseluruhan.
Perang dunia 3 _ dampak2
Perang dunia 3 _ dampak1

3. Prediksi tingkat keparahan Perang Akhir Zaman dan PD3

Tanpa diketahui kebanyakan orang, Alam Semesta tengah berada dalam perang halus (non-fisik) dengan proporsi yang dahsyat. Sebagian besar Perang Akhir Zaman ini akan terjadi di alam-alam halus. Pertempuran dalam dunia fisik (PD3), yang terjadi di Bumi juga sebagian besar terjadi akibat perang di dimensi halus/non-fisik. Oleh karena itu, pemahaman akan penyebab kejadian tersebut hanya terbatas bagi Para Suci dengan tingkat evolusi spiritual sangat tinggi di Bumi.

Hanya sebagian kecil dari Perang Akhir Zaman yang akan dialami di Bumi dalam rupa Perang Dunia 3 (PD3). Tapi bagian kecil ini pun akan menjadi malapetaka dan penyebab kehancuran massal. Kita akan menyaksikan secara fisik sebagian kecil dari Perang Akhir Zaman dalam bentuk pelepasan kekuatan-kekuatan alam dan Perang Dunia 3 (PD3) dimana senjata pemusnah massal akan digunakan. Peningkatan frekuensi bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan gunung berapi disebabkan terutama karena kenaikan Raja dan Tama yang didorong oleh kejahatan di Bumi. Mereka yang memicu Perang Dunia 3 (PD3) akan berada di bawah kendali energi-energi negatif tingkat tinggi yang juga dikenal sebagai penyihir-penyihir halus atau māntriks.

Intensitas PD3 dan Perang Akhir Zaman - dimensi halus dan fisik

Tabel berikut menunjukkan perbandingan dalam tingkat keparahan antara berbagai Perang Dunia dengan mempertimbangkan kedua aspek halus (non-fisik) maupun kasar (fisik).

Nama peperangan Tahun Tingkat Keparahan dari Pertempuran Halus dan Fisik
Perand Dunia 1 1914 – 1918 30
Perang Dunia 2 1939 – 1945 50
Perang Dunia 3 2015 – 2023 70
Peleburan Alam Semesta Akhir dari Kaliyug 100

Grafik dan tabel diatas memberi kita pemahaman tentang skala dari pertempuran tersebut. Untuk menempatkan hal-hal dalam perspektif, gabungan unsur-unsur fisik dan halus/ non-fisik yang terlibat dalam Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2 pada puncaknya memiliki tingkat keparahan masing-masing 30 dan 50. Semua bencana-bencana besar dan kegiatan terorisme beberapa tahun terakhir merupakan petunjuk yang berkaitan langsung dengan pertempuran halus. Energi negatif tingkat tinggi seperti penyihir halus (māntriks) merasuki individu-individu yang memiliki mentalitas untuk merugikan masyarakat dan melaksanakan kegiatan terorisme melalui mereka terhadap umat manusia. Fakta bahwa intensitas pertempuran akan meningkat hingga 70 unit pada tahun 2017 (PD3) memberikan kita suatu indikasi dari tingkat keparahan pertempuran tersebut. Hal ini kemudian akan cepat turun ke tingkat nol pada tahun 2023. Tingkat 100 unit adalah intensitas dari pertempuran halus pada saat disolusi/peleburan Alam Semesta.

4. Tahapan-tahapan utama dari Perang Akhir Zaman dan PD3

Pertempuran Hari Kiamat yang sedang diperjuangkan sebagian besar terjadi di dimensi spiritual. Selain itu, pertempuran tersebut juga memberikan dampak buruk pada dunia meskipun sebagian besar terjadi pada tingkat halus tak berwujud. Konsekuensi-konsekuensi dari perang halus/non-fisik tersebut yang utama adalah dalam bentuk benih-benih yang ditaburkan untuk kerusakan dunia lebih lanjut yang cepat dan bertahap di berbagai tingkatan. Hal ini terjadi dalam dua cara:

  • Dengan mengurangi sāttviktā di dunia secara keseluruhan.
  • Dengan meningkatkan cengkraman kekuatan-kekuatan jahat pada umat manusia.

Tahapan-tahapan utama Perang Akhir Zaman dijelaskan sebagai berikut :

Tahun Peristiwa
1999 – 2012 Pertempuran dimensi halus

  1. Pertempuran antara ‘baik’ melawan ‘jahat’ di dunia halus/non-fisik dengan beberapa kejadian di alam fisik yang menandakan dimulainya pertempuran tersebut.
  2. Pertempuran pada tingkat fisik – energi-energi negatif mencegah para ‘pencari’ dari melakukan latihan spiritual dan membuat hambatan-hambatan saat melakukannya.
2013 – 2015 Dimulainya pertempuran di dimensi fisik (Bumi)

  • Gelombang pertempuran antara ‘baik’ melawan ‘jahat’ pada tingkat halus mulai berubah dan kekuatan yang ‘baik’ mulai menang.
  • Konflik internal (dalam negeri) mengambil bentuk peperangan kecil atau bentrokan-bentrokan, dimulainya kerusuhan-kerusuhan di dalam negara-negara, pemberontakan rakyat terhadap sistem di tingkat nasional; meskipun setiap kejadian mungkin tampak sebagai peristiwa yang independen (tidak berkaitan), namun akar penyebabnya adalah energi negatif tingkat tinggi dari alam halus

Bencana-bencana alam

  • Peningkatan frekuensi bencana-bencana alam

Pertempuran di alam fisik

  • Dimulainya perang dengan para penjahat dan unsur-unsur anti-sosial pada tingkat fisik, psikologis dan spiritual.
2016 – 2018 Pertempuran utama di dimensi fisik (Bumi)

  • Perang Dunia 3 (PD3) akan terjadi
  • Hilangnya nyawa dalam skala besar

Bencana-bencana alam

  • Bencana-bencana alam dalam skala besar

Pertarungan dengan unsur-unsur anti-sosial

  • Para penjahat dan unsur-unsur anti-sosial di masyarakat dimusnahkan pada tingkat fisik, psikologis dan spiritual.
2019 – 2022 Persiapan untuk Kerajaan Ilahi

  • Gelombang pertempuran baik versus jahat pada tingkat fisik mulai berubah dan kekuatan yang baik mulai menang.
  • Pemerintahan belajar dari Kerajaan Ilahi
2023 Pembentukan Kerajaan yang dominan Sattva-nya (Ilahi)

4.1 Prediksi PD3 – Siapa dalang dibalik Perang Dunia 3 dan apa pemicunya?

Perang Dunia Ketiga (PD3) akan dimulai di tahun 2015 dan berlanjut selama sekitar 9 tahun sampai 2023. Perang yang akan dipertempurkan dalam jangka waktu tersebut akan saling berhubungan. Namun hal itu mungkin tidak mudah terlihat bagi dunia. Menjelang akhir periode ini, senjata pemusnah massal akan digunakan. Akan terdapat banyak korban jiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya di mana sekitar 1/3 dari populasi akan binasa dan 1/3 lagi akan mengalami penderitaan. Beberapa negara akan terkena dampak lebih dari yang lain. Tak perlu dikatakan, di dunia yang sangat saling berhubungan semua negara akan terkena dampaknya. Perang Dunia 3 akan dipicu terutama akibat fanatisme agama. Energi-energi negatif tingkat tinggi akan menggunakan kelemahan ini pada manusia untuk mendorong mereka melewati batas dan menghasut negara-negara untuk berperang satu sama lainnya.

Dalam ketiga perang dunia, energi negatif dari wilayah Neraka yang semakin rendah menjadi dalang dibalik sikap manusia yang ingin memusnahkan satu sama lain.

  • Perang Dunia 1: Penyihir halus (māntriks) dari wilayah ke-2 Neraka
  • Perang Dunia 2: Penyihir halus terutama dari wilayah ke-3 Neraka mengambil bagian dalam mengatur Perang Dunia II. Hitler misalnya sepanjang masa kekuasaannya dikuasai oleh penyihir halus dari wilayah ke-5 Neraka. Ini juga alasan dari kemunculan dramatisnya saat merebut kekuasaan. Sepanjang pemerintahannya penyihir tersebut sepenuhnya bermanifestasi.
  • Perang Dunia 3: Penyihir-penyihir dari wilayah ke-4 neraka akan berada di balik Perang Dunia Ketiga yang terjadi di alam fisik. Namun dalam pertempuran halus/non-fisik, penyihir-penyihir halus dari wilayah ke-7 Neraka akan ambil bagian.

Urutan kejadian Perang Dunia 3 dan pembentukan ‘Kerajaan Ilahi’

Tahun Tahapan-tahapan Perang Dunia Ketiga (PD3)
2015 Permulaan
2016 – 2018 Meningkatnya kemenangan-kemenangan dari orang-orang lalim di bawah kekuatan-kekuatan ‘jahat’
2019 – 2021 Kebajikan dan kejahatan pada tingkatan yang setara
2022 – 2023 Meningkatnya kemenangan-kemenangan dari orang-orang bajik di bawah kekuatan-kekuatan ‘baik’
2023 dan seterusnya Pembentukan ‘Kerajaan Ilahi’
‘Tergantung pada pengabdian para ‘pencari’ Tuhan, waktu perang antara para pengabdi (bajik) dan kekuatan-kekuatan iblis (lalim) dapat berubah.’

– – Yang Mulia Dr Athavale

4.2 Peran India dalam Perang Akhir Zaman dan PD3

Sejak zaman dahulu kala, India telah menjadi pusat spiritual dunia. Penelitian spiritual telah mengungkapkan bahwa dalam Perang Akhir Zaman yang akan berlangsung, India akan memegang peranan pusat dari perspektif spiritual. Dalam perjalanan perang, kekuatan-kekuatan negatif akan menghasut negara-negara tetangga untuk menyerang India demi menggoyahkan peran penting yang akan ia mainkan. Sekitar 50% dari populasi India akan musnah karenanya.

5. Dapatkah bencana perang ini dihindari?

Bencana yang diperkirakan terjadi disebabkan terutama oleh komponen-komponen dasar halus/non-fisik RajaTama di dunia yang telah meningkat ke tingkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dimana intervensi mendesak oleh Tuhan YME sangat diperlukan agar dunia dapat dibersihkan sehingga dapat terus berlanjut dengan damai. Namun, jika umat manusia melakukan suatu usaha bersama untuk mengadaptasi gaya hidup yang lebih dominan Sattva-nya, proses pembersihan/penyucian akan terjadi sebagian saja. Hal ini dapat dicapai jika mayoritas umat manusia memperbaiki gaya hidupnya secara drastis dan mengurangi kontribusinya terhadap RajaTama. Hal ini dapat menjadi lebih baik dan efektif lebih dini, jika masyarakat memusatkan upayanya pada peningkatan komponen dasar halus/non-fisik Sattva. Oleh sebab itu bencana tersebut hanya dapat dihindari jika masyarakat sungguh-sungguh mulai melakukan praktik Spiritualitas. Sangat penting dicatat bahwa untuk membuat suatu perubahan, latihan spiritual yang mereka lakukan harus mengambil bentuk yang lebih universal dibanding bentuk sektarian.

Latihan spiritual sesuai dengan enam prinsip dasar latihan spiritual adalah cara yang paling kondusif untuk pertumbuhan di era saat ini. Agama-agama yang mengajarkan bahwa cara mereka adalah satu-satunya jalan menuju Tuhan beresiko melanggar prinsip pertama dari enam prinsip dasar latihan spiritual.

Tergantung pada latihan spiritual kolektif kita dan juga jika beberapa Orang Suci yang telah sangat maju secara spiritual turut mengintervensi, jangka waktu dan tingkat keparahan dari peristiwa-peristiwa tersebut dapat berubah hingga batasan tertentu. Para Suci tingkat tinggi dapat mengubah takdir seluruh umat manusia karena Mereka dapat mengubah jalannya peristiwa atau bahkan mempersingkat masa-masa sulit tersebut di atas apabila Mereka merasa puas atas upaya tulus dari para ‘pencari Tuhan’ dalam menjalankan latihan spiritual. Para ‘pencari Tuhan’ yang melalui latihan spiritual mereka telah mencapai tingkat kesadaran spiritual 60% ke atas akan terlindungi sampai tingkatan tertentu.

6. Apakah perang halus (non-fisik) di akhir zaman itu?

Kekuatan baik dan jahat telah ada sejak awal Alam Semesta. Kekuatan-kekuatan ini berada terutama di wilayah-wilayah halus (tak kasat mata) dari Alam Semesta dan hampir sepenuhnya mempengaruhi kekuatan-kekuatan positif dan negatif di Bumi. Dari waktu ke waktu kekuatan jahat halus (non-fisik) mendapatkan cukup energi spiritual untuk mencoba mendirikan kerajaan iblis di Alam Semesta. Dalam waktu saat ini, keseimbangan kekuasaan antara kekuatan baik dan jahat adalah 70% dan 30% masing-masing. Namun, kekuatan jahat di Alam Semesta telah sekali lagi berhasil memperoleh energi spiritual yang cukup untuk mencoba membangun sebuah kerajaan iblis. Perang yang terjadi kemudian dikenal sebagai perang halus (non-fisik) di akhir zaman yang dampaknya kini sedang dirasakan di semua wilayah Alam Semesta. Pertempuran ini mulai meletus di wilayah halus pada tahun 1999 dan pertempuran itu akan semakin memainkan peranan di alam Bumi dengan konsekuensi perang dunia ketiga (PD3) pada tingkat keparahan setara kiamat kecil bagi umat manusia.

Keparahan dari perang halus (Perang Akhir Zaman) ini dan konsekuensi-konsekuensinya (bencana alam dan PD3) terhadap umat manusia berada dalam proporsi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk alasan inilah; kami menyebutnya sebagai Kiamat Kecil, yang berarti konflik antara ‘baik’ dan ‘jahat’ pada tingkatan malapetaka. Hasil pertempuran adalah kekalahan dari kekuatan-kekuatan negatif dan pembentukan sebuah zaman yang kembali menghidupkan cahaya Spiritualitas pada umat manusia di berbagai wilayah Alam Semesta dan juga di Bumi yang juga dikenal sebagai Kerajaan Ilahi. Zaman dimana cahaya Spiritualitas dalam umat manusia kembali bersinar di Bumi ini akan berlangsung selama sekitar seribu tahun. Kami akan menjelaskan fitur-fitur penting dari zaman kebangkitan cahaya Spiritualitas umat manusia di bagian bawah dari artikel ini.

7. Prinsip di balik perang halus (non-fisik) pada akhir zaman

Kebanyakan dari kita tidak menyadari akan fakta bahwa banyak peristiwa di Bumi, yang mempengaruhi kita pada tingkat individu atau kelompok, memiliki akar masalah di alam spiritual. Mari kita ambil contoh dari peningkatan frekuensi bencana alam akhir-akhir ini.

Faktor kontribusi utama terhadap kecenderungan meningkatnya bencana alam bersifat spiritual. Faktor-faktor fisik seperti gas rumah kaca hanya mengkontribusikan 30% dari masalah. Dengan kata lain, pemerintah–pemerintah dunia dan organisasi-organisasi non-pemerintah (NGO) yang memprakarsai kepatuhan masyarakat internasional terhadap protokol Kyoto, meskipun sangat terpuji, sebaik-baiknya hanya menyelesaikan sebagian kecil dari masalah. Sebagian besar upaya untuk memperbaiki masalah yang dilakukan hanya pada tingkat fisik dan mental tanpa memperhitungkan sisi spiritual akan menjadi sia-sia atau tidak efisien.

Satu faktor spiritual paling penting yang berkontribusi pada munculnya bencana-bencana alam, terorisme dan pergolakan politik adalah meningkatnya komponen-komponen dasar halus (non-fisik)Raja dan Tama. Peningkatan ini terutama disebabkan:

Seluruh dunia adalah seperti sebuah boneka di tangan kekuatan-kekuatan positif dan negatif dari alam halus (tak kasat mata). Orang baik bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan, sedangkan orang jahat adalah boneka di tangan energi negatif (iblis, setan, hantu, dsb.) Orang-orang baik di Bumi tidak akan dapat hidup damai kecuali energi-energi negatif dilumpuhkan. Orang-orang dengan energi spiritual yang rendah yang tidak selalu ‘baik’ maupun ‘jahat’ mudah dipengaruhi oleh hantu dan dikendalikan oleh mereka. Akibatnya, mereka juga berada di bawah kendali hantu–hantu dan memberikan kontribusi pada peningkatan Raja dan Tama. Dalam hal apapun, mereka terjebak dalam perang baku tembak antara mereka yang ‘baik’ dan kekuatan-kekuatan ‘jahat’.

Penyebab utama lainnya untuk peningkatan Raja dan Tama adalah keadaan masyarakat berkaitan dengan Kebenaran/Kebajikan. Menurut seorang Suci (Saint) yang telah maju secara spiritual, Adi Shankaracharya dari India (Abad ke-8-9 SM), Kebajikan (Dharma) terdiri atas penyelesaian tiga tugas:

  1. Menjaga sistem sosial dalam kondisi yang sangat baik
  2. Membawa kemajuan duniawi pada setiap makhluk hidup
  3. Sembari, menyebabkan kemajuan pula di tingkatan spiritual

Kemajuan spiritual dikatakan terjadi hanya ketika latihan spiritual dilakukan sesuai dengan enam prinsip dasar latihan spiritual. Sayangnya, yang lebih sering terjadi, masyarakat dunia gagal dalam memenuhi ketiga kondisi ini. Unsur-unsur negatif dalam masyarakat secara signifikan meningkatkan kerusakan dalam struktur masyarakat.

8. Siapa sajakah kekuatan baik yang berjuang dalam Perang Akhir Zaman ini?

1993: Dalam perang akhir zaman ini, kekuatan-kekuatan baik akan dipimpin oleh seorang Guru Parātpar (pembimbing spiritual yang telah berevolusi di atas tingkat kesadaran spiritual 90%) yang hidup di alam Bumi. Pada awal pertempuran pada tahun 1993, hanya Guru Parātpar dan beberapa pencari Tuhan yang berjuang dalam pertempuran.

Partisipasi mereka sepenuhnya berada di tingkat halus/non-fisik (tak kasat mata), di mana semua partisipan hanya bertindak secara otomatis sesuai kehendak Tuhan tanpa menyadari bahwa tindakan mereka merupakan bagian dari perang akhir zaman. Dengan demikian, semua peserta tidak sadar akan keterlibatan mereka pada tingkatan fisik dalam pertempuran tersebut. Berbagai tindakan dalam perang, terjadi melalui partisipan secara otomatis sesuai dengan kehendak Tuhan, di mana pertempuran tersebut sebagian besar terjadi pada tingkat non-fisik dan pada batas tertentu pada dimensi fisik/nyata, seperti tindakan-tindakan untuk penyebaran Spiritualitas.

2003: Sampai tahun 2003, jumlah pencari-pencari Tuhan yang mendampingi pembimbing spiritual yang telah berevolusi dalam perang naik menjadi 35. Peran mereka sebagian besar adalah menerapkan kehendak Tuhan dalam dimensi fisik. Kekuatan-kekuatan baik semakin meningkat dalam kuantitas dan kualitas sehubungan semakin intensifnya pertempuran halus/non-fisik. Pertempuran di alam halus diperjuangkan murni dengan kekuatan spiritual dan tidak memiliki unsur fisik.

2004: Dari tahun 2004 dan seterusnya, tingkat keparahan dari kekuatan-kekuatan jahat dan konsekuensi akibat dari ‘Perang Akhir Zaman’ meningkat jauh. Oleh karena itu, kekuatan-kekuatan positif dari wilayah halus/non-fisik Surga bergabung dalam pertempuran. Mereka membantu melalui berbagai wujud, mulai dari partikel-partikel Ilahi berwarna kuning dan berkembang menjadi partikel Kesadaran Ilahi, frekuensi-frekuensi cahaya dan frekuensi-frekuensi warna dewa-dewi untuk melawan kekuatan-kekuatan negatif. Perubahan yang progresif dalam wujud energi-energi positif pada dasarnya menandakan bahwa kekuatan-kekuatan dari Surga yang bergabung dalam pertempuran menjadi semakin halus, sehingga kekuatan-kekuatan baik menjadi lebih digdaya.

2008: Dari tahun 2008 ketika tingkat keparahan Perang Akhir Zaman meningkat lebih lanjut, kekuatan-kekuatan dari Surga terbukti tidak cukup dan karenanya partisipasi mereka akan berhenti.

2009 – 2013: Pada tahun 2009, dua makhluk yang telah berevolusi secara spiritual dari wilayah halus/non-fisik Maharlok (suatu wilayah yang lebih tinggi di Alam Semesta) juga akan bergabung dalam pertempuran. Saat itu sekitar 400 pencari Tuhan akan berjuang bersama Guru Parātpar. Pada tahun 2010, makhluk ketiga dari Maharlok akan bergabung dalam pertempuran. Keikutsertaan makhluk-makhluk yang telah berevolusi tersebut akan berada dalam bentuk partikel-partikel Ilahi dan kemudian berkembang ke frekuensi-frekuensi halus/non-fisik, sinar-sinar halus, frekuensi-frekuensi ke-Tuhan-an dan konstelasi-konstelasi halus cemerlang di tahun 2013. Dengan kata lain, bantuan dari Tuhan akan semakin halus dan kuat.

2014 – 2018: Ketika pertempuran halus/non-fisik menguat secara intensif ke tingkat 38 unit pada tahun 2014, pencari-pencari Tuhan yang bertempur secara halus (tak kasat mata) dalam pertempuran ‘Perang Akhir Zaman’ tidak akan bisa berpartisipasi lebih lama lagi karena pertempuran itu akan berada di luar kemampuan spiritual mereka. Merekapun tidak akan dapat menerima dan mentolerir energi spiritual sangat besar yang diberikan oleh Tuhan untuk memenuhi kebutuhan pada tingkatan pertempuran tersebut.

Pada tahun 2014, dua makhluk Tuhan yang lebih tinggi dari wilayah berikutnya yaitu Janalok (suatu wilayah yang lebih tinggi di Alam Semesta) akan bergabung dalam pertempuran halus tersebut. Partisipasi mereka akan berada dalam bentuk partikel-partikel Ilahi dan kemudian berkembang ke frekuensi-frekuensi halus, kobaran api halus/non-fisik, aura-aura cahaya hingga ke frekuensi-frekuensi cahaya pada tahun 2018

2019: Selama beberapa tahun ke depan, ketika ‘Perang Dunia 3 (PD3)’ mencapai puncaknya di tahun 2019,  terdapat 25 makhluk Tuhan dari wilayah Tapolok (suatu wilayah yang lebih tinggi di Alam Semesta) yang akan bergabung dalam pertempuran melawan kekuatan-kekuatan jahat dari wilayah ke-7 Neraka. Setelah itu jumlah makhluk Tuhan tersebut secara bertahap akan berkurang karena pada tahap itu banyak Orang-orang Suci di Bumi sendiri telah berevolusi.

Meskipun adanya penurunan dalam tingkat keparahan pertempuran dari 70 unit pada tahun 2017 sampai ke 48 unit di tahun 2019, jumlah makhluk Tuhan yang berpartisipasi dalam pertempuran akan berjumlah 25 di tahun 2019 dibandingkan dengan hanya 10 pada tahun 2017. Hal ini karena di tahun 2019 di samping pekerjaan menghancurkan kekuatan-kekuatan jahat negatif, pekerjaan positif untuk pembentukan era penghidupan dan penyalaan cahaya Spiritualitas pada umat manusia juga perlu untuk dilakukan.

2021-2023: Di tahun 2021, pembentukan era penghidupan dan penyalaan cahaya Spiritualitas dalam umat manusia akan dimulai. Pada tahun 2023, akan ada kedatangan partikel-partikel dari Satyaloka, yang paling halus dan murni dari 14 wilayah-wilayah halus/non-fisik utama.

2024: Dari tahun 2024 dan seterusnya partisipasi dari wilayah-wilayah positif halus/non-fisik akan berhenti karena tidak akan lagi diperlukan.

9. Fitur-fitur penting dari era penghidupan dan penyalaan cahaya Spiritualitas pada umat manusia

Sisi baik dari Perang Akhir Zaman dan Perang Dunia 3 (PD3) adalah umat manusia pada akhirnya akan mengalami kedamaian di Bumi yang akan bertahan selama hampir 1000 tahun. Pertempuran akan menjadi ajang pembersihan spiritual dunia, mempersiapkan orang-orang untuk dunia sattvik baru yang secara radikal akan berbeda dari yang lama. Bisa dibilang, ini akan menjadi awal mula Satyayuga mini dalam era utama Kaliyuga. Meskipun era ini tidak akan sebanding dengan sattvikta dari era utama Satyayuga (pada masa awal Alam Semesta), periode ini akan menjadi masa pembaharuan spiritual bagi umat manusia.

Berikut ini adalah beberapa fitur dari era baru ini yang mana beberapa dari kita akan memiliki hak istimewa untuk mengalaminya:

  • Tingkat Spiritual: Setelah pengurangan populasi dunia melalui Perang Akhir Zaman dan PD3, modus tingkat kesadaran spiritual dunia akan meningkat menjadi 30% dibandingkan dengan 20% pada saat ini. Kenaikan mendadak 10% dalam tingkat kesadaran spiritual seluruh penduduk dunia cukup mengejutkan dan mencerminkan besarnya jumlah korban jiwa. Silahkan membaca artikel kami tentang tingkat kesadaran spiritual, yang memberikan rincian populasi dunia pada saat ini berdasarkan tingkat spiritualnya.
  • Prioritas dalam kehidupan: Prioritas utama akan diberikan kepada pengetahuan spiritual dan kedewasaan spiritual dalam menilai kemampuan seseorang. Tujuan hidup orang akan condong ke arah pertumbuhan spiritual untuk mencapai kesadaran akan Tuhan YME. Prioritas akan diberikan kepada kekuatan spiritual daripada fisik atau intelektual. Sesuai dengan hal itu, kemajuan tidak akan diukur dalam hal harta kekayaan saja. Pandangan tentang kekayaan akan berubah. Ini akan dilihat murni sebagai sebuah sarana dan bukan tujuan itu sendiri.
  • Sistem Pemerintahan: Demokrasi akan kehilangan statusnya sebagai jenis sistem pemerintahan yang dipilih. Misalnya di India, sebuah kepemimpinan yang baik di bawah bimbingan Orang Suci akan membentuk pemerintahan. Modus operandi kepemimpinan akan sejalan dengan Kebenaran/Kebajikan (Dharma). Tidak akan ada kebutuhan untuk pemilu. Pembimbing spiritual pemerintah akan secara transparan menunjuk para pemimpin. Belahan dunia lainnya yang frustrasi dengan gagalnya eksperimen dalam komunisme, kediktatoran dan demokrasi akan melihat contoh India dan mencoba untuk menerapkan pemerintahan jenis baru ini sejauh yang memungkinkan untuk mereka.
  • Kedekatan: Akan ada persatuan di antara semua bangsa. Orang akan merasakan kedekatan yang tulus dengan budaya-budaya dan bangsa-bangsa lainnya. Ini akan bersumber dari kedewasaan spiritual dari penduduk dunia. Itu akan menjadi dasar suatu pemahaman spiritual alami akan kesatuan seluruh umat manusia.
  • Pendidikan: Sistem pendidikan akan mencakup ilmu pengetahuan Spiritual dan budi pekerti akan Kebajikan dalam kurikulum mereka. Ilmu pengetahuan modern akan memperluas pandangannya untuk memperhitungkan dimensi spiritual.
  • Ilmu kedokteran: Ilmu kedokteran akan ditulis ulang. Mereka sekarang akan memasukkan dimensi spiritual dalam menganalisa akar penyebab masalah. Ayurveda akan diterima secara umum di dunia barat. Sikap dan pandangan-pandangan orang yang berpraktik kedokteran akan berubah. Misalnya, mereka akan mulai mempertanyakan apakah pasien secara spiritual pantas menerima transplantasi organ atau bypass jantung? Apa yang akan orang lakukan dengan keringanan/perpanjangan hidup yang diberikan kepadanya oleh sebuah operasi yang sukses? Apakah dia akan menyia-nyiakan tahun-tahun tambahan yang dia miliki dengan menonton televisi, obrolan-obrolan tanpa tujuan, pesta, dsb.? Bahkan setelah mendapatkan perpanjangan kehidupan orang jarang memikirkan memanfaatkan hidup untuk merealisasikan Tuhan (tujuan dasar kehidupan). Dengan kata lain mereka justur dianggap sebagai penambah beban di Bumi. Jika seseorang membutuhkan perpanjangan umur untuk latihan spiritual, Tuhan akan memberikannya secara otomatis.
  • Sistem hukum dan peradilan: Sistem dan proses hukum akan berubah secara dramatis. Sekarang kita memiliki pengadilan hukum, nantinya kita akan memiliki pengadilan keadilan. Tidak akan ada kebutuhan untuk pengacara karena para hakim akan berevolusi secara spiritual dan akan dapat secara intuisi merasakan kebenaran dalam masalah yang dihadapi. Indra keenam (ESP) mereka yang sangat mendalam akan memungkinkan mereka untuk melihat dengan jelas siapa yang berbohong dan siapa yang mengatakan sebenarnya. Singkatnya, keadilan akan ditegakkan secara langsung dan tanpa menghabiskan biaya satu sen pun.
  • Seni: Seniman-seniman tidak akan melakukan seni demi kepentingan seni semata, tetapi sebagai latihan spiritual untuk lebih dekat dan membawa orang-orang lain dekat dengan Tuhan.
  • Keamanan: Karena negara yang berasaskan Kebenaran/Kebajikan adalah ciptaan Tuhan, hanya Tuhan yang mengurus keamanannya. Ini berarti bahwa Tuhan sendiri menuntun para pemimpin tentang langkah yang tepat untuk dilakukan.
  • Lingkungan: Alam sangat dipengaruhi oleh tindakan-tindakan manusia. Ketika manusia menjadi semakin Sattvik melalui latihan spiritual, alam secara otomatis menjadi kondusif untuk manusia. Akan ada pengurangan menyeluruh dalam fenomena cuaca aneh yang kita alami di masa saat ini.
  • Keluarga Berencana: Pemerintah tidak perlu melakukan kebijakan keluarga berencana. Akan ada kepatuhan otomatis pada keluarga berencana dalam masyarakat. Tulisan Weda suci juga menganjurkan anak tunggal tetapi bukan karena takut akan kelangkaan makanan dll, tapi untuk memberi kesan pentingnya kontrol pada nafsu birahi sehingga dapat tumbuh secara spiritual.

9.1 Pentingnya era penghidupan dan penyalaan kembali cahaya Spiritualitas pada umat manusia

Kita hidup di zaman yang sangat penting – di penghujung perubahan sebuah zaman. Era ini juga sangatlah kondusif untuk pertumbuhan spiritual sebagaimana tercantum dalam artikel tentang ‘baik’ dan ‘jahat’. Doa kami adalah agar para ‘pencari Tuhan’ di seluruh dunia dapat merenungkan informasi ini. Kita harus mengingat bahwa dengan melakukan latihan spiritual secara intensif sesuai dengan enam prinsip dasar latihan spiritual, kita dapat mengurangi intensitas dari Perang Akhir Zaman maupun Perang Dunia 3 (PD3).

Perang dunia 3 _ dampak3
Perang dunia 3 _ dampak4

10. Poin umum tentang prediksi Perang Akhir Zaman dan PD3

Untuk sebagian dari kita, karena tak adanya pemahaman tentang dunia spiritual, artikel ini mungkin terlihat fiktif atau hampir seperti sebuah dongeng. Kami telah mencoba seobjektif mungkin menceritakan apa yang telah kami lihat melalui indra keenam yang mendalam. Maksud kami bukanlah untuk meresahkan masyarakat, tetapi untuk menciptakan kewaspadaan dan memberi peringatan tentang hal itu. Artikel ini merupakan bentuk permohonan kami kepada masyarakat untuk meluangkan waktu dalam memahami dan memulai latihan spiritual.

Fakta-fakta ini telah diperoleh dari Pikiran dan Akal Budi (Kecerdasan) Alam Semesta melalui media indra keenam yang mendalam dari Ibu Anjali Gadgil, seorang ‘pencari’ Tuhan YME dari Yayasan Penelitian Sains Spiritual (SSRF). Informasi ini telah diperiksa oleh Yang Mulia Dr. Athavale untuk akurasinya. Bersamaan dengan artikel ini, kami sarankan agar anda juga membaca artikel tentang pertempuran antara ‘baik’ dengan ‘jahat’.