1-IND-Armageddon-landing

Perang dunia 3 _ dampak2
Perang dunia 3 _ dampak1

Definisi (Arti) Hari Kiamat: Pertempuran non-fisik/ halus (tak kasat mata) dengan proporsi malapetaka antara kebaikan dan kejahatan di akhir sebuah era.

Abstraksi:

Tanpa diketahui oleh sebagian besar dari kita, dunia sedang berada di tengah-tengah pertempuran halus (tak kasat mata) antara kebaikan dengan kejahatan yang juga dikenal sebagai Hari Kiamat. Hal ini sedang diperjuangkan terutama dalam dimensi non-fisik/ halus di semua wilayah alam semesta termasuk Bumi (Bhūlok). Sebagian kecil pertempuran ini yang akhirnya terjadi pada alam fisik (Perang Dunia 3), akan memiliki konsekuensi-konsekuensi bencana besar di Bumi terhadap kita. Ada kemungkinan untuk mengurangi efek Perang Dunia 3 dan Hari Kiamat ini pada umat manusia jika kita melakukan praktik spiritual, yang sesuai dengan keenam prinsip-prinsip dasar dari praktik spiritual.

Catatan: Untuk memahami artikel ini anda disarankan untuk membaca artikel-artikel berikut:

1. Sattva, Raja dan Tama Ketiga komponen-komponen dasar non-fisik/ halus (tak kasat mata) yang membentuk alam semesta.
2. Pertempuran antara ‘baik’ dan ‘jahat’

Artikel tentang Perang Dunia 3 dan Hari Kiamat ini telah diperbaharui pada 30 Juni 2013

1. Pendahuluan tentang pertempuran Hari Kiamat (Perang Dunia 3)

Dunia telah mengalami kecenderungan yang semakin meningkat akan bencana-bencana alam, kegiatan-kegiatan teroris, perang dan gejolak-gejolak politik belakangan ini. Tidak ada jeda terhadap kecenderungan ini atau tanda-tanda akan melambat. Cukup banyak dari kita mungkin merasa tidak berdaya ketika kita melihat dunia kita terjerumus dalam bahaya yang tak terkendali ke arah zaman yang lebih berat lagi. Sejumlah peramal seperti Nostradamus, Edgar Cayce dll telah memperkirakan masa-masa pergolakan dan susah dengan proporsi-proporsi yang dahsyat. Terdapat juga banyak pembicaraan tentang pertempuran antara kekuatan-kekuatan baik dan jahat yang akan terjadi di sekitar waktu kita hidup.

Perang dunia 3 _ subtle

Kami melakukan penelitian spiritual untuk mengeksplorasi peristiwa-peristiwa dalam dimensi non-fisik/ halus (tak kasat mata) di balik kecenderungan-kecenderungan mengkhawatirkan ini dan apa yang akan terjadi pada kita.

Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan informasi yang terungkap melalui penelitian spiritual tentang:

  • Kekuatan-kekuatan spiritual yang mendalangi peristiwa-peristiwa di seluruh dunia dan di zaman yang akan datang.
  • Langkah-langkah yang dapat diambil oleh manusia untuk meminimalkan dampak dari peristiwa-peristiwa ini.

Untuk sebagian dari kita karena tidak adanya pemahaman tentang dunia spiritual, artikel ini mungkin terlihat fiktif atau hampir seperti sebuah dongeng. Kami telah mencoba untuk seobjektif mungkin dalam menceritakan apa yang telah kami lihat melalui indra keenam yang mendalam. Bukanlah maksud kami untuk meresahkan masyarakat, tetapi untuk memberi kewaspadaan dan memberi peringatan tentang hal itu. Artikel ini merupakan permohonan kami kepada masyarakat untuk meluangkan waktu dalam memahami artikel ini dan memulai praktik spiritual mereka

Fakta-fakta ini telah diperoleh dari Pikiran dan Akal Budi (Kecerdasan) Alam Semesta melalui media indra keenam yang mendalam dari Ibu Anjali Gadgil, seorang ‘pencari’ Tuhan YME dari Yayasan Penelitian Ilmu Spiritual (SSRF). Informasi ini telah diperiksa oleh Yang Mulia Dr. Athavale untuk akurasinya. Bersamaan dengan artikel ini, kami sarankan agar anda juga membaca artikel tentang ‘Pertempuran antara ‘baik’ dengan ‘jahat’.

2. Apakah Pertempuran Halus (tak kasat mata) itu?

Kekuatan baik dan jahat telah ada sejak awal Alam Semesta. Kekuatan-kekuatan ini berada terutama di wilayah-wilayah non-fisik/ halus (tak kasat mata) dari alam semesta dan mempengaruhi kekuatan-kekuatan positif dan negatif di Bumi hampir sepenuhnya. Dari waktu ke waktu kekuatan jahat halus/ non-fisik mendapatkan cukup energi spiritual untuk mencoba mendirikan kerajaan iblis di alam semesta. Dalam waktu saat ini, keseimbangan kekuasaan antara kekuatan baik dan jahat adalah 70% dan 30% masing-masing. Namun kekuatan jahat di alam semesta sekali lagi memperoleh energi spiritual yang cukup untuk mencoba membangun sebuah kerajaan iblis. Perang yang terjadi kemudian dikenal sebagai pertempuran halus/ non-fisik atau Hari Kiamat dan salah satu dampaknya sedang dirasakan di semua wilayah slam semesta. Pertempuran ini mulai meletus di wilayah halus pada tahun 1999 dan sebagian kecil dari pertempuran itu akan semakin memainkan peranan di alam Bumi dengan konsekuensi malapetaka bagi umat manusia.

Keseriusan dari pertempuran halus/ Non-fisik (Hari Kiamat) ini dan konsekuensi-konsekuensinya terhadap umat manusia berada dalam proporsi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk alasan inilah; kami telah menamakan artikel ini Hari Kiamat, yang berarti konflik dennga proporsi malapetaka antara ‘baik’ dan ‘jahat’. Hasil pertempuran adalah kekalahan dari kekuatan-kekuatan negatif dan pembentukan sebuah era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas pada umat manusia di Alam Semesta dan di Bumi yang juga dikenal sebagai Kerajaan Tuhan YME (Ilahi). Era menghidupkan dan menyalakan kembali cahaya Spiritualitas dalam umat manusia di Bumi akan berlangsung selama sekitar seribu tahun. Kami telah menjelaskan fitur-fitur penting dari era menghidupkan dan menyalakan kembali cahaya Spiritualitas umat manusia di bagian bawah dari artikel ini.

3. Prinsip di balik pertempuran halus/ non-fisik (tak kasat mata) Hari Kiamat

Kebanyakan dari kita tidak menyadari akan fakta bahwa banyak peristiwa di Bumi, yang mempengaruhi kita pada tingkat perorangan atau kelompok, memiliki akar masalah di alam spiritual. Mari kita ambil contoh dari peningkatan dalam bencana-bencana alam baru-baru ini.

Faktor kontribusi utama terhadap kecenderungan meningkatnya bencana alam bersifat spiritual. Faktor-faktor fisik seperti gas rumah kaca hanya mengkontribusikan 30% dari masalah. Dengan kata lain, pemerintah –pemerintah dunia dan organisasi-organisasi non-pemerintah (NGO) yang memprakarsai kepatuhan masyarakat internasional terhadap protokol Kyoto, meskipun sangat terpuji, sebaik-baiknya hanya menyelesaikan sebagian kecil dari masalah. Sebagian besar upaya-upaya untuk memperbaiki masalah yang dilakukan hanya pada tingkat fisik dan mental tanpa memperhitungkan alam spiritual akan menjadi ceroboh dan tidak efisien.

Satu faktor spiritual paling penting yang berkontribusi pada munculnya bencana-bencana alam, terorisme dan pergolakan politik adalah meningkatnya komponen-komponen dasar halus/ non-fisik Raja dan Tama. Peningkatan ini terutama disebabkan:

  • Meningkatnya aktivitas dari hantu - hantu (iblis, setan, energi-energi negatif, dll) tingkat tinggi dalam waktu saat ini
  • Masyarakat yang sangat materialistis bersamaan dengan hampir tidak adanya praktik spiritual

Seluruh dunia adalah seperti sebuah boneka di tangan kekuatan-kekuatan positif dan negatif dari alam halus (tak kasat mata). Orang baik bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan, sedangkan orang jahat adalah boneka-boneka di tangan hantu –hantu (iblis, setan, energy-energi negatif, dll). Orang-orang baik di Bumi tidak akan dapat hidup dalam damai kecuali energi-energi negatif dapat dilumpuhkan. Orang-orang dengan energi spiritual yang rendah yang tidak selalu ‘baik’ atau ‘jahat’ mudah dipengaruhi oleh hantu dan dikendalikan oleh mereka. Akibatnya, mereka juga berada di bawah kendali hantu –hantu dan memberikan kontribusi pada Raja dan Tama. Dalam hal apapun, mereka terjebak dalam baku tembak antara mereka yang ‘baik’ dan kekuatan-kekuatan ‘jahat’.

Penyebab utama lainnya untuk peningkatan raja dan tama adalah keadaan masyarakat berkaitan dengan Kebenaran/ Kebajikan. Menurut seorang Suci (Saint) yang telah maju secara spiritual, Adi Shankaracharya dari India (Abad ke-8-9 SM), Kebajikan (Dharma) adalah yang menyelesaikan tiga tugas:

  1. Menjaga sistem sosial dalam kondisi yang sangat baik
  2. Membawa tentang kemajuan duniawi dari setiap makhluk hidup
  3. Serta menyebabkan kemajuan dalam alam spiritual

Kemajuan spiritual dikatakan terjadi hanya ketika praktik spiritual dilakukan sesuai dengan ke enam prinsip-prinsip dasar dari praktik spiritual Lebih sering terjadi, masyarakat-masyarakat dunia telah gagal dalam memenuhi ketiga kondisi ini. Unsur-unsur negatif dalam masyarakat secara signifikan meningkatkan penggerogotan busuk ke dalam struktur masyarakat.

4. Tingkat keparahan dari pertempuran Hari Kiamat

Tanpa diketahui kebanyakan orang, Alam Semesta berada tengah-tengah pertempuran non-fisik (halus/ tak kasat mata) dengan proporsi yang dashyat. Sebagian besar Hari Kiamat ini akan bdiperjuangkan di alam-alam halus. Pertempuran dalam dunia fisik, yaitu di Bumi (Perang dunia 3) juga sebagian besar terjadi akibat dimensi halus/ non-fisik. Oleh karena itu kesadaran tentang kejadian tersebut terbatas hanya untuk mereka yang merupakan orang-orang dengan tingkat evolusi spiritual sangat tinggi di Bumi.

Hanya sebagian kecil dari Hari kiamat akan dialami di Bumi (Perang Dunia 3). Tapi bagian kecil ini sendiri akan menjadi malapetaka dan penyebab dari pemusnahan massal. Kita akan menyaksikan secara fisik sebagian kecil dari Hari Kiamat dalam bentuk pelepasan dari kekuatan-kekuatan alam dan Perang Dunia 3 dimana senjata pemusnah massal akan digunakan. Peningkatan bencana-bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan gunung berapi disebabkan terutama karena kenaikan raja dan tama didorong oleh kejahatan di Bumi. Orang-orang yang memicu Perang Dunia 3 akan berada di bawah kendali energi-energi negatif tingkat tinggi yang juga dikenal sebagai penyihir-penyihir makhluk halus atau māntriks.

Perang dunia 3 _ intensitas

Tabel berikut menunjukkan perbandingan dalam tingkat keparahan antara berbagai Perang Dunia dengan mempertimbangkan kedua aspek halus/ non-fisik dan fisiknya.

Nama peperangan

Tahun

Tingkat keparahan dari pertempuran halus dan pertempuran fisik

Perand Dunia 1

1914 – 1918

30

Perang Dunia 2

1939 – 1945

50

Perang Dunia 3

2015 – 2023

70

Peleburan alam semesta

Akhir dari Kaliyug

100

Grafik dan tabel diatas memberi kita pemahaman tentang skala dari pertempuran tersebut. Untuk menempatkan hal-hal dalam perspektif, gabungan unsur-unsur fisik dan halus/ non-fisik yang terlibat dalam Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2 pada puncaknya memiliki tingkat keparahan masing-masing 30 dan 50. Semua bencana-bencana besar dan kegiatan teroris beberapa tahun terakhir merupakan tanda-tanda petunjuk yang berkaitan langsung dengan pertempuran halus. Energi negatif tingkat tinggi seperti penyihir makhluk halus) merasuki individu-individu yang memiliki mentalitas untuk merugikan masyarakat dan melaksanakan kegiatan teroris melalui mereka kepada umat manusia. Fakta bahwa intensitas pertempuran akan meningkat hingga 70 unit pada tahun 2017 (Perang dunia 3) memberikan kita suatu indikasi dari tingkat keparahan pertempuran tersebut. Hal ini kemudian akan cepat turun ke nol pada tahun 2023. 100 unit adalah intensitas dari pertempuran halus pada saat disolusi/ peleburan Alam Semesta.

5. Siapa sajakah kekuatan-kekuatan baik yang berjuang dalam pertempuran Hari Kiamat ini?

1993: Dalam pertempuran Hari Kiamat berikutnya, kekuatan-kekuatan baik yang dipimpin oleh seorang Guru Parātpar (pembimbing spiritual yang telah berevolusi di atas tingkat spiritual 90%) yang hidup di alam Bumi. Pada awal pertempuran pada tahun 1993, hanya Guru Parātpar dan beberapa pencari Tuhan yang berjuang dalam pertempuran.

Partisipasi mereka sepenuhnya berada di tingkat halus/ non-fisik (tak kasat mata), di mana semua partisipan hanya bertindak secara otomatis sesuai keinginan Tuhan tanpa menyadari bahwa tindakan mereka merupakan bagian dari pertempuran Hari Kiamat. Dengan demikian, semua peserta tidak sadar akan keterlibatan mereka pada tingkatan fisik dalam pertempuran tersebut. Berbagai tindakan dalam pertempuran, terjadi melalui partisipan secara otomatis sesuai dengan kehendak Tuhan, di mana pertempuran tersebut sebagian besar terjadi pada tingkat non-fisik dan pada batas tertentu pada dimensi fisik/ nyata, seperti tindakan-tindakan untuk penyebaran Spiritualitas.

2003: Sampai tahun 2003, jumlah pencari-pencari Tuhan yang mendampingi pembimbing spiritual yang telah berevolusi dalam perjuangan naik menjadi 35. Peran mereka sebagian besar adalah menerapkan kehendak Tuhan dalam dimensi nyata. Kekuatan-kekuatan baik semakin meningkat dalam kuantitas dan kualitas sehubungan semakin intensifnya pertempuran halus/ non-fisik. Pertempuran di alam halus diperjuangkan murni dengan kekuatan spiritual dan tidak memiliki unsur fisik.

2004: Dari tahun 2004 dan seterusnya, tingkat keparahan dari kekuatan-kekuatan jahat dan konsekuensi akibat dari ‘Hari Kiamat’ meningkat jauh. Oleh karena itu, kekuatan-kekuatan positif dari wilayah halus/ non-fisik Surga bergabung dalam pertempuran. Mereka membantu melalui berbagai wujud, mulai dari partikel-partikel Ilahi berwarna kuning dan berkembang ke partikel kesadaran Ilahi, frekuensi-frekuensi cahaya dan frekuensi-frekuensi warna dewa-dewi untuk melawan kekuatan-kekuatan negatif. Perubahan yang progresif dalam wujud energi-energi positif pada dasarnya menandakan bahwa kekuatan-kekuatan dari Surga yang bergabung dalam pertempuran menjadi semakin halus, sehingga kekuatan-kekuatan baik menjadi lebih digdaya.

2008: Dari tahun 2008 ketika tingkat keparahan Hari Kiamat meningkat lebih lanjut, kekuatan-kekuatan dari Surga terbukti tidak cukup dan karenanya partisipasi mereka akan berhenti.

2009 – 2013: Pada tahun 2009, dua makhluk yang telah berevolusi secara spiritual dari wilayah halus/ non-fisik Maharlok (suatu wilayah yang lebih tinggi di Alam Semesta) juga akan bergabung dalam pertempuran. Saat itu sekitar 400 pencari – pencari Tuhan akan berjuang bersama Guru Paraatpar. Pada tahun 2010, makhluk ketiga dari Maharlok akan bergabung dalam pertempuran. Keikutsertaan makhluk-makhluk yang telah berevolusi tersebut akan berada dalam bentuk partikel-partikel Ilahi dan kemudian berkembang ke frekuensi-frekuensi halus/ non-fisik, sinar-sinar halus, frekuensi-frekuensi keTuhanan dan konstelasi-konstelasi halus cemerlang di tahun 2013. Dengan kata lain, bantuan dari Tuhan akan semakin halus dan kuat.

2014 – 2018: Ketika pertempuran halus/ non-fisik menguat secara intensif ke 38 unit pada tahun 2014, pencari-pencari Tuhan yang bertempur secara halus (tak kasat mata) dalam pertempuran ‘Hari Kiamat’ tidak akan bisa berpartisipasi lebih lama lagi karena pertempuran itu akan berada di luar kemampuan spiritual mereka. Merekapun tidak akan dapat menerima dan mentolerir energi spiritual sangat besar yang diberikan oleh Tuhan untuk memenuhi kebutuhan dari tingkat pertempuran.

Pada tahun 2014, dua makhluk Tuhan yang lebih tinggi dari wilayah berikutnya yaitu Janalok (suatu wilayah yang lebih tinggi di Alam Semesta) akan bergabung dalam pertempuran halus tersebut. Partisipasi mereka akan berada dalam bentuk partikel-partikel Ilahi dan kemudian berkembang ke frekuensi-frekuensi halus, kobaran api-api halus/ non-fisik, aura-aura cahaya hingga ke frekuensi-frekuensi cahaya pada tahun 2018

2019: Selama beberapa tahun ke depan, ketika ‘Hari Kiamat’ mencapai puncaknya di tahun 2019,  terdapat 25 makhluk Tuhan dari wilayah Tapolok (suatu wilayah yang lebih tinggi di Alam Semesta) yang akan bergabung dalam pertempuran melawan kekuatan-kekuatan jahat dari wilayah ke 7 Neraka. Setelah itu jumlah makhluk Tuhan tersebut secara bertahap akan berkurang karena pada tahap itu banyak Saints/ Orang-orang Suci di Bumi sendiri akan telah berevolusi.

Meskipun adanya penurunan dalam tingkat keparahan pertempuran dari 70 unit pada tahun 2017 sampai ke 48 unit di tahun 2019, jumlah makhluk Tuhan yang berpartisipasi dalam pertempuran akan berjumlah 25 di tahun 2019 dibandingkan dengan hanya 10 pada tahun 2017. Hal ini karena di tahun 2019 di samping pekerjaan menghancurkan kekuatan-kekuatan jahat negatif, pekerjaan positif untuk pembentukan era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas pada umat manusia juga perlu untuk dilakukan.

2021-2023: Di tahun 2021, pembentukan era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas dalam umat manusia akan dimulai. Pada tahun 2023, akan ada kedatangan partikel-partikel dari Satyaloka, yang paling halus dan murni dari 14 wilayah-wilayah halus/ non-fisik utama.

2024: Dari tahun 2024 dan seterusnya partisipasi dari wilayah-wilayah positif halus/ non-fisik akan berhenti karena tidak akan lagi diperlukan.

6. Tahapan-tahapan utama dari pertempuran Hari Kiamat (Perang Dunia 3)

Pertempuran Hari Kiamat yang sedang diperjuangkan sebagian besar terjadi di dimensi spiritual. Selain itu, pertempuran tersebut juga memberikan dampak buruk pada dunia meskipun sebagian besar terjadi pada tingkat tak berwujud. Konsekuensi-konsekuensi dari perang halus/ non-fisik tersebut yang utama adalah dalam bentuk benih-benih yang ditaburkan untuk kerusakan dunia lebih lanjut yang cepat dan bertahap di berbagai tingkatan. Hal ini bekerjadalam dua cara:

  • Dengan mengurangi sattvikta di dunia secara keseluruhan.
  • Dengan meningkatkan cengkraman kekuatan-kekuatan jahat pada umat manusia.

Tahapan-tahapan utama Hari Kiamat dijelaskan sebagai berikut :

Tahun

Peristiwa

1999 – 2012

Pertempuran dimensi halus

  1. Pertempuran antara ‘baik’ melawan ‘jahat’ di dunia halus/ non-fisik dengan beberapa kejadian di alam fisik yang menandakan dimulainya pertempuran tersebut.
  2. Pertempuran pada tingkat fisik – energi-energi negatif mencegah para ‘pencari’ dari melakukan latihan spiritual dan membuat hambatan-hambatan saat melakukannya.

2013 – 2015

Dimulainya pertempuran di dimensi kasar (Bumi)

  • Gelombang pertempuran antara ‘baik’ melawan ‘jahat’ pada tingkat halus mulai berubah dan kekuatan yang ‘baik’ mulai menang.
  • Pertengkaran-pertengkaran internal (dalam negeri) mengambil bentuk peperangan kecil atau bentrokan-bentrokan, dimulainya kerusuhan-kerusuhan di dalam negara-negara, pemberontakan rakyat terhadap sistem di tingkat nasional; meskipun setiap kejadian mungkin tampak sebagai peristiwa yang independen (tidak berkaitan), namun akar penyebabnya adalah energy-energi negatif tingkat tinggi dari dunia halus

Bencana-bencana alam

  • Peningkatan dalam bencana-bencana alam

Pertempuran di alam fisik

  • Dimulainya perang dengan para penjahat dan unsur-unsur anti-sosial pada tingkat fisik, psikologis dan spiritual.

2016 – 2018

Pertempuran utama di dimensi kasar (Bumi)

  • Perang Dunia ke Tiga (Perang dunia 3) akan terjadi
  • Hilangnya nyawa dalam skala besar

Bencana-bencana alam

  • Bencana-bencana alam dalam skala besar

Pertarungan dengan unsur-unsur anti-sosial

  • Para penjahat dan unsur-unsur anti-sosial di masyarakat dimusnahkan pada tingkat fisik, psikologis dan spiritual.

2019 – 2022

Persiapan untuk Kerajaan Tuhan (Ilahi)

  • Gelombang pertempuran baik versus jahat pada tingkat fisik mulai berubah dan kekuatan awal yang baik untuk menang.
  • Pemerintahan belajar dari Kerajaan Ilahi

2023

Pembentukan Kerajaan yang dominan Sattva nya (Ilahi)

Dari tahun 1993, penyihir-penyihir makhluk halus mulai menabur benih untuk kerusakan masyarakat dan mempercepat kejahatan/ ketidakbenaran. Dalam kebanyakan kasus, dunia telah menentukan proses kerusakan pada tempatnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan sifat materialistik manusia dan bekurangnya Kebajikan. Dibantu oleh energi-energi negatif tingkat tinggi, penurunan tersebut meningkat dalam intensitas dan kecepatannya. Seiring berjalannya waktu benih-benih ini akan berakar dan meningkatkan pembusukan di masyarakat. Sehubungan masyarakat menjadi semakin lalim, mereka dipermainkan/ jatuh tepat ke tangan energi-energi negatif dan meningkatkan Raja dan Tama di lingkungan. Peningkatan Raja dan Tama ini akan menyebabkan ketidakstabilan dunia yang kita kenal dan akan berujung pada bencana-bencana alam yang parah dan Perang Dunia 3.

Berikut ini adalah contoh dari beberapa mekanisme yang telah digerakkan oleh hantu-hantu (setan, setan, energi negatif, dll). Grafik juga memberikan peristiwa-peristiwa lainnya yang akan terjadi hingga menjelang pembentukan era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas pada umat manusia.

Tahun

Peristiwa

2000

Benih pertengkaran-pertengkaran domestic yang kuat ditaburkan dalam masyarakat

2001

Benih peningkatan unsur-unsur anti social di masyarakat

2002

Benih peningkatan malpraktik di tempat ibadah yang mempercepat peningkatan Raja dan Tama. Tempat ibadah berkontribusi pada komponen Sattva dalam masyarakat. Ketika terjadi malpraktik di sana akan mengurangi Sattvikta dan dengan demikian membantu meningkatkan Raja dan Tama.

2006

Benih awal dari perusakan tempat-tempat ibadah

2011

Benih dari langkah-langkah teroris di bawah pengaruh hantu-hantu untuk menghancurkan organisasi-organisasi spiritual

2014

Tingginya kejadian bencana-bencana alam

2015

Malapetaka akibat bajir dan meletusnya gunung berapi

2016

Sebuah gempa bumi dashyat di Pakistan

2017

Negara-negara di Timur Tengah rata dengan tanah dalam ledakan-ledakan bom

2018

Amerika, Cina dan Jepang dilanda perang dan kerugian jumlah jiwa tak terhitung yang belum pernah terjadi sebelumnya.

2019

Hilangnya supremasi para politisi dan desakan umat manusia agar Saints (Orang-orang Suci) menyelamatkan mereka

2020

Penurunan dalam proses yang merusak dan dominasi partikel-partikel kesadaran Tuhan/ Ilahi dalam lingkungan

2021

Benih waktu yang kondusif dan saling melengkapi untuk pembentukan era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas pada umat manusia

2022

Rasa senang dan antusiasme dalam lingkungan

2023

Ketentraman dalam lingkungan

2024

Ketentraman internal (di dalam) dan eksternal (di luar) dalam hidup

2025

Benih peningkatan praktik spiritual dan perjalanan spiritual menuju kesadaran Tuhan YME yang ditabur oleh para ‘pencari’ Tuhan. Dimulainya era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas dalam umat manusia.

Catatan: Pada tingkat dunia berjalan saat ini:

  • Probabilitas bencana ini dapat dihindari adalah 1%
  • Intensitas dapat bervariasi + / – 10%
  • Waktu kejadian mungkin bervariasi + / – 10% dalam jangka waktu 25 tahun secara keseluruhan.

 

6.1 Perang Dunia 3

Perang Dunia Ketiga (Perang dunia 3) akan dimulai di tahun 2015 dan berlanjut selama sekitar 9 tahun sampai 2023. Perang yang akan diperjuangkan dalam jangka waktu tersebut akan berhubungan semuanya. Namun hal itu mungkin tidak mudah terlihat kepada dunia. Menjelang akhir periode ini, senjata pemusnah massal akan digunakan. Akan terdapat banyak korban jiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya di mana sekitar 1/3 dari populasi akan binasa dan 1/3 lagi akan mengalami penderitaan. Beberapa negara akan terkena dampak lebih dari yang lain. Tak perlu dikatakan, di dunia yang sangat saling berhubungan semua negara akan terkena dampaknya. Perang Dunia 3 akan dipicu terutama akibat fanatisme agama. Energi-energi ngatif tingkat tinggi akan menggunakan kelemahan ini pada manusia untuk mendorong mereka melewati batas dan menghasut negara-negara untuk berperang satu sama lainnya.

Dalam semua ketiga perang dunia hantu-hantu dari daerah semakin tinggi Neraka berada di balik manusia yang ingin memusnahkan satu sama lain.

  • Perang Dunia 1: Penyihir makhluk halus ((māntriks) dari wilayah ke-2 Neraka
  • Perang Dunia 2: Penyihir makhluk halus terutama dari wilawah ke-3 Neraka mengambil bagian dalam mengatur Perang Dunia II. Hitler misalnya sepanjang masa kekuasaannya dikuasai oleh penyihir makhluk halus dari wilayah ke-5 Neraka. Ini juga alasan dari kemunculan dramatisnya untuk berkuasa. Sepanjang pemerintahannya penyihir tersebut sepenuhnya termanifestasi/ berwujud.
  • Perang Dunia 3: Penyihir-penyihir dari wilayah ke-4 dari neraka akan berada di balik Perang Dunia Ketiga yang akan terjadi di alam fisik. Namun dalam pertempuran halus/ non-fiaik (tak kasat mata), penyihir-penyihir makhluk halus dari wilayah ke-7 Neraka akan ambil bagian.

Jadwal dari Perang Dunia 3 dan pembentukan ‘Kerajaan Tuhan’

Tahun

Tahapan-tahapan Perang Dunia ke Tiga

2015

Permulaan

2016 – 2018

Meningkatnya kemenangan-kemenangan dari orang-orang lalim di bawah kekuatan-kekuatan ‘jahat’

2019 – 2021

Kebajikan dan ketidakbajikan pada tingkatan yang setara

2022 – 2023

Meningkatnya kemenangan-kemenangan dari orang-orang bajik di bawah kekuatan-kekuatan ‘baik’

2023 dan seterusnya

Pembentukan ‘Kerajaan Tuhan’

‘Tergantung pada pengabdian dari para ‘pencari’ Tuhan, jadwal perang antara para pengabdi (bajik) dan kekuatan-kekuatan iblis (lalim) dapat berubah.’

- - Yang Mulia Dr Athavale

 

 

 

6.2 Peran India dalam Perang Dunia 3 dan pertempuran Hari Kiamat

Sejak zaman dahulu kala, India telah menjadi pusat spiritual dunia. Penelitian spiritual telah mengungkapkan bahwa dalam Hari Kiamat yang akan berlangsung, India akan memegang peranan pusat dari perspektif spiritual. Dalam perjalanan perang, kekuatan-kekuatan negatif akan menghasut negara-negara tetangga untuk menyerang India untuk menggoyahkan peran penting yang akan ia mainkan. Sekitar 50% dari populasi India akan musnah karenanya.

 

7. Dapatkah bencana/ Perang Dunia 3 ini dihindari?

Bencana yang diperkirakan terjadi disebabkan tertutama oleh komponen-komponen dasar halus/ non-fisik Raja-Tama di dunia yang telah meningkat ke tingkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana intervensi mendesak oleh Tuhan YME sangat diperlukan agar dunia dapat dibersihkan sehingga dapat terus berlanjut dengan damai. Selanjutnya, jika manusia melakukan suatu usaha agung untuk beradaptasi dengan gaya hidup yang lebih dominan Sattva nya, proses pembersihan/ penyucian akan terjadi hanya sebagian saja. Hal ini dapat dicapai jika mayoritas umat manusia memperbaiki gaya hidupnya dengan drastis dan mengurangi kontribusinya terhadap Raja-Tama. Hal ini dapat menjadi lebih baik dan dilakukan lebih awal, jika masyarakat memusatkan upayanya pada peningkatan komponen dasar halus/ non-fisik Sattva. Oleh sebab itu bencana tersebut hanya dapat dihindari jika masyarakat sungguh-sungguh mulai melakukan praktik Spiritualitas. Sangatlah penting bahwa untuk membuat suatu perubahan, praktik spiritual yang mereka lakukan harus mengambil bentuk yang lebih universal daripada bentuk sektarian.

Praktik spiritual sesuai dengan ke enam prinsip-prinsip dasar praktik spiritual adalah cara yang paling kondusif untuk pertumbuhan di era saat ini. Agama-agama yang memberitakan bahwa cara mereka adalah satu-satunya cara menuju Tuhan beresiko melanggar enam prinsip-prinsip dasar dari praktik spiritual.

Tergantung pada praktik spiritual kolektif kita dan juga jika beberapa Saints/ Orang-orang Suci yang telah sangat maju secara spiritual turut mengintervensi, tahun dan tingkat keparahan dari peristiwa-peristiwa tersebut dapat berubah hingga batasan tertentu. Para Suci (Saints) tingkat tinggi dapat mengubah takdir seluruh umat manusia karena Mereka dapat mengubah jalannya peristiwa atau bahkan mempersingkat masa-masa sulit tersebut di atas apabila Mereka merasa puas dengan upaya-upaya tulus dari para ‘pencari Tuhan’ dalam melakukan praktik spiritualnya. Para ‘pencari Tuhan’ yang melalui praktik spiritual mereka telah mencapai tingkat spiritual 60% ke atas akan dilindungi hingga tingkatan tertentu.

8. Fitur-fitur penting dari era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas pada umat manusia

Sisi baik dari pertempuran ‘Hari Kiamat’/ Armageddon (Perang Dunia 3) adalah umat manusa pada akhirnya akan mengalami kedamaian di Bumi yang akan bertahan selama hampir 1000 tahun. Pertempuran akan menjadi ajang pembersihan spiritual dunia, mempersiapkan orang-orang untuk dunia sattvik jenis baru yang secara radikal akan berbeda dari yang lama. Bisa dibilang, ini akan menjadi penggiring Satyayuga mini dalam era utama Kaliyuga. Meskipun era ini tidak akan sebanding dengan sattvikta dari era utama Satyayuga (pada awal alam semesta), periode ini akan menjadi masa pembaharuan spiritual utama bagi umat manusia.

Berikut ini adalah beberapa fitur dari era baru ini di mana beberapa dari kita akan memiliki hak istimewa untuk diantar ke dalam.

  • Tingkat Spiritual: Setelah pengurangan populasi dunia melalui ‘Hari Kiamat’ (Perang Dunia 3), tingkat rata-rata spiritual dunia akan meningkat menjadi 30% dibandingkan dengan 20% pada saat ini. Kenaikan mendadak 10% dalam tingkat spiritual seluruh penduduk dunia cukup mengejutkan dan mencerminkan besarnya jumlah korban jiwa. Silahkan membaca artikel kami tentang tingkat spiritual, yang memberikan rincian populasi dunia pada saat ini pada tingkat spiritual.
  • Prioritas dalam kehidupan: Prioritas utama akan diberikan kepada pengetahuan spiritual dan kedewasaan spiritual dalam menilai kemampuan seseorang. Tujuan hidup orang akan condong ke arah pertumbuhan spiritual untuk mencapai kesadaran Tuhan. Prioritas akan diberikan kepada kekuatan spiritual daripada fisik atau intelektual. Sesuai dengan hal itu, kemajuan tidak akan diukur dalam hal harta kekayaan saja. Pandangan tentang kekayaan akan berubah. Ini akan dilihat murni sebagai sebuah sarana dan bukan tujuan itu sendiri.
  • Sistem Pemerintahan: Demokrasi akan kehilangan statusnya sebagai jenis sistem pemerintahan yang dipilih. Misalnya di India, sebuah kepemimpinan baik hati di bawah bimbingan Saint (Orang Suci) akan membentuk pemerintahan. Modus operandi kepemimpinan akan sejalan dengan Kebenaran/ kebajikan (Dharma). Tidak akan ada kebutuhan untuk pemilu. Panduan orang suci dari pemerintah secara transparan akan menunjuk para pemimpin. Dunia lainnya frustrasi dengan gagalnya eksperimen pada komunisme, kediktatoran dan demokrasi akan melihat contoh India dan mencoba untuk menerapkan pemerintahan jenis baru ini sejauh mungkin untuk mereka.
  • Kedekatan: Akan ada persatuan di antara semua bangsa. Orang akan merasakan kedekatan yang tulus dengan budaya-budaya dan bangsa-bangsa lainnya. Ini akan bersumber dari kedewasaan spiritual dari penduduk dunia. Itu akan menjadi dasar suatu pemahaman spiritual alami akan kesatuan seluruh umat manusia.
  • Pendidikan: Sistem pendidikan akan mencakup ilmu pengetahuan Spiritual dan aturan Kebajikan dalam kurikulum mereka. Ilmu pengetahuan modern akan memperluas pandangannya untuk memperhitungkan dimensi spiritual.
  • Ilmu kedokteran: Ilmu kedokteran akan ditulis ulang. Mereka sekarang akan memasukkan dimensi spiritual dalam menganalisa akar penyebab masalah. Ayurveda akan diterima secara umum di dunia barat. Sikap dan pandangan-pandangan orang yang berpraktik kedokteran akan berubah. Misalnya, mereka akan mulai mempertanyakan apakah pasien secara spiritual pantas menerima transplantasi organ atau bypass jantung? Apa yang akan orang lakukan dengan keringanan/ perpanjangan hidup yang diberikan kepadanya oleh sebuah operasi yang sukses? Apakah dia akan menyia-nyiakan tahun-tahun tambahan yang dia miliki dengan menonton televisi, obrolan-obrolan tanpa tujuan, pesta dll? Bahkan setelah mendapatkan perpanjangan orang jarang memikirkan memanfaatkan hidup untuk merealisasikan Tuhan (tujuan dasar kehidupan). Dengan kata lain mereka akan dianggap sebagai peningkat beban di Bumi. Jika seseorang membutuhkan perpanjangan umur untuk praktik spiritual, Tuhan memberikan secara otomatis.
  • Sistem hukum/ Peradilan: Sistem-sistem dan proses-proses Hukum akan berubah secara dramatis. Sekarang kita memiliki pengadilan hukum, nantinya kita akan memiliki pengadilan keadilan. Tidak akan ada kebutuhan untuk pengacara-pengacara karena hakim-hakim akan berevolusi secara spiritual dan akan dapat secara intuisi/ lahiriah merasakan kebenaran dalam masalah yang dihadapi. Indra keenam (ESP) mereka yang sangat mendalam akan memungkinkan mereka untuk melihat dengan jelas siapa yang berbohong dan siapa yang mengatakan sebenarnya. Singkatnya, keadilan akan ditegakkan secara langsung dan tanpa menghabiskan satu sen pun.
  • Seni: Seniman-seniman (artis) tidak akan melakukan seni demi kepentingan seni, tetapi sebagai praktik spiritual untuk lebih dekat dan membawa orang-orang lain dekat dengan Tuhan.
  • Keamanan: Karena negara berasaskan Kebenaran/ Kebajikan adalah ciptaan Tuhan, hanya Tuhan yang mengurus keamanannya. Ini berarti bahwa Tuhan sendiri menuntun para pemimpin tentang langkah yang tepat untuk dilakukan.
  • Lingkungan: Alam sangat dipengaruhi oleh tindakan-tindakan manusia. Ketika manusia menjadi semakin Sattvik melalui praktik spiritual alam secara otomatis menjadi kondusif untuk manusia. Akan ada pengurangan menyeluruh dalam fenomena cuaca aneh yang kita alami di masa saat ini.
  • Keluarga Berencana: Pemerintah tidak perlu melakukan kebijakan keluarga berencana. Akan ada kepatuhan otomatis pada keluarga berencana dalam masyarakat. Tulisan Weda suci juga menganjurkan anak tunggal tetapi bukan karena takut akan kelangkaan makanan dll, tapi untuk memberi kesan pentingnya kontrol pada nafsu birahi sehingga dapat tumbuh secara spiritual.

8.1 Pentingnya era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas pada umat manusia

Kita hidup di zaman yang sangat penting – di tengah perubahan sebuah era. Era ini juga sangatlah kondusif untuk pertumbuhan spiritual sebaaimana tercantum dalam artikel tentang ‘baik’ dan ‘jahat’. Doa kami adalah agar para ‘pencari Tuhan’ di seluruh dunia dapat merenungkan informasi ini. Kita harus mengingat bahwa dengan melakukan praktik spiritual secara intensif sesuai dengan enam hukum-hukum dasar dari praktik spiritual, kita dapat mengurangi intensitas dari hari Kiamat.

Perang dunia 3 _ dampak3
Perang dunia 3 _ dampak4